[EXOFFI FREELANCE] Die geheime Tür: Perkumpulan Pria Sholeh (Chapter 7)

Tittle : Die geheime Tür

Author : devrizt

Length : Chaptered

Genre : Romance, Comedy, Campus Life, Friendship, Night life

Rating : PG-17

Cast :  Jonathan Virgio S (OSH) (main cast)

    Additional Cast

  • Guntur Putra Mandala (KAI)
  • Keynal Mahesa (PCY)
  • Antares Praditya (BBH)
  • Alandio Fazzikri Mulhaq (DO)

Akan ada pemeran wanita pastinya yang nantinya akan muncul seiring berjalannya cerita~

Summary : Aku tidak pernah memikirkan jika aku mulai membuka pintu itu akan ada ledakan dahsyat yang terjadi di kehidupan ku.

Disclaimer : Cerita ini merupakan murni hasil pemikiran dari author mulai dari yang bener sampai yang agak rusak sedikit(?) tapi masih batas wajar, jika ada kesamaan tokoh atapun latar, itu semua terjadi atas ketidak sengajaan.

    Warning : author hanya manusia biasa yang kadang salah so, im so sorry if theres (many) typos.

    See more chapter or story at https://www.wattpad.com/user/devrizt

A/N   :  Untuk yang punya wp dan berminat melihat lihat silahkan check watpadnya ya hehe thankyou soo much ~~

Tujuh – Perkumpulan Pria Sholeh

    Hari ini adalah salah satu hari yang paling Nathan tunggu dibulan ini. Hari ini adalah hari pertama di minggu terakhirnya sebelum libur panjangnya dimulai. Sebuah hal wajar untuk mahasiswa menantikan jadwal libur tiga bulan mereka setelah setiap herinya dikepung oleh pasukan-pasukan pembawa kematian dini karena pola hidup tidak sehat untuk mengejar deadline.

    Nathan berniat untuk mengisi hari-harinya selama satu minggu ini dengan kegiatan yang bermanfaat. Dan yang paling utama adalah, menyelesaikan tanggung jawabnya dengan benar sebagai peserta lomba yang mewakili universitasnya itu. Meskipun nantinya selama liburan dia akan sibuk, selama akan menghasilkan hal yang baik dia akan terima saja.

    Nathan membuka jendela kamarnya dan tersenyum menyambut pagi hari yang cerah, berjalan ke luar kamarnya lalu turun ke lantai bawah dengan santai lalu kearah dapur mengambil susu kotak segar didalam lemari es nya dan menuangkan ke gelas. Kemudian berjalan lagi ke arah taman belakang rumahnya. “Ah, tenang banget kayaknya hidup gue hari ini.” Batin Nathan.

    Seperti biasa. Rumah Nathan memang selalu seperti itu. Terkadang dia tidak pernah merasa berbeda Antara tinggal di apartemennya ataupun di rumahnya. Sepi dan sendirian. Hanya bedanya, dirumahnya semua tersedia dan lebih luas dari apartemennya. Nathan tidak sepenuhnya sendirian. Ada Pak Kunto, pengurus taman yang terkadang bisa jadi supir, dan Bi Tinah yang membuat perabotan dan lantai rumah ini tidak pernah tersentuh debu sedikitpun.

    Nathan duduk di taman belakang rumahnya dengan pakaian ala kadarnya. Hanya dengan setelan kaos tidak berlengan dan celana pendek. Dia menyapa Pak Kunto yang sedang menyirami tanaman dan tersenyum.

“Mas Nathan nggak berangkat kuliah toh?” menyadari Nathan masih berpenampakan seperti itu Pak Kunto bertanya.

“Nanti Pak, Jam dua.” Nathan tersenyum ramah,Pak Kunto yang hanya mengangguk mengakhiri percakapan mereka.

Saat Nathan meneguk susu segarnya tiba-tiba Bi Tinah datang dengan tergopoh-gopoh.

“Mas Nathan, ini hp nya bunyi terus, takutnya penting gitu mas.” Nathan langsung menerimanya. “Makasih ya Bi.” Bi Tinah tersenyum dan menganggukkan kepalanya dan kembali ke dalam ruangan.

    Nathan baru ingat. Semalam dia meninggalkan ponselnya di atas meja telepon dekat kamarnya setelah bertelponan bersama Keynal. Nathan mengusap layar ponselnya dan melihat tanda notifikasi Line yang banyak. Ada dari grup angkatan, Hanna dan sisanya dari grup yang sudah berganti nama menjadi PRIA-PRIA MESUM (5). Dilihat jumlah anggotanya Nathan tahu betul itu grup apa. Chat di grup itu menggunung saat malam kemarin. Dan kembali bertambah pagi ini.

PRIA-PRIA MESUM (5)

Antares Praditya changed the group name to PRIA-PRIA MESUM.

Keynal Mahesa : Taii

Keynal Mahesa : Siapa yang ganti woy!!

Keynal Mahesa : Ares muncul!!

G.P Mandala : Astaghfirullah kasar sekali ya Keynal

Alandio Mulhaq : Tolong kick gue plis kalau nama grupnya kaya gini

G.P Mandala : Halah dasar serigala berbulu domba

Keynal Mahesa : Halah dasar serigala berbulu domba (2)

G.P Mandala : Keluar jir kucrutt

Alandio Mulhaq : Fak

Antares Praditya : Halah dasar serigala berbulu domba (3)

Antares Praditya : YaAllah gusti nu agung, bukan gue teman-teman seperjuanganku ☹

Antares Praditya : Itu kembarannya si Key

Alandio Mulhaq changed the group name to KPS.

G.P Mandala : Ngapain lo malam-malam sama Hanna?

G.P Mandala : Gila lo sekarang temen di embat juga.

Keynal Mahesa : Kps apaan yo?

Alandio Mulhaq : Kumpulan Pria Sholeh

Keynal Mahesa : Anjay

G.P Mandala : Anjay (2)

Nathan Virgio : Anjay (3)

Antares Praditya : Anjay (999)

Alandio Mulhaq : Generasi yonglek semua ya kalian. Gue prihatin

Antares Praditya : Hp gue dipegang dia semalam anjir pas gue nganterin dia

Antares Praditya : Btw veronica gue kembali yuhuu

Antares Praditya sent a picture

Keynal Mahesa : Alhamdulillah nggak ditebengin lagi

G.P Mandala : Lumayan bisa nebeng hehe

Nathan Virgio : Tiati bro lampunya pecah lagi hahaha

Nathan menutup chat grupnya dan berganti ke chat dari Hanna. Tidak banyak chat dari Hanna. Hanya chat berisi hari ini ada yang harus dikerjakan bersama kelompok lombanya itu yang semulanya jam dua siang berubah menjadi jam sebelas dan satu lagi “Tan, jemput gue dong. Tega lo ya putri cantik kaya gue jalan di siang bolong kaya gini, gimana kalau gue diculik?” . Nathan tidak membalas pesan Hanna dan menutup aplikasinya. Nathan melihat jam di ponselnya dan menunjukkan pukul Sembilan. Dia hanya punya waktu sedikit dan perjalanan memakan waktu satu jam. Nathan memutuskan meninggalkan hari santainya dan segera bersiap.

oOo

    Nathan menghentikan mobilnya persis didepan pagar rumah Hanna. Tidak lama kemudian Hanna keluar dari rumahnya dan segera masuk kedalam mobil.

“Hehehe.” Hanna masuk kedalam mobil Nathan dan memasang sabuk pengaman.

“Kenapa lo ketawa? Belom makan lo ya? Rusak otak lo.” Nathan menjawab datar.

“Yee cantik kaya gini dibilang rusak? Tau gitu tadi gue mending minta jemput kaka ganteng aja.” Hanna cemberut.

Nathan yang mengemudikan mobilnya sesekali menoleh ke Hanna. “ Gue? Ini gue jemput kan.”

“Bukan lah. Itu kakak arsitek,udah mau lulus lagi, mana mirip member boyband korea mukanya.” Hanna mesem-mesem. “Duh, masa depan gue cerah liat dia.”

“Geli muka lo woi.” Nathan mendorong wajah Hanna. “ Boyband apa namanya? Yang kopi ABC itu?”

“Ck. Bacot lo Jo. Gue doain lo jodoh sama gue biar tau rasa lo.”

“Astaghfirullah amit-amit yaAllah, berikanlah hamba jodoh yang bukan Hanna dan mimi peri, siapapun asalkan wanita.” Nathan mengelus dada sebelah tangan, dan sebelahnya lagi masih memegang kemudi.

“Allah juga males ngabulin doa lo, Jo.” Hanna mencibir lalu sibuk dengan ponselnya.

Saat Hanna membuka ponselnya, Nathan melihat selintas Hanna menggunakan wallpaper foto dirinya dan seseorang yang dia kenal.

“Na, itu wallpaper lo foto lo sama kirana? Sejak kapan lo deket sama Kirana?”

“Hmm… dua minggu ini gue sering main bareng dia.” Hanna menjawab tanpa memalingkan wajah dari ponselnya.

“Hooo.” Nathan mengangguk tapi pikirannya berjalan entah kemana.

oOo

    Nathan dan Hanna saat ini sudah sampai ditempat mereka akan berkumpul. Kantin teknik,tempat andalan dan terfavorit mahasiswa teknik yang malas ke perpustakaan. Karena di kantin ini semua tersedia mulai dari pengisi perut sampai internet gratis.

    Sudah ada Angga dan Kirana disana. Mereka berdua sudah berada di kantek sejak tadi, mereka berdua kebetulan memiliki jadwal hari ini, sedangkan Nathan dan Hanna memiliki jadwal yang berbeda, Hanna punya jadwal UKM saman, dan Nathan punya jadwal pribadi nanti sore yang bukan perkuliahan.

    Sebenarnya sudah tidak terlalu banyak yang harus dipersiapkan mengingat waktu sudah semakin dekat. Nathan dan Hanna hanya perlu merubah sedikit RAB, dan rencana kerja, sedangkan Angga dan Kirana sudah sampai tahap finishing dan penggambaran layout akhir. Dan bulan depan adalah deadline pengumpulan data terakhir, dan itu artinya liburan panjang Nathan akan segera dimulai.

    Setelah sekitar tiga jam mereka berkutat dengan tetek bengek perlombaan, akhirnya mereka mengakhirinya. Hanna yang punya kegiatan UKM sudah pamit sejak tiga puluh menit yang lalu, sedangkan angga baru saja melesat pergi setelah berpamitan pada Nathan dan Kirana.

    Hanya mereka tinggal mereka berdua. Tuhan memang benar-benar selalu memberikan kondisi yang super aneh, tapi percayalah semua pasti ada hikmahnya. Nathan sedang memasukkan barang-barangnya kedalam tasnya sedangkan Kirana masih duduk canggung terdiam dihadapannya.

“Ngg, Nat, sorry ya.” Kirana menunduk sambil memainkan jari-jarinya.

Nathan yang semula sibuk memasukkan barang ke tasnya berhenti lalu menoleh ke Kirana. “Hah? Kenapa lo minta maaf?”

“Ya, gue selalu.. apaya..” kirana bingung mencari-cari kata yang tepat “ Gue ngerasa nggak pernah memperlakukan lo dengan baik aja gitu. Ya, you know like, berlaku ketus sama lo? Tapi ternyata lo nggak seburuk itu.”

Kalau boleh Kirana jujur, dia rasanya ingin berlari ke kost-an terdekat milik temannya dan tidak akan keluar apalagi bertemu Nathan setelah berkata hal seperti ini. Kadar malunya luar biasa dan diluar nalar Kirana mengatakan hal ini.

“Biasa aja kali Ran, gue nggak ngerasa ada yang salah kok, emang first impression orang itu penting dan first impression gue ya lo tau. Jadi gue nggak merasa ada yang salah.” Nathan menjawab santai.

Kirana terdiam kikuk. Dia tidak tau harus apa. Demi tuhan. Kirana benar-benar tidak tau harus berbuat apa selain menunduk.

“Lo mau bareng lagi nggak? Gue antar sampai rumah.” Nathan menanyakan santai pada Kirana. Kirana yang tadinya menunduk tiba-tiba mendongakkan kepalanya menatap Nathan yang berdiri dengan bingung.

“Hah? Gu- gue sen—“. Omongan Kirana terpotong karena melihat Nathan yang tiba-tiba sudah membawa tabung gambar Kirana.

“Udah bareng aja, lo juga nggak ada yang harus dikerjain dulu kan?” Nathan berjalan meninggalkan Kirana.

Seperti paksaan yang tidak terlalu terpaksa, Kirana mengikuti Nathan dari belakang dan menyusul sampai menjajari Nathan. Terserah lo deh Nat, kalau bukan karena gue baru minta maaf, nggak bakal gue ngikutin lo. Batin Kirana merutuk.

    Beruntunngnya, hari ini jalanan tidak macet membuat waktu Kirana berduaan dengan Nathan menjadi lebih sedikit. Hanya butuh tiga puluh menit Nathan dan mobil sedannya menyisir jalanan, lalu sekarang sudah sampai di depan pagar rumah Kirana.

    Seperti sebelumnya, Nathan ikut turun dari mobilnya dan mengantar Kirana sampai dia masuk ke dalam rumahnya. Tidak ada yang special sepertinya. Mungkin Nathan terbiasa berbuat seperti itu. Saat akan membuka pagar rumahnya tiba-tiba Kirana terhenti. Kenapa gembok rumah gue kekunci segala sih, mana kunci ada di tas yang lain, bunda juga pergi. Batinnya.

    Kirana yang diam membuat Nathan bingung. Pasalnya dia harus pergi kesuatu tempat sore ini. Nathan menatap heran dan memiringkan wajahnya berpikir.

“Jangan bilang lo nggak bawa kunci?” Suara Nathan menghancurkan lamunannya membuat Kirana agak sedikit kaget.

Kirana diam.

“Hah, lo ternyata bikin repot juga ya.” Nathan berkata sangat pelan sampai tak terdengar Kirana. Nathan mengacak-acak rambutnya lelah. “Masuk mobil gue lagi deh.”

“Buat apa?” Kirana kaget dan berbalik badan.

“Lo mau disini sampai orang rumah lo pada pulang emang? Ngemper di jalanan?” Nathan menunjuk ke arah jalanan yang kosong.

“Gue dirumah tetangga gue aja.”

“Coba kesana, baru gue cabut kalau lo udah masuk.” Nathan menyilangkan tangannya didepan dada sambil bersandar di mobilnya. Kirana tidak bergeming.

“Ikut gue aja udah.” Nathan masuk kemobilnya dan menyalakan mesin mobilnya.

Kirana bingung akhirnya berjalan perlahan membuka pintu mobil dan masuk. “Kemana?”

“Udah ikut aja. Nanti lo juga tau. Pasang seatbelt lo.” Nathan memasukkan persnelingnya dan melajukan mobilnya kembali keluar komplek rumah Kirana.

oOo

#TBC#

A/N:

Feedback aku terima dalam bentuk apapun dan mohon maaf untuk segalanya dan terima kasih sudah membaca u.u

See you~

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Die geheime Tür: Perkumpulan Pria Sholeh (Chapter 7)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s