[EXOFFI FREELANCE] STAY WITH ME (Chapter 6)

img1497657152363

 

STAY WITH ME

.

Author :

Angeline

Main Cast :

Oh Sehun (EXO) Bae Joo Hyun a.k.a Irene (RV)

Additional Cast :

 EXO Members |Kim Ji Yeon (LOVELYZ)|Kim Seolhyun (AOA)|Im Jung Hoo  (B.I.G)| Lee Hyo Eun (STELLAR) |Krystal Jung (FX) |etc~

 Rating PG-17 |Length Series Fic

Genre : Romance | Angst | AU |slice of life | Drama | etc~

Disclaimer :

Ff ini murni dari pemikiran author sendiri, ceritanya tiba-tiba muncul dalam otak author #ea. Dan dari pada lupa langsung dituangkan dalam bentuk FF seperti ini. Bila ada kesamaan tokoh maupun jalan cerita di dalam ff ini, itu bukan merupakan bentuk plagiat #noplagiat! melainkan unsur ketidaksengajaan. Don’t judge, don’t copas.  Terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membacanya  (nunduk)

Summary :

Bagaimana jika seorang Oh sehun yang berwatak dingin dan tidak pernah peduli pada orang lain terjebak bersama seorang gadis amnesia bernama Irene?. Melalui sebuah pertemuan tidak terduga hingga masalah-masalah yang datang saat keduanya tengah menjalin sebuah hubungan.

 

-Chapter 6-

Tidak terasa sudah satu minggu sejak kejadian Seolhyun menjambak rambut Irene, berarti jelas sudah gadis itu sudah seminggu tinggal di rumah Sehun. Tidak banyak hal yang berubah kecuali setiap hari Sehun harus melihat Irene berada dirumahnya. Terkadang Irene membantu Ajhuma membersihkan rumah atau pun memasak.  Tapi meski ia memiliki kegiatan yang ia kerjakan, tak pelak Irene juga merasa kebosanan akut berada di rumah Sehun yang super luas dan mewah ini dan hanya bersama Ajhuma Han yang juga terkadang pergi kepasar dan Irene tidak bisa ikut karena Sehun melarangnya untuk keluar rumah mengingat malam dimana pertemuan mereka Irene hendak dibawa paksa oleh beberapa orang tidak dikenalnya.

Dan seperti siang ini Irene ingin mencari sesuatu yang menyenangkan dan membuatnya melupakan kebosanan yang melanda dirinya. Sehun pun hanya pulang saat malam hari dan meski Sehun pulang Irene tidak bisa mengajaknya mengobrol, karena Sehun butuh istirahat.  Dan kini Irene hanya berjalan menyusuri setiap sudut rumah itu, melihat lihat apa yang bisa ia temukan namun tidak ada yang mengensankan bahkan foto keluarga saja tidak ada di dinding rumah itu.

Irene kemudian menghentikan langkahnya di depan pintu kamar Sehun. Irene mengambil nafas dalam-dalam rasanya otaknya menyuruhnya membuka pintu kamar itu, namun ia pasti mengetahui jika itu melanggar privasi pribadi seseorang, apalagi seorang Sehun yang berhati dingin. Jika Sehun sampai tahu ia masuk kedalam kawasan VVIP miliknya, mungkin saja Irene bisa digantung di taman belakang rumahnya. Memikirkan itu irene menggeleng kepalanya cepat.

“Tidak.” kata Irene menggeleng.

Kemudian gadis cantik itu memutar tubuhnya untuk melangkah menjauh, namun seperti otaknya tidak bekerja menurut keinginannya, matanya terus melirik pintu besar kamar Sehun. Irene menggeleng terus meneru. Entahlah, mengapa ia sangat ingin masuk ke kamar Sehun?

“Tidak Irene, itu tidak sopan.” Ucapnya pelan sambil menghela nafasnya berat.

Irene kemudian mencoba melangkah menjauh secara perlahan, namun kakinya terhenti saat melihat seorang yeoja cantik berdiri di depannya. Seorang yeoja dengan hot pants putih dan kemeja berwarna biru donkernya yang dimasukkan ke dalam hotpants itu, dan jangan lupakan sebuah buket bunga di tangannya. Kini gadis cantik itu sedang menatap Irene dengan tatapan bingung, seperti wajahnya mengisyaratkan sebuah pertanyaan ‘siapa gadis ini?’ Ya, seperti itulah tatapannya pada Irene. Gadis ini berbeda dengan gadis yang minggu lalu menjambak rambutnya, dia berbeda.

“Nuguseyo?” Suara gadis itu membuat Irene kembali tersadar dari lamunannya.

“Aku–”

“Krystal?” Panggil seorang namja yang kemudian terlihat menaiki anakan tangga dan detik selanjutnya sudah berada di samping gadis yang dipanggil Krystal itu. Irene menatap kikuk keduanya. Jadi apa yang harus ia jelaskan? Apa yang harus ia katakan pada keduanya tentang siapa dirinya dan mengapa bisa berada di penthouse sehun?

“Oh, siapa ini?” Tanya Namja yang tidak lain adalah Kai pada Krystal, namun Krystal menggeleng pelan karena ia juga tidak tahu siapa gadis di depannya itu.

“Entahlah, aku baru saja menanyakannya. Hei, kau dengar aku?” Tanya Krystal kembali pada Irene.

“Tunggu!, bukankah kemarin Chanyeol menyinggung tentang gadis di rumah Sehun? Apa mungkin itu dia?” Tanya Kai kemudian menatap Irene. Dan Irene lebih bingung karena ia tidak tahu siapa Chanyeol yang dimaksud. Dan apa mungkin Sehun sudah menceritakan perihal dirinya yang tinggal di rumah sehun?

“Apa yang kalian lakukan di sini?” Tanya seseorang dengan suara beratnya yang sangat Irene kenali. Krystal dan Kai menoleh ke belakang dan menatap Sehun berada di sana. Pria itu menghampiri mereka dan menatap Irene di sana, yang terlihat kikuk.

“Oh? Sehun-ah aku baru saja mau menaruh buket bunga dari Ji yeon ini di kamarmu, juga undangan.” ucap Krystal tersenyum  semangat, saat menyinggung perihal undangan. Sedangkan Sehun hanya memalingkan wajahnya mendengar nama Ji yeon yang disebutkan Krystal. Lagi-lagi nama itu tidak bisa terlepas darinya. Sampai berapa lama ji yeon menyiksanya seperti ini?

“Undangan apa?” Tanya sehun menaikkan alisnya, dan untuk mengalihkan pikirannya mengenai Ji yeon.

“Anniversaryku dengan Kai! Kau harus datang dan membawa hadiah!” Tegas Krystal pada saudara tirinya itu, bahkan ucapan Krystal terdengar seperti sebuah ancaman menggemaskan di telinga Sehun.

“Cih kekanakan!” ujar Sehun dan langsung mendapat tatapan tajam dari Krystal. Sedang Kai hanya menggeleng melihat, lagi-lagi mereka bertengkar karena masalah sepeleh. Bahkan terkadang jika orang tidak tahu mereka bersaudara, mungkin banyak orang yang mengira mereka adalah sepasang kekasih yang sedang bertengkar.

“Menyebalkan sekali, cah!” Kata Krystal memberikan buket bunga itu pada Sehun dengan kasar. Lalu saat Krystal dan Kai mau berjalan keluar dari penthouse Sehun. Mereka kembali berhenti dan menatap Irene kembali yang masih mematung di tempatnya.

“Ah, siapa dia?” Tanya Krystal sekali lagi sambil menatap Sehun yang kini menatap Irene sebentar, dan menatap Krystal dan Kai lagi.

“Bukan siapa-siapa, keluarlah!” Kata Sehun dengan cepat sebelum keduanya bertanya lebih lanjut tentang Irene.

Seperti sebuah anak panah yang menembus jantung Irene saat mendengar kata-kata dingin Sehun yang mengucapkan bukan siapa-siapa di depannya. Namun bukankah itu betul? Siapa dia? Pentingkah dia untuk sehun? Jawabannya sudah jelas, jika Irene bukanlah seseorang yang penting. Dia hanya gadis amnesia yang beruntung, Sehun menampungnya di istananya.

That’s it.

‘Kau tidak lebih dari seorang semut di sini. Jangan menghayal Sehun akan mengatakan, jika kau adalah gadis yang penting untuknya.’ Batin Irene bersuara.

“Benarkah? Aku kira dia pengganti Ji yeon. Lagi pula dia terlihat cantik.” kata Krystal tersenyum pada Sehun dan Irene secara rolling. Mendengar kata Krystal yang menyebutkan Irene pengganti Ji yeon, membuat Sehun menatap kesal pada Krystal. Sampai kapan pun, Ji yeonlah yang bisa mendapatkan hatinya dan tidak ada yang lain.

“Pergilah kalian berdua!” kata Sehun dengan sedikit keras.

Irene bernafas dengan normal saat kedua orang itu sudah pergi, karena ia tidak perlu repot-repot memutar otak dan mengatakan jika ia adalah gadis amnesia yang Sehun tampung di sini. Dan lagi, Sehun memang menyuruhnya untuk tidak mengatakan apa pun. Sehun mendekati Irene yang kini tersenyum kikuk padanya. Bahkan saat ini, Irene tengah tertunduk saat melihat tatapan Sehun yang lagi-lagi tersirat mengintimidasi, membuat Irene bergidik ngeri.

“Kau berusaha masuk ke kamarku kan?” Tanya Sehun menaikkan alisnya pada Irene memebuat yeoja itu melotot.

‘Bagaimana bisa Sehun tahu niat awalnya?’ Ucap Irene dalam hati.

“Tidak.” kata Irene menggeleng cepat berusaha berbohong.

“Jangan pernah lancang dan menginjakkan kakimu di kamarku!.” Ucapan pria itu terdengar tegas dan membentak. Disertai dengan raut wajah poker face khas miliknya. Lalu dengan cepat Sehun pergi meninggalkan Irene menuju kamarnya

Blam.

Bisa didengar oleh Irene suara tutupan pintu yang sedikit dibanting dari arah kamar Sehun. Irene hanya menghela nafasnya, mau memikirkannya sampai berapa kali pun, bahkan berates-ratus kali juga, sifat Sehun padanya akan selalu dingin dan tidak bersahabat.

~

Sehun bersandar di pintu kamarnya, menghela nafasnya pelan sambil melihat buket bunga di tangannya. Kemudian ia berjalan dan menaruh buket bunga itu di meja, dan mengambil surat yang berada di dalamnya. Sehun selalu mendapat kiriman bunga dari Ji yeon setiap bulannya semenjak mereka SMA, karena memang Ji yeon memiliki toko bunga. Ji yeon selalu menyisipkan surat kecil di dalam bunga itu. Biasanya hanya sekedar kata-kata penyemangat untuk Sehun, dan Sehun selalu senang menerimanya.

Namun setelah malam itu ia menyatakan perasaannya pada gadis yang ia damba-dambakan, dan gadis itu menolaknya, kali ini Sehun menatap tidak bersemangat surat dan bunga itu. Seakan surat dan bunga itu bukan lagi penyemangatnya, melainkan saat ini membuatnya semakin terpuruk dalam kesakitannya.

Sehun rasanya benar-benar kecewa bukan main, ia merasa kehilangan gadis itu. Gadis yang menjadi sosok penyemangat dalam hidupnya. Rasanya seperti ditampar dengan keras saat yeoja itu menolak dirinya, ia merasa waktu berhenti berputar dan ia terjatuh di dalam jurang terdalam yang begitu gelap tanpa penerangan sedikit pun. Demi Tuhan, Sehun sangat hancur rasanya, seperti ia malas melakukan sesuatu, bahkan pikirannya pun tidak berjalan dengan baik. Sehun membuka surat itu perlahan dengan sedikit malas, pria bersifat dingin itu menghela nafasnya sesaat. Lalu membaca dengan seksama isi surat Ji yeon untuknya.

“Aku mencintaimu.”

DEG!

Mata sehun membulat sempurna dikala membaca isi surat itu. Jantungnya berdebar tidak karuan, dan ia bahagia bukan main. Seperti ada gejolak asmara yang muncul di hatinya kembali. Gadis itu mencintainya juga? Apa ini menandakan sesuatu yang baik? Apa ia bisa memiliki hubungan lebih dari sekedar sahabat dengan gadis pujaannya itu? Sehun hanya tersenyum manis tanpa mengalihkan pandangannya dari surat itu. Sebuah senyuman yang merekah sempurna di wajahnya, dan enggan ia pudarkan. Suasana hati yang tiba-tiba berubah menjadi lebih baik dikala membaca surat kecil itu.

Kim Ji yeon mencintainya.

Ya, hanya itu yang diperlukannya, Sehun pun segera bangkit dan mengambil berkas yang ketinggalan itu, kemudian langsung melenggang pergi dari penthousenya menuju kantor kembali. Rasanya hatinya mau meledak mengingat isi surat Ji yeon yang menunjukkan perasaannya padanya. Sebuah kata yang sanggup menghangatkan hatinya seketika. Sehun segera menaiki mobil dimana Hyun joo sudah menunggu dari tadi. Dan senyuman itu masih merekah dengan sempurna, Sehun bahkan terus membaca berulang-ulang isi surat itu, takut ini hanya mimpi konyolnya saja. Dan semakin ia membacanya, Sehun semakin yakin jika ini bukan mimpi melainkan kenyataan yang benar-benar indah.

“Mampir di toko perhiasan biasa Hyun joo-ah.” kata Sehun pelan

“Ye Depyeonim.” Jawab Hyun joo sambil melirik Sehun dari kaca mobil. Hyun joo mengerutkan keningnya, tidak biasa tuan besarnya itu berbicara dengan lembut, dan tersenyum seperti ini. Bahkan senyuman tuannya itu, seperti orang gila jika dibilang.

‘Apa ada sesuatu yang baik sedang terjadi padanya?’ Batin Hyun joo.

Hyun joo melajukan mobilnya menuju sebuah toko perhiasaan besar yang bertempat di daerah Myeondeong. Hyun joo menepikan mobilnya di area parkiran, dan membukakan sehun pintu mobil setelah berhasil memarkirkan mobilnya dengan baik. Dan dengan gesit namja itu langsung melangkah keluar memasuki toko perhiasaan tersebut. Kini mata Sehun sibuk menjelajah pada jejeran perhiasan di dalam meja kaca, dari kalung hingga anting, semua lengkap di sana.

“Ada yang bisa kami bantu Oh Depyonim?” Tanya pegawai perempuan itu pada Sehun.

“Aku mau kalung yang paling mahal dan indah.” kata Sehun tersenyum, suasana hati namja itu sangat baik saat ini. Tidak! Ini lebih dari kata baik, mungkin– luar biasa.

Ne, algeseumnida.”

Pegawai itu kemudian mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah gelap dan membuka kotak perhiasan itu di depan Sehun. Namja itu tersenyum manis melihat sebuah kalung emas putih dengan liontin berbentuk mahkota dengan berlian yang menghiasi sekililing mahkota itu.

‘Benar-benar indah seperti ji yeonku.’ kata Sehun dalam hati

“Aku ambil yang ini.” kata Sehun mantap, dan segera dipersiapkan oleh pegawai itu.

“Ah, dan bisa berikan kalung yang ini?” ucap Sehun sambil menunjuk sebuah kalung dengan bandul berhuruf K yang sangat indah. Kalung itu ia tujukan untuk Krystal, dan karena kedua nama mereka –Krystal dan Kai– berawalan huruf K, jadi bisa saja K untuk Kai atau K untuk Krystal.

~

Sehun sengaja pulang sedikit cepat dari biasa, karena hari ini ia harus menghadiri acara anniversary Kai dan Krystal yang bertempat di Star Night Club jam 9 malam nanti, dan sudah jelas jika gadisnya akan ada di sana. Sehun pun memasuki rumahnya dengan dua tas kecil berisi hadiah kalung yang akan ia berikan untuk yeoja pujaan hatinya, kim ji yeon juga hadiah untuk kedua pasangan yang tengah merayakan hari jadi mereka.

Namun baru sampai di ruang tamu, manik mata Sehun menangkap seorang gadis yang tengah menikmati makanannya di meja makan namun tidak seperti biasa, yeoja itu terlihat murung saat makan. Sehun menaikkan alisnya dan menghampiri Irene sejenak. Irene mendongak saat merasa ada seseorang di depannya, namun hanya sebentar menatap Sehun, Irene kembali menatap makanannya dan mengaduk-aduk makanan itu pelan. Ia tidak selera makan dan itu yang Sehun ketahui saat ini.

Tapi mengapa?

“Kau kenapa?” Tanya Sehun pelan dan Irene kembali mendongak menatap Sehun. Irene mengerjap-ngerjapkan matanya. Hei, apa Irene berhalusinasi sekarang? Tidak biasaya Sehun akan menanyakannya keadaanya, apa pria ini terbentur saat di kantor?

“Aku baik-baik saja.” Ucap Irene seadanya dengan nada pelan sambil tersenyum tidak bahagia.

“Kau mau ikut ke club bersamaku?” Sungguh, sejujurnya Sehun tidak yakin dengan ajakannya pada Irene, namun sehun merasa Irene bosan terkurung di rumah besar Sehun. Dan Sehun tahu betul bagaimana rasanya saat kau hanya sendiri di rumah besar, tanpa teman. Sehun cukup berpengalaman dalam hal itu sejujurnya.

“Kau yakin mengajakku? Bagaimana jika ada yang bertanya siapa aku? Dan mengapa datang bersamamu?” Sahut Irene membuat Sehun berpikir sejenak. Ya, memang Sehun melarang Irene untuk mengatakan apa pun jika ada orang yang masuk ke penthousenya. Namun bukankah sebagian sahabatnya sudah tahu tentang Irene? Untuk apa ditutupi lagi?

“Jawab saja kau salah satu kenalanku. Beres? Sekarang ganti bajumu.” Ujar Sehun cepat kemudian pergi menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Mengapa Irene sesenang ini? Tentu saja kau harus senang nona Irene. Seorang Oh Sehun yang merupakan milayeder terkenal di dunia sedang mengajakmu, kau harus merasa terhormat karena itu. Tapi, bukankah dengan mengajak Irene pergi seperti ini, terlihat jika Sehun seperti mengajaknya berkencan?

‘Oh Irene, kau tengah bermimpi kosong lagi. Bangunlah nona Irene.’  Ucapnya dalam hati.

Tapi memang itu kenyataannya, ucapan sehun yang terdengar sedikit lembut itu mampu menghangatkan hatinya dan rasanya jantungnya berdebar-debar. Tanpa mau berfikir panjang segera ia berjalan untuk masuk kekamarnya.

~

Irene kemudian melihat lemarinya dan mencari dress yang cocok untuk ia gunakan. Irene pun memilih sebuah dress putih sepaha yang ia padukan dengan kajet denim berwarna biru. Irene merias wajahnya dengan make up tipis, dan menyisir rambutnya, kemudian menjepit sebagian rambut panjang indahnya ke belakang. Irene kemudian memilih memakai sepatu sneakers berwarna putih, dan menjatuhkan pilihan untuk tas selempangnya berwarna senada dengan jaketnya. Kini ia menatap dirinya yang terlihat cantik. Jantungnya bahkan berdebar-debar, rasanya ia tengah bersiap kencan dengan Sehun.

Irene pun keluar dari kamar dan langsung berpapasan oleh Sehun yang kini juga tengah siap. Sehun yang menggunakan celana jeans hitam dan sneaker, juga dipadu kaos putih polos dan jaket denim berwarna biru. Bukankah mereka terlihat seperti couple? Sehun juga berfikir seperti itu. Oh, bahkan mereka sangat terlihat serasi bersama. Sehun menatap wajah lembut Irene yang sangat cantik dengan polesan make up sederhananya, namun masih terlihat anggun luar biasa. Bahkan di dalam hati pria itu, ada sebuah perasaan, dimana ia sedang memuja Irene malam ini.

Insane.

Sehun masih terpaku cukup lama hingga nyawanya kembali, setelah mendengar suara deheman irene. Entah mengapa Sehun sangat sering jatuh terhipnotis saat beradu pandang dengan Irene saat ini.

Aneh.

Sehun juga tidak begitu yakin dengan yang ia rasakan.

“Sudah siap?” Tanya Sehun membuat irene mengangguk cepat.

“Ayo.” Ucapnya pelan kemudian menuruni tangga bebarengan dengan Irene di belakangnya.

“Mobil sudah siap Depyeonim.” kata Hyun joo memberi laporan singkat, tentang mobil yang akan sehun kendarai itu.

“Aku akan menyetir sendiri.” sela Sehun kemudian keluar dari rumah disertai Irene.

Kini sebuah mobil Bugatti Veyrgon berwarna merah, yang benar-benar terlihat sangat gagah, menjadi pilihan tepat namja tampan itu. Sehun menaiki mobilnya dan Irene menunduduki bangku di depan bersama Sehun, dan detik selanjutnya mobil mewah itu melaju pergi.

~

Suara alunan musik DJ terdengar, dan beberapa orang di sana terlihat bergoyang sesuai beat musik itu. Suara ricuh dan tawa yang menggema tidak menjadi sesuatu yang harus dihentikan, namun akan semakin digugah agar lebih membakar suansana malam yang terasa panas. Baekhyun dan Chanyeol nampak sedang bergoyang di tengah lantai dansa dengan gembiranya dengan gadis masing-masing, entah mereka mendapatkan gadis-gadis itu dari mana. Kemudian kedua soulmate itu –Kai dan Krystal–  yang sedang berbahagia, dan juga sebagai orang pemilik acara ini, tengah mengbrol ramah pada beberapa teman mereka, terlihat Kai merengkuh pinggang gadisnya dengan protektif, menandakan sebuah kepemilikan di sana, jika Krystal adalah miliknya.

~

Chanyeol yang masih sibuk menikmati irama musik sambil bergoyang menurut kehendaknya, tiba-tiba saja terkejut saat matanya menangkap sosok seorang gadis yang memasuki Club ini. Chanyeol langsung menarik Baekhyun yang sedang asik menari, untuk memastikan apa yang Chanyeol lihat. Kini Chanyeol dan Baekhyun melihat yeoja sexy yang sedang mendaratkan bokong berisinya disebuah sofa.  Baekhyun ikut terkejut sambil mengucek matanya. Keduanya –Baekhyun dan Chanyeol– memang meneguk minuman beralkohol, namun percayalah jika keduanya masih sadar dan melihat dengan jelas siapa gadis yang membuat mereka terdiam itu.

“Kau mengundangnya?” Tanya Baekhyun menatap Chanyeol. Ya, Chanyeol sudah dipercayakan oleh Krystal untuk mengundang sebagian tamu yang lain.

“Kau gila? Aku belum mau mati muda!” Kata Chanyeol memukul kepala Baekhyun, membuat pria bertubuh pendek dari Chanyeol itu mengelus kepalanya dengan sedikit meringis. Pasalnya, tangan Chanyeol memang sedikit keras memukulnya.

“Lalu bagaimana bisa ia berada di sini? Oh, aku yakin jika Sehun melihatnya, ia akan menjadi buas.” jelas Baekhyun lagi tanpa mau membayangkan apa yang terjadi. Tentu saja, jika Sehun melihat gadis bernama Seolhyun itu di sini, mereka tidak yakin bahwa pesta indah Kai dan Krystal, akan bertahan lama.

Chanyeol menghela nafasnya hingga matanya menangkap sosok yeoja yang begitu mereka kenali kini memasuki ruangan club itu. Belum lagi mereka dikejutkan oleh Seolhyun, kini mereka melihat Ji yeon di sana. Oh ayolah, semua tahu jika kedua perempuan itu bertemu apa yang akan terjadi, atau lebih tepatnya siapa yang akan mengamuk jika melihat gadis bernama Ji yeon itu– Kim Seolhyun. Chanyeol menarik kerah baju Baekhyun lagi untuk melihat yeoja yang kedua, mata Baekhyun membulat sempurna dikala melihat yeoja dengan celana jeans hitam dan kemeja V neck putihnya berada di dalam ruangan club itu.

Heol! Ini gila. Aku tahu ini ulah siapa.” seru Baekhyun setelah berhasil memikirkan siapa dalang di balik hal ini.

Tap tap tap.

Suara sepatu high heels yang diyakini milik gadis cantik bernama Krystal, terdengar dekat dipendengaran Chanyeol dan Baekhyun. Membuat kedua pria itu, langsung beralih pandang pada gadis yang tengah merengkuh mesra kekasihnya Kai dengan sebuah senyuman bahagia di wajahnya. Hebat, apa sekarang Krystal sangat puas?

“Apa kau puas nona Oh?” Kata Chanyeol hendak mencubit pipi Krystal, namun Kai melarangnya. Membuat sang pria yang memiliki tinggi kelewat batas itu mendengus kesal pada keduanya.

“Krystal! Apa tidak cukup bagimu melihat Seolhyun menjambak rambut Ji yeon saat sekolah dulu?” Jelas Baekhyun dengan tampang kesalnya pada Kystal. Lantas Krystal terkekeh, sambil bergelayut manja pada lengan Baekhyun dan Chanyeol.

“Oh ayolah oppa. Ini akan seru!” Kata Krystal tersenyum senang pada keduanya, disertai suara manja khasnya. Membuat ketiga pria itu menggeleng pelan menatap keras kepalanya saudara tiri Sehun ini. Ya, sama seperti seorang pria yang mereka kenal– Oh Sehun. Keduanya sama-sama keras kepala.

“Aku tahu kau tidak menyukai keduanya, namun kau tidak bisa melakukan hal ini!” Kata Chanyeol menegasakan pada saudara tiri Sehun itu. Namun Krystal hanya mengidikkan bahunya acuh pada ucapan Chanyeol, lalu melepaskan regkuhannya pada kedua pria itu. dan kembali merengkuh lengan Kai, dan menyandarkan kepalanya pada sang kekasih. Oh sungguh, jika Krystal bukan kekasih Kai, dan bukan saudara tiri Sehun, Chanyeol dengan senang hati akan menjitak kepala gadis keras kepala ini tanpa ampun.

“Oh? Saudara tersayangku sudah datang.” Kata Krystal tersenyum senang, sembari mendatangi pria tinggi yang datang bersama Irene. Kini ketiga pria itu ikut menatap Sehun sambil menghela nafas gugup. Apa yang nanti Sehun ucapkan jika melihat Seolhyun? Mungkin juga Sehun akan menghajar ketiganya.

Sehun berjalan di depan Irene, dan yeoja itu –Irene– hanya menatap ruangan club itu dengan wajah pucatnya. Seperti sesuatu pernah terjadi kepadanya di club seperti ini, dan itu sangat familiar untuknya. Namun entah apa itu, Irene tidak tahu.

Sehun kini tengah tersenyum bahagia saat melihat seorang yeoja yang duduk di kursi bar sambil meneguk minumannya. Oh, itu Ji yeonnya yang ia rindukan setengah mati. Namun mata namja itu berikutnya terlihat berubah gelap dan marah, saat melihat seorang yeoja sexy yang duduk disebuah sofa dengan memangku kakinya, membuat paha mulus nan sexy itu terekspos dengan bebas. Menunjukkan betapa indahnya lekukan tubuh gadis yang menggunakan dress mini hitam ketat dengan belahan dada rendah yang memperlihatkan sebagian dadanya itu. Sangat seksi dan menggairahkan pria yang melihatnya sedari tadi, bahkan Sehun bisa melihat beberapa pria yang menggodanya saat ini.

‘Cih.’ Umpat sehun.

Pria Oh itu menatap geram gadis tersebut, namun tidak menyadari jika Irene sedari tadi terlihat pusing berada di ruangan itu. Bahkan perutnya terasa mual dan ia ingin muntah. Rasanya Irene tidak cocok dengan tempat seperti ini, bahkan sejujurnya ia ingin pulang saja dan tidur di kamarnya. Sepertinya itu akan jauh lebih baik, ketimbang berada di tempat seperti ini.

“Sehun-ah gadis ini yang mengundangnya.” Kata Chanyeol menjelaskan dengan cepat, sambil menunjuk Krystal. Dan Sehun segera menatap Krystal dengan melotot kesal –sangat kesal.

“Krystal! Berapa kali aku bilang huh?!” Kata sehun dengan suara meninggi, yang bermakna membentak pada Krystal dengan keras. Namun gadis itu hanya tersenyum manis pada Sehun dengan santainya, seperti halnya ia tidak melakukan sesuatu yang salah.

“Apa kau berhak mengatur siapa yang aku undang? Ini pestaku saudara tiriku tersayang.”Ucap Krystal dengan santainya sambil berlagak membersihkan jaket denim Sehun dengan senyuman khas seorang Krystal.

“Kai, tidak bisakah kau memberitahu saudara tiriku yang bodoh ini huh?” Tanya Sehun sarkas, sambil mengalihkan pandangannya pada Kai. Dan semua terjadi lagi– Mereka beradu mulut. Apa mereka tidak bosan beradu mulut seperti anak kecil?

“Aku sudah memperingatinya, bahkan aku menyita ponselnya. Dan juga, undangan untuk Seolhyun sudah aku buang. Namun saudarmu yang cantik ini terlalu banyak akal.” Kata Kai terkekeh sambil mengacak rambut Krystal, dan berakhir mengecup puncak kepalanya dengan sayang.

Krystal tersenyum dan memeluk kai, mereka terlihat bahagia dipemandangan gadis cantik yang sedari tadi hanya diam di belakang Sehun, sambil menatap pertengkaran kecil saudara tidak sedarah itu dengan sebuah senyuman tipis, dan juga ia sedan menahan rasa pusing di kepalanya. Irene.

Damn it.” umpat Sehun kesal dipenuhi amarah.

“Oh, ini gadis hilang ingatan yang kau tolong? Astaga, kau tidak bilang jika ia sangat cantik.” kata Baekhyun memuji saat matanya tertuju pada wajah Irene yang memang cantik luar biasa. Irene tersenyum seadanya pada mereka, namun Krystal dan Kai saling berpandangan.

Gadis hilang ingatan katanya? Apa mereka melewatkan sesuatu?

“Jadi kau memiliki nama?” Tanya Chanyeol ikut penasaran tentang gadis itu, sambil menunjukkan wajah bersahabatnya untuk Irene.

“Kalian bisa memanggilku Irene” kata Irene tersenyum simpul.

“Astaga senyumannya! Sial, aku bisa gila melihatmu. Ayo kuambilkan minum, santai saja pada kami.” kata Baekhyun kemudian menarik Irene pergi dari sana bersama Chanyeol , Kai dan Krystal. Irene hanya mengikut dan tidak berniat menolak.

Gombalan Baekhyun, pasalnya bukanlah sesuatu yang baru untuk mereka. Karena pria Cassanova itu, memanglah seorang pemain cinta yang benar-benar handal. Terhitung dengan segudangnya mantan kekasih Baekhyun sejak SMA. Bahkan, jika tidak mengingat Krystal kekasih sahabatnya– Kai. Mungkin Krystal akan berakhir menjadi salah satu dari sejumlah deretan mantan pria Byun itu. Baekhyun sangat ahli dalam merayu seorang gadis, dan membuat gadis itu berakhir terpikat pada charisma seorang Baekhyun. Dan, apakah kali ini Irene menjadi targetnya?

Tidak sayang!

Baekhyun sangat pemilih dalam mencari wanita. Meski ia banyak menggombal pada Irene tadi, setidaknya menurut Baekhyun, Irene terlalu lugu dan polos untuk menjadi tipe wanita idamannya.

~

Sehun menghela nafasnya kemudian berjalan menghampiri Ji yeon tanpa diketahui oleh Seolhyun, beruntungnya orang-orang yang memenuhi ruangan club itu membuat tubuhnya bisa bersembunyi agar Seolhyun tidak melihatnya. Rasanya malas untuk berdebat dengan tunangan tidak dianggapnya itu. Sehun berjalan pelan di belakang Ji yeon kemudian mengulurkan tangannya dan menutup kedua mata gadis itu. Ji yeon tersenyum mengetahui siapa pimilik tangan itu yang tidak lain adalah seseorang yang begitu dekat dengannya, bahkan dari aroma parfum pria itu saja, Ji yeon sudah mengetahuinya.

“Aku tahu ini dirimu.” Kata Ji yeon tertawa pelan. Ah, bahkan mendengar gelitik tawa gadis itu saja, membuat mood Sehun membaik secara tiba-tiba. Lihat? Gadis ini adalah segalanya untuk Sehun.

Sehun melepaskan tangannya kemudian memutar bangku ji yeon menatapnya, sehun tersenyum menatap wajah imut gadis yang menjadi penyemangatnya itu. Ji yeon ikut tersenyum pada sehun kemudian tangannya terulur merapikan helaian rambut sehun, sang pria menutup matanya merasakan lembutnya tangan Ji yeon yang menyentuhnya. Kini sehun mendekatkan wajahnya pada wajah Ji yeon dan sontak Ji yeon menutup matanya.

Sehun tertawa pelan kemudian mengecup kening Ji yeon secepat kilat. Ji yeon menatap sebal pria itu dengan mencubit pipi sehun yang berakhir dengan rintihan sehun karena ji yeon mencubitnya dengan keras tanpa ampun. Tapi jangan lupakan rona merah di wajah Ji yeon yang sudah merekah karena kecupan kilat Sehun di keningnya. Hal itu sungguh membuat Sehun bertambah jatuh cinta pada gadis ini. Ia akan kembali rapuh jika kehilangan Ji yeon.

“Sehun-ah kita harus bicara.” Kata Ji yeon kemudian menatap sehun serius tiba-tiba.

“Tentu, kau mau ketempat yang lebih sepi?” Tanya Sehun dan Ji yeon mengangguk.

~

Sehun menggandeng tangan yeoja itu menjauh dari kerumunan membawanya ke balkon luar dimana udara di sana begitu dingin dan membuat Sehun akhirnya melepaskan jaket itu untuk dikenakannya pada Ji yeon , kini hanya kaos tipis putihnya yang menjadi lapisan tubuh berotot namja ini. Tentu saja melihat itu Ji yeon sempat menolak jaket Sehun, dicuaca dingin seperti ini, sehun tidak gila kan hanya memakai kaos tipis?

“Kau bisa kedi–” kata Ji yeon berusaha melepaskan jaket Sehun namun sang pria tidak mengijinkannya.

“–Kau lebin penting Ji yeon-ah” kata Sehun menyela, lalu memeluknya.

Ji yeon tersenyum hangat mendapat dekapan Sehun pada tubuhnya. Ji yeon membalas pelukan itu, membuat hati Sehun menghangat, sungguh rasanya hal ini adalah hal terbaik dalam hidupnya. Bisa memeluk Ji yeon dan menikmati waktu berdua dengan gadisnya adalah hal terindah untuk Sehun. Sehun tidak pernah menyangka jika hari ini akan datang. Ya, hari dimana ia bebas memeluk Ji yeonnya. Hari dimana ia bebas mengatakan seluruh perasaannya pada gadis Kim ini. Lantas, Sehun membenamkan sebuah ciuman hangat pada puncak kepala sang gadis. Sebuah ciuman hangat yang benar-benar tulus dari hatinya.

“Kau tahu, saat malam sialan dimana kau menolakku? Kepalaku seakan mau meledak karena terus memikirkan gadisku ini.” ucap Sehun membuat semburat merah di wajah Ji yeon merona sempurna kembali.

Ji yeon tersenyum manis, kini mereka seperti sepasang kekasih meski belum secara resmi. Namun perlakuan manis Sehun dan ucapan Sehun tentang ‘gadisnya’ yang terlihat sebagai bentuk tanda kepemilikan, jika Ji yeon adalah gadis Sehun, membuat mereka sudah tidak lagi menutupi perasaan masing-masing. Ya, pasangan ini sedang di mabuk asmara pasalnya.

“Sehun-ah, apa alasanmu mencintaiku?” Tanya Ji yeon membuat Sehun tertegun sesaat.  Pria Oh itu nampak berpikir sejenak, dan entah kenapa, Sehun merasa pertanyaan Ji yeon cukup aneh. Mengapa tiba-tiba pertanyaan itu ditanyakan oleh Ji yeon, di saat Ji yeon tahu dengan jelas bahwa Sehun tidak membutuhkan sebuah alasan untuk mencintai seseorang, apalagi gadis itu adalah Ji yeon. Yang paling penting adalah, Sehun nyaman bersama gadis itu.

“Apa mencintai seseorang membutuhkan sebuah alasan?” Tanya Sehun membuat Ji yeon tersenyum masam di dalam dekapan Sehun, ia menutup erat matanya membuat sebuah likuid bening menuruni wajahnya tanpa seijinnya. Air mata itu adalah bentuk nyata dari perasaannya saat ini. Apa kalian tahu bagaimana perasaan seorang Ji yeon saat ini?

Kini Sehun bisa mendengar suara isakan kecil dari seseorang yang sedang ia dekap dengan erat. Sehun melepaskan pelukan itu dan menatap wajah Ji yeon yang sedang bersedih. Sehun mengusap air mata Ji yeon dengan lembut, demi apa pun juga hatinya sangat sakit melihat air mata Ji yeon yang turun dari mata indahnya.

“Sshh, ada apa Ji yeon-ah?” Tanya Sehun sembari menaupkan tangannya pada pipi Ji yeon.

“Sehun, kumohon jangan mencintaiku.” Kata Ji yeon menggeleng pelan membuat Sehun bingung mendengarnya. Jangan mencintainya? Apa maksud Ji yeon? Bisakah gadis itu lebih menjelaskan secara detail maksud ucapannya barusan?

“Apa maksudmu?” Tanya Sehun kembali untuk mendengarkan penjelasan lebih lanjut dari Ji yeon sendiri. Gadis itu semakin menangis tersedu-sedu, dan Sehun sangat bingung dengan hal ini. Ada apa dengan Ji yeonnya?

“Aku menuliskan surat itu, sebenarnya untuk mengucapkan selamat tinggal.” Kata Ji yeon terisak membuat Sehun melebarkan matanya. Selamat tinggal? Mau kemana Ji yeonnya? Jadi kata-kata itu hanya tipuan semata? Apa yang sebenarnya dimainkan oleh gadis ini? Demi Tuhan, Sehun merasa hatinya tersayat mendengar ucapan itu. Seperti Ji yeon membawanya terbang ke angkasa, dan menjatuhkannya ke semak duri membuat tubuhnya terasa sakit.

“Apa yang terjadi? Katakan Ji yeon-ah. Apa kau memiliki masalah?” ujar Sehun memegang bahu Ji yeon dengan sedikit meremasnya kuat.

Berharap semua yang dikatakan Ji yeon hanyalah delusinya. Namun hal ini semakin nyata saat ia melihat Ji yeon menangis semakin keras. Hingga gadis itu seperti tidak bisa mengontrol perasaannya lagi di depan Sehun. Lantas, hal ini membuat Sehun semakin bingung, ada apa dengan Ji yeon sebenanrya?

“Aku akan menikah.” suara kecil yang bercampur dengan suara tangisan namun masih bisa didengar jelas oleh Sehun itu, membuat tubuh pria tinggi itu membeku seketika.

-To Be Continued-

Jangan lupa ninggalin jejak ya readers tercintahhhh. Mau pendek, apa panjang kayak one shot, terserah dah. Yang penting nulis komentar, wkwk *Wush *menghilangditengahasap #plak.

 

Iklan

17 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] STAY WITH ME (Chapter 6)

  1. cup cup sehun sayang. waktu jiyeon kirim surat buat sehun udah dag dig dug ni ati soalnya pengennya sehun sama irene (maksa) dan ternyata jiyeon mau nikah langsung berbunga bunga kembali hatiku

  2. Uuhh makjleb banget itu sehun pasti, udh seneng ke awang” eh lgsg dijatohin ke tanah, gilaaa jiyeon sumpah
    Eem btw irene kayaknya mulai baper deh nih
    Penasaran sama kelanjutan hubungan sehun sama irene gimana

  3. Sehun udah relain aja jiyeon sama yg lain 😂 sekarang waktunya buat ngelirik irene kkkkk .
    Penasaran banget siapa sebenernya calon suaminya jiyeon..

    Ditunggu kelanjutan chapter nya kakak..
    Semoga fast update ☺

  4. Jiyeon nikah ama siapa?
    Jadi kasihan sama sehun digituin sama jiyeon tapi lebih baik sih mereka pisah wkwkwk
    Baekhyun pemilih ya awas lo ntar malah suka sama irene wkwk
    Ditunggu banget kelanjutannya^^

  5. Maaf thor baru ninggalin jejak di chapter ini.
    Tadinya aku kesal bacanya gara2 sehun balik sama jiyeon eh ternyata di akhir chapter mau di tinggal nikah hehe .. Mantap thor… Di tunggu next chapternya

  6. Lah, kan mau ditinggal nikah?!

    Move On, Hun. Fighting 👊 *padahal yg bilang move on tadi, blm bisa move on :v*

    Ditunggu next chap-nya kak.. I still waiting 😄 semangat, lanjutnya

  7. Stelah ditunggu lama dn akhirnya bilang cinta, trnyata malah mau nikah. Kasian sehun. Irene mungkin punya kenangan buruk sma tempat spti club.

  8. Senener nya aku suka sama cerita ini cukan sedikit kritikan gk papa yah.
    Harus diperhatikan juga tanda (“) dalam awal percakapm dan akhir percakan,ada beberapa mungkin kelupaan make tanda itu😅jadi agak gk nyaman sih baca nya,but ceritanya ok ko👌

  9. wow, baekhyun kuhh.. jadi kucing disini ternyata kau.. wkwk
    .
    .
    aku pikit irene bakalan pingsan, atau sehun bakalan terpaksa menyebut irene kekasihnya karena seolhyun sm jiyeon disana. eh tapi malah gini tbc-nya. haha
    ya udah lah, nunggu chap lanjtannya. semangat nulis yah!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s