SADISTIC NIGHT -CH. 1 : Who Are You? P.1- by AYUSHAFIRAA

`SADISTIC NIGHT`

| A fanfiction by AYUSHAFIRAA |

| Starring Baekhyun, Kim Yoojung as Kim Yoora, Chanyeol, Sehun, Suho | Supported by D.O, Tao, Xiumin, Kai, Chen, Lay, Lee Pace |

| AU, Drama, Fantasy, Romance, Violence |

| PG-17/M | Chaptered |

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri yang terinspirasi dari Diabolik Lovers dan berbagai film serta anime yang bergenre fantasy. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan dramatis cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata.

*Already published since 2015, here.

AYUSHAFIRAA©2015. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

| BAB I ▶ CH. 1 : Who Are You? P.1 |

​Sekarang, kau sudah mengetahui siapa kami sebenarnya. Jadi, siapa kami?

.

Part 1

.

Langit gelap menyelimuti kota Seoul hari itu, langit sepertinya sudah tak tahan lagi untuk menurunkan hujannya. Hujan deras disertai petir yang bergemuruh akhirnya mengguyur kota itu dan membuat jalanan yang tadinya kering menjadi basah sempurna.

Seorang gadis memandangi derasnya hujan dari balik kaca mobil yang akan membawanya ke suatu tempat, tempat yang sama sekali tidak ia ketahui. Gadis itu mengamati foto yang sedari tadi ia pegang. Dalam foto itu terlihat seorang gadis kecil yang sedang tertawa di pangkuan lelaki berambut dan berkumis putih, dalam sekali lihat pun kita dapat menebak bahwa itu adalah foto dirinya semasa kecil bersama ayahnya. Ya, benar. Memang seperti itu.

Appa, aku pasti akan merindukanmu.” Gumamnya dalam hati.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya sang sopir yang mengemudikan mobil itu pun memberhentikan mobilnya di halaman sebuah rumah mewah yang tampak luas. Rumah mewah itu berjarak sekitar 3 kilometer dari gerbang utamanya. Gadis itu bingung, kenapa rumah semewah dan sebagus itu harus disembunyikan sejauh itu dari jalan raya?

“Silakan, Agassi.” Ucap si sopir setelah membukakan pintu untuk dirinya.

“Terimakasih, Ahjussi.”

“Kalau begitu saya mohon pamit.”

“Ya, Ahjussi. Hati-hati di jalan.” Balas gadis itu.

Setelah mobil yang tadi membawanya ke tempat ini hilang dari pandangannya, kedatangannya disambut dengan angin kencang dan kilatan petir di langit yang gelap itu. Tanpa pikir panjang lagi, ia bergegas membawa kopernya dan melangkahkan kakinya di teras depan rumah mewah tersebut. Bangunan itu dilapisi dinding tebal dengan pilar-pilar di sisi-sisinya yang menjulang tinggi, dengan warna pastel, rumah itu semakin terlihat mengagumkan di mata orang-orang yang melihatnya.

Teng, teng, teng, teng…. teng, teng, teng, teng… suara yang terdengar seperti bunyi lonceng gereja itu bergema di seluruh penjuru rumah saat gadis itu menekan tombol bel yang tersedia. Lama menunggu, tak ada satupun orang yang membukakan pintu untuknya. Apa pemilik rumah itu sedang tidak ada?, pikirnya.

Dengan ragu, ia menyentuh pintu yang sangat tinggi itu, dan ajaibnya, pintu itu terbuka begitu saja.

“Permisi? Apa ada orang di rumah ini? Permisi?”

Gadis itu memberanikan dirinya untuk melangkah masuk ke dalam rumah itu sambil menyeret kopernya. Rumah itu terlihat begitu sepi, dingin, dan hanya ada seberkas cahaya yang masuk melalui setiap jendela kaca yang ada, seperti tak ada tanda-tanda kehidupan di sana.

Gadis berambut hitam pekat terurai itu akhirnya tersenyum, setelah matanya mendapati seorang lelaki yang sedang tertidur di atas sofa dengan headphone yang menempel di kepalanya.

“Permi-” ia terpaku. apa ia tidak salah lihat? Lelaki itu, ia tahu lelaki itu, pikirnya.

“Permisi…”

Lelaki itu bergeming, ia masih saja tertidur pulas dengan wajah tampannya. Gadis itu merasa serba salah, ia juga tak tega kalau harus membangunkan tidur lelaki itu yang sepertinya sangat kelelahan.

Ia menyentuh tangan lelaki itu, bermaksud untuk membuatnya terbangun sebentar saja. Tapi betapa terkejutnya gadis itu setelah merasakan suhu tubuh lelaki itu sangatlah dingin. Lelaki itu tak bergerak, tubuhnya dingin, apa ia mati?

“Bagaimana ini?! aish, apa yang harus kulakukan?!”

Ia meniup-niup tangannya, lalu mengusap-usap tangan lelaki itu agar lelaki itu merasakan kehangatan tangannya. Ia terus melakukan itu, mentransfer suhu tubuhnya ke tubuh lelaki yang baru ia lihat secara langsung untuk pertama kalinya.

Mata lelaki itu akhirnya terbuka, lensa matanya merah seperti darah, sekilas matanya terlihat bercahaya. Bangunnya lelaki itu membuat lilin-lilin yang ada di sekitar mereka seketika menyala. Tubuh gadis itu gemetar karena tatapan lelaki itu yang begitu tajam, sedangkan tangannya masih menyentuh tangan lelaki itu.

“Yak! Apa yang kau lakukan?!” lelaki itu dengan kasar menepis tangan gadis itu yang menyentuh tangannya.

“Kau? Siapa kau? Siapa kau sampai berani-beraninya menyentuhku?! Apa yang dilakukan seorang manusia di tempat ini huh?!”

Seorang manusia? Kenapa rasanya, pertanyaan itu sangat mengganjal? Aneh sekali, pikir gadis itu.

“Maaf, Aku benar-benar minta maaf.” Gadis itu membungkukkan badannya berulang kali.

“Aish, benar-benar! Ada ribut-ribut apa ini?” seluruh lampu yang ada di ruangan itu tiba-tiba menyala, membuat ruangan yang awalnya hanya mengandalkan seberkas cahaya dari jendela itu akhirnya terang benderang.

“Yak, Chanyeol-ah! Kenapa kau tidak sopan sekali pada tamu kita yang satu ini?”

“Aku mencium sesuatu yang menyegarkan di sini.”

8 orang lelaki tiba-tiba saja muncul mengelilingi mereka berdua. Ke-8 lelaki itu terlihat memiliki lensa mata dengan warna berbeda.

“Kau siapa? Kenapa kau bisa ada di tempat ini?” tanya salah seorang lelaki berwajah tampan dan berlensa mata merah namun terlihat memiliki tubuh yang lebih pendek dari yang lainnya.

“Maaf. Sepertinya aku salah alamat. Aku akan pergi.” ucap gadis itu kemudian mengambil kopernya.

“Tunggu!” cegah lelaki berlensa mata kuning dan memiliki kantung mata yang terlihat jelas itu.

“Ada apa, Tao-ya? Apa kau tahu siapa dia?” tanya lelaki yang tadi bertanya pada gadis itu.

“Aku pikir, aku mengetahuinya. Dia mungkin gadis yang pernah dibicarakan ayah waktu itu. Dan seingatku, aku pernah berusaha untuk mengingat wajahnya.” Jelas lelaki yang ternyata bernama Tao itu.

“Nah, itu berarti kau tidak salah alamat, Cantik. Kau memang ditakdirkan untuk tinggal di tempat ini bersama kami semua.” Ucap lelaki lain yang memiliki lensa mata berwarna hijau gelap sembari merangkul gadis itu.

Kenapa tangan mereka dingin sekali?, pikir gadis itu sedikit tak mengerti.

“Sekarang, coba kau perkenalkan dirimu pada kami. Agar kami tak kesulitan untuk memanggilmu.” Ucap lelaki yang berlensa mata merah tadi dengan ramah.

“Namaku Yoora, Kim Yoora. Aku datang kemari atas permintaan ayahku yang memintaku untuk tinggal di sini bersama keluarga Lee.”

“Tepat sekali! Kami-lah keluarga Lee yang ayahmu maksud itu.” Balas lelaki yang saat ini masih merangkulnya.

“Kalau begitu, ijinkan kami untuk memperkenalkan diri kami sebagai anggota keluarga Lee yang dimaksud ayahmu. Di mulai dari kau, Hyung.” Lelaki berlensa mata merah itu benar-benar memiliki tutur kata yang lembut saat berbicara dengannya, tidak seperti lelaki berlensa mata merah yang ia temui pertama kali, kasar sekali.

“Aku Xiumin Lee. Anak tertua di keluarga Lee.” Ucap lelaki berlensa mata biru kehijauan itu diakhiri dengan senyuman yang manis.

“Aku Suho Lee, aku anak kedua.” Lelaki yang lembut dan ramah itu memperkenalkan dirinya.

“Aku Lay Lee!” ucap lelaki yang masih merangkulnya sedari tadi.

Lelaki yang ditatap Xiumin, Suho dan Lay itu hanya diam tak memperkenalkan dirinya. Ia terus menatap ke arah Yoora tanpa berkedip sedikitpun, membuat gadis itu kikuk dan merasa tak nyaman karena ditatap sangat tajam oleh lensa matanya yang berwarna kuning terang.

“Ah, maaf. Dia, Baekhyun. Baekhyun Lee. Anak ke-4.” Ucap Suho.

“Aku Chen Lee.” Ucap lelaki yang sejak awal membawa boneka bebek berwarna ungu bersamanya dan memiliki lensa mata paling indah berwarna ungu terang.

Lelaki yang ditemui Yoora pertama kali itu tidak membuka mulutnya, dan menatap Yoora seperti penuh kebencian.

“Ah, dia lelaki yang pertama kali kau temui, bukan? Dia, Chanyeol Lee. Maafkan dia yang tadi sempat bersikap kasar padamu, biasanya dia tidak seperti itu.” Jelas Suho.

“Yang selanjutnya adalah Dio, Dio Lee. Dia tak pernah banyak bicara, tapi sebenarnya dia anak yang baik. jadi jangan berpikiran yang aneh-aneh tentangnya.” Lanjut Suho memperkenalkan adiknya yang mempunyai lensa mata berwarna seperti air laut yang sedang membeku.

Hyung-ku tadi sempat menyebut namaku, kau masih ingat?” tanya lelaki yang beberapa waktu lalu berkata bahwa dirinya mengetahui Yoora.

Ye? Maaf, aku tadi tidak terlalu memperhatikan.” Ucap Yoora menyesal.

“Aiii, benar-benar! Mengecewakan sekali. Haha, aku hanya bercanda. Aku Tao, Tao Lee.” Ucap lelaki itu.

“Selanjutnya,” Suho dan yang lainnya menatap ke arah lelaki selanjutnya yang akan memperkenalkan dirinya pada Yoora.

“Cih, tubuhnya benar-benar tidak menarik.” Gumam lelaki itu pelan, namun masih tetap bisa terdengar oleh telinga yang lainnya termasuk telinga Yoora.

“Yak, Kai! Jaga ucapanmu!” ucap Suho sedikit membentak lelaki yang ternyata bernama Kai itu. Sementara yang lainnya hanya menahan tawa mereka.

“Hm, Maaf. Namaku Kai.”

“Dan yang terakhir, eh? Di mana dia?”

“Aku di sini, hehe.” Ucap lelaki yang memiliki wajah sangat tampan dan berlensa mata biru pekat yang muncul dengan tiba-tiba di belakang Yoora dan berhasil membuat gadis itu terkejut.

“Dasar bocah!” cibir Chanyeol.

“Yak, Hyung! Aku memang anggota termuda di keluarga ini eoh!” ucap lelaki yang merasa terkena cibiran Chanyeol itu, membela diri.

“Sudah, sudah!” lerai Suho.

“Sekarang perkenalkan dirimu padanya, Sehun-ah!”

“Aku pikir tidak perlu, gadis cantik ini sudah tahu siapa namaku saat kau menyebutkannya, Hyung. Bukan begitu, Cantik? Ah, wangi tubuhmu benar-benar menggodaku.” Balas Sehun sambil menghirup wangi rambut Yoora sembari menggigiti bibirnya sendiri.

“Yak, Sehun-ah! Seleramu rendahan sekali. Lihatlah! Dia sama sekali tidak seksi.” Ucap Kai yang membalas perkataan Sehun.

Lay melangkah menghampiri Kai dan menjewer telinga adik ke-6 nya itu, spontan yang merasa telinganya dijewer itu menjerit meminta ampun kakaknya.

“Ah, Hyung! Cukup! Aish, Sakit!”

“Kurasa kau masih harus mengikuti kelas etika, Kai-ya.”

“A-Tidak bisa, Hyung! Jangan kelas etika, kumohon! A-ah, iya, iya, aku akan meminta maaf padanya! Sungguh! Tapi jangan kelas etika, a-ah…” ucap Kai memohon seperti anak kecil.

Lay melepaskan jewerannya, “Kalau begitu, minta maaf padanya sekarang.”

“Iya. Hey, Kau! Maaf ya!” ucap Kai meminta maaf untuk kedua kalinya pada Yoora. Yoora hanya tersenyum kikuk melihatnya.

“Nah, sekarang kau sudah mengenal kami semua, bukan? Selamat datang di keluarga kami, Yoora-ssi.” Ucap Suho tersenyum bersamaan dengan senyuman yang lainnya, kecuali Baekhyun, Chanyeol, dan Dio.

“Maafkan aku, sebenarnya… aku sudah mengetahui nama kalian sejak awal. Tapi aku ragu untuk mengatakannya.” Balas Yoora yang membuat keadaan seketika hening.

PRANG! Kaca jendela di belakang sofa yang diduduki Xiumin, Chanyeol dan Kai tiba-tiba saja pecah, kejadian itu berhasil membuat Yoora terkejut dan menutup telinganya. Hujan yang begitu deras dengan angin kencang di luar sana akhirnya dapat masuk begitu saja dan membuat Yoora memeluk tubuhnya sendiri.

“Chanyeol-ah…” Lay memandangi Chanyeol yang terlihat berapi-api.

Hyung…” Sehun tampak tak percaya dengan apa yang dilakukan kakaknya itu.

“Kau seharusnya mengatakan itu sejak awal, sehingga kami tidak perlu membuang-buang waktu kami hanya untuk membicarakan hal yang tidak berguna dengan makhluk yang sama tidak bergunanya seperti dirimu!”

Baekhyun berdiri dari posisi duduknya, lalu menghampiri Yoora yang masih terlihat ketakutan dengan tubuh gemetar setelah mendengar perkataan yang keluar dari mulut Chanyeol.

Lelaki itu menatap kedua mata Yoora, lalu dengan tenang, ia menarik tangan Yoora untuk pergi dari ruangan yang penuh dengan suasana tegang itu.

“Semuanya, kembalilah ke kamar kalian! Kecuali, kau!” Ucap Suho dengan pandangan yang menatap Chanyeol tajam.

“Bereskan semua ini, dan pergilah ke kelas etika bersama Kai nanti malam.” Lanjut anak kedua keluarga Lee itu.

“Ai, ai, Kenapa aku?! Kenapa aku harus ke kelas etika juga?!” protes Kai yang merasa diperlakukan tidak adil oleh Suho. Sementara Chanyeol yang merupakan penyebab dari masalah ini hanya dapat menahan amarahnya yang bisa dengan mudah ditebak dari sorot mata merahnya yang bercahaya.

 

♥♥♥

 

“Ini kamarmu.”

Baekhyun membukakan pintu kamar yang akan menjadi tempat untuk Yoora beristirahat hari ini, esok, dan seterusnya. Sebuah kamar yang terletak di lantai 3 rumah keluarga Lee. Saat matanya menatap gadis itu, terlihat jelas bahwa gadis itu masih memikirkan kejadian di ruang tamu tadi.

“Aneh sekali.”

“Hm?” gadis itu tersadar dari lamunannya.

“A-Tidak. Mulai saat ini, kamar ini adalah kamarmu.” Ucap Baekhyun.

“Ah, baiklah. Terimakasih.” Yoora membungkukkan badannya, berterimakasih dengan sopan.

Untuk beberapa saat, keduanya tak bersuara. Baekhyun terus memandangi gadis di hadapannya dan berhasil membuat gadis itu canggung setengah mati.

“Aku akan kembali ke kamarku.”

“Permisi, Baekhyun-ssi.”

Baekhyun berbalik, “Ya?”

“Maaf jika pertanyaanku ini tidak sopan, tapi kenapa kau terus memandang ke arahku? Bahkan saat perkenalan tadi, kau hanya memandangiku tanpa mau memperkenalkan dirimu sendiri. Apa… ada yang salah denganku?”

“Jangan bertanya apapun padaku, aku tidak akan menyukainya.” Lelaki itu mengakhiri pembicaraannya dengan senyuman dan berlalu. Sementara Yoora hanya bisa memandang punggung Baekhyun yang semakin lama semakin menjauh tanpa bisa berkata apa-apa lagi.

 

♥♥♥

 

Jam yang tertempel di dinding kamar Yoora menunjukkan pukul 7 malam. Tepat pada saat itu juga, terdengar bunyi lonceng yang begitu merdu, tak seperti bunyi lonceng pada umumnya yang biasanya terdengar bising dan nyaring.

Tok… tok… tok. Seseorang mengetuk pintu kamar gadis itu. Yoora yang saat itu sedang mengganti pakaian, kemudian mempercepat gerakannya dan berlari membukakan pintu.

“Yak! Kenapa lama sek-” ternyata seseorang yang mengetuk pintu itu adalah Sehun. anak bungsu keluarga Lee itu tidak menyelesaikan kata-katanya setelah melihat Yoora yang sudah mengenakan piyama tidur berwarna merah muda.

“Yak, apa kau akan segera tidur tanpa makan malam terlebih dahulu eoh?!”

“Maksudmu?”

“Ah, benar-benar! Cepatlah ganti pakaianmu, Suho Hyung tidak akan suka melihat seseorang mengenakan piyama saat makan malam. Cepatlah! Mereka semua sedang menunggumu!” jelas Sehun.

“Baiklah, baiklah. Tunggu sebentar!” Yoora hendak menutup pintu kamarnya untuk berganti pakaian sesuai perintah Sehun, tapi, tangan dingin lelaki itu menahannya.

“Tidak perlu menutup pintu, kau hanya akan membuang-buang waktu. Cepat!”

“Tapi-”

Sehun mendorong-dorong tubuh gadis itu untuk masuk ke kamarnya dan duduk di ranjangnya, ia juga membantu gadis itu untuk menemukan pakaian yang cocok untuk dipakainya malam ini dengan mengacak-acak isi lemari gadis itu.

“Ini! pakai ini!” Sehun melemparkan dress hitam selutut yang bagian tangannya tertutup bahan brukat berwarna senada pada Yoora.

“Ini?” Yoora bertanya untuk memastikan. Ia heran, kenapa Sehun menyarankannya untuk mengenakan satu-satunya dress miliknya hanya untuk makan malam keluarga? Padahal biasanya, dress hitam miliknya itu hanya akan ia pakai jika ada acara yang benar-benar spesial.

“Sekali lagi kau bertanya, aku yang akan memakaikannya ke tubuhmu.”

“Ah? Iya, iya, baiklah. Tidak bisakah kau membalikkan tubuhmu dulu? Aku tidak biasa mengganti pakaian di hadapan lelaki.”

“Yoora….” Sehun menatapnya.

“Iya, iya! Ya ampun!”

Gadis itu akhirnya terpaksa mengganti pakaiannya di hadapan Sehun, karena kalau tidak, mungkin Sehun yang benar-benar akan memakaikan pakaian itu ke tubuhnya. Di akhir, Sehun membantu Yoora menyeletingkan bagian belakang pakaiannya dan mereka pun langsung bergegas pergi ke ruang makan keluarga Lee yang letaknya tepat di tengah-tengah bangunan luas itu. Ruang makan itu dilengkapi meja makan yang panjang dan 12 kursi berformasi 1-5-5-1 tersedia disana lengkap dengan berbagai macam makanan melebihi kelas hotel bintang lima.

Yoora terpaku, akhirnya rasa herannya itu terjawab juga setelah melihat pakaian yang dikenakan ke-10 lelaki ―termasuk Sehun― yang ada di ruangan itu. Masing-masing dari mereka mengenakan setelan jas hitam lengkap dengan dasi yang juga berwarna sama. Sepadan dengan yang dikenakan Yoora malam ini.

“07:27, kalian terlambat.” Ucap Xiumin yang matanya terus melihat ke arah jam dinding besar ber-angka-kan romawi yang ada di ruang makan itu.

“Maaf, Hyung.” Sehun meminta maaf, tangannya masih menggenggam tangan Yoora.

“Ekhem,” Kai berdehem.

“Apa yang kau lakukan selama 27 menit bersamanya, Sehun-ah?” goda Kai sambil memandang keduanya dengan tatapan menyelidik, ucapan Kai itu otomatis membuat Sehun melepaskan genggaman tangannya pada Yoora.

“Yak, Hyung! Aku hanya membantunya mengganti pakaian.” Penjelasan Sehun itu malah semakin membuat dirinya terpojok dengan ucapan Kai, Chen, Tao, Lay, dan Chanyeol yang terus menggodanya. Sedangkan Suho dan Xiumin hanya menahan tawa mereka, dan sebaliknya, Baekhyun dan Dio tak menunjukkan reaksi apapun.

Hyung, apa malam ini kita tidak akan makan?” tanya Baekhyun pada Suho dengan raut wajah datar.

“Ah, iya. Maafkan aku, Baekhyun-ah.” Balas Suho yang menyadari ketidaknyamanan yang dirasakan Baekhyun dan Dio.

“Sudah, sudah. Duduklah di kursimu, Sehun.” ucap Suho, Sehun pun menurut. Lelaki itu duduk di kursi paling ujung yang berhadapan dengan kursi yang diduduki Kai, menandakan bahwa dirinya anak terakhir.

“Dan kau, Yoora, kau bisa duduk di sana.” Suho menunjuk ke arah kursi paling ujung yang berada di antara Kai dan Sehun.

“Ah iya, Terimakasih.” Yoora berjalan menuju tempat duduk yang dimaksud Suho.

Dari sana, gadis itu dapat melihat sebuah kursi kosong yang berada jauh di depannya, menimbulkan tanda tanya di benaknya. Dari sana juga, ia bisa melihat Suho duduk berhadapan dengan Xiumin, Baekhyun dengan Lay, Chanyeol dengan Chen, Tao dengan Dio, dan yang paling dekat dengannya ialah Sehun yang duduk berhadapan dengan Kai.

“Chen-ah, simpan dulu bonekamu ketika sedang makan. Chanyeol, tidak ada mp3 dan headphone saat kau sudah duduk di ruang makan. Tao, letakkan ponselmu, dan jangan memainkannya selama di ruang makan. Dan kalian, Sehun, Kai, tidak ada percakapan yang tidak penting ketika sedang makan. Bukankah sudah ku katakan berulang kali?” Suho memandang ke arah adik-adiknya yang ia sebut namanya tadi secara bergantian.

“Kau dengar Chloe? Duduklah yang tenang di sini, jangan berisik saat makan jika kau tidak mau kena marah Suho Hyung. Mengerti?” Chen berbicara pada boneka bebeknya yang bernama Chloe, persis seperti anak kecil berumur 5 tahun.

“Tunggu, Hyung! Aku belum mengupdate status SNS-ku tentang kedatangan Yoora di keluarga kita. Sebentar lagiiii saja.” Ucap Tao dengan jarinya yang masih terlihat sibuk mengotak-atik ponselnya.

“Tidak ada. Simpan ponselmu, atau kau takkan mendapatkannya lagi.” ucap Suho tegas.

“Simpan saja, Tao-ya. Kau tidak mau kan ponsel kesayanganmu itu hancur dalam sekejap mata seperti apa yang pernah dilakukan Suho Hyung pada headphone-ku yang dulu?” Chanyeol mengambil ponsel Tao dan menyimpannya di atas meja makan.

“Kai, Sehun.” Suho memandang intens keduanya yang sedaritadi masih terlihat saling berbisik seru.

“Iya, Hyung. Maaf.” Ucap Kai dan Sehun bersamaan menyadari kesalahan mereka.

Setelah melewati momen-momen yang sangat menghabiskan waktu itu, akhirnya mereka pun menyantap makan malam mereka dengan tenang tanpa suara apapun kecuali suara sendok dan garpu mereka ketika menyentuh piring. Yoora pun ikut larut ke dalam keheningan makan malam mereka seperti halnya sikap gadis bangsawan saat menikmati makan malam, walaupun makan malam ala hotel bintang lima seperti ini merupakan makan malam yang pertama kali baginya selama ia hidup.

“Terimakasih untuk makan malamnya.” Ucap mereka bersamaan, satu persatu dari mereka ada yang langsung beranjak dari meja makan, ada juga yang masih santai duduk di kursinya hanya untuk melakukan aktifitas lain seperti Tao dan Chanyeol yang mulai merasa bebas menggunakan ponsel dan headphone mereka.

“Permisi…”

Semua mata sontak mengarah pada Yoora.

“Ada apa, Yoora?” tanya Lay.

“Maafkan aku jika aku banyak bertanya tentang kalian untuk ke depannya, aku hanya sedang berusaha memahami dan beradaptasi dengan keluarga kalian.” Ucap Yoora.

“Ya, tidak masalah. Lalu?” Xiumin melipat kedua tangannya di dada.

“Apa kalian semua benar-benar member EXO? Setahuku memang begitu, tapi setahuku juga, kalian tidak berasal dari satu keluarga, kalian mempunyai keluarga masing-masing dengan marga berbeda. Aku bingung, kenapa saat aku bertemu secara langsung dengan kalian, kalian mengatakan bahwa kalian merupakan satu keluarga?” tanya Yoora akhirnya.

Ke-9 laki-laki itu otomatis merubah arah pandangannya ke arah Suho, karena jujur, mereka tidak tahu harus bagaimana menjelaskan semuanya pada Yoora.

“Jadi begini, Yoora. Kami memang member EXO, dan kami memang berasal dari satu keluarga, keluarga Lee. Apa yang kau lihat di acara-acara televisi tentang kami, itu semua hanyalah setingan belaka. Karena menurut kami, jika publik mengetahui bahwa kami adalah boyband yang berasal dari satu keluarga, itu tidak akan lucu. Jadi, kami membuatnya menjadi sedemikian rupa agar hal itu dapat membawa dampak yang baik bagi kami ke depannya.” Jelas Suho.

“Ah, aku mengerti.” Yoora berpura-pura mengerti, walaupun sebenarnya ia tidak mengerti sama sekali kenapa mereka semua harus melakukan sesuatu sampai sejauh itu.

“Ini pertanyaan terakhirku untuk malam ini, dan ini adalah apa yang paling membuatku penasaran sejak pertama kali datang ke rumah ini.” ucap Yoora.

“Apa itu?” tanya Tao mendelik.

“Apa kalian semua menggunakan lensa kontak?”

Keadaan seketika hening, ke-10 lelaki itu saling bertatapan satu sama lain, kemudian tertawa sekeras-kerasnya.

“Kau yakin penasaran tentang hal sekecil itu?” tanya Chen sambil berusaha menahan tawanya.

“Ya, kami memang memakai lensa kontak. Semua orang tahu itu. Kenapa kau harus memusingkannya eoh?” Xiumin tertawa terbahak-bahak.

“Tapi kenapa kalian memakainya saat berada di rumah saja? Saat aku beberapa kali melihat kalian di acara televisi, mata kalian tidak seperti itu.” Yoora semakin penasaran.

Dio menatap Yoora tajam, “Cih, jika kau terus bertanya seperti itu, seharusnya kau tidak mengatakan kalau kau akan memberikan pertanyaanmu yang terakhir. Kau tahu? Kau sudah membuat waktu istirahat kami berkurang.”

Untuk pertama kalinya, Dio membuka mulutnya dan berbicara di hadapan Yoora. Tapi kata-kata yang pertama diucapkannya malah terasa sangat sakit bagi gadis itu.

“Kalau begitu aku minta maaf, kalian tidak perlu menjawab pertanyaanku yang itu. Terimakasih sudah mau menjawab pertanyaanku, setidaknya aku bisa sedikit lebih memahami kalian.”

“Manusia sepertimu tidak akan mampu memahami sedikitpun tentang keluarga kami.” tambah Dio.

Lagi-lagi, perkataan mereka membuat Yoora bingung. Saat ia sedang sibuk bergelut dengan pikirannya, Baekhyun datang menghampirinya dan menyadarkannya dari lamunan serius itu.

“Sebaiknya, kau tidak perlu berusaha untuk memahami keluarga kami sampai sejauh itu. Semakin banyak kau bertanya, akan semakin banyak pula luka yang kami buat di hatimu. Maka dari itu, berhentilah sekarang juga, Yoora.”

Yoora menatap mata Baekhyun, lensa kuning lelaki itu nampak terang beberapa saat dan kembali lagi seperti semula.

Suhu tubuh mereka yang begitu dingin, lensa mata mereka yang terkadang bercahaya, perkataan mereka yang terkadang terdengar aneh, dan juga kejadian pecahnya kaca jendela di ruang tamu secara tiba-tiba sore tadi, semua itu menambah kuat pemikiran Yoora tentang jati diri ke-10 lelaki tampan itu yang sebenarnya. Mereka semua, bukan manusia?

“HENTIKAN! HENTIKAN! HENTIKAN!” bentak Baekhyun seketika seperti orang frustasi. Dengan sigap, Tao dan Kai menjauhkan Baekhyun dari Yoora, sementara Suho menjauhkan Yoora dari Baekhyun.

“KALIAN, CEPAT BAWA DIA KE KAMARNYA! Aku akan menyusul.” Ucap Suho.

“Apa yang terjadi?” gadis itu terkejut bukan main.

Iklan

68 pemikiran pada “SADISTIC NIGHT -CH. 1 : Who Are You? P.1- by AYUSHAFIRAA

    • Alhamdulillah hehe, makasih^^ mirip anime XXX? Diabolik Lovers maksudnya? ._. Kalo emang itu maksudnya, ya memang terinspirasi dari anime itu kok hehe kan di disclaimer sudah dijelaskan^^ kok lucu sih perasaan masih okay namanya wkwkwk 😂😂😂

    • Alhamdulillah kalo dibilang keren hehe^^ makasih yaa 😍😍😍 kalo seru ikutin terus kelanjutan kisah mereka okayyy 😍👌 maaf baru sempet bales komentarnya ㅠㅠ

    • Wakakak yakin rela tinggal sama mereka? Mereka sadis loh! 😱 emang mau disiksa sama mereka? Wkwk yakin bakal kuat? 😂😂 boleh boleh, kapankapan daftar aja yaa /plak😂

  1. Ga kebayang kalo EXO beneran kaya gitu 😁
    #biarkanauthorberimajinasi hahaha
    suka banget sama ff nya ay tuh soalnya gampang banget buat reader masuk ke jalan ceritanya , malah bikin gw berasa jadi yoora nya 😍
    #biarkanreaderberimajinasi 😂
    you did a good job ay 👏👏👏

    • Biarkan tolong biarkan plis wkwk😂😂😂 huwahaha kamu mah ah suka gitu😶 etapi makasih yaa 😍😍 gapapa ngayal aja ngayal zael(?) 😂
      Makasih makasih makasih unchhh😍😍😍

  2. Wahhh Exo pnya kekuatan nihhh. Baek bisa baca pikiran Yoora hadehhh pinter bgt tu si Baek(aq aj bisanya cma bca ff kak yg satu ini(gombal) bsok aq mau les tentang bgaimana cara bca isi hati(ihirrrrr)

  3. Omaygat omayatt aaaaaaaaa eommaaa…… suka bangettt😭😭 tapi aku telat bacanya😭😭😭😭 Maafkan daku kak😢😢
    Baek yaampun sumpah gue gabisa bayangin lu kek gitu sifatnya😂😂
    Yaampun malikaa gue,, otaknya mesti di Service dulu nih keknya😂😂
    Aaaaaaaaaaaa love love love lah buat kakanya

    • Dat ‘omayatt’ 😂😂😂 ehehe makasih kalo emang bikin kamu suka banget 😂 wahahah gapapa kok gapapa, yang penting kan sekarang udah baca^^
      Harus bisa bayangin pokoknya! /plak😂/ soalnya kan baekhyun sepanjang epep ini bakal kayak gitchu xD
      Malika? Yaampun ngakak, kedelai hitam pilihan xD servisin dulu gih 😂
      Makasyihhhh laf laf lafyutchuuu hehe😍😘

  4. Ping balik: SADISTIC NIGHT -CH. 1 : Who Are You? P.2- by AYUSHAFIRAA | EXO FanFiction Indonesia

    • Sudah dijelaskan di disclaimer shay 😂 tapi sebagian aja kok, sebagian lagi pure mine 😆 mirip dikit2 tapi beda /plak😂/ siip siip coming soon yaa~~~

  5. Omoooo aku sukaa banget sama ff ini😍😍…
    Aduhhh, gak sabar banget sama next chapternya..
    Bakalan gimana yah yoora sama ke 10 mmber itu?😍..
    Suka skali sama sifat mereka smua..
    Ditnggu nextnya😊

    • Hihihi makasih 😍
      Wkwk sabar sabar, biar makin disayang opah 😂
      Insyaallah kehidupan Yoora makin seru kok wkwkwk 😂
      Buahahaha itu belum kebuka loh sifat asli merekanyaaa 😂 siip siip, coming soon yaaa 😍

    • Yup yup yup begitchulah 😂 maapkan, kalo sama aku jangan berfantasi terlalu tinggi otakku gak nyampe soalnya 😂🔪 iyaaa yunowmisowel gitchu deh /plak😂

  6. Wahh baekhyun kenapa tuh? Dari awal baek aneh banget deh sikapnya.
    pokoknya mah yang penting aku tunggu aja deh buat next chapternya soalnya aku suka banget kalo ada ff main cast nya baekhyun 😊😊😄

    • Tau tuh baekhyun, sensi banget wkwkwk 😂 iya pokoknya mah ditunggu aja ya hihihi😂 iya kebetulan aku juga suka banget jadiin baekhyun main cast walaupun sebenernya bias utamaku suho /plak😂

  7. Wih seru kak baru chapter 1 langsung penasaran sma mata mereka masing2
    Apakah mereka vampir ato sejenis makhluk mitologi lainnya??
    Ditunggu kak kelanjutannya

    • Ehehe makasih udah dibilang seru xD padahal baru chapter 1 😂 muehehe kalo aku sih gak tau lagi mereka mau dijadiin apa, jadi liat aja nanti gimana gimananya ya hehe 😂
      Siip siip, coming soon hehe^^

  8. Apa mereka vampir ? Terus kenapa yoora harus tinggal dengan mereka ? Dan kenapa baekhyun yang karakternya cerja jadi pendiam tapi dia agak perhatian dengan yoora, terus beakhyun kenapa bisa begitu yah ?
    Ditunggu next chapter nya thor.

    • Vampir tidaya vampir tidaya /plak😂/ muehehe iya coba ya ngapain juga si yoora tinggal sama mereka :’v kalo baekhyun xD itu mah si ayu weh sok kabiasaan nistain dia, maapin maapin 😂 kenapa bisa coba hayooo? 😆
      Siip siip, coming soon hehe^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s