[EXOFFI FREELANCE] The Twins Promise (Chapter 2A)

Title : The Twins Promise

Author : Rainalee17

Length :Chaptered

Genre : Romance, Hurt/Comfort, School Life, Supernatural, Friendship, Family and Fantasy.

Rating : PG15

Main Cast :

Lee Rinah Or Kim Rinah (Kim Sae Ron) | Lee Minah (Kim Sae Ron) | Oh Sehun (EXO) | Lee Taeyong (NCT127) | Jeon Woowoo (Seventeen) | Jeon Somi (IOI) | Kang Seulgi (Red Velvet) ) | And other you can find in the story|

Diclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka, alur cerita adalah hak author dan para Main cast Milik Tuhan yang Maha esa

Summary : Kim Rinah dan Lee Minah adalah saudari kembar yang terpisah oleh orang tua asuhnya. Mereka bertemu hampir 15 tahun kemudian bersamaan dengan peringatan kematian kedua orang tua kandung Mereka. Tanpa diduga sebuah ramalan dari seorang oracle, mengubah hidup Mereka kedalam situasi berbahaya dan tak terduga.

Don”t BASH !

Don”t PLAGIATSM !

.

.

.

Poster By : Kyoung©Poster Channel [link hidup]

.

.

Author POV

Kim Rinah Side

Rinah berjalan menuju halte bus. Sembari menunggu bus datang, sesekali Dia menendang beberapa kerikil.

Tittt…

Sebuah motor sport Kawasaki Ninja 250R Fi putih datang dan tepat berhenti didepan Rinah. Reaksi Rinah hanya memutar matanya malas. Namja yang mengendarai motor sport itu kemudian membuka kaca helmnya dan tersenyum tampan.

“Taeyong-ah, Kau ingin membuatku menjadi pusat perhatian lagi?” ujar Rinah sebal.

Namja itu hanya tersenyum tak peduli dan berkata, “Apa itu masalah, bukankah Kau sering naik motor bersamaku?”

“Tapi masalahnya, jika Kau mengajakku naik motor. Semua orang bergosip jika Aku dan Kau berkencan. Oh ayolah, semua penggemarmu akan terus membullyku nanti.”

Semua orang tahu jika Lee Taeyong dan Kim Rinah memang bersahabat lama. Terlebih sejak Lee Taeyong adalah pendukung Kim Rinah ketika Rinah bertanding. Bahkan tak jarang semua penggemar iri sekaligus kagum akan sosok Taeyong yang begitu menyayangi Rinah.

Tak jarang, Rinah sering bersama teman – teman Taeyong lain pergi ke markas pribadi. Mereka entah untuk latihan beatbox atau sekedar main game.

“Sudah cepat naik. Kita akan terlambat datang ke Sekolah jika Kau masih menggerutu tak jelas.”

Tanpa basa – basi, Rinah naik keatas motor Taeyong. Dan membuat roknya tersingkap jelas. Menampilkan pahanya yang mengalami luka – luka.

“Lain kali, jika Kau memakai rok pakailah safety pants yang lebih panjang.”

“Aku harus pakai rok hari ini. Jika tidak ingat pesan Kepala Sekolah Kwon, Aku akan memakai celana panjang jika Aku bisa. Kemarikan helmnya. Aku takut Kau membuat rambutku berantakan.” ujar Rinah cuek sembari mengambil helm berwarna putih milik Taeyong dan memakainya.

Taeyong hanya menyeringai lalu melajukan motornya dengan cepat.

Refleks Rinah memeluk Taeyong erat karena takut terjatuh. Sementara Taeyong terlihat tersenyum penuh kemenangan.

“Yaa! Lee Taeyong, Kau ingin mati.”

Kim Rinah ketakutan setengah mati karena Taeyong mengendarai motornya bak pembalap profesional

.

.

.

Motor yang dikendarai Taeyong sudah memasuki kawasan Apgujeong High School. Dan sudah diparkirkan di tempat biasa bersama kawanannya di tempat parkir.

Taeyong adalah namja idola Apgujeong High School. Bahkan fansnya bisa dibilang cukup banyak. Maka dari itu Rinah sering menyebut penggemar Taeyong dengan julukan piranha. Karena Dia sudah pernah merasakan bagaimana fans Taeyong membully dirinya. Begitu juga dengan kawan – kawannya, entah itu Jhonny, Mark, Yuta atau Doyoung.

Dengan gaya yang angkuh, kawan – kawan Taeyong menanti Taeyong mematikan motornya. Sudah menjadi hal biasa, jika kedatangannya menjadi bahan pembicaraan di Sekolah ini. Bukan hanya menganggumi ketampanan seorang Lee Taeyong, tapi sosok Kim Rinah juga menjadi bahan perbincangan. Semua orang tahu jika Kim Rinah dan Lee Taeyong sudah bersahabat. Bahkan dengan kawan – kawan Taeyong yang lain, Rinah sangat akrab.

Seperti kali ini. Jhonny, salah satu kawan Taeyong sudah mengulurkan tangannya begitu Rinah hendak turun dari motor Taeyong. Membantu Rinah turun dari motor Taeyong. Uluran tangan yang disambut oleh Rinah sudah membuat para siswi lain histeris.

Rinah sudah biasa mendengar teriakan histeris siswi lain membuka helmnya dan mengibaskan rambutnya bak model. Helm itu Dia serahkan kembali pada Taeyong, sementara Taeyong mengambilnya dan beralih membuka helmnya. Dan mengibaskan rambut almondnya dengan seksi. Aksinya itu membuat siswi lain makin histeris.

“Aigoo… uri Naie…” Mark langsung memeluk Rinah sayang.

“Ya! Aku juga merindukanmu.” Haechan juga memeluk Rinah sayang.

“Aku juga merindukan kalian semua.” Rinah membalas pelukannya.

“Chukkaeyo. Maaf Kami tidak bisa datang.” Ujar Jhonny menyesal.

“Gwaenchana.” Ujar Rinah memaklumi.

Teriakan para penggemar Taeyong makin menggila ketika Taeyong dengan santai merangkul bahu Rinah.

Dengan lembut Rinah melepaskan rangkulannya.

“Teriakan Mereka makin menggila. Aku tak sanggup lagi mendengarnya. Aku akan ke kelasku. Kalian silahkan tebar pesona kepada para penggemar Kalian. Aku pergi dulu.”

Rinah berjalan sedikit angkuh melewati kerumunan siswi yang menbuat dirinya dihadiahi pandangan takjub oleh kawan – kawan Taeyong.

“Kim Rinah selalu seperti itu. Aku bahkan heran, bagaimana bisa Kita bisa memiliki teman seperti Kim Rinah.” Seloroh Jhonny.

“Entahlah, Aku tak mengerti.” Balas Taeyong datar.

Kawan – kawan Taeyong hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Taeyong.

Kim Rinah berjalan menuju kelasnya dengan ringan.

.

.

.

Kelas 3-2

Ruang kelas yang sudah dipenuhi oleh beberapa murid. Ketika Rinah masuk, semua siswi berbisik – bisik mengenai dirinya.

“Heehyun – ah, Kudengar hari ini, Kim Rinah berangkat bersama Lee Taeyong. Bahkan Jhonny membantunya turun dari motor. Aku tak mengerti bagaimana yeoja seperti Dia bisa dikelilingi oleh namja tampan.” Seloroh Chaeyeon mengejek.

“Kau benar, Chaeyeon. Dia tidak terlalu menarik. Aku bahkan bingung sendiri.” Balas tHeehyun dengan nada mengejek.

Rinah mulai duduk dengan tenang di kursinya. Tak berniat melawan ejekan Chaeyeon dan Heehyun.

“Rinah – ya, kau memang hebat. 1 minggu Kau bertanding, Kau membuatku harus bertanggung jawab untuk mengawasimu. Beruntung sekali, Kau mendapatkan dispensasi.” keluh seorang namja menghampirinya. Dia adalah ketua Kelas, Kim Jongdae.

“Mianhae, Aku merepotkanmu. Kau sudah sarapan? Kau bisa antarkan Aku ke kantin, Aku lupa sarapan tadi di rumah. Biar Aku yang traktir.” ajaknya.

“Atau Kau bisa beli sesuatu.”

Rinah kemudian memberikan beberapa lembar won kepada Jongdae.

“Ini sebagai ucapan terima kasihku sekaligus permintaan maafku.”

“Gwaenchana, lagipula itu tugasku. Asalkan Kau bisa membuat banyak prestasi, dan mengangkat nama Sekolah. Aku akan senang hati melakukannya.” Tolak Jongdae halus.

“Gomawo.” ujar Rinah tulus.

Yerim, teman disamping tempat duduk Kim Rinah.

“Antarkan Aku ke kantin, Yeri – ya. Aku belum sarapan. Aku sedang menyiapkan tenaga untuk melawan gadis plastik yang suka menghambur – hamburkan uang.”

Rinah menarik Yeri keluar kelas, sedang melawan ejekan Chaeyeon dan Heehyun. Sementara Yeri hanya bisa pasrah tangannya ditarik oleh Rinah.

.

.

.

Dalam perjalanan menuju kantin Rinah memilih melepaskan tangan Yeri. Dan berjalan sendiri didepan Yeri.

Brukkk…..

Tak sengaja, pundak Rinah menabrak seorang namja berkulit putih yang membuatnya tubuhnya hampir terpelanting kedepan.

“Mianhae, Neol gwaechana?” ujar Namja itu bersalah.

Reaksi Rinah hanya berjalan berlalu. Sementara Yeri mengendikkan bahunya bingung dan namja yang menabraknya hanya berhenti berjalan dan memandangi Rinah yang berjalan menjauh.

“Jadi Dia adalah reinkarnasi Ratu Clementine, calon omega suci dan calon bulan yang akan mendampingi matahari?”

Namja itu hanya menyeringai.

“Sehun – ah, Aku mencarimu dari tadi.” Ujar namja bertelinga peri memanggilnya dari belakang.

“Aku sudah menemukannya, Chanyeol Hyung. Aku sudah menemukannya.”

Chanyeol hanya terkejut mendengarnya.

“Sehun- ah….”

“Aku harus memberitahukan ini kepada Shindong Ahjusii.”

.

.

.

Bersahabat sejak kecil dengan Taeyong memang memiliki arti tersendiri untuk Rinah. Karena hanya Taeyong yang mengerti semua hal tentang Rinah dari hal terkecil sekalipun. Misalnya kecintaannya pada strawberry, alerginya bahkan warna favoritnya.

Dikelilingi oleh banyak teman yang rata – rata namja terkadang membuat Rinah bersifat begitu tomboi. Dia sering sekali ikut aktifitas sahabatnya, Taeyong yang identik dengan namja. Seperti misalnya basket, baseball atau bahkan ikut main game online. Bahkan pertama kali Rinah menyukai olahraga lompat jauh karena ajakan Taeyong yang ingin mencoba ikut berlatih lompat jauh karena juga diajak oleh pamannya, Gong Ji Chul.

Jika semua yeoja begitu iri kepada Rinah. Terkadang Rinah jengah menghadapi sikap protektif Taeyong dan kawan – kawannya. Rinah memang tidak terlalu menyukai sikap Taeyong ketika Rinah dekat dengan teman – temannya di pelatihan yang juga namja. Terkadang Taeyong melemparkan tatapan tak bersahabat dan dingin kepada teman – temannya.

Terkadang Dia juga ingin merasakan bagaimana menjadi seorang yeoja yang feminim. Dan saat Dia bertemu dengan Yeri dan kawan – kawannya, sifat Rinah yang sedikit tomboi mulai lambat laun berubah. Menjadi feminim dan juga berubah menjadi sedikit mencoba membuka diri dengan namja lain, selain Taeyong dan kawan – kawannya. Perubahan positif ini disambut baik oleh kawan – kawannya. Bahkan kini, Rinah mulai sering memakai perlengkapan yang biasa dipakai yeoja seusia pada umumnya. Walaupun, tidak terlalu mencolok. Dia sudah mulai menggunakan rok, tetapi kadang sering masih memakai celana training.

Rinah akhirnya kini mulai membuka diri untuk namja lain dan bahkan Mereka sudah mulai berkencan diam – diam. Namja itu adalah Kim Taehyung, murid Hannyoung High School dan juga temannya saat di pelatihan nasional. Pelari yang ternyata mampu membuat seorang Lee Rinah bisa merasakan bagaimana menyukai seorang namja. Seperti teman – temannya yang lain.

.

.

.

Rinah mengunyah sandwichnya tenang. Beruntungnya suasana hatinya sudah mulai membaik. Berterima kasilah pada Park Sunyoung yang melempar lelucon konyol yang membuat suasana hatinya cepat berubah. Bahkan sesekali Dia tertawa renyah.

Tring…

From : AlienTaehyungie

Aku harap Kau baik – baik saja. Makanlah teratur dan minum vitaminmu. Jangan berlatih terlalu keras, Aku tak ingin Kau kembali cedera. Saranghae.

Rinah hanya tersenyum tipis dan membalasnya.

To : AlienTaehyungie

Arraseo. Semoga harimu menyenangkan. Nado Saranghae.

Rinah lalu menyimpan handphonenya didalam saku.

“Kudengar Kau akan mendapat upacara penghargaan?” tanya Yeri santai.

Rinah hanya mengangguk kemudian meminum susunya santai sampai habis.

“Hajiman, Apa Kau sadar tidak jika yang Kau tabrak itu, murid baru pindahan dari Australia?” tanya Yeri hati – hati berbisik.

“Maksudmu, namja tadi? Memangnya Dia orangnya. Tadi Aku tidak terlalu memperhatikkannya.” jawab Rinah santai tak kalah berbisik.

“Dia memang tampan. Bahkan Kau tahu? Dia ternyata keponakan Kepala Sekolah Kwon. Namanya Oh Sehun. Dan kudengar Orang Tuanya penyumbang terbesar yayasan Sekolah. Koneksinya luar biasa. Coba Kau tengok dibelakangmu.”

Rinah kemudian membalikkan badannya penasaran. Dan ternyata namja itu sudah berada di belakangnya. Lebih tepatnya, Dia berada di belakang meja makan yang ditempati Rinah dan Yeri.

“Apakah Dia itu yang Kau maksud?” tanya Rinah berbisik.

“Ne, majjayo.” jawab Yeri kembali berbisik.

Rinah tak mengambil pusing dan meminum susunya.

“Waegeurae isseyo?” ujar Soojung datang menghampiri meja makan kantin dan duduk disebelah Rinah.

“Eopseo, Soojung Eonnie.” Ujar Yeri santai.

“Kami pernah melihatmu dengan seorang namja. Tetapi bukan Taeyong. Nuguya? Neol namjachingu?” Tanya Joohyun penasaran.

Reaksi Rinah hanya tersenyum cantik dan berkata. “Aniraguyeo. Itu temanku saat di pelatihan namanya Kim Taehyung. Kebetulan Kami bertemu saat Aku ingin makan es krim. Jadi Kami hanya mengobrol.”

Semua teman – temannya tak percaya.

“Geotjimal. Kami bertiga, Aku, Joohyun dan Sooyoung melihatmu begitu mesra dengan namja itu. Apakah Dia sangat kaya? Bahkan Dia mengeluarkan black card. Aku yakin Kau pasti mempunyai hubungan dengan Dia.” Selidik Seulgi curiga.

“Kim Taehyung? Murid Hanyoung High School? Bukankah Dia adalah anggota geng Black Thorn?” ujar Soonyoung terkejut.

“Darimana Kau tahu?” tanya Rinah panik.

“Black Thorn?” ujar Soojung kebingungan.

“Black Thorn. Mereka kudengar suka berpesta pora dan bertengkar dengan Sekolah lain. Terakhir kudengar Mereka terlibat perkelahian juga dengan Taeyong.” Soonyoung mulai bergosip.

“Jeongmalyo?” kali ini Joohyun bertanya heboh.

Rinah mulai gugup dan memegang roknya.

“Apa Taeyong tahu soal ini?” Tanya Sooyoung kepada Rinah.

Reaksi Rinah hanya tertawa hambar.

“Aku sudah selesai. Aku pergi dulu.”

Rinah memilih untuk pergi. Dan semua teman – temannya memandang kebingungan.

“Kenapa Dia?” tanya Soojung kebingungan.

“Pasti Rinah menyembunyikan sesuatu.” Ujar Soonyoung mengangkat bahunya tak peduli.

.

.

.

Di atap Sekolah.

Rinah hanya memandangi langit cerah, dan hanya tersenyum tipis.

Rinah dan Taehyung memang berkencan hampir 2 bulan ini. Bahkan Rinah sudah tahu kelompok Black Thorn. Tapi Dia menutupinya dari teman – temannya bahkan Taeyong. Karena Rinah tahu jika Taeyong mengetahui hubungannya dengan Taehyung, Dia tak segan – segan menyerang Taehyung. Bagaimanapun Taehyung dan kelompoknya. Rinah mencintainya, atau perasaan hanya saling menyukai semu semata.

Plukk…

Sebuah batu mengenai kakinya.

Itu adalah tanda jika Kim Yoo Hyun telah datang.

Kim Yoo Hyun adalah teman arwah Rinah ketika Rinah pertama kali masuk ke Apgujeong High School.

Rinah memang mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dengan makhluk halus. Bahkan Dia sering mengalami kerasukan semasa Junior High School. Dia tidak menyembunyikan kenyataannya itu dari keluarganya dan teman – temannya. Bahkan Dia bisa mengetahui kenyataan dibalik kematian seseorang dengan bertanya pada arwahnya.

Karena Yoo Hyun meninggal karena bunuh diri, arwahnya bergentayangan di Sekolah itu.

“Well, Chukkaeyo. Kau memang pantas mendapatkannya mengingat semua kerja kerasmu.” Ujar Yoo Hyun mengucapkan selamat.

Rinah hanya mengedikkan bahunya acuh.

“Apa Kau masih ingat perkataanku saat pertama kali masuk kemari?” Tanya Yoo Hyun santai.

“Mwoga?” Rinah mengangkat alisnya bingung.

“Di Sekolah ini, jika Kau tak punya kemampuan, harta yang berlimpah, dan wajah yang menarik. Kau akan selamanya ditindas sampai berakhir sepertiku.”

Rinah hanya menghembuskan nafasnya berat.

“Bahkan Aku yang mempunyai semuanya, Aku terus ditindas.”

“Karena Mereka iri padamu, maka dari itu, Kau tak usah perdulikan Mereka.”

“Tapi nyatanya tidak. Iljins akan semakin menjadi – jadi jika orang yang Mereka tindas semakin lemah.”

“Majjayo.” Ujar Yoo Hyun menganggapi.

Tap… tap… tap…

“Aku pergi dulu…” Tiba – tiba Yoo Hyun menghilang.

Cklekkk…..

“Kau sedang apa disini?” tanya seseorang dibelakang Rinah.

“Kkamjakiya.” reflek Rinah terkejut hingga menoleh ke belakang.

“Kau yang tadi kutabrak.”

Rinah memilih bungkam.

“Mianhae, Aku menabrakmu tadi, tapi kenapa Kau malah pergi begitu saja?” Ujar namja itu santai sembari berjalan kearahnya.

Reaksi Rinah memilih mengeratkan kedua jemarinya.

“Ne, gwaechana. Lagipula Aku juga harus meminta maaf juga padamu. Bukannya Aku tidak ingin membalas permintaan maafmu. Tapi moodku sedang kacau. Jadi Aku meminta maaf padamu.” Ujarnya sembari membungkukan badannya.

“Lagipula, Kita belum berkenalan secara pribadi. Aku tidak tahu namamu.”

Rinah kemudian mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Sehun sebagai tanda permintaan maaf.

“Bangawayo, Lee Rinah imnida.” sambungnya.

Sehun kemudian menjabat tangan Rinah.

“Chaega, Oh Sehun imnida. Senang berjumpa denganmu lagi.” Ujar Sehun diiringi oleh hembusan angin yang menerpa dirinya dan Rinah.

Entah mengapa angin itu rambut Rinah terkibar – kibar tak karuan.

“Apakah Kita pernah bertemu sebelumnya? Mengapa Aku terasa begitu familiar denganmu?” batin Rinah meringis.

Kringggggggggg…..

“Bel sudah berbunyi. Aku harus pergi. Sampai jumpa lagi, Oh Sehun – ssi.”

Dengan langkah terburu – buru, Rinah melepas jabatan tangannya, merapihkan rambutnya dan turun dari atap Sekolah. Membuat senyum di wajah Sehun terkembang.

Sudah lama sekali sejak Kita bertemu pertama kali. Kau sudah tumbuh dan berubah dengan cepat. Aku harus menunggumu kembali, karena Kau tak sepenuhnya milikku kini. Tapi Aku yakin perasaanmu padaku akan kembali sama seperti saat Kita bertemu. Aku menunggumu.

.

.

.

Upacara penerimaan penghargaan berlangsung di aula.

Kepala Sekolah Kwon Boah sudah memegang map berisi piagam penghargaan.

“Terima kasih, karena prestasimu. Apgujeong High School semakin dikenal masyarakat dan mengharumkan nama Sekolah. Sebagai balasannya, Saya memberikan piagam ini kepada Anda, Kim Rinah dari kelas 3-2.”

Kepala Sekolah Kwon kemudian menyerahkan map berisi piagam dan juga sebuah piala.

Semua orang didalam aula bertepuk tangan.

Tiba saat Rinah, Kepala Sekolah Kwon dan wali kelasnya berfoto bersama didepan wartawan.

.

.

.

Sepanjang pelajaran, Rinah hanya memandanginya tanpa minat. Jam Pelajaran Matematika membuat otaknya terasa panas. Rinah memilih menyenderkan kepalanya ke arah dinding disebelah kirinya. Dihadapan, Guru Park Jungsoo tengah membahas tentang Integral.

Rinah hanya memutar pulpennya.

.

.

Ketika jam makan siang, seperti biasa Rinah bersama Yeri duduk dengan tenang diujung kantin. Ketika Seulgi dan Soojung datang, Rinah hanya mengunyah makanannya tenang.

“Kita sudah membayar dengan mahal, tapi makanannya tetap saja tak enak.” Keluh Seulgi.

“Sudahlah, Kau ini cerewet sekali.” Ujar Soojung malas.

Dan senyum terkembang di wajah Rinah.

“Kemana Mereka? Joohyun, dan Soonyoung?” tanya Soojung.

“Entahlah.” Jawab Yeri mengedikkan bahunya.

.

.

.

“Jadi, Kau sudah bertemu dengannya?”

Seorang yeoja berbicara serius dengan seorang namja di gudang Sekolah. Mereka diketahui adalah Joohyun dan Sehun.

“Sudah. Dan ternyata, Dia jauh lebih cantik daripada yang kupikir.” Ujar namja itu menyeringai.

“Berhati – hatilah, Dia dilindungi oleh klan Serigala Silvermoon. Dia dijaga oleh Taeyong dan Yuta. Mereka juga Alpha. Atau Taeil, Dia juga Elder. Dan juga jangan lupakan Jhonny, Dia seorang warrior. Akan berbahaya jika Kau berurusan dengan Mereka.” Tambah yeoja itu.

“Tenang saja, Joohyun – ah.” Ujarnya santai.

“Aku pergi dulu. Ingat pesanku baik – baik, Sehun – ah.” Ujar yeoja sembari berlalu. Meninggalkan gedung tak terurus itu.

.

.

.

Saat pulang Sekolah, adalah saat ditunggu semua murid. Rinah sedang menunggu Taeyong menjemputnya. Jika Taeyong tidak mengantarnya pulang. Biasanya Yuta atau Jhonny yang mengantarnya pulang menggunakan motor.

Tiiiittt triitt..

Klakson berbunyi. Ferrari F12 Berlinetta berwarna putih tepat berhenti didepan Rinah yang tengah menunggu Taeyong.

“Mau kuantar pulang?” tawar Sehun ketika kaca mobil terbuka.

“Gwaenchana, Aku biasa diantar oleh Taeyong.” Tolak Rinah halus.

“Apa Kau yakin?” tawar Sehun sekali lagi.

“Ne.” tolak Rinah sekali lagi.

Tring….

From : Taeyong Haraboeji

Aku tak bisa mengantarmu hari ini. Ada sedikit masalah. Kau bisa naik bus hari ini. Gwaenchana?

Rinah hanya menghela nafas berat. Sehun sudah meraih pintu mobil ketika suara Rinah mengintrupsi.

“Oh Sehun – ssi, apa tawaranmu masih berlaku?”

.

.

.

Dan Akhirnya Sehun mengantar Rinah menuju rumahnya. Sepanjang perjalanan, Rinah memilih membalas Line dari Taeyong.

To: Taeyong Haraboeji

Aku sedang naik mobil bersama Oh Sehun. Jangan cemaskan Aku.

Kemudian Rinah membuka akun SNS miliknya. Sementara Sehun fokus dibalik kemudinya.

“Kudengar Kau pindahan dari Australia.” Ujar Rinah membuka pembicaraan.

“Ne, darimana Kau tahu?” tanya Sehun datar.

“Teman – temanku yang memberitahunya. Aku sudah 1 minggu tidak masuk Sekolah, jadi Aku tidak tahu berita terbaru Sekolah.” Ujar Rinah santai.

Sehun hanya tertawa. Terlihat sekali Rinah adalah orang yang kurang update akan informasi di Sekolah.

“Oh, pantas saja. Kita baru pertama kali bertemu.” Ujar Sehun antusias.

Lalu keheningan mulai melanda kembali.

Ketika mobilnya sudah memasuki kawasan rumah Rinah, Lee Rinah membuka suaranya.

“Belok ke kiri, Rumah berwarna biru langit itu Rumahku.”

Sehun pun menurutinya. Dan mobilnya sudah berhenti di Rumah Rinah.

“Jeongmal gamshahamnida, Sehun – ssi.” Rinah kemudian membuka seat belt nya dan turun dari mobilnya.

Rinah dengan langkah terburu – buru memasuki Rumahnya.

“Kim Rinah – ssi…” panggil Sehun ketika kaca mobilnya terbuka.

“Apa Kau akan masuk Sekolah besok?” tanya Sehun penasaran.

“Ne, waegeurae?” jawab Rinah bingung.

“Eopseo. Lebih baik. Kau masuk kedalam. Sampai bertemu kembali besok.”

Dan mobil Sehun meninggalkan kawasan rumah Rinah meninggalkan Rinah yang mengedikkan bahunya acuh.

.

.

.

To Be Continued…

Anyeonghasseyo….

Rainalee17 its back

Ini adalah chapter 2A yang fokusnya adalah ke Kim Rinah POV

Chapter 2B memang fokusnya ke Lee Minah POV Jadi akan ngefokusin Minah di sekolah sebelah dengan couple sebelahnya.

Jangan lupakan tinggalkan komentar anda kawann….

See you next chapter kawan…

Rainalee17 2017 Copyright

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s