Caramelo pt. 6

caramelo

Caramelo

CAST: Do Kyungsoo, Kwon Chaerin | SUPPORTED: Park Chanyeol, Byun Baekhyun, Kang Seulgi and others | RATING: PG-15 | GENRE: Romance, School life | LENGTH: Chaptered | Fiction , OC and the plot is mine . The other characters belong to God , their company, and their families . Enjoy your spare time by reading this story. Leave a comment at the end of the story and don’t plagiarize, dude. Thank you!

wattpad: @Shuu_07 //  wp: Shuutory

Teaser: Pt. 1 Pt. 2

Part: 1 2 3 4 5 6

Shuu’s Present this story

“This night very fantastic!”

Mata mereka tak lepas dari Kyungsoo yang sedang mengunyah kentang goreng yang baru datang bersamaan dengan makanan dan minuman lainnya beberapa puluh detik lalu. Seulgi terlihat mulai geram dengan tingkah Kyungsoo.

Kali ini Kyungsoo angkat suara, “Kalian tidak makan?”

“Apa kau suka Chaerin?” kata Baekhyun yang selalu blak-blakan.

Mata Kyungsoo membulat sempurna kemudian dia terlihat tertawa samar. “Yang benar saja. Kenapa kau selalu membicarakan omong kosong seperti itu?” kata Kyungsoo lalu meneguk orange squash-nya.

“Lalu kenapa kau saat itu membawa Chaerin ke basecamp?” kata Seulgi meminta penjelasan kali ini.

“Kalian sebenarnya kenapa?” kata Kyungsoo sambil memandang Chanyeol, Baekhyun, dan Seulgi bergantian. “Apa kalian tidak suka Chaerin bersama kalian? Aku minta maaf. Tinggal kalian keluarkan dia saja. Beres ‘kan?” tambah Kyungsoo.

“Sebaiknya jangan tanyakan hal itu sekarang padanya. Kalian tahu Kyungsoo sangat rumit,” ucap Chanyeol sambil menggelengkan kepalanya. “Kau masih suka dengan Jiyeon?” tanya Chanyeol yang sekarang memutar matanya menatap Kyungsoo.

“….” Kyungsoo masih tidak mau angkat biacara. Ia memandang teman-temannya satu persatu dengan tatapan yang sulit diartikan oleh orang awam. Mungkin teman dekatnya saja yang dapat mengerti tatapan itu. ia kemudian menatap Seulgi, Chanyeol, dan Baekhyun satu persatu.

“Sudah kuduga,” kata Baekhyun sambil menjentikkan jarinya.

Mereka bertiga mendesah pasrah. Lalu dengan berurutan menyenderkan badan mereka ke kursi.

“Sudah kubilang berapa kali dia itu tidak baik? Jangan tertipu dengan tampangnya saja Oppa,” kata Seulgi kemudian.

Seulgi tahu betul sifat Jiyeon dari kelas 1-4. Wajahnya memang terlihat polos, tetapi ia memiliki hati yang buruk. Ia sudah menanyakan itu kebeberapa teman sekelasnya. Hampir semua dari mereka tidak menyukai sifat Park Jiyeon yang suka memerintah dan bersikap baik kepada orang yang ia incar saja.

“Kau belum kenal dengan dia. Jadi jangan berkata macam-macam,” kata Kyungsoo dengan lugas.

Seulgi hanya bisa mendesah untuk yang kesekian kalinya. Mengusap wajahnya dengan kasar kemudian menenggak minumannya dengan bar-bar. Chanyeol dan Baekhyun terlihat sudah mulai jengah dengan sikap Kyungsoo yang seperti itu. Semua itu dari hati dan hati tidak bisa memilih bukan?

Tak berselang lama Chaerin dan Sehun kembali ditemani tawa yang mengelilingi mereka. mereka bermpat refleks menetap Sehun dan Chaerin yang sedang tertawa akibat candaan salah satu dari mereka. Kyungsoo menatap mereka berdua dengan tatapan dingin, kemudian tatapan itu beralih kepada tangan Sehun yang meingkar sempurna dipinggang Chaerin.

Sehun yang merasa menjadi pusat perhatian langsung melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Chaerin. Terlihat raut wajah Sehun mulai tidak nyaman dengan tatapan Chanyeol, Seulgi, Kyungsoo dan Baekhyun.

“Aku mau berkeliling dulu. Kau ikut tidak?” kata Chanyeol sambil melirik Seulgi dan Baekhyun. Mereka berdua mengangguk setuju dan meninggalkan Kyungsoo bersama Sehun dan Chaerin.

“Kalian bertengkar?” tanya Chaerin dengan perasaan tidak enak.

“Sulit memang bicara dengan Kyungsoo,” kata Baekhyun tanpa memandang Chaerin sedikitpun. Kemudian mereka bertiga melenggang pergi untuk berkeliling.

Chaerin memandang kepergian mereka dengan perasaan tidak enak. Kemudian menatap Kyungsoo yang sedang duduk sambil memakan burger yang ada ditangannya dengan tatapan bertanya. Tak berselang lama Kyungsoo bangkit dari dusuknya kemudian menatap Sehun dan Chaerin bergantian.

“Kau mau minum? Akan kuambilkan,” tawarnya kepada Chaerin yang dibalas Chaerin dengan sebuah anggukan. “Oh ya jika ada lelaki yang datang kesini. Itu Jongdae teman kami, kau pasti sudah dengar dari Seulgi ‘kan?” kata Kyungsoo lalu memandang Sehun kemudian pergi meninggalkan Chaerin dan Sehun berdua.

Suasana night club semakin malam semakin ramai. Sehingga membuat Kyungsoo berdesakkan hanya untuk kembali ke tempatnya semula. Dua kaleng soda sudah berada ditangannya. Wajahnya terlihat buruk dengan seluruh keramaian yang ada. Ia tidak begitu suka dengan keramaian, melihat orang banyak membuat pusing kepala katanya.

Kyungsoo melihat Sehun dan Chaerin ‘masih’ duduk sambil berbincang di tempat semula. Mereka terlihat lebih akrab dari sebelumnya. Terlihat dari tangan Sehun yang melingkar di pundak Chaerin. Kyungsoo terlihat menghela nafasnya kemudian menatap kaleng soda yang berada di tangan. Ia benar-benar tidak mengerti dengan perasaan dirinya sendiri.

Terlihat Kyungsoo menjauh untuk mencari tempat yang lebih tenang. Ia menemukan sebuah balkon yang menjorok keluar setelah menaiki tangga melingkar di sudut ruangan. Terasa begitu melegakan baginya. Rambutnya terlihat terbang mengikuti arah angin. Ia sandarkan tangannya di pagar balkon kemudian membuka kaleng sodanya. Kemudian memasukkan tangan yang lain kedalam saku jaket.

Ia memikirkan perkataan Seulgi. Tidak banyak ekspresi yang banyak ditunjukkannya hanya sebuah wajah datar yang terlihat lelah. Ia mengusap wajahnya dengan sebelah tangannya kemudian kembali menatap pemandangan kota Seoul malam hari yang bercahaya disetiap sudutnya.

Ia sedikit bergeser kedalam karena udara sangat dingin. Ia kemudian menyandarkan diri ke tembok sambil sesekali memenum soda yang ada ditangannya. Lorong ini tidak begitu buruk, karena tidak terlalu bising. Bahkan Kyungsoo mengagumi tempat ini sebetulnya. Hanya ada beberapa lampu yang mendramatisir suasana. Mungkin jika sudah larut malam tempat ini dapat disalah gunakan menjadi tempat yang tidak-tidak.

Sunbae!” panggil Chaerin dengan senyuman merekah di wajahnya.

Kyungsoo terlihat membelalakkan matanya melihat Chaerin yang berlari ke arahnya. Chaerin terlihat lega setelah menemukan Kyungsoo disini. Tanpa aba-aba Kyungsoo memegang kedua pundak Chaerin kemudian memutarnya. Membuat punggung Chaerin menubruk tembok. Chaerin terlihat sangat kecil sekarang, tubuhnya yang hanya setinggi kurang lebih satu setengah meter itu seperti semut jika berada diposisi seperti ini. Terlihat dari ekspresi Chaerin bahwa ia sangat terkejut. Matanya terbelalak kaget. Tetapi, beberapa detik kemudian ekspresi itu lenyap digantikan senyum menggoda kepada Kyungsoo.

“Eyyy…, apa yang kau lakukan? Mau menciumku?” kata Chaerin sambil menyeringai. Kyungsoo hanya tertawa mendengarnya. Terdengar bunyi langkah kaki yang tergesa di ujung lorong yang mengusik indera Chaerin. “Lakukan saja tidak apa,” tambahnya sambil memajukan wajahnya.

“Baiklah kalau itu yang kau mau,” kata Kyungsoo sambil memajukan wajahnya. Chaerin terlihat menutup matanya. Kyungsoo mengikis jarak mereka. Membuat wajah mereka semakin dekat dan lebih dekat lagi. Hanya setengah inchi lagi bibir mereka bertemu. Bahkan Chaerin tidak sedikitpun memundurkan kepalanya. “Aku hanya tak ingin kau melihat hal yang tak sepantasnya. Kau, jangan mengharapkan hal lebih,” kata Kyungsoo tepat ditelinga Chaerin.

Kemudian terdengarlah suara wanita dan pria yang saling bercakap. Bunyi sol mereka dapat Chaerin dengar. Kedua orang itu berjalan melewati mereka. Wajah Chaerin tampak sebal karena telah dipermainkan.

Chaerin terlihat mendengus kemudian membuka matanya. “Mana? Mana? Aku ingin lihat!” kata Chaerin sambil melompat-lompat ingin melihat apa yang dikatakan Kyungsoo. Tapi tubuh mungilnya itu menghambatnya. Ia hanya bisa melihat pundak Kyungsoo. Pasti yang Kyungsoo maksud adalah suara dua orang yang masuk dengan tergesa-gesa tadi.

“Anak kecil. Kau tidak boleh lihat,” ucap Kyungsoo sambil memegang kepala Chaerin.

“Apa yang mereka lakukan? Kisseu? Ahh… pasti lebih aku tidak pernah lihat. Aku penasaran, biarkan aku lihat,” rengek Chaerin dengan wajah memelas.

“Pikiranmu sungguh kotor Kwon Chaerin!” kata Kyungsoo sambil menyentil dahi Chaerin. Chaerin terlihat menggerutu sambil memegang dahinya yang memerah akibat Kyungsoo.

“Kenapa wajahmu memerah? Kau pasti berpikir hal yang tidak-tidak,” kata Chaerin menggoda Kyungsoo. Ia terlihat menusuk pipi Kyungsoo dengan jari telunjuknya. “Lucu sekali jika kau merah seperti itu,”

“Hentikan,” kata Kyungsoo yang telinganya memerah.

“Kau pasti membayangkan sesuatu di otakmu itu ‘kan?” kata Chaerin terus menusuk pipi Kyungsoo. Kali ini ia terlihat menyipitkan matanya mencoba menggoda Kyungsoo sampai ia puas.

Aani,” ujuar Kyungsoo. Terlihat ia tergagap membuat Chaerin ingin menggoda Kyungsoo lagi. “Kau belajar dari mana hingga memperoleh ilmu buruk seperti itu?” tambah Kyungsoo wajahnya sudah memerah seperti udang goreng.

“Chanyeol dan Baekhyun sunbae kemarin heboh membicarakan apa yang akan mereka lihat di club. Mereka membicarakan itu, aku dan Seulgi mendengar mereka. itu saja,” kata Chaerin, wajahnya begitu polos. Itu menggemaskan sekali.

“Jika mereka membicarakan hal kotor seperti itu, jangan pernah didengar. Tidak baik untukmu,” kata Kyungsoo datar. Ia bicara tanpa memandang wajah Chaerin.

“Menurutku itu berguna bagi wanita juga. Tidak adil jika hanya lelaki yang mengetahuinya. Supaya jika wanita sudah menikah tidak bingung harus melakukan apa, tidak lucu ‘kan sebelum melakukannya mereka membuka google dulu,” kata Chaerin dengan wajah yang polos.

Ya! Kwon Chaerin!” kata Kyungsoo setengah berteriak. Ia melihat wajah polos Chaerin kemudian merutukki diri sendiri.

Wae?!?” rengek Chaerin yang sedari tadi merasa disalahkan. Padahal menurut dirinya sendiri presepsinya cukup benar. Apa kalian juga berpikiran seperti itu?

—-

Kyungsoo menerima panggilan bahwa yang lain sudah menunggu dibawah. Chaerin juga mengatakan bahwa ia sudah cukup puas dengan hari ini.  Akhirnya mereka sepakat untuk pulang berhubung jarum jam sudah berada di angka sepuluh malam.

Chaerin dengan langkah yang lebar mengikuti Kyungsoo dari belakang. Tidak bisakah orang itu melambatkan jalannya. Apakah ia tidak bisa bersikap lebih sopan sedikit. Jadi anggaplah Chaerin sebagai gadis seperti yang lain. Bukankah gadis itu perlu dihormati? Apakah Kyungsoo masih marah dengan kejadian tadi?

SunbaeSunbae!” ucap Chaerin sambil memegang lengan Kyungsoo.

“Heumm..,” jawab Kyungsoo singkat.

“Oh Sehun ternyata lelaki baik. Kukira ia itu playboy. Ternyata tidak, kami banyak bertukar cerita tentang banyak hal. Termasuk keluarga, aku membicarakan keluarga banyak padanya. Ia adalah anak tunggal dan aku sendiri adalah anak yang satu-satunya dirumah jadi bisa dianggap anak tunggal jika sementara. Kami juga membicarakan orang tua kami yang sibuk sendiri-sendiri. Kami memiliki presepsi sama tentang itu,” kata Chaerin sambil tertawa.

“Oh begitu,” ucap Kyungsoo datar.

“Kau hanya bilang itu saja?” kata Chaerin jengah.

“Lalu aku harus berkata apa? ‘Wah benarkah? Jadi Sehun seperti itu ya? Hebat sekali! Kenalkan aku padanya Chaerin’  begitu? Kekanakan sekali,” kata Kyungsoo sambil memandag Chaerin sedikit.

“Iya juga sih. Tetapi kenapa jika kau yang berkata seperti itu terlihat jauh menyebalkan?” kata Chaerin, ia menggerutu tidak jelas. “Aku tidak menyangka menemukan seseorang yang menyebalkan seperti dirimu. Dasar!” umpat Chaerin.

Mereka telah sampai di parkiran saat itu Chanyeol memanggil mereka, “Hei kalian!”. Disana sudah ada yang lain yaitu Seulgi dan Baekhyun.

Chaerin langsung berlari ke arah Chanyeol sambil memeluk lengan Chanyeol. “Sunbae, dia menyebalkan,” kata Chaerin yang bersembunyi dibelakang tubuh Chanyeol sambil menunjuk ke arah Kyungsoo.

“Cih,” ujar Kyungsoo sambil memutar bola matanya. Chanyeol hanya tertawa bersama yang lain melihat Kyungsoo dan Chaerin bertengkar seperti itu.

“Aku sudah mengirim pesan kepada Jongdae bahwa kita akan pulang. Tetapi dia belum membalasnya jadi bagaimana?” tanya Baekhyun kepada yang lain.

Seulgi tak menjawab hanya memainkan ujung sepatunya di tanah. Kelihatannya ia baik-baik saja dengan segala keputusan yang akan diambil. Kemudian Chaerin menghampiri Seulgi yang sedang menyandarkan dirinya di mobil.

“Jika kita menunggu Jongdae, aku menggawatirkan nasib gadis-gadis itu,” kata Kyungsoo sedikit cuek.

“Benar, tidak baik gadis seperti mereka pulang terlalu larut,” timpal Chanyeol.

Tiba-tiba saja ada sebuah suara maskulin yang membuat mereka berlima menolehkan kepala ke sumber suara, “Permisi. Aku tidak menyangka bahwa kita akan bertemu di tempat seperti ini,”

Terlihat segerombolan pria menghampiri mereka. Jika dilihat dari penampilan mereka Chaerin bertaruh mereka bukanlah orang baik-baik. Terlihat rahang Chaerin bergemeletuk saat menyadari bahwa ada seorang yang familier sedang berdiri ditengah pria-pria bertato tersebut.

“Ada apa?” tanya Chanyeol yang terlihat bingung melihat gerombolan pria dewasa bertato bejumlah belasan orang tengah berdiri di depan mereka.

“Hei, cepat maju tunjukan siapa orangnya,” kata pria gondrong sambil mendorong tubuh seorang lelaki. Membuat lelaki itu terdorong ke depan. Wajah lelaki itu terlihat dipenuhi memar diseluruh wajah.

Lelaki itu terlihat ragu menatap satu-persatu anggota Caramelo. Kemudian ia terlihat berdeham sebelum angkat bicara, “Dia dan dia,” kata lelaki itu sambil menunjuk ke arah Chaerin beserta Kyungsoo.

Kyungsoo terlihat menggertakkan giginya lalu memijat kening yang tiba-tiba merasa pening. Chanyeol hanya memandang Kyungsoo dan Chaerin secera bergantian meminta penjelasan apa yang sedang terjadi. Sedangkan Seulgi menghampiri Chanyeol dan membisikkan sesuatu. Sepertinya Seulgi dan Baekhyun juga tidak paham dengan situasi ini.

Chaerin yang ditunjuk kemudian berjalan ke depan sambil menggulung rambutnya tinggi-tinggi ke atas. “Ada apa?” katanya sambil memasukkan kedua tangannya ke saku jaket kulitnya. Ia ingat tampang itu, itu tampang berandal yang dipukul Chaerin beberapa hari lalu. Masih ingatkah kalian dengan perkelahian mereka gudang belakang sekolah?

“Hei bocah tengik, dia yang memukulmu? Gadis lemah seperti ini?” kata lelaki gondrong itu sambil menunjuk wajah Chaerin. Berandal itu hanya mengangguk, sepertinya lelaki gondrong ini adalah ketua dari gerombolan. Chaerin memutar bola matanya kemudian tertawa samar.

Kyungsoo terlihat menghampiri Chaerin kemudian memegang pundaknya berusaha mencegah terjadi hal yang tidak-tidak, “Kita tidak bisa bertengkar disini,” kata Kyungsoo setengah berbisik.

“Hei kalain, kalian sudah membuat anggotaku yang lain tidak bisa berjalan,” kata lelaki gondrong tersebut.

Chaerin memberi kode kepada Kyungsoo untuk tetap tenang. “Aku hanya ingin menanyakan apa yang mereka mau dari kita. Tidak lebih,” katanya kemudian tersenyum.

Wajah Seulgi, Chanyeol, dan Baekhyun terlihat khawatir. Ini situasi yang cukup rumit. Jika mereka bertengkar disini mereka kalah banyak dengan gerembolan itu. Lima lawan lima belas yang benar saja.

“Kami tidak terima kalian berdua memukul anggota kami,” kata lelaki gondrong tersebut.

“Kemudian kau mau mau apa dari kami?” kata Kyungsoo.

“Kalian berdua melawan kami berempat belas. Karena bocah itu sedang terluka, dia tidak akan ikut,” ucap lelaki gondrong tersebut sambil tertawa. Melihatnya membuat Cherin ingin muntah.

“Yang benar saja. Otakmu sudah geser? Dasar tahi kucing,” ucap Chaerin, entah kenapa mulut Chaerin tidak bisa dihentikan. Ini memperkeruh suasana.

Terlihat Chanyeol yang memberi kode kepada Baekhyun dan Seulgi untuk maju menangani masalah ini. “Hei, kalian. Jika kalian melawan dengan teman kalian yang lain. Ijinkan kami sebagai teman juga membantu mereka bagaimana? Tidak adil jika dua lawan empat belas. Walaupun lima lawan empat belas juga tidak adil,” kata Chanyeol sambil mengalungkan tangan dipundak Chaerin.

Chaerin terlihat tersenyum penuh arti kemudian memberikan sebuah high-five kepada Chanyeol. terlihat Kyungsoo menggelengkan kepala yang tidak tahu bagaimana cara teman-temannya ini berpikir.

“Baiklah kalau begitu. Aku menyetujuinya,” kata lelaki itu. Terlihat seluruh anggota Caramelo kemudian tersenyum penuh arti. Tunggu, kecuali Kyungsoo tentunya.

“Baiklah, sebelumnya akan kuperkenalkan diri. Kami adalah salah lima atlet terbaik yang dimiliki sekolah. Aku atlet sekolah mewakili cabang Taekwondo. Chanyeol dan gadis itu bersaudara, mereka adalah atlet nasional. Lelaki itu cabang hapkido sedangkan Seulgi atlet nasional bersertifikat dalam bidang kick boxing. Chaerin, atlet sekolah muay thai. Sedangkan Kyungsoo atlet Judo,” jelas Baekhyun panjang lebar.

“Jangan bicarakan omong kosong,” kata lelaki gondrong itu sambil tertawa mengejek.

“Aku tidak bercanda,” kata Baekhyun polos.

“Kalau begitu jangan banyak biacara terimalah ini,” kata lelaki itu sambil melayangkan tinjunya kepada Baekhyun yang langsung ditepis begitu saja dengan Baekhyun lalu membantingnya ke tanah.

Chaerin berhadapan dengan seorang bertubuh cungkring, ia memukulnya tanpa babibu, ia langsung menonjok rahang lelaki itu kemudian menarik badannya dan memukul perut lelaki itu dengan lututnya. Seulgi menghadapi lelaki bertubuh gempal dan agak kekar seorang diri, ia terlihat tersenyum kepada lelaki itu, terlihat lelaki itu terpesona dengan Seulgi, kesempatan itu langsung dipakai Seulgi untuk menendangnya tepat dimuka. Hidung lelaki itu terlihat mengelurakan darah sebelum akhirnya ia sempoyongan dan tergeletak egitu saja di tanah.

Kyungsoo berhadapan dengan lelaki bertubuh kekar bertato. Ia sudah siap dengan tinju di depan dadanya. Sebenarnya hari ini ia tidak ingin bertarung sama sekali. Gara-gara mulut Chanyeol ia harus…, Brukk ia menerima pukulan di sudut bibirnya. Ok, untuk kali ini ia akan bertarung. Catat hanya untuk hari ini. Ia menonjok lelaki itu tepat di tulang hidung, kemudian menendang kaki lelaki itu sampai ia terpelanting kebelakang.

Pertarungan mereka tidak berjalan mulus, tetapi Chaerin berusaha tidak terluka sedikitpun. Chanyeol dan Baekhyun masih melawan beberapa orang sekaligus. Jika Bakehyun sudah memukulnya giliran Chanyeol yang akan membuat mereka terkapar tidak berdaya di tanah ataupun sebaiknya.

Ya! Kalian!” sebuah suara menghentikan mereka yang sedang menyiapkan bogem mereka masing-masing.

“Jongdae!” ucap Seulgi, Baekhyun, dan Chanyeol bersamaan. Mereka terlihat tersneyum senang mendapati Jongdae yang sudah berdiri tak jauh dari mereka.

“Bantu kami!” ucap Kyungsoo yang mulai kewalahan dengan orang-orang ini.

Jongdae juga ahli dalam hal takwondo, karena mereka pada waktu kecil berlatih di sanggar yang sama tetapi memiliki minat dalam cabang yang berbeda. Ok, kali ini setidaknya satu orang akan mengubah segalanya. Jongdae bergabung dengan Chanyeol dan Baekhyun. Mereka membentuk lingkaran kecil dan siap menangkis beberapa lelak dari segala arah. Benar saja walaupun Baekhyun telah menerima pukulan di pelipisnya ia tetap bisa melawan para lelaki itu dengan menendang perutnya. Teknik sekarang tidak perlu diperhatikan, memang dalam pertarungan yang terpenting.

Kyungsoo menghadapi dua orang sekaligus. Ia terlihat mendengus kesal. Ia menendang wajah pria berambut cokelat itu bersamaan ia menonjok lelaki yang satunya. Kyungsoo melakukannya berkali-kali secara bergantian.

Seulgi disudut lain sedang memukul seorang pria cungkring berkali-kali sebelum ia menampilkan ending yang apik yaitu menendeng wajah lelaki itu sampai sempoyongan dan jatuh pingsan di tanah.

Chaerin sedang menduduki perut buncit dari lelaki berkepala plontos itu, jika dilihat baik-baik beberapa diantara mereka bukan orang Korea. Ia memukul wajah lelaki plontos itu berkali-kali membuat gigi-giginya merah karena darah.

Seulgi mandapat sebuah jambakan dari seorang pria. Dengan bantuan Kyungsoo lelaki itu ia tendang membuatnya jatuh terduduk sambil berlutut. Seulgi kemudian menendang lelaki itu tepat di dadanya yang membuatnya terkapar sambil terbatuk-batuk.

Chaerin terlihat menepis serangan yang diberikan seorang lelaki lain. Ia kemudian meraih badan lelaki itu kemudian mengarahkan badan lelaki itu kelututnya berkali-kali. Terlihat lelaki itu merintih dan meminta ampun berkali-kali.

Seluruh komplotan itu terlihat sudah terkapar tak berdaya di tanah. Seluruh anggota Caramelo terduduk sambil mengatur nafas. Terlihat Chanyeol yang menyeka keringat dipelipisnya. Jongdae terlihat memegnagi perutnya yang sempat terpukul.

Terdengar suara merintih bergantian. Lapangan parkiran sudah seperti lautan manusia karena banyak yang terkapar di tanah sambil mengaduh. Chaerin terlihat terengah, ia tak bisa menopang tubuhnya. Membuatnya menyenderkan punggungnya ke punggung Kyungsoo.

“Jangan marah,” kata Chaerin sambil tertawa terputus-putus.

Chaerin terlihat ingin sekali menggoda Kyungsoo. Ia kemudian menggoyangkan punggungnya yang membuat Kyungsoo terusik. “Geumanhae,” kata Kyungsoo suaranya memelas karena kelelahan.

“Kalian semua pergi!” kata Chanyeol kepada komplotan tersebut. membuat mereka berdiri dengan susah payah kemudian kocar-kacir entah kemana.

“Pergi bodoh!” umpat Baekhyun yang masih melihat seorang lelaki cungkring yang tergeletak di tanah. Lelaki itu langsung bangkit kemudian lari mengikuti teman-temannya yang lain.

Hari sudah semakin larut dan keadaan seluruh anggota Caramelo sudah berantakan. Mereka memutuskan pulang dengan terpisah. Jongdae ikut mobil Chanyeol karena ia naik taksi saat ke sini. Diwaktu yang sangat terdesak seperti ini, anggota Caramelo masih saja mempunyai cara untuk Kyungsoo dan Chaerin. Mungkin bagi kalian yang mengagumi Kyungsoo dan Chaerin, kalian harus berterimakasih kepada anggota Caramelo yang lain. Mereka meminta Kyungsoo mengantarkan Chaerin karena hanya Kyungsoo-lah yang tahu dimana letak rumah Chaerin.

“Pakai,” kata Kyungsoo singkat. Ia menyerahkan jaketnya kepada Chaerin.

“Tidak perlu aku kan sudah pakai jaket. Lagi pula ini dingin bodoh kau hanya memakai turtle neck itu saja?” kata Chaerin sambil menyerahkan kembali jaket yang diberikan Kyungsoo padanya.

“Kau memakai rok, gila saja mau naik sepeda motor jika memakai rok seperti itu,” kata Kyungsoo dengan dahi berkerut menahan emosi.

“Tenang saja, aku memakai celana tambahan. Aku tidak mungkin baik-baik saja jika sedari tadi aku menendang wajah para lelaki itu jika tidak memakai celana tambahan. Kau tidak percaya? Mau lihat?” kata Chaerin yang hendak menaikkan roknya. Chaerin memasang tampang polos.

“Hei, gila ya?” kata Kyungsoo. “Bukan itu masalahnya, kakimu bisa gemetar jika udara sedingin ini,” kata Kyungsoo kembali menyerahkan jaketnya. Chaerin meresponnya dengan mencebikkan bibirnya, ia menaham senyumnya. Ia akhirnya tersenyum penuh kemenangan karena berhasil menggoda Kyungsoo.

Kyungsoo naik ke motornya. Kemudian menyerahkan sebuah helm kepada Chaerin. Ia kemudian memakainya sebelum pada akhirnya naik ke jok motor Kyungsoo. Kemudian jaket Kyungsoo ia buat menutupi kakinya.

Suara deru motor terdengar, saat itu pula Chaerin dan Kyungsoo melesat meninggalkan SSL Night Club. Lalu lintas di Itaewon tidak bisa dikatakan ramai maupun sepi. Hanya beberapa mobil yang melewati jalanan itu.

Udara berhembus sangat kencang. Membuat Chaerin khawatir akan Kyungsoo. Ia menatap punggung Kyungsoo lamat-lamat. Ia mendengus, kemudian Chaerin memeluk punggung itu.

Mianhae,” bisik Chaerin. Kyungsoo terlihat terkesiap. Kemudian menambah kecepatan motornya. “Mianhae. Gara-gara aku kalian semua ikut dalam masalah ini,” bisik Chaerin kemudian. “Mianhae, telah membuatmu terluka,” kata Chaerin sambil mengeratkan pelukannya.

Kyungsoo terlihat bungkam dan hanya mencoba fokus pada jalanan. Walau suara Chaerin begitu lirih, ia dapat mendengarnya seolah-olah berbunyi tepat di dalam telinganya. Kalimat itu terus tergiang di telinganya ‘Mianhe, telah membuatmu terluka’

Chaerin turun dari motor kemudian menyerahkan jaket dan helm-nya kepada Kyungsoo kembali. Ia kemudian menyerahkan sebuah kaleng soda yang baru saja mereka beli di supermarket dekat rumah.

“Kompreslah lukamu dengan ini,” kata Chaerin sambil tersenyum. Kyungsoo menatap kaleng soda itu dengan bingung.

Ia kemudian mengambil kembali kaleng soda yang ia berikan. Chaerin terlihat menempelkan kaleng soda dingin itu ke sudut bibir Kyungsoo yang terluka.

“Jika itu tidak mempan,” kata Chaerin dengan nada menggantung. Ia kemudian menempelkan kedua jarinya ke bibir cherry-nya. “Mungkin ini lebih membantu,” katanya sambil menempelkan kedua jari itu kesudut bibir Kyungsoo dengan perlahan.

Saat itu juga Kyungsoo langsung mendelik kaget. “Ya! Kwon!”

Saat itu juga Chaerin langsung berbalik sambil menahan tawanya yang sebentar lagi mau meledak. “Mukamu jangan merah seperti itu,” ucap Chaerin. Padahal saat ini muka Chaerin-lah yang memerah.

“Kwon Chaerin!” kata Kyungsoo setengah berteriak. Saat itu juga Chaerin masuk ke rumahya sambil menahan tawa yang sedikit lagi akan meledak. Ia tertawa melihat ekspresi Kyungsoo yang lucu. Matanya membulat sempurna. Chaerin terlihat senang sekali melihat ekspresi yang ditunjukan Kyungsoo. Dasar Chaerin yang suka usil. Ahhh… kalian pasti akan tertawa jika melihat ekspresi Kyungsoo saat itu.

To Be Continue…

Chaerin udah mulai berani nih sama Kyungsoo, siapa ini yang ngajarin siapa? Caramelo juga udah gebuk-gebukan sama yakuza2 itu…

Halo, bagi kalian yang pengen tau penampakan kakak Chaerin, ku munculin deh fotonya hehehhe… jangan lupa like dan komen di Caramelo ya…

tumblr_nvbrxnqzqa1u9phg7o5_1280.jpg

Iklan

12 pemikiran pada “Caramelo pt. 6

  1. Ping balik: Caramelo pt. 12 | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: Caramelo pt. 11 | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: Caramelo pt. 10 | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: Caramelo pt. 9 | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: Caramelo pt. 8 | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: Caramelo pt. 7 | EXO FanFiction Indonesia

  7. Chaerin…..chaerin,,,,,usil bgt sih,,,,
    Tapi seneng,kyungsoo udah mulai mau ‘membuka’ diri sama chaerin,,,,walau harus jadi bulan bulanan chaerin,,,,hehe

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s