[Chapter 1] Story of Our Family by Selviakim

adaa

Story of Our Family [Chapter 1]

selviakim storyline

Byun Baekhyun, Kim Taeyeon, Min Yoongi, Kim Taehyung, Kim Yerim, and Kim Sohyun.

Drama, family, school-life, hurt, sad, and life.

“We are family, right?”

General.

I own the plot.

Poster by deerkkamjong07 – IndoFanficArt

sorry for typo(s)

***

“Ayah akan mengantar kalian berempat ke sekolah hari ini” ucap seorang pria paruh baya yang merupakan seorang ayah dari empat orang para remaja yang sedang dihadapannya sekarang ini. Siapalagi kalau bukan Byun Baekhyun. “Ingatlah dirimu, Yoongi. Kau sudah berada di tingkat akhir SMA tahun ini dan akan segera masuk kuliah. Tapi, kau malah mewarnai rambutmu menjadi warna hijau. Ckck” ucap Baekhyun kemudian sambil berdecak. Yoongi yang mendengar ayahnya berkata seperti itu hanya cuek. “Kalian berdua juga” lanjut Baekhyun sambil menunjuk ke arah anak kembar nya. Taehyung dan Yeri. “Taehyung tidak membuat kesalahan, Appa” kata Taehyung sambil menatap ayahnya dengan kesal. Begitupula dengan Yeri. “Kalian sudah berada di tingkat dua. Pasti kalian akan berbuat yang aneh-aneh. Sebelum hal itu terjadi, ayah mengingatkan kalian.” Baekhyun mengatakannya sambil menunjuk-nunjuk Taehyung dan Yeri. “Serta kau, Sohyun” lanjut Baekhyun sambil memindahkan jari telunjuknya menghadap ke arah Sohyun. “Aku?” Tanya Sohyun sambil menunjuk dirinya sendiri. “Kau sudah kelas satu SMA di usia muda. Berperilaku yang baik terhadap yang lebih tua di kelas mu.” Sohyun yang mendengar ucapan Baekhyun pun hanya mengangguk dengan malas.

Aigoo Baekhyun-ah. Apa kau tidak capek ngomong panjang lebar hari ini? Apakah kau tidak kasian kepada mereka yang baru masuk ajaran baru setelah libur panjang?”

Taeyeon datang berusaha menghentikan mulut Baekhyun berbicara. Jika seperti itu terus, maka anak-anak akan telat pergi ke sekolah. “Benar, Eomma. Padahal ini masih pagi” ucap Taehyung yang langsung mendapatkan tatapan mematikan dari mata ayahnya. Taehyung yang menyadari itu hanya terkekeh pelan.

“Sudahlah. Cepat kalian semua berangkat.”

***

“Aku akan mengantar Sohyun ke kelas barunya. Kamu dan Yoongi oppa duluan saja” ucap Yeri saat mereka sudah memasuki lapangan SMA mereka. “Baiklah. Arahkan Sohyun dengan baik” jawab Yoongi tanpa senyuman di wajahnya. “Siap, oppa!” Ucap Yeri sambil mengedipkan sebelah matanya lalu tertawa. “Sampai ketemu di kelas, Yeri. Semoga di kelas menyenangkan, Sohyun-ah” ucap Taehyung sambil berjalan bersama Yoongi meninggalkan adik perempuan mereka.

“Nah, ayo kita lihat kelas barumu.”

***

“Jangan memberitahu tentang usia mu. Takutnya, mereka akan berperilaku yang tidak pantas untukmu” ucap Yeri saat berdiri di depan kelas Sohyun. “Tenang saja, eonni. Semuanya akan baik-baik saja. Aku sudah terbiasa dengan kelas yang orang-orangnya lebih tua padaku” jawab  Sohyun dengan senyum di wajahnya untuk menyakinkan  Yeri. “Hmm, bersikaplah baik. Saat istirahat nanti, kami bertiga akan menjemputmu. Jadi jangan keluar dari kelas sebelum kami datang, arraseo?” Kata Yeri sambil menunjuk-nunjuk ke arah Sohyun. Sohyun pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Yeri yang mendapatkan respon seperti itu pun langsung meninggalkan Sohyun dan berjalan menuju kelasnya.

Sohyun pun duduk  di kursi paling belakang pojok kiri. Dekat jendela. Sohyun sangat suka duduk di sana. Menurutnya, melihat cuaca di luar sangat menyenangkan jika dia sudah mulai bosan.

Kring-kring.

Bel berbunyi. Menandakan para murid sudah harus masuk ke kelasnya. Sohyun pun merapikan barang-barang dan mejanya sampai guru pun masuk ke kelasnya.

***

“Mari kita semua mulai memperkenalkan diri masing-masing. Namaku Park Jinri. Kalian bisa panggil Park ssaem” ucap guru cantik tersebut sambil menulis namanya di papan tulis.

“Hey, namamu siapa?” Tanya seseorang kepada Sohyun. Sohyun menoleh ke arah kanannya dan melihat seorang laki-laki yang tengah tersenyum ke arah nya. “Namaku Byun Sohyun” ucap Sohyun sambil tersenyum kecil. “Aku Hyunwoo. Kang Hyun Woo.”

***

“Sepertinya kita satu sekolah dan satu kelas lagi, Byun Sohyun.”

Ucap seorang perempuan yang langsung datang ke meja Sohyun dan tersenyum mengejek.

“Senang bertemu denganmu lagi, Min Hyunra” balas Sohyun dengan tersenyum mengejek pula.

“Sebenarnya, aku sangat merindukan untuk melakukan bullying padamu” ucapnya tanpa takut. Memang saat ini jam istirahat dan di kelas hanya ada mereka berdua. Sohyun sebenarnya sudah tidak tahan dengan kelakuan Hyunra sekarang dan berharap agar kakak nya segera menjemputnya untuk pergi ke kantin. Karena dia tidak ingin Hyunra melakukan kekerasan kepadanya seperti di SMP dulu.

Sesuai dugaan, tangan Hyunra sudah mulai menarik rambut Sohyun sehingga membuat Sohyun berteriak kesakitan. “Kau seharusnya tidak usah sekolah di sini! Kau hanya akan menggeser peringkat ku nantinya” ucap Hyunra dengan tersenyum. Sohyun sudah berusaha melepaskan tangan Hyunra yang ada di rambutnya. Namun, usahanya tentu gagal karena Hyunra menariknya dengan kuat.

“Yak! Kau apakan dia?!”

Teriak seorang perempuan sambil menjauhkan Hyunra dari Sohyun. Itu Yeri. Dia baru saja melihat pemandangan yang tidak dia sukai dan itu membuatnya terkejut saat tiba di depan kelas adiknya. Langsung saja, dia mendorong tubuh Hyunra hingga ke samping.

“Sohyun, apa kau tidak apa-apa?” Tanya Yeri sambil menyetuh kepala Sohyun dan memandang Hyunra dengan tatapan tidak suka. “Aku tidak apa-apa. Ayo, ke kantin. Yoongi oppa dan Taehyung oppa pasti sedang menunggu kita berdua” ucap Sohyun sambil tersenyum ke arah kakaknya berusaha menyakinkannya. “Baiklah” kata Yeri langsung menarik Sohyun agar keluar dari kelas itu dan menatap ke arah Hyunra dengan tatapan tidak suka. Sedangkan yang ditatap, menatap balik dengan tatapan yang sama.

***

Kedua perempuan yang bersaudara itu tengah berjalan menuju kantin. Selama perjalanan, Yeri tidak berhenti bertanya apa masalah Sohyun dengan teman sekelasnya. Pasalnya, ini adalah hari pertama dia masuk SMA dan sudah diperlakukan kasar oleh teman sekelasnya. Tapi, Sohyun hanya diam saja dan tidak memperdulikan kakak perempuannya.

“Yeri-ah! Sohyun-ah! Di sini!”

Teriak Taehyung ketika melihat kedua adiknya sudah ada di kantin. Mereka berdua yang mendengar teriakan Taehyung langsung menuju ke tempat Taehyung dan Yoongi.

“Aku pesankan kalian Roti sama cokelat dingin karena tadi pagi kita sudah sarapan.”

Ucap Taehyung saat Yeri dan Sohyun sudah duduk di hadapannya dan Yoongi. Yoongi hanya makan dan mendengarkan percakapan mereka.

“Mengapa kalian sangat lama?” Tanya Yoongi ketika mereka sudah selesai makan dan hanya menunggu bel masuk berbunyi. Mendengar pertanyaan Yoongi, Yeri langsung bersuara untuk memberitahu kejadian di kelas Sohyun. “Oppa! Kau ha—“

“Kami berdua pergi ke toilet dulu.”

Sohyun langsung memotong ucapan kakaknya. Yeri langsung memandang Sohyun dengan bingung lalu hanya membuang nafasnya dengan kasar. “Ya, kami tadi ke toilet” ucap Yeri sambil melihat ke arah lain. Sebenarnya, itu tidak sepenuhnya bohong. Yeri ke toilet dulu sebelum ke kelasnya Sohyun. Karena itu dia telat menjemput Sohyun. Tapi, Yoongi dan Taehyung tentu saja tidak percaya melihat mereka berdua. Oh, ayolah. Mereka sudah saling mengenal satu sama lain. Apalagi, Yeri dan Sohyun sangat tidak bisa berbohong. Taehyung hanya melihat ke arah Yoongi. Yoongi pun hanya mengangkat bahunya. Mungkin, dia akan mencari tahu nanti. Dia dan Taehyung sangat menjaga adik perempuan mereka setelah apa yang terjadi pada Sohyun dua tahun yang lalu.

***

“Mengapa kau berbohong kepada mereka, Sohyun-ah?” Tanya Yeri tanpa melihat Sohyun dan hanya memankan poselnya ketika mereka berdua sudah berada di kamar mereka. Mereka berdua satu kamar. Baekhyun dan Taeyeon tidak ingin dibuat pusing masalah kamar. Sehingga sejak kecil, Yeri dan Sohyun satu kamar sedangkan Yoongi dan Taehyung satu kamar. Alasannya, sederhana. Hanya agar mereka saling akur dan akrab.

Saat ini, Yeri tengah sibuk memainkan game yang ada di ponselnya dan merebahkan dirinya di kasur miliknya dan Sohyun. Sedangkan Sohyun baru saja mengganti bajunya. “Karena itu bukan masalah besar, eonni” ucap Sohyun yang langsung merebahkan dirinya di samping Yeri. Yeri langsung menghentikan aktivitasnya dan menghadap ke arah Sohyun. “Bagaimana mungkin itu bukan masalah besar, Sohyun-ah? Ini adalah hari pertama kau masuk SMA. Tapi, kau sudah mendapatkan perlakuan seperti itu” ucap Yeri dengan wajah kesalnya. Bagaimana tidak kesal? Dia melihat sendiri dengan matanya jika perempuan yang tidak dia ketahui namanya, menarik rambut adiknya dengan sangat kuat. Sehingga membuat Sohyun berteriak. Seandainya dia tidak datang saat itu, dia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada Sohyun. Mungkin dia akan memotong tubuh perempuan itu satu-satu.

“Itu urusanku, eonni. Dan itu tidak terlalu penting untuk diingat lagi. Jadi, kumohon jangan tanyakan hal itu lagi” ucap Sohyun sambil tersenyum berusaha menenangkan hati kakak perempuannya yang sedang khawatir terhadapnya. Yeri yang mendengar ucapan Sohyun, hanya mengacak rambut Sohyun dan tersenyum sehingga membuat rambut Sohyun acak-acakan. Dan berakhir, mereka saling bertengkar tapi juga saling tertawa keras.

***

Suasana di sekolah hari ini tetap sama seperti kemarin. Sohyun tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa. Begitu pula dengan kakak-kakaknya. Sohyun sudah mendapatkan teman barunya, Hyunwoo. Orang yang mengajaknya berkenalan kemarin. Saat ini, mereka berdua sedang di perpustakaan mengerjakan tugas dari Choi ssaem yang berhalangan hadir hari ini. Karena Sohyun tidak mengenal siapa pun kecuali Hyunwoo dan Hyunra, jadi Sohyun mengajak Hyunwoo mengerjakan tugas bersama. Sebenarnya, bukan Sohyun yang mengajak tapi Hyunwoo. Tentu saja, dia menerimanya. Tidak mungkin kan, dia mengerjakannya dengan Hyunra? Yang ada, tgas ini tidak akan selesai.

Kring kring.

“Bel sudah berbunyi. Ayo, kembali ke kelas. Eonni ku pasti sudah menjemputku” ucap Sohyun sambil tersenyum kecil ke arah Hyunwoo. “Baiklah” jawab Hyunwoo merapikan buku-bukunya. Begitu juga dengan Sohyun. Mereka berjalan bersama-sama. Tapi sebelum mereka keluar dari perpustakaan, Sohyun tidak sengaja menabrak seorang laki-laki. Sehingga mereka berdua terjatuh. Hyunwoo yang terkejut langsung menolong Sohyun.

“Maafkan aku, sunbae” Sohyun langsung membungkukan badannya sedikit dan meminta maaf ketika sadar jika orang yang ditabraknya adalah siswa tingkat dua yang merupakan kakak kelasnya. Orang yang ditabraknya hanya terkejut. Karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Kau Sohyun?! Byun Sohyun?!”

Ucapnya yang langsung membuat Sohyun melihat ke wajahnya dan terkejut.

Pertemuan yang tidak ingin Sohyun alami.

-tbc.

Author’s note:
Chapter 2 akan diposting minggu ini. Besok atau lusa? hehe.
Sangat mengharapkan komentar 🙂
-03July2017.

selviakim.

Iklan

12 pemikiran pada “[Chapter 1] Story of Our Family by Selviakim

  1. Ping balik: [Chapter 2] Story of Our Family by Selviakim | EXO FanFiction Indonesia

  2. chapter 2 ny secepatnyaaa thoorr, jangan lama-lama … udah gk sabar pengen tau apa yg di alamin sohyun selanjutnya dan 2 tahun lalu 😀

  3. Siapa laki -laki yang ditabrak sohyun ? Dan apa maksudnya pertemuan yang tidak ingin sohyun alami ? Sohyun banyak banget rahasianya.

  4. Yaah kau menggantungkan endingnyaa thor. Itu yg dtbrak sohyun sypaaa??? Aaaa!!!! Jgn lama2 ya jgn pke lusa thor bsok aja besok update next chapternyaa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s