[EXOFFI FREELANCE] Bad Girl (Chapter 8)

Bad Girl ( Chapter 8 )

Author : Bacon14

Length : Chaptered

Genre : Romance, SchoolLife

Disclaimer : FF ini aku share di fbku sendiri Ayu Meylianawati Santoso, pageku EXO Fanfic Indo,https://www.fanfiction.net/u/8926667/, wattpad @AyuMeyliana dan blog EXO Fanfiction. So kalo ada yang pernah baca ff ini selain link” diatas itu namanya plagiat.

Main Cast :

– Park Chanyeol

– Byun Hyena

Add Cast :

– Xi Yunji

– Kim Nana

Sinopsis :

Byun Hyena. Yeoja berwatak keras, dingin dan sadis. Ia bertemu dengan Park Chanyeol. Seseorang geek yang selalu bergelut dengan buku-buku tebal. Bagaimanakah awal pertemuan mereka?

 

Happy Reading😁

“Kim Taehyung. Psikopat itu kembali, Chan.” Bibir Hyena bergetar saat mengucapkannya, seluruh badannya bergetar dan titik-titik air mata terjun bebas di kedua pipi chubbynya. Chanyeol menangkup kedua pipi chubby Hyena dan menghapus air mata yang mulai menganak-sungai.

“Chan.. Hiks… Aku takut.” Chanyeol merengkuh tubuh mungil Hyena ke dalam pelukannya dan membiarkan Hyena menangis. Ia tidak tahu siapa yang dibicarakan Hyena hingga dia menangis seperti ini. Mata Hyena menyiratkan ketakutan dan trauma yang mendalam.

“Chan… Sepertinya hiks.. Aku tau siapa yang menerorku belakangan ini.. Hiks..” Sambil masih sesenggukan, Hyena memberitahu Chanyeol tentang orang yang menerornya. Hal ini mengundang kernyitan di dahi lebar Chanyeol.

“Dia Kim Taehyung. Hiks.. Sialan.. Psikopat gila itu kembali mengacaukan hidupku.” Dalam keadaan menangis masih saja Hyena mengeluarkan umpatan kasar pada Kim Taehyung. Chanyeol mengusap-usap pucuk kepala Hyena dan berusaha menenangkannya.

“Hye, boleh aku bertanya?” Hyena menghapus jejak-jejak air mata di pipinya dan menatap Chanyeol dengan kedua mata sipitnya.

“Ehm.. Memang siapa Kim Taehyung itu?” Hyena menghela nafasnya. Ia terlalu larut dalam ketakutan sampai tidak menyadari keheranan Chanyeol. Bahkan Chanyeol memeluknya erat tanpa mengetahui apa penyebab dirinya menangis. Mata Hyena menatap kosong ke arah jari jemarinya yang saling bertautan.

“Namanya Kim Taehyung. Dia adalah teman sekelasku saat SMP. Aku sempat bermasalah dengan kakaknya, Daehyun. Kakaknya menumpahkan makanan dengan sengaja ke bajuku. Tentu saja aku marah dan memaki Daehyun. Tapi namja gila itu mendekatiku dan mencium bibirku. Itu terasa menyakitkan saat namja gila itu menekan bibirmu dengan bibir busuk itu. Entah berapa banyak bibir yang ia cium sembarangan. Aku memberontak tapi tidak berdaya dengan kekuatannya yang besar. Aku hanya menangis dalam diam. Daehyun tersenyum menyeringai saat melihatku menangis. Tangan kurang ajarnya membuka satu persatu kancing seragamku dan aku hanya bisa memberontak. Tapi Daehyun sudah siap dengan segalanya. Dia mengikat tanganku dengan tali dan tangannya masih menyentuhku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan hanya bisa menangis. Ketika tangan busuknya mulai memainkan payudaraku, aku tau itu seperti kiamatku. Aku masih ingat bagaimana wajah brengseknya tersenyum senang.” Hyena memberi jeda saat berbicara. Ia melirik ekspresi Chanyeol yang tidak terbaca.

“Ketika tangannya masuk ke dalam rokku, aku menendang perutnya dan ia jatuh berguling-guling ke bawah. Kepalanya membentur tembok dan sialnya aku tidak bisa menggerakkan tubuhku. Aku syok. Aku berusaha keras melepas tali yang mengikat tubuhku. Setelah beberapa kali usaha, aku berlari ke bawah dan menemukan bahwa Daehyun tewas. Tanganku dipenuhi darahnya. Darah namja terkutuk itu dan aku seperti pembunuh. Lalu aku melihat seorang namja menatapku ngeri. Aku ingat namja itu dengan jelas. Kim Taehyung melihatku dengan ngeri. Setelah itu Kim Taehyung seperti orang kesetanan. Dia meminta keadilan pada semua orang. Dia memohon-mohon pada semua orang tapi tidak ada yang mendengarkannya.” Hyena menelan ludahnya saat ekspresi Chanyeol mulai mengeras.

“Aku mengatakan yang sebenarnya pada Taehyung tapi dia tidak mau mendengar apapun. Padahal Taehyung juga melihat CCTV yang memperlihatkan kakaknya melecehkan aku. Taehyung terus berkata kalau itu semua perbuatanku bahwa aku adalah pembunuh. Setelah beberapa minggu aku bingung dengan keterdiaman Taehyung. Dia tidak lagi terlihat seperti orang kesetanan dan berteman dengan teman sekelas seperti biasa. Seolah-olah dia melupakan kejadian kakaknya. Tapi diamnya Taehyung seperti membunuhku perlahan. Setiap hari di lokerku ada surat ancaman, hewan mati, lusinan darah hewan yang ditaruh di toples. Awalnya aku menganggap hal itu karena hatersku. Tapi setelah sekian lama, semua ancaman itu tidak pernah berhenti. Suatu pagi, aku melihat Taehyung menaruh sesuatu di lokerku sambil tersenyum mengerikan. Setelah dia pergi, aku melihat bahwa dia menaruh kucing mati disertai surat ancaman.” Hyena menghentikan semua ceritanya saat melihat Chanyeol tidak bereaksi.

“Lanjutkan, Hye.” ucap Chanyeol melihat Hyena terdiam. Sebenarnya dalam hati ia menyukai Hyena yang terbuka dengan masa lalunya. Hyena terlalu tertutup dan sulit untuk mengetahui masa lalunya jika ia tidak terbuka dengan orang lain. Walaupun Chanyeol juga sedih mendengar cerita yang Hyena lontarkan. Ia ikut prihatin dan iba saat mendengar apa yang dialami Hyena.

“Setiap aku pulang sekolah seseorang selalu mengikutiku. Aku tidak menceritakan hal ini kepada siapapun karena aku tidak mau menyakiti Kim Taehyung. Mungkin hal ini dilakukan untuk melampiaskan amarahnya padaku dan aku menerimanya. Tapi semakin hari Kim Taehyung menggila. Bukan hanya ancaman lewat surat atau semacamnya, ia mulai menggangguku di media sosial dengan nama V. Awalnya aku tidak tahu dan membiarkan dia menggangguku hingga dia mulai menyebarkan hal privatku. Bahkan dia menyebarkan hal privatku ke namja-namja penggila seks. Hal itu sangat menganggu hingga aku berhenti menggunakan sosial media selama beberapa bulan. Setelah tidak berhasil dengan media sosialku, dia mulai melakukan hal gila.” Chanyeol mendekat pada Hyena saat Hyena mencoba mengontrol nafasnya sejenak. Ia tahu sangat sulit untuk Hyena menceritakan masa kelamnya ini. Tangan Chanyeol menggenggam jari jemari Hyena yang bergetar dan menatapnya lekat, membiarkan Hyena tenang sejenak.

“Dia.. Dia.. Menusukku dengan pisau.” Chanyeol benar-benar terkejut dengan perkataan Hyena. Pantas saja Hyena trauma dengan namja ini. Dia melakukan hal di luar batas kewajaran. Bahkan Chanyeol tidak membayangkan ada manusia yang melakukan hal keji itu.

“Dia berniat membunuhku berkali-kali. Kalau kau perhatikan aku, banyak sekali luka memanjang di lengan dan kakiku yang berusaha aku tutupi dengam cream. Itu bukan karena aku berniat bunuh diri tapi itu karena dia. Dia pernah memenjarakan aku dalam ruangan dingin dan sempit. Dia mengikatku dengan borgol lalu dia mengambil beberapa pisau dapur dan melempari tubuhku dengan pisau itu secara acak. Lengan, kakiku, wajahku, dan beberapa bagian tubuh lainnya terkena pisau tapi itu hanya luka kecilnya jadi aku masih bisa menahannya. Tapi dia.. mendekatiku dan menusukkan pisaunya lalu membuat luka kecil itu menjadi lebih panjang dari sebelumnya. Dia juga menusukkan pisau itu ke perutku. Untungnya aku tidak mati. Haha..” Hyena tertawa miris saat peristiwa itu datang ke pikirannya. Itu terlalu menyakitkan saat pisau-pisau itu menggores kulitmu dan membuat luka panjang itu.

“Cukup, Hye. Jangan ceritakan lagi.” Chanyeol memeluk lagi tubuh Hyena yang bergetar. Pasti Hyena sedang mengingat peristiwa buruk itu. Chanyeol tidak membayangkan Hyena mengalaminya. Bahkan dirinya ngeri saat mendengar Hyena bercerita.

“Kau tahu, Chan. Hal yang lebih menyakitkan lagi. Dia pernah menembakku dengan pistolnya. Dia menembak perut bagian kanan. Aku koma selama beberapa hari karena aku juga mengalami trauma yang cukup serius. Hal itu membuat tubuhku tidak bereaksi dengan obat-obatan yang diberikan. Lukanya masih membekas sampai sekarang.” Hyena mengangkat bajunya sedikit dan memperlihatkan perut bagian kanannya sekilas yang menampilkan luka tembak yang sudah mengering. Chanyeol tidak tahu lagi ekspresi apa yang ditampilkannya. Perasaannya campur aduk saat mendengar penjelasan Hyena.

“Sudah, Hye. Kau tidak perlu mengingatnya lagi. Aku disini untukmu. Hye, apa Yunji dan Nana tahu akan hal ini?” Hyena menggelengkan kepalanya dan menjelaskan hanya Yunji saja yang tahu sedangkan Nana tidak. Itupun Hyena beralasan kalau ini hanya peluru nyasar bukan karena ditembak. Tidak ada seorangpun yang tahu mengenai teror Taehyung. Yunji hanya mengetahui Taehyung suka mengganggunya dengan cara yang tidak lazim. Hanya itu saja dan Yunji menganggap Taehyung hanya sesaeng fans gila yang akan berhenti dengan sendirinya sehingga Yunji tidak terlalu memusingkannya. Rasanya Chanyeol sudah menebak dengan jawaban Hyena. Ia mengenal Hyena yang selalu menutupi permasalahannya dengan baik termasuk ke sahabat-sahabatnya.

“Ini juga penyebab aku selalu menolak menggunakan baju yang memperlihatkan perutku karena luka itu. Aku tidak bisa menutupi luka tembak itu sedangkan luka lain aku masih bisa menutupinya.” ucap Hyena parau. Chanyeol menghela nafas panjang. Ia tidak tahu Hyena memiliki masa lalu yang sangat kelam.

“Lalu setelah dia menembakmu harusnya dia dipenjara kan? Kenapa dia bisa bebas secepat ini?” Hyena menundukkan kepalanya, membuat Chanyeol heran.

“Setelah dia menembakku, dia menghilang. Polisi tidak bisa menemukannya. Setelah itu kasus ditutup oleh polisi atas appaku karena appa tidak mau membuat keributan lebih besar. Aku tidak tahu dia kembali saat hidupku mulai tertata kembali.” Chanyeol mendekatkan wajahnya dan memberikan sebuah ciuman di bibir Hyena. Hanya sebuah ciuman penenang yang membuat Hyena seribu kali lebih tenang. Chanyeol menggerakkan bibirnya perlahan, seperti menggerakkan bibirnya di atas suatu barang yang mudah rapuh.

Setelah mendapat respon positif dari bibir Hyena, Chanyeol mulai menggerakkan bibirnya lebih agresif. Ciumannya lebih menuntut dari sebelumnya. Tangan Chanyeol merengkuh pinggang sempit Hyena dan semakin mempersempit jaraknya. Dengan mudahnya ia mengangkat tubuh mungil Hyena ke pangkuannya dan menciumnya lebih dalam. Tangan Hyena menelusup ke balik helai rambut Chanyeol dan meremasnya perlahan.

“Nggh..~” desah Hyena tertahan. Chanyeol menelusupkan lidah nakalnya ke balik gua hangat Hyena. Membelit daging tidak bertulang Hyena dengan ganas. Suara kecipak memenuhi taksi, menjadikan suasana lebih panas. Bahkan sang supir taksi hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat dua anak remaja ini berciuman dengan sangat panas setelah si yeoja menangis tersedu-sedu.

“Chan~ sudah” Hyena mendorong dada Chanyeol dan melepas tautan bibir mereka. Hanya berselang beberapa detik, Chanyeol kembali menautkan bibirnya dengan bibir ranum Hyena. Seakan bibir merah itu bagai candu di bibirnya. Bibir Chanyeol seakan tidak puas dengan bibir Hyena dan memagut bibir Hyena lebih liar. Remasan di rambut Chanyeol semakin terasa seiring dengan liarnya bibir Chanyeol memainkan bibir Hyena. Hyena tidak kalah dengan Chanyeol, bibirnya membalas setiap gigitan dan lumatan Chanyeol yang menggairahkan.

“Ekhemm.. Kita sudah sampai.” Chanyeol langsung melepas tautan bibir mereka termasuk Hyena. Mereka berdua menatap sang supir taksi dengan malu. Tangan Chanyeol merogoh sakunya dan memberikan beberapa lembar won pada sang supir taksi.

Saat Hyena keluar dari taksi, sang supir taksi mengacungkan jempol pada Chanyeol dan melajukan taksinya menjauh dari pasangan tersebut. Chanyeol terlihat canggung berdiri di samping Hyena. Ia malu dengan pengendalian dirinya yang hilang sejenak akibat ciuman mereka tadi.  Kini tangannya hanya menggaruk tengkuknya kaku dan menatap Hyena lewat ekor matanya. Hyena juga diam seribu bahasa. Entah memikirkan psikopat itu atau memikirkan ciuman panas yang mereka lakukan berdua.

“A-apa kau mau ke apartemenku?” ujar Hyena canggung. Chanyeol meneguk ludahnya saat matanya bertubrukan dengan bibir merah muda Hyena yang seperti ‘mengundangnya’ untuk mencicipi manisnya bibir kecil itu. Hyena mengerjapkan matanya berkali-kali, meninggalkan kesan manis dan menggemaskan di mata Chanyeol.

“Yah.. Aku akan memastikan kau masuk ke apartemenmu setelah itu aku akan pulang.” ucap Chanyeol. Lagi.. Chanyeol memperhatikan bibir merah muda Hyena yang sangat menggoda. Entah sengaja atau tidak Hyena mengigit bibirnya sendiri, membuat Chanyeol kesulitan menelan ludahnya sendiri. Chanyeol rasanya gemas dengan bibir ranum itu. Ingin sekali rasanya melumat bibir itu dan membiarkan Hyena mendesahkan namanya seperti tadi. What the hell… Kemana pribadi Chanyeol yang kutu buku dan pendiam itu? Kenapa sekarang berubah menjadi Chanyeol yang liar hanya karena bibir Hyena?

“Tidak bisakah kau menginap lagi?” Ucapan Hyena membuat kernyitan di dahi Chanyeol. Rasanya Chanyeol akan cepat tua dengan banyaknya kernyitan di dahinya. Hyena menggigit bibirnya menunggu jawaban dari Chanyeol. Ia hanya takut Taehyung ke apartemennya karena Taehyung bisa kesini kapan saja apalagi apartemen Hyena tidak punya penjagaan seketat rumahnya. Hanya ada kunci password yang mudah diretas untuk orang seukuran Kim Taehyung yang gila. Hanya Chanyeol yang bisa diandalkannya saat ini. Sayangnya Chanyeol berpikir hal yang lebih liar daripada seorang psikopat yang masuk ke dalam apartemen Hyena.

“Ehm.. B-baiklah.. Tapi aku akan pulang dulu mengambil baju. Kau tau aku seharian memakai baju ini dan sedikit bau.” Hyena mengangguk mengerti. Sebenarnya menurut Hyena, Chanyeol tidak bau malahan aroma maskulin terus menguar saat mereka berciuman. Astaga..lagi dan lagi Hyena memikirkan ciuman panas mereka.

“A-aku pulang dulu. Kau masuk ke apartemen dan kunci pintu. Jangan bukakan pintu untuk orang lain selain aku okay?” Hyena kembali mengangguk. Tangannya memilin-milin ujung sweaternya dengan gugup. Jantungnya berdegup dengan kencang dan rasanya bisa meledak begitu saja. Chanyeol terlalu.. terlalu manis untuknya.

“A-aku pergi.” Kegugupan Chanyeol terlihat kentara di depan Hyena. Hyena hanya tersenyum tipis. Setidaknya dia bisa mengendalikan perasaannya dengan baik sedangkan Chanyeol? Kelihatan sekali kalau dia senang. Chanyeol menghela nafas sejenak sebelum mendekati tubuh Hyena dan memberikan kecupan di kening Hyena. Hyena terkejut tentu saja. Ia tidak tahu Chanyeol akan seromantis ini.

“Baiklah.. Aku pergi.” Chanyeol mengusak rambut Hyena lalu berlari ke arah basement. Mengambil motornya yang terparkir sejak malam kemarin. Hyena tidak bisa menyembunyikan perasaannya selamanya. Ia tahu benih-benih cinta mulai tumbuh dalam hatinya tanpa disadarinya. Mengakar dan menjalar dalam hatinya. Ia tidak tahu perasaan yang sudah lama dia rindukan datang kembali memasuki kehidupannya. Membawa emosi baru dalam hidupnya, emosi dan euforia menyenangkan.

Hyena tersenyum merona dengan semua tindakan manis Chanyeol. Ia melangkahkan kakinya ke apartemen miliknya dengan segenggam perasaan yang ia rasakan.

“Cih.. Roman picisan. Menjijikkan.” decih Taehyung dari kejauhan. Ia menurunkan teropongnya dan lompat turun dari pohon. Ia melihat jaket yang digunakannya. Berbagai macam senjata ada di jaket itu, siap membunuh Hyena kapan saja. Mungkin beberapa tahun yang lalu dia masih pengecut dan hanya berani menghadiahkan Hyena satu buah tembakan. Tapi kehadirannya kini dengan berbagai persiapan matang yang akan membuat Hyena mati terkejut. Kematian Hyena akan mengisi rongga kesenangan Taehyung. Bibirnya menyeringai lebar, tangannya mengambil pisau lipat dan memainkannya dengan lihai seperti ahli. Matanya tertuju pada siluet Hyena yang mulai hilang.

“Permainan sebenarnya akan dimulai, Hyena Chagi.”

*****

Hyena masuk ke dalam apartemennya dan mengunci pintu sesuai saran Chanyeol. Ia duduk di sofa dan mengambil ponsel pintarnya. Beberapa pesan berasal dari Yunji yang bawel dengan keadaannya. Beberapa juga dari sosial medianya yang selalu ramai. Satu notification masuk ke dalam ponselnya.

“Dia lagi!” Taehyung mempost video dirinya saat SMP bersama Daehyun tapi sudah diedit sedemikian rupa. Pengeditannya sangat bagus dan mulus. Hyena disana seperti melacurkan dirinya sendiri pada Daehyun dan mendorong tubuh Daehyun dengan tangannya. Hanya 5 menit video itu beredar setelah itu video itu dihapus.

‘Wow… Hyena ternyata pelacur ya.’

‘Tak kusangka Hyena itu ‘bekas’ orang lain’

‘Omona… Hyena tidak perawan.’

‘Apa dia pernah hamil juga? Ah.. Mungkin dia sudah menggugurkannya.’

‘Kasian Chanyeollie.. Dia menyukai yeoja jalang.’

Hyena memejamkan matanya, mencoba tenang dalam situasi ini. Dia memang daridulu tidak pernah peduli dengan tanggapan orang tentang dirinya. Orang lain tidak tahu kebenarannya dan hanya melihat dari video yang dishare. Mereka tidak tahu apa yang dialami Hyena. Hyena tidak menyangkal kalau dirinya sedih. Semua menjudge dia seakan dia selalu salah. Memang banyak kesalahan yang Hyena perbuat tapi Hyena merasa ia tidak pantas untuk diperlakukan seperti ini.

Prang…

Kaca jendela besar di sampingnya pecah setelah dilempar batu besar dari luar. Hyena terkena beberapa serpihan kaca karena ia duduk persis di samping jendela besar itu. Untungnya tidak mengenai bagian vitalnya dan hanya mengenai kaki serta lengannya. Dengan terseok-seok, ia mengambil batu besar yang dililiti surat.

‘Hai, Hyena. Tampaknya kau tahu siapa aku. Teman lamamu sudah datang. Kau harus menyambutnya dengan baik.’ Hyena bergidik ngeri membaca surat yang ditulis dengan darah. Matanya berair dan berusaha sebaik mungkin menahan tangisnya.

“Hiks.. Kenapa sinyalnya tidak ada? Hiks..” Kepanikan menyelimuti dirinya. Taehyung yang licik itu pasti memasang alat perusak sinyal sehingga Hyena tidak bisa menghubungi siapapun. Hyena terisak dalam diam, berharap Chanyeol cepat datang. Dia ketakutan… sangat ketakutan.

“Akh~” Sebuah drone yang di bagian bawahnya terikat pisau lipat terbang ke arahnya. Hyena mencoba bangun tapi kakinya bergetar. Badannya tidak mau menuruti perintah otaknya. Drone itu semakin mendekat ke arahnya dan pisau lipat itu menggores betis kanannya. Hyena berteriak kesakitan ketika goresan itu mulai mengeluarkan darah cukup banyak.

“Hiks.. Chanyeol..” Drone itu kembali terbang ke arah Hyena dan menggores betis kiri Hyena. Kedua kakinya tidak bisa digerakkan lagi dan Hyena hanya bisa menangis. Ia menyeret tubuhnya mendekat pada P3K di laci meja. Tapi lagi dan lagi drone itu menghalangi niatnya. Pisau lipatnya menggores lengan Hyena.

“Kau senang dengan kejutanku, Hye?” Hyena melihat ke sekelilingnya dan mencari sumber suara itu. Suara tawa mengejek mendominasi ruangan itu, membuat Hyena semakin ketakutan dan ciut.

“Ini bahkan baru permulaan dan kau sudah menyerah? Mana Hyena yang berani itu?” Hyena semakin bergetar ketakutan. Ia hanya menggumamkan ‘Chanyeol.. Chanyeol’, berharap namja itu cepat datang. Matanya mulai mengabur dengan pendarahan yang tak kunjung berhenti.

“Upss… Sepertinya aku harus pergi. Kekasihmu sudah datang.” Drone yang membawa pisau lipat itu keluar lewat lubang yang terbentuk akibat jendela besar itu pecah. Suara tawa Taehyung menghilang dan berganti dengan kesunyian yang mencekam. Hyena semakin meringis saat beberapa pecahan kaca menusuk goresan itu.

“Menjauhlah dari sahabat, keluarga termasuk kekasihmu jika ingin mereka hidup. Itu saja. Annyeong, Hyena chagi.” Pesan terakhir Taehyung membuat Hyena bergidik ngeri. Kesadarannya mulai menipis dan Hyena hanya melihat kegelapan.

******

Tingtong..

Chanyeol tidak langsung masuk karena tidak sopan memasuki apartemen yeoja walaupun ia tahu password apartemen Hyena. Setelah beberapa menit, tidak ada balasan. Chanyeol mulai curiga dengan keadaan ini. Biasanya ia mendengar Hyena mengomel dan mengatakan hal-hal kasar yang mulai akrab di telinganya. Tangannya langsung menekan password apartemen Hyena. Sayangnya tidak berhasil. Apa Hyena mengganti password apartemennya?

“Hye… HYENA!” Chanyeol tak mungkin tidak khawatir dengan keadaan ini. Hyena sendirian di dalam dan mungkin saja ia terluka atau semacamnya atau ada seseorang yang menyusupnya. Ia menggedor-gedor pintu apartemen Hyena namun tidak ada yang menjawabnya.

“Yah.. Lebih baik kubiarkan pacarnya menemuinya dulu.” Taehyung mengutak-atik laptopnya dan mengembalikan password lama Hyena. Bibirnya menyeringai, mendapati Chanyeol yang terlihat frustasi.

“Okay.. Aku coba sekali lagi.” Chanyeol menekan password yang sama dan anehnya terbuka. Suasana gelap langsung menyergapnya karena Taehyung tadi mematikan lampunya sesaat sebelum Chanyeol masuk menggunakan pengendali otomatis. Apa Hyena tidak menyalakan lampunya? Lalu hal aneh lainnya adalah suasana dingin yang mengigit di ruangan utama ini. Chanyeol mengklik lampu utama dan terkejut dengan Hyena yang bersimbah darah.

“Hyena!” Chanyeol langsung berlari ke arah Hyena dan menepuk pipinya. Hyena dingin sekali. Wajahnya pucat dan bibirnya mulai membiru. Hal ini diperparah dengan pendarahan di kaki dan lengannya yang tidak berhenti. Kemungkinan juga Hyena mengalami hiportemia karena suhu ruangan saat ini sama dengan suhu di luar. Chanyeol menyobek jaket kain yang dikenakannya dan mengikatnya pada kaki kiri Hyena. Ia juga menyobek kaosnya untuk diikat di kaki kanan Hyena.

“Hyena bertahanlah.” Chanyeol mengecup kening Hyena dan menggendongnya keluar. Ia memakaikan jaket tebal yang ditemukannya di sofa pada Hyena. Tubuh Hyena benar-benar dingin. Chanyeol menggendongnya lebih erat lagi, membiarkan dirinya menjadi penghangat untuk Hyena.

Untunglah di dekat apartemen Hyena ada sebuah rumah sakit besar. Hyena langsung masuk ke ICU sesaat Chanyeol menaruhnya di ranjang pasien. Chanyeol menatap ruang ICU dengan kosong. Beginikah rasanya saat seseorang yang kau sayangi terbaring di ICU meregang nyawanya? Tubuh Chanyeol merosot ke lantai. Tangannya mengambil ponsel dan menelepon Yunji serta Nana. Sayangnya mereka tidak menjawab panggilan Chanyeol. Chanyeol langsung mengirim pesan kalau Hyena dirawat di rumah sakit.

“Hye.. Kumohon bertahanlah.” gumam Chanyeol singkat. Tangannya saling bertautan dan berdoa dalam hati. Belum ada dokter yang keluar. Apa separah itu luka Hyena?

“Suster.. Tolong bawa pasien ini ke ruang operasi. Kita harus menjahit luka-lukanya dan tolong siapkan desinfektan serta suntikan tetanus. Palli!” Chanyeol langsung berdiri terburu-buru mendengar seorang dokter berteriak pada para susternya. Enam suster membawa tubuh Hyena yang dipasangi ambu bag ke ruang operasi. Seorang dokter mendatangi Chanyeol sambil melepas maskernya.

“Kami sudah memeriksa keadaan pasien dan ini mungkin jauh lebih buruk dari dugaan kami. Luka gores ini mungkin saja terinfeksi tetanus dan pendarahannya tidak mau berhenti. Lalu dia terserang hiportemia sesaat tapi kami sudah mengatasinya dengan baik. Kami kehabisan stok darah O jadi jika bank darah belum mengirim kantong darah selama 5 menit, mungkin saja nyawanya bisa menghilang.” ucap dokter.

“Saya bergolongan darah O.” Dokter tersebut bernafas lega dan dia langsung mengajak Chanyeol ke ruang operasi karena tidak ada waktu untuk mengetes apakah darah Chanyeol cocok dengan darah Hyena. Chanyeol diberi masker dan jas operasi lalu dibaringkan di samping ranjang Hyena. Seorang suster mengambil darah Chanyeol lalu disambungkan lewat selang ke tubuh Hyena.

Chanyeol hanya bisa melihat wajah Hyena dan berdoa dalam hati agar Hyena selamat. Matanya terus menatap wajah Hyena yang pucat. Sesekali ia melihat ke arah dokter yang menjahit luka Hyena.

“Hye… Kumohon bertahanlah untukku.”

******

Setelah satu jam, operasi selesai. Seorang suster melepas selang yang menghubungkan Chanyeol dengan Hyena. Hyena dibawa ke ruang hybrid. Chanyeol belum diperbolehkan menjenguk Hyena karena dokter masih mengecek kondisinya. Seorang dokter muda asisten dari dokter yang mengoperasi Hyena mendatangi Chanyeol.

“Untunglah apa yang kami takutkan tidak terjadi. Pasien tidak terkena tetanus dan hanya infeksi. Kami akan memberinya antibiotik yang akan menyembuhkan infeksi tersebut. Untuk saat ini, kondisinya stabil dan setelah dokter selesai memeriksa kondisinya, anda diperbolehkan masuk ke ruang hybrid.” Chanyeol bangkit berdiri dan membungkuk hormat. Rasanya lega sekali saat mendengar Hyena baik-baik saja.

Chanyeol mengambil ponselnya yang bergetar. Ada notifikasi video call dari Yunji dan Nana. Chanyeol langsung membalasnya.

“Bagaimana kondisi Hyena?” Tanya Yunji penuh kekhawatiran. Di sampingnya Sehun mengelus pundak Yunji untuk menenangkannya. Begitupun dengan Nana yang masih menunggu jawabannya.

“Hyena baik-baik saja. Dia sekarang di ruang hybrid setelah operasi.” Yunji menutup wajahnya lalu mulai menangis sedangkan Nana hanya menatap Chanyeol berkaca-kaca.

“K-kenapa H-Hyena operasi? Bukankah tadi dia baik-baik saja? Kami akan segera kesana. Kau jelaskan disana saja.” Yunji dan Nana secara bersamaan mematikan video callnya. Chanyeol menghembuskan nafasnya. Apa ini artinya dia harus menceritakan masa lalu Hyena juga?

“Kondisinya cukup stabil tapi kami akan terus memantaunya selama 24 jam. Saat ini pasien masih belum sadarkan diri akibat obat bius. Mungkin tengah malam atau besok pagi dia akan sadar. Anda sekarang diperbolehkan masuk. Tolong gunakan masker dan sanitizer.” Chanyeol mengangguk dan kembali membungkuk hormat. Ia segera mengambil masker yang disediakan dan menggunakan sanitizer.

“Hyena..” Chanyeol menarik kursi di dekat Hyena. Tangannya menggenggam jari-jari mungil Hyena. Wajah Hyena masih pucat dan beberapa selang nafas menempel pada tubuhnya. Chanyeol mendekatkan jari-jari Hyena ke wajahnya dan menciuminya.

“Cepat sadar, Hye.” Chanyeol mengusap rambut hitam Hyena perlahan. Hanya satu harapannya kini yaitu Hyena sadar dan kembali tersenyum. Baru beberapa saat yang lalu mereka tertawa bersama, bermain wahana berdua, merasakan apa yang dinamakan kebahagiaan. Lalu kebahagiaan itu dengan cepat hilang digantikan dengan kemalangan beruntun yang diterimanya.

“Harusnya aku menemanimu dan tidak pulang. Harusnya aku bersamamu.” Chanyeol benar-benar menyesal meninggalkan Hyena walau hanya sedetik saja. Hyena bisa saja terluka kapanpun dan bisa saja nyawanya terancam seperti saat ini.

“Chanyeol!” Yunji, Sehun, Nana dan Kai berdiri di depan pintu ruang hybrid. Mereka tidak diperbolehkan masuk karena nanti akan menganggu pasien lain. Dengan enggan, Chanyeol melepas tangan Hyena dan keluar.

“Bagaimana bisa Hyena seperti itu? Apa kau tidak menjaganya?” Nada suara Yunji naik satu oktaf. Emosi menggelapkan matanya. Ia memukul dada Chanyeol dan mulai menangis.

“Aku pulang sebentar ke rumah untuk mengambil baju, sunbae. Aku tidak tahu ada seseorang yang akan menyerang Hyena seperti ini. Aku benar-benar menyesal. Harusnya aku disana..” Yunji hanya bisa menangis mendengar penuturan Chanyeol. Chanyeol tidak bersalah dan yang patut disalahkan adalah orang yang menyerang Hyena secara keji.

“Sebenarnya apa yang terjadi, Chanyeol?” tanya Sehun. Chanyeol menghembuskan nafasnya. Matanya melirik ke Hyena yang masih setia memejamkan matanya.

“Ada seseorang bernama Kim Taehyung. Mungkin Yunji sunbae mengenalnya saat SMP. Dia melakukan penyerangan ini karena dendam pada Hyena. Hyena mengalami pendarahan akibat luka gores memanjang di lengan dan kakinya. Dia juga terkena hiportemia.” Tubuh Yunji hampir merosot ke lantai sebelum ditahan oleh Sehun. Sehun menggendong Yunji dan mendudukkannya di kursi tunggu. Ia berusaha menenangkan rusa mungilnya yang tidak mau berhenti menangis sepanjang perjalanan tadi hingga sampai rumah sakit.

“Tapi Hyena tidak apa-apa kan?” tanya Nana. Chanyeol mengangguk, membuat Kyungsoo bernafas lega. Hyena yang malang, gumam Kai.

“Mungkin besok dia sadar atau tengah malam nanti. Yunji dan Nana sunbae bisa pulang. Aku akan menemaninya.” Yunji dan Nana menoleh ke arah Chanyeol dan menggumamkan terimakasih sebanyak-banyaknya.

“Yunji sunbae.. Tolong beritahu keluarga Hyena. Aku tidak punya nomor telepon mereka.” Luhan mengangguk. Isakannya mulai mereda berkat kata-kata penenang dari Sehun.

“Apa aku boleh menjenguknya?” Chanyeol mengangguk. Ia membiarkan Yunji masuk ke dalam. Daritadi Yunjilah yang paling mengkhawatirkan Hyena daripada yang lain. Hyena masih beruntung dikelilingi sahabat-sahabatnya yang setia berada di sisinya.

Setelah beberapa menit, Yunji keluar dari ruangan hybrid. Sehun berdiri dan menuntun Yunji ke tempat duduk. Setelah Yunji keluar, Nana masuk ke dalam. Nana masuk hanya sebentar saja, tidak selama Yunji.

“Yun… Ayo pulang ya.” Yunji mengangguk. Tubuhnya dipapah oleh Sehun menuju ke parkiran mobil. Kai dan Nana pun pamit pulang. Tinggalah Chanyeol sendirian, menunggu tuan putri bangun.

“Hye.. Semua mengkhawatirkanmu. Cepatlah sadar.” gumam Chanyeol.

*****

“Nggh~” Kedua mata sipit Hyena terbuka perlahan. Matanya melihat Chanyeol yang tertidur di sampingnya sambil menggenggam tangannya. Bibirnya tersenyum tipis. Apa namja ini menunggunya semalaman?

“Chan~” Suara Hyena teredam oleh alat pernafasan yang menutupi hidung dan mulutnya. Tangan kiri Hyena yang tidak diinfus bergerak sedikit dan mengusap rambut Chanyeol.

“Hyena?” Chanyeol mengerjap-ngerjapkan matanya dan tersenyum bahagia saat melihat Hyena sadar. Ia berniat memanggil dokter tapi Hyena menahan tangannya.

“T-tolong lepaskan ini.” Hyena menunjuk alat pernapasan yang menempel di wajahnya. Dengan hati-hati Chanyeol melepas alat pernapasan Hyena.

“Apa ada yang sakit, Hye?” Hyena menggelengkan kepalanya. Tangannya mengusap wajah Chanyeol lalu bibirnya membentuk senyum.

“Aku kira aku tidak bisa melihatmu lagi.” Chanyeol menggelengkan kepalanya dan memeluk tubuh mungil di bawahnya yang mulai bergetar. Ia tahu Hyena terpukul dan ketakutan. Semua terjadi begitu cepat dan rasanya menakutkan.

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi. Aku berjanji, Hye.” janji Chanyeol. Bibirnya mengecup kening Hyena lamat-lamat. Seakan menegaskan bahwa yeoja ini adalah tanggung jawabnya dan miliknya.

Chanyeol menangkup pipi Hyena dan memberi kecupan-kecupan kecil di pipi, mata, bibir, dan dahi Hyena. Ia berusaha menenangkan yeoja mungil yang dirundung ketakutan ini.

“Upsss… Sepertinya aku menganggu kalian.” Yunji menyembulkan kepalanya dari balik pintu. Yunji kira Chanyeol tidak ada dan langsung masuk begitu saja. Tetapi matanya melihat adegan yang begitu romantis.

“S-sunbae.” Chanyeol menjauhkan tubuhnya dan duduk di kursi dengan canggung. Hyena pun langsung menghapus air matanya dan mengenakan lagi alat pernapasannya. Ia menatap datar Yunji yang masih berdiri di balik pintu.

“Ah iya.. Tadi ada dokter mendatangiku. Hyena bisa pindah ke ruang biasa.” ucap Yunji. Tak lama Yunji keluar dari ruang hybrid, tidak ingin mengganggu dua insan di dalam.

“Ehm.. H-Hyena.. Aku panggilkan dokter dulu.” Hyena mengangguk dan membiarkan Chanyeol keluar dari ruangan hybrid. Ia masih memikirkan kata-kata Taehyung yang mengancamnya tadi. Dia akan melukai siapapun yang ada di dekatnya.

“Chan.. Maafkan aku membuat keputusan ini.”

*******

Hyena dipindahkan ke ruang inap. Hal ini membuat Yunji, Nana, Kai dan Sehun lebih leluasa berkunjung. Chanyeol benar-benar senang dengan kondisi Hyena yang jauh lebih baik. Dokter mengatakan jika jahitannya sudah kering sempurna, Hyena diperbolehkan pulang.

“Hye… Kau tahu kau benar-benar membuat kami khawatir. Aku tidak bisa tidur dan terus memikirkanmu. Astaga… Siapa sih yang menyerangmu. Bajingan itu. Kau harus melaporkannya ke polisi.” ucap Yunji berapi-api.

“Kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi. Aku sudah mengecek apartemenmu dan wow… Penyerang itu benar-benar gila.” Timpal Sehun.

“Sebenarnya percuma melaporkannya ke polisi, dia susah ditangkap. Kau tau Taehyung kan, Yun? Kau tau kan sepsikopat apa dia itu?” Ucap Hyena. Yunji mengangguk lalu menghembuskan nafasnya.

“Ehm… Yun…aku ingin berbicara berdua dengan Chanyeol. Bisa?” Yunji dan Sehun saling bertatapan penuh arti sebelum mengangguk. Mereka berdua keluar dari kamar Hyena dan membiarkan Hyena bersama Chanyeol.

“Kenapa, Hye?” Hyena memilin-milin baju pasien yang dikenakannya, terlihat gugup. Chanyeol mengernyitkan dahinya, menunggu Hyena berbicara.

“Kau tahu hubungan kita ehm awalnya hanya kepura-puraan. Tapi aku merasa hubungan ini terlalu jauh jadi…” Chanyeol tidak mengerti ucapan Hyena yang terlalu berbelit-belit. Matanya menatap bola mata Hyena yang terus bergerak kesana-kemari. Kegelisahan tercetak dengan jelas di kedua mata sipitnya.

“Lebih baik kita putus. Kau tidak perlu menemani dan menjagaku lagi. Aku tidak mau kau terluka, Chan.” ucap Hyena sendu. Chanyeol benar-benar terkejut dengan ucapan Hyena.

“Apa kau diancam olehnya?” Hyena tidak bisa menjawabnya. Ucapan Chanyeol benar adanya. Hyena memang diancam Taehyung.

“Kau tidak perlu takut dengan ancamannya. Aku akan selalu di sisimu. Entah dia akan menyakitiku atau tidak, aku akan melindungimu.” Chanyeol mengusap surai rambut Hyena dan menyelipkan sehelai rambut Hyena ke belakang.

“Kenapa kau melakukan itu, Chan? Aku hanya yeojachingu palsumu. Tidak seharusnya kau melindu-” Chanyeol mengecup bibir Hyena dan melumatnya perlahan. Menelusupkan lidahnya di antara gigi-gigi rapi Hyena. Chanyeol mendorong tubuh Hyena dan menciumnya lebih menuntut dari sebelumnya. Menggigit bibir bawah Hyena untuk akses lidah Chanyeol. Lidah Chanyeol membelit lidah mungil Hyena dan mendorongnya ke dalam. Suara kecipak memenuhi ruangan yang dominan putih itu. Hyena hanya bisa pasrah dan mengimbangi permainan Chanyeol karena dalam hatinya dia menyukai saat bibir Chanyeol bermain di atas bibirnya.

“Hhh~ Chan sudah. I-ini rumah sakit.” ucap Hyena kesusahan. Chanyeol melepas tautan bibir mereka dan menatap Hyena dalam. Tangan besarnya mengusap pipi mulus Hyena lalu menatap bibir ranum Hyena yang bagai candu untuknya. Ia mendekatkan wajahnya dan menempelkan kedua dahi mereka. Nafas hangat Chanyeol menerpa wajah Hyena, membuat pipi Hyena merona.

“Aku mencintaimu, Hye.”

TBC

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Bad Girl (Chapter 8)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s