[EXOFFI FREELANCE] There is Friendship, There is a Love… Chapter 9

tftl_1438569062198

There is Friendship, There is a Love… Chapter 9

Author                 : young96

Genre                   : school life, romance, friendship, triangle love, drama, *entahlah kesananya mau gimana lagi author bingung*

Rating                  : All Age *maybe(?)*

Main Cast            : Oh Sehun (Sehun EXO), Lee Taerin (OC or You), Lee Minhyuk (Minhyuk BtoB)

Support Cast      : Lee Donghae (Donghae Super Junior), Jung Taekwoon (Leo VIXX), Jackson Wang (Jackson GOT7), Kim Myungsoo (L Infinite), Kang Songhee (OC), Min Hana (OC), SMTOWN artis, BTOB member dan masih banyak lagi *sepertinya*

Warning              : Annyeonghaseyo.. ini kelanjutannya readers^^. Mian bagi yang sudah menunggu lama kelanjutannya.. dikarenakan author yang mulai sibuk di dunia perkuliahan ahaahahahahaha^^.. Semua cast(kecuali OC) milik Tuhan, Orang tua, dan agency mereka. Kalo ada kesamaan cerita, itu hanya kebetulan belaka. Mianhae kalo alur ceritanya *masih* enggak jelas dll. Meskipun jelek tapi tetep RCL ya ^^.

Happy Reading Guys ^^.

***young96***

(sebelumnya..)

Taerin terpaku melihat perubahan Minhyuk yang ia kenal di sekolah. Minhyuk menggunakan kemeja hitam dengan lengannya yang digulung sampai siku.

‘dia berbeda..’ Taerin terus memerhatikan Minhyuk dan mata mereka berdua bertemu. Taerin langsung memalingkan wajahnya, Minhyuk yang melihatnya langsung terkekeh.

“kalian yang berdiri sekarang saling rangkul ya” sontak Taerin dan Minhyuk saling memandang.

‘ini hanya sekali saja Taerin hanya sekali’ Taerin mengepal tangannya gugup, ‘aigo.. Kim hyungnim kenapa kau setega itu padaku’ dengan canggung Minhyuk merangkul pinggang Taerin agar mendekat padanya, sedangkan Sungjae merangkul pundak Taerin.

Cklek..cklek.. Kim memotret. “ayo enjoy saja kalian” cklek..cklek.. “Taerin tambah lagi senyummu ya” Taerin tersenyum sesuai arahan Kim. Cklek..cklek.. Kim kembali memotret mereka semua.

***

Jeongseok merasa lega karena mereka berdua tidak bertengkar seperti yang diceritakan Songhee padanya, tapi dia sedikit khawatir dengan kejadian tadi.

Jeongseok melihat Minhyuk yang menatap Taerin dengan tatapan yang sulit diartikan. ‘kalau Minhyuk juga ada rasa padanya? Apa bisa Sehun mengalahkan saingannya?’ Jeongseok terus menatap Taerin dan Minhyuk yang sedang difoto ceria dan terlihat akrab.

Minhyuk merangkul Taerin agar mendekat dan Taerin memeluk Minhyuk, tak senaja Taerin merasakan abs Minhyuk dan wangi parfum Minhyuk.

‘astaga aku menyentuhnya!! Hilangkan pikiran kotormu Taerin’ Taerin menelan ludahnya. Minhyuk merasakan tangan hangat Taerin dipinggangnya ‘hilangkan otak kotormu!!’ Minhyuk mentralkan nafasnya.

***

Tak jauh di dekat pintu lokasi pemotretan, ada seseorang yang memerhatikan Taerin dan Minhyuk. Seorang namja dengan baju serba hitam, memakai topi dan wajahnya tertutup masker. Sorot mata tajamnya menatap kearah Minhyuk, tangannya mengepal menahan marah.

Jeongseok tak sengaja melihat namja itu dan ia penasaran. Namja itu sadar Jeongseok sedang melihatnya dan ia langsung pergi meninggalkan lokasi pemotretan.

‘nugunde? Apa jangan-jangan…?’ Jeongseok melihat kembali ke belakang tapi orang itu sudah tidak ada.

***

Sehun dan Minhyuk terlihat begitu bersemangat untuk bertanding. Tak kenal lelah, keringat mereka bercucuran. “MINHYUK! FIGHTING!” teriak para yeoja. “SEHUN! FIGHTING!” teriak para yeoja yang lain.

Kini, bola dikuasai Sehun. Ia berlari sekuat tenaga mencoba mendribblenya menuju ring basket. Terikan-teriakan para yeoja yang menonton semakin menjadi-jadi(?). Sehun tidak peduli dengan terikan fansnya.

Minhyuk tak mengalah, ia berlari dan mencoba merebut bola dari Sehun. Namun, Sehun sudah berada di depan ring dan siap melemparnya. Sedetik kemudian, tanpa ragu Sehun melemparkan bola tersebut ke dalam ring dan alhasil masuk.

***

Minhyuk mendribble bola basket itu. “Minhyuk-a! Oper ke aku!” teriak L,“Ya!” Minhyuk menyunggingkan senyumnya dan melempar bola basket itu.

Minhyuk tidak melempar kearah L, tapi kearah yang lain. “Taerin-a! Awas!!” teriak Leo ketika melihat bola itu mengarah ke arah Taerin.

BUK!

Terlambat. Bola basket itu mengenai kepala Taerin. Hantamannya cukup keras, tapi sukses membuatnya jatuh terbaring di tanah. Sehun menatap Minhyuk yang sedang menahan tawanya tajam. Semua orang kaget melihat kejadian itu, terlebih lagi Taerin tidak sadarkan diri dan keningnya yang sedikit mengeluarkan darah.

Leo dan L langsung menghampiri Taerin ikut membantu Songhee menolong Taerin. “Mwo haseyo Lee Minhyuk?!” Sehun mencengkram baju Minhyuk dengan kasar. Minhyuk hanya diam, dia masih berusaha menahan tawanya.“YAK! Aku mengajakmu berbicara sekarang! Jawab!” Sehun makin kesal.

“yak! Oh Sehun cepat bantu kami bawa Taerin ke UKS!” Songhee kesal melihat mereka berdua bertengkar. Sehun melepaskan tangannya dari baju Minhyuk. Sekali lagi, dia menatap tajam Minhyuk kemudian berlari kearah pinggir lapangan dan membantu Leo dan L membawa Taerin ke UKS.

Minhyuk terdiam ‘aish! Itu tadi terlalu keras! Kau hampir membuatnya mati!’ gumamnya mengacak rambutnya frustasi.

#di UKS

Sehun, Songhee, Leo dan L sedang menunggu di luar UKS menunggu Taerin yang sedang diobati uisanim-perawat-. Sehun gelisah, Songhee dan Leo hanya duduk memerhatikan Sehun. “Sehun-a tenang..” Leo berusaha menenangkan Sehun, “duduklah..” lanjut Songhee.

“Bagaimana aku bisa tenang?! Kalo Donghae hyung dan Jeongseok hyung tahu Taerin seperti ini aku bisa mati” Sehun mengacak-acak rambutnya frustasi. Tak lama uisanim keluar dari UKS. Sehun, Songhee, Leo dan L langsung menghampirinya.

“Bagaimana keadaan Taerin?” tanya Songhee, “tenang dia baik-baik saja hanya goresan kecil di dahinya, dia hanya perlu istirahat di UKS” ucap uisanim, “syukurlah” ucap Sehun, Songhee, Leo dan L bersamaan.

“uisa pergi dulu, jangan mengobrol dengannya terlalu lama” ucap uisanim sambil berlalu meninggalkan mereka berempat. Mereka pun langsung masuk ke dalam UKS dan menghampiri Taerin yang sedang berbaring.

“gwenchana?” tanya Songhee, “hmm.. hanya sedikit pusing di bagian sini” ucap Taerin menunjuk kearah plesternya dan duduk dibantu oleh Sehun. “kau mau pulang?” Sehun mendekati Taerin.

“Aa..ani! yang ada aku dimarahi bibi dan Donghae oppa” Taerin kesal. Semua tertawa melihat ekspresi Taerin. “sudahlah kita kembali ke kelas, Taerinkan harus istirahat” ucap Leo, “kajja.. kami tinggal dulu Taerin-a” pamit L, Songhee, Sehun dan Leo.

Taerin mengangguk dan kembali berbaring, tak selang berapa lama Sehun kembali masuk dan menghampiri Taerin.

“Wae?” Taerin bingung menatap Sehun dan langsung duduk. Tiba-tiba Sehun mendekat dan.. CUP.. Sehun mencium plester yang ada di dahi Taerin. Taerin terkejut dan Sehun langsung mencubit pipi Taerin gemas.

“Supaya tidak sakit. Istirahatlah, bye..” Sehun pun tersenyum dan langsung keluar dari UKS dan menutup pintunya. Taerin terus memerhatikan Sehun yang berlalu.

‘Sehun mencium dahiku?!’ Taerin memegang plesternya sambil tersenyum. Dia pun kembali berbaring dan memejamkan matanya lalu dia pun tertidur.

Seseorang masuk kedalam UKS sambil membawa sekotak susu dan meletakannya di meja samping kasur yang di tempati Taerin. “Lee Taerin.. kau.. sudah tidur?” suara berat namja yang khas memanggil lembut Taerin.

“Mianhae.. jeongmal mianhae Lee Taerin..” ucapnya lirih, “aku tidak ada maksud membuatmu seperti ini, itu tidak sengaja” lanjutnya. Namja itu membenarkan posisi rambut di wajah Taerin.

“Mianhae.. aku sudah merusak wajah cantikmu” ucapnya dan langsung mencium kening Taerin. Cukup lama ia menciumnya, Minhyuk pun keluar dan menutup pintunya pelan.

~skip

Taerin masuk ke kelas disambut dengan Songhee “Taerin-a.. gwenchana? Kau seharusnya istirahat saja di UKS!” Songhee menggandeng tangan Taerin. Taerin tersenyum “tenanglah aku sudah tidak merasa pusing lagi”.

Mereka berdua pun berjalan menuju bangku Taerin. L, Leo dan Sehun melihat mereka sedangkan Minhyuk… Minhyuk.. entahlah bangkunya kosong, mungkin sedang keluar.

“kau sudah baikan?” tanya L sambil mengambil kursi mendekat ke bangku Taerin diikuti Leo dan Sehun. Songhee membantu Taerin duduk, “lumayan. Lagi pula hanya luka kecil” Taerin memegang plesternya lalu menyimpan sekotak susu di mejanya.

“eo.. kotak susu darimana?” Songhee heran melihat kotak susu yang dipegang Taerin. L, Leo dan Sehun pun heran, “aku tak tahu, begitu aku bangun di meja dekat kasur UKS, ada ini” Taerin lalu membukanya dan langsung meminum kotak susu itu.

Sehun mengambil kotak susu itu dari Taerin “siapa yang memberimu ini?” Sehun terlihat cemas. “aigoo.. gwenchana Sehun-a, susunya tidak beracun. Geundae..” Taerin bingung, Sehun, Leo, Songhee dan L penasaran melihat Taerin.

“bagaimana dia tahu kalau aku suka susu pisang?” lanjutnya sambil merebut kotak susu dari tangan Sehun dan kembali meminumnya. Semua pun penasaran siapa yang memberi susu pisang pada Taerin? Padahal mereka sendiri tak seorangpun yang tahu bahwa itu adalah kesukaan Taerin.

Tak selang berapa lama, Minhyuk datang ke kelas. Semua murid yang awalnya ramai tiba-tiba berhenti seketika ketika Minhyuk masuk ke kelas. Mereka berlima memerhatikan Minhyuk.

Minhyuk hanya melirik sekilas, terutama ke arah tangan Taerin yang sedang memegang kotak susu rasa pisang. Ia pun kembali berjalan menuju bangkunya dan menunduk untuk tidur.

“sepertinya kau punya fans Taerin-a” celetuk Leo setelah melihat Minhyuk yang menunduk. Mereka berlima langsung tertawa.

“yang pasti fansmu tidak setampan aku” ucap Sehun percaya diri sambil merebut kotak susu dari Taerin dan langsung meminumnya. “yak!! Oh Sehun.. aku yakin dia pasti lebih tampan darimu” Taerin kembali merebut kotak susunya sambil menjulurkan lidah mengejek Sehun.

“Lee Taerin!!” Sehun mencubit pipi Taerin gemas lalu mengacak-acak rambut Taerin.  Songhee, Leo dan L tertawa melihat mereka.

“Kalian cocok, kalau kalian pacaran pasti akan sangat pas dan serasi” L menggoda Taerin dan Sehun. “Mwo?!” ucap Taerin dan Sehun bersamaan. Semuanya pun tertawa.

KRIIINNGG..KRIIINNGG… bel pertanda masuk berbunyi..

Semua siswa langsung memasuki kelas masing-masing. Lee seonsaengnim masuk ke kelas Taerin. Songhee, Sehun, Leo dan L langsung kembali ke kursi masing-masing. Minhyuk langsung bangun dengan wajah malas.

~skip

#di SUM Café (Urban Zakapa – Coffee Latte)

“ada apa denganmu eo?” tanya Jeongseok, “ani.. enggak ada apa-apa kok oppa” jawab Taerin sambil memakan cheese cake lalu tersenyum paksa, “kau bertengkar lagi dengan Minhyuk?” tanya Jeongseok penasaran.

“teman tugasku dia” jawab Taerin malas, “uhuk.. ye? Jinjja? Kau pasti bercanda” Jeongseok tersedak, “aniya.. aku tidak bercanda, Minhyuk menjadi partnerku Manager-nim” Taerin meminum green tea milk tea.

*Flashback on

“karena 5 hari lagi akan ada festival di sekolah kita. Kalian akan saem beri tugas berkelompok..” jelas Lee saem. “YEEEAAAYYYYY!!!” teriak semua murid, “memangnya kenapa harus berteriak?” bisik Taerin, “karena tugas Lee saem selalu menyenangkan” jelas L, Taerin ber-o ria.

“baiklah saem akan mulai memilih kelompoknya, satu kelompok terdiri dari 3 orang..” Lee saem mengeluarkan absen kelas untuk melihat nama-nama siswanya.

“Leo, Songhee dan.. Jin”

“L, Hani dan.. Sehun”

Sehun menghela nafas dengan keras, Taerin langsung melirknya. “Aku ingin satu kelompok denganmu..” keluh Sehun, “eii.. gwenchana Sehun-ah, siapa tahu ditugas yang lain kita bisa satu kelompok” ujar Taerin sambil tersenyum manis, Sehun pun ikut tersenyum.

“Jackson, Taerin dan.. Minhyuk”

“Saem” Minhyuk mengangkat tangannya, “bisakah aku ganti kelompok?” tanyanya, “tidak” jawab Lee saem singkat, lalu kembali menyebutkan nama murid lainnya.

Minhyuk mendengus kesal, Taerin menatap tajam Minhyuk ‘haruskah aku sekelompok dengannya, dia yg membuat kepalaku jadi seperti ini’

*flashback off

“puhahahahahahaha…” Jeongseok tertawa terbahak-bahak sedangkan Taerin menatapnya kesal. “eeiiisshh.. oppa hajima, kenapa tertawa? Itu tidak lucu” Taerin kesal dengan respon manager tampannya itu (anggep seganteng managernya SJ lah ya wkwkwk)

“arraseo.. mianhae, lalu kau akan menanyikan lagu apa dengan mereka?” tanya Jeongseok sambil menghilangkan air mata akibat tertawa tadi, “tak tahu, apa kau punya ide oppa?” Taerin memakan cheesecake. Jeongseok memegang dagunya “hmmm..” Taerin menatap Jeongseok penasaran.

3 menit..

5 menit..

10 menit..

“yak oppa!! Cepatlah beri aku jawabannya! Apa susahnya tinggal bilang ‘kau menyanyikan lagu ini saja bla… bla… bla…’ aku harus segara melaporkannya pada Lee saem” teriak Taerin. “yak! Aku ini managermu kau tak usah berteriak seperti itu” keluh Jeongseok sambil menutup telinganya.

Taerin mendengus keras, ia tak habis pikir bagaimana bisa SM memperkerjakan Jeongseok yang terkadang sifatnya kekanak-kanakan tapi dia tampan hahahaha

BRAK..

Semua orang yang ada café tersebut menatap tajam ke arah meja Taerin “Joesonghamnida” Jeongseok meminta maaf dan langsung duduk Taerin hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan manager itu. “aku tahu kau harus menyanyikan lagu apa” kata Jeongseok, “apa itu?” tanya Taerin penasaran. Jeongseok mendekatkan kepalanya ke Taerin “Bagaimana jika kau bersama Minhyuk dan Jackson menyanyikan lagu…”

***TBC***

Cuap-cuap Author          : Eotteoke? Bagus gak? Mian baru bisa update setelah sekian lama L karena kehabisan ide hehehhe. Mungkin untuk chapter selanjutnya agak sedikit terlambat di karenakan jadwal perkuliahan author yang mulai padat hehehe ^^ tapi tenang aja pasti bakal dilanjutkan ceritanya.. Oke kita liat di chapter selanjutnya.. Jangan lupa ya readers! Komentarnya plus author minta saran dong kisah selanjutya baiknya kaya gimana? Thank you ^_^…

 

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s