[EXOFFFI FREELANCE] Ending Scene (Chapter 7)

ENDING SCENE

Author :

Angeline

Main Cast :

Park Chanyeol x Wendy Son

Additional Cast :

Kim Saejong| Do Kyungsoo| (OC) Yoon Rae Na| Yook Sungjae a.k.a Park Sungjae|Amber Liu| Etc~

Rating : PG-17 |Length : Series Fic

Genre : Romance|AU|Angst|Sad|Adult|Married life

Disclaimer :

Ff ini murni karya tulis author. Jika ada kesamaan dalam cerita, tokoh atau apa pun, Itu semua bukan unsur plagiat melainkan ketidaksengajaan. Don’t copas without permission. Thankyou

Summary :

Bagaimana perasaanmu jika kekasihmu bukan hanya untukmu? Melainkan kau harus rela membaginya dengan seorang gadis lumpuh? Dan peranmu yang tadinya sebagai korban harus terganti menjadi peran penjahat yang seakan-akan telah merebut kebahagiaan seseorang.

-Chapter 7-

3 months later

Wendy sedang menyiapkan makanan di atas meja. Setelah pernikahan besar-besarannya dengan Sungjae 3 bulan lalu, kini ia resmi menyandang marga Park pada namanya. Chanyeol dan Rae na juga sudah melangsungkan pernikahan, namun tidak seperti Wendy dan Sungjae yang super mewah, Chanyeol meminta agar pernikahannya terkesan biasa saja, dan hanya dihadiri oleh keluarga dekat. Dan itu saja sudah membuat Rae na dan Chanyeol kembali beradu mulut panjang. Karena Rae na ingin pernikahan yang mewah.

Kehidupan terus berjalan, dan Wendy masih berusaha memerankan peran seorang istri dengan baik untuk Sungjae. Meski Sungjae tidak pernah meminta Wendy untuk melakukan itu semua. Pria itu hanya ingin Wendy melakukannya dengan hatinya yang tulus, suatu saat nanti mungkin? Meski Sungjae tidak yakin, ‘suatu saat nanti’ itu tepatnya kapan.

Wendy dan Sungjae membeli sebuah apartement mewah, yang tidak begitu jauh dari rumah tuan Park. Sedang Chanyeol tetap tinggal di apartement lamanya bersama Rae na. Tentu saja, pernikahan mereka tidak ada yang membahagiakan. Bagaimana mereka bisa bahagia jika menikahi orang yang salah?

Tap tap tap

Suara bunyi sepatu milik Sungjae, terdengar di telinga Wendy, membuat sang gadis mengedarkan pandangannya pada sang suami? Entahlah, rasanya aneh memikirkan Sungjae adalah suaminya saat ini. Meski mengingat pernikahan mereka sudah berangsur selama 3 bulan, tetap pria yang menjadi suaminya itu, terasa berbeda dan asing untuk Wendy. Mereka juga tidak tidur satu kamar, melainkan Wendy di kamar depan, dan Sungjae di kamar tengah.

Lagi-lagi Sungjae harus bersabar untuk itu.

Sungjae menghampiri Wendy dan memberikan sebuah kecupan hangat pada kening Wendy, dan membuat gadis itu sedikit terkejut. Selalu sama, Wendy selalu terkejut saat Sungjae menciumnya. Meski Wendy sedikit bersyukur setidaknya, karena Sungjae tidak pernah memaksa Wendy dari sekedar ciuman, dan itu hanya di kening saja. Bahkan saat menikah pun, Sungjae menghargai Wendy, dan mencium keningnya, “Aku harus ke Jeju hari ini.” Ucap Sungjae menghela nafasnya, sambil mendaratkan bokongnya pada sebuah kursi.

Ya, Sungjae bekerja sebagai Direktur di perusahaan ayahnya. sebenarnya, posisi itu harus dimiliki oleh Chanyeol. Namun anak sulung tuan Park itu, tidak mau menerimanya, dan lebih bahagia dengan pekerjaannya sebagai photographer. Sekarang Sungjae tengah berada dikesibukannya, mengurus setiap masalah-masalah di kantor, dan menghadiri beberapa event di luar kota.

“Kau akan pulang malam?” Tanya Wendy sembari mengambilkan Sungjae nasi di atas piring pria itu.

“Aku akan berada di sana selama 2 hari. Kau tidak apa-apa?” Tanya Sungjae sedikit khawatir harus meninggalkan Wendy sendirian di rumah.

“Mm, aku akan baik-baik saja.” Wendy tersenyum tulus, sambil meneguk susu miliknya. Sungjae terkekeh melihat Wendy meminum susu, “Kau sudah besar, dan masih meminum susu? Ckck seperti anak kecil saja.” Ejek Sungjae terkekeh, sambil mengunyah makanannya.

“Terserah! Aku malas berdebat denganmu.” Kata Wendy memutar bola matanya malas. Sungjae tertawa geli melihat, betapa menggemaskannya Wendy jika sedang kesal.

Ya, bahkan mereka tidak terlihat sebagai sepasang suami dan istri, melainkan seperti seorang sahabat dekat. Wendy juga sangat nyaman dengan sikap mereka yang seperti teman, bukan…

Pasangan.

“Baiklah, aku harus berangkat sekarang. Telfon aku jika terjadi sesuatu, mengerti ny. Park?” Ucap Sungjae kemudian berdiri, dan mencium puncak kepala Wendy dengan sayang. Terasa hangat saat Sungjae mencium puncak kepalanya, namun tidak sehangat ciuman Chanyeol, yang sampai kapan pun akan menjadi kesukaannya. Wendy terkadang selalu merasa bersalah, Sungjae mencintainya dengan tulus, bersikap manis tanpa kepuraan, namun yang ia berikan hanya sebatas perhatian pada seorang teman.

Apa Wendy jahat?

Hingga saat Sungjae hendak pergi meninggalkannya, Wendy dengan cepat menahan tangan pria itu, sehingga Sungjae kembali menatapnya dengan tatapn bertanya. Sedikit gugup saat bertatapan dengan manik mata Sungjae. Karena tatapan pria itu, tidak seperti dulu, tatapan seorang teman. Melainkan sekarang, Sungjae menatapnya sebagai wanitanya.

“Terimakasih Sungjae.” Kata Wendy dengan senyumannya yang tulus. Ya, hanya itu yang bisa Wendy ucapkan untuk Sungjae, atas segala kebaikan pria itu padanya. Wendy tidak bisa membalasnya lebih dari ini. Sungjae tersenyum dan mengusap surai lembut Wendy.

Mereka saling bertatap sedikit lama, hingga Sungjae mendekatkan wajahnya pada wajah Wendy. Pria itu memiringkan kepalanya hendak mencium bibir Wend, yang akan menjadi ciuman pertamanya dengan gadis Son itu. Sungjae memegang tengkuk Wendy dengan kedua tangannya. Gadis itu juga menutup matanya, entah apa yang Wendy pikirkan untuk menerima ciuman yang selalu ia tolak sebelumnya itu. Tinggal sedikit lagi, bibir itu menyatu sempurna dengan milik Wendy…

Ring ring

Sungjae membuang nafasnya kasar, saat ponselnya berdering. Sungguh merusak suasana hari ini. Wendy nampak salah tingkah dan mengalihkan kegiatannya untuk mengupas beberapa buah. Sungjae mengambil ponselnya dari dalam saku jas, dan melihat siapa yang sedang menelfonnya saat ini. Tertulis…

Sekretaris Im.

Sungjae membuang nafasnya kasar, dan segera menggeser symbol berwarna hijau di layar ponselnya. Dengan sigap, Sungjae menempelkan benda persegi panjang itu pada telinganya.

“Aku dalam perjalanan.” Ucap Sungjae cepat, sebelum sang lawab bicara memberi ucapan salam padanya.

“Ne Depyeonim.”

Beep

Sungjae mematikan ponsel itu dan menatap pungguh Wendy yang tengah asik dengan kegiatannya. Lantas, tidak berpikir jauh lagi, Sungjae melangkah pergi dari apartement mereka. Wendy yang sadar akan kepergian Sungjae, segera menghela nafasnya secara perlahan. Sungguh sangat canggung mengalami moment seperti tadi bersama Sungjae.

Teng nong.

Baru saja Wendy bernafas lega, ia dikagetkan dengan suara bel pintu apartement. Segera Wendy melepaskan celemek yang menggantung di pinggangnya, dan berjalan dengan sedikit cepat untuk melihat siapa yang bertamu sepagi ini di apartementnya.

Klik

Wendy membuka pintu itu, dan seketika tubuhnya mematung saat melihat sosok pria di depannya. Park Chanyeol di depannya. Wendy menghela nafasnya, dan menyuruh pria itu masuk. Sejujurnya, ada rasa tidak nyaman di hati Wendy saat ini, namun ia juga tidak kuasa menahan gejolak hatinya sendiri yang begitu senang melihat Chanyeol.

Rindu?

Sungguh, Wendy setiap saat merindukan pria tampan itu. Bahkan tidak jarang Chanyeol akan selalu berada di alam mimpinya. Chanyeol tersenyum pada Wendy, dan segera menarik gadis itu dalam pelukan hangatnya. Pria Park itu menenggelamkan dagunya pada lekukan leher Wendy, dan menghirup aroma gadis itu dalam-dalam. Benar-benar membuatnya hilang akal, kerinduan yang ingin ia tuntaskan sepuasnya.

“Aku merindukanmu.” Ucap Chanyeol tersenyum, dan melepaskan pelukan itu untuk menatap Wendy.

“Kenapa kau tidak menghubungiku dulu?” Tanya Wendy penasaran, sambil membenarkan rambut Chanyeol yang terlihat acak-acakan. Namun malah menambah kesan sexy menurut Wendy.

“Memberi surprise mungkin?” Ujar Chanyeol lagi, kemudian menaupkan tangannya pada pipi Wendy, dan segera mendaratkan sebuah ciuman hangat pada bibir gadisnya itu. Tidak lupa, Chanyeol sedikit melumatnya dengan kelembutan.

“Sungjae baru saja pergi. Kau tidak bertemu dengannya?” Wendy penasaran. Ya, pasalnya Sungjae baru saja keluar dan beberapa menit kemudian Chanyeol sudah datang. Apa mereka tidak bertemu? Sungguh, Wendy selalu takut jika Sungjae tahu apa yang sudah  mereka lakukan ini.

Berselingkuh.

“Aku sudah berada di luar, sekitar 2 jam yang lalu.” Kata Chanyeol tersenyum. Sontak Wendy membulatkan matanya tak percaya.

2 jam? Apa Chanyeol gila, menunggu 2 jam seperti itu? bahkan ini baru jam 8. Lantas, Wendy menghela nafasnya dan melepaskan pelukan Chanyeol di pinggangnya. Wendy menatap serius wajah tampan Chanyeol yang saat ini terlihat bingung.

“Yeolie, jangan seperti ini. Kau harus ingat, jika Rae na sekarang adalah istrimu. Ia mungkin membutuhkanmu saat ini.” Wendy berusaha membuat Chanyeol sadar, jika yang ia lakukan ini salah. Tidak seharusnya Chanyeol seperti ini kan? Tidak! Bukan hanya sikap Chanyeol yang salah saja, namun hubungan mereka juga salah.

“Jangan membahas tentang Rae na. Wanitaku hanya dirimu, mengapa kau tidak paham akan hal itu?” Chanyeol mengusap wajahnya kasar, sambil membalikkan tubuhnya membelakangi Wendy.

“Tapi Chan–“

“Sayang –aku mohon padamu.” Kata Chanyeol yang sudah menghadap Wendy, sambil merengkuh kembali pinggang mungil Wendy, dan mengusap wajah cantik gadis itu dengan lembut. Tidak lupa Chanyeol mencium hidung mungil Wendy. Gadis Son itu mengangguk pasrah, sambil menaruh kedua tangannya pada dada bidang Chanyeol. Wendy tersenyum.

Tapi benarkah jika ia tersenyum dengan tulus saat ini?

“Kau sudah makan?” Wendy bertanya dengan suara lembutnya. Lalu mengalungkan tangannya dengan sempurna pada leher Chanyeol. Pria itu tersenyum sambil menggeleng, “Belum, tapi ada hal yang lebih penting dari pada sarapan saat ini.” Ucap Chanyeol tersenyum penuh arti. Wendy menghembuskan nafasnya kasar, lalu segera mendorong tubuh Chanyeol dengan sedikit memaksa. Chanyeol tertawa saat Wendynya tahu maksud dari pikirannya.

“Aku tidak bisa hari ini. Aku benar-benar lelah.” Kata Wendy menggeleng cepat sambil berjalan ke dapur, dan menuntaskan beberapa buah yang belum sempat ia potong.

“Ayolah sayang, hm?” Chanyeol bersikap manja pada Wendy, dengan memeluk gadis itu dari belakang.

“Yeolie –“

“Aku benar-benar merindukanmu.” Chanyeol berbisik di telinga Wendy.

Sungjae menatap beberapa foto di tangannya, ia sedikit menyunggingkan senyuman ringan sambil melihat foto-foto itu. Terkadang ia menggeleng kecil sebagai bentuk reaksinya. Hingga saat foto terakhir, Sungjae sedikit terdiam cukup lama, lalu menaruh foto yang lain dan menyisahkan foto yang mencuri atensinya itu di dalam genggamannya.

Sungjae menyimak secara baik-baik foto yang menunjukkan wajah istrinya –Son Wendy– bersama hyungnya sendiri, park Chanyeol. Di dalam foto itu, terlihat jelas jika Chanyeol sedang mencium Wendy di depan apartement mereka. Bukan hal baru bagi Sungjae melihat hal ini, sesungguhnya Sungjae sudah mengetahui jika Wendy masih berhubungan dengan Chanyeol meski pun mereka sudah menikah. Sungjae juga menyewa seseorang untuk mengikuti setiap pergerakan Wendy, dan melaporkan apa saja yang gadis itu lakukan seharian, dan dengan siapa Wendy bertemu.

“Aku melihat pria ini di lingkungan apartement anda, pagi ini.” Ucap orang Sungjae itu, sambil memberikan sebuah foto Chanyeol yang tengah berada di dalam mobilnya. Sungjae melihat itu sambil tersenyum tipis. Terlihat santai memang.

“Terus awasi dia.” Ucap Sungjae menyatukan semua foto itu.

Ye Depyeonim.” Seru pria yang sedang duduk di depannya.

“Apa aku harus menyingkirkan pria ini Depyeonim?” Tanya orang itu pada Sungjae. Dan pria Park itu tersenyum sambil menggeleng pelan, “Tidak! Jangan pernah menyentuhnya, pria ini hyungku.” Jawab Sungjae dengan santai, sambil merobek semua foto itu secara bersamaan.

Algaeseumnida Depyeonim.” Katanya lagi, kemudian menggeser kursinya sedikit ke belakang, lalu menghormat kilat pada Sungjae, dan langsung pergi dari rumah makan itu dengan cepat.

Sungjae menghela nafasnya dengan berat, kemudian memotong daging steiknya dengan wajah tersenyum. Sungguh! Sungjae adalah pria yang sangat sulit di tebak. Terkadang, ia menjadi seorang dewa penolong untuk Wendy, dan bahkan ia terlihat seperti seorang penjahat yang sedang menculik gadis itu.

“Maaf hyung, tapi Wendy milikku saat ini. “ Ucap Sungjae  kemudian menyuapkan daging steik melalui garpu ke dalam mulutnya.

Wendy tertidur pulas dalam pelukan hangat Chanyeol, sedang sang pria hanya asik menatap wajah teduh Wendy saat tertidur seperti ini. Sungguh malaikat yang cantik, pikir Chanyeol. Sekarang sudah pukul 2 siang, dan sedari tadi Rae na terus mengirimnya pesan dan menelfon, namun Chanyeol terus mengabaikannya. Rasanya ia tidak ingin di ganggu saat ini. Baginya waktu berdua dengan Wendy, adalah yang terpenting dari semuanya.

Chanyeol menyisipkan beberapa helaian poni Wendy. Tangan kekarnya tidak lupa mengusap lembut wajah indah Wendy yang sedang tertidur, dengan menggunakan bantalan lengan Chanyeol sendiri. Memang lengannya sudah sakit, namun ia sangat tidak keberatan jika Wendy yang tidur di lengannya. Chanyeol mendaratkan sebuah ciuman di kening Wendy, secara bertubi-tubi, namun dengan kelembutan. Takut gadisnya terbangun.

“Eungh.” Wendy melenguh dalam tidurnya, dan perlahan membuka matanya. Bisa di lihat gadis itu, jika wajah tampan Chanyeol sedang berada di depannya, dan tersenyum ke arahnya, “Selamat siang sayang.” Kata Chanyeol setengah berbisik, dan Wendy tersenyum sambil mengangguk.

“Maaf, aku berjanji hanya sebentar. Namun kau tahu, saat aku menyentuhmu–“

“Ssst.” Wendy menaruh telunjuknya di depan bibir Chanyeol. Wendy menggeleng cepat, agar Chanyeol tidak melanjutkan ucapannya. Ayolah, Wendy benar-benar malu mendengar ucapan Chanyeol yang sedikit Vulgar itu. Apa semua harus diucapkan seperti itu?

“Berapa kali kita melakukan– ?” Tanya Chanyeol ceplos, membuat Wendy melebarkan matanya.

“Yak!” Pekik Wendy sambil memukul badan Chanyeol dengan sedikit keras.  Lantas, Chanyeol hanya tertawa renyah melihat Wendy yang kini tengah merona. Dan sungguh, gadis itu terlihat lebih menggemaskan,“Sakit sayang.” Kata Chanyeol sambil menahan tangan Wendy yang masih gadis itu gunakan untuk memukulinya.

Ring ring

Wendy mengedarkan pandangannya pada ponsel di atas meja samping ranjangnya. Segera gadis Son itu mengambilnya untuk melihat siapa yang menelfonnya saat ini. Sedikit terkejut saat mengetahui Sungjae tengah menghubunginya, Wendy melirik Chanyeol sekilas yang juga sudah paham akan hal itu, bahkan Chanyeol hingga kini masih kesal, setiap kali Sungjae menganggu kegiatan mereka berdua.

Dengan gugup, Wendy menggeser symbol hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

“Yeobeoseyo?” Sapa Wendy sambil mencoba menormalkan deru nafasnya, yang terasa sangat gugup.

“Apa aku mengganggu waktumu?”

“Tidak.”

“Kau sedang apa?”

“Em, hanya berada di kamar. Kau sudah makan?” Ujar Wendy, seketika membuat Chanyeol bertambah kesal akan perhatian gadis itu pada adiknya. Chanyeol berdiri dari ranjang, dan segera memakai kaosnya.

“Sudah. Jaga kesehatanmu sendiri, mengerti? Jika ada apa-apa, kau harus segera menghubungiku.”

“Iya, aku tahu. Kau sudah mengatakannya ratusan kali Park Sungjae.”

“Apa hari ini ada tamu penting?”

Wendy tercekat rasanya. Apa maksud ucapan Sungjae ini? Apa Sungjae mencurigai sesuatu tentangnya? Kini Wendy benar-benar takut jika saja, Sungjae tahu apa yang ia lakukan di belakangnya. Demi Tuhan, Wendy tidak bisa membayangkan semua itu.

“Wendy. Maksudku, apa ada orang dari kantor yang mencariku? Mengapa kau tidak jawab? Kau sedang melamun?”

“Ti-dak ada.” Demi Tuhan, mengapa ucapan Sungjae seperti sedang mengetahui apa yang ia lakukan saat ini?

“Baiklah kalau begitu, sampai ketemu.”

Beep

Wendy menormalkan deru nafasnya, dan menatap Chanyeol yang sudah membereskan beberapa barang-barangnya. Bahkan pria itu sudah rapih dengan bajunya, Wendy lantas segera berdiri dan memakai bathrobenya. Wendy mendekati Chanyeol sambil menahan tangan pria itu dengan lembut. Mereka saling bertatapan cukup lama, hingga Chanyeol mendengar suara hembusan nafas dari Wendy. Seperti sebuah helaian nafas yang menunjukkan jika gadis itu lelah berdebat.

“Aku tidak suka kau memperhatikannya.” Kata Chanyeol mencoba berbicara dengan tenang, tanpa emosi.

“Yeol, dari dulu aku selalu perhatian pada semua orang. Padamu, pada Kyungsoo, pada Amber dan pada Sungjae. Tidak ada yang berbeda. Bahkan aku masih menganggapnya temanku sampai detik ini.”

“Saat ini semua berbeda. Aku benci saat kau bersikap manis pada bajingan itu!” Bentak Chanyeol memegang pundak Wendy dengan sedikit meremasnya kuat.

“Park Chanyeol!” Kini Wendy ikut membentak, dan melepaskan tangan Chanyeol dari pundaknya, dan beralih menggenggam lembut tangan pria itu, “Aku sedang tidak ingin berdebat sayang, aku mohon.” Kata Wendy memohon sambil mengusap pipi Chanyeol dengan lembut. Pria itu pasrah, dan akhirnya Chanyeol mengangguk kecil.  Sungguh, Chanyeol tidak pernah bisa marah pada gadis ini. Bahkan, Chanyeol menganggap ia tidak pantas untuk marah pada Wendy. Karena ia pria brengsek yang selalu menyakiti gadis ini.

Tiba-tiba saja Chanyeol menggendong tubuh mungil Wendy, dan mendudukkannya di atas meja. Chanyeol mengusap lembut pipi Wendy yang sekarang terlihat lebih chubby. Dan itu membuatnya sangat gemas. Entah mengapa gadis ini terlihat semakin chubby saja. Apa Wendy banyak makan akhir-akhir ini?

“Kau terlihat sedikit lebih chubby, akhir-akhir ini.” Ucap Chanyeol sambil menautkan jemarinya pada jemari Wendy, kemudian mengecup jemari-jemari kecil Wendy dengan gemas.

“Jadi, aku tidak sexy lagi begitu?” Wendy menyipitkan matanya pada Chanyeol. Dan sungguh, Chanyeol sangat gemas pada gadis ini. Ingin rasanya Chanyeol kembali melempar gadis itu ke atas ranjang.

“Kata siapa, gadisku tidak sexy lagi hm? Kau bahkan lebih sexy dari sebelumnya.” Kata Chanyeol menyatukan hidungnya pada Wendy. Chanyeol terkekeh pelan, kemudian tersenyum. Lalu mencium bibir Wendy dengan lembut, disertai lumatan-lumatan yang membuat keduanya sama-sama terbuai. Wendy mengalungkan tangannya pada Chanyeol, terkadang mengusap lembut rambut Chanyeol, “Kau harus pulang.” Kata Wendy tiba-tiba, di sela ciuman mereka. Chanyeol memutar bola matanya malas.

“Dan kau merusak suasana.” Kata Chanyeol kesal sambil menyingkirkan helaian rambut Wendy. Gadis itu hanya tersenyum kecil, masih dengan melingkarkan tangannya pada leher Chanyeol. Namun saat Chanyeol hendak mengambil tas runselnya, Wendy masih menahan pria itu, dengan tidak melepaskan tangannya dari leher Chanyeol. Sontak Chanyeol menatap Wendy dengan menaikkan alisnya, “Kau sedang menggodaku hm?” Wendy lantas tertawa sambil menggeleng imut, “Mengapa aku mencintai pria jelek sepertimu? Pasti mataku sudah buta.” Kata Wendy menggelengkan kepalanya.

“Jelek katamu? Heol! Kau benar-benar mencari masalah denganku eoh?” Wendy semakin tertawa, kemudian berakhir mencium bibir Chanyeol dengan melumatnya dengan cara gadis itu sendiri. Dan setelah puas, Wendy melepaskan tautan itu dan menarik hidung Chanyeol.

“Aku akan menemuimu setelah aku selesai dari studio besok. Mengerti sayang?” Tanya Chanyeol sambil menyesap bibir Wendy, yang sampai kapan pun akan menjadi candu untuknya.

Ne.” Kata Wendy mengangguk dengan menggemaskan, juga suaranya seperti seorang anak kecil yang lucu.

“Sial! Mengapa gadisku ini begitu cantik dan menggemaskan eoh?” Kata Chanyeol sambil menghujani wajah Wendy dengan kecupan-kecupan hangat. Wendy hanya tertawa kecil, sebagai responnya.

Chanyeol memarkirkan mobilnya di depan apartement miliknya. Badannya terasa lengket, dan ia belum sempat membersihkan dirinya tadi. Ia juga sedikit lelah, dan kurang beristirahat. Ia ingin tidur hari ini, dan tidak ingin diganggu oleh siapa pun.

Pip pip

Chanyeol memasukkan beberapa digit password pada pintu apartementnya, dan pintu itu segera terbuka. Chanyeol masuk dan mengganti sepatunya dengan sandal rumah. Pria itu meletakkan tasnya di atas meja tamu, dan menuju dapur untuk mengambil air dingin. Tidak ada niatan dalam pikiran Chanyeol, untuk memikirkan di mana istrinya saat ini berada.

Jika kalian ingin tahu, bagaimana nasib pernikahan Chanyeol dan Rae na, jawabannya kehidupan pernikahan mereka begitu buruk. Selama 3 hari setelah menikah, Chanyeol selalu pulang dalam keadaan mabuk, dan itu membuat Rae na kewalahan mengurus Chanyeol. Bahkan terkadang, Rae na membiarkan Chanyeol tidur di sofa. Saat pria itu mabuk, ia selalu meracau dengan menyebutkan nama ‘Wendy’ yang membuat Rae na begitu muak mendengarnya. Tak pelak, terkadang Chanyeol membanting beberapa barang saat mabuk, dan juga membentak Rae na.

Kacau.

Sangat jauh dari kata indah dan bahagia, yang seperti Rae na pikirkan. Chanyeol bahkan sangat jarang menyapanya, bahkan Chanyeol hanya menjawab ucapan Rae na yang penting saja. Semua menyakitkan untuk Rae na. Namun bukankah, ini yang gadis Yoon itu harapkan? Sebuah pernikahan dengan Chanyeol.

Menyesal?

Mungkin itulah yang terbesit di hati Rae na? Setelah Rae na mulai bisa lepas dari kursi rodanya, dan bisa berjalan normal lagi meski harus terus mengikuti terapi, agar menguatkan otot kakinya, Chanyeol rasanya semakin kurang ajar mungkin? Pria itu selalu pergi pagi-pagi, dan pulang malam hari. Meski saat itu tidak ada pekerjaan di studionya. Rae na bingung, apa yang sebenarnya dikerjakan oleh suaminya itu. Dan kemana sebenarnya Chanyeol pergi, hingga berjam-jam? Tentu saja Rae na selalu menaruh curiga.

“Kau dari mana saja?” Tanya Rae na yang kini sudah berdiri di depan Chanyeol, dengan wajah marahnya.

“Bukan urusanmu sayang.” Kata Chanyeol tersenyum, kemudian berjalan hendak melewati Rae na, namun gadis itu segera menahan lengan Chanyeol untuk berhenti, dan tetap menatapnya.

“Park Chanyeol!” Bentak Rae na.

“Yoon Rae na!” Chanyeol menirukan suara Rae na. Dan sungguh, Rae na sudah tidak tahan lagi dengan pria ini rasanya.

“Kenapa kau bersikap seperti ini Yeol-ah?” Ucap Rae na dengan bendungan air matanya, yang sedikit lagi menembus pertahanan gadis itu.

“Kau bertanya sebuah pertanyaan, yang kau sendiri sudah tahu jawabannya.” Kata Chanyeol sambil melepaskan tangan Rae na dari lengannya. Rae na sedikit terkejut, saat mencium aroma tubuh Chanyeol. Seperti aroma parfum yang tidak pernah tercium di penciuman Rae na. Parfum milik siapa? Tidak mungkin jika? “Kau habis bertemu siapa?” Tanya Rae na sambil menarik kaos Chanyeol, dan mencium aroma kaos itu. Chanyeol terkekeh pelan, dan menarik diri menjauh dari Rae na, “Sekali lagi. Bukan urusanmu– ny. Park.” Ucap Chanyeol penuh penekanan yang terlihat sedang mengejek gelar ‘ny. Park’ yang disandang oleh Rae na. Chanyeol pun hendak pergi untuk masuk ke dalam kamarnya namun langkahnya segera terhenti saat mendengar suara bantingan vas bunga.

BRAK

“PRIA BRENGSEK! JIKA KAU MENYESAL BERTEMU DENGANKU, MENGAPA KAU MENIDURIKU SAAT ITU?” Teriak Rae na frustasi, dengan air matanya yang berlinang. Chanyeol segera berbalik dan menatap Rae na dengan wajah datarnya, “Ah, jadi semua salahku? Apa kau tidak ingat, siapa yang membuatku mabuk hm? Jika aku pikir-pikir, Kau sengaja menjebakku saat itu. Benarkan?” Chanyeol menatap remeh pada Rae na.

Mwo?!” Bentak Rae na, mengepalakan tangannya dengan erat.

“Aku bertanggung jawab, aku menjagamu dengan sangat baik selama 4 tahun Rae na! Aku menuruti segala keinginanmu, bahkan hingga detik ini! Aku masih menurutimu dengan melakukan pernikahan memuakkan ini! Kau menyuruhku untuk bertemu dengan orang tuamu, aku menurutinya! Kau memintaku untuk tidak bertemu Wendy selama 1 minggu, agar aku menjagamu, dan aku melakukannya. AKU SELALU MELAKUKAN SETIAP PERKATAANMU!” Bentak Chanyeol dengan keras, membuat Rae na tertegun mendengarnya. Jadi saat ini, Chanyeol sedang mengeluarkan setiap keluh kesahnya selama 4 tahun mereka bersama? Sungguh, Rae na tidak pernah tahu isi dalam hati Chanyeol yang sebenarnya.

“Kau ingat perjanjian kita? Kau bilang hanya sampai kau sembuh! Namun apa nyatanya? Kau malah mengancam bunuh diri, karena aku tidak ingin menikahimu! Kau benar-benar gadis licik!” Geram Chanyeol tanpa memilah ucapannya seperti dulu.

“Hentikan! Kau bajingan sialan!” Bentak Rae na dan melempar gelas kaca ke lantai.

Chanyeol tidak memperdulikan hal itu, dan memilih masuk ke dalam kamarnya.

Rae na terduduk di lantai sambil menangis dengan menjerit. Tidak memperdulikan pita suaranya lagi, gadis itu berteriak-teriak dengan menyebut Chanyeol bajingan. Segala macam umpatan Rae na keluarkan untuk Chanyeol. Namun seakan pria itu tuli, dan tidak memperdulikan kegiatan Rae na saat ini.

Apa kau senang dengan pernikahan ini Yoon Rae na? Jika ia, maka selamat menempuh segala kebahagiaan ini.

Teng Nong

Suara bel apartement Wendy berbunyi. Wendy yang keluar dari kamarnya, sekilas melirik jam tangannya. Pukul 20.30, siapa yang bertamu semalam ini? Wendy lantas melangkah dengan sedikit cepat, dan melihat sang tamu dari layar monitor. Wendy menaikkan alisnya, saat melihat sang tamu itu. Gadis itu menghembuskan nafasnya, dan segera membuka pintu itu.

Klik

Wendy kini menatap wajah gadis tomboy bernama Amber di depannya. Amber hanya tersenyum, dan langsung masuk tanpa dipersilahkan oleh Wendy. Gadis berdarah campuran itu, langsung menuju dapur dan mengambil sebuah apel dan segera menggigitnya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Wendy mendudukkan dirinya pada sofa ruang tamu. Amber mengikuti Wendy dan duduk di sofa yang sama.

“Sungjae menghubungiku, dan menyuruhku untuk menjagamu. Sebenarnya aku ingin mengajak Kyungsoo, dengan begitu kita bisa menonton Tv bersama, seperti dulu.” Amber terdengar semangat saat membicarakan masa lalu mereka

“Lalu dimana Kyungsoo?” Wendy bersuara.

“Dan sialnya! Suamimu tidak mengijinkan Kyungsoo untuk ikut. Menjengkelkan!” kata Amber dengan kesal. Wendy tertawa geli mendengar keluhan Amber itu. Namun tidak lama, Wendy merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Wendy memegangi perutnya, yang terasa mual. Hingga…

Huekk Huekk

Wendy berlari dengan cepat menuju wastafel kamar mandi di luar. Gadis itu merasa sangat mual saat ini, dan yang keluar hanya air saja. Kepalanya juga sedikit pusing, rasanya benar-benar tidak enak. Apa yang terjadi padanya? Amber yang kaget, lantas menghampiri Wendy dan memijat bagian leher gadis itu dengan pelan, “Kau sakit?” Tanya Amber penasaran.

“Entahlah, aku merasa mual sejak seminggu yang lalu. Rasanya badanku tidak enak.”

“Apa mau ke dokter saja?”

Ani. Aku yakin besok ak – Huek Huek.” Wendy kembali muntah, namun lagi-lagi hanya air yang keluar.

“Tidak usah membantah! Kita ke dokter sekarang. Aku akan menelfon Kyungsoo untuk menjemput kita.” Kata Amber sambil berjalan dan menelfon sahabatnya yang satu itu. Wendy pasrah sambil mengusap sudut bibirnya. Ya, mungkin ia harus mendengarkan ucapan Amber. Pasalnya tubuhnya benar-benar tidak enak saat ini.

Wendy tertidur di pundak Amber, gadis itu rasanya terlalu lelah atau bagaimana? Amber meraba suhu tubuh Wendy, dan gadis itu sedikit panas. Kyungsoo juga yang menyetir terus berfokus pada jalanan, berharap mereka sampai di rumah sakit dengan cepat. Kedua sahabat Wendy itu, pasalnya memang sangat khawatir, jika sesuatu terjadi pada Wendy.

“Apa aku hubungi Sungjae saja?” Tanya Amber meminta pendapat pada Kyungsoo. Namun Kyungsoo segera menggeleng cepat, menolak usulan Amber, “Jangan! Lebih baik kita tangani sendiri saja.” Kata Kyungsoo, dan Amber mengangguk.

Amber dan Kyungsoo menunggu Wendy yang sedang di periksa di dalam ruangan. Keduanya begitu khawatir, terlihat dari Amber yang berjalan mondar mandir bak setrikaan. Kyungsoo hanya berdoa dalam hati, jika gadis itu baik saja. Mengapa dokter terasa lama sekali? Amber menghembuskan nafasnya, dan melirik jam tangannya. Sudah 25 menit berlalu. Apa terjadi sesuatu yang serius?

Sret.

Pintu tergeser, sontak Kyungsoo dan Amber langsung menegakkan tubuh mereka dan menatap dokter dengan barharap cemas. Apa Wendy baik-baik saja?

“Bagaimana keadaannya?”

“Tidak perlu khawatir, kondisinya baik-baik saja. Bahkan hal ini sangat sering terjadi pada ibu hamil.”

“Ah –MWO?!” Pekik kedua orang itu bersama melebarkan matanya. Apa dokter ini tidak salah bicara?

“Ha –mil?” Seru Kyungsoo menutup mulutnya.

“Ne. Nona Wendy tengah hamil, dan usia janinnya sudah 1 minggu, apa kalian tidak tahu?” Tanya sang dokter, dan Amber serta Kyungsoo serentak menggeleng.

“Ya, nona Wendy tengah mengandung, jadi tolong jaga kesehatannya, dan jangan sampai ia bekerja terlalu berat. Ah dan sampaikan pada suaminya, untuk tidak melakukan hubungan suami istri terlebih dulu.” Dokter tersenyum.

“A –ah ne Seonsaengnim. Kamsahamnida.” Ucap Amber menundukkan kepalanya beserta Kyungsoo.

Amber mengacak rambutnya kasar, sedang kyungsoo mengusap wajahnya. Bagaiman bisa Wendy hamil? Memang mereka tahu jika Wendy sudah menikah, namun mereka sangat yakin dan percaya, jika Sungjae sama sekali belum menyentuh gadis itu. Lantas, siapa anak yang Wendy kandung saat ini? Apa mungkin?

Amber dan Kyungsoo memasuki kamar rawat Wendy, terlihat gadis itu sedang berbaring lemas dengan wajah pucatnya. Amber mengambil posisi duduk di ranjang Wendy, sedang Kyungsoo duduk di salah satu bangku yang berada di kamar itu. Wendy menatap bingung pada raut wajah kedua sahabatnya itu. Mengapa mereka menatapnya seperti ini?

“Apa yang dokter katakan?” Tanya Wendy penasaran.

“Jujurlah pada kami. Apa selama ini kau masih berhubungan dengan Chanyeol?” Tanya Kyungsoo sambil menyisipkan beberapa helaian rambut Wendy. Sedikit terkejut dengan pertanyaan Kyungsoo yang terdengar tiba-tiba, namun tidak sanggup untuk dielaknya, “Jawab Wendy.” kata Kyungsoo lagi.

“Y –ya.” Kata Wendy dengan pelan juga gugup. Apa sehabis ini, ia akan dihakimi oleh kedua sahabatnya ini?

“Jadi benar, ini anaknya.” Tutur Amber mendesah berat.

“Maksudmu?” Wendy seketika terkejut mendengar ucapan Amber itu. Apa ia tidak salah dengar tadi? Anak? Oh jangan bilang Wendy tengah mengandung.

“Kau hamil Wen. Kandunganmu sudah berusia 1 minggu.” Kata Kyungsoo menghela nafasnya.

Wendy terdiam. Air matanya mengalir tanpa ia sadari, ia hamil anak Chanyeol. Apa yang harus ia lakukan? Mengapa rasanya sangat takut? Ia takut dengan kehamilannya ini. Dan lagi, apa yang harus ia jelaskan pada Sungjae nanti? Kepada orang tuanya dan orang tua Sungjae? Demi Tuhan, Wendy takut memikirkan semua itu. namun wendy tidak bisa mengelak jika ia senang bukan main. Ia mengandung anak, dari Chanyeol. Inilah hal yang ia inginkan dari dulu, memiliki anak bersama pria yang ia cintai.

“Aku ta –kut.” Wendy menangis dengan sesegukan. Amber mengusap wajah sahabatnya itu dengan lembut.

“Kita harus memberitahu siapa lebih dulu? Chanyeol atau Sungjae?” Tanya Kyungsoo

“Jangan beritahu keduanya. Aku tidak mau!” Seru Wendy dengan cepat sambil menggeleng.

“Lalu kau mau merahasiakannya?” Tanya Amber

“Aku mau, mengg –gugurkannya.” Ucap Wendy pelan dengan lirih.

“Yak! Kau gila?!” Bentak Amber dan Kyungsoo bersamaan.

“Setidaknya Chanyeol harus tahu, dan ikut bertanggung jawab.” Jelas Kyungsoo dan Amber membenarkan.

“Tapi –“

“Dengarkan kami Wendy.” Ucap Amber menyela ucapan gadis itu.

Kyungsoo memainkan jemarinya di atas ponselnya. Mencari sebuah kontak nama Chanyeol di sana, hingga tangannya berhenti menscroll beberapa nama kontak itu, dan segera menelfon orang yang menjadi tujuan mereka. Kyungsoo melirik sekilas Amber yang sedang menyuapi Wendy bubur. Tangan pria Do itu dimasukkan kedalam saku celananya, sambil menunggu Chanyeol mengangkatnya.

“Yeobeoseyo?”

“Chanyeol-ah! Kau harus ke rumah sakit sekarang.”

Chanyeol segera berlari menaiki mobilnya, setelah mendapat telfon dari Kyungsoo. Sungguh, jantung pria itu berdegub kencang. Apa ia tidak bermimpi? Kyungsoo menelfonnya dan mengatakan jika Wendy berada di rumah sakit saat ini. Dan lebih mengejutkan lagi, Kyungsoo berkata jika gadisnya sedang –mengandung? Demi Tuhan hati Chanyeol seperti campur aduk saat ini. Haruskah ia senang? Atau khawatir pada Wendynya?

Jalanan kota Seoul yang masih ramai meski hari sudah larut malam, membuat mau tidak mau Chanyeol harus menekan klakson mobilnya pada setiap kendaraan yang menganggu pemandangannya. Ingin rasanya, ia segera tiba di rumah sakit menemui Wendy saat ini.

CKIIT

Chanyeol mengerem dengan tiba-tiba saat tiba di parkikran rumah sakit. Segera Chanyeol turun dari mobilnya dan berlari ke dalam rumah sakit itu. mata Chanyeol sibuk beredar pada beberapa nomor kamar yang sangat banyak itu. Beberapa kali namja it uterus mengumpat saat tidak kunjung menemukan ruangan Wendy. Hingga saat Chanyeol menemukan ruangan itu, ia segera menggeser pintu itu, dan nampaklah Wendy, Kyungsoo dan Amber di sana. Chanyeol menghela nafasnya sambil mendekati Wendy yang sedang terduduk di ranjangnya. Chanyeol duduk di ranjang itu sambil mengusap wajah Wendy, “Kau baik-baik saja?” Tanya Chanyeol, dan Wendy mengangguk sambil tersenyum.

Chanyeol menatap perut Wendy yang masih datar, kemudian mengusap perut itu dengan sayang. Tidak bisa dipungkiri, Wendy begitu senang mendapat perlakuan ini dari Chanyeol.

“Yeolie aku–“

Amber dan Kyungsoo terkejut saat melihat Chanyeol mencium bibir Wendy di depan mereka. Kyungsoo terbatuk sambil mengedarkan pandangannya ke tempat lain, sedang Amber terlihat seperti orang bodoh di sana. Chanyeol menekan tengkuk Wendy dan semakin memperdalam ciuman mereka. Ayolah, apa Amber dan Kyungsoo hanya obat nyamuk di sini? Pantaskah mereka mendapat tontonan dua sejoli yang tidak tahu tempat di mana mereka berada?

“Huek.” Chanyeol kaget saat Wendy mual di tengah ciuman manis mereka.

“Kau bau sekali.” Ucap Wendy, membuat Chanyeol membulatkan matanya.

“Aku sudah mandi sayang.” Ucap Chanyeol sambil mencium aroma tubuhnya sendiri, seakan tidak percaya apa yang Wendy ucapkan.

“Parfummu membuatku mau muntah!” kata Wendy sambil menutup hidungnya, dan menggeleng seperti anak kecil.

“Heol! Pemandangan macam apa ini? Wah, apa sekarang kita hanya patung?” Gumam Kyungsoo, dan Amber mengangguk setuju dengan ucapan Kyungsoo.

“Kau yang menyuruhku memakai parfum ini sejak dulu!” Ucap Chanyeol lagi, tidak mau kalah.

“Iya! Tapi aku tidak suka sekarang, kau harus menggantinya mulai saat ini!” Kata Wendy dengan menggembungkan pipinya.

“Daebak! Bahkan tadi ia menangis dan bilang ingin menggugurkannya. Namun sekarang, ia malah bermanja-manja? Hubungan macam apa ini? Auh mataku tidak tahan melihatnya.” kata Amber menggelengkan kepalanya dengan frustasi.

Chanyeol hanya mengangguk, sebagai respon ucapan Wendy. Kemudian membelai lembut kepala gadis itu dengan sayang.

“Jadi, apa yang harus kita lakukan?” Tanya Amber pada mereka semua.

-To Be Continued-

Kuy, ninggalin jejak yah! Jangan lupa para readers tercintahhh! Udah mau dekat-dekat tamat nih, wkwk. Hayo, bakalan Sad ending apa Happy ending? Bolehkah aku membuat kalian kesal? :”) /dilempar emas batangan holkay/

 

Iklan

39 pemikiran pada “[EXOFFFI FREELANCE] Ending Scene (Chapter 7)

  1. Asik wenwen hamil euy :’v
    Seneng gw, tapi takut juga ntar bakal kenapa2 (?)
    Pokoknya wenyeol harus bersatu, gamau tau :’v

  2. Cieee selamat raena.. enak ya udah nikah sma cy hehehehe 🙂

    sungjae tuh beneran suka sama wendy bukan sih :’) terus yg dimaksud drama2 itu apa.. Heuuuu

    Wah wendy hamil, ikut seneng sama sedih juga :’)
    Ah aku jadi ikut pusing bingung :’)

  3. Cieee selamat raena.. enak ya udah nikah sma cy hehehehe 🙂

    sungjae tuh beneran suka sama wendy bukan sih :’) terus yg dimaksud drama2 itu apa.. Heuuuu

    Wah wendy hamil, ikut seneng sama seduh juga :’)
    Ah aku jadi ikut pusing bingung :’)

    • Ciye raena, diselamatin tuhh😂

      Beneran suka gak yah? Hehe masih rahasia negara 😂, drama? Nantikan chapter selanjutnya eaps😁

      Terimaksih sudh berkomentar /luvyu❤/

    • Hahahaha, iyaaa…
      Sujud syukurrrr wendy hamil /plakkk😂/
      Berdoa aja, biar ff ini dan author diberi hidayah yahh😂

      Terimaksih sudh berkomentar /luvyu❤/

    • Eappss, emang cocok bat😂..
      Tentu saja cy lebih cinta wendy😂..
      Karena author yg nyuruh😂 /abaikan saja/

      Nantikan saja kelanjutannya eaps😊
      Terimaksih sudh berkomentar /luvyu❤/

    • ntuh, rasain rae na! Elu sih gangguin hubungan orang mulu yah.
      Dag dig dug kah? Wkwkwk author jga dag dig dug lanjutin ceritanya😂

      Terimaksih sudh berkomentar /luvyu❤/

  4. Aduuuhhhh
    Plis jangan bikin hubungan wenyeol selalu rumit ku tak tega liatnya #eaak lebay
    Klo wendy hamil anaknya Chanyeol, pngen Sunjae negelapin wendy plis…

    Ku tak mau sad ending thor, nyesek keterusan nanti huuaaa
    Oh ya thor, gak ada akun wattpad kah..?

    • Bhaks, author suka yg sulit2 dalam masalah percintaan😂😂 /plak/

      Akun wattpad ada, tapi aku jarang buka wattpad😂 sampe berdebu itu wattpad… aku juga belum post cerita di sana..
      Hehe, nnt yah.. aku jga ada rencana utk post di wattpad kok… apalagi lupa sandinya apa😂.. /lah curcol saya/
      Oke
      Terimaksih sudh berkomentar /luvyu❤/

  5. Si wendy hamil anaknya ceye omegat, ku bingung harus senng apa sedih :v . Keadaannya membingungkn dan smkin rumit eaks. Yah harapannya yg terbaiklah buat couple wenyeol dicerita ini maupun direal life 😀 . Semoga dipersatukan again, dari awal ceritakn udh bnyk bgt cobaan nya. Tpi btw ku kasian juga ama si sungjae T_T , yg sbr ya bang :v . Okeh ditunggu next chaptnya fighting eaps

    • Hahaha bingung harus seneng apa sedih? Seneng ajalah😂..
      Yah semoga harapannya sesuai yahh❤😅..
      Author jga sebenarnya gak ada niat nistain sungjae sperti ini..
      Eh tp kok jdi gini yah?😂 author bingung..
      Sudahlah, nntikan chapter selanjutnya..

      Terimaksih sudh berkomentar /luvyu❤/

  6. Yeaayy sudah kuduga 😏
    Wenwen hamil anak chanyeol, chanyeol ngamuk ama raena(smpah empet bgt ama bocah stu ini), seungjae ngawasin gerakgerik chanyeol sma wendy, hmm apa rncana seungjae yaa? Penasaraaannn, nexxttt 😍 fighting!!!

    • Wkwkwkkww ketebak yah..😂
      Author jga empet sma mbak yoon raena itu..
      Kira2 enaknya diapain yak?😂

      Ya, bisa ditebak dlu rencana sungjae apaan?😂
      Author juga penasaran soalnya..

      Terimaksih sudh berkomentar /luvyu❤/

  7. Huaaa author-nim, pkoknya harus happy ending! Chanyeo ama Wendy harus bersatu. Rasain sih rae na, iih kesel gw ama kremi satu itu! Egois banget! Tapi kasian juga sungjae huaaaaa T.T

    • Bhaksss,, author tifak janji dengan happy endnya😂😂. Maapkeun yah🔫🔥

      Jangankan kamu, author aja gedeg sama mbak rae na :”)🔫

      Terimaksih sudh berkomentar /luvyu❤/

  8. heol…
    apa yg terjadi disini??😱

    tiba2 wendy-sungjae menikah, wendy hamil ank chanyeol?
    😱😌

    awalnya Chubby itu aku udah ada sesuatu. wendy pasti mettong. status mereka itu semakin tidak jelas ya?😂

    mengulangi kata amber aja. “jadi apa yg harus kita lakukan?” haha 😅 moga aja nasib mereka nggk sama kyk baek-hyo #plak (salah lapak nih😄)

    • Apa yang terjadi kak??
      Bhakss mettong😂😂🔫 kok ngakak yah..

      Aduh baekhyo bener bat, 😢 lah kak bikin aing baper :”)

      Terimaksih utk komentarnya kak /luvyu❤/

  9. Jujur sbner.a qw bru baca ff ini cmak d chapter yg ini…….
    JD qw lngsg comment d sni aja….
    Fighting……
    For next chap…

    • Yeay jugaaa😁 akhirnya author pnya keponakan? /tolong abaikan :”)/
      Happy end gak yah?
      Masih rahasia negara chingu🔫😂 /maapkeun/
      Terus nantikan ending scene yah

      Terimaksih utk komentarnya /luvyu❤/

  10. Oooohhhh,apakah yang akan terjadi selanjutnya…..????
    Dan plis,permintaan ku cuman satu,apapun yang terjadi satukan chanwen/kalo bisa di real life sekalian/,entah sungjae ataupun rae na mau bunuh diri atau gimana egp,yang penting chanwen harus bersatu.titik gak pake,koma.
    Maaf kalo maksa banget,tapi begitulah penggemar dari couple chanwen ini.
    Next thor dipercepat yah uploadnya

    • Hayo apa yang bakalan terjadi selanjutnya sama wenyeol?😁.
      Disatukan kah kira2?? /bhaks😂🔫/
      Masih rahasia negara..🔥
      Semangat nunggu lanjutannya yah…
      Semoga aja sesuai harapan.yg ngeship wenyeol..
      Soalnya author juga ngeship mereka :”)

      Terimaksih utk komentarnya /luvyu❤/

  11. Oooohhhh,apakah yang akan terjadi selanjutnya…..????
    Dan plis,permintaan ku cuman satu,apapun yang terjadi satukan chanwen/kalo bisa di real life sekalian/,entah sungjae ataupun rae na mau bunuh diri atau gimana egp,yang penting chanwen harus bersatu.titik gak pake,koma

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s