MY WIFE – 2

Keyo’s Present

My Wife

With

EXO’s Suho | OC’s Kim Yul | and others

please be careful ’cause it’s PG 17

dark romance | Gore

Chaptered

Disclaimer : story is mine, plot is mine. Joonmyeon belong to GOD i just borrow his name. Wherever you go, you know the big rules is NO PLAGIARSM

 

.Enjoy.the.Story.

Prev. Story : 0 | 1

 

 

 

“Kim Joonmyeon !!”

“Polisi!!!”

Joonmyeon merasakan tubuhnya tersambar petir di siang bolong. Tidak bahkan lebih parah. Joonmyeon tidak lagi bisa mengontrol gerakan tubuhnya. Yang dapat ia lakukan hanya duduk, meremas setir didepannya membiarkan Yul meremas tangan kirinya dengan tangannya yang dingin sementara ia sendiri merasa dingin di sekitar tubuhnya.

Mobilnya seakan sudah di program memang harus berhenti ketika melewati mobil polisi yang di sampingnya seorang polisi muda melambaikan sebuah benda seperti tongkat bercahaya yang entah apa namanya.

Joonmyeon menurunkan kaca mobilnya, memperhatikan polisi muda yang mengeluarkan senyuman ramah dalam gelap malam. Sayangnya dimata Yul dan Joonmyeon seperti senyuman malaikat maut. Hanya hidung dan bibirnya yang terlihat diantara kegelapan malam karena sebagian lainnya tertutup topi.

“Selamat malam, tuan. Boleh saya lihat dokumen kendaraan dan izin mengemudinya?”

Joonmyeon langsung bergerak. Menulusuri segala sisi mobil untuk mencari dompetnya yang tadi ia lempar asal karena panik. Begitu juga Yul, yang secara reflek mencari dompet Joonmyeon. Alasannya sama, panik.

“Ahh… Ini SIM ku dan…oh surat kendaraannya…”

Polisi itu mendengus. Menerima dengan malas SIM Joonmyeon lalu memutar-mutar kartu itu diantara jepitan telunjuk dan ibu jarinya. Untuk kedua kalinya polisi muda itu melihat Joonmyeon yang kalut. Mencari lagi di tempat yang sama.

“Kim Joonmyeon?” Joonmyeon otomatis menengok. Di susul Yul yang menyembulkan kepala dari kursi belakang. Polisi itu menatap SIM nya lekat-lekat. Lalu menatap wajahnya lewat bayangan yang menutup sebagian wajahnya. Salahkan dia yang hanya dapat berpikir negatif setelah melihat hal negatif di malam pertamanya sebagai suami. Kemungkinan pertama, namanya ada dalam daftar buronan, kemungkinan kedua, memang mereka berdua buronan. Masih dalam suasana tegang, Joonmyeon dan Yul menunggu kalimat selanjutnya dari mulut polisi itu.

“Kim Joonmyeon.. Kau pasti Joonmyeon hyung,” masih di bawah pikiran buruknya, polisi ini sedang menjebaknya lewat cara ramah. Tidak salah lagi. Ada berapa polisi yang mengepung mereka sekarang?

Mendengar tak ada jawaban, polisi itu membuka topi yang sedari tadi menutupi setengah wajahnya, menampakkan wajah laki-laki yang tidak asing lagi di ingatan Joonmyeon.

“Chanyeol?”

“Akhirnya, aku kira hyung benar-benar lupa padaku”

Joonmyeon bergegas keluar dari mobil. Memeluk polisi bernama Chanyeol itu erat-erat. Perpaduan antara rindu pada salah satu teman masa kecilnya dan lega karena sepertinya ini belum saatnya mereka ketahuan.

“Tidak mungkin aku lupa pada anak nakal sepertimu. Dan kau akhirnya jadi polisi, selamat, cita-citamu tercapai,”

Chanyeol tersipu. Senyumnya menggulum tapi tidak dia tutupi dari Joonmyeon.

“Ini juga berkat dukunganmu hyung,” dan sekali lagi mereka berpelukan kali ini lebih lama..

Seperti sadar sedang di awasi. Chanyeol menoleh kepada sepasang mata dibelakang punggung Joonmyeon. Jika saja saat itu wajahnya tidak seperti wajah seseorang yang berniat membunuh, Chanyeol pasti akan bilang kalau dia cantik. Tapi melihatnya dan merasakan aura tajamnya membuat Chanyeol menelan lagi kata cantik yang seharusnya dia lontarkan.

“Hyung, dia….istrimu?” Joonmyeon melepas lingkaran lengannya dari tubuh Chanyeol yang sepertinya semakin bertambah massa ototnya. Kemudian berbalik dan mendapati Yul yang ternyata memperhatikan mereka.

“Hahaha maafkan aku. Oke Chanyeol, ini Kim Yul, istriku. Dan Yul, ini  Park Chanyeol adik kelas dan teman mainku dari kecil yang sangaatt jahil. Aku sampai tidak ingat ada berapa perempuan yang roknya pernah kau singkap dan… Aww… Baiklah anak ini malu. Hahahaha” Joonmyeon mengelus lengannya yang barusan di tinju Chanyeol. Cukup keras tapi tidak menyakitinya

Sementara Chanyeol, entah mengapa sejak Yul keluar dari mobil perasaannya tidak nyaman. Mata coklatnya seakan-akan berbicara “aku sudah tahu namamu dan sekarang enyahlah dari sini!”

Jika itu inginnya, maka akan aku lakukan, batin Chanyeol.

“Ehmm..Hyung, kau tadi mencari surat kendaraan ‘kan?” Joonmyeon seketika teringat dia menepuk mempertemukan kedua tangannya, lalu hendak berbalik masuk ke mobil sebelum Chanyeol bergerak lebih dulu sibuk membongkar laci dashboard dan akhirnya kembali dengan selembar kertas di tangannya.

“Kau selamat dari surat tilang hyung”

“Ahh benar laci dashboard. Kau memang yang terbaik Chan. Oh iya, kau kenapa tidak datang ke pernikahan kami? Aku mengirimkan undanganku ke alamat mu yang lama. Kau belum pindah kan?”

Gawat, Joonmyeon berniat memanjangkan percakapan sementara aura permusuhan dibelakang sana semakin kuat.

“Oh, itu. Maafkan aku, hyung. Aku anak baru jadi tidak bisa ijin dengan mudah, tapi tadi Sein menyampaikan salamku ‘kan?”

Joonmyeon mengerutkan keningnya “Sein pacarmu?”

“Ya. Hyung lupa wajah Sein?”

“Tidak.. Maksudku..Aku tidak bertemu Sein hari ini”

Kali ini kening Chanyeol yang mengerut. memang tidak mungkin Joonmyeon lupa pada Sein mereka sudah sangat sering bertemu. Tapi hari ini, dia juga yang mengentar Sein jadi tidak mungkin Sein tidak pergi. Feelingnya semakin tidak enak.

“Apa? Ta..tapi aku yang mengantarnya ke hotel bahkan beli gaun,”

“Sebentar… Mungkin tadi terlalu banyak orang jadi aku tidak menyadari itu Sein. Kau ingat warna gaun Sein?”

Suasana hening sejenak. Menunggu Chanyeol yang sibuk mengingat. Suasana malam yang semakin pekat membuat udara disekitar mereka semakin dingin mencekik. Sepertinya begitu karena sekarang Yul mendekat padanya dan memeluk lengannya.

“pastel….krem…yahhhh sejenis itu! Pasti warna itu yang dia pakai. Gaun pastel selutut dan flatshhoes hitam. Rambutnya dia gerai. Benar kalian tidak lihat?”

Yul menggeleng. Dan joonmyeon, dia masih berharap otaknya merekam sosok Sein yang di gambarkan Chanyeol. Tapi ingatannya buntu. Dia tidak menemukan wajah Sein di ingatannya hari ini.

“maafkan aku Chanyeol, sepertinya aku tidak ingat,”

“Ahh, begitu ya. Ya sudahlah, akan kutanya saja langsung padanya nanti. Bagaimanapun juga selamat untuk pernikahan kalian. Aku tidak akan mengganggu perjalanan bulan madu kalian lagi. Kalian sudah boleh pergi sekarang,”

Alasan sebenarnya adalah Chanyeol mulai gerah dipandangi seperti itu oleh Yul yang dari awal tidak menyapanya dengan matanya yang setajam dan sedingin es.

“Bu..bulan madu?”

“Iya. Kalian berangkat selarut ini agar tidak kena macet kan? Atau kalian akan membuang mayat? Hahahaha”

Joonmyeon dan Yul hanya bisa diam sesaat. Seperti baru saja di lempar batu tepat di dada oleh Chanyeol.

“Ahh..iya kami memang akan kesuatu tempat. Terimakasih ya Channie ku yang manis. Kami pergi dulu. Sampaikan salamku pada mama dan nuna Park. Oh iya, pada Sein juga aku titip permintaan maaf. Ahhh…sebenarnya aku membeli sesuatu untuk Toben, tapi kutinggalkan dirumah. Nanti aku berikan kalau kita akan bertemu lagi. Sampai jumpa Chanyeol,”

Joonmyeon melepaskan rangkulan Yul di lengannyaagar bisa memeluk Chanyeol leluasa. Ditempatnya, Yul berdiri menatap. Mengingat jelas wajah Chanyeol untuk berjaga-jaga.

Lebih baik berjaga-jaga ‘kan? Dia memang tidak merasa aman sejak pertama melihat Chanyeol.

“Kami pergi, Chan. Jangan rindu padaku,”

Chanyeol tertawa. Melihat dan mendengar sekali lagi wajah memelas Joonmyeon mengucapkan selamat tinggal dengan kepala yang menyembul dari jendela.

“Apa pidato perpisahan tadi tidak cukup Hyung? Lihat istrimu sudah mengantuk,”

“Ahhh…” Joonmyeon menengok kearah Yul. Kepalanya terkulai dikursi dengan mata yang terpejam.

“Baiklah aku pergi,” joonmyeon menyalakan mobilnya. Setelah sekali lagi melambai pada Chanyeol dia pergi. Meninggalkan Chanyeol melambai sendirian dengan mobil polisinya yang berkedap-kedip.

“Saatnya mencari Sein,”

 

***

“Jadi Joon, dia itu siapa?”

Joonmyeon menoleh. Dengan senyum masih bertengger di bibirnya. Aneh memang, beberapa jam sebelumnya dia gemetar setengah mati dan sekarang dia bisa tersenyum begitu lega. Dari dulu Park Chanyeol memang bisa mengembalikan moodnya.

“Bukankah tadi sudah ku jelaskan? Dia temanku dari kecil. Namanya Park Chanyeol. Dia memang terlihat konyol tapi dia itu cerdas dan punya intuisi yang sangat kuat,”

“Itulah maksudku. Intuisinya. Kau bukan Joonmyeon yang dulu lagi sejak membantuku membawa si jalang didalam bagasi sana,”

Bukan Joonmyeon yang dulu. Kata itu bagai bergema di telinga Joonmyeon. Benar, dia memang sudah memutuskan sesuatu yang besar yang mungkin kedepannya tidak akan membuat hubungannya dan Chanyeol sama lagi. Hanya dengan membayangkannya dada Joonmyeon sesak.

“Maaf, aku akan berusaha mengurangi intensitas bertemu Joonmyeon. Asal kau beri tahu apa yang dilakukan gadis dibelakang sana?”

Mobil mereka sudah sampai ditempat tujuan. Sengaja Joonmyeon parkir jauh dari pantai utama. Menurutnya lebih aman diatas tebing dengan banyakk pepohonan agar mobilnya juga dapat sembunyi.

“Yul?”

Dan seperti mobil yang mesinnya sudah di matikan, Yul juga tidak bersuara lagi. Dia memilih keluar lebih dulu dari mobil meninggalkan Joonmyeon menarik nafas panjang seakan menvisi ulang kesabaran.

“Oke. Kita buang dia disini,” ujar Joonmyeon sambil membuka bagasi mobil dan mengeluarkan plastik hitam besar. Dan tanpa aba-aba atau perintah dari Yul, dia membawanya mendekat ke sisi tebing.

“Biar aku saja yang lempar,”

Yul berjalan mendekat seiring dengan Joonmyeon yang bergerak mundur. Dan, byuuurrrr. Dengan sekali tendangan kakinya kantung besar itu jatuh. Setelah beberapa kali menabrak batu karang yang mencuat. Joonmyeon sama sekali tidak membayangkan bagaimana jadinya jika tubuhnya yang sehat yang terkena batu  karang itu.

“pastel….krem…yahhhh sejenis itu! Pasti warna itu yang dia pakai. Gaun pastel selutut dan flatshhoes hitam. Rambutnya dia gerai. Benar kalian tidak lihat?”
“pastel ya? Baju gadis itu warna pastel juga kan?”

Joonmyeon mengurut batang hidungnya. Chanyeol bilang Sein datang ke resepsi, bukan ke hotelnya. Jadi tidak mungkin, batin Joonmyeon.
“Joon, ayo!” joonmyeon kembali dari lamunannya berkat panggilan Yul. Entah sejak kapan dia sudah duduk manis di mobil. Seperti tidak ada hal besar yang terjadi. Joonmyeon menjawab dengan langkah kakinya yang mendekat. Sambil meyakinkan diri untuk sesuatu yang ingin dia percaya.

 

***

 

 

Tuuuuttt tuuutttttt

“Ah, halo? Kak Sena? Ini aku Chanyeol,”

“…”

“I…iya, ini hampir jam 3 pagi. Maafkan aku mengganggu aku hanya ingin bertanya, apa Sein ada di kamarnya?”

“…..”

“Boleh tolong di periksa di kamarnya kak? Aku sungguh minta maaf, aku hanya khawatir karena tidak bisa menghubunginya sejak tadi. Ponselnya tidak aktif,

“…..”

“Aahh iya terimakasih kak. Sekali lagi maaf aku merepotkan kakak,”

Chanyeol membiarkan ponselnya menempel di telinga sementara ia menunggu orang disebrang sambungan melakukan yang dia minta. Agak egois, memang. Tapi sejak mendengar Joonmyeon tidak melihat Sein perasaannya jadi tidak karuan. Sein bukan orang yang pemalu jika didekatnya dan Joonmyeon. Jadi tidak mungkin dia tiba-tiba kabur. Ditambah lagi dia sendiri yang mengantar Sein ketempat pesta. Dia juga melihat Sein masuk kedalam gedung sebelum dia berangkat.

“Ah iya kak?”

Suara dari sebrang terdengar lagi. Fokusnya langsung tertuju pada suara.

“Tidak ada?”

“….”

“Iya, tadi aku yang mengantarnya. Tapi tidak ikut masuk karena aku baru dapat tugas,”

“…”

“Aku juga akan mencari ketempat dia biasa mampir. Jangan khawatir kak, dia akan baik-baik saja aku akan mencarinya,”

Chanyeol memejamkan matanya. Jadi ini maksud fitrasatnya yang tidak enak.

Sein tidak ada dikamarnya. Itu artinya Sein belum pulang. Sein menghilang.

Dan semoga seperti yang dia katakan pada kakaknya Sein. Sein baik baik saja.

 

 

 

.to.be.continued.

 

Keyo’s Note :

Hai /ngintip

Sebelumnya saya, Keyo, selaku author dari cerita ini mengucapkan maaf yang sebesa besarnya karena baru bisa update setelah satu bulan ngilang TT

Hp saya rusak, jadi ga bisa tethering, ga ada juga yang mau ngasih tethering. Udah gitu harus mudik, jauh dari laptop /blablabla/ dan akhirnya dapet hp lagi meski masih jauh sama laptop!!!

Btw ini cerita ngetik di hp jadi agak amburageul

Makasih yang udah nunggu, cerita ini bakal tamat kok, doain biar minggu ini bisa ngasih chapter hoho

Intinya makasih dan maaf sekali lagi ya,

Salam basah dari,

 

 

 

Keyo 💙

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s