[EXOFFI FREELANCE] Stay With Me (Chapter 7)

STAY WITH ME

Author :

Angeline

Main Cast :

Oh Sehun (EXO)

x

Bae Joo Hyun a.k.a Irene (RV)

Additional Cast :

EXO Members |Kim Ji Yeon (LOVELYZ)|Kim Seolhyun (AOA)|Im Jung Hoo  (B.I.G)| Lee Hyo Eun (STELLAR) |Krystal Jung (FX) |etc~

Rating PG-17 |Length Series Fic

Genre : Romance | Angst | AU |slice of life | Drama | Adult| etc~

Disclaimer :

Ff ini murni dari pemikiran author sendiri, ceritanya tiba-tiba muncul dalam otak author #ea. Dan dari pada lupa langsung dituangkan dalam bentuk FF seperti ini. Bila ada kesamaan tokoh maupun jalan cerita di dalam ff ini, itu bukan merupakan bentuk plagiat #noplagiat! melainkan unsur ketidaksengajaan. Don’t judge, don’t copas.  Terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membacanya  (nunduk)

Summary :

Bagaimana jika seorang Oh sehun yang berwatak dingin dan tidak pernah peduli pada orang lain terjebak bersama seorang gadis amnesia bernama Irene?. Melalui sebuah pertemuan tidak terduga hingga masalah-masalah yang datang saat keduanya tengah menjalin sebuah hubungan.

-Chapter 7-

“Aku akan menikah.” suara kecil yang bercampur dengan suara tangisan namun masih bisa didengar jelas oleh Sehun itu, membuat tubuh pria tinggi itu membeku seketika.

DEG!

Seperti sebuah anak panah menghujam jantung Sehun rasanya, kata-kata itu membuatnya merasa tidak bernyawa, dan dibuang ke dalam hutan yang gelap sekali lagi, tanpa penerangan. Sehun memundurkan langkahnya menjauh sedikit dari gadis itu, dan tangis Ji yeon semakin memecah di kala Sehun menjauh. Sehun mengusap wajahnya kasar, sungguh rasanya ia ingin memukul seseorang di sini untuk meluapkan amarahnya, yang memuncak di ubun-ubunnya.

Gadis pujaannya akan menikah, dan Ji yeon memberitahukannya tepat setelah gadis itu mengatakan perasaannya melalui sebuah surat kecil, namun nyatanya semua itu hanya tipuan semata untuk membodohi Sehun begitu?. Padahal kata-kata Ji yeon mampu membuat sepanjang harinya benar-benar luar biasa indah, membuat Sehun tersenyum sepanjang waktu hanya karena isi surat gadis itu, padahal sangat jarang membuat senyuman Sehun merekah seperti siang tadi. Tapi saat ini, keindahan itu sudah hancur sekarang.  Tidak ada lagi perasaan bahagia luar biasa yang dirasakan Sehun saat ini.

Lenyap.

Sungguh,     Sehun tidak pernah merasa hancur seperti ini, ia merasa seperti menjadi mainan untuk Ji yeon. Mengapa Ji yeon tega melakukan hal ini padanya? Sebodoh itukah Sehun di matanya? Sebenarnya Ji yeon mencintainya atau tidak? Ataukah ia hanya mau mempermainkan hatinya? Apa pun itu, tapi jangan pernah menyinggung hati seorang Oh Sehun, pria itu begitu rapuh disaat hal menyangkut cinta sudah berhasil membuatnya hancur seperti ini.

Menyakitkan.

“Siapa pria itu?” Tanya Sehun tanpa menatap Ji yeon, dan hanya menatap lurus ke depan. Sehun tidak bisa memandang Ji yeon saat ini. Sehun takut jika ia memandang Ji yeon, luapan emosinya bisa tidak terkendali. Rasanya benar-benar tidak terkontrol. Bahkan Sehun berulang kali membuang nafasnya, hanya untuk menurunkan tingkat amarahnya saat ini.

“Seseorang yang aku sukai sejak lama.” Jelas Ji yeon kemudian menatap Sehun yang semakin hancur mendengar itu.

‘Seseorang yang ia sukai sejak lama?, siapa pria brengsek beruntung itu, yang sudah berani mencuri hati Ji yeon lebih dulu?’ Geram Sehun tak tertahan.

Dan siapa teman Ji yeon yang tidak Sehun kenali? Demi apa pun juga, bahkan seorang Oh Sehun sangat menghafal betul setiap sudut kehidupan Ji yeon. Tapi mengapa ia merasa seperti orang asing di depan Ji yeon sekarang? Bahkan orang yang Ji yeon sukai saja Sehun tidak tahu, mengapa rasanya Ji yeonnya berbeda? Dan apa yang namja itu punyai dan Sehun tidak miliki?

Tampan? Jangan bercanda!

Kaya? Kau berhalusinasi?

Orang berpengaruh nomor 1 di Korea adalah seorang– Oh Sehun.

“Apa kelebihannya? Apa yang tidak aku miliki, dan dimiliki olehnya? Oh, kumohon Jangan katakan jika ia memiliki hatimu Kim Ji yeon!” Bentak Sehun sambil mengguncang tubuh Ji yeon dengan sedikit kasar.

“Tapi memang benar! Ia memiliki hatiku dan– bayi ini.” Kata Ji yeon menunduk dengan suara yang sedikit meninggi. Lantas, perkataan Ji yeon membuat Sehun menegang seketika.

Apa ia tidak salah mendengar ucapan Ji yeon barusan?. Apa ia baru saja mendengar jika Ji yeonnya sedang hamil?, Sehun mengepalkan tangannya erat. Kini emosinya sudah menembus batas, bisakah seseorang memberikannya sesuatu untuk dipukul?. Atau seseorang membawanya pergi dari sini, sebelum ia menghancur beberapa benda yang terdapat di balkon ini. Sungguh!, tangannya sangat gatal untuk menghajar sesuatu.

Sehun memberanikan diri menatap Ji yeon, namun hanya pandangan datar tanpa expresi, yang seakan tidak percaya yang dikatakan gadis cantik itu. Ji yeon semakin menangis dan ia sesegukkan. Gadisnya hamil? Omong kosong apa ini yang ia dengar? Ia tidak percaya jika Ji yeon mengandung anak seseorang. Ia benar-benar tidak percaya. Dan demi Tuhan, Sehun tidak mau mempercayai semua itu. Sehun masih sepenuhnya berharap, jika ia tengah bermimpi buruk, dan seseorang akan segera menyadarkannya. Tolong bangunkan Sehun segera!

“Itu sebuah kesalahan, tapi kami melakukannya karena saling mencin–”

“–CUKUP!” Teriak Sehun membuat Ji yeon tersentak kaget, dan kembali menatap wajah dingin Sehun. Sungguh, wajah Sehun saat ini mengisyaratkan kekecewaan luar biasa untuknya. Bahkan, Ji yeon tidak pernah menatap sorot mata Sehun yang begitu menakutkan seperti ini.

Kebencian.

Wajah lembut yang tadi Ji yeon lihat, seakan sudah sirna sekejap mata dan telah digantikan oleh tatapan dari netra Sehun yang bermakna kebencian untuk Ji yeon. Sang gadis tidak menyalahkan Sehun atas sikap pria itu, hanya saja ia semakin tertekan dengan rasa penyesalannya.

“Sehun-ah, aku ingin menjelaskan semuanya kumohon dengarkan aku.” Kata Ji yeon berusaha meraih tangan Sehun, namun Sehun menjauhkan tangannya, seperti ia enggan bersentuhan dengan gadis ini. Bukannya jijik atau semacamnya, hanya saja ia masih sangat shock dan marah pada Ji yeon.

“Cukup Kim Ji yeon! Jangan berbicara apa-apa padaku mulai sekarang. Jangan menjelaskan apa pun, karena aku tidak mau mendengarnya.” Kata Sehun frontal, sambil mengangkat tangannya di depan Ji yeon.

Enough.

“Sehun-ah, jebal.” Kata Ji yeon dengan suara bergetarnya yang terdengar sangat sedih dan ikut menyesal mengatakan kebenaran ini pada Sehun. Ia cukup tahu memang, jika Sehun akan bereaksi seperti ini, namun semua ini harus terjadi karena sebuah keharusan.

“Katakan saja siapa bajingan itu!” Ucap sehun menatap nanar pada Ji yeon. Ji yeon menggeleng kecil sambil menghapus air matanya.

“Aku tidak bisa memberitahumu.” Kata Ji yeon menunduk menyesal. Bertambah pula kekesalan Sehun saat ini. Jadi sekarang Ji yeon menyembunyikan lelaki bejat itu darinya? Lelaki yang sudah membuat gadisnya hamil, dan sekarang merebut gadis itu darinya.

Brengsek.

“Jadi untuk apa kau mengatakan mencintaiku? Kau mau mempermainkan perasaanku? Atau bagimu aku ini boneka?!” Sehun membentak. Pria Oh itu menatap Ji yeon dengan wajah yang dipenuhi banyak tanda tanya. Sontak Ji yeon menggeleng dengan cepat membantah tuduhan sehun padanya. Tidak! Ji yeon tidak pernah sekali-kali menganggap Sehun sebuah boneka. Ji yeon tidak sekejam itu.

“Demi Tuhan tidak seperti itu Sehun, aku memang mencintaimu. Sungguh! Namun semua ini begitu rumit, maafkan aku. Dan sepertinya buket bunga itu adalah buket bunga terakhir yang kuberikan untukmu.” Kata Ji yeon lalu mengembalikan jaket Sehun, kemudian pergi meninggalkan Sehun di sana.

Sehun memukul pagar pembatas balkon dengan keras,  tidak peduli betapa sakitnya tangannya yang memerah itu. Ia hanya ingin meluapkan amarahnya. Ia kecewa pada Ji yeon– tidak! Bukan hanya kecewa, tapi sangat– marah. Ji yeon membuat dirinya tersiksa seperti secara fisik dan batinnya. Ibarat seorang anak kecil yang kehilangan hal special miliknya. Ya, hal special itu sudah berada jauh darinya. Bahkan mungkin, tidak akan pernah ia dapatkan kembali.

~

Krystal cs melihat perkelahian itu dari dalam ruangan club yang memiliki dinding trasnparan. Berbeda dengan Chanyeol, Baekhyun juga Kai yang menatap perdebatan Sehun dan Ji yeon dengan sedikit merasa– kasihan, mungkin? Jika boleh dibilang. Saudara tiri Sehun itu–krystal– hanya menggeleng sambil menyunggingkan senyuman indahnya, saat mengetahui saudara  kesayangannya itu bertengkar dengan Ji yeon. Karena Krystal tidak menyukai, Seolhyun maupun Ji yeon, sejak SMA.

Entahlah.

Bagi Krystal, kedua gadis itu tidak cocok untuk saudara tirinya. Dan meski mereka–Krystal cs– tidak tahu menahu tentang permasalahan apa yang sedang diperdebatkan kedua insang itu, namun Ji yeon yang menangis, juga raut wajah Sehun yang terlihat sehabis beradu mulut dengan gadis itu, membuat mereka cukup bisa mengambil kesimpulan jika– mereka mempertengkarkan sesuatu yang besar.

“Siapa gadis itu?” Tanya Irene membuat mereka sontak menatap Irene bersamaan.

“Kim Ji yeon, gadis yang Sehun cintai sejak SMA.” Jelas Chanyeol padanya sambil tersenyum. Irene lantas mengangguk mengerti.

Sehun terlihat sangat sakit hati setelah pertengkarannya dengan gadis bermarga Kim itu, meski tidak mendengar permasalahan apa yang dipertengkarkan keduanya secara langsung, namun Irene bukan anak kecil, yang tidak bisa menebak, jika mereka sedang meributkan sesuatu yang penting tadi. Dan bohong, jika Irene tidak merasa bahwa saat ini, ia benar-benar penasaran. Sungguh, ia ingin menghampiri Sehun dan menanyakan apa yang terjadi dengannya. Namun kembali lagi. Siapa dia hingga membuatnya berani menanyakan hal itu pada Sehun? Ia bukanlah seseorang yang Sehun butuhkan sekarang.

Irene membuang nafasnya pelan, jadi pria dingin itu bisa kalut juga? Irene kira Sehun yang dingin tidak akan pernah merasakan sakit hati, karena orang seperti mereka, adalah orang yang terlihat kuat di depan. Namun benar, semua manusia sama saja ternyata. Kenyataannya, gadis bernama Ji yeon itu membuat Sehun terlihat kacau seperti ini kan?

Kau pun akan merasakannya suatu saat nanti.’ Gadis itu berucap dalam hati.

Sehun kemudian kembali memasuki ruangan club itu, dengan luapan emosi yang masih sama saat terakhir kali bersama Ji yeon. Sehun sedikit dikejutkan saat Seolhyun berada di depannya. Pandangannya menggelap setiap menatap netra Seolhyun tunangannya, yang selalu mengharapkan balasan perasaan dari Sehun. Namun jangan pernah meminta hal yang mustahil itu. Sehun malas menatapnya, apalagi ia tengah dalam keadaan frustasi ditinggal ji yeon kembali. Jangan membuat Sehun berubah menyeramkan, dan menghancurkan pesta Krystal dan Kai nantinya. Meski tidak dipungkiri, jika pria Oh itu ingin mengacak-ngacak dekorasi yang berada di ruangan ini.

Kini Sehun melihat sebuah senyuman mereka dari Seolhyun. Oh, bukannya Sehun tidak tahu arti dari senyuman itu, apalagi jika bukan habis mengganggu Ji yeon? Ya, tidak ada hal lain yang Seolhyun sukai, selain menyakiti dan mengganggu Ji yeon.

‘Apa lagi yang kau lakukan sekarang?’ Batin Sehun bertanya.

“Minggir.” Kata Sehun tajam, masih menahan separuh emosinya agar ia tidak benar-benar mengamuk dan menjadi gila di sini.

Ji yeon membuatnya benar-benar terlihat kacau, sungguh! Dan memang ia rasanya ingin memukul siapa saja yang sedang menganggunya. Namun jika tidak mengingat Seolhyun adalah seorang wanita, mungkin Seolhyun akan berakhir terkena sebuah pukulan mematikan dari Sehun saat ini.

“Kau mencari Ji yeon? Ia sudah pulang setelah aku menyiramnya dengan wineku.” Kata Seolhyun tersenyum kemenangan, bahkan dalam hati gadis Kim itu, ia tengah bersorak seperti memang habis memenangkan sebuah pertandingan akhir. Namun saat ini bagi Sehun, perihal Seolhyun mengganggu Ji yeon tidak di permasalahkan olehnya. Ia seperti tidak peduli dengan hal itu, bahkan jika biasa Sehun akan meneriaki Seolhyun habis-habisan, jika ia tahu Seolhyun menyentuh sehelai rambut Ji yeon saja. Tapi saat ini, Sehun tidak peduli dengan hal itu. Separah itukah kebencianmu pada Ji yeon saat ini? Sehun tidak tahu. Mungkin ia butuh waktu menerima semua fakta pahit ini

“Aku tidak peduli apa yang kau lakukan padanya.” Kata Sehun dingin, kemudian hendak pergi namun Seolhyun menahan tangan kekar pria itu untuk tetap tinggal di sana.

“Bisakah kau tidak pergi saat kita sedang berbicara?” Tanya Seolhyun membuat Sehun menatap gadis itu, dan mendekatkan dirinya lalu menarik pinggang Seolhyun mendekat padanya. Kini tubuh keduanya menyatu, disertai deru nafas Sehun yang tidak teratur.

“Jadi kau mau aku bagaimana? Menidurimu saat ini juga huh?” Bisik Sehun di telinga Seolhyun, membuat gadis sexy itu sedikit terkejut dengan perkataan Sehun padanya.

Apa sehun mabuk? Tidak! Pria itu bahkan tidak menyentuh minuman berjenis alcohol semenjak menginjakkan kaki di Club ini. Semua kegilaannya ini karena gadis bernama Ji yeon itu. Ya, salahlkan Ji yeon membuat sehun menjadi pria yang uring-uringan seperti ini.

Krystal dan yang lain melongo melihat Sehun yang merengkuh pinggang Seolhyun. Apa Sehun sudah berubah gila setelah Ji yeon mendepaknya kembali? Bagaimana bisa seorang Sehun melakukan hal itu pada Seolhyun? Bahkan ia membenci segala macam bentuk skinship dengan tunangannya itu.

Irene pun tersedak saat ia meneguk minumannya, melihat Sehun yang melingkarkan tangannya pada Seolhyun, rasanya Irene benar-benar tidak percaya seorang Sehun melakukan hal itu. Hingga detik selanjutnya, dirasanya kepalanya kembali terasa sakit sekali.

Mereka –Chanyeol Cs– melebarkan matanya ketika bibir Sehun mulai melumat bibir Seolhyun dengan kasar, bahkan Seolhyun seperti seorang perempuan malam yang sedang memuaskan hasrat seseorang. Seolhyun menangis mendapat ciuman paksa Sehun yang tergolong sangat kasar menciumi bibirnya, ia tidak diperlakukan seperti seorang wanita oleh Sehun. Melainkan seperti seorang perempuan jalang. Bahkan Sehun menggigit bibirnya sampai berdarah dan sangat perih.

Seolhyun tidak kuat dipermalukan sepeti ini, ia merasa seperti perempuan jalang yang tidak memiliki harga diri. Air matanya menuruni lekukan wajahnya secara terus-menerus. Dan Sehun seakan tidak peka dengan hal yang menyakitkan untuk Seolhyun itu. Pria Oh itu pasalnya masih menikmati mencium bibir Seolhyun tanpa merubah tempo lumatannya yang terbilang sangat kasar. Seolhyun berusaha melepaskan diri namun Sehun mempererat pelukan itu.

Daebak!” Ucap Krystal terkejut tidak percaya dengan apa yang ia saksikan di depan mata kepalanya ini. Krystal malah bertepuk tangan melihat adegan itu

“Pria itu benar-benar luar biasa!” Kata Baekhyun sembari meneguk minumannya dan menggeleng pelan.

Berbeda dengan Chanyeol yang merogoh ponselnya, lalu dengan cepat memotret kiss scene Sehun dan Seolhyun itu, kemudian menguploadnya di Group para Chaebol dengan menulis–

From Chanyeol: “Bukankah ini luar biasa? Ckck.” Tulis Chanyeol dengan tersenyum, lalu menekan tombol send di ponselnya.

Dikala melihat itu, Irene masih memegang kepalanya yang terasa sakit melihat adegan kiss scene Sehun dan Seolhyun, yang terasa panas. Rasa sakitnya menjalar ke seluruh tubuhnya. Ia meremas kuat ujung jaketnya, sungguh! Ia tidak bisa menahan lebih lama sakit kepalanya. Keadaannya pun belum disadari oleh Baekhyun dan yang lain, ia menahan sakitnya seorang diri tanpa mau mengeluh, dan bodohnya ia tidak membawa obat penghilang rasa sakit kepala.

~

Alunan music disco menggema di ruangan yang dipenuhi beberapa orang, diantaranya terdapat banyak penari sexy yang sedang bergoyang dengan bebasnya di atas meja Bar, dan terkadang menggoda beberapa pria. Seorang gadis dengan dress putih sexynya, tengah menikmati setiap ciuman seorang pria di tubuhnya. Mereka sedang duduk di sebuah sofa panjang berwarna merah, ditemani oleh beberapa minuman berkadar alcohol di atas meja. Gadis itu lantas mendesah, seiring ciuman namja itu berada di lekukan lehernya, dan terasa menggelitik di tubuhnya. Pria itu memberi kenikmatan pada gadis tersebut, bahkan ciuman itu semakin terus menurun ke bawah tubuh gadis itu.

“Aku selalu menyukai tubuhmu sayang.”  Ucap seorang pria, dengan terkadang menggerang kenikmatan saat gadis itu yang memberikan ciuman-ciuman hangat di sekitar wajah pria tersebut.

“Tubuh ini milikku–” Suaranya sangat berat dan begitu khas jika terdengar. Begitu dalam dan berkarakter.

Irene membuka matanya seketika, kemudian tidak sengaja gadis itu menjatuhkan gelas di atas meja bar, membuat beberapa orang melarikan atensi mereka pada gadis berkulit pucat itu. Tubuh Irene menegang sempurna, dan bergetar. Dahinya juga sudah mengeluarkan peluh yang semakin memenuhi permukaan kulitnya. Sehun yang juga sudah beralih tatap untuk melihat siapa yang menjatuhkan gelas tadi, lantas terkejut melihat Irene yang kini terjatuh ke lantai sambil memegangi kepalanya. Irene menjambak kuat rambutnya, ia merasa sakit luar biasa yang menjalar di sekitar saraf kepalanya. Irene menangis sambil menggeleng cepat berulang kali, suara-suara menjijikkan yang tadi ia dengar, bahkan beberapa potong adegan mengerikan yang ia lihat, membuat dada Irene serasa sesak rasanya.

Chanyeol cs juga nampak panik dengan keadaan Irene. Sehun langsung melepaskan Seolhyun dengan mendorong tubuh gadis itu dengan kasar, hingga membuat tubuh Seolhyun sedikit terjungkal ke belakang. Sehun langsung menghampiri Irene yang tengah duduk di lantai dengan menangis histeris. Untuk pertama kalinya, Sehun melihat Irene seperti ini. Bahkan wajah gadis itu sangat pucat sekali, bibirnya yang tadi terlapisi dengan lip gloss pink, kini memudar dan digantikan oleh warna pucat khas orang sakit.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Sehun memegangi pipi yeoja itu dengan lembut.

“Kepalaku! Kepalaku sakit sekali.” Teriak Irene merintih hingga detik selanjutnya, ia terjatuh di lengan kekar Sehun. Irene kembali pingsan dan itu disaksikan banyak orang. Tidak menunggu lama, Sehun langsung membopong tubuh kecil itu ala brydal style. Kekhawatirannya memuncak, bahkan melebihi perasaan kalutnya bertengkar dengan Ji yeon. Bukankah ini hal yang aneh? Seorang Irene, mampu membuat atensi Sehun beralih padanya dalam hitungan detik saja.

Seolhyun menatap geram hal yang ia anggap menjijikan di depannya. Melihat tunangannya menggendong yeoja lain yang tidak ia kenal di depannya, bahkan setelah memperlakukan Seolhyun seperti seorang jalang menjijikan. Sekarang dengan gampangnya Sehun beralih fokus hanya karena gadis amnesia itu meringis kesakitan? Seolhyun pun akhirnya pergi dengan menghentakkan kakinya karena kesal, tentu dengan air matanya yang membanjiri pipinya.

“Kalian lanjutkan saja, aku pulang!” Kata Sehun dan langsung keluar membawa tubuh Irene yang berada dalam gendongannya. Sehun menaruh tubuh kecil yeoja itu di kursi depan, dan tidak lupa memasang seat belt pada tubuh gadis itu. Dan dengan segera, ia meloncat masuk ke kursi pengemudi, lalu melajukan mobil sportnya itu dengan sedikit balap. Sehun menelan salivanya, sungguh ia merasa khawatir pada Irene yang tiba-tiba pingsan karena sakit kepala. Beberapa kali, Sehun melirik Irene yang masih pingsan, lantas ia semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.

‘Apa yeoja itu mengingat sesuatu lagi? Apa itu? Hal apa yang dia ingat? Masa lalu seperti apa yang Irene lupakan?Sehun berucap dalam hati.

~

Sehun memarkirkan mobilnya dengan asal setelah menyetir selama 30 menit untuk tiba di penthousenya, namja itu kemudian segera turun dan membawa Irene masuk ke dalam rumah. Ajhuma yang melihat itu nampak kaget, saat melihat Sehun menggendong Irene, lalu Ajhuma mengikuti Sehun menuju kamar Irene.  Sehun menggeletakkan tubuh itu di ranjangnya dengan sangat lembut, kemudian melepas sepatu Irene dengan sabar lalu meraba keningnya untuk mengecek suhu tubuh gadis itu. Matanya menutup rapat mengetahui suhu badan Irene kembali demam seperti kemarin. Irene kembali Shock.

“Ajhuma buatkan bubur, dan ambilkan obat dari Dokter Lee di lemari. Lalu bawa ke sini.” Perintah Sehun cepat tanpa melepaskan pandangannya dari wajah pucat Irene. Ajhuma mengangguk dan langsung keluar membuatkan bubur untuk Irene.

Sehun mengkompres Irene dengan handuk kecil yang diisi dengan es batu. Sehun melepaskan jaket denimnya itu, kemudian menyalakan AC agar suhu tubuh Irene lebih cepat menurun. Namja itu khawatir, bahkan kini ia merasa sangat khawatir pada Irene, tolong garis bawahi kata sangat itu. Sehun sangat khawatir pada Irene saat melihatnya kesakitan di club tadi. Ada seperti rasa tanggung jawab yang sudah mengikatnya.

“Bukan aku.” Nginggau Irene masih menutup matanya, Sehun menatap Irene ketika mendengar racau gadis itu. Irene menggeleng pelan dengan lemah. Sehun menaruh kompresan itu di atas meja.

“Irene? Hei.” seru Sehun menepuk pelan lengan gadis itu. Berusaha membangungkannya, namun yang ada hanya melihat Irene semakin menggeleng dengan wajah ketakutan dan gelisah.

‘Apa yang sedang kau mimpikkan?’ Gumam Sehun dalam hati kecilnya.

“Tidak, aku tidak melakukannya. Itu bukan aku– BUKAN!” Teriak Irene dan membuka matanya, nafasnya tersenggal-senggal dan Sehun terkejut melihat expresi gadis itu yang sangat ketakutan. Peluhnya juga mulai membasahi permukaan wajahnya lagi, dan wajah pucatnya benar-benar menggambarkan betapa mengenaskannya Irene saat ini.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Sehun. Irene menggeleng cepat sambil memegang kepalanya dan menunduk, gadis itu menekuk lututnya dan memeluk lututnya dengan erat. Sungguh, ia sangat ketakutan sekarang.

“Bukan aku, itu bukan aku.” Suara Irene serak dan pelan bermakna ia sedang dalam rasa takut dan cemas. Berkali-kali Irene menggelengkan kepalanya, seperti menolak sebuah fakta pahit.

Sehun memegang tangan Irene namun Irene langsung menarik tangannya menjauh membuat sehun terkejut. ‘Gadis ini kenapa? Apa yang habis Irene lihat sebenarnya? Mengapa ia begitu ketakutan setengah mati seperti ini?’ Batin Sehun.

“Bukan aku, itu bukan aku!.” Kini air mata Irene terjatuh membasahi pipinya. Sehun menghela nafasnya, rasanya ia juga bingung harus melakukan apa untuk menenangkan Irene. Isakan yang semakin memecah ruangan kamar itu, entah mengapa ikut membuat hati Sehun merasakan sakitnya. Hingga tanpa sehun sadari, ia menarik tubuh Irene dan membenamkan gadis itu dalam dekapannya, Irene masih menangis dan Sehun bisa merasakan ketakutan gadis itu dengan merasa tubuh Irene yang gemetar seperti ini.

Sehun mengelus punggung Irene untuk menenangkannya, entah apa yang Irene alami sampai membuatnya takut seperti ini. Dan juga, entah apa yang merasuki otak es batu Sehun, sampai bisa memperlakukan Irene selembut ini? Bahkan ia pikir hanya Ji yeonlah yang akan selalu diperlakukan lembut oleh Sehun, dan tidak ada yeoja lain selain Ji yeon. Namun Irene membuat sebuah pengecualian malam ini.

“Apa yang terjadi? Kau mau bercerita?” Tanya Sehun melepaskan dekapannya dan menatap wajah sembab itu. Sehun menghapus air mata yang terjatuh dari pelupuk mata gadis itu. Irene menatap wajah Sehun dengan sendu, sambil terisak di depan pria itu.

“Aku– melihat sesuatu yang mengerikan.” Kata Irene mencoba menceritakan kembali penglihatannya yang masih terasa jelas di kepalanya. Ya, ingatan mengerikan itu masih terputar jelas bagaikan potongan film. Sebenarnya Irene benar-benar merasa jijik menceritakan hal itu pada Sehun. Bisa saja, Sehun akan berpikiran buruk tentangnya. Namun melihat Sehun yang begitu tulus, membuat Irene luluh.

“Apa itu?” Tanya Sehun lembut sambil mengusap rambut Irene dengan lembut. Oh, bahkan ia mulai berbicara lembut dengan Irene.

“Aku melihat seorang gadis yang sedang bericuman panas dengan seorang pria disebuah Club. Namun aku tidak bisa melihat wajah mereka dengan jelas. Kemudian kepalaku sangat sakit.” Kata Irene mendesah dengan sebuah cairan bening yang kembali menetes.

“Gadis itu seperti pelacur sehun. Aku sangat takut jika– hiks, itu diriku. Bagaimana jika dulu aku seorang gadis yang tidak benar? Bagaimana jika–”

“–Sshh, hei tenang.” Kata Sehun kembali memeluk Irene yang kini tengah menangis kembali. Entah Sehun kerasukan apa hingga memeluk Irene seperti ini, adalah hal yang gampang untuk ia lakukan. Apa ini akibat Ji yeon, hingga otaknya sedikit bergeser dari tempatnya? Tidak! Sehun sangat sadar saat membenamkan gadis itu dalam pelukan hangatnya.

“Itu bukan aku kan?” Ucap Irene sambil menangis sesegukan dalam dekapa Sehun. Dan kini Irene meremas kuat kaos Sehun.

“Tentu saja. Gadis itu bukan dirimu, kau adalah gadis yang baik.” Jelas Sehun menenangkan. Sehun mengusap rambut panjang cokelat itu, membuat hati Irene menghangat. Dan rasanya jantungnya kembali tidak normal berdekatan dengan Sehun.

‘Perasaan apa yang aku rasakan ini?’ Piker Irene.

Tentu Irene bukan gadis amnesia yang ikut melupakan bagaimana rasanya jatuh cinta, bukankah saat ini jelas sekali ia sedang jatuh cinta dengan Oh Sehun? Pria dingin yang menjadi malaikat penolongnya itu? Entahlah, Irene belum mau membenarkan hal itu saat ini. Yang jelas ia merasa nyaman dan aman berdekatan dengan Sehun. Dan lagi, pelukan sehun membuatnya  merasa hangat.

Kriet.

Pintu kamar Irene terbuka, menampilkan Ajhuma yang datang dengan sebuah nampan berisi mangkuk bubur, dan segelas air minum, juga obat di atas nampan itu. Ajhuma memberikannya pada sehun, dan kemudian keluar dari sana dengan segera, sesuai perintah Sehun. Karena Sehun bilang, ia yang akan mengurus Irene malam ini. Kejutan apa lagi ini? Seorang Oh Sehun, mau turun tangan mengurus Irene?

Keajaiban.

“Sekarang makan dan minum obat, lalu istirhat. Mengerti?” Papar Sehun sambil menatap manik mata indah Irene yang terasa menariknya masuk lebih dalam.

‘Ah, mengapa lagi jantungku bekerja tidak normal saati ini?’ Protes Sehun dalam hati.

Irene mengangguk kemudian meraih mangkuk itu,  namun tangannya bergetar saat memegang mangkuk bubur itu. Dan lagi, Sehun yang melihat itu merasa terbebani. Dan tentu saja, ini menunjukkan jika Sehun harus menyuapi gadis amnesia ini. Sehun pun meraih mangkuk itu dari tangan kecil Irene, dan Irene langung mendongak melihat pada Sehun, yang tengah sibuk meniup-niup bubur panas itu.

Apa yang Sehun lakukan? Jangan katakan, jika pria dingin ini mau mneyuapiku?Yakin Irene dalam hati bahwa pikirannya salah.

“Aku bisa–”

“Mengambil mangkuk saja tidak bisa.” Ucap Sehun menyela kata-kata Irene. Sehun benar, untuk mengambil mangkuk saja ia tidak mampu. Sepertinya ia memang harus berakhir disuapi oleh namja itu. Irene merona saat melihat ketampanan Sehun yang memegang mangkuk itu dengan memangku kakinya. Juga cara pria itu meniup bubur seperti layaknya, ia seorang foto model.

‘Oh disaat seperti ini, kau masih bisa membayangkan ketampanan Oh  sehun, Irene?Gadis itu membuang nafasnya pelan.

Dan detik selanjutnya Irene menyambut dengan senang hati suapan Sehun untuknya. Irene memakan bubur itu dengan pelan. Rasanya lezat, seperti biasa buatan Ajhuma Han tidak pernah mengecewakan. Sehun menatap bodoh dirinya yang kini tengah menyuapi seorang gadis? ‘Hei kau seperti sedang kerasukan apa Oh Sehun? Apa yang membuatmu melakukan hal ini semua?’ Batin Sehun.

Bahkan ia belum pernah menyuapi Ji yeon. Ini pertama kalinya ia menyuapi seorang gadis. Ya, Irene harus merasa terhormat karena itu. Seorang milyader tampan yang terkenal, sedang menyuapinya saat ini. Yeoja mana yang sanggup menolaknya? Mungkin hanya Ji yeon sehun rasa. Sehun terkadang tersenyum kecil melihat betapa menggemaskannya Irene saat makan. Tunggu! Apa baru saja ia tersenyum karena gadis ini?

Mustahil!

Namun itulah yang terjadi saat ini, Sehun tidak mengelak mengakui Irene begitu cantik dan menawan, bak seorang bidadari katanya. Dan kesadaran itu baru saja muncul belakangan ini, saat Sehun sering menangkap sosok gadis ini tanpa sengaja.

Sehun akhirnya menyuapkan suapan terakhir bubur itu pada Irene. Sepertinya Irene sedang lapar, karena semangkuk bubur itu, ia habiskan tanpa sisa. Lalu, Irene meneguk minuman, dan juga meminum obat penghilang rasa sakit yang diberikan dokter Lee padanya.

“Lain kali jika sedang pergi, kau harus membawanya.” Kata Sehun memperingati Irene.

“Hm.” Gumam Irene tersenyum, dan mampu membuat Sehun seakan tersihir hanya melihat senyuman singkat itu. Hatinya membeku seketika, dan otaknya tidak bekerja dengan baik. Mengapa efeknya baru terasa akhir-akhir ini?

Sehun pun langsung berdiri, tanpa berpikir lama.

“Baiklah, selamat tidur.” Kata Sehun kemudian keluar dari kamar itu. Sungguh jantungnya tidak normal berdekatan dengan Irene malam ini. Apa yang terjadi padanya?

~

Irene membaringkan dirinya di atas ranjang. Merasa apa yang terjadi di hidupnya ini adalah anugerah luar biasa dari Tuhan? Atau hukuman? Karena bertemu Sehun jelas merupakan sebuah anugerah, dan kehilangan ingatannya merupakan kutukan. Apa yang ia lakukan dulu sampai ia berkahir naas kehilangan ingatannya seperti ini? Belum lagi, ia tidak tahu dimana orang tuanya.

Kini pandangan gadis itu mengingat kejadian beberapa menit lalu saat Sehun memeluknya. Sungguh itu hal yang sangat ia sukai, Sehun membuat perasaannya tidak terkontrol. Bahkan sampai sekarang Irene masih merasa detak jantungnya tidak normal seperti ini. Apa ia benar-benar menyukai Oh Sehun? Tentu saja kau menyukainya. Siapa yang tidak menyukai seorang  Oh Sehun yang kaya? Tapi tidak! Tidak seperti pandangan dangkal tersebut. Irene menyukai pria itu karena satu hal–  sifat kerasnya.

“Apa aku egois saat aku menginginkan kau selalu memperhatikanku seperti ini?” Gumam Irene, sambil memegangi dadanya yang masih berdegub kencang.

-To Be Continued-

Kuy ninggalin jejak kaki ya, jangan lupa! Jangan jadi silent readers. Komentar kalian itu, indah /abaikan/ Sampai jumpa di chapter selanjutnya /luv yu/

Iklan

34 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Stay With Me (Chapter 7)

  1. Gue jga penasaran sm masa lalu Irene.
    Dan hun, td malem teaser lo buat gue sesak napas 😪 n lo jadi manis baget gitu di sini..
    Aaaaaa… Ku tak sabar dgn chap selanjutnya.
    Ditunggu ya kak, fighting 😄
    Luv luv sm ceritanya 😘

    • bhakss, author juga sesak nafas lihat teasernya cad. Mana dada diumbar2 lagi😂😂🔫🔫 /plak/
      Terimaksih sudh berkomentar
      Terus nantikan chalter selanjutnya yah❤

  2. Baca chapter ini rasanya campur aduk yee 😂 greget akutuh sehun udah mulai ada benih-benih cinta *eakkkk sama irene..

    Kakak kenapa kasih bibir sehun buat seolhyun 😭 chapter selanjutnya ditunggu kiss nya hunrene 😂

    Ehh tapi itu beneran irene ga sih? Semoga saja bukan yaa

    Tetap semangat nulis kak..
    Ditunggu next chapter nya

    • Hahahahahha..
      Bibir sehun utk seolhyun hnya sementara /plak/😂
      Wadaw.. kissnya hunrene😂 ?? Ditnggu aja deh yah… cause, masih rahasia negara /smirk/ 😂
      Terimaksih sudh berkomentar 😊

  3. Setelah maraton dri chap 1 ampe balik ke chap ini lagi, yang bikin penasaran banget tuh masa lalu irene kek gimana, tpi itu cewe yg di ingetan irene bukan irene kan yaa, ga mungkin keknya dia kaya gituu
    Dan ternyata irene mulai suka sama sehun, semoga sehun cepet suka juga deh ya sama irene
    Btw itu seolhyun bikin kesel banget sumpah
    Semoga next chap adegan sehun irene nambah sweet dan banyak hehhe
    Tetep semangat author 😊
    Dan aku suka banget sama jalan ceritanya, enak dibaca

    • Hayoo,, siapakah gerangan cwek misterius yg diinget Irene? 😂
      Author jga penasaran..🙄 /digampar/

      Nantikan hunrene moment dichapter selanjutnya yah😊
      Terimaksih❤

  4. Makin penasaran nih masa lalu irene.

    Si sehun sama irene juga masing2 mulai ngerasa sesuatu di hatinya. Sehuj bener2 ga keinget sama jiyeon yang barusan nyakitin dia gara2 ngurusin irene, irene malah kesenengan dirawat sama si sehun ganteng hehhee

    Semangat yaa thor. Semoga cepet updatenya hehhee

    • Iya, ngapajn ingat Jiyeon kalau ada yg lebih cantik di depannya😂😂 /plak/
      Irene pasti senang dong, yang ngurusin sih cadel ganteng kok😂 /plak lagi/
      Terimaksih sudh berkomentar😊❤

  5. suka bngt sama chapter ini, hehehe
    irene udah mulai suka sama sehun nihh,,
    sehunnya sweet bngt,,
    update soon for next chapter
    faithing !!

  6. Paling penasaran sama masa lalunya irene kenapa potongan bayangannya seperti itu kayanya ga mungkin deh cewek itu dia..
    Aku ga pernah liat sehun akting selain di exo next door jadi ngebayangin dia disini agak kebayang sm yoo yeon seok secara mereka ini kan kaya kakak adik yg kepisah *eaaakk ngomong apa* tapi cepet juga yaa progress perasaan mereka berdua apalagi sehun baru sedetik galau ditinggal ceweknya udh langsung sekejap berpindah perhatian. Ditunggu selanjutnya

    • Semoga aja bukan Irene yah 😀..
      Mungkin sih sehun lelah, makanya mudah perhatian sma Irene /eh/ ??😂
      Wkwkwkwk..
      Terimakasih utk komentarnya..😊

  7. sehun kasiann amat, tapi apaan cium2 seolhyun cium irene dong hahaha, semoga ingatannya irene cepet pulih dehhh udah penasaran banget ini, lanjut min

  8. ihiiyy..sehun jatuh cintrong.. wkwk #bahasa_alay

    hey ini tp kyknya irene kyk dijual diclub itu..

    weh, asal jeplak gue.. yg tau ceritanya pan author yak?? wkwkw

    itu kyknya adegan bubur kode kalau kita jodoh deh.. btw, ff gue minggu ini jg ada adegan bubur. wah author angeline mana?? celingukan…😂#kabur

    • Bhakksss seriusss kak? 😂Mungkin ini yg dinamakan jodoh😍 /Plak/
      Aduh udh gak sbar baca ff kakak itu 😄. Mau lihat baekhyo /gubrak/ 😂
      Wkwkwkw…
      Terimakasih sudh berkomentar 😊

  9. Baru baca ff ini tapi udh suka sama jalan ceritanya padahal gatau awalnya wkwk
    Izin baca ya author dan berharap next chapnya hehe

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s