[EXOFFI FREELANCE] Reason Why I Life -(Chapter 19)

REASON WHY I LIFE.JPEG

Tittle/judul fanfic                    : Reason Why I Life

Author                                                : Park Rin

Length                                     : Chaptered

Genre                                      : Romance, Family, Angst

Rating                                      : PG-13

Main Cast&Additional Cast   : Baekhyun

Park Sung Rin (OC)

Mingyu Seventeen

All EXO’s Members

Ect.

Summary                                 : Aku ingin ikut denganmu. Biarkan aku ikut denganmu

Disclaimer                               : FF ini murni buatan author sendiri. Ada beberapa cerita yang mengisnpirasi author dalam membuat karakter disini. Namun, jalan cerita dan alur cerita murni buatan author sendiri. FF ini juga bisa kalian temukan di akun wattpad milik author. Id author @ParkRin98. Baca juga di blog milik author https://parkrin98.wordpress.com/

“Oppa…” Kata gadis itu saat merasakan bahunya basah.

“Lima menit saja, Rin. Biarkan aku memelukmu lima menit saja.” Kata Lelaki itu serak.

Gadis itu tak berkutik, meskipun otaknya menolak hal yang terjadi sekarang. Hati gadis itu tidak bisa bohong, ia masih merindukan pelukan hangat ini. Sedetik kemudian air mata gadis itu turun.

***

Rin menjatuhkan kepalanya di atas pangkuan lelaki yang baru saja menjadi kekasihnya kembali. Tak segan, Rin juga membiarkan lelaki itu mengelus rambut panjangnya yang terurai

Oppa, apa kau tidak menyesal memintaku kembali?” Tanya Rin yang tengah memainkan celana kekasihnya.

Baekhyun tersenyum. “Kenapa aku harus menyesal.” Ucap lelaki itu santai.

“Aku bilang aku mencintai lelaki lain, bukan?” Kata gadis itu sedih.

Baekhyun tertawa sebentar. “Aku tahu kau bohong.” Jawab Baekhyun geli.

Mendengar hal itu, tiba-tiba Rin langsung terbangun dari acara tidur di atas pangkuan kekasihnya. “Bagaimana bisa kau tahu?” Tanya gadis itu penasaran.

“Rahasia.” Jawab lelaki itu sambil menjulurkan lidahnya.

Rin mengerucutkan bibirnya tanda dia tidak terima dengan perlakuan kekasihnya. “Tidak lucu, oppa.”

Baekhyun terkikik. “Tapi, ini lucu untukku.” Ucap lelaki itu tanpa dosa.

Rin makin mengerucutkan bibirnya, kemudian menyilangkan tangannya dan membalikkan badannya dari kekasihnya. Rin sedang merajuk sekarang.

Melihat reaksi kekasihnya Baekhyun memgang kedua bahu itu kemudian berbisik. “Tidak penting dari mana aku tahu, Rin. yang penting aku sekarang ada disini bersamamu dan aku akan membuatmu bisa hidup lebih lama lagi denganku.”

Rin reflek menoleh setelah mendengar kata-kata yang mencurigakan terlontar dari kekasihnya. “Kau sudah tahu jika aku…”

CUP

Perkataan Rin terpotong saat bibir pink menyentuh bibirnya cepat. entah ini sudah ciuman keberapa semenjak Rin memulai kisahnya dengan Baekhyun tiga tahun lalu, tetap saja jantung gadis itu akan berdetak lebih cepat dan seketika pula otaknya beku.

“Jadi, kau sudah tahu bahw…” Ujar sedikit kaget.

“Iya, aku tahu kau mengidap penyakit menyeramkan itu.” Kata Baekhyun santai seakan sudah tahu hal ini dari lama.

FLASH BACK ON

Baekhyun menatap tajam Mingyu yang tengah mengguk minumanya. Mingyu yang tahu sedang ditatap hanya menunduk dan berusaha menyembunyikan rasa takutnya.

“Sepertinya kau sangat marah pada Mingyu.” Kata Chanyeol yang sendari tadi memperhatikkan gerak-gerik sahabatnya.

“Tidak, aku sama sekali tidak marah.” Elak Baekhyun.

Chanyeol terkekeh, kemudian meneguk kembali kopinya. “Aku tahu kau marah Baek.” Kata Chanyeol santai. “Tapi, tak seharusnya kau marah padanya.” Kata Chanyeol lagi, yang sukses membuat Baekhyun menoleh ke arahnya.

“Seharusnya aku tidak mengikuti kemauan Rin saat itu, hyung. Seharusnya aku memberi tahumu semuanya, bukannya ikut dalam sandiwara bodoh yang membuat kalian sama-sama menderita.” Kini Mingyu membuka suara.

“Maksud kalian?” Tanya Baekhyun penasaran.

“Kami akan memberitahumu apa yang harusnya kau tahu. Meskipun ini melanggar janji kami, tapi kami tidak bisa membiarkan kalian hidup menderita seperti ini.” Kata Chanyeol serius.

“Apa?” Tanya Baekhyun pelan.

“Sebelum itu, kau harus janji, hyung. Setelah kami memberitahu semuanya kau harus berjanji untuk mengontrol emosimu. Apapun yang akan kami katakana setelah ini, kau harus tegar dan bisa menahan semuanya hingga keadaan membaik.” Ucap Mingyu.

Baekhyun hanya menatap kedua orang itu bergantian, lalu menanggukan kepalanya padahal ia masih belum tahu apakah hal yang akan mereka beritahukan dan apakah bisa ia mengontrol emosinya.

“Sebenarnya alasan Rin memutuskanmu bukanlah karena ia mencintai Mingyu.” Kata Chanyeol sambil menatap sahabatnya.

“Maksudmu?” Tanya Baekhyun heran.

“Ia hanya mengarang sebuah cerita agar kau meninggalkannya. Agar kau menjauhinya dan membencinya.” Ujar Chanyeol lagi.

Baekhyun menatap Chanyeol penasaran. “Apa yang sebenarnya terjadi?”

Chanyeol terdiam sebentar, kemudian menenguk kopinya perlahan. Baekhyun beralih menatap Mingyu yang sendari tadi asik dengan minumannya.

“Chan? Gyu?” Panggil Baekhyun akhirnya setelah ia tak tahan dengan kesunyian yang masuk kedalam perbincangan serius mereka.

Mingyu kemudian menatap sedih calon kakak iparnya yang sedang bingung dengan keadaan yang terjadi.

Chanyeol menarik nafas dalam. Kemudian melanjutkan kembali perkataannya. “Alasan semua tindakannya adalah karena waktunya tidak banyak lagi. Dia takut kau akan tersakiti saat kau tahu dia akan pergi dalam waktu dekat bersama kanker yang diidapnya.”

DEG

Jantung Baekhyun seakaan berhenti saat mendengar kata kanker di telinganya, saat otaknya perlahan mengerti apa yang sedang terjadi. Sedetik kemudian setitik air mata jatuh, diikuti air mata air mata lainnya yang mengisi malam sunyi itu.

FLASHBACK OFF

***

Oppa, jika aku pergi nanti kau akan bagaimana?” Tanya Rin kepada seorang laki-laki yang tengah menatap serius acara TV dihadapanya.

Laki-laki itu menatap Rin sebentar, kemudian tersenyum lembut. “Tentu saja aku akan mengikutimu kemanapun kau pergi.” Jawabnya sambil mengusap pelan rambut kekasihnya yang sudah sangat tipis.

Mendengar jawaban kekasihnya, Rin mengerucutkan bibirnya. Menatap jengkel kekasihnya, Baekhyun. “Tapi, kau kan tidak boleh ikut.” Ucapnya lucu.

“Tapi aku ingin ikut Rin.” Jawab ngotot Baekhyun.

Rin diam, ia kemudian mengubah posisinya dari tiduran di paha kekasihnya menjadi duduk menghadap kekasihnya itu. “Oppa, kenapa kau begitu menyebalkan? Sudah ku bilang kan kau itu tidak boleh ikut” Tanya Rin sambil melipat kedua tangannya.

“Aku tetap ingin ikut Rin. Kemanapun kau pergi aku akan ikut, karena kau adalah alasanku kenapa aku bisa hidup.” Kata Baekhyun mutlak tepat di depan wajah kekasihnya.

Rin terdiam, menatap lurus bola mata hitam dihadapannya. Mata hitam yang menatapnya tajam seolah berkata bahwa ia sangat serius dengan kata-katanya. Gadis itu kemudian mengalihkan matanya dari mata tajam itu. Rin tidak bisa membayangkan seberapa hancurnya Baekhyun jika ia pergi nanti.

Ini sudah bulan ketiga semenjak penyakit mengerikan itu menggerogoti lambung gadis bernama Rin ini. Tubuhnya yang dulunya kurus, makin mengurus karena gadis itu tidak mampu untuk memasukan beberapa butir nasi keperutnya. Kulit putihnya memucat karena perutnya selalu berusaha mengeluarkan makanan yang ada disana, bahkan tak jarang darah segar ikut bercampur saat Rin mengeluarkan seluruh isi perutnya.

Memang, seminggu yang lalu Rin telah menyelesaikan sebuah operasi untuk kesembuhannya. Namun, gadis itu merasa tidak ada yang terjadi dalam dirinya, mungkin benar kata teman wanita Mingyu. Kanker yang diidap Rin sudah parah. Rin hanya bisa berharap, kemoterapi yang ia lakukan setelah operasi ini dapat membuatnya hidup lebih lama lagi.

“Rin, waktunya minum obat.” Kata Mingyu perlahan di telinga Rin, membuat gadis itu terbangun dari tidur siangnya.

“Tapi aku ngantuk oppa.” Jawab Rin berusaha tidur kembali. Entah kenapa, akhir-akhir ini Rin merasa tubuhnya begitu lelah. Bahkan tidur selama dua belas jam lebih juga tidak mampu membuatnya segar kembali.

“Telan obatmu terlebih dahulu Rin. Kemudian tidurlah lagi.” Ucap Mingyu. Ia mengusap lembut lengan kurus adiknya yang perlahan masuk kembali ke alam mimpinya.

Rin kembali membuka matanya malas, ia lalu berusaha untuk duduk dengan dibantu oleh kakak angkatnya itu. Ia kemudian mengambil beberapa butir obat dari tangan Mingyu dan memasukkannya kedalam mulutnya, setelah itu ia meminum beberapa teguk air agar obat itu bisa dengan mulus memasuki lambungnya yang Rin rasa sekarang sudah hancur itu.

Setelah selesai minum obat, Rin menatap Mingyu sebentar kemudian menepuk-nepuk sebuah ruang kosong disebelahnya. Ya, gadis itu meminta kakaknya untuk bergabung dengannya di atas tempat tidur putih itu.

Mingyu tidak menolak, ia beranjak dari kursinya. Kemudian mendudukan dirinya di tempat yang diminta Rin tadi. Tak lama setelah Mingyu duduk, ia bisa merasakan sebuah kepala menyender dibahunya.

“Tidak mau tidur lagi, euhm? Katanya ngantuk.” Tanya Mingyu pelan, ia menjatuhkan kepalanya di atas kepala adiknya yang tengah menyender itu.

“Aku sudah tidak ngantuk.” Kata Rin pelan. “Baekhyun oppa sudah pulang?” Tanya Rin sambil mendekatkan lagi dirinya ke kakak angkatnya itu.

Mingyu mengangguk. “Baekhyun hyung sudah pulang dua jam lalu. Kalian bertengkar ya?”

Kali ini Rin yang menangguk. “Iya, kita bertengkar. Aku kesal padanya, ia selalu ingin ikut kemanapun aku pergi. Bahkan saat waktunya tiba dia tetap ingin ikut.” Rajuk Rin sebal.

Mendengar ucapan Rin membuat mata Mingyu langsung berkaca-kaca, namun Mingyu berusaha sekuat tenaga agar air matanya tidak jatuh. Mingyu tidak boleh terlihat lemah dihadapan adik angkatnya yang sedang berjuang mati-matian melawan penyakitnya ini.

“Itu berarti dia benar-benar mencintaimu Rin. Lagipula kau kan tidak akan kemana-mana. Kau akan selalu bersamaku dan Baekhyun.” Kata Mingyu tersenyum, sambil mengusap rambut pendek tipis itu.

Rin tersenyum kecut, matanya menatap jauh kedepan. “Aku juga berharap akan jadi seperti itu.” Bisiknya sedih. Sebuah bisikan yang bisa sampai di telinga Mingyu, sebuah bisikan yang membuat hatinya berubah remuk.

TBC

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Reason Why I Life -(Chapter 19)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s