[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife (Chapter 18)

the perfect wife.jpg

THE PERFET WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan saat pembuatan ff ini.

SUMMARY :

Kim Eun Ji adalah gadis berusia 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar. Namun ia tak menyangka akan menjadi seorang ibu bagi empat pria.

Chapter 18

_

Ketika tiba diRestoran, Eun ji dan Chanyeol segera masuk kedalam tempat itu. Namun hal yang tidak terduga terjadi, nampak ketiga adik iparnya dan Joy yang tengah duduk disalah satu meja disana. Seketika Eun ji terkejut melihat hal itu, lalu dengan segera ia menarik tangan suaminya lalu pergi mengahampiri mereka. Semua orang menoleh kearah sepasang suami istri itu, ketika mereka berdua datang. Tanpa pikir panjang Joy langsung menyapa temannya, namun anehnya ia terlihat sedikit gugup ketika berbicara.

“An … yeonghaseyo” sapa Joy sambil memandang kedua orang itu

“Kalian sudah lama disini ?” tanya Eun ji yang langsung duduk dikursi

“Nde noona, tadinya kami pikir kalian berdua tidak jadi datang” sahut Bam bam

“Tapi kenapa Junior –ah dan Sehun –ah ada disini ?” tanya Eun ji kembali

“Aku yang mengajaknya Kim eun ji. Mungkin akan lebih seru jika mereka juga ikut bergabung” sahut Joy yang masih terlihat gugup.

“Itu benar noona, jadi kau jangan mencoba untuk mengusirku” ucap Junior

“Siapa yang ingin mengusirmu, lagipula aku senang jika kita semua bisa makan malam bersama” balas Eun ji sambil tersenyum.

Saat makan malam berlangsung, Bam bam terus saja menatap kearah Joy. Bahkan sesekali ia tersenyum kecil. Namun pria itu tidak tau jika sejak tadi Eun ji memperhatikan tingkahnya. Karena tidak ingin menikmati pemandangan yang langkah itu sendirian, Eun ji dengan segera menginjak kaki suaminya. Pria itu terlihat sedikit kesakitan, ia bingung dengan tingkah Eun ji yang aneh.

“Kenapa kau menginjak kakiku ?” tanya Chanyeol sambil berbisik pada istrinya

“Maaf oppa, coba kau perhatikan tingkah Bam bam. Dia terus saja menatap temanku” sahut Eun ji. Chanyeol langsung melihat keaarah adiknya, seketika ia tersenyum. Karena baru kali ini pria itu melihat adiknya yang bertingkah selayaknya seseorang yang tengah mabuk cinta.

“Kau benar, tapi sepertinya temanmu tidak memandang balik kearah adikku” balas Chanyeol.

“Sudah biarkan saja oppa. Yang terpenting Bam bam sudah menemukan cinta sejatinya” ujar Eun ji sambil tersenyum. Namun tidak disangka tiba – tiba saja Joy berpamitan untuk pulang, ia merasa tidak nyaman dengan makan malamnya.

“Maaf, tapi aku harus segera pulang. Soalnya aku ada urusan mendadak” ucap Joy yang langsung pergi begitu saja. Eun ji mencoba untuk menyuruh Bam bam agar mau mengejar gadis itu, namun adik iparnya menolak untuk mengejar Joy.

“Kau ini bagaimana sih Bam bam-ah, seharusnya kau kejar gadis itu. Tapi kenapa kau malah diam saja” protes Eun ji

“Memangnya aku harus bagaimana noona. Kalau memang dia benar ada urusan mendadak, biarkan saja dia pergi” balas Bam bam yang mencoba untuk tidak peduli.

“Kau memang makhluk berdarah dingin. Aku menyesal datang kesini dan makan malam bersama kalian” gadis itu langsung pergi meninggalkan keempat pria itu untuk menyusul temannya. Namun ketika hendak ingin keluar dari Restoran, tiba – tiba saja Eun ji jatuh pingsan. Segeralah Chanyeol dan adiknya membawa gadis itu kerumah sakit. Namun saat ditengah perjalanan Eun ji kambali tersadar.

“Oppa, kita mau kemana ?” tanya Eun ji pelan

“Aku akan membawamu kerumah sakit, tadi kau tiba – tiba pingsan didalam Restoran” sahut Chanyeol yang tengah menyetir mobil

“Sudahlah noona, kau jangan banyak berbicara. Sebentar lagi kita akan sampai diRumah sakit, jadi kau jangan risau” ucap Junior yang tepat berada disamping Eun ji.

“Kalian tidak perlu membawaku kerumah sakit, aku baik – baik saja. Sebaiknya kita pulang saja, soalnya aku sedikit mengantuk” seketika keempat pria itu menatapnya, bahkan Chanyeol langsung mengehentikan laju mobilnya.

“Jangan – jangan kau pingsan karena mengantuk” ucap Bam bam yang terlihat terkejut.

“Mungkin, soalnya belakangan ini aku sering tidur larut malam” balas Eun ji sambil menguap.

“Baiklah kita pulang saja, lagipula ini sudah malam” sahut Chanyeol yang kembali menyetir mobilnya. Lalu segeralah mereka pulang kerumah.

 

_

 

Ketika dipagi hari terlihat Eun ji yang tengah menyiapkan sarapan pagi, namun anehnya ia nampak tidak sehat. Gadis itu terus saja bolak – balik kekamar mandi, entah apa yang terjadi padanya. Namun rasa mual terus saja ia rasakan. Beberapa menit kemudian datanglah Chanyeol dan ketiga adiknya. Mereka langsung duduk dikursi meja makan begitu melihat ada makanan yang tersaji diatas meja.

“Kau yang memasaka makanan ini noona ?” tanya Junior sambil melihat makanan – makanan itu.

“Nde, jadi kalian cepatlah sarapan” sahut Eun ji

Saat tengah sarapan, tiba – tiba saja Eun ji merasa mual. Keempat pria itu langsung memandanginya ketika hal itu terjadi. Karena sudah tidak tahan, gadis itu segera berlari menuju kamar mandi. Namun hal itu malah membuat suami beserta adik iparnya menjadi kebingungan sakaligus khawatir. Setelah Eun ji kembali dari kamar mandi, Chanyeol segera memberinya segelas air minum.

“Kau kenapa ?, apakah ada masalah ?” tanya Chanyeol sambil memberikan segelas air kepada istrinya.

“Gomawo oppa. Tapi aku juga tidak tau, tiba – tiba saja aku merasa mual. Padahal aku tidak minum apa – apa” sahut Eun ji yang terlihat lemas.

“Sudahlah lebih baik kau hari ini tidak usah pergi keKampus, dan istirahat saja dirumah” balas Chanyeol. Namun tiba – tiba saja Junior mengatakan sebuah hal yang tidak terpikirkan.

“Atau jangan – jangan kau sedang hamil noona” ucap Junior tiba – tiba.

“Mwo ?, itu tidak mungkin terjadi” balas Eun ji yang terlihat terkejut. Seketika Chanyeol menatap istrinya, ia benar – benar tidak menyangka jika Eun ji benar – benar hamil.

“Mungkin yang dikatakan adikku benar, jika kau tengah hamil” sahut Chanyeol

“Jangan berfikir terlalu jauh seperti itu, lebih baik noona diperiksa saja kedokter. Jadi kita bisa tau apakah noona hamil atau tidak” ucap Sehun

“Baiklah setelah sarapan aku dan Eun ji-ah akan pergi kedokter” balas Chanyeol. Namun setelah mendengar ucapan suaminya, Eun ji menjadi takut untuk pergi kedokter. Sejak kecil gadis itu tidak mau berurusan dengan dokter kandungan, karena ia pernah mengalami insiden yang sangat membuatnya menjadi trauma.

“Aku tidak mau pergi kedokter, bagaimana kalau aku periksa menggunakan testpack saja. Lagipula hasilnya juga akan sama dengan hasil dari dokter” gadis itu berkata dengan sangat gugup, namun ia terus mencoba untuk menutupi rasa gugupnya.

“Aku setuju dengan noona, cara itu lebih sederhana daripada kita harus jauh – jauh pergi kedokter. Bisa saja ternyata noona tidak hamil” balas Bam bam

“Iya itu benar, lagipula aku tidak suka pergi kedokter” Eun ji terlihat sedikit tenang ketika mendengar ucapan Bam bam. Karena dengan begitu tidak semua rahasia terbesar Eun ji bisa terbongkar.

Setelah sarapan pagi Chanyeol langsung pergi menuju Apotek untuk membeli testpack. Selagi suaminya pergi, Eun ji dan ketiga adiknya menunggu dirumah. Perasaan gadis itu sangat gugup, apalagi Junior terus saja menggoda noonanya dengan kata – kata yang membuat Eun ji semakin gugup.

“Jika nanti hasilnya positif hamil, berarti aku akan segera punya keponakan. Tapi apakah kau sudah siap untuk melahirkan noona ?” tanya Junior tiba – tiba.

“Apa maksudmu ?. Tentu saja aku siap, tapi jika hasilnya negatif. Kau harus menunggu hingga kau punya istri Junior –ah” sahut Eun jj sambil tersenyum

“Kau memang menyebalkan noona, tapi aku yakin kau pasti sedang hamil. Dengan begitu setiap bulan kau akan pergi keRumah Sakit untuk memeriksa kandunganmu, dan aku akan selalu menemanimu noona. Karena aku sangat menunggu kelahiran keponakanku” balas Junior. Mendengar perkataan adik iparnya, membuat rasa trauma Eun ji kembali terbayang – terbayang dipikarannya.

“Sudahlah, lebih baik sekarang kalian pergi saja keKampus” ucap Eun ji sambil menatap ketiga adik iparnya dengan sinis.

“Kami tidak ingin pergi sebelum mengetahui hasil tesnya” balas Bam bam. Namun tiba – tiba saja Sehun memutuskan untuk berangkat kuliah duluan, entah apa yang terjadi padanya. Tetapi pria itu merasa tidak nyaman dengan semua itu.

Tidak lama kemudian datanglah Chanyeol, pria itu langsung memberikan testpack itu kepada istrinya. Dengan senang hati Eun ji menerimanya, meskipun ia merasa sangat takut melakukan hal itu. Selagi Eun ji tengah menggunakan testpack tersebut, suami dan kedua adik iparnya menunggu diruang tengah. Raut wajah mereka terlihat tegang, bahkan Junior terus saja memeluk tubuh bantal sofa.

Tidak lama kemudian keluarlah Eun ji dari dalam kamar mandi, perlahan ia berjalan menuju ruang tengah dimana suami dan kedua adik iparnya sedang menunggunya disana. Ketika Eun ji datang, sauasana hening menyelimuti rumah itu. Karena merasa penasaran Chanyeol mendekati istrinya, ia ingin bertanya pada Eun ji bagaiman hasilnya. Namun bila dilihat dari ekspresi wajah istrinya yang cemberut menandakan jika hal yang dinantikan tidak akan terjadi.

“Bagaiman hasilnya ?” tanya Chanyeol pelan

“Apakan kau akan menerima apapun hasilnya ?” sahut Eun ji sambil memandang wajah suaminya.

“Iya, apapun hasilnya” ketika mendengar ucapan suaminya sesaat Eun ji menjadi diam. Namun tiba – tiba saja gadis itu memeluk suaminya.

“Oppa, aku hamil” ucap Eun ji sambil memeluk suaminya

“Benarkah, aku sangat senang mendengar hal itu Eun ji-ya” dengan segera pria itu mencium kening istrinya. Mereka terlihat sangat senang, begitu juga dengan Bam bam dan Junior. Bahkan Junior sampai meneteskan air matanya.

“Selamat atas kehamilanmu noona” ucap Bam bam sambil tersenyum

“Iya, selamat yah noona. Semoga bayi itu bisa membawa kebahagian dikeluarga ini” tambah Junior.

“Terima kasih, aku berharap juga seperti itu” balas Eun ji.

Karena merasa senang mengenai kehamilan istrinya, Chanyeol memutuskan untuk tidak bekerja hari ini hanya untuk menemani istrinya. Begitu juga dengan Bam bam dan Junior namun Eun ji melarang mereka untuk tidak pergi kuliah. Dengan berat hati kedua pria malang itu harus menuruti perintah dari noonanya.

Sepanjang hari Eun ji menghabiskan waktunya bersama dengan suaminya, ia merasa bagaikan berada disurga, dimana hanya ada Chanyeol dan dirinya.

“Oppa, kau ingin bayi perempuan atau laki – laki ?” tanya Eun ji sambil berbaring dipangkuan suaminya.

“Aku tidak ingin memilih, bayi perempuan ataupun laki – laki bagiku sama saja” sahut Chanyeol.

“Lalu akan kita beri nama siapa kalo bayinya perempuan ?”

“Bagaimana kalau Park Hana”

“Baiklah, tapi kalau bayi kita laki – laki akan aku beri nama Park Min Ho, jadi namanya sama seperti temanku Min Ho”

“Terserah kau saja”

 

_*_

 

Keesokan harinya Eun ji seperti biasa pergi keKampus, padahal sebelumnya Chanyeol sudah melarangnya untuk tidak pergi kuliah. Namun Eun ji tetap membantah untuk pergi kuliah, hanya karena ingin bertemu dengan sahabatnya. Saat sampai diKampus Eun ji segera pergi menuju kelasnya. Nampak seorang wanita tengah duduk dikursinya, dengan segera Eun ji menghampiri kedua sahabatnya itu.

“Annyeong” sapa Eun ji sambil tersenyum

“Park Eun Ji” melihat kehadiran sahabatnya Joy langsung memeluk Eun ji. “ Oh My God. I miss you so much”.

“Aku juga merindukanmu, tapi kau jangan memeluk terlalu erat” ucap Eun ji, lalu segeralah Joy melepaskan pelukannya.

“Memangnya kenapa ?, apakah kau sedang sakit ?” balas Joy

“Tidak, hanya saja seorang bayi kecil ada didalam perutku” sahut Eun ji

“Jangan Bilang jika kau sekarang tengah hamil” Joy terlihat sangat terkejut ketika mendengar ucapan Eun ji.

“Iya, aku sekarang tengah hamil. Jadi kau tidak boleh memelukku erat – erat” balas Eun ji

“Sunggu tidak bisa dipercaya, bagaimana hal itu bisa terjadi”

“Tentu saja bisa terjadi, aku adalah istri dari Park Chanyeol”

“Tapi apakah kau sudah periksa kedokter, bisa saja ternyata kau tidak hamil”

“Aku yakin aku pasti tengah hamil, heidku saja sudah telat beberapa hari”

“Baiklah, kalau begitu kita harus merayakan kehamilanmu itu”

“Tentu saja”

Lalu pergilah kedua sahabat karib itu menuju Restoran Tteokbokki. Namun tiba – tiba saja Eun ji ingin sekali makan makanan buatan Bam bam, dengan senang hati Joy menuruti permintaan temannya tersebut. Sesampainya disana Eun ji dengan segera masuk kedalam kedalam Restoran itu sambil menarik tangan temannya. Mereka memilih meja yang didekat kaca, tidak lama kemudian datanglah seorang pelayan.

Namun anehnya Eun ji tidak ingin dilayani oleh pelayan itu melainkan ingin oleh adik iparnya. Joy tidak bisa berbuat apa – apa selain menuruti kemauan sahabatnya itu. Dengan berat hati Joy berjalan menuju dapur untuk memanggil Bam bam. Namun bukannya kembali bersama Bam bam melainkan ia bersama dengan Min ho.

“Oppa, apa yang kau lakukan disini ?” tanya Eun ji

“Aku sekarang bekerja disini. Sangat membosankan jika terus kuliah, mungkin dengan bekerja rasa bosanku bisa hilang” jawab Min ho sambil tersenyum

“Oh .. begitu. Semoga hari – hari menyenangkan selama bekerja disini” balas Eun ji sambil tersenyum kecil

“Yasudah Eun ji, kau ingin pesan apa ?” tanya Joy sambil membaca buku menu

“Aku ingin segelas air putih saja” sahut Eun ji

“Kita kesini untuk makan kan. Kenapa sekarang kau malah mau ingin pesan segelas air putih saja” balas Joy dengan nada suara keras

“Entalah, mungkin bayi kecil ini hanya ingin minum air puti saja” ucap Eun ji

“Maksudmu bayi kecil apa ?” tanya Min ho yang terlihat bingung

“Min ho Oppa, Park Eun Ji sedang hamil” sahut Joy

“Hamil ?. Memangnya itu anak siapa ?” tanya Min ho kembali

“Tentu saja anaknya Chanyeol Oppa, memangnya siapa lagi ?. Kau, mana mungkin” sahut Joy

perasaan Min ho menjadi sedih saat mendengar ucapan Joy mengenai kehamilan Eun ji. Padahal ia berkeinginan untuk memulai semuanya dari awal bersama Eun ji. Namun takdir berkata lain, kini tidak ada lagi kesempatan untuknya.

“Aku senang mendengar kabar baik ini” pria itu terenyum kecil kepada Eun ji

“Terima kasih Oppa” balas Eun ji

“Baiklah aku akan membuatkan pesanan kalian” Min ho lansung pergi menuju dapur.

“Kita aja belum bilang mau pesan apa, kenapa dia malah mau buatin pesanan kita” ucap Joy

“Kalau aku udah bilang apa pesananku. Lebih baik sekarang kau susul Min ho Oppa didapur” balas Eun ji

“Baiklah” Joy langsung pergi menyusul Min ho didapur

 

_

 

Dimalam harinya saat suami dan ketiga adik iparnya tengah terlelap dalam mimpi. Eun ji malah lebih memilih untuk menatap layar ponselnya, rupanya gadis itu tengah melihat foto – foto bayi yang lucu.

“Aku berharap anakku bisa selucu bayi ini” ucap Eun ji

Namun tidak tau kenapa perasaan Eun ji sedikit cemas, gadis itu merasa jika saat ini ia tidak tengah hamil. Eun ji mencoba untuk membuang perasaan buruk itu, agar ia bisa lebih tenang. Disaat tengah asyik dengan ponselnya, tiba – tiba saja Chanyeol terbangun dari tidurnya. Tapi anehnya ia berjalan sambil tertidur. Eun ji yang menyaksikan hal itu menjadi bingung dengan perilaku aneh dari suaminya.

Chanyeol terus saja berjalan bolak – balik dari ujung sudut kamar munuju ujung sudut kamar lainnya.

“Oppa kenapa, apakah dia sedang bermimpi menjadi Ultraman” ujar Eun ji

Setelah beberapa menit kemudian langkah pria itu terhenti dimeja kerjanya. Chanyeol duduk dikursi kerjanya, sambil tertidur. Karena merasa penasaran Eun ji berjalan mendekat menuju suaminya. Ketika tepat berada dihadapan suaminya, gadis langsung membangunkan Chanyeol.

“Oppa bangunlah !. Ini bukanlah dunia Ultraman, melainkan dunia manusia. Dan jangan pernah melawan monster – monster yang aneh disana” ucap Eun ji sambil memukul – mukuli pipi suaminya.

Tidak lama kemudian, akhirnya pria itu terbangun. Eun ji sangat senang saat melihat Chanyeol bangun dari mimpinya.

“Akhirnya kau bangun juga Oppa. Aku kira kau akan selama – lamanya menjadi Ultraman” ucap Eun ji

“Kau ini bicara apa. Sudahlah aku ingin tidur” Chanyeol langsung berjalan menuju tempat tidurnya. Namun baru saja ia ingin kembali tidur, Eun ji malah mengganggunya dengan beberapa pertanyaan.

“Oppa, kenapa kau tidur sambil berjalan. Apakah monster yang kau hadapi bisa berlari dengan cepat ?” tanya Eun ji

“Tidak Eun ji –ya, aku sama sekali tidak tau. Mungkin saja kebiasaan ini kembali terulang, padahal aku kira sudah hilang. Dan aku tidak pernah bermimpi menjadi Ultraman” jawab Chanyeol sambil menatap istrinya.

“Baiklah Oppa. Tapi aku takut jika kau tidak sedang bersamaku, siapa yang akan membangunkanmu saat kebiasaanmu sedang kambuh”

“Tidak, kita akan selalu bersama Eun ji –ya”

“Tapi kan mungkin saja, Tuhan memisahkan kita”

“Hal itu tidak akan pernah terjadi. Sudahlah lebih baik sekarang kau tidur, aku yakin pasti bayi kecil kita juga sudah mengantuk”

“Oppa, jujur aku sangat senang dengan kehadiran bayi ini. Aku berharap kehamilan ini benar – benar nyata”

“Sudahlah Eun ji, lebih baik kau tidur saja. Aku sangat mengantuk”

“Aku tidak bisa tidur Oppa. Lagipula kenapa kau jarang sekali menghabiskan waktumu bersamaku. Apalagi sekarang kau sering sekali berangkat pagi – pagi, apakah kau sudah lupa denganku”

“Tidak, zzz ..”

“Baiklah lebih baik aku tidur saja. Selamat malam Ultramanku”

 

_

 

Disaat jam menunjukan pukul 8 pagi, saat itu Eun ji terbangun dari tidurnya. Baru saja ia membuka kedua kelopak matanya, gadis itu sudah dikejutkan dengan banyak darah dicelananya. Beruntung darah itu tidak tercecer ditempat tidurnya. Dengan segera Eun ji berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan celananya.

“Ini darah apa ?. Apa mungkin ini darah heid, kalau ini benar darah heid berarti aku tidak hamil” ucap Eun ji sambil membersihkan celananya.

Setelah selesai membersihkan celananya, Eun ji segera bersiap untuk pergi ke Rumah Sakit. Namun gadis itu bingung dengan siapa ia akan pergi kesana, tidak mungkin jika dia seorang diri yang pergi. Dengan percaya diri Eun ji memutuska untuk pergi kesana sendirian. Namun keberuntungan beralih ketangang Eun ji. Saat ia ingin membuka pintu Rumahnya, tiba – tiba Sehun memanggil namanya.

“Noona, kau mau pergi kemana ?” tanya Sehun

“Aku ingin pergi kesesuatu tempat. Apakah kau mau ikut ?” jawab Eun ji

“Memangnya kau mau kemana ?”

“Pokoknya kesebuah tempat. Aku mohon temanin aku pergi”

“Baiklah, tapi aku tidak bisa lama – lama soalnya jam10 nanti ada kuliah”

“Okay, lagian jam 10 aku juga ada kuliah”

“Baiklah, ayo kita pergi”

Saat ditengah perjalanan Eun ji terlihat sangat khawatir, bahkan jari – jarinya tidak bisa berhenti bergerak.

“Kau kenapa terlihat sangat khawatir ?” tanya Sehun sambil menyetir mobil

“Aku baik – baik saja. Mungkin karena cuaca hari ini sangat panas” sahut Eun ji sambil tersenyum kecil.

“Seharusnya kau tidak perlu mengenakan jaket”

“Tapi aku suka memakai jaket, supaya panasnya lebih terasa ketubuh”

“Baiklah, terserah kau saja. Lalu kita akan pergi kemana ?”

“Ke Rumah Sakit Oppa”

“Untuk apa pergi ke Rumah Sakit, apakah kau sedang tidak sehat ?”

“Iya, soalnya tadi pagi saat aku bangun tidur. Banyak darah dicelanaku, sepertinya itu adalah darah heid”

“Noona, jika itu benar darah heid. Sudah dipastikan kau tidak hamil”

“Itu sebabnya aku ingin ke Rumah Sakit”

“Baiklah”

Setelah mereka tiba di Rumah Sakit, Eun ji segera berjalan menuju meja Resepsionis. Karena banyak pasien yang ingin memeriksa kandungan mereka, Eun ji dan Sehun harus menunggu giliran. Setelah setengah jam menunggu, akhirnya giliran mereka pun tiba.

“Park Eun Ji” panggil suster yang tengah berdiri didepan pintu ruangan

“Saya” sahut Eun ji sambil mengankat tangan kanannya

“Silahkan masuk, ini sudah giliran anda” balas suster

Lalu masuklah Eun ji kedalam ruangan tersebut, namun suster itu melarangnya masuk jika tidak ditemani oleh seseorang. Karena hanya ada Sehun, dengan terpaksa Eun ji mengajaknya ikut masuk kedalam ruangan. Saat berada didalam ruangan itu, Eun ji merasa sangat takut apalagi terdapat alat – alat aneh didalam tempat tersebut.

“Selamat pagi dokter. Aku Park Eun Ji” ucap Eun ji

“Selamat pagi. Apakah pria ini adalah suamimu ?” tanya dokter sambil memandang kearah Sehun.

“Bu ..” ucapan Eun ji terpotong oleh Sehun

“Iya, aku adalah suaminya”

“Sudah kuduga, baiklah apakah kau ingin memeriksa kandunganmu ?” tanya dokter

“Iya” sahut

“Baiklah silahkan berbaring ditempat tidur, biar aku memeriksamu” perintah dokter

“Baiklah” balas Eun ji yang terlihat gugup

Disaat dokter ingin memeriksa perut Eun ji dengan teltoskopnya, tiba – tiba gadis itu merasa lemas. Bahkan tubuhnya mulai panas dingin. Dokter yang memeriksa Eun ji menjadi khawatir dengan keadaan pasiennya itu. Dengan segera dokter memanggil Sehun. Akhirnya selama pemeriksaan berlangsung Eun ji terus saja memegang tangan adik iparnya, bahkan gadis itu membayangkan jika Sehun adalah Chanyeol.

Setelah beberapa menit dokter memeriksa Eun ji, ternyata hal yang sudah diduga terjadi.

“Anda, sebenarnya tidak hamil” ucap dokter

“Apa ?, tapi waktu itu saya periksa pakai testpack dan hasilnya positif” balas Eun ji

“Hal seperti ini mungkin saja terjadi, apalagi kalian adalah pasangan muda. Jadi jangan terlalu khawatir mengenai masalah ini” ujar dokter

“Oh .. begitu. Tapi saya ada harapan untuk hamil, kan ?” tanya Eun ji

“Tentu saya” balas dokter

“Terima kasih dok. Kalau begitu kami permisi dulu” ucap Sehun sambil menarik tangan Eun ji

“Baiklah” sahut dokter

Saat ditengah perjalanan Eun ji terus saja melamun. Gadis itu bingung bagaimana cara untuk mengatakan hal ini kepada suaminya. Namun ia mencoba untuk menenangkan dirinya. Karena sejak pagi Eun ji dan Sehun belum makan, mereka memutuskan untuk pergi keRestoran, setelah sampai disana. Tiba – tiba saja seorang anak kecil mengetuk – ngetuk kaca mobil mereka.

“Tolong eommaku” ucap anak itu

Dengan segera Eun ji dan Sehun keluar dari dalam mobil

“Ada apa ?” tanya Eun ji sambil memegang tangan anak itu

“Tolong eommaku” jawab anak itu

“Apa yang terjadi dengan eommamu ?” tanya Sehun kembali

“Adikku akan lahir” sahut anak itu

“Baiklah, dimana eommamu ?” ucap Eun ji

“Didalam mobil” anak itu langsung menarik tangan Eun ji menuju mobilnya. setelah sampai disana mereka terkejut melihat keadaan ibu dari anak itu. Dengan segera Eun ji dan Sehun membawa ibu hamil itu menuju Rumah Sakit. Ditengah perjalanan Eun ji merasa bingun, ia tidak tau apa yang harus dilakukan.

“Ahjumma, anda tidak apa – apa ?” tanya Eun ji

“Tolong cepatlah, aku tidak bisa menahannya lagi” jawab ibu hamil itu

“Sehun –ah, apa yang harus aku lakukan” ucap Eun ji yang terlihat mulai panik

“Kau harus menenangkan nyonya itu, jangan biarkan ia sampai pingsan” balas Sehun yang tengah menyetir mobil.

“Ahjumma, kau harus tenang. Tidak lama lagi kita akan sampai diRumah sakit” ucap Eun ji. Namun hal buruk terjadi, tiba – tiba terlihat darah mengalir dikaki bibi tersebut. Eun ji yang melihat hal itu langsung berterika histeris.

“Ahh … darah” teriak Eun ji

“Ada apa Eun ji –ah ?” tanya sehun

“Ahjumma, mengeluarkan darah” jawab Eun ji. Karena tidak sanggup melihat darah, Eun ji langsung pingsan. Karena ahjumma sudah tidak bisa menahannya lagi, ia dengan berani melahirkan sendiri. Wanita itu berteriak kencang untuk melampiaskan rasa sakitnya. Namun disisi lain anak kecil itu berusaha untuk membangunkan Eun ji yang tengah pingsan, dan tidak lama kemudian usahanya berhasil. Eun ji akhirnya terbangun walaupun ia merasa pusing dikepalannya.

“Aku tidak sanggup dengan semua ini” keluh Eun ji

“Tolong kau tarik bayinya, aku akan berusaha sekuat tenagaku” ucap ahjumma dengan nafas yang tidak stabil.

“Tapi aku takut” balas Eun ji

“To..long” ujar ahjumma

“Cepatlah Eun ji –ah, kalau kau tidak membantunya. Bayinya bisa meninggal” ucap Sehun dengan nada keras.

“Baiklah, aku akan menarik bayinya” dengan segera ahjumma menarik nafasnya dalam – dalam, dan tidak lama kemudian Eun ji melihat kepala bayi. Wanita itu langsung terkejut.

“Aigoo .. apa itu bayinya” ucap Eun ji

“Cepat kau tarik bayiku” ujar ahjumma yang tengah sekuat tenaga mengeluarkan bayinya.

“Baiklah aku akan menariknya perlahan – lahan”. Dengan berani Eun ji mengulurkan tangangnya kekepala bayi itu, ia merasa sekujur tubuhnya lemas dan kaku. Namun tidak ada pilihan lain, jika Eun ji tidak melakukannya. Bayi malang itu bisa saja meninggal.

Perlahan Eun ji menarik bayi itu keluar, dan seketika ia merasa bahagia saat mengetahui jika bayi tersebut adalah pria.

“Ahjumma, bayimu seorang pria” ucap Eun ji sambil tersenyum lebar

“Gamsahabnida, kau sudah berhasil membantuku” balas ahjumma

“Yeah .., adikku laki – laki” teriak anak kecil itu

“Iya, adikmu adalah seorang pria. Selamat, yah” ucap Eun ji

“Kau hebat noona” Sehun tersenyum kecil dikaca mobil

Setelah tiba diRumah Sakit, ahjumma dan bayinya segera dibawa menuju ruang perawatan. Eun ji sangat senang bisa membantu ahjumma untuk melahirkan, walaupun pakaiannya penuh dengan darah, tetap saja ia merasa senang. Selagi menunggu suami dari ahjumma datang, Eun ji dan anak kecil itu bermain video game diruang koridor. Dan tidak lama kemudian datanglah Sehun sambil membawa sepasang pakaian.

“Noona, ganti bajumu” ucap Sehun sambil memberikan pakaian itu

“Dari mana kau dapat baju ini ?” tanya Eun ji

“Aku tadi membelinya ditoko depan, sudahlah cepat ganti pakaianmu” balas Sehun

“Baiklah” Eun ji segera pergi menuju kamar mandi

Setelah beberapa menit kemudian, Eun ji keluar dari kamar mandi dan segera menghampiri Sehun dan anak kecil itu.

“Pakaiannya sedikit kebesaran” ucap Eun ji

“Maaf, aku tidak tau ukuran bajumu” balas Sehun

“Iya tidak apa – apa, kok” ujar Eun ji

“Noona, siapa namamu ?” tanya anak kecil itu

“Aigoo, aku lupa memperkenalkan diriku padamu. Annyeonghaseyo Kim Eun Ji imnida” jawab Eun ji

“Namamu bagus sekali, kalau namaku adalah Choi Kwang Soo” balas anak itu sambil tersenyum kepada Eun ji.

“Namamu juga bagus, bagaimana kalau kita berteman saja” ujar Eun ji

“Baiklah, aku sangat senang bisa berteman denganmu”. Eun ji dan Kwang soo saling berjabat tangan, dan saat itulah pertemanan mereka dimulai. Sehun hanya tersenyum kecil melihat Eun ji dan Kwang soo bermain bersama. Pria itu merasa senang karena ia tidak harus melihat kesedihan diwajah Eun ji.

 

Bersambung …

 

 

“ Hi Chingu, jangan lupa coment yahh. And don’t forget to read the next chapter. Happy reading Chingu J”

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife (Chapter 18)

  1. wkwk.. bayinya seorang pria? thor, sedikit kritik aja ya. jgn tersinggung.😀
    klo masih bayi nyebutnya laki2/perempuan, klo pria/wanita utk org dewasa.

    aku nungguin trus ff nya. next ya..!!

    • Hehehe aku kadang suka kebalik – balik kalo bedain pria sama laki – laki, trima kasih yah chingu karena sudah mengingatkan, tenang aja aku gk tersinggung kok justru malah jadi makin tau .. hehehe
      Ditunggu aja yah Chingu Chap selanjutnya …

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s