Silhouettes

PicsArt_07-08-02.30.46

 

Silhouettes

By : Alkena0112 │Silhouettes │Oh Sehun │Kim Hyena │ Two Shot│AU, Mystery, Fantasy │PG-15

Summary

“Siluet Hitam Menerrorku sepanjang waktu, setiap harinya dan mengikuti kemanapun aku pergi. Aku bagaikan mempunyai 2 bayangan. Siapakah dia? -Kim Hyena

This story is mine, please don’t be plagiator

 

Wp Pribadi : Alkena0112

 

oOo

 

Suara ketukan high heels menjadi back sound diantara keheningan malam.  Seorang gadis berparas cantik berjalan seorang diri di antara gedung pencakar langit. Memasuki gang-gang kecil nan sempit, ia sudah terbiasa dengan hal itu. Malam bagaikan temannya, karena pekerjaanlah membuatnya sangat sibuk dan mengharuskannya pulang larut. Namun ada yang berbeda dari hari ini, tidak biasanya ia merasa bulu kuduknya merinding. Ia merasa ada seseorang yang mengikutinya, semakin ia berjalan cepat semakin cepat itu pula seseorang itu mengikuti.

Hyena berlari dan sesekali melihat ke belakang dan ia melihat ada bayangan mengejarnya. Kakinya sudah lemas dan seakan tidak sanggup ia gunakan untuk berlari, sehingga ia terpeleset dan jatuh dari tangga. Lampu jalan nampaknya sudah tidak akan berfungsi sebentar lagi. Kaki Hyena benar-benar bergemetar, ia takut sekali sehingga yang ia lakukan hanyalah menangis. Gadis itu terkesiap kala seseorang menepuk bahunya. Mungkinkah itu tangan penguntit tadi? Atau dia akan membunuhnya sekarang ditempat ini? Yang benar saja apa ia ditakdirkan untuk mati hari ini? Banyak hal yang terbesit dibenak gadis itu. Ia dengan mengumpulkan segala keberaniannya mencoba melihat siapa yang menepuk bahunya.

“aaaaaaaa.”

 

Silhouettes

 

Hari ini hari minggu, kebanyakan orang suka dengan hari minggu karena mereka terbebas dari pekerjaan yang membebaninya. Maka hari minggu biasanya mereka gunakan untuk keluar rumah dan bersenang-senang. Kepulan asap keluar dari cangkir kopi espresso milik seorang gadis bersurai panjang, yang tengah duduk di pinggir jendela menatap orang-orang yang tengah berlalu-lalang. Ia terhanyut dalam pikirannya sendiri sehingga tak sadar seseorang sudah duduk dihadapannya.

Merasa diabaikan kehadirannya, gadis berambut pendek sebahu –Shin min gi mengibaskan tangannya di depan wajah gadis itu untuk menyadarkannya. “Hyena, hei.” Kata gadis itu.

Hyena terhenyak jantungnya seakan ingin melompat keluar. Ia memaki Min Gi dengan sumpah serapahnya. Min Gi hanya berdecak sebal, “Hei nona cantik, aku sudah memanggilmu berulang kali tapi kau mengabaikanku. Ada apa denganmu?.”

“aku merasa diikuti oleh seseorang akhir-akhir ini Min Gi-a maafkan aku.” Ujar Hyena

Min Gi mengerutkan dahi. “apa dia stalkermu? Mantanmu? Musuhmu? Atau dia penjahat yang tengah marak?.”

Hyena mendengus, ia mengusap wajah gusar. “aku takut sekali, aku bukan artis jadi tidak mungkin stalker, mantanku mereka semua sudah menikah bulan lalu dan musuh? Aku selalu tersenyum pada setiap orang dan bersikap baik, jadi mana mungkin ada yang dendam denganku. Apabila penjahat, seorang polisi yang menemukanku semalam mengatakan dalam rekaman cctv nya tidak ada siapapun yang mengejarku, dengan kata lain aku berlari sendiri seperti orang gila. Jadi mereka menganggapku gadis yang aneh.” Ujar Hyena dengan nada frustasi.

Min Gi menerka-nerka makhluk apa yang mengejar sahabat karibnya itu atau itu hanya ilusi Hyena. “kau mungkin lelah Hyena.”

“sungguh tidak Min Gi, aku melihat bayangan itu sangat jelas dia bertubuh tinggi kurus.”

Min Gi mengerutkan dahi. “Apa kau melihat wajahnya?.”

Hyena terdiam sejenak, matanya bergerak panik ia sungguh ketakutan hanya dengan membayangkannya. Lalu matanya melotot menatap Min Gi. “hanyalah sebuah bayangan.”

“apa?.”

“Dia tidak mempunyai tubuh seperti kita, namun hanya bayangan hitam sungguh.” Hyena meraih cangkir kopinya dan mulai meminumnya, tangannya bergemetar hebat.

Min Gi tampak menimang-nimang apa yang di ucapkan Hyena ini benar adanya. “Apa mungkin kau salah lihat karena malam itu sangat gelap, bukankah lampu penerangan disana tampak temaram?.”

Hyena mengangguk. “benar tapi aku masih bisa lihat dengan jelas bayangan itu benar-benar membentuk seperti tubuh seseorang namun tidak jelas karena hanyalah bayangan Min Gi. Bagaimana menjelaskannya pada mu arrgghh.” Ia mendesah frustasi sebelum melanjutkan kalimatnya. “kita mempunyai bayangan kan? Ya seperti itulah yang mengejarku tanpa ada sang pemiliknya.”

“apa itu hantu Hyena-a?.”

Hyena mengendikkan bahu, tanda bahwa ia tidak tahu. “Aku juga tidak mengerti itu makhluk seperti apa, yang jelas aku sangat takut sekali.”

“Tenanglah Hyena, kalau begitu kenapa kau tidak pindah saja ke dekat kantormu?.”

Hyena menggeleng cepat, tidak ada tempat yang nyaman lagi selain rumahnya.

 

Silhouettes

 

Malam yang begitu menegangkan, suara gemericik hujan dan kilatan petir menyambut hari Hyena yang mengerikan. Hyena merutuki nasibnya kenapa bahkan cuaca seakan berkomplot untuk melawannya. Listrik rumahnya padam dan ia lihat rumah sekelilingnya pun begitu, pertanda bahwa ada gangguan listrik disana. Ia ingin mengumpat pada petugas listrik yang dengan tega memadamkan listrik di daerahnya. Ia meraih lampu senter untuk menerangi jalannya mencari sisa lilin yang ia punya. Ia terhenyak melihat sebuah bayangan dengan secepat kilat berlari dari arah tangga, Hyena berjengit kaget dan tanpa sengaja menjatuhkan senternya.

“Sial, apa dia mengikutiku sampai ke rumah? Bagaimana ini aku takut sekali.” Gerutunya.

Tangannya berusaha menggapai senter yang menggelinding hingga mencapai pegangan tangga. Kala tangannya hampir menggapai senter itu, ia melihat bayangan itu berdiri dihadapannya. “Aaaaaaaaaa.” Dengan segala kekuatan yang ia miliki, ia berteriak sekencang-kencangnya. Ia menutup wajahnya agar tidak melihat bayangan menakutkan tersebut.

Tok Tok Tok

Suara ketuka pintu rumahnya diketuk, dengan tangan gemetar Hyena menurunkan tangannya dan melihat sekeliling. Ia dapat bernapas lega karena ternyata listrik sudah kembali menyala. Suara ketukan pintu dari luar seakan tidak sabaran untuk dibukakan. Hyena meraih tuas pintu dan membukanya, namun ia tidak menemukan siapapun diluar sana. Jadi ia kembali masuk ke dalam rumah. Angin berhembus kencang membuat jendela rumah Hyena berderit dan menerbangkan segala kertas pekerjaannya. Hyena mendengus, masalah apa yang tengah ia hadapi. Gadis itu hanya dapat mengeluh pada sang pencipta.

Hyena meraih kertas-kertas tersebut, matanya melirik ke sisi kanan tubuhnya ia melihat bayangan itu tengah berdiri di sudut rumahnya, tangannya bergemetar namun ia berusaha mengabaikannya. Ia mengambil kertas tersebut dan ia terkejut melihat bahwa ada tulisan dengan tinta merah dalam kertas tersebut.

“Hai Hyena Kim.”

Hyena membuang kertas tersebut setelah membaca kalimat sapaan yang ada disana. “Si-siapa kau?.” Ia memberanikan diri untuk berbicara. Ia mulai menerka-nerka apakah ada seseorang yang dendam dengannya sehingga ia menerror gadis itu. “To-tolong jangan lakukan ini padaku. Ku mohon maafkan aku jika aku bersalah, sungguh. Aku hanyalah gadis biasa.”

Angin berhembus sangat kencang dan jendela rumahnya terbuka, semua kertas-kertas berterbangan dan ia melihat siluet hitam melaju cepat ke arahnya, detik itu pula listrik pun padam.

“Aaaaaaaaaaa.”

 

TBC

A.N : halo readers dan siders semua haha, aku kembali menyapa. biarkan ku perkenalkan diriku, aku memakai penname alkena0112. Sebelumnya memakai baekludeer dan butterflight20 *dasar author ini suka gonta ganti penname* maafkan diriku sekalian, aku bukan cabe2an atau banyak selingkuhan sampai ku harus menutupi jati diri ini /plak. Tapi karena ku hanya ingin menggantinya *alasan macam apa ini* sudahlah semoga kalian memberikan feedback pada cerita ini. Komentar kalian semua adalah sesuatu hal yg sangat berharga dan itu adalah bayaran yg cukup untuk ku. Baik, ku undur diri sekian terimakasih /lempar batu. *cukup wahay readers

Iklan

11 pemikiran pada “Silhouettes

  1. Ping balik: Silhouettes [Part 2 END] | EXO FanFiction Indonesia

  2. Aku ikut kaget😂 thrilling nya dapet sekaliiii aku sukaaa, ya meskipun bacanya juga sambil kaget gitu aku HEHE tapi bikin penasaraan ditunggu lanjutannya yaaa💜

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s