[Chapter 2] Story of Our Family by Selviakim

adaa

Story of Our Family [Chapter 2]

selviakim storyline

Byun Baekhyun, Kim Taeyeon, Min Yoongi, Kim Taehyung, Kim Yerim, and Kim Sohyun.

Drama, family, school-life, hurt, sad, and life.

“We are family, right?”

General.

I own the plot.

Poster by deerkkamjong07 – IndoFanficArt

sorry for typo(s)

%^%^%^%^%

[prolog] [chapter 1]

***

-Chapter Sebelumnya-

“Kau Sohyun?! Byun Sohyun?!”

Ucapnya yang langsung membuat Sohyun melihat ke wajahnya dan terkejut.

Pertemuan yang tidak ingin Sohyun alami.

-Story of Our Family Chapter 2-

­­-Baekhyun POV-

“Hai, appa!” Sapa Taehyung kepadaku. Saat ini, aku sedang nonton acara hiburan di ruang tengah dan Taeyeon sedang ada di dapur. Sedangkan Taehyung, dia baru saja balik dari sekolahnya dengan saudara-saudaranya. Mereka memang aku antar ke sekolah saat pagi. Tapi berbeda saat mereka pulang. Mereka akan naik bis.

Taehyung langsung menghampiriku di saat yang lain memilih menggantikan bajunya dan beristirahat di kamar mereka setelah menyapaku. Oh, ayolah. Tidak mungkin kan mereka menjadi durhaka denganku? Aku sudah menjadi ayah tertampan untuk mereka.

Appa, aku mau mengatakan sesuatu” ucap Taehyung saat dia sudah duduk di sampingku. “Katakan saja” ucapku sambil menatapnya. Berusaha menjadi pendengar yang baik untuk anakku. Itu sangat bagus kan?

“Aku dan Yoongi hyung merasa jika Yeri dan Sohyun sedang berbohong.”

Perkataan yang diucapkan Taehyung membuatku tersenyum kecil.

“Kau kakak mereka berdua kan?” Tanyaku yang masih tersenyum kepadanya. Taehyung hanya mengangguk menjawab pertanyaan ayahnya yang memang sudah mengetahui jawabannya. “Kau pasti sudah tahu jika adik-adikmu sedang berbohong atau tidak” ucapku kemudian dan Taehyung kembali menganggukkan kepalanya. “Ada bagian di mana seorang perempuan kuat menahan rahasianya sehingga yang dia lakukan sering berbohong atau merasa tidak melakukan apapun. Sampai pada akhirnya, seorang perempuan tidak kuat lagi untuk menahannya. Sama seperti yang di alami Sohyun dua tahun yang lalu.”

Ucapanku terhenti. Taehyung masih menjadi pendengar yang baik. Melihat dia seperti itu membuatku terkekeh dan melanjutkan ucapanku kembali.

“Kita tidak tahu apa yang dia alami saat itu. Bahkan, ibumu dan Yeri yang berjenis kelamin sama dengan Sohyun, sampai sekarang tidak mengetahui apa yang dialami Sohyun. Ibumu juga sama seperti perempuan yang lain. Dia terlalu sering merahasiakan sesuatu. Kau dan Yoongi adalah kakak mereka berdua. Tentu saja kalian tahu jika mereka berdua sedang berbohong atau jujur. Tidak apa-apa jika mereka berbohong asalkan itu memang untuk kebaikan mereka. Suatu saat nanti, Yeri dan Sohyun akan mengatakan yang sebenarnya kepada kita. Yang perlu kita lakukan sekarang, hanyalah menunggu” kataku kemudian.

Taehyung hanya menganggukan kepalanya. “Terimakasih appa!” Ucapnya sambil memelukku. Aku pun hanya membalas pelukannya dan mengusap punggungnya. “Cepat ganti bajumu sebelum eomma marah” ucapku sambil melepas pelukan kami. Dia hanya menunjukkan senyuman kotaknya dan pergi ke kamarnya.

“Kemarilah, Taeyeon-ah. Aku tahu kamu sedari tadi mendengar pembicaraanku dengan Taehyung” ucapku sambil menyenderkan tubuhku di sofa. Taeyeon pun berjalan dan duduk di sampingku. Tempat Taehyung tadi. “Kalian sangat serius. Maka dari itu, aku diam-diam bersembunyi dan mendengarkan kalian” ucap Taeyeon sambil menatapku. Aku pun hanya tersenyum sambil mengangguk-anggukan kepalaku. “Menurutmu, apakah mereka sudah bisa memahami dan mengurus diri mereka sendiri?” Tanya Taeyeon yang membuatku tersenyum lagi.

“Mereka sudah mulai dewasa. Mereka akan mulai memahami dan mengurus diri mereka sendiri. Yang perlu kita lakukan, hanyalah mengajarkan dan menjaga mereka.”

-Baekhyun POV End-

***

Eonni, apakah teman eonni ada yang bernama Park Eunho?”

Tanya Seohyun kepada kakak perempuannya. Saat ini mereka sedang berjalan menuju ke ruang makan. Makan malam dengan yang lainnya.

“Dia satu kelas denganku dan Taehyung. Wae? Kau mengenalnya?”

Pertanyaan Yeri hampir membuat Sohyun terdiam. Namun, segera menjawabnya. “Aku tidak sengaja menabraknya saat di perpus tadi” ucap Sohyun yang langsung membuat Yeri hanya menganggukkan kepalanya.

Mereka berdua pun sudah duduk di kursi masing-masing. Kakak laki-laki mereka sudah terlebih dahulu duduk.

Mereka sedang menikmati makanan. Seperti biasa, di tengah-tengah itu ada gurauan mereka.

“Sohyun­-ah, apa kau mengenal Park Eunho?”

Pertanyaan Taehyung itu merupakan salah satu dari percakapan mereka malam itu.

“Aku tidak sengaja menabraknya saat keluar dari perpustakaan. Ucap Sohyun sambil meneruskan makan malamnya. “Mengapa?”

“Tidak apa-apa. Hanya saja dia tadi bertanya padaku, apakah orang yang bernama Byun Sohyun di kelas sepuluh merupakan adikku atau bukan” jelas Taehyung kemudian.

“Lalu, oppa jawab apa?” Tanya Sohyun masih melanjutkan mengunyah makanannya. “Tentu saja, aku jawab ya!” Teriak Taehyung yang langsung membuat Sohyun tersedak. Yeri yang di sampingnya, menepuk punggung Sohyun dan memberikannya segelas minuman. Sohyun hampir saja mengumpat pada kakaknya. Mengapa dia mengatakan jika Sohyun merupakan adiknya? Memperburuk keadaan.

“Taehyung-ah, tidak perlu teriak. Kasian Sohyun jadinya tersedak” ucap Taeyeon sambil menggelengkan kepalanya. Begitupula dengan Baekhyun dan Suga. Sedangkan orang yang diingatkan, hanya menunjukkan senyuman kotaknya.

***

-Baekhyun POV-

“Mereka sudah mulai dewasa. Seperti yang kau katakan, Baekhyun-ah” ucap Taeyeon saat kami berdua sudah berbaring di kasur kami.

“Tentu saja. Di saat seperti inilah peran kita sebagai orangtua sangatlah penting” ucapku sambil tersenyum ke arahnya. Taeyeon membalas senyumanku. “Aku harap mereka tidak akan melakukan hal yang buruk” ucap Taeyeon kemudian. Aku masih menunjukkan senyumanku. “Tentu saja, tidak akan pernah.”

-Baekhyun POV End-

***

“Apa kau mau cerita kali ini?”

Tanya Yeri saat Sohyun sudah menyelimutkan mereka berdua. Yeri meletakan ponselnya di samping meja tempat tidurnya dan Sohyun.

“Ini bukan masalah besar. Aku masih bisa mengurusnya, eonni.”

“Kau Sohyun?! Byun Sohyun?!”

Ucapnya yang langsung membuat Sohyun melihat ke wajahnya dan terkejut.

Pertemuan yang tidak ingin Sohyun alami.

“Maaf, sunbae. Tapi, aku harus pergi” ucap Sohyun langsung menarik tangan Hyunwoo dan berusaha menjauhi sunbae yang bernama Park Eunho ini. Eunho tidak tinggal diam. Dia menahan tangan Sohyun dan itu sukses membuat Sohyun menghempaskan tangannya. “Mian, Sunbae” ucap Sohyun sambil berusaha berjalan secepat mungkin dengan salah satu tangannya menarik Hyunwoo. Namun, tetap saja Eunho masih dapat menahannya.

“Kita perlu bicara. Aku tahu, kau Byun Sohyun. Orang sama yang aku kenal lima tahun yang lalu dan orang yang sama saat kejadian itu” ucap Eunho dengan tangan kanannya yang masih setia menahan salah satu tangan Sohyun agar ia tidak meninggalkannya.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan” ucap Sohyun sambil menghempaskan tangan Eunho lagi. Lalu, pergi meninggalkannya.

“Jika masalah besar, apakah kau akan menceritakannya padaku?” Tanya Yeri saat Sohyun sedang melamun.

“Tergantung. Apakah aku ingin atau tidak” ucap Sohyun sambil terkekeh geli melihat reaksi kesal di wajah kakaknya itu.

***

“Mengapa kau suka sekali menggangguku, Taehyung!”

“Jika kau masih saja mendekatiku, akan aku cincang-cincang badanmu!”

“Jika kau merusak rambut yang sudah aku rapikan ini, akan aku tarik rambutmu itu sampai lepas dari kepalamu, Taehyung!”

“Jangan menggodaku, alien!”

“Yonggi oppa, tak bisakah kau kurung dia?”

“Taehyung, jangan ganggu Yeri!”

Teriakan Yonggi itu sukses membuat Taehyung menghentikan aksi jahilnya kepada saudara kembarnya di pagi hari ini. Ibu mereka hanya menggelengkan kepalanya sambil menyiapkan sarapan pagi. Sedangkan ayah mereka masih menyiapkan dirinya. Lalu, Sohyun? Dia sedari tadi menonton ‘acara gratis’.

“Taehyung, jangan menggoda Yeri. Ini hari pertamanya” ucap Taeyeon sambil duduk di meja makan. Baekhyun pun datang dan ikut duduk bersama mereka.

“Hari pertama?” Tanya Taehyung sambil berusaha berpikir.

“Taehyung, aku rasa kita di kamar saja dan mengunci pintunya selama beberapa hari ke depan. Lalu, berangkat sekolah menggunakan bis saja” ucap Yonggi tanpa melihat Taehyung dan mengambil makanannya. Taehyung langsung membulatkan matanya. “Kau benar, Hyung!” Ucap Taehyung sambil menghadap ke arah Yonggi yang memang selalu duduk di sampingnya saat makan.

“Berarti, selama beberapa hari kemudian, Sohyun akan mengalaminya” ucap Taehyung kemudian yang langsung mendapatkan jitakan dari Baekhyun. Sedangkan Yonggi, mendapatkan jitakan dari Taeyeon. Selain di samping Yonggi, Taehyung juga di dekat Baekhyun. Selain di samping Taehyung, Yonggi juga di dekat Taeyeon.

“Memangnya adik kalian sangat menyeramkan saat mengalaminya, eoh?!” Ucap Baekhyun kemudian. Yeri dan Sohyun santai saja melihat mereka dan melanjutkan acara makan mereka tanpa berbicara sedari tadi. “Tentu saja! Apalagi jika saat itu, mereka susah dikasih tahu. Aku ingin mengurung mereka berdua di kamar saja. Daripada aku dan Yonggi Hyung yang berdiam diri di kamar seharian” ucap Taehyung langsung membuat Yeri dan Sohyun menghentikan acara makannya dan menatap Taehyung dengan tatapan mematikan. Langsung saja, hal itu membuat Taehyung menutup mulutnya rapat-rapat. Mulut yang susah diatur.

Appa, sembunyikan saja PS Yonggi oppa dan Taehyung oppa” Sohyun bersuara pertama kali.

“Potong uang jajan mereka. Atau perlu, tidak usah dikasih uang jajan” Yeri kemudian bersuara.

***

“Oh, ayolah Sohyun-ah. Kau tidak ingin oppa mu ini bosan karena PS yang disita dan uang jajan yang dipotong oleh appa, kan?”

Yonggi saat ini berjalan dengan Sohyun menuju ke kelas adiknya itu. Sedangkan Taehyung, dia mengurus Yeri. Seperti yang dilakukan Yonggi sekarang ini.

“Biarkan saja. Salah oppa sendiri” ucap Sohyun masih kesal terhadap salah satu kakaknya ini dan berjalan mendahului kakaknya. Sedangkan Yonggi mengikuti di belakangnya. “Oleh karena itu, maafkan oppa dan Taehyung, ne?”

Pertanyaan Yoongi itu diabaikan oleh Sohyun.

Tiba-tiba, Sohyun terhenti. Ada seorang laki-laki yang berdiri di hadapannnya sekarang ini. Yonggi menatap laki-laki tersebut dengan tatapan tidak suka. Insting seorang kakaknya muncul. Tapi, dia hanya diam memperhatikan Sohyun yang hanya menatap laki-laki itu tanpa bersuara. Begitu juga dengan laki-laki tersebut.

Sampai pada akhirnya, laki-laki itu bersuara.

“Kita perlu bicara, Sohyun” ucap laki-laki itu yang masih menatap Sohyun. Sedangkan Sohyun, dia langsung meninggalkan laki-laki itu tepat setelah ia selesai bicara. Laki-laki itu berusaha menahan Sohyun. Namun, Yonggi lebih dulu menahannya sebelum ia memegang tangan Sohyun. Setelah Sohyun mulai menjauh dari mereka, Yonggi langsung menatap laki-laki itu dengan tatapan menyelidik. ‘Park Eunho’. Nametag di almamater pria itu.

“Aku tidak tahu apa masalahmu dengan Sohyun. Tapi, melihat dia mengabaikanmu, jangan mengganggunya ataupun bertanya tentang dirinya dengan orang lain. Jangan pernah mendekatinya lagi. Aku tidak takut untuk melukaimu jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi padanya.”

-tbc.

Author’s note: 
doakan chapter 3 secepatnya diposting. hehe.
Sangat mengharapkan komentar 🙂
-14July2017.

selviakim.

Iklan

2 pemikiran pada “[Chapter 2] Story of Our Family by Selviakim

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s