[EXOFFI FREELANCE] Die geheime Tür Chapter 4 – VICTORIA SECRET

die geheime tur- cover

Tittle : Die geheime Tür

Author : devrizt

Length : Chaptered

Genre : Romance, Comedy, Campus Life, Friendship, Night life

Rating : PG-17

Cast :  Jonathan Virgio S (OSH) (main cast)

Additional Cast

  • Guntur Putra Mandala (KAI)
  • Keynal Mahesa (PCY)
  • Antares Praditya (BBH)
  • Alandio Fazzikri Mulhaq (DO)

Akan ada pemeran wanita pastinya yang nantinya akan muncul seiring berjalannya cerita~

Summary : Aku tidak pernah memikirkan jika aku mulai membuka pintu itu akan ada ledakan dahsyat yang terjadi di kehidupan ku.

Disclaimer : Cerita ini merupakan murni hasil pemikiran dari author mulai dari yang bener sampai yang agak rusak sedikit(?) tapi masih batas wajar, jika ada kesamaan tokoh atapun latar, itu semua terjadi atas ketidak sengajaan.

Warning : author hanya manusia biasa yang kadang salah so, im so sorry if theres (many) typos.

See more chapter or story at https://www.wattpad.com/user/devrizt

A/N   :  Untuk yang punya wp dan berminat melihat lihat silahkan check watpadnya ya hehe thankyou soo much ~~

 

EMPAT – VICTORIA SECRET

Siang terik ibu kota hari ini memang membuat semua orang malas bepergian keluar ruangan. Termasuk Nathan yang saat ini sedang terduduk menyesap Iced Coffee Americano menu kesukaan lainnya di Starbucks yang berada didalam perpustkaan kampusnya.

Nathan hari ini tidak memiliki jadwal kelas, tapi dia harus menghadiri pertemuan lanjutann membahas beberapa dokumen dan perhitungan untuk lomba tender yang dia ikuti. Dia seharusnya tidak sendirian. Dia menunggu Hanna yang sudah 30 menit lamanya tak kunjung datang.

Pertemuan akan diadakan jam empat sore, masih ada sekitar dua jam lagi sampai pertemuan itu dimulai. Nathan memutuskan untuk membuka laptop berlambang buah apel yang tergigit itu untuk mengisi waktu senggang. Saat ingin membuka dokumen yang akan dipersiapkan sebuah layar chat skype muncul dilayarnya. Chat tersebut adalah Kinan.

Setelah pulang dari apartemen Keynal semalam, Nathan menghubungin Kinan. Hanya untuk sekadar bercerita. Walaupun mereka tidak berada di satu kampus, mereka tetap berusaha untuk saling menjaga hubungan mereka.

Kinan cukup sibuk, dia adalah seorang Model yang cukup terkenal, bahkan dia sering keluar negeri untuk pemotretan majalah bergengsi. Semua itu berkat ibunya juga yang bekerja di sebuah perusahaan tempat majalah fashion itu berada.

Hi there, udah lama nggak chatting di Skype. Oh ya, soal pembicaraan kita tadi malam..”

“Kenapa? Soal dompet gue?”

“Yap, lo udah menemukan dompetnya? Gue tau seberapa penting foto itu untuk lo, Nathan. Lo bisa cerita ke gue dengan bebas.”

“ Belum, Nan. And I’m sorry I’m not in the mood to tell you about that.

“Oke kalau itu mau lo gue paham Nat. Gue harus pemotretan lagi dan I’ll be back to Indonesia soon, setelah satu tahun kita nggak ketemu, gue harap sih lo bisa temuin gue, bahkan jemput gue hehe.”

“Hahaha, apa yang nggak sih buat lo? Okey then, see you soon Nan.”

“Basi lo Nat, haha. As soon as possible Nat.

Nathan menutup layar chattingnya dan kembali menatap layar laptopnya, sesekali dia menyeruput minumannya dan kembali mengetikkan sesuatu.

oOo

Tidak terasa sudah satu jam berlalu, Nathan masih meluncurkan jari-jemarinya diatas keyboard laptopnya dan tiba-tiba layar handphonenya menyala menandakan pesan masuk. Tanpa membuka pesannya Nathan bisa membacanya karena hanya berupa pesan pendek. Pesan itu ternyata dari Hanna. Hanna tidak bisa menemani Nathan karena sedang mendandani Zee yang konon katanya akan pergi bersama Uta.

Saat sedang mengetik, sesuatu terbersit dikepala Nathan. Dengan segera Nathan membua halaman web yang memuat tentang pelombaannya itu. Nathan hanya penasaran dengan peserta lombanya karena saat kemarin pertemuan belum membahas tentang lawan yang akan mereka hadapi.

Mata Nathan terhenti saat sampai terlihat nama universitasnya disana. Nama- nama itu tersusun rapi berdasarkan abjadnya memudahkan Nathan untuk mencari namanya. Anggara Gavindo, Jonathan V S, Keynar Hanna Maritza, dan Kirana Cathaleeya Syahz.

Terlihat dua nama yang agak asing dimatanya. Tapi ada satu nama asing yang tidak terlalu terlihat asing dimatanya. Kirana Cathaleeya Syahz. Kirana. Iya. Itu nama lengkap Kirana. Namanya cantik. Serupa dengan pemiliknya.

Nathan laki-laki normal. Setidak sukanya dia dengan siapapun, mata dan pikirannya masih dalam jalan yang lurus dalam kewarasan. Walaupun kesannya terhadap Kirana tidak terlalu baik, Nathan tetap mengakui kalau Kirana memang cantik. Diluar sikapnya yang dingin itu, mungkin dia salah satu wanita idaman para mahasiswa Arsitek juga.

oOo

Seperti biasanya, Nathan adalah orang yang pertama datang. Dari jendela terlihat tidak ada orang. Nathan membuka pintu namun ternyata ada orang lain didalamnya. Dan orang itu adalah Kirana. “Kenapa gue selalu terlibat dengan dia disaat kelas kosong sih?” Nathan merutuk kesal dalam hati.

Nathan bukannya tidak suka dengan Kirana, hanya saja terlibat disituasi yang canggung bukanlah hal yang disukai Nathan. Nathan adalah tipe orang yang cukup pendiam, namun dia sangat mudah akrab dengan orang lain, dan dihadapkan dengan orang yang menurut Nathan kuper, adalah hal yang paling tidak dia inginkan.

Nathan menarik kursi disebelah Kirana. Bukan hanya satu-satunya kursi yang kosong, lagi-lagi akan terlihat aneh jika mereka duduk berjauhan sedangkan hanya akan ada sedikit orang yang datang.

Nathan menghempaskan punggungnya pada sandaran kursi dan melontarkan kata-kata diluar kendali pikiran Nathan.

“Kirana Cathaleeya Syahz.” Nathan mengatakan dengan tidak mengarahkan pandangan sedikitpun pada Kirana.

Kirana yang mendengar nama lengkapnya diucapkan itu langsung mengernyitkan dahi dan menoleh secepat cahaya. Dan menatap wajah Nathan yang datar tanpa ekspresi yang sedang memejamkan matanya.

Kirana masih mengirimkan tatapan tajam pada Nathan yang sedang memejamkan mata namun beberapa saat kemudian tanpa tanda-tanda Nathan membuka matanya, membuat Kirana jadi salah tingkah karena tertangkap basah sedang oleh Nathan.

“Lo ngeliatin gue?”

“Enggak, jangan kepedean deh.”

“Ya terus kenapa lo ngeliat ke gue tadi?”

“Ya emang nggak ada barang lain yang bisa gue liat selain lo di sebelah sana? Dan nama gue, tau dari mana lo?”

“Galak banget sih lo. Lagian, sepenting itu ya kalau gue tau nama lengkap lo? Wajar dong kan kita partner. Lo cek website yang baru di update, gue nggak se-gabut itu untuk mencari siapa nama lengkap lo kali.”

Nathan menyilangkan tangannya didepan dadanya santai, dan Kirana mulai meluncurkan jari-jarinya diatas papan ketik laptopnya. Terlihat sebuah bayangan dari sudut mata Nathan sebuah halaman web yang berisi data peserta. Tangan kirana terhenti dan bergumam pelan.

“Tunggu.” Mendengar kata-kata Kirana, Nathan akhirnya mengalihkan pandangannya, dan menyaksikan wajah kebingungan Kirana yang begitu kentara di wajahnya.

“Nama lo siapa?” Kirana masih terfokus pada layarnya tanpa menoleh membuat Nathan mengerutkan dahinya.

“Nathan.”

“Nama lengkap lo, maksud gue.”

“Jonathan.”

“V S? Victoria Secret?” Suara Kirana terdengar jengkel dan sedikit mengejek.

“Ck. Virgio S—“ tiba-tiba Nathan terhenti. “Secret. Nama belakang gue nggak penting segitu aja cukup kan?” Nathan memalingkan wajahnya kearah jendela dan ekspresi wajah Nathan berubah. Sesaat kemudian keheningan terjadi, Kirana tidak berbicara sepersekian detik membuat Nathan menolehkan kembali wajahnya dan mendapati Kirana yang diam mematung dengan mata yang membola.

oOo

 

 

       Melihat perubahan ekspresi dan sikap yang aneh pada Kirana, membuat Nathan menjadi bingung dan ikut terdiam sampai beberapa saat, Nathan memutuskan untuk menginterupsi kegiatan mematung Kirana itu.

Nathan menjentikkan jarinya didepan wajah Kirana membuat Kirana tersadarkan dari lamunannya. Kirana yang baru tersadarkan dari lamunannya langsung menoleh dan kembali mengirimkan tatapan dan mengerutkan dahinya ke arah Nathan.

“Lo—“

Belum sempat Kirana melanjutkan kata-katanya, datanglah dua orang lain. Hanna dan satu orang laki-laki lain.

“My Jo! Maafin gue baru datang, tadi ada sedikit kendala sama sahabat lo itu yang mau jalan sama si gula aren.”

“Iya gue tau, lo udah bilang tadi ke gue kan Na. Ngomong-ngomong—“

“Ah iya. Ini Kak Angga,  Anggara Gavindo. Tadi gue ketemu pas dijalan ke sini jadi kenalan deh.”

Oh jadi ini yang namanya Angga, Nathan membatin. Angga tersenyum dan mengulurkan tangannya dan bersalaman dengan Nathan.

Tidak lama setelah mereka datang, pembimbing mereka pun datang dan memulai pembicaraan untuk progress selanjutnya. Selama rapat berlangsung, Kirana cukup sering menoleh ke arah Nathan yang sedang fokus mendengarkan, dan tidak jarang pula Nathan menyadari bahwa Kirana memperhatikan dirinya.

Ada satu hal dalam pikiran Nathan saat ini. Apa yang membuat Kirana kaget mendengar nama lengkapnya. Apa Kirana mengenalnya? Ah itu terdengar seperti cerita roman picisan di sinetron yang suka ditonton Hanna di TV. Mungkin Kirana hanya terkejut tanpa sebab. Tapi itu lebih aneh.

oOo

Setelah dua jam berlalu, akhirnya rapat pun selesai. Hanya dengan selang beberapa menit saja seluruh orang yang tadinya menghuni ruangan itu tiba-tiba menghilang begitu saja. Termasuk Angga dan Hanna. Sepertinya mereka pulang bersama karena selama rapat tadi mereka terlihat cukup akrab.

Biasanya Hanna akan merepotkan Nathan atau siapapun teman dekatnya untuk mengantar kerumahnya. Tak terkecuali Zee. Mungkin rumah Angga dan Hanna searah jadi Angga bisa mengantarnya.

Nathan berjalan kearah koridor menuju lahan parkir sendirian, koridor itupun cukup remang-remang hanya ada sedikit lampu di atasnya yang berjarak sekitar lima meter setiap lampunya.

Tepat diujung koridor pada lampu terakhir berdiri sesosok wanita dengan baju putih dan berambut gelap. Nathan yang melihat sesosok itu sesaat tercekat dan menghentikan langkahnya. “Ah setan.” Batinnya berkata.

Ooooooo

 

A/N:

1420 kata wah banyak ya._.

Setelah cukup lama nggak megang laptop karena uas dan ngurus yang lain dan ditambah mudik lebaran akhirnya bisa megang lagi huhu :’)

Kinan gonna comeback soon waa he must miss her ya hmm.

Terimakasiih dan feedback dalam apapun kuterima  u,u

Selamat hari raya idul fitri bagi yang menjalankan mohon maaf lahir dan batin ^^

 

 

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Die geheime Tür Chapter 4 – VICTORIA SECRET

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s