I’m (not) Perfect – PROLOG (b) – Shaekiran

I'm (not) Perfect - poster

I’m (not) Perfect

A Fanfiction By Shaekiran

 

Main Cast(s)

Byun BaekhyunPark Chanyeol, & Oh Sehun ft. Son Seungwan

Genre(s)

romance | family |bromance | hurt/comfort |friendship | angst | AU | worklife

Length Chaptered | Rating PG-15

Disclaimer

Standard disclaimer applied. Don’t copy or plagiarism without permisson. Happy reading~

.

previous chapter :

 Intro|Prolog (a)

.

Poster by ByunHyunji @ Poster Channel

.

PROLOG (b)

“Aku akan pergi ke Seoul! Aku akan belajar dengan giat dan masuk universitas hebat dengan beasiswa!”

Teriakan itu milik Son Seungwan, seorang gadis berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku kelas 2 SMA yang berkata dengan yakin dan percaya kepada ibunya yang terbaring lemah di atas ranjang, memberikan pengharapan baru pada sang ibu yang sakit-sakitan.

Eomma tenang saja, Seungwan akan belajar sangat keras dan menjadi orang hebat dengan cepat di Seoul. Seungwan nanti akan segera menjemput eomma dan Jaemin. Kita akan hidup enak di Seoul dan jauh dari hutang.”

Ya, Seungwan tidak asal bicara. Gadis itu bekerja dengan sangat keras. Ia menghampiskan hampir separuh waktunya untuk membaca buku dan belajar, sedang separuhnya lagi ia habiskan untuk bekerja paruh waktu atau membantu ibunya bekerja di pesisir pantai. Seungwan terbiasa menyelam untuk menangkap kerang atau pun membantu usaha budidaya rumput laut. Ya, Seungwan melakukan semuanya demi keluarga kecil itu agar tidak kekurangan, agar keluarga kecilnya itu bisa makan layak 3 kali sehari.

“Aku akan mendaftar di jurusan arsitektur di Universitas Seoul eomma. Eomma tau tidak, sekarang banyak arsitek yang sukses dan mempunyai banyak uang.”

Nyonya Son hanya tersenyum melihat ambisi putrinya. Wanita berumur pertengahan 40 tahunan itu hanya mengangguk dan setuju dengan semua keputusan sang putri. Dan seperti pepatah, usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.

Eomma aku diterima di Universitas Seoul! Eomma, putrimu akan segera menjadi arsitek sukses!”

Kabar diterimanya seorang gadis desa lewat jalur beasiswa di salah satu universitas kenamaan Korea Selatan tentunya menjadi kebanggaan kampung lingkungan tempat tinggal Seungwan. Banyak orangtua yang mengucapkan selamat pada gadis ramah nan baik hati itu, bahkan tak jarang mereka meminta bantuan Seungwan untuk memotivasi putra-putri mereka agar rajin belajar.

Dan melihat bagaimana ibunya begitu bangga membicarakan dirinya sebegai putri pintar yang sangat berbakti, Seungwan tentu saja tidak mau mengecewakan sang ibu.

“Jaemin-ah, kakak akan Seoul untuk kuliah. Ingat, kau harus menjadi anak yang baik di Gyeongju dan selalu rajin belajar, arraseo? Kau harus menjaga eomma agar baik-baik saja di sini di saat noona tidak ada.” Seungwan memeluk adik laki-lakinya yang masih duduk di bangku akhir Sekolah Dasar itu dengan sayang. Sebenarnya berat bagi Seungwan untuk meninggalkan ibu dan adiknya di Gyeongju dan merantau sendirian di Seoul. Tapi Seungwan berpegang teguh pada cita-citanya. Ia akan rajin belajar dan menjadi sukses secepat mungkin.

Eomma, jangan terlalu bekerja keras hingga kelelahan. Jangan sampai jatuh sakit dan jangan lupa minum obat. Tidak usah memikirkan nasibku di Seoul. Seungwan akan baik-baik saja, arraseo? Eomma dan Jaemin harus hidup bahagia di Gyeongju.”

Seungwan menitikkan air matanya saat sang ibu memeluknya dengan sayang, namun gadis itu cepat-cepat menghapusnya sebelum sang ibu sadar putrinya baru saja menangis. Bagaimana pun juga dia harus terlihat sebagai gadis yang kuat.

“Baik-baiklah di Seoul nak, maaf eomma tidak bisa membantu banyak dan bahkan eomma tidak bisa menemanimu pergi ke Seoul.”

Seungwan mengangguk sambil menepuk-nepuk punggung ibunya yang bergetar. Ibunya diam-diam menangis, dan Seungwan tau itu. Berat untuk melangkahkan kakinya pergi dari Gyeongju, tapi Seungwan sadar ia harus pergi agar nasib keluarganya semakin baik.

“Aku berangkat eomma, Jaemin-ah.”

Seungwan melambaikan tangannya dari atas kapal pengangkut ikan yang kebetulan memiliki rute menuju Seoul untuk memasok hasil tangkapan laut mereka di ibukota. Sambil memandang tubuh ibu dan adiknya yang makin mengecil karena kapal ikan yang ditumpanginya makin bergerak menjauh ke tengah lautan, Seungwan memantapkan hati. Aku akan menjadi orang sukses dan kaya raya!

 

 

[ to be continue ]

 

7948777154224ab7c286240ccd4357e80298c0ea_hq.gif

Iklan

4 pemikiran pada “I’m (not) Perfect – PROLOG (b) – Shaekiran

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s