[EXOFFI FREELANCE] Sinseonghan Yagsok

Guidelines110712

[EXOFFI FREELANCE] Sinseonghan Yagsok – Oneshoot

 

Author: Vieryn

Length: Oneshoot

Genre  : Marriage Life, Romance

Exo’s Kai with (OC) Seyeong

For Teenager

“Aku akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidupku, sampai maut memisahkan kita…”

*~*~*

Di malam hari yang tenang, Seyeong dengan santainya mencuci piring yang menumpuk di dapur. Menyapu, mengepel, menyetrika, semuanya sudah. Mencuci baju? Saat ini baju baju sedang dicuci di mesin cuci, menjemurnya besok pagi saja, pikirnya. Setelah mencuci piring, selesailah sudah segala pekerjaan rumah tangganya hari ini.

Semuanya sudah di sabuni, tinggal dibilas saja. Saat tangan Seyeong mulai memutar keran air, sepasang tangan berkulit tan yang kekar melingkari tubuhnya, dirasakan juga kepala yang menyandar di bahu kanannya.

Sudah pasti itu Suaminya, Jong In. Memangnya siapa lagi? Sambil memutar kedua matanya, Seyeong menggerak gerak-an lengannya, berusaha melepaskan diri dari kekangan Jong In. “Hey, kau tidak lihat aku sedang apa?”

Yang di ajak bicara hanya diam saja, tapi pelukan pada istrinya makin erat. Seyeong merasa tingkah laku Jong In ini aneh, pasti ada sesuatu, batinnya. “Sayang, apa ada sesuatu?” tanya Seyeong.

Kali ini Jong In membenamkan kepalanya ke cerukan leher Seyeong makin dalam, tanpa mengatakan sepatah kata apapun. Seyeong makin bingung karena sikap aneh Jong In, tapi Seyeong tetap berusaha menggerak gerakan tubuhnya, sebagai kode untuk suaminya, supaya melepaskan pelukan eratnya itu. Tapi Jong In masih tetap memeluknya dengan erat.

Oke, kali ini wanita berumur 26 tahun itu menyerah. Tenaganya tidak akan cukup kuat untuk melawan pria yang berumur 2 tahun lebih tua yang sekarang berstatus sebagai suaminya itu. “Kalau kau memeluk-ku begini, aku tidak bisa cuci piring,” bisiknya pelan pada suaminya.

Tanpa bicara, Jong In melepaskan pelukannya pada Seyeong, tapi tangannya berganti melingkari pinggang Seyeong. “Hey!” protes Seyeong, tapi sudahlah. Toh, kedua lengannya bebas bergerak sekarang. Sambil mengabaikan Jong In, Seyeong tetap melanjutkan kegiatannya mencuci piring.

Setelah selesai, Seyeong mengeringkan tangannya dengan kain yang tergantung tak jauh dari bak cuci piring. Dan langsung berbalik badan untuk menatap Jong In, kepalanya harus mendangak keatas karna perbedaan tinggi badan mereka yang cukup jauh, “Katakan padaku, ada apa?” tanya Seyeong dengan nada penasaran, kedua tangannya sekarang menangkup kedua pipi Jong In.

Sekarang mata mereka saling bertemu, sorot mata Jong In menunjukan ketakutan dan kesedihan yang mendalam. Oke, Seyeong mulai sadar ada yang (benar benar) tidak beres sekarang. Berapa kalipun Seyeong bertanya pada Jong In, Yang ditanya hanya membisu. Pria itu hanya menatapnya tajam dan melingkarkan tangannya ke pinggang Seyeong.

“Apakah kau bahagia menikah denganku?”

Sepatah kata itu yang keluar dari mulut Jong In,setelah sekian menit membisu.

“Apa maksudmu?” tanya Seyeong heran

“Kau… Jujur saja, kau tidak bahagia menikah dengan ku ‘kan?”

“Kim Jong In, kau ini bicara ap…”

“Jang Seyeong, gadis cantik yang terpelajar, juga cerdas. Tapi malah menikah dengan lelaki yang tidak becus bekerja, dan tidak bisa mengurus keluarga dengan baik sepertiku,,” sekarang Jong In bicara dengan tegas.

Seyeong hanya mengerutkan dahi, dia ini kenapa sih?

“Kenapa? Kenapa dulu kau memilih aku? Kenapa kau tidak pilih Chanyeol atau Sehun si Chaebol itu. Ah, bukannya dulu kau berpacaran dengan Sehun, lalu kenapa kau tidak menikah saja dengan dia? Aku tahu, sampai sekarang kau masih berhubungan baik dengan dia ‘kan? Kau menyesal menikah dengan ku ‘kan?” kali ini nada bicara Jong In sedikit meninggi.

Oke, Seyeong rasa ini mulai tidak benar, “Sadarlah Jong In! Aku, Sehun, Chanyeol, bahkan Minseok, hanya bersahabat. Hanya sebatas itu. Kau juga tahu kan?” sanggah Seyeong.

‘Kenapa dia menuduh ku berselingkuh dengan Sehun? Demi Tuhan, kami hanya bersahabat!’ teriak Seyeong dalam hati.

Tapi kali ini Seyeong rasa wajar jika Jong In cemburu dengan Sehun, karna Seyeong bekerja di kantor milik Sehun, mereka terbilang cukup dekat, dan catat! Hanya sebagai rekan kerja. Dan lagi, sampai sekarang Sehun masih melajang, alasannya karna pria itu masih mengharapkan Seyeong kembali ke pelukannya. Ya, pria itu sepertinya sudah gila, batin Seyeong

“Hidup mu pasti akan lebih baik kalau menikah dengan Sehun. Andai dulu kau menerima lamarannya, sekarang kau hanya perlu duduk manis di rumah, tidak perlu susah payah bekerja untuk membantu ekonomi rumah tangga kita…” Jong In masih terus bicara sampai Seyeong memotong kalimatnya.

“Stop, Apa maksdmu? Katakan dengan jelas!”

“… Seyeong-ah. Sekarang kau masih muda. Belum menginjak 30 tahun. Masih ada waktu bagimu untuk memperbaiki hidup. Dan anak kita Taeoh juga masih kecil, aku bisa merawatnya sendiri. Jadi kau bisa kembali pada Sehun dan…”

“Maksudmu, kau mau aku menikah lagi?” Seyeong menembak langsung hal sebenarnya yang ingin dikatakan Jong In.

Jong In hanya mengangguk dan wajahnya sendu, Seyeong dengan tatapan tak percaya bertanya lagi, “Kenapa? Kenapa kau memintaku menceraikanmu, dan menikah lagi?”

Jong In menghela nafas panjang.

“Aku tahu, selama ini kau sudah cukup menderita. Kita tidak punya banyak harta, kita miskin, itu karna aku yang tidak bisa bekerja. Sampai kau harus ikut turun tangan untuk membantu perekonomian keluarga kita. Selama kita menikah, aku juga tidak pernah memberikan sesuatu padamu,”

“Aku tahu, Sehun masih mencintaimu sampai sekarang, lebih baik kau menceraikan ku dan menikahinya, Taeoh biar aku yang urus. Pergilah dan bangun hidup yang baru…” Jong In menghentikan omongannya saat telunjuk Seyeong ditempelkan kedepan bibir tebalnya.

“Sssttt, kau ini bicara apa sih?! Telunjuk kanan Seyeong ditempelkan di depan bibir Jong In. Kemudian kedua tangannya bergerak menggapai kedua bahu lebar Jong In.

“Kim Jong In. Dengar . Aku bahagia menikah denganmu. Aku begitu menyayangimu. Kau tahu apa alasanku menolak lamaran albino itu?” tanya Seyeong.

Jong In menggeleng.

“Kau itu orang yang baik hati, tulus, dan jujur. Aku lebih tenang berada di sampingmu. Kau jauh berbeda dengan albino dingin itu, dan perlu kau tahu, walau aku diberi uang jutaan won, aku tidak akan mau menceraikanmu. Camkan itu! Dan lagi…” Seyeong mengambil nafas panjang sebentar.

“…Kau sudah memberikan segalanya padaku. Kau memberikanku kehangatan, kebahagiaan, dan kau memberikan malaikat kecil kita, Taeoh. Begitu kita menikah, tak sampai tiga bulan kemudian aku sudah hamil, sedangkan Banyak teman temanku yang sudah menikah bertahun tahun tapi tidak kunjung punya anak. Tadi kau bilang, kau tidak pernah memberikan hadiah apapun padaku? Itu salah. Taeoh, adalah hadiah terbaik yang kau berikan padaku.

Dan aku juga bahagia hidup seperti ini, aku tidak perlu rumah besar dan mewah, aku tidak perlu suami yang kaya raya. Asal kau tahu, harta itu sangat mudah dicari. Percayalah, saat waktunya nanti, kita akan hidup berkecukupan.

Aku hanya perlu kau, suami yang menyayangiku, setia padaku, dan selalu melindungku. Dan Taeoh. Hanya dengan kalian berdua, hidupku sudah sangat bahagia,”

Keheningan menyelimuti mereka berdua, mereka hanya saling tatap, tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun. Jong In speechless karena ucapan istrinya itu sangat mengenai hatinya.

Sekarang Seyeong sedikit berjinjit, dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Jong In, bibir tipisnya membentuk lengkungan senyum. “Sayang, apa kau masih ingat janji pernikahan kita?”

Seyeong mulai mengulang janji suci mereka yang diucapkannya di depan altar 1 tahun yang lalu,  “Aku berjanji untuk setia padamu, dalam untung dan malang, dalam suka dan duka, di waktu sehat dan sakit, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu. Aku akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidupku….”

“…sampai maut memisahkan kita…” akhir janji itu diucapkan Seyeong dan Jong In secara bersamaan.

Seyeong menatap Jong In dengan tajam, “Jadi, yang jelas aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku tidak akan hidup denganmu di saat senang saja, tapi juga di saat sedih. Disaat sehat, dan juga sakit. Aku juga menghargai kelebihan dan kekuranganmu. Jadi kumohon..”

“Bersumpahlah padaku sekarang, untuk tidak pernah bicara hal seperti itu lagi, ne?”

“Seyeongie, maafkan aku,” Jong In langsung memeluk Seyeong dengan erat.

Gwaenchana, aku tahu maksudmu baik,” Seyeong balas memeluk Jong In erat, sekarang tangannya mengelus punggung lebar Suaminya itu.

Seyeong mulai melepaskan pelukan mereka, dan Jong In sedikit membungkukan badannya, untuk menyamakan tinggi badannya dengan Istrinya, Pria berkulit Tan itu mendekatkan wajahnya ke wajah Seyeong.

Seyeong sudah tahu maksud Jong In, wanita itu langsung menempelkan bibirnya pada bibir Pria yang tingginya 20 cm lebih tinggi darinya.

Ciuman yang lembut, dengan penuh kasih sayang. Mereka berciuman cukup lama sampai kehabisan stok oksigen. Nafas keduanya ter engah engah, saat mereka kembali ingin menautkan kedua bibir mereka (Jong In berani bersumpah, jarak mereka hanya tinggal 2 cm lagi), Terdengar suara tangisan dari kamar mereka berdua.

Sontak Seyeong menjauhkan tubuhnya dari tubuh Jong In, “Omo, Taeoh menangis,” lalu Seyeong berlari menuju kamar. Saat itu juga Jong In menepuk dahinya dengan kesal, “Kenapa Taeoh harus menangis sekarang?!”

-end-

Halo semuanya. Ini fanfict Marriage Life pertama yang aku bikin. Ceritanya rada lebay ya? Aku minta kritik dan saran kalian dong Chingu. Dan terima kasih telah menyempatkan waktu untuk baca fanfict aku ini. Saranghae

And soal sehun yang engga nikah nikah nungguin seyeong, itu terinspirasi dari mantan pacar mama ku yang sampe umur hampir 40 enggak nikah, karna gabisa move on wkwkwkwk, kira kira itulah inspirasi untuk bikin cerita ini.

 

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s