TOY – [04] Sleep – Shaekiran

toycoverr

TOY

A Fanfiction By Shaekiran

Chanyeol x Irene

romance | hurt | campus life

Chaptered | PG-17

Disclaimer

standard disclaimer applied. Don’t copy  or plagiarism without permisson. Happy reading.

.

Previous Chapter

Prolog |Chapter 1 |Chapter 2 | Chapter 3 | [NOW] Chapter 4

.

[PLAY]

—CHAPTER 04—

Suasana hiruk pikuk kota Seoul yang tidak pernah mati aktifitas menyambut pagi Chanyeol seperti biasanya. Lelaki berumur 21 tahun dan berada di semester terakhir kuliahnya di Universitas Seoul itu lantas menuruni lantai 2 rumahnya dengan semangat.

“Chanyeol, kamu sudah mau berangkat, nak? Tumben.” Chanyeol dengan segera melirik jam tangannya. Pukul 6 pagi. Senyum lelaki bermarga Park itu langsung mengembang dan dengan kecepatan kilat ia menghampiri sang ibu, lalu mengecup singkat pipi wanita yang sudah mengandungnya selama 9 bulan itu.

“Mama yang tumben bangun sepagi ini,” kelakar Chanyeol lalu segera duduk di meja makan, menghindar dari amukan sang ibu.

“Kamu ya, mulai berani sama eomma. Udah, sekarang kamu makan roti di atas meja. Eomma belum sempat masak karena kamu pergi sepagi ini. Kalau eomma tau eomma pasti bangun lebih cepat.”

Chanyeol tertawa kecil sembari menyomot selembar roti tawar di atas meja seperti perintah ibunya, lalu dengan cepat mendekati sang ibu yang tengah sibuk mencuci piring di wastafel.

Eomma jangan repot-repot, Chanyeol udah besar kok. Udah, eomma istirahat aja. Nanti Chanyeol sarapan di kampus. Ini ada kuliah pagi jadi perginya ya pagi juga eomma, hehe…” kekeh Chanyeol sambil mencubit gemas pipi ibunya hingga wanita berumur hampir 50 tahun itu segera menghentikan aksinya menyuci piring. Sedetik kemudian karena sudah mendapat cubitan kecil di pinggang, Chanyeol segera melepas pipi ibunya sambil mengaduh kesakitan.

“Kamu ya, kok pipi ibu sendiri diuyel-uyel kayak gitu.” Chanyeol tidak menjawab ibunya lagi, dia hanya sibuk memasukkan roti tawarnya ke dalam mulut dan mulai mengunyah roti itu cepat-cepat karena takut terlambat. Sederhana. Ibunya tidak akan mengijinkan Chanyeol pergi jika belum memakan sesuatu dari atas meja makan.

“Makanya, kalau udah besar itu cari pacar, biar ada yang pipinya bisa diuyel-uyel. Eomma jadi takut kamu ini nggak normal karena kerjanya belajar terus, nggak pernah gitu ajak gadis main ke rumah terus dikenalin sama eomma.”

“Uhuk.”

Chanyeol tersedak sehingga sang ibu tiba-tiba panik dan segera mengambil segelas air putih untuk Chanyeol. “Kan, ini nih yang eomma nggak suka. Kapan sih kamu cari pacar kayak teman-teman kamu yang lain, nak?”

Chanyeol tersenyum sangat tipis untuk sang ibu setelah selesai menanggalkan satu gelas penuh air putih dengan sangat cepat. Tidak niat berbohong, tapi tidak berniat jujur juga.

“Nanti deh ya eomma pacar-pacarannya, Chanyeol mau berangkat dulu. Bye eomma.

Sebelum ibunya berbicara lebih jauh, Chanyeol segera tancap gas lari terbirit-birit dari dalam rumah. Bisa rumit urusannya kalau menemani sang ibu berbicara mengenai ‘pacar’

“Chanyeol punya pacar kok eomma, tapi sayangnya pipi dia gak bisa diuyel-uyel. Bisanya bibirnya dilumat gitu. Lagian Chanyeol nggak yakin Irene mau diajak datang ke rumah buat dikenalin ke eomma-nya pacar ke-6 dia.”

 

💋💋💋

 

Eughhhh.

Irene meregangkan tubuhnya dengan malas-malasan. Dia menguap lebar sambil bangkit dari tempat tidur dan duduk di atas ranjang berukuran king size itu. Irene mengerjapkan matanya, memeriksa apa dia salah lihat atau tidak. Nyatanya dia tidak salah lihat. Ini memang bukan di dalam kamarnya.

Gadis bermarga Bae itu lantas menoleh ke samping kirinya, lalu menemukan Mino yang masih tidur pulas dengan bertelanjang dada. Irene mengerjap, merasakan pusing yang menjalar di kepalanya. “Oh iya, Mino,” gumam Irene sambil memukul keningnya sendiri. Bagaimana bisa dia lupa kalau kemarin dia menghabiskan malam yang panjang bersama kekasih pertamanya itu? Dan Irene sangat yakin kalau sekarang dia berada di apartemen Mino setelah kemarin mabuk berat di kelab malam.

Tidak ambil pusing dengan keadaanya, Irene lantas bangkit berdiri, hendak menuju dapur Mino dan mendapatkan segelas air putih karena lehernya benar-benar tercekat, efek menenggak berbotol-botol vodka kemarin malam dengan gila-gilaan.

“Aduh,” ringis Irene karena jatuh tersungkur ke lantai. Gadis itu memegangi lututnya yang sedikit lecet dan berusaha memfokuskan matanya yang berkunang-kunang. Lalu setelah sadar Irene mengumpat sendiri di dalam hati karena ternyata dia tersandung high heels-nya sendiri.

“Irene…”

Irene mengerjap, merasakan panggilan atas dirinya dari suara serak khas bangun tidur itu. Irene lantas mendongak, lalu netranya langsung bersitatap dengan Mino yang ternyata sudah bangun—atau setengah bangun—dan sedang tersenyum manis kepadanya.

“Kamu mau kemana?” tanya suara serak itu lagi, dan Irene hanya menggeleng dengan cepat. Tiba-tiba rasa hausnya hilang entah kemana. “Nggak kemana-mana kok baby, aku cuma jatuh tadi,” jawab Irene sambil balas tersenyum. Dan tanpa diduga, Mino bangkit dari posisi tidurnya.

Tubuh tegap Mino nampak turun dari atas kasur, memutari tempat tidur king size itu lalu berjongkok di depan Irene yang masih memegangi lututnya. Tubuh Mino yang hanya menggunakan jeans hitam sementara bagian atasnya topless itu nampak dengan santai menggendong Irene yang hanya menggunakan kemeja kebesaran miliknya dengan gaya bridal.

Irene tidak melawan, dia hanya menyenderkan kepalanya di dada bidang Mino hingga akhirnya lelaki yang sebenarnya lebih muda darinya itu meletakkan Irene dengan hati-hati di atas tempat tidurnya.

“Makasih sayang,” ucap Irene sambil tersenyum manis, sementara Mino kini dengan wajah mengantuknya menunduk ke arah wajah cantik Irene, lalu tanpa aba-aba dia melumat bibir gadis itu. Oh, Irene jelas santai saja. Bahkan sekarang gadis itu mulai membalas lumatan Mino dengan sangat ahli. Toh, Mino hanya meminta jatah morning kiss kan? Hanya saja morning kiss mereka sedikit lebih panas.

 

💋💋💋

 

Chanyeol sampai di depan rumah Irene pukul 7 kurang 15 menit. Dia sudah menghubungi Irene berkali-kali tadi agar keluar dari dalam rumah karena dia sudah menunggunya sejak tadi, pun kuliah akan dilaksanakan beberapa menit lagi—tepatnya pukul setengah delapan pagi. Ayolah, Chanyeol hanya takut mereka berdua akan terlambat karena biasanya pagi hari itu rawan kemacetan ibukota.

Pria jangkung itu pun menghela nafasnya pelan setelah tidak mendapat respon berkali-kali. Satu pikirannya mulai melayang, menimbang-nimbang antara dua kemungkinan. Irene belum bangun tidur atau Irene tidak ada di rumah?

 

To Lovely Irene :Irene, kau dimana? Sudah hampir pukul 7. Aku sudah menunggumu di depan rumah. Keluarlah. Jangan bilang kalau kau belum bangun?

 

💋💋💋

 

“Mino, pelan-pelan. Aduh jangan disitu, geli…” ucap Irene karena sekarang Mino mendusel-dusel ke arah lehernya, lalu mengecup-ngecup kecil leher Irene hingga membuat gadis itu sedikit merasala geli.

“Aduh sayang, kalau kamu ngantuk ya udah lanjut tidur aja. Nanti kalau kamu udah bangun baru kita lanjut lagi, hm?” saran Irene karena merasa Mino tidak terlalu bersemangat pagi ini. Wajar saja. Kemarin mereka pulang pukul 3 pagi dan sekarang belum genap pukul 7. Mino pastilah sangat mengantuk.

“Udah, aku juga mau tidur lagi. Jangan ganggu, ih,” kata Irene gemas sambil mendorong Mino agar tidur di tempatnya. Setengah menurut, Mino lantas tidur, tapi namanya juga laki-laki, Mino tetap saja mengambil kesempatan dalam kesempitan. Lengan kekar Mino nampak memeluk Irene dari samping, lalu ia mendaratkan kepalanya di sebelah leher Irene.

“Tidurnya pelukan ya, sayang?” dan belum sempat Irene menjawab, dengkur halus Mino sudah terdengar di penjuru ruangan itu.

Irene hanya tertawa-tawa kecil melihat sikap Mino yang sedikit menggemaskan ketika setengah mengantuk seperti ini. “Iya,” gumamnya menjawab pertanyaan Mino, lalu mengelus-elus surai gelap Mino dengan pelan.

Ting!

Saat Irene asyik menatap wajah Mino yang tertidur dengan sangat damai, suara denting ponselnya membuat Irene terkaget-kaget. Siapa pula yang menghubunginya sepagi ini? Pacar-pacara Irene seharusnya tau kalau gadis itu baru bisa dihubungi setelah pukul delapan pagi.

Jadi dengan gerak malas dan perlahan—agar Mino tidak terbangun—Irene mengambil ponselnya di atas nakas, lalu dengan gerak cepat dia memunggungi Mino dan membuka satu pop up pesan masuk itu dengan penasaran.

 

From Pacar 6 : Irene, kau dimana? Sudah hampir pukul 7. Aku sudah menunggumu di depan rumah. Keluarlah. Jangan bilang kalau kau belum bangun?

 

Irene terkekeh pelan. Dia menimang-nimang kenapa Chanyeol sempat-sempatnya menjemputnya? Seingatnya—oh astaga, Irene baru ingat kalau kemarin Chanyeol mengatakan akan menjemputnya untuk kuliah pagi Proffesor Jung!

Hei, tapi kenapa Irene takut? Toh kuliah dari proffesor bermarga Jung itu tidaklah terlalu penting bagi Irene karena bukan mata kuliah wajib. Jadi Irene dengan senyum miring segera berniat meletakkan ponselnya kembali ke atas nakas dan tidur dengan Mino—tidak ada niatan sama sekali membalas pesan Chanyeol yang terlalu pagi itu.

Ya, awalnya, sebelum ponsel Irene bergetar dan menunjukkan satu nama di layar ponselnya. Pacar 6 is calling.

 

 

To Be Continued

Iklan

11 pemikiran pada “TOY – [04] Sleep – Shaekiran

  1. Ping balik: TOY – [05] Him – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  2. Wkwk kog gemes yaa bayangin Mino yg bru bngun tidur trus ngedusel” gtu XD
    duuhh maap bang Ceye, chap ini sepenuhnya buat bayangin Mino dlu yes XD
    dtnggu next chap nya XD fighting!!! :*

  3. Bad irene.. bad girl akut garis keras bnget ya irene. Ktmu ama chanyeol yg 10 betul. Okeh pnsran kya gmn end nya.
    Dtggu next chap thor

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s