[Vignette] Kilometer 0 – HyeKim

| Kilometer 0 |

©2017 HyeKim’s Fanfiction Story

Do Kyungsoo  x OC`s Jane Han/Han Jaein as the main cast

Story with Romance  rated by G  type in Vignette

’Katanya, bila kita menginjakan tungkai di kilometer 0 di Paris, ada kemungkinan kita bisa kembali ke sana. Oleh sebab itu lah, alasan Jane di sini, menanti sosok pemuda yang dahulu menginjak kilometer 0 bersamanya `

standart disclaimer applied, copy-paste without permission and plagiat are prohibited


Dedicated to Gxchoxpie’s birthday ❤


HAPPY READING

║█║♫║█║♪ ║█║♫ ║█║ ║█║

Penjabaran untuk Paris ialah kota mode. O, atau mungkin bisa dikata pula kota cinta. Tak menutup kemungkinan banyak orang ingin menginjakan kaki serta menghirup udara Paris. Walau realitanya, kota Paris sama halnya dengan ibu kota kebanyakan—padat dan semeraut.

Akan tetapi, sebab adanya objek bernamakan Eiffel Tower, manusia dari penjuru dunia berbondong-bondong tuk mengunjungi ibu kota Perancis tersebut. Ayolah, banyak yang ingin mengunjungi Eiffel dan menaikinya. Atau mungkin bersama orang—ekhem—spesial, memesan restoran mahal di atas menara Eiffel untuk merealisasikan makan romantis berdua.

Juga, tak lupa mengunjungi Sungai Seine dan membeli gembok untuk kemudian digantungkan di jembatannya  dengan torehan aksara berisikan nama bersama Sang Kekasih, kadang jua dilengkapi bait-bait nan mendesirkan dada.

Namun dari semua objek, Han Jaein—atau yang karap disapa Jane Han, lebih menyukai objek wisata kilometer 0, yang berlokasi di taman yang menghadap pintu masuk Katerdal Norte Dame. Memang, bukan hanya Perancis saja yang memiliki kilometer 0. Misalnya seperti, Spanyol, Rusia, China, serta negara lainnya pun memiliki kilomer 0 atau yang senantiasa dilafal sebagai kilometer zero.

Jane mengitari taman Katerdal Norte Dame. Burung-burung merpati bertebrangan selayak tak berbelit beban apapun, pun di sekitaran pagar yang berjejer masih ada pula gembok-gembok cinta yang digantungkan segelintir pasang kekasih. Tungkai Jane berhenti mengurai derap langkah, netranya menyisir sekitar, mengagumi indahnya katerdal yang berposisi tepat di belakangnya.

Dahulu, dirinya pernah mengunjungi tempat ini. Tepat tiga tahun silam. Jane menggandeng seorang pemuda yang berstatus kekasihnya saat ke mari tiga tahun lalu. Masih jua labirin otaknya mengingat rinchi, dulu dengan senyum riangnya, Jane bersama Kyungsoo—kekasihnya, mengitari selak-beluk Paris. Tak luput pula kilometer 0, keduanya jelajahi.

Kala itu, dua insan nan dimabuk asmara itu menginjakan tungkai di atas kilometer 0. Sembari menjepretkan momen dalam bentuk foto, pun kuluman kurva keduanya terkembang sempurna dengan saling merangkul.

“Katanya, kita bisa kembali lagi ke Paris jika menginjak kilometer 0. Mari kita ke Paris bersama-sama lagi!”

Sajak kata Kyungsoo bergendang dikepalanya kembali secara refleks. Mau tak mau, ranum Si Dara Han tertarik membingkai sebuah keringisan. Mencoba tak menghiraukan memorinya, Jane menderap langkah kembali dan sekon ini berada tepat di depan kilometer 0. Terdapat sepasang kekasih dengan rambut blonde tengah berpelukan mesra di atas kilometer 0, keduanya mengabdikan foto dalam kamera ponsel.

Diam-diam, gadis bernama Jane Han ini menaruh atensi kepada keduanya. Seakan melihat figur lain yang sedang berfoto di kilometer 0 tersebut.

“Excuse me,” vokal seorang perempuan menyebabkan Jane tersentak dan mengerjapkan matanya menatap oknum perempuan yang bervokal barusan. Si Perempuan menyungging senyum sembari menyodorkan ponsel, “Can you take a picture of us?”

Dengan tampang dungunya lantaran kaget, Jane mencetus angguk dan menerima ponsel yang tersodorkan. “Of course, yes,”

Waktu berikut, Jane pun membidikan kamera pada pasangan yang sebenarnya ia perhatikan sejak tadi. Keduanya berdiri bersebalahan saling rangkul dengan latar belakang Katerdal Norte Dame.

One, two, there. Cheese!”

Diiringi kilatan flash kamera, kembali lagilah otak Jane terhantar pada satu sosok  yang dulu juga berfoto dengannya menggunakan background Norte Dome, Do Kyungsoo—mantan kekasihnya.

║█║♫║█║♪ ║█║♫ ║█║ ║█║

Senja mulai menyinsing, keoranyean kian nampak. Meski waktu mulai sore, masih ada saja yang mengunjungi Norte Dame guna menginjak tungkai di atas kilometer 0. Di lain sisi, Jane Han menyibukan diri dengan memberikan makan merpati yang bersinggah di Norte Dame. Lantas tatkala persediaan memberi makannya habis, Jane membuangnya ke tempat sampah serta menghirup oksigen lekas membuang karbondioksida melalui mulut sekon depannya.

Kepala gadis bernama lengkap Jane Han ini berbanting stir ke arah kilometer 0. Lekatan obsidiannya tersirat dalam. Katanya, bila kita menginjakan tungkai di kilometer 0 di Paris, ada kemungkinan kita bisa  kembali ke sana. Oleh sebab itu lah, alasan Jane di sini, menanti sosok pemuda yang dahulu menginjak kilometer 0 bersamanya.

Agaknya konyol, bukan? Jikalau dengan mirisnya, Jane menanti Kyungsoo sebab memercayai takhayul seperti itu. Hubungan mereka memang kandas, namun cinta masih terbelengungi—setidaknya dalam diri Jane, hingga detik ini. Keduanya memutuskan hubungan lantaran alasan klise; Jane yang memilih kuliah kembali di tanah lahirnya, London. Sementara Kyungsoo tak sanggup menjalani hubungan jarak jauh. Frasa putus dengan ringan tercuap dari bibir Sang Pria.

Kekeh miris Jane berkumandang mengingatnya. Setelahnya ia menghela napas dengan gelengan. “Ya Tuhan. Sebenarnya apa yang kulakukan di sini, sih?” rutuk Jane seraya menundukan kepala.

Merasa asanya berujung pada kesia-siaan, Jane pun menggeret langkah pergi meninggalkan Norte Dame. Sehabis dari sini, Jane akan kembali ke hotelnya, mengepak barang untuk kembali ke London dikarenakan libur musim panasnya akan segera mencapai finish.

Sebab oleh kepalanya nan menunduk, maniknya tak menyisir jalan dengan saksama serta berakhir membuat Jane menabrak seorang pria yang berjalan berlawanan dengannya. Segera, Jane membungkuk sekilas.

Sorry,” lafal Jane sekenanya tanpa menilik korban tabraknya. Kala tubuhnya sudah terseret untuk pergi kembali, vokal pria menyusup kegendangnya.

“Han Jaein!”

Secara spontan, tubuh yang dipanggil Han Jaein tersebut menegak dengan jantung yang mendadak berdentum kesetanan. Vokal ini… Jane ingat betul khas siapakah vokal tersebut, dirinya merasa familiar. Dengan kegugupan menyelimut, perlahan, Jane memutar tubuh dan lantas dwimaniknya disambut sosok yang tengah menyematkan senyum menawan yang brengseknya membuat Jane terpana. Sosok yang nyatanya ditabrak Jane sekon lalu.

Serasa mimpi, Jane mengusap-usap matanya, persetan dengan tampang bodoh juga melongonya, Jane bersua, “Do Kyungsoo?” Kyungsoo sendiri hanya tersenyum makin lebar. “Kenapa, kau ada di si—“

“—Ternyata kau juga ke sini, di hari di mana kita ke Paris tiga tahun lalu,” ayat aksara Jane main dipenggal begitu saja oleh Kyungsoo.

Bibir dara tersebut segera bungkam mendengarnya. Memang akurat seratus persen lah bahwa Jane ke mari lantaran merindu dan akhirnya kembali ke Paris di tanggal yang sama dengan liburannya bersama Kyungsoo ke Paris tiga tahun lalu.

Tangan Jane teriring menggaruk tengkuk, matanya tak berani melayang jatuh kepada Kyungsoo langsung, kepala gadis ini pun menunduk. “Ya, anggap saja begitu,”

Tak diketahui oleh Jane, kuluman ranum Kyungsoo kian mengembang. “Pasti kau juga menungguku, ‘kan?” menyebabkan kepala Jane terangkat dengan mata membelalak.

Sungguh Do Kyungsoo kelewat percaya diri. Untung saja kepercayaan dirinya akurat, jikalau tidak, Jane akan jengah mendengarnya. Kegemingan menerjang, dua insan ini seakan tak mengidahkan ramainya suasana sekitar. Ditengah geming yang terus terjalin, akhirnya lidah Kyungsoo bercakap lagi.

“Kilometer 0,” membuat fokus Jane terengut ke arahnya dengan alis berjungkit. “Karena kilometer itu kita berjumpa lagi, Jaein-ah,” sambung Si Pemuda Do dengan menyelipi senyumnya.

Alis Jane bertaut dengan dahi berkedut, “Mak—sud—mu, a—“

Bibir Jane otomatis mengatup ketika Kyungsoo menggeser tubuh tuk membabat spasi antara keduanya hingga tersisa beberapa jengkal, Si Pemuda pun menempelkan jari telunjuk ke ranum Jane—hal mutlak yang mentitahkan seorang Han Jaein bungkam. Kebingungan makin menyelimuti gadis bernama lengkap Han Jaein ini, binar matanya melihatkan keheranan pada wajah Kyungsoo yang keparatnya berjarak begitu dekat dengan wajahnya sekarang.

Adrenalin Jane makin memuncak saat Kyungsoo memotong habis spasi antaranya kembali dengan menaruh kepala di samping kuping kanannya lantas desisan hebat terjadi pada diri Jane kala Kyungsoo melafal kata—

“Aku pun ke mari karena ingin bertemu denganmu lagi, Jaein-ah. Katanya, bila menginjak kilometer 0, kita akan kembali lagi ke sana. Kita pernah menginjaknya bersama, jadi aku berharap berjumpa lagi denganmu mantan kekasih—oh atau mungkin kau bisa menjadi kekasihku lagi, bukan?”

—Fin—

HAPPY BIRTHDAY UNTUK KAK GECEE ❤ wish you all the best ya kak. Maafkan tiba-tiba ngasih fic receh di ultahmu ini >< semoga yang disemogakan menjadi terjadi ya! Dipanjangkan umurnya dan diberkahkan juga. Kuliahnya juga lancar.

Ini masih inget gak kak? Idenya pas itu pernah kita bahas di PC Line XD yang pas lagi ngomongin kilometer 0 ahahaha. Tapi apa lah daya diri ini jadi ngeabsurd gini ficnya huhuhuhu. Sekali lagi, selamat ulang tahun Kak Cee ❤ ❤

P.S : Ngetik ini jadi kangen Paris :’’’’

 

Iklan

9 pemikiran pada “[Vignette] Kilometer 0 – HyeKim

  1. Ping balik: 18 AND BLESSED! – ENCHEVÊTRÉ

  2. Plus, ini ffnya bkin ambyar yha maksudnya bkin baper because kyungie sounds so sweet here… Tambahan lg rindu sm rindu yg akhirnya terkabulkan(?) bs ktmuan lg thanks to KM 0 ahahahaa ❤❤❤ joha joha joha

  3. AAAAAA ELSAH AKU GA NYANGKA DIRIMU BKAL BKININ INI WAKAKAKA udh lama ga kambekin couple chubby ini hwhwhwhw iya2 aku pas baca keinget ini percakapan lawas kita but astaga dirimu msh inget ternyata…. Thanks bgt utk hadiah ultahnya hahaha ❤❤❤❤❤ GBU too ya cintaa

    • WKWKWKWK aku pas itu balik nanya ultah kak gece udh niat terselubung mau buatin ini XD XD kan ceritanya sama-sama karungin kyunggie jg buat kakak /plak/ ahah, jadi ceritanya ini suprise berhasil kan ya

      Soalnya OC kak cee pasangannya rata2 sama idol rookie yang sayangnya aku kudet dan lapakku rata2 exo jadilah kukambekin mereka, asyik dong aku kambekin kapel chubby ini >.<

      Iyap kak, pas itu kita chat kayak gini, karena kakak/aku gak ngerealisasiin jadilah aku buat XD XD

      Sama-samaaa 💕💕💕 sekali lagi HBD kak ~~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s