[EXOFFI FREELANCE] THE PERFECT WIFE (Chapter 19)

the perfect wife

 

THE PERFECT WIFE

.

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol (EXO), Eun ji (A-PINK), Sehun (EXO), Bam Bam, (GOT 7) Junior (GOT 7)

Additioanal Cast : Yeri (RED VELVET), Joy (RED VELVET), Min ho (SHINEE), Krystal (FX)

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan saat pembuatan ff ini.

SUMMARY :

Kim Eun Ji adalah gadis berusia 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar. Namun ia tak menyangka akan menjadi seorang  ibu bagi empat pria.

 

Chapter 19th

             Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya suami dari ahjumma datang. Namun saat Eun ji berpamitan pada ahjumma, wanita itu meminta untuk berbicara sebentar pada Eun ji. Dengan senang hati Eun ji menerima permintaan ahjumma.

“Aku sangat berterima kasih padamu, entah apa yang akan terjadi jika kau tidak membantuku” ucap ahjumma sambil memegang tangan Eun ji

“Sudah menjadi kewajibanku untuk membantumu, lagipula karena kau juga sekarang rasa traumaku sedikit menghilang. Dulu aku sangat takut ketika melihat darah, tapi sekarang tidak terlalu takut” balas Eun ji

“Kau memang gadis yang baik. Aku ingin kau memberikan nama untuk anakku”

“Tapi aku tidak punya hak untuk memberikan nama pada anakmu, lagipula aku tidak pandai memberikan nama pada seseorang”

“Tidak apa – apa, justru aku akan senang jika kau yang memberikan nama untuk anakku”

“Baiklah. Bagaimana kalau namanya Choi Si Jin”

“Itu nama yang bagus, terima kasih”

“Iya sama – sama”

“Tapi apakah kau sudah menikah ?”

“Sudah, tapi aku belum punya anak”

“Kenapa ?”

“Mungkin belum saatnya, tadi pagi aku baru saja dinyatakan tidak hamil oleh dokter”

“Bagaimana ceritanya, kenapa kau bisa dinyatakan tidak hamil”. Eun ji menceritakan semuanya kepada ahjumma. Setelah mendengar cerita dari gadis itu, ahjumma merasa sangat sedih. Ia tidak menyangka hal seperti itu bisa terjadi pada Eun ji.

“Kau harus sabar, mungkin belum saatnya”

“Tapi aku bingung bagaimana cara mengatakan hal ini pada suamiku”

“Aku yakin suamimu pasti bisa mengerti, asalkan kau mengatakannya dengan jujur”

“Baiklah”

            Setelah berbicara dengan ahjumma. Eun ji dan Sehun segera pulang kerumah. Ditengah perjalanan kedua orang itu saja membicarakan tentang hal tadi.

“Aku tadi seperti seorang dokter, kan” ucap Eun ji sambil tersenyum

“Tapi kenapa kau tidak menjadi dokter saja ?” tanya Sehun sambil menyetir mobil

“Aku tidak pintar”

“Memangnya dokter harus pintar, yang terpenting adalah seorang dokter harus bisa bertanggung jawab”

“Baiklah, tapi aku hanya ingin menjadi seorang manager diperusahaan besar”

“Terserah kau saja. Tapi apa yang kau pikirkan saat sedang membantu ahjumma persalinan”

“Hanya Chanyeol oppa yang aku pikirkan, aku membayangkan tengah berada dipelukan oppa saat itu”

“Kau telah membuat hati seseorang sakit sekarang”

“Memangnya siapa yang hatinya sedang sakit ?”

“Tidak jadi, aku bilang nya lain kali saja”

“Baiklah”

          Eun ji terus saja berbicara disepanjang perjalanan, bahkan ia tidak menyadari sejak tadi perutnya terus saja bunyi.

“Apakah kau tidak lelah berbicara, eoh. Sejak tadi perutmu berbunyi terus”

“Sebenarnya aku memang sangat lapar, itu sebabnya dari tadi aku banya bicara”

“Baiklah, bagaimana kalau kita makan Sup saja. Kebetulan disekitar sini ada Restoran Sup yang baru buka”

“Baiklah, itu ide yang sangat bagus”

         Tidak lama kemudian sampailah mereka disebuah Restoran, terlihat sebuah papan menu terpajang didepan pintu tempat itu. Banyak menu Sup yang disediakan di Restoran tersebut. Tanpa berpikir panjang Eun ji dan Sehun segera masuk kedalam tempat itu. Saat mereka baru saja duduk dikursi, seorang pelayang wanita langsung menyambut kedatangan mereka.

“Selamat datang, kalian ingin pesan apa ?” ucap pelayan itu

“Aku ingin Sup Ayam yang sangat panas dengan daging yang banyak” balas Eun ji

“Kalau aku, sama seperti pesanannya saja” ujar Sehun

“Baiklah” pelayan itu langsung pergi menuju dapur

             Disaat tengah menunggu pesanan datang, tiba – tiba ponsel Sehun berdering. Rupanya teman sekampusnya yang telah menghubunginya. Temannya memberitau jika dosen ingin bertemu dengan Sehun saat ini, karena ada hal penting yang harus dibicarakan. Karena harus bertemu dengan dosen, Sehun segera berpamitan pada noonanya.

“Noona, aku harus pergi ke Kampus. Dosenku ingin bertemu denganku”

“Kenapa mendadak ingin bertemu, lagipula kau kan belum makan”

“Tidak apa – apa, lagian aku hanya sebentar saja. Mungkin sekitar 30 menit”

“Itu waktu yang cukup lama, lalu apa yang harus aku lakukan sekarang ?”

“Kau jangan pulang sebelum aku kembali, tunggu disini. Aku tidak akan lama”

“Baiklah, hati – hati”

                Lalu pergilah Sehun menuju Kampus. Tidak lama kemudian pesanan makanan Eun ji datang, gadis itu langsung melahap habis makanannya. Setelah hampir satu jam, Sehun tidak kunjung kembali. Namun Eun ji bersih keras untuk menunggunya, karena ia tidak tau jalan untuk pulang ke Rumah. Karena merasa bosan Eun ji memilih untuk membaca buku menu. Dan hingga akhirnya gadis itu merasa tertarik untuk minum Jus. Dengan segera ia memanggil pelayan.

“Aku ingin pesan Jus yang ini” ucap Eun ji sambil menunjukan menu pesanannya pada pelayan.

“Sebenarnya menu minuman ini dijual saat malam hari, tapi karena ini sudah sore hari. Baiklah Jus ini bisa dijual” balas pelayan

“Terima kasih”. Setelah beberapa menit kemudia, datanglah pelayang itu sambil membawa minuman pesanan Eun ji.

“Silahkan dinikmati” ucap pelayan itu

“Kenapa Jus nya disajikan didalam botol ?” tanya Eun ji yang terlihat bingung

“Memang seperti itu” balas pelayan

“Baiklah, terima kasih”. Karena sudah tidak sabar, Eun ji segera menuangkan Jus itu kedalam gelasnya.

Glek ..

“Rasanya sedikit aneh, tapi sangat menyegarkan. Minum lagi, ah” ujar Eun ji. Tidak disadari Eun ji teryata sudah menghabiskan 10 botol Jus. Anehnya gadis itu terlihat seperti orang mabuk, kepalanya terus saja tertunduk kebawah dan bicaranya juga sudah tidak jelas. Rupanya Jus itu mengandung alkohol didalamnya yang tidak disadari oleh Eun ji.

       Disaat jam menunjukan pukul 10 malam, akhirnya Sehun datang. Pria itu terkejut ketika melihat Eun ji tertidur diatas meja.

“Noona, bangunlah. Ayo kita pulang” ucap Sehun sambil menyentuh bahu noonanya. Namun tidak ada respon dari Eun ji, karena merasa ada kejanggalan yang terjadi dengan noonanya. Pria itu langsung menyelidikinya. Sehun mencium bau alkohol digelas Eun ji. Sejak awal ia sudah merasa curiga dengan keadaan Eun ji, dengan segera Sehun langsung memanggil pelayan.

“Kenapa wanita ini bisa mabuk ?. apa yang dia minum ?” tanya Sehun yang terlihat mulai marah.

“Tadi dia memesan Jus” jawab pelayan itu

“Apakah Jus ini mengandung alkohol ?”

“Iya, sebenarnya minuman itu dijual hanya saat malam hari. Tapi tadi sore wanita ini ingin membelinya, jadi saya jual padanya”

“Tanpa kau beritau, jika Jus ini mengandung alkohol”

“Iya, saya kira dia sudah membacanya dibuku menu”

“Sekarang karena kau noonaku mabuk, jika terjadi sesuatu padanya aku akan ..” ucapan Sehun terpotong oleh Eun ji.

“Aigoo, kalian berisik sekali. Aku sedang mewawancarai Bobby Ikon. Jadi bisakah kalian diam” sambung Eun ji

“Noona, kau sudah bangun. Ayolah, kita harus segera pulang” balas Sehun

“Kau tampan sekali, apakah kau adalah pangeran dari istana yang ingin menikahiku, eoh?”

“Iya, aku adalah pangeranmu. Sekarang kita harus pulang”

“Aku tidak mau, dokter baru saja bilang kalau aku tidak hamil. Aku sangat sedih mendengarnya”

“Sudahlah, dokter kan hanya bilang kau tidak hamil. Untung saja dokter tidak bilang jika kau keguguran”

“Benar juga. Kau pintar sekali yah, aku bisa bilang pada oppa jika aku menggugurkan kandunganku. Dengan begitu oppa akan menyayangiku”

“Terserah padamu noona. Yasudah, ayo kita pulang”

“Aku ingin kau menggendongku”. Lalu Sehun segera menggendong noonanya dibelakang. Ditengah perjalanan Eun ji terus saja berbicara hal yang tidak jelas, bahkan ia tidak segan untuk bernyanyi.

“Satu – satu aku sayang Chanyeol oppa. Dua – dua aku sayang Yeri –ah. Tiga – tiga aku sayang Joy –ah. Empat – empat aku sayang Sehun –ah, Bam bam –ah, dan Junior –ah.” Nyanyi Eun ji sambil bertepuk tangan.

           Sehun yang menyaksikan hal itu hanya tersenyum kecil, ia merasa senang bisa menghabiskan waktu bersama Eun ji. Walaupun kebersamaannya telah diganggu, pria itu tetap merasa senang. Tidak lama kemudia meraka akhirnya sampai di Rumah. Sehun segera menggedong noonanya masuk kedalam Rumah, pria itu berharap hyungnya belum pulang.

Namun saat ia ingin naik ketangga, tiba – tiba Chanyeol oppa memanggilnya.

“Sehun –ah !. Siapa yang kau gendong ?” ucap Chanyeol yang tepat berada dibelakan Sehun.

Ketika mendengar suara hyungnya, pria itu segera menghentikan langkah kakinya.

“Apa dia Eun ji –ah ?” tanya Chanyeol sambil berjalan mendekat menuju Sehun. Ketika tepat berada dibelakang adiknya, Chanyeol terkejut melihat Eun ji yang tengah tertidur. “Apa yang terjadi dengannya ?”.

Sehun langsung berbalik kearah hyungnya

“Noona, tadi ketiduran” balas Sehun

“Baiklah, biar aku yang mengantarnya kekamar”. Chanyeol langsung merebut Eun ji dari Sehun. Namun tiba – tiba saja gadis itu terbangun dari tidurnya.

“Aku dimana ?” tanya Eun ji

“Kau ada dirumah sekarang” jawab Chanyeol

“Kau tampan sekali, seperti malaikat bersayap” balas Eun ji sambil tersenyum

“Sepertinya kau mabuk, Eun ji –ah” ucap Chanyeol sambil mengendus – ngendus nafas mulut Eun ji.

“Aku tidak mabuk, kok” ujar Eun ji

“Sehun –ah, apa istriku mabuk” tanya Chanyeol

“Iya hyung, tadi noona minum alkohol” jawab Sehun

“Bagaimana mungkin, dia tengah hamil sekarang. Tidak mungkin jika Eun ji –ah minum alkohol” ucap Chanyeol yang mulai terlihat marah.

“Tapi kenyataannya noona memang minum alkohol” balas Sehun. Dan seketikka Chanyeol langsung memegang tangan istrinya dengan sangat erat.

“Eun ji –ah, apa yang terjadi padamu ?. Kenapa kau bisa mabuk seperti ini, kau tau kan, sekarang kau tengah hamil” ucap Chanyeol sambil memandang wajah istrinya.

“Haha .., memangnya aku lagi hamil ?” balas Eun ji sambil tertawa kecil

“Kau jangan bercanda, ini bukan main – main. Sekarang jelaskan padaku apa yang terjadi pada bayi kita ?” tanya Chanyeol kembali.

“Aku tidak tau oppa. Sepertinya aku menggugurkan kandunganku” jawab Eun ji. Setelah mendengar ucapan Eun ji, pria itu secara langsung melepaskan tangan istrinya. Lalu ia menoleh kearah Sehun.

“Apa benar, Eun ji –ah menggugurkan kandungannya ?” tanya Chanyeol pelan

“Kalau aku bilang iya, apakah kau akan menceraikannya ?” jawab Sehun

“Sehun –ah, kau hanya perlu menjawab pertanyaanku saja” balas Chanyeol

“Iya, noona memang telah menggugurkan kandungannya. Kemarin malam Eun ji –ah minum obat tidur, lalu paginya dia keguguran” ucap Sehun

“Kau jangan bercanda, dia tidak mungkin menggugurkan kandungannya”. Chanyeol langsung memegang kembali tangannya istrinya, dan mencoba untuk menanyakan hal yang sama pada Eun ji. “Eun ji –ah, kau tidak menggugurkan kandunganmu, kan ?”.

“Oppa, sudah kubilang kalau aku menggugurkan kandunganku. Sudahlah aku mengantuk sekali”. Setelah mengatakan hal itu pada suaminya, Eun ji langsung berjalan menuju kamarnya meninggalkan Sehun dan Chanyeol disana.

           Suasana hening terasa dirumah tersebut, hingga terdengar suara hembusan nafas dari kedua pria itu. Mereka terus saja saling bertatapan satu sama lain. Dan pada akhirnya salah diantara kedua orang itu bicara.

“Kau dari mana saja bersama dengan istriku ?” tanya Chanyeol

“Kami habis makan Sup Ayam” jawab Sehun

“Selain itu ?”

“Tidak ada, hanya itu saja”

“Kau jangan mencoba memancing amarahku, tidak mungkin jika istriku menggugurkan kandungannya sendiri”

“Tapi itulah yang terjadi, dan kau harus menerimanya”. Sehun langsung pergi meninggalkan hyungnya setelah mengatakan hal itu.

           Hanya ada Chanyeol diruang tengah. Pria itu terlihat seperti orang kebingungan, ia bahkan tidak bisa menggerakan tangan dan kakinya. Seperti ada borgol yang mengikat sekujur tubuhnya. Perasaannya sangat sedih, dan pikirannya juga kosong. Ia tidak bisa membayangkan jika Eun ji tega menggugurkan kandungannya sendiri.

            Sepanjang malam Chanyeol hanya duduk dimeja kerjanya sambil memandang kearah istrinya. Ia bahkan tidak terlihat mengantuk sama sekali.

_

               Dipagi harinya, Eun ji terbangun dari tidurnya. Saat wanita itu membuka kedua matanya, ia melihat Chanyeol tengah berdiri dihadapannya. Eun ji langsung menyapa suaminya sambil tersenyum.

“Oppa, good morning” ucap Eun ji. Namun anehnya Chanyeol tidak berkutik sama sekali. Pria itu hanya tersenyum kecil.

“Oppa, kau baik – baik saja ?”

“Iya”

“Aku senang sekali bisa melihatmu pagi ini. Biasanya kan, kau selalu pergi pagi – pagi sekali”

“Kau sudah merasa baikan sekarang ?”

“Iya, tapi bahuku sangat pegal”

“Kau seharusnya jangan banyak minum alkohol ketika tengah hamil”. Eun ji langsung terdiam ketika mendengar ucapan suaminya.“Kau seharusnya tidak menggugurkan kandunganmu”.

“Apa maksudmu oppa ?. Aku benar – benar tidak mengerti apa yang kau katakan”

“Kau jangan pura – pura lupa. Sudahlah, lebih baik sekarang kau tidur saja. Dan jangan hubungi aku”. Chanyeol langsung pergi meninggalkan istrinya.

“Ada apa ini ?. Kenapa sikapnya aneh sekali ?”. Karena merasa ada hal yang aneh, Eun ji segera bangun dari tempat tidurnya, lalu bergegas pergi menuju kamar adik iparnya.

“Sehun –ah, cepat buka pintunya” ucap Eun ji sambil mengoyang – goyangkan kenop pintu. Tidak lama kemudian Sehun membuka pintu kamarnya.

“Ada apa noona ?” tanya Sehun yang bepakaian dengan rapih

“Kau mau kemana dengan pakaian serapih itu ?”

“Tentu saja, aku ingin berangkat kuliah. Memangnya kau tidak kuliah ?”

“Sudahlah itu tidak penting. Yang terpenting sekarang adalah, beritau aku kenapa sikap oppa sangat aneh sekali pagi ini”

“Aneh bagaimana ?”

“Oppa mengatakan hal – hal yang tidak masuk akal, aku saja tidak mengerti apa yang terjadi dengannya”

“Mungkin, hyung hanya ingin bermain – main saja denganmu. Sudahlah, lebih baik sekarang kau mandi lalu berangkat kuliah”. Sehun langsung pergi meninggalkan noonanya.

“Kenapa, sikapnya juga aneh ?” ucap Eun ji dalam hatinya.

_*_

       Saat Restoran tengah remain dengan pengunjung. Bam bam dan Joy harus bekerja dengan cepat untuk melayani para pembeli, bahkan mereka rela untuk tidak berangkat kuliah. Namun sialnya, saat Joy tengah memasukan minyak panas kedalam gelas, tiba – tiba minyak itu mengenai tangannya.

“Ahh ..” jerit Joy yang langsung melempar gelas itu. Seketika semua Koki menoleh kearahnya, bahkan Bam bam langsung meninggalkan dapurnya sebelum masakannya matang.

“Kau kenapa ?” tanya Bam bam

“Tanganku terkena minyak panas tadi” jawab Joy yang terlihat kesakitan

“Coba aku lihat” Bam bam langsung memegang tangan gadis itu. “Sepertinya, kau harus segera ke Rumah Sakit”.

“Aku tidak mau, lebih baik dioleskan saja dengan pasta gigi. Besok pasti udah sembuh, kok”

“Tidak, pokoknya kau harus ke Rumah Sakit”

“Tidak, aku baik – baik saja. Tolong jangan bawa aku ke Rumah Sakit”

“Baiklah, kalau begitu aku akan mengobati lukamu”

               Bam bam segera mengambil kotak obat, lalu ia mengoleskan obat salep ke luka gadis itu. Joy meringis kesakitan ketika lukanya diobati. Namun hal tersebut malah membuat Bam bam tersenyum.

“Kau, seperti anak kecil saja”

“Semua orang pasti akan kesakitan, saat lukanya diobatin”

“Makanya, kau harus lebih hati – hati saat memasak”

“Iya, aku akan hati – hati”

                 Setelah selesai mengobati luka Joy. Bam bam segera mengajak temannya untuk makan siang bersama. Mereka memilih untuk makan Mie Ramen. Disaat tangah makan, Joy banyak menanyakan hal pada Bam bam.

“Kau tau kan, kalau Eun ji –ah sedang hamil” ucap Joy sambil mengunyah makanannya.

“Iya aku tau, memangnya kenapa ?” tanya Bam bam

“Tidak, aku hanya senang saja. Ternyata Eun ji –ah akan menjadi seorang ibu, dan Chanyeol oppa akan menjadi seorang ayah. Mereka adalah sepasang suami istri yang serasi”

“Iya, aku pikir juga begitu”

“Pokoknya kita harus menjaga hubungan mereka, jangan sampai mereka bercerai”

“Yang bisa menjaga hubungan mereka adalah mereka sendiri, kita hanya bisa menbantu jika mereka ada masalah”

“Kau benar”

Disaat mereka tengah makan, tiba – tiba Min ho datang

“Joy –ah, kau baik – baik saja ?” tanya Min ho yang langsung duduk disamping gadis itu.

“Iya, aku baik – baik saja” jawab Joy

“Aku dengar, tadi kau kena minyak panas saat didapur. Tanganmu baik – baik saja, kan”. Min ho langsung memegang tangan Joy. Melihat hal tersebut, tiba – tiba saja Bam bam menendang meja.

“Apakah kau akan terus memegang tangannya ?” tanya Bam bam dengan wajah juteknya.

“Tentu saja tidak” Min ho segera melepaskan tangan Joy

“Lagipula, aku dana Min ho –ah hanya teman saja” ucap Joy

“Iya, kami hanya teman. Lagian juga aku menyukai Eun ji –ah” lanjut Min ho

“Hei !, kau jangan berani mengganggu noonaku lagi. Kalau sampai kau mengganggunya aku tidak akan segan untuk memukulmu” balas Bam bam

“Baiklah, aku tidak akan mengganggunya” ucap Min ho sambil tersenyum kecil

_*_

        Setelah bel Sekolah berbunyi, Yeri segera keluar dari kelasnya. Gadis itu berjalan melintasi lapangan, namun tidak disangka saat ia keluar dari area lapangan. Nampak Junior tengah berdiri didekat pagar Sekolahnya. Saat pria itu melihat Yeri, ia langsung berlari menuju gadis itu.

“Annyeong” sapa Junior. Melihat kehadiran pria itu, Yeri seketika terkejut.

“Kau sedang apa di Sekolahku ?” tanya Yeri

“Aku ingin menjemputmu, sekalian aku ingin makan siang bersamamu” jawab Junior

“kau tidak perlu menjemputku, aku bisa pulang sendiri. Dan aku juga tidak ingin makan siang denganmu” balas Yeri dengan wajah jutek

“Tapi, Eun ji –ah yang telah memintaku untuk menjemputmu. Dan dia juga bilang agar aku mengajakmu makan siang”

“Aku tidak percaya padamu”. 10 detik kemudian, ada pesan masuk di ponsel Yeri. Ternyata pesan itu dari Eun ji, lalu segeralah Yeri membacanya.

Pesan dari Eun ji :

“Yeri, aku tidak bisa menjemputmu. Jadi aku menyuruh Junior –ah untuk menjemputmu, pulanglah bersamanya. Dan makan sianglah bersamanya juga, ingat kau jangan bersikap jutek padanya. Semoga harimu menyenangkan”

          Setelah membaca pesan dari eonninya, Yeri merasa sangat malu terhadap Junior. Bahkan ia terus saja menundukkan kepalanya.

“Kau sekarang percaya kan padaku ?” tanya Junior

“Nde, maaf karena aku bersifat tidak sopan padamu” jawab Yeri

“Sebenarnya tanpa Eun ji –ah suruh, aku pasti akan menjemputmu. Lalu sekarang bagaimana, kalau kau tidak mau aku antar pulang juga tidak apa – apa”. Junior segera berjalan meninggalkan Yeri, namun baru saja ia melangka gadis itu tiba – tiba menarik tangannya.

“Tidak, aku mau diantar pulang olehmu”

“Baiklah, tapi apakah kau ingin terus menarik tanganku”. Seketika Yeri langsung melepaskan tangan pria itu.

         Ditengah perjalanan menuju Apartemen, keduar orang itu sama sekali tidak berkutik. Dan pada akhirnya salah satu diantara mereka akhirnya berkata.

“Apakah kau ingin makan siang ?” tanya Junior sambil menyetir mobil

“Sebenarnya dari tadi aku sudah lapar, tapi aku menahannya” jawab Yeri

“Bagaimana kalau kita makan Mie Ramen”

“Boleh juga, kebetulan dari kemarin aku ingin sekali makan Mie Ramen”

“Aku yang akan meneraktirmu”. Junior langsung menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai menuju Restoran Ramen.

            Tidak lama kemudia sampailah mereka disebuah Restoran, lalau segeralah mereka masuk kedalam tempat itu. Disaat tengah makan, Junior terus saja menatap Yeri, sehingga hal itu membuat adik Eun ji menjadi gugup.

“Kau akan terus menatapku seperti itu” ucap Yeri

“Tidak, hanya saja kau hari ini bersikap sangat baik padaku. Tidak seperti biasanya kau seperti ini” jawab Junior

“Aku seperti ini karena kau adalah orang yang baik, jadi aku tidak mungkin bersikap jutek padamu”

“Tapi kau bersikap seperti ini bukan karena Eun ji –ah, kan”

“Tentu saja bukan, aku memang selalu bersikap baik pada siapa pun”

“Baguslah”

             Setelah makan siang, Junior segera mengantar Yeri menuju Apartemen. Saat mereka sampai disana, Nampak Chanyeol tengah berdiri didepan pintu Apartemen itu. Lalu segerahlah Yeri dan Junior menghampirinya.

“Oppa, kau sedang apa disini ?” tanya Yeri

“Aku ingin bicara denganmu” jawab Chanyeol

“Baiklah, kalau gitu ayo kita masuk” ucap Yeri

“Tapi aku hanya bicara berdua saja denganmu” Chanyeol menatap kearah Junior

“Yeri –ah, aku harus pergi karena ada urusan” Junior segera pergi dari tempa itu

“Baiklah, ayo silahkan masuk oppa”. Mereka berjalan masuk ke Apartemen.

             Lalu Yeri membuatkan Teh Hijau untuk Chanyeol, setelah selesai membuatnya ia langsung menyajikannya untuk pria itu.

“Silahkan diminum” ucap Yeri

“Baiklah” Chanyeol segera meminum Teh itu

“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan ?”

“Aku tau jika kau punya bakat dalam bidang Design, itu sebabnya aku ingin menawarimu untuk sekolah diluar negeri”. Mendengar perkataan Chanyeol, wajah Yeri langsung terlihat senang.

“Benarkah itu ?”

“Iya, jadi setelah ujian akhir sekolah. Kau bisa langsung berangkat”

“Aku sangat senang mendengarnya, tapi aku ragu eonni akan mengizinkanku pergi”

“Tenang saja, aku akan pastikan dia pasti mengizinkanmu. Tapi sementara kau jangan beritau eonnimu tentang hal ini, kau bisa memberitaunya seminggu sebelum keberangkatanmu”

“Baiklah, gamsahabnida oppa”

              Chanyeol langsung tersenyum ketika Yeri berterima kasih padanya. Pria itu hanya ingin menepati janjinya pada Eun ji.

_*_

              Saat jam menunjukan pukul 11 malam, disaat itu Eun ji belum tidur. Padahal biasanya ia tidur pukul 9 atau 10 malam, namun karena gadis itu ingin menunggu suaminya pulang. Eun ji rela menahan rasa kantuknya hanyan untuk menunggu Chanyeol pulang. Namun saat pukul 11 lewat 20 menit, Eun ji langsung terlelap dalam mimpinya. Dan tidak lama kemudia Chanyeol datang, pria itu terus menatap istrinya yang tengah tertidur.

“Aku berharap, kau tidak akan pernah melihatku saat pagi ataupun malam” ucap pria itu.

             Sepanjang malam Chanyeol terus terjaga, ia tidak bisa tidur karena memikirkan persoalan tentang kandungan Eun ji. Bahkan sampai sekarang Chanyeol masih belum bisa menerima hal itu, ia  sangat sedih mengenai tindakan Eun ji yang buruk. Sepintas terpikirkan di pikirannya untuk menceraikan istrinya, namun sebenarnya Chanyeol sangat mencintai istrinya.

_

              Dipagi harinya, Eun ji kembali terbangun tanpa melihat suaminya. Gadis itu merasa jika Chanyeol menghindarinya, dan sama sekali tidak ingin bertemu dengannya. Eun ji mencoba menahan air matanya, namun ia tidak bisa melakukannya.

“Kenapa oppa menghindariku, apa yang sebenarnya terjadi” ucap Eun ji sambil menagis.

               Namun Eun ji mencoba untuk menguatkan dirinya, ia tidak akan pernah menangis hanya karena satu pria. Gadis itu akan berusaha untuk bicara pada suaminya, bagaimana pun caranya. Lalu segeralah Eun ji bersiap – siap untuk berangkat kuliah. Setelah selesai bersiap – siap, segeralah Eun ji berangkat kuliah. Saat tiba di Kampus, Junior dan Bam bam menghampirinya.

“Noona, kenapa tadi kau tidak berangkat bareng kami saja” ucap Junior

“Aku lagi mau berangkat sendiri” jawab Eun ji

“Tadi dijalan, kami melihatmu sedang duduk didalam Bus” ujar Bam bam

“Iya, tapi dimana Sehun –ah. Kenapa dia tidak bersama kalian ?” tanya Eun ji

“Sehun hyung, sudah berangkat sejak pagi. Mungkin sekarang dia lagi didalam kelasnya” sahut Junior

“Baiklah, kalau gitu aku ke kelas dulu”. Eun ji segera meninggalkan kedua adik iparnya.

            Setelah tiba dikelasnya, Eun ji langsung duduk dikursinya. Tidak lama kemudia datanglah Joy bersama dengan Min ho. Kedua orang itu segera menghampiri Eun ji.

“Kau tumben berangkat pagi” ucap Min ho yang langsung duduk disamping Eun ji.

“Aku hanya ingin kembali menjadi diriku yang dulu” balas Eun ji

“Mungkin karena kau sedang hamil, makanya kau jadi sangat bersemangat” ujar Joy sambil tersenyum.

“Kau bicara apa, sih ?. Hari ini aku memang sanhat bersemangat untuk kuliah, jadi kalian jangan mengganggu semangatku ini” ucap Eun ji. Tapi tiba – tiba saja Joy membungkukan tubuhnya dan berbicara didepan perut Eun ji sambil tersenyum.

“Ibumu, tidak mengaku jika dia sangat bersemangat hari karena kau” ujar Joy

“Kau bicara dengan siapa ?” tanya Eun ji

“Tentu saja dengan bayi kecil yang ada didalam perutmu” jawab Joy yang langsung menegakkan tubuhnya.

“Tidak ada bayi didalam perutku” balas Eun ji

“Apa maksudmu ?” tanya Min ho

“Dua hari yang lalu, aku pergi ke Rumah Sakit. Dan dokter bilang padaku jika aku tidak hamil” jawab Eun ji

“Mwo !, bagaimana hal itu bisa terjadi. Mungkin dokternya tidak memeriksanya dengan benar, coba kau pergi ke Rumah Sakit lagi” ucap Joy yang terlihat terkejut.

“Sudahlah, aku memang tidak hamil” balas Eun ji

“Tapi, apakah kau sudah memberitau Chanyeo –ah tentang hal ini ?” tanya Joy

“Aku belum memberitaunya, lagipula kami jarang bertemu” sahut Eun ji

“Bagaimana bisa kau jarang bertemu dengannya, kau kan tinggal bersamanya” ucap Min ho

“Dia menghindar dariku, mungkin dia sudah tau” balas Eun ji

“Chanyeol oppa sangat keterlaluan, seharusnya kan dia menghiburmu. Bukannya malah menghidar darimu” ujar Joy

“Aku tidak tau apa yang terjadi dengannya, aku bingung harus melakukan apa” balas Eun ji

“Kau harus menemuinya” saran Min ho

“iya, bagaimana kalau kau membuatkan dia makan siang, lalu kau antarkan ke Cafenya” ucap Joy

“Idemu bagus. Baiklah setelah pulang kuliah, aku akan membuatkan makanan untuk Chanyeol oppa, lalu aku akan mengantarkannya sendiri” balas Eun ji

“Aku berharap kau segera menyelesaikan permasalahanmu dengan Chanyeol –ah” ucap Joy sambil tersenyum.

_

Bersambung …

 

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] THE PERFECT WIFE (Chapter 19)

  1. Kok Chanyeol udah ngambek aja sih… padahal kan di blum tau yg sebenarnya.. moga konflik diantara mereka berdua ga bertambah buruk.. Kenapa sehun ga cerita yg sebenernya aja ya… mmm…. kesel sendiri…
    Next chapt thor… ga sabar baca next chaptnya… jangan lama lama ya thor…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s