[EXOFFI FREELANCE] CRAZY WITH YOU (CHAPTER 11 END)

Tittle : Crazy With You [Chapter 11 END : After Wedding ]

Author: Babyjae96

Length: Chapter

Genre: Romance,  Comedy & Drama.

Rating: PG-17

Main Cast :

Park Yena [OC]

Do Kyungsoo [EXO]

Disclaimer : Fanfic ini hasil karya otak ku sendiri dan kemudian di buatlah kedalam Fanfic ini, jika ada kesamaan dengan ff lain hanya kebetulan semata.

.

.

.

3 TAHUN KEMUDIAN

Wanita itu menjadi pusat perhatian di acara kelulusan yang diadakan Universitas Seoul musim semi tersebut, wanita itu mengenakan pakaian one peace dengan warna merah muda bermotif indah yang cocok dengan kulitnya yang putih, badannya yang indah juga membuat pakaian yang dikenakannya semakin cocok dengannya, rambut panjang hitamnya tersebut dibiarkan terulai bergelombang dengan cantik dan jangan lupakan make up natural yang di gunakan wanita tersebut.

“Bagus sekali..bagus.. Park Yena” Ucap Kyungsoo melihat Yena, istrinya tersebut tengah menjadi pusat perhatian diantara teman-temannya “Ya! Kenapa berpakaian seperti itu? Dan, kau berdandan?” Kesalnya karena Yena berdandan cantik, bukankah sudah ia bilang jangan berlebihan kenapa Yena tidak mendengarkannya, alhasil istrinya ini dilihat oleh teman-temannya dengan tatapan kagum Ia tidak suka.

Yena berdiri didepan Kyungsoo dan memandangnya kesal karena seharusnya pria itu memujinya, ia melihat sendiri dress yang dikenakannya “Lalu aku harus mengenakan apa? Dress ini tidak terlalu terbuka, dan..aku hanya mengenakan make up natural..kau sendiri yang memintanya..”

Kyungsoo menggeleng tidak percaya, membuat Yena harus bersabar lagi..semakin hari Kyungsoo semakin menyebalkan tapi anehnya ia malah makin menyukai pria ini. Yena tersenyum kemudian merapihkan sedikit rambutnya “Kenapa? Kau cemburu kan karena aku membuat teman-temanmu menatap kagum aku”

“Tidak.” Balas Kyungsoo dingin. Yena berdiri di samping Kyungsoo dan mengaitkan lengannya “Aku tau kau cemburu, hari ini aku ingin terlihat cantik karena hari ini adalah hari kelulusanmu, dan ini semua untukmu suamiku” Yena tersenyum sambil membenarkan pakaian kelulusan yang dikenakan Kyungsoo sedangkan topi kelulusannya masih di pegang Kyungsoo sendiri.

Kyungsoo tersenyum saat Yena memanggilnya ‘suami’, ini sudah tiga tahun sejak mereka menikah dan mereka semakin jarang bertemu karena kesibukan Kyungsoo disini, apalagi ketika menjelang kelulusannya sehingga ia hanya sebulan sekali ke pulang Jeju menemui Yena dan putra mereka, Hyunwoo tapi setelah ini mereka bisa memiliki banyak waktu sebelum ia benar-benar memulai residennya di rumah sakit.

“Tapi kenapa kau terlambat? Ayahmu, Ibuku dan Hyunwoo sudah datang sejak tadi”

“Maaf, aku sedang tidak enak badan..kemarin aku di Jeju dan sekarang di Seoul, belum lagi mengurus Hyunwoo..aku sakit” Eluh Yena mengerutkan bibirnya, Kyungsoo mengelus rambut Yena dan melihat bagaimana wajah istrinya yang memang terlihat berbeda “Setelah ini kita beristirahat di apartement saja”

“Jangan, kita harus merayakannya di restaurant..aku sudah berjanji pada Hyunwoo”

“Lalu kau..”

“Aku baik-baik saja, aku tidak perlu khawatir karena suamiku sekarang sudah resmi menjadi sarjada Kedokteran” Puji Yena kembali menyentuh pakaian kelulusan itu, ia jadi ingin kuliah dan mengenakan ini juga..tapi ia sibuk mengurus Hyunwoo sekarang dan juga otaknya sepertinya sudah tidak bisa melihat buku pelajaran lagi “Oh ya..kau tau, Seungjun sudah bertunangan kemarin..tapi itu karena bisnis, biasa orang kaya selalu seperti itu”

Kyungsoo sungguh tidak mau mendengar ini, Yena bisa kan membicarakan pria lain nanti di apartement mereka jangan disaat seperti ini “Kau..aku heran denganmu, sejak semalam kau membicarakan banyak pria, entah itu idol, actor, Sehun lalu sekarang Seungjun? Kau..menyukai mereka huh?”

Yena diam, jika dipikir akhir-akhir ini ia mudah menyukai actor pria saat melihat drama dan juga idol saat mereka tampil, tapi itu normalkan sebagai wanita dan Sehun maupun Seungjun, ia membicarakan mereka karena keduanya temannya, sampai sekarang mereka masih berhubungan baik “Ah, Sudahlah..dimana Dodoo?”

“Hyunwoo, Yena”

“Aku tau..tapi kau juga terkadang masih memanggilnya Dodoo kan”

Kyungsoo menaikan bahunya, itu benar..ia tidak tau mengapa terkadang memanggil Hyunwoo dengan Dodoo, itu pasti terbawa oleh Yena “Itu mereka…”

Ibu Kyungsoo, Ayah Yena dan juga putra mereka Hyunwoo berada di kejauhan sana, mereka tengah menuju kearah keduanya. Ibu Kyungsoo sengaja datang jauh-jauh dari desanya ke sini, sayangnya kakek Kyungsoo tidak bisa ikut karena faktor usia yang sudah tidak bisa pergi jauh. Ayah Yena juga datang bersama Yena dan Hyunwoo kemarin pagi, ini semua untuk hari kelulusan Kyungsoo. Seperti yang dikatakan Yena sebelumnya, ia tidak bisa datang bersama mereka karena harus mengurus dulu tubuhnya yang sepertinya kelelahan.

“Omma…”

Panggil Hyunwoo berlari pada Yena, Hyunwoo benar-benar mirip dengan Kyungsoo..wajah keduanya sangat mirip dan Hyunwoo hanya mewarisi matanya saja, tapi untungnya sikap Hyunwoo lebih terbuka dari pada Ayahnya, mungkin seperti dirinya dan kepintarannya sama seperti Ayahnya, itu yang membuat Yena lega jika Hyunwoo mewarisi kepintarann Ayahnya.

Yena langsung mengendong tubuh Hyunwoo yang kini sudah berusia, 4 tahun, usia korea. Hyunwoo menunjukan permen lollipop yang dibelinya tadi bersama Halmeoni dan Harabeojinya “Omma, Cantik..” Puji Hyunwoo yang langsung membuat Yena tersenyum senang dan juga mencium pipi chuby Hyunwoo.

Kyungsoo cemburu melihatnya karena sekarang Hyungwoo tidak pernah mau dicum ataupun menciumnya, dia sudah dewasa dan hanya menyukai Yena saja. “Hyunwoo-ya, Appa bagaimana?”

Hyunwoo melihat Ayahnya dengan mata kecilnya tersebut dan kemudian menjawab “Appa, gedut..”

Kyungsoo tidak terima disebut gendut “Tidak, Hyunwoo..ini karena pakaian Appa” ia kemudian mengambil Hyunwoo dari gendongan Yena dan Hyunwoo yang hanya tertawa menanggapi Ayahnya yang terus membela diri.

“Sudahlah..sekarang lebih baik kita berfoto” Seru Ibu Kyungsoo medekati mereka, sedangkan Ayah Yena tengah memanggil seseorang untuk memotret mereka berlima.

Semuanya sudah berada di posisi sekarang, berkali-kali mereka berfoto dengan Kyungsoo, mulai dari mereka berlima berfoto bersama, Kyungsoo dengan Ibunya, Kyungsoo dengan Ayah Yena, dan kali ini Kyungsoo berfoto bersama keluarga kecilnya, ia menggendong Hyunwoo lagi untuk berfoto dengan Yena.

“Satu.. dua…ti…”

“Hoekk..Hoek…”

Yena tidak bisa menahan rasa mualnya karena perutnya begejolak sejak sesi foto ini, ia menahannya karena tidak mau menggangu acara kelulusan Kyungsoo sehingga mereka harus pulang nanti tapi nyatanya ia malah mengeluarkan suara ini, “Maaf..” Lirih Yena mengelus-ngelus dadanya sendiri. Sedangkan, Kyungsoo langsung menepuk-nepuk punggung Yena dan Hyunwoo.. anak kecil itu juga terlihat khawatir dengan kondisi Ibunya. Sesi foto mereka bertiga pun gagal.

“Yena, apa kau hamil lagi?” Seru sang Ayah yang sontak membuat Yena terkejut begitupun Kyungsoo. Ibu Kyungsoo tersenyum, melihat bagaimana Yena yang mual-mual sejak pagi dan sepertinya ucapan Ayah Yena benar “Oh..Yena, selamat.. kami akan mendapat cucu kedua lagi”

Yena tidak mengerti, ia tidak yakin tapi.. mungkinkah. Kyungsoo tersenyum padanya dan ia mendengar suaminya itu berbicara pada Hyunwoo jika Hyunwoo akan mendapatkan adik. Hyunwoo terlihat senang mendengarnya karena ia akan memiliki teman bermain, Yena sendiri masih ragu.

“Jadi kita harus memanfaatkan moment seperti ini kan?” Ucap Pria yang sedang memegang kamera di depan mereka, pria itu mendengar pembicaraan keluarga tersebut. Kyungsoo mengangguk kemudian meminta Yena mengaitkan lengannya lagi, Yena yang masih berpikir ia hamil atau tidak mulai  mengaitkan lengannya pada lengan Hyunwoo kemudian tersenyum kearah kamera disana.

“Satu…”

“Dua…”

“Kali ini harus perempuan, aku akan menaminya Suzy, Yoona atau ..” Yena sudah menatap tajam pada Kyungsoo yang masih bisa tersenyum pada kamera, ia tidak mau anaknya dinamai salah satu dari mereka..bukan tidak bagus tapi, jangan nama mereka juga.

Yena yang geram pun berteriak keras pada Kyungsoo “Ya!!!”

“Tiga…”

Hasil jepretan mereka kali ini pun gagal kembali, karena Yena yang berteriak dan tidak fokus pada kamera begitupun Kyungsoo. Hanya Hyunwoo saja yang tersenyum pada kamera, tidak peduli orang tuanya yang sedang berdebat itu.

.

.

Mulai malam ini, Yena bersama Hyunwoo tinggal di apartement Kyungsoo yang masih sama seperti 3 tahun lalu. Apartement ini lebih terlihat rapih dari sebelumnya karena Kyungsoo sudah banyak merobaknya, ia menjadikan kamar Ibunya dulu menjadi kamar Hyunwoo yang sudah di rubah Kyungsoo penuh dengan tokoh karakter kesukaan Hyunwoo di dalam sana.

“Lihatlah…aku hamil tapi aku tidak menyadarinya”

Yena menunjukan hasil pemeriksaannya tadi pada Kyungsoo yang tengah duduk santai di ruangan tengah. Kyungsoo menghela nafasnya melihat Yena yang sudah berbicara seperti ini sejak tadi “Aku tau Yena..kau hamil, aku bahkan yang menemanimu tadi”

Setelah mereka makan-makan di restaurant Yena dan Kyungsoo kerumah sakit untuk memastikannya, Yena memang hamil dan sudah berusia sekitar 5 minggu. Ayah Yena sudah pulang ke pulau Jeju tadi sore karena ada pekerjaan lain, sekarang Ayahnya tidak belayar lagi tapi berkerja di kantor pelayaran bagi kapal-kapal nelayan, sedangkan Ibu Kyungsoo juga sudah pulang karena masih harus mengurus kakek Kyungsoo yang tak mungkin diurus seharian ini oleh temannya disana.

Yena ikut duduk di sebelah Kyungsoo menyandarkan punggungnya dengan nyaman pada sandaran sofa tersebut “Aku memiliki feeling jika anak kita perempuan”

Kyungsoo tertawa, ia juga memiliki perasaan yang sama makanya ia memilih nama idol perempuan untuk nama bayinya nanti. Yena semakin mengerutkan dagunya, ia tidak suka dengan Kyungsoo yang tertawa “Aku juga ingin memiliki anak perempuan karena kita sudah memilih Hyunwoo, tapi bisakah kau tidak menamai mereka dengan nama idol-idol itu?”

“Lalu, kau ingin menamainya apa?”

“Hyunhee..agar sama dengan Hyunwoo”

“Baiklah, kita akan menamainya Hyunhee”

Yena menoleh pada Kyungsoo, ia heran Kyungsoo tidak menolaknya “Kau serius?”

Kyungsoo mengangguk, ia serius tentu saja karena ia tidak ingin berdebat dengan Yena lagipula rencananya akan memberikan nama-nama idol wanita itu hanya sebatas bercanda saja sebagai pembalasan karena dulu Yena seperti itu “Tapi jika pria bagaimana?”

Yena berpikir dulu ia belum memikirkan, tapi sungguh ia ingin memberi nama anaknya nanti Bogum atau Jongki saja tapi Kyungsoo pasti akan marah “Hyunsoo..Hyunjun, Ah aku tidak tau..kali ini terserah kau saja jika nanti”

“Oh, kalau gitu kita sepakat jika nanti anak laki-laki namanya terserah ku dan jika anak perempuan itu terserahmu, entah Hyunhee atau bukan” Ucap Kyungsoo mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Yena tersenyum dan membalas jabatan tangan itu, ia kemudian menyandarkan kepalanya ke bahu kanan Kyungsoo “Bulan ini kau menganggur tapi.. bulan selanjutnya kau pasti sibuk di Rumah Sakit, bagaimana jika aku sedang mengidam nanti?”

“Kalau begitu kau telpon aku”

“Kau pasti sibuk nanti, mungkin aku akan meminta Sehun saja”

“Ya! Sehun lagi.. aku sangat yakin anak kita perempuan, kau pasti berbicara laki-laki lain di akhir pembicaraan kita..” Kyungsoo mendegus kesal dengan kepala Yena yang masih di bahunya, Yena hanya tertawa kecil menanggapinya..bilang saja jika dia cemburu jika ia membicarakan pria lain. Ah, suaminya ini benar-benar.

.

.

.

Tiga bulan ini Yena tinggal kembali di Seoul bersama Kyungsoo dan Hyunwoo tapi selama dua bulan setelah ia menjadi magang di Rumah Sakit, Kyungsoo jarang pulang ia hanya memiliki libur satu hari setiap minggunya dan itupun tak tentu kapan harinya karena jadwal tugasnya terus berganti. Yena kesepian, tentu saja..ia bahkan berpikir untuk kembali ke Jeju saja tapi melihat bagaimana Hyunwoo menyukai tinggal disini dengan Ayahnya dan juga sudah masuk taman kanak-kanak, ia menghilangkan pikirannya itu dan mencoba memerankan Ibu beserta istri yang baik disini.

Pagi ini, Yena mengantarkan Hyunwoo ke taman kanak-kanak sambil menggengam tangan kecil Hyunwoo yang berjalan berdampingan dengannya.. Hyunwoo memang masih kecil tapi anak itu sangat suka bersosialisasi seperti dirinya, dan juga dia sangat pintar jadi Hyunwoo sendiri yang memintanya untuk dimasukan kesana karena ada beberapa anak dari tetangga apartement mereka yang juga masuk kesana, mungkin lebih tepatnya di titipkan disana karena kedua orang tua mereka berkerja. Yena tidak bisa melarangnya karena Hyunwoo lebih baik besosialisasi bersama teman-temannya disana dan setelahnya dia bisa bermain dengannya dirumah sampai malam.

“Omma.. Hyunwoo ingin menjadi seperti Appa”

Yena berjongkok menghadap putranya tersebut didepan gerbang taman kanak-kanak, ia tersenyum mendengar Hyunwoo yang ingin seperti Ayahnya, Kyungsoo memang memiliki pekerjaan baik tapi tidak dengan sikap dinginnya dulu.

“Jadi, Hyunwoo ingin jadi dokter?”

Hyunwoo mengangguk “Seongsaenim bilang jika pekerjaan Appa adalah pekerjaan yang baik dan bisa menolong orang jadi Hyunwoo ingin seperti Appa” ucapnya bangga saat berbicara tentang Ayahnya sendiri.

Yena mengangguk setuju, ia mengelus rambut Hyunwoo “Baiklah, kau bisa seperti Appa..Omma juga menyukai pekerjaan Appa, Oh..kau harus masuk sekarang Hyunwoo..Seongsaenim sudah menunggumu”

“Omma..Annyeong”

Hyunwoo berlari masuk kedalam menuju gurunya disanasambil melambaikan tangannya pada Yena, “Nanti Omma akan menjemputmu, jangan nakal!” Seru Yena melihat putranya itu yang melambaikan tangannya padanya tak lupa ia juga membalas lambaian tangan itu, sungguh..ia menyanyangi Hyunwoo dan Hyunwoo juga tumbuh sangat baik.

.

.

Yena kemudian menemui Eunsoo di kedai cofee tempat mereka janjian sebelumnya. Eunsoo masih belum lulus, tentu berbeda dengan Kyungsoo yang lulus lebih awal karena ia pandai mengusai semua materi dan praktek sehingga ia bisa lulus lebih awal.

“Kau tidak kuliah?”

“Sudah kubilang Yena, aku masuk sore..jika aku tidak sedang rajin aku pasti akan menginap di Seoul dan tidak akan masuk kelas nanti ”  Jawab Eunsoo karena ia ke Seoul ini untuk menemui Ibunya tadi pagi lalu menemui Yena sekarang.

“Ah, benar..aku lupa. Dimana Sehun? Katanya dia mau kesini” Yena melihat ke luar jendela kedai tersebut dimana menghadap jalanan. Eunsoo juga tidak tau dimana Sehun, dia selalu terlambat dan mengapa Yena mengajaknya juga, ia ingin berbicara dengannya.

Eunsoo masih tinggal di Gwangju bersama Unninya, mungkin tahun depan ia akan lulus dan bisa kembali tinggal di Seoul..jadi ia tidak pernah membolos kelas lagi karena ingin cepat-cepat lulus. Kehidupannya baik-baik saja, ia juga masih menjalin hubungan dengan atlet taekwondo tersebut dan mungkin saja nanti mereka bisa menikah.

Eunsoo kemudian menanyakan kandungan Yena yang duduk didepannya itu “Bagaimana kehamilanmu Yena, kurasa kau semakin sensitif dan mudah marah” ia mengingat Yena yang mudah marah padanya saat berbicara lewat panggilan telpon hanya karena ia bercanda sedikit.

Sebenarnya Yena setuju, mungkin bagi orang lain kehamilan kedua tidak akan sesulit yang pertama tapi baginya ini yang menyulitkan..ia mudah marah, ia sangat sensitif tentang hal apapun, sampai sekarang di kehamilannya yang ketiga bulan ini ia masih mengalami mual-mual belum lagi ia begitu pemilih pada makanan, ia juga kesal dengan dirinya yang pemilih tapi bagaimana lagi ini bawaan bayinya “Ya begitulah..aku juga kesal karena Kyungsoo semakin jarang pulang..sudah dua minggu dia tidak pulang dan selama itu dia baru menghubungi dua kali itupun minggu kemarin untuk mengabarkan jika ia tidak bisa pulang akhir pekan”

“Jika yang ini kurasa bukan bawaan bayinya tapi itu adalah dirimu sendiri yang kesal karena Kyungsoo tidak pulang dan tidak bisa menemanimu, kau bahkan meminta Sehun membelikanmu makanan tengah malam, aku jamin jika Kyungsoo mengetahui dia akan marah”

“Tapi bagaimana lagi..aku tidak mungkin kan malam-malam membeli eomuk atau tteokppoki, kau juga tidak ada di Seoul dan temanku hanya ada Sehun disini..Suamiku juga sedang sangat sibuk bahkan menelpon ku saja tidak.. Aishh..pria itu benar-benar..dia sudah hampir 1 minggu tidak menelponku atau menanyakan tentang Hyungwoo!”

Eunsoo langsung menangkan Yena dan memberikan jus strawberry padanya, Yena meminum jus tersebut dengan cepat sehingga hampir setengahnya habis, dia juga tengah mengendalikan emosinya “Kau tau, siang ini aku harus memeriksa kandunganku tanpanya..kurasa aku harus meminta Sehun menemaniku”

“Sorry, Nyonya Do.. Saya tidak bisa menemani anda tentang yang satu ini karena Saya bukan suami anda dan Saya sudah berhutang banyak pada Kyungsoo yang membolehkan saya tinggal di apartementnya hampir setahun jadi saya tidak ingin menyakiti Dokter Do Kyungsoo” Sehun datang dengan mengucapkan kata-kata panjangnya dengan bahasa formal yang membuat Yena maupun Eunsoo kesal.

Sehun duduk disebelah Yena dan meminta maaf, ia terbawa clien nya berbicara formal tadi jadi sekarangpun ia masih berbicara formal. Sehun sekarang sudah membuka bisnisnya sendiri, yaitu bisnis online yang ternyata sukses dan bahkan di akui Ayahnya sehingga ia sudah diterima lagi dikeluarganya, ia juga mendapat dukungan dari Ayahnya.

“Aku akan mengantarmu sampai depan rumah sakit saja,  kau masuk kedalam sendirian dan bukankah kau diperiksa di Rumah Sakit Kyungsoo..temui saja dia saat itu” Kata Sehun mencoba menasehati Yena dan memberikan perhatian padanya, bagaimana pun Yena pernah

“Aku tidak mau! Aku akan melakukannya sendiri saja, aku tidak peduli dengannya lagi!”

Eunsoo dan Sehun saling menatap, Yena menakutkan sekarang.. percuma saja mereka menasehati Yena jika akhirnya Yena malah semakin mengata-ngatai Kyungsoo. Yena hanya merasa kesal saja dengan Kyungsoo, ia sudah mencoba menghubunginya tapi ponsel Kyungsoo mati..pria itu benar-benar mencintai pekerjaannya daripada ia, Hyunwoo dan calon anak kedua mereka ini.

“Oh ya..apa kalian mendapat undangan dari Seungjun juga?”

Yena baru ingat jika kemarin ia mendapat e-mail dari Seungjun yang memberinya undangan, dia mengajak Yena untuk datang ke pernikhannya dan tentang tiket ataupun tempat menginap akan di urus oleh Seungjun sendiri.

“Ya, aku mendapatkannya” Kata Eunsoo.

“Aku juga” Sehun menunjukan layar ponselnya dimana ia juga mendapatkan e-mail dari Seungjun “Aku tidak tau, mengapa dia mengundangku juga” Heran Sehun karena dulu ia dan sering adalah saingat ketat untuk mendapatkan Yena, dan ia sempat memukul Seungjun saat menculik Yena.

Yena mengangguk “Dia mengadakan pernikahannya di London, mereka menikah karena bisnis dan Seungjun menerimanya”

“Bisnis? Kau mengetahuinya?” Tanya Eunsoo tidak tau, ia pikir Seungjun akhirnya menemukan wanita penganti Yena. Yena menjelaskan jika ia dan Seungjun masih sering berhubungan jadi ia tau bagaimana kabar pria itu.

Sehun menyela jika Kyungsoo mengetahuinya dia benar-benar akan marah pada Yena, “Tapi..apa kau akan datang Yena?”

“Pernikahan Ini diadakan saat musim panas, kita mendapat tiket dan penginapan gratis mengapa kita tidak ke sana saja sekalian liburan..pasti menyenangkan”

Yena juga berpikir seperti itu tapi sekarang Kyungsoo sibuk, jangankan ke luar negri untuk pulang kerumah saja dia susah, ia menyentuh perutnya dan menghela nafas “Aku tidak yakin bisa pergi dengan keadaanku sekarang”

.

.

Benar saja, Yena masuk kedalam Rumah Sakit sendirian. Sehun hanya mengantarkannya sampai depan Rumah Sakit saja, dan jika ia sudah selesai Sehun bilang bisa menghubunginya untuk mengantarnya pulang. Eunsoo juga tidak bisa menemaninya karena sekarang ia harus pergi ke Gwangju lagi untuk kelas sorenya.

Yena berjalan di lobi Rumah Sakit dan tak sengaja ia berpapasan dengan seseorang yang dikenalnya, dia senior Kyungsoo. Beberapa kali Yena bertemu dengannya, termasuk saat hari kelulusan Kyungsoo, dia senior Kyungsoo yang sangat perhatian dengan Kyungsoo.

“Yena.. kau sendiri?”

Kim Jaehyuk menyapa Yena yang berada didepannya itu. Yena tersenyum “Ne.. Bagaimana kabar anda, Dokter? Ini sudah lama sejak terakhir kita bertemu”

“Aku baik-baik saja, ya ini sudah lama..terakhir kali kita bertemu saat Kyungsoo baru masuk ke rumah sakit ini kan” Jaehyuk mengingat kapan terakhir kali ia bertemu dengan Yena, dan saat itu saat awal Kyungsoo kemari sekitar dua bulan lalu “Oh, ya..bagaimana kabarmu dan kau disini untuk menemui suamimu?”

“Tidak.. ”

“Apa kau mau memeriksa kandunganmu?”

Yena hanya tersenyum malu sebagai jawabannya. Jaehyuk tersenyum juga melihat Yena yang tersenyum malu “Jadi,  lalu kau disini menunggu Kyungsoo?”

“Tidak..dia sibuk”

“Tapi bagaimana pun Kyungsoo harus menemanimu, anak itu juga anaknya..aku akan memanggilnya”

“Tidak usah .. Aku baik-baik saja, dia pasti sudah sibuk”

“Ehh, tidak..kau..”

“Ah, aku harus pergi sekarang saem..tidak perlu memanggilnya. Aku pergi dulu” Yena langsung menyela karena ia tidak mau Jaehyuk memanggil Kyungsoo, biarkan saja dia berkerja dan ia akan melakukannya sendiri..ia bisa sendiri.

.

Kim Jaehyuk berjalan menuju unit gawat darurat tempatnya bertugas sebagai kepala di ruangan tersebut, ia menghampiri Kyungsoo yang baru saja memeriksa infus salah satu pasien di sana.

“Kyungsoo-ya.. kau tidak menemani istrimu?”

Kyungsoo berbalik “Oh, sunbae…”

“Kenapa kau masih disini, cepat temani istrimu?”

“Yena? Menemani kemana?”

Jaehyun tidak percaya jika Kyungsoo tidak mengetahuinya, Kyungsoo beruntung bisa menikahi wanita secantik Yena dan dia menyia-nyiakannya “Wah, kau ini suami yang jahat..aku tidak sengaja bertemu Yena tadi disini, dia mau memeriksakan kandungannya..Sendiri”

Kyungsoo memegang kepalanya, ia pelupa dan bodoh..kesibukannya sekarang disini membuatnya memang melupakan semua hal, ia bahkan lupa menyimpan dimana ponselnya jadi ia tidak menghubungi Yena belakangan ini, ia terlalu sibuk merawat pasien.

“Kau pergi saja, hari ini ada aku dan Jongdae yang bertugas..kau istirahatlah di rumah dua hari ini, temani istimu”

Setelah mendengar itu, Kyungsoo langsung berlari untuk menemui Yena. Astaga, biasanya ia selalu ingat hari dan tanggal dimana Yena akan memeriksakan kandungannya tapi untuk bulan ini ia benar-benar lupa.

.

Yena masuk kedalam ruangan dokter seorang diri, berbeda dengan wanita sebelumnya yang ditemani suaminya. Dokter Kim ini adalah dokternya saat memeriksa Hyunwoo dulu dan dia juga adalah sunbae Kyungsoo, jadi mereka sudah mengenal.

“Oh, Yena..dimana suamimu?”

Yena sebenarnya tidak suka saat orang-orang bertanya suaminya, memangnya ia harus selalu bersama suaminya. Ia duduk di depan Dokter Kim dan tersenyum “Dia sibuk..”

“Biasanya dia akan selalu menemimu dan…”

Krekkk…

“Yena…”

Wanita itu berbalik melihat Kyungsoo yang membuka pintu ruangan, Kyungsoo mengatur nafasnya sambil berjalan masuk dan duduk disebelah Yena, ia berlari tadi karena takut akan melewati ini.

“Akhirnya kau datang juga..”

“Tentu saja, Sunbaenim..”

Yena mengingit keras bibir bawahnya ketika melihat wajah pria sibuk ini, dia ingin menangis..entahlah, ia memang terlalu sensitif sekarang dan menahan diri agar tidakmemukul Kyungsoo. Kyungsoo melihat itu, ia langsung menggengam tangan Yena.. ia siap di marahi setelah ini karena ia memang salah.

.

.

Sejak di Rumah Sakit tadi Yena mendiamkan Kyungsoo, Kyungsoo sudah meminta maaf dan menjelaskan semuanya tentang ponselnya yang ia lupa simpan dan batre ponselnya yang mati saat ia menemukan ponselnya tadi di bawah kasur tempat istirahat para dokter. Tapi, Yena tidak mengucapkan apapun dan itu membuat Kyungsoo frustasi, ia tau ia salah karena tidak mengabari Yena dan juga menanyakan Hyunwoo.

Sesampainya di rumah, Kyungsoo mengikuti Yena duduk di ruang tengah “Yena-ya…maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya”

Yena marah, tentu saja tapi ia ingin bersikap dewasa sekarang..ia harus menjadi istri yang mengerti pekerjaan suaminya walaupun ia masih tidak mengerti mengapa Kyungsoo bisa melupakannya dan Hyunwoo dengan tidak menelpon mereka, “Kyungsoo-ya..aku baik-baik saja, tapi Hyunwoo merindukanmu. Aku menelponmu tapi kau tidak mengangkatnya lalu ponselmu mati..aku bahkan ingin mendatangimu tapi aku takut menganggumu”

“Maafkan aku”

“Sudahlah, Ah..satu jam lagi aku harus menjemput Hyunwoo”

“Biar aku yang menjemputnya, aku mendapat libur tiga hari”

Yena mengangguk, ia juga terlalu lelah untuk berjalan keluar lagi karena sejak pagi ia memang berjalan-jalan “Kau sudah makan?”

Kyungsoo menggeleng, ia hanya sarapan roti tadi pagi dan itu pun ia makan dengan buru-buru karena harus mengursi paseien. Yena mengerti, ia berdiri dari duduknya “Tunggulah, aku akan membuatkan sesuatu..”

Kyungsoo menahan lengan Yena untuk kembali duduk “Aku ingin bicara sebentar saja..tatap aku Yena”

Yena menurutinya dengan menatap dua mata Kyungsoo yang masih mempesona baginya, ia tau sekarang Kyungsoo mencoba menjelaskan padanya walaupun ia sudah mendengarnya selama di perjalanan tadi.

“Aku tau aku salah karena tidak mengabari kalian, aku memang tidak bisa membagi waktuku dua minggu ini..banyak pasien yang berdatangan ke Rumah Sakit dua minggu ini, dua dokter di bagian kami harus ijin selama dua minggu ini karena mereka memiliki urusan jadi aku dan yang lainnya harus bersiaga 24 jam disana..kami hanya tidur sekitar 3-4 jam seharinya bahkan kurang, mungkin terdengar seperti alasan klasik tapi aku selalu memikirkanmu, Hyunwoo dan calon anak kita di perutmu..aku yakin kau bisa menjaga mereka dengan baik jadi saat pembicaraan kita terakhir aku memintamu menjaga diri dan mereka..setiap aku ingin menhubungimu, pasien selalu muncul membuatku harus terus memantaunya semalaman penuh ” Jelas Kyungsoo panjang dengan nada penyesalan juga, ia benar-benar menyesal karena tak bisa menyempatkan waktu menelpon Yena. Ya, ini sebuah pelajaran untuknya.

Yena mengangguk dan mencoba tersenyum, walaupun ia masih kecewa tapi ia tidak mau egois lagi dalam hal ini. Ia akan bersikap dewasa “Kalau begitu berjanjilah kau akan menelponku, bertanya tentangku, dan anak-anakmu sesibuk apapun kau?”

“Ya, aku berjanji..jika aku mengingkarinya kau bisa memukulku”

“Bukan hanya memukulmu tapi aku akan mengadukanmu pada Ayah, Ibumu dan Sehun juga” Kata Yena kemudian kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan. Kyungsoo siap menerima itu, ia bersedia di marahi mertuanya, Ibunya tapi Sehun…kenapa pria itu juga?

.

Hyunwoo tengah tertidur di dalam kaarnya sejak siang tadi karena lelah bermain dengan teman-temannya, jadi Yena dan Kyungsoo bisa bersantai di ruangan tengah sambil menonton televisi, mereka juga berbincang segala hal membuat keduanya kembali seperti biasa. Yena yang tengah duduk di atas sofa tersenyum saat Kyungsoo berdiri dan menempelkan satu foto hasil USG nya tadi ke sebuah tempat yang ada di dinding sebelah televisi, di tempat itu juga banyak foto-foto dimana hasil USG Hyunwoo bahkan masih ada satu foto, dimana foto itu adalah hadiahnya untuk Kyungsoo saat hari kelulusan sekolah mereka.

“Kyungsoo-ya…”

“Hemm…apa?”

“Kapan terakhir kali aku bercerita tentang Ibuku?”

Kyungsoo yang sudah selesai menempelkan foto itu berbalik dan berjalan pada Yena, “Kurasa empat tahun lalu..aku tidak begitu mengingatnya, maaf. Memangnya mengapa?”

Yena menggeleng, ia menoleh pada Kyungsoo yang duduk di sampingnya dan kini dia tengah mengelus rambutnya “Setelah hari itu, aku tidak pernah bertemu dengan Ibuku lagi…setiap aku berjalan di jalanan itu, aku selalu berpikir ada kemungkinan aku bisa melihatnya tapi ternyata dia tidak ada. Aku tidak bisa menampiknya, jika aku tetap menyanyangi Ibuku dan mencintainya..aku khawatir dengannya tapi aku percaya..Ibuku orang yang kuat dan pintar jadi dia pasti baik-baik saja”

“Kau mau mencarinya?”

“Tidak. Aku yakin, suatu hari Omma akan menemuiku”

“Ya..aku mendukungmu saja” Katanya hangat dengan mengelus rambut Yena lagi sebelum berhenti “Oh ya…aku baru melihat e-mail dan Seungjun akan menikah?”

Yena membenarkan itu, Seungjun akan menikah di London dan mereka mendapatkan tiket untuk kesana tapi sepertinya mereka tidak mungkin kesana karena saat ini ia tengah hamil, walaupun ia sangat ingin menikmati musim panas di sana tapi ia harus merelakannya apalagi ia begitu sensitif di kehamilan kali ini.

“Kalau begitu, setelah dia lahir..ayo kita berlibur kesana, kurasa uang tabunganku masih cukup untuk berlibur selain untuk keperluan anak-anak kita dan kita juga bisa meminta bantuan Seungjun” Ucap Kyungsoo sambil mengelus perut Yena kali ini dengan lembut, ia melihat raut wajah Yena yang terlihat senang..dia mengangguk dan tersenyum lebar. Inilah rencananya, mereka tidak pernah berlibur dan karena ia sangat menginginkannya jadi ia sudah merencanakan liburan ini sejak lama.

Yena kemudian melihat kearah televisi,dimana saat itu tengah menampilkan sebuah acara musik. Matanya langsung berbinar lebih dari saat ia mendengar mereka akan liburan dan senyuman cantiknya itu tak berhenti, “Omo…Lihatlah, mereka sangat tampan dan lucu..” Kata Yena melihat sebuah idol grup yang tengah tampil.

Kyungsoo menghela naafasnya, Yena mulai lagi… “Lebih tampan lucu aku atau mereka?”

“Kau ini kenapa?”

“Jawab!”

“Tentu saja mereka dan Hyunwoo”

“Lalu aku apa?”

Yena akhirnya menoleh pada Kyungsoo yang mengerutkan wajahnya, “Kau lebih tampan, lebih lucu dan  lebih mempesona dari mereka..”

“Kau bohong?”

Yena menggeleng dan dengan cepat memberikan sebuah kecupan di bibir suaminya itu, ia menegaskan lagi jika ia tidak berbohong. Kyungsoo tak berhenti tersenyum melihat bagaimana Yena yang tiba-tiba menciumnya, ia terus menyentuh bibirnya dan tertawa seperti orang gila.

“Kau gila?” Tegur Yena karena tawa Kyungsoo yang menganggunya yang sedang menikmati melihat idol grup tersebut, tapi matanya tetap melihat kearah televisi dengan serius.

“Ya, aku memang gila karenamu, bersamamu aku gila..”

Kyungsoo kemudian menarik Yena dan memegangi kedua pipi yang sedikit berisi itu kemudian mencium bibir Yena dengan gemas. Yena melawannya tapi Kyungsoo kembali menciumnya “Saranghae Park Yena…”

“Aku juga…”

Kyungsoo kali ini memegang tengkuk Yena dan akan menciumnya lagi, Yena bahkan sudah menutup matanya namun…

“Appa….Omma…kalian berciuman di depanku?”

Keduanya langsung menoleh di mana Hyunwoo ada di depan pintu kamar sambil menutup matanya dengan kedua tangan kecilnya itu. Yena langsung terkekeh dan menghampiri Hyunwoo memberinya sebuah alasan yang bijak, sedangkan Kyungsoo menghela nafasnya dengan sedikit sebal juga karena Hyunwoo sering saja menganggunya bersama Yena saat tengah bersama, anak itu..benar-benar.. Tapi ia juga sangat menyanginya Hyunwoo, karena kehadiran Hyunwoo lah ia bisa hidup sebahagia ini di usia muda, ia bukan lagi orang yang dingin dan hanya mencintai buku-buku pelajaran..Ini semua karena anak dan istrinya, Park Yena..walaupun ia memang gila karena tingkah Yena tapi gila bersama wanita itu membuatnya senang dengan segala hal yang sudah mereka alami.

END

.

.

Selesai juga…setelah berbulan-bulan lamanya, karena aku lagi sibuk-sibuknya dengan urusan di kampus dan organisasi..ada juga beberapa masalah. Sudahlah.

Terima kasih yang sudah mau membaca dan menunggu selama ini dan  Terima kasih dengan admin disini yang mau mempublish FFku ini…

.

 

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] CRAZY WITH YOU (CHAPTER 11 END)

  1. sepertinya sequel perlu nih… haha
    lucu pas mereka namain calon anak nereka dgn nama2 idol. trus marga nya diganti “Do” kan absurb banget..
    #jeosseohamnida
    tp menurutku part itu paling lucu

  2. Huwaaa, finally… ending yang manis😍
    Seneng banget Kyungsoo dan yena bersama sperti ini. Dengan Hyunwoo juga….
    Uuuhh, pengen banget ada sequelnya, pas anak Yena yg kedua lahir /plak/ 😂….

    Semangat terus dalam menulis ya author..
    Ditnggu karya2 FF selanjutnya 😊
    Fighting

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s