[EXOFFI FREELANCE] YOU ARE (Chapter 5)

you-are

 

Tiffany Blesse

-Present-

Starring

Oh Sehun a.k.a Steven Wilson(Sehun Wilson) ||Annastasia Kim||Kim Jongin ||Park Chanyol a.k.a Charlos  Parker(Chanyeol Parker)

Setting

South Korea – England

17+ [for Harsh words and Hard scene]

Multi-Chapter

Romance||Friendship||Drama||Hurt

Blog Pribadi [http://tiffanyblesse.blogspot.co.id/ ]

PERHATIAN !

Cerita ini hanya fiktif belaka, jadi saya minta maaf apabila ada kesamaan tempat, alur cerita, isi cerita dan lain – lain itu bukan merupakan suatu kesengajaan. Semua isi cerita ini  adalah milik saya dan tolong jangan mengcopynya tanpa seizin saya meskipun saya mengizinkan anda-readers menikmati hasil tulisan saya. Dan saya akan sangat senang dan mengapresiasi apabila anda-readers meninggalkan jejak anda dengan mengkomentari hasil tulisan saya meskipun itu adalah kritikan. Karena dengan itu saya akan semakin semangat lagi untuk menulis dan memperbaiki tulisan saya, cerita ini juga akan di publish di blog lain.  Yang terakhir, I hope you  like this chapter and happy reading. Thank You ^_^

Annastasia Kim  23 y.o

Annastasia Kim

         

 Oh Sehun a.k.a Steven Wilson(Sehun Wilson) – 22 y.o

sehun

         

Kim Jongin  24 y.o

 kai

         

Park Chanyeol a.k.a Charlos Parker(Chanyeol Parker) – 25 y.o

         Chanyeol

Ellena Lee 23 y.o

Ellena Lee

Phaeton

(Fifth)

*

*

*

Summary

 

Kau pernah mendengar sebuah legenda tentang rasi Cygnus?

            “Ayah aku ikut pulang…..” rengek Anna saat tuan Kim telah berada di ambang pintu belakang rumah Sehun: ia terus terusan memeluk ayahnya tanpa mau melepaskannya kendati airbus itu telah siap membawanya untuk kembali sejak sepuluh menit lalu, tak ayal membuat hati laki laki paruh baya itu mencelos hingga menitikkan air matanya lantaran tak tega meninggalkan putri semata wayangnya jauh dari jarak pandangnya sebentar lagi.

            “Anna, dengarkan ayah baik-baik” ucap Tuan Kim sesaat setelah melepaskan dekapan hangat itu dari purtri semata wayangnya dan beralih menangkupkan dua kepalan kriput itu di pipi Anna yang telah meninggalkan jejak aliran air mata hingga membuatnya terisak.

             “Kau istri Sehun sekarang, jadi kau harus tinggal bersamanya” memang dasar keras kepala kini ucapan sang ayah hanya di tanggapi dengan gelengan kepala oleh Annastasia

            “Anna….. berjanjilah kau akan menjadi istri yang selalu mendampingi suaminya seperti yang di lakukan ibu selama ini, kau mengerti sayang?” sambung Tuan Kim sembari menghapus bulir bulir bening yang kembali mengalir di paras putih putrinya.

            “Tapi aku tidak mau tinggal disini ayah…..disini sangat menakutkan, aku ingin pulang bersama ayah saja….aku mohon ayah dengarkan aku kali ini……” ucap Anna cepat meski sesekali ia kembali terisak. Ia benar- benar merasa sedih dan frustasi sekarang.

            “Sehun akan menjagamu, lalu apa yang kau takutkan? Percayalah suatu saat nanti kau akan menyadari  bahwa ini semua bukannlah kesalahan, ayah harus pergi sekarang…oke?, ayah sangat mencintaimu nak” ucap Tuan Kim saat dekapan hangat itu kembali berusaha menenangkan tubuh rapuh putri mungilnya: mengusap pelan punggung yang bergetar dan tak lupa menyematkan kecupan ringan di kedua pipi serta  kening putrinya .  Lalu tatapan itu beralih ke arah Sehun yang berada tepat disamping Anna.

            “Tolong jaga baik – baik putriku Sehun, dan tepatilah janjimu apapun yang terjadi suatu saat nanti” ucap Tuan Kim serius

            “Iya ayah, ayah bisa percaya padaku “ ucap Sehun tak kalah serius: terlihat sekali  dari pancaran mata Sehun yang seolah mengatakan bahwa ia tak main – main dengan ucapannya.

            Tuan Kim  pun segera memeluk Sehun dan tersenyum sebelum ia benar – benar beranjak pergi meninggalkan Sehun dan Anna yang masih mengantarkan kepergiannya menuju Seoul, tangannya melambai sesaat setelah ia berada di anak tangga terakhir pesawat yang akan membawanya. Lalu beberapa menit kemudian pesawat itu telah lepas landas dari kediaman Sehun.

            Setelah  pesawat itu lepas landas  Anna segera beranjak dari ambang pintu belakang rumah Sehun berniat untuk menuju kamar, moodnya sangat buruk dan ia butuh waktu sendiri untuk menenangkan pikirannya.  Disisi lain Sehun yang mengetahui kondisi  Anna  saat ini memutuskan untuk tidak mengganggu Anna , ia hanya ingin membuat Anna tenang dan tidak terbebani lagi. Bagaimanapun Anna perlu ruang pribadi untuk tak ia usik, dan Sehun sangat menghormati privasi Anna.

London,  Pukul 4 Sore

            Deringan telepon genggam itu tak kunjung berhenti memekakan telinga meski  beberapa kali Anna telah memutus panggilan sepihak dari Sehun, sungguh ia masih sangat mengantuk dan moodnya juga masih sangat berantakan, tapi Sehun tak kunjung menyerah untuk mengganggunya dengan terus menerus menelponnya. Dasar menyebalkan!

            “Apa?!” ucapnya begitu ketus: sungguh ia sangat frustasi hari ini kenapa Sehun tak mengerti juga !

            “Bangunlah pemalas, ini sudah sore” ucap Sehun santai

            “Aku tidak peduli!” seloroh  Anna ketus, sungguh ia sedang tidak ingin berdebat dengan Sehun jadi lebih baik ia menutup teleponnya dan kembali menenggelamkan tubuhnya di ranjang empuknya, tapi baru saja ia akan memutuskan panggilan sepihaknya dengan Sehun, Sehun sudah membuatnya terdiam.

            “Aku menunggumu di taman belakang dalam waktu lima menit, kalau kau tidak datang dalam waktu lima menit maka kupastikan kau akan berakhir diranjang kita malam ini” ucap Sehun  dengan santai meskipun terdengar seperti ancaman besar untuk Annastasia.

            Well….ancaman Sehun benar-benar membuahkan hasil yang fantastis: nyata sekarang Anna tanpa pikir panjang lagi menendang selimut hangatnya hingga terseret entah kemana, membuka pintu kamar putih itu dengan begitu keras tanpa peduli dengan rintihan dinding yag diam diam mengaduh lalu berlari menuruni tangga yang cukup membuatnya berolah raga di sore hari tanpa alas kaki, kaki jenjangnya terus saja berlari menuju taman belakang rumah ini, ia bahkan tak peduli kepada para maid, penjaga dan semua orang yang menyapanya ataupun menanyakan pertanyaan ketika melihatnya berlari terbirit-birit, bahkan beberapa penjaga mengikuti Anna berlari karena takut terjadi sesuatu yang buruk pada nyonya barunya itu.

See…? hanya dengan ancaman “seperti itu”  Annastasia bisa di jinakkan

            Dalam hati Anna terus saja mengeluarkan sumpah serapahannya untuk Sehun, sungguh ia benar-benar di buat kesal karena ulah seenak jidatnya Sehun, apalagi ancaman Sehun tidak bisa dianggap main – main, bagaimana mungkin ia bercanda soal “itu”?,  Sehun bahkan telah menyeretnya ke London hingga berakhir dengan status barunya dan Anna tidak akan membiarkan Sehun melakukan apa yang telah diancamnya malam ini,  tapi sialnya ia harus membayar itu semua dengan hampir kehabisan nafas karena terus saja berlari .What the fuck!!!!

            Nafasnya masih tersengal – sengal karena berlari tanpa berhenti bahkan  sesekali ia tebatuk – batuk setelah berada di hadapan Sehun, ia memegang kedua lututnya untuk mengatur  deru nafasnya dengan sesekali menyeka keringat yang telah mengalir di seluruh lekuk tubuhnya.

Kau puas sekarang, Oh Sehun?

            “ Kenapa kau terlihat sangat sexy jika berkeringat seperti itu?” ucap Sehun santai dengan masih duduk dibangku besi taman yang berwarna coklat itu, sedangkan Anna secara otomatis mengalihkan tatapan tajamnya kearah Sehun yang kini dengan kurang ajarnya menyunggingkan senyum di kedua sudut pipinya.

What the hell are you talking about Oh Sehun!!!

            Demi Tuhan ia sangat ingin memukul wajah Sehun dengan sandalnya, tapi sayangnya itu tidak mungkin terjadi karena ia baru sadar jika ia  tadi berlari tanpa alas kaki. Sial…!!!

            “ Kenapa kau menyuruhku datang kemari?!” ucap Annastasia ketus dengan sesekali masih terbatuk- batuk.

            “ Kejutan!!!!” ucap Sehun sembari mengangkat seekor  anak anjing poodle berwarna putih

lalu di hadapkan kepadanya, seperti magis, entah kenapa setelah melihat anak anjing itu tiba – tiba moodnya yang berantakan kembali membaik, bahkan tanpa ia sadari ia berjalan mendekat kearah Sehun lalu mengambil alih puppy itu untuk ia gendong, wajahnya yang kesal dan datar pun kini telah berubah ceria dengan senyum yang terukir indah di kedua sudut bibirnya.

tumblr_o972zrwCXq1tj5aw2o1_400

           “Hai ….sweety” ucap Anna setelah puppy itu benar benar beralih kedalam gendongannya, sesekali Anna mencium dan mengelus bulu bulu lembut puppy itu.

            “Vivi..namanya Vivi” ucap Sehun dengan seyum lebar diakhir frasanya, ia tak menyangka bahwa keputusannya membeli Vivi untuk menghibur Anna itu benar, buktinya Anna sangat senang dengan kehadiran Vivi di tengah – tengah kelurga kecil mereka, dan yang paling membuat Sehun sangat senang saat ia melihat Anna tersenyum begitu tulus seperti sekarang, ingin sekali ia menghentikan waktu untuk terus melihat senyum itu, karena dengan tersenyum seperti itu Anna terlihat sangat bahagia.

She look so well right……????

 

Bisakah kau kembali seperti Annastasia Kim yang ku kenal dulu?

            “Terimakasih kejutannya, aku sangat menyukainya…dia sangat lucu Sehun” ucap Anna lagi ketika tatapannya beralih pada Sehun yang kini masih saja menatapnya.

 London, Pukul 9 Malam

            Perputaran waktu memang tak ubahnya  jam pasir yang bergerak monoton: mengalir dari satu tempat ke tempat lain hingga menghasilkan history yang tak mampu kita ulang meski baru beberapa detik lalu terjadi, dan ajaibnya waktulah yang menciptakan takdir dan kenangan tanpa kita tahu kebahagian atau kesedihan yang akan terjadi dimasa depan. Seperti saat ini: entah sudah keberapa kalinya Annastasia memutar cincin pernikahannya, beberapa detik lalu ia melepaskannya dan di detik selanjutnya dia memakainya lagi.

            Tatapannya hanya mengarah pada jari manis kanannya yang telah melingkar sebuah tanda kepemilikan abadi, ia bahkan tak bergerak sedikitpun meski seluruh tubuhnya membeku karena angin musim gugur menerpanya, pun dengan rambutnya yang tak pernah tenang: terkoyak kesana kemari hingga hilang dari peraduan, kadang angin dengan usilnya mengoyak rambutnya hingga menutup sebagian paras cantiknya. Pikirannya melanglang buana mencari kebenaran atas ketidakpastian prasangka namun selalu berakhir pada satu titik kenangan manis hingga membuatnya terseret jauh pada beberapa tahun silam: kenangan antara dirinya dan Sehun…dia sangat merindukan Sehun yang dulu, Sehun yang hangat meskipun ia terlihat dingin dan pendiam dari luar.

            “ Apa kau akan tetap disini sampai pagi?” ucap Sehun sembari mendekap tubuh Anna dari belakang “ bahkan tubuhmu sudah sangat dingin, ayo kita masuk, aku tidak ingin kau sakit karena terlalu lama terkena angin malam” ucap Sehun sembari menggenggam jemari Anna dan menuntunnya ke ranjang mereka.  Sehun membiarkan Anna masuk terlebih dahulu sedangkan dia menutup pintu  putih pembatas antara balcon dan kamar.

            “ Sehun….” ucap Anna yang berhasil membuat Sehun menaruh seluruh atensinya pada wanita yang dicintainya itu

            “ Ya?”

            “ Kau pernah mendengar sebuah legenda tentang rasi Cygnus?”  ucap Annastasia yang kini berhasil membuat Sehun mengerutkan dahinya samar, sungguh ia tak mengerti dengan arah pembicaraan Anna saat ini, dan ia juga tak habis pikir dengan sikap Anna setelah ia melamun di balcon beberapa menit lalu, maksudnya…Anna dulu yang memulai pembicaraan? Ada apa dengan mu saat ini Annastasia Wilson?

            “ Aku belum pernah mendengarnya, memangnya legendanya tentang apa?” ucap Sehun sembari berjalan mendekat ke arah Anna yang kini telah duduk diatas ranjang mereka.

            “ Kemarilah, aku akan menceritakannya padamu” ucap Anna sembari menepuk ranjang kosong yang berada di sampingnya, dan Sehun pun tanpa banyak bicara menuruti perintah Anna: dengan perlahan ia menaiki ranjang mereka  sembari bersender di  kepala ranjang  tepat disamping Anna.

            “ Rasi Cygnus menceritakan persahabatan antara Phaeton, putra Helios dengan seorang pemuda bernama Cygnus, saat itu mereka sedang berlomba dengan kereta kuda terbang milik Apollo. Karena terlalu dekat dengan matahari kereta mereka akhirnya terbakar dan mereka berdua jatuh ke bumi. Cygnus selamat dan setelah mencari – cari keberadaan Phaeton, ia telah menemukan sahabatnya tekah tewas di dasar sungai Eridanus. Karena tak mampu menjangkau jenazah sahabatnya itu, maka kemudian ia mengadakan perjanjian dengan Zeus untuk memberikannya seekor angsa. Zeus menyanggupi dengan syarat umur Cygnus hanya sependek umur angsa. Cygnus kemudian berubah menjadi angsa dan berhasil menyelam mengambil tubuh Phaeton. Ia kemudian menguburkannya secara layak sehingga jiwa Phaeton bisa beristirahat dengan tenang.”  Annapun kini beralih menatap kedua manik kelam Sehun setelah ia menyelesaikan ceritanya.

            “Sehun…jika aku menjadi Phaeton apa yang kau lakukan?” seloroh Anna dengan tetap menatap kedua  manik mata Sehun yang kini juga menatapnya dengan tatapan lembut.

            “Anna…” ucap Sehun sembari merangkum wajah mungil Anna “ jika kau  adalah Phaeton maka kau hanya akan meninggal dalam pelukanku “  jawab Sehun dengan senyuman di akhir frasanya.

            “Sekarang kau tidur, ini sudah malam” ucap Sehun sembari menata bantal dan membaringkan tubuh Anna di ranjang, sedangkan tanpa aba – aba  ia merengkuh tubuh Anna dalam pelukannya, dan  anehnya lagi kali ini tanpa penolakan dari Annastasia.

AAAA

           Anna, jika aku menjadi Cygnus maka aku tidak akan meminta  Zeus untuk  berubah menjadi seekor angsa agar bisa menyelam untuk mengambil tubuhmu, tapi aku akan meminta Zeus untuk menggantikan dirimu denganku.

***

London, Pukul 3 Dini Hari

            “Ayah…ayah….”  Anna terus saja mengigau dengan menyebutkan nama ayahnya, bahkan tubuhnya yang rapuh pun telah basah oleh kringat dingin, parasnya pias dengan bibir yang memucat bahkan sesekali terdengar rintihan keluar dari bibir itu meskipun mata lentiknya masih saja bersembunyi. Hingga rintihan Anna membuat Sehun terbangun dari tidur lelapnya, wajah seketika panik saat mendapati kondisi Anna saat ini.

            “Sayang hei…kau tidak apa apa?” ucap Sehun  sembari menepuk pelan pipi kanan Anna untuk membangunkannya, ia sangat panik setelah merasakan tubuh Anna yang sangat panas, tebakkannya benar: Anna tidak hanya bermimpi tapi dia sedang demam karena terlalu banyak terkena terpaan angin malam, segera ia beranjak dari tempat tidur, mematikan AC dan mengambil alat pengompres otomatis dari laci yang berada tak jauh dari ranjang mereka lalu memasangkannya di kening wanita yang amat sangat ia cintai itu.

            “Ayah…” Anna terus saja bergerak gusar dan mengigau hingga membuat Sehun kepalang panik, ia tidak tahu harus berbuat apa, memanggil dokterpun tak mungkin karena ini sudah jam tiga pagi, toh ia masih punya nurani untuk tak mengganggu  jam istirahat orang lain.  Tapi tiba tiba saja  ia teringat  sesuatu mengenai perbincangannya dengan Tuan Kim.

 dia sangat rewel saat sakit, jadi kau harus  memeluk dan mengusap punggungnya agar tidurnya pulas, dia sangat suka dipeluk asal kau tahu

 

            Dan setelah mengingat perkataan Tuan Kim beberapa waktu lalu, segera saja Sehun menaiki ranjang mereka dengan hati-hati lalu melepas kaos yang ia kenakan: berharap dengan begitu dapat meghantarkan rasa panas dibadan Annastasia ke tubuhnya agar suhu tubuh istrinya itu turun. Perlahan tapi pasti Sehun memeluk tubuh istrinya lalu mengusap punggung Annastasia persis seperti yang dikatakan oleh Tuan Kim beberapa waktu lalu, dan benar rupanya: Annastasia menjadi lebih tenang, bahkan tubuhnya tidak bergerak gusar ataupun mengigau seperti beberapa saat lalu.

London,  Pukul 6 Pagi

            Anna merasa jika tubuhnya sangat sakit seperti ia telah  mengangkat beban berat setelah lama tidak berolah raga, seluruh sendinya serasa nyeri begitupun dengan kepalanya yang terasa sangat pusing, sungguh rasanya ia tak ingin membuka matanya saat ini, tapi rasa haus yang menjalar di kerongkongannya membuatnya mau tak mau membuka mata lentik itu yang entah mengapa terasa sangat berat, ia juga tak mengerti kenapa tubuhnya sangat lengket saat ini, yang ia tahu hanya kepalanya terasa  sangat sakit. Ia berusaha bangun dengan susah payah dan tanpa sengaja ia  melihat kesamping ranjangnya yang telah kosong. Kemana Sehun?

            Baru saja ia akan beranjak dari rajang, tapi tiba tiba rasa pening mendera sangat kuat hingga ia harus kembali duduk di ranjang karena takut terjatuh apabila terus melanjutkan melangkah, perlahan jemarinya menekan pelipisnya untuk menghilangkan rasa sakit itu hingga ia menemukan pengompres otomatis masih terpasang di keningnya.

            “Apa semalam aku demam?” gumamnya. Dan baru saja  ia akan melepas alat itu tapi sebelum ia melakukannya suara Sehun telah mengistrupsinya

            “ Kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu? Apa sudah baikkan?” ucap Sehun dengan satu tarikan nafas, ia sangat panik saat mendapati Anna sudah terduduk di pinggir ranjang dengan memijat kepalanya hingga ia melebarkan langkahnya untuk menggapai Anna takut kalau saja tiba tiba ia pingsan.

            “Kepalaku sakit Sehun…” ucap Anna lirih

            “Kalau begitu kau tiduran lagi saja, sebentar lagi dokter akan datang memeriksamu” ucap Sehun sembari membantu Anna kembali tidur, tapi dengan cepat tangan Anna mencegah Sehun untuk membaringkannya.

            “Aku haus aku ingin minum” ucap Annastasia dengan begitu lirih

            “Kau tunggu disini, aku akan mengambilkan air untuk mu” ucap Sehun sebelum beranjak pergi meinggalkan kamar mereka.

            Tak lama kemudian Sehun kembali dengan membawa senampan makanan yang  agar berisi bubur dan teh hangat untuk Anna. “ Ini minumlah!, setelah itu aku akan menyuapimu bubur agar kau memiliki energi” ucap Sehun sembari menyerahkan segelas teh hangat itu untuk Anna. Meskipun Anna mengatakan bahwa ia sangat haus tapi teh hangat itu hanya ia minum dua teguk saja, ia merasa lidahnya sangat pahit sekarang.

            “Buka mulutmu” ucap Sehun sembari menyodorkan sesendok  bubur didepan mulut Annastasia setelah mengambil bubur itu hingga memenuhi cekunngan sendok  lalu meniupnya agar tidak terlalu panas saat istrinya itu memakannya, dan  dengan terpaksa Anna tetap memakan bubur itu meski Sehun tahu jika Anna sama sekali tidak menyukai bubur.

            “Sehun….aku tidak mau makan bubur lagi, aku sudah kenyang” ucap Annastasia dengan wajah yang memelas, padahal baru lima suapan Sehun berikan pada Annastasia, tapi sungguh jika dia tidak berhenti makan sekarang maka dia akan benar benar muntah.

            “Baiklah, kalau begitu” ucap Sehun sembari meletakkan kembali semangkok bubur itu pada nampan di atas nakas, lalu beralih untuk membantu Annastasia berbaring, namun lagi lagi Anna mencegahnya.

            “Aku ingin mandi Sehun, tubuhku sangat lengket” ucap Anna dengan nada yang sangat lirih

            “Tapi kau masih demam sayang, demammu akan semakin parah jika kau mandi, aku tidak mengizinkanmu mandi” ucap Sehun sembari menatap  manik coklat itu dengan lembut.

            “Aku ingin mandi sekarang, rasanya sudah tidak nyaman” ucap Anna dengan nada memelas

            “Anna…aku bilang tid…”

            “Aku mohon Sehun” finalnya

             Memang dasar wanita keras kepala, berdiri saja ia akan jatuh tapi tetap bersikeras untuk mandi.  Dan yeah…. apa boleh buat….akhirnya Sehun menyerah untuk membujuk Anna dengan menyuruh beberapa pelayannya untuk membantu istrinya itu mandi, sedangkan dia beranjak ke ruang tamu untuk menyambut dokter yang sudah datang.

            “Terimakasih karena telah datang untuk memeriksa istriku Ellena”

 

To Be Continue…..

           

Hai guys long time no see… Finaly I’m back!!!!!, pasti kalian mikir “ceritanya kok garing abis ya kak?”  sabar ya..hehehehe pasti indah pada waktunya kok hehehe,  makasih ya udah mau nunggu ff ini love..love…^_^ ,ngomong ngomong kalian kangen gak sih sama Ellena dan Chanyeol?  Atau kalian mau di buat  kisah mereka  tersediri secara utuh di chap keberapa gitu ? Komen dibawah ya ^_^ . sampai jumpa di next part!!!!  have fun ya  !!!

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] YOU ARE (Chapter 5)

  1. Hah..??? ellena yg jadi dokter, yg bakalan meriksa Anna dong..??
    kk seriuss, aku penasaran bgt sm hub ellena sehun. tp kok keliatannya sehun biasa” aja yaa sm ellena..tp berbanding terbalik dg ellena..
    iyaa ciyuss kangen ellena yeol, kasiannn yeoll..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s