Job’s Goal : Finding Love [Chapter 8] -anneandreas

- JGFL COVER (2)

JOB’S GOAL : FINDING LOVE

.

a chaptered fiction with Romance feel in Family and Works life rated by T

staring by

EXO’s Byun Baekhyun, Kim Minseok, Kim Jongdae and Do Kyungsoo
INFINITE’s Lee Howon and Nam Woohyun
OC’s Do Kyungrin and Do Ahrin

.

Poster @ littlejungg
I own the plot
all cast except OC belong to their real life

.

⇓⇓ PREVIOUS CHAPTER ⇓⇓

Teaser – Chapter 1 [Kembali]  – Chapter 2 [Perkenalan] – Chapter 3 [Laporan Keuangan] – Chapter 4 [Pabrik Kebarakan (1)] – Chapter 5 [Pabrik Kebakaran (2)] – Chapter 6 [Audit Internal (1)] – Chapter 7 [Undangan Sosialisasi (1)]

.

-8-

UNDANGAN SOSIALISASI (2)

©anneandreas2k17

Arin menghela napas lelah ketika taxi yang ditumpanginya telah sampai di pekarangan gedung apartemen, setelah membayar ongkos sesuai yang tertera di argo, Arin membuka pintu taxi dan keluar dari sana. Ia baru hendak melangkah masuk ke dalam apartemen ketika ada sebuah suara tiba-tiba memanggil namanya.

“Arin!”

Sontak Arin memutar tubuhnya dan mencari sumber suara, dan matanya terbelalak kala melihat Baekhyun berdiri di samping mobilnya. Arin membeku, bahkan ia masih diam saja ketika Baekhyun sudah melangkah nyaris berlari ke arahnya, hingga laki-laki itu berhenti di hadapannya dengan napas yang tersengal-sengal. “izinkan aku bicara padamu.” katanya.

Arin masih mengerjap, entah karena terlalu lelah atau apa Arin perlu diberi waktu untuk memberikan respon atas kehadiran tiba-tiba sang mantan pacar di depan apartemen.

“Kumohon, hari ini saja.” lanjut Baekhyun lagi, masih mencoba mengatur napasnya.

Ketika Arin telah mendapatkan seluruh kesadarannya kembali, Arin pun ikut menyadari bahwa jantungnya sedang berkerja lebih cepat dari biasanya, menghasilkan bunyi detak yang lebih kencang dari biasanya. “Bicaralah.” jawab Arin akhirnya.

“Tidak di sini. Apakah kau sudah makan malam?” tanya Baekyun.

Arin berpikir sebentar kemudian ia menggeleng, “Belum.”

“Kalau begitu ayo kita makan malam. Bukan makan malam romantis, kalau kau tidak mau yang seperti itu. Hanya makan malam biasa saja.” tutur Baekhyun lagi, ia tak mau kehilangan kesempatannya kali ini.

Menurut, Arin melangkah mengikuti Baekhyun masuk ke dalam mobil, dan pasrah kemana laki-laki itu akan membawanya untuk makan malam.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Sejak awal, sejak mobil melaju meninggalkan apartemen, Reen terlihat bersemangat. Tidak ada niatan untuk tidur di kursi samping kemudi seperti yang dilakukannya saat pergi ke Busan bersama Howon beberapa waktu yang lalu. Reen terus melempar senyum, sesekali ia melayangkan tatapannya ke arah Minseok yang mengemudi sambil bersenandung ringan mengikuti irama musik dari radio yang ada di dalam mobil.

Reen dan Minseok sempat berhenti sebentar di tempat peristirahatan dan menghabiskan beberapa waktu di sana untuk makan malam. Setelahnya mereka melanjutkan perjalanan lagi sambil sesekali mengobrol singkat hingga tak terasa mobil Minseok telah berbelok masuk ke gerbang pabrik Busan.

Langit memang sudah gelap, namun samar-samar Reen masih bisa melihat bahwa gedung-gedung yang sebelumnya hitam terbakar kini telah di cat ulang, tidak sia-sia dirinya sampai berlembur-ria demi mengerjakan klaim asuransi beberapa waktu yang lalu.

Reen akhirnya membuka pintu mobil ketika Minseok telah menghentikan mobilnya di depan mess, dan ia tersenyum ramah begitu melihat Junmyeon yang sepertinya telah menunggu mereka.

“Reen-ssi, apa kabar?” sapa Junmyeon ramah sambil sedikit membungkukkan badannya.

Reen balas membungkuk  ringan sambil menjawab, “Aku baik-baik saja. Senang bertemu denganmu lagi, Junmyeon-ssi.”

“Apa kabar Junmyeon, lama tidak bertemu.” sapa Minseok yang baru keluar dari mobil, disambut senyum hangat dari pihak Junmyeon, “Wow, kepala IT kita yang sibuk! Akhirnya aku berkesempatan bertemu denganmu.” balas Junmyeon bercanda.

“Kalian sudah makan?” tanya Junmyeon lagi, seraya membantu Minseok membawa dua buah laptop yang dibawa Minseok dari Seoul.

“Sudah. Omong-omong apa tempat sosialisasi besok jauh dari sini?” tanya Minseok.

“Ah, tidak terlalu. Sekitar tiga puluh menit. Ayo kalian masuk, apa aplikasinya sudah diinstall?” tanya Junmyeon sambil berjalan masuk ke dalam mess, Reen dan Minseok mengikuti.

“Belum, tadi tidak sempat. Kita install sekarang saja, jadi besok sudah siap.” jawab Minseok.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Di sinilah Arin duduk sekarang, di sebuah resto di pinggir sungai Han, duduk berhadapan dengan laki-laki yang pernah menjadi kekasihnya. Arin berusaha semaksimal mungkin tidak canggung, yang ia rasa cukup sulit untuk dilakukannya, mengingat dirinya sendiri kini tengah asik bernostalgia dengan kenangan-kenangan lama yang sempat ia ukir bersama laki-laki di hadapannya ini.

“Apa kesibukanmu sekarang? Bekerja?” Baekhyun membuka percakapan sembari memasukkan sesendok patbingsu ke dalam mulutnya.

Arin mengangguk sambil ikut memasukkan sesendok patbingsu ke dalam mulutnya, “Ya, di rumah sakit. Kudengar kau adalah managernya Reen di kantor.”

Baekhyun tersenyum sambil mengangguk-angguk, “Aku yakin dia pasti sering memakiku di rumah, kan?”

Arin menatap sebentar ke arah Baekhyun lantas mengulas senyum tipis, “Julukanmu di apartemen kami adalah si anak CEO sialan.”

Baekhyun tertawa, kemudian ia balas menatap Arin lalu berkata, “Aku tidak menyangka bahwa ayah kita ternyata bersahabat.”

Arin ikut mengangguk kemudian ia tertawa sekilas, “Ternyata dunia ini sempit sekali, ya.”

Baekhyun baru hendak berbicara lagi ketika handphone Arin berdering tanda panggilan masuk, setelah memberi tanda singkat pada Baekhyun, Arin mengangkat telepon itu, “Hmm, Jongdae-ah. Kau sudah pulang? Ah, ya aku juga sudah kembali dari rumah sakit. Tidak, aku tidak sedang di apartemen, aku sedang ada di luar. Oke, selamat tidur Jongdae-ah.”

“Pacarmu?” Baekhyun pura-pura bertanya.

Arin mengangguk.

“Pacarmu tidak akan keberatan ‘kan jika kau saat ini berada bersamaku.” Baekhyun mengucap lagi sementara Arin hanya mengangkat bahunya.

“Bersosialisasi tidak salah, kan?” Kalimat Baekhyun penuh penekanan.

Arin menatap sesaat dan tersenyum ke arah Baekhyun, seharusnya bersosialisasi memang tidak salah.

.

.

.

Waktu berlalu dengan cepat, dua mangkuk patbingsu pun telah habis tak bersisa. Namun Baekhyun merasa enggan untuk pulang, ia masih ingin menghabiskan waktu bersama gadisnya, yang kini tengah dimiliki lelaki lain.

“Aku mau pulang.” ucap Arin akhirnya.

Baekhyun menatap Arin, seolah si gadis dapat hilang diterpa angin jika ia membuang tatapan. “Baiklah, aku antar. Tapi sebelumnya, berjanjilah kau mau bertemu denganku lagi.”

“Aku sedang berpacaran dengan Jongdae, Baek.” Arin mengucap hati-hati.

“Aku tau. Hanya berikan aku kesempatan untuk menemuimu. Aku tidak memintamu berselingkuh dari pacarmu atau apa. Aku hanya..”

“Baiklah, berteman cukup kan?” Arin memotong, tak tega juga ia mendengar ucapan nyaris putus asa dari pihak Baekhyun barusan.

Baekhyun mengangguk, senyuman terang-terangan mengembang di wajahnya.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Sudah hampir jam dua belas malam. Namun Minseok, Junmyeon, dan Reen masih berada di ruang tengah mess, menunggu proses download patch aplikasi e-faktur selesai.

“Sinyal di sini jelek sekali.” Komentar Minseok akhirnya.

“Biasanya tidak seperti ini. Mungkin sedang gangguan. Omong-omong aku lapar, aku ingin masak ramyeon. Apa kau mau hyung?” tawar Junmyeon, Minseok menganguk.

“Reen, apa kau..” Kalimat Junmyeon berhenti ketika ia melihat Reen yang duduk di lantai sudah terlelap, tangannya yang terlipat di atas meja ruang tengah menjadi bantal untuk kepalanya sendiri.

“Dia tidur.” kata Junmyeon.

“Biarkan saja, jangan dibangunkan.” Minseok menjawab tenang.

“Baiklah, aku ke dapur dulu.” jawab Junmyeon kemudian berlalu dari ruang tengah.

Beberapa menit dihabiskan Junmyeon untuk memasak ramyeon, ketika ia kembali ke ruang tengah dengan membawa dua mangkuk ramyeon, Junmyeon melihat Minseok yang baru saja keluar dari kamarnya sedang menyelimuti tubuh Reen dengan hati-hati, seolah gadis itu adalah istanapasir yang akanrobohjikaterkenasentuhan.

“Ini ramyeonmu, hyung.” panggil Junmyeon terlihat tenang.

“Kita makan di meja dapur saja, agar tidak mengganggu si putri tidur.” Minseok bangkit dari duduknya dan menghampiri Junmyeon sembari menyambut semangkuk ramyeon yang siap ia lahap.

Tidak terlalu lama sepeninggal Junmyeon dan Minseok, suara ting terdengar dari laptop, tanda file telah selesai didownload. Suara itu pula membangunkan Reen dari tidurnya, ia menggeliat pelan kemudian menyadari sebuah selimut hangat menutupi tubuhnya. Namun siapa yang menyelimutinya? Dan omong-omong kemana perginya Junmyeon dan Minseok? Sejenak Reen berdiam lalu mencium wangi ramyeon dari arah dapur yang kini diduga kuat sebagai jawaban atas menghilangnya Junmyeon dan Minseok dari ruang tengah mess.

Download-an sudah selesai, dan bagus sekali kalian berdua makan ramyeon tanpa diriku.”

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Malam dilanjutkan dengan Reen yang merecoki kedua lelaki yang sedang melahap ramyeon di dapur, mencuri beberapa seruput mie kenyal dari sana. Kemudian mereka bertiga kembali berkutat dengan dua buah laptop yang akan digunakan pagi hari nanti, mempelajari basic penggunaan e-faktur kemudian masing-masing masuk ke dalam kamarnya dan terlelap hingga pagi datang.

Matahari sudah bersinar terang, dan ketiga orang di dalam mess itu sudah bersiap ketika Howon sampai di sana. Setelah bertukar salam sebentar, mereka berempat masuk ke dalam mobil Howon lantas berangkat menuju gedung sosialisasi.

Sosialisasi berjalan sekitar empat jam dan cukup lancar. Reen menghela napas lega ketika acara penutupan sosialisasi telah selesai, akhirnya ia bisa pulang kembali ke Seoul.

“Reen, temani aku sebentar meminta update patchtambahan e-faktur ke panitia.” ucap Minseok.

“Oke.” Reen mengangguk singkat lantas bangun dari kursinya dan mengikuti Minseok, meninggalkan Howon dan Junmyeon yang masih duduk di kursi mereka masing-masing.

Ternyata kegiatan meminta file tambahan e-faktur itu menyita cukup waktu, pantas saja Minseok meminta ditemani. Reen berpikir bisa-bisa Minseok bosan jika ia hanya sendirian di sini.

“Hoy, Minseok.”

Atensi Reen ikut teralih ke sumber suara, meski bukan dirinya yang menjadi sasaran panggilan. Matanya menangkap seorang laki-laki tinggi, putih, dan tampan yang berjalan ke arah mereka dengan santai.

“Oh Sehun! Apa kabar?” sapa balik Minseok, tangannya mengulur dan segera dijabat oleh si lelaki yang empunya nama Oh Sehun itu.

“Kabar baik, tentu saja. Ternyata firasatku benar kalau kau akan mengikuti sosialisasi ini juga.”

Minseok tertawa, kemudian Sehun mulai mengalihkan atensinya ke arah Reen, lantas ia menaikkan sebelah alisnya dan ganti menatap Minseok, “Jadi, gadis yang ini? Tidak berniat mengenalkannya padaku?”

“Ah, ini Reen. Reen, kenalkan ini Sehun, teman karibku sewaktu kuliah.” perkenalan singkat dari Minseok itu membuat Reen membungkuk singkat lalu berjabat tangan dengan laki-laki Oh itu, “Dia memang suka membosankan kalau kencan, tapi dia laki-laki yang baik kok.”

Kalimat Sehun itu segera dipotong oleh pukulan ringan dari Minseok untuk Sehun, “Aku belum berkencan dengannya.” Sementara rona merah mulai menyebar di pipi Reen.

“Oh, jadi masih berusaha? Semangat bro.” ledek Sehun lagi, kali ini membuat rona merah itu juga menyebar di pipi Minseok.

Reen baru mulai menenangkan detak jantungnya dari perkataan sahabat karib Minseok yang sepertinya sangat terang-terangan itu ketika seorang laki-laki tiba-tiba menggenggam tangannya. Reen tersentak kaget, nyaris memekik kalau saja ia tak segera menyadari bahwa Howonlah yang melakukannya, “Ada brownies kesukaanmu di sana, ayo makan sebelum kehabisan.”

Sebuah tawaran aneh yang jelas-jelas terlihat kekanakan, sebelum Reen menyahut lagi-lagi Howon mengucap, “Karena kau sudah ada yang menemani, Reen akan bersamaku sebentar.” lalu ia menunduk singkat ke arah Sehun dan menarik Reen menjauh dari kedua laki-laki yang masih mematung itu.

“Oh, rupanya kau mempunyai rival. Semangat bro.” komentar Sehun lantas menepuk pundak Minseok.SementaraMinseokhanyamampumenanggapikomentarkaribnyaitudengansenyum yang dipaksakan.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Awalnya Reen sempat kesal sebab Howon yang tiba-tiba saja menggandeng tangannya dan menariknya menjauh dari Minseok dan Oh Sehun, tapi semuanya menjadi begitu mudah termaafkan ketika gigitan pertama brownies yang disediakan panitia memanjakan indera perasanya. Bahkan tidak malu-malu Reen mengambil potongan brownies kedua, ketiga, hingga keempat. Ia bahkan baru berhenti ketika Howon berkata bahwa Minseok sudah mendapatkan file yang dibutuhkan dan mereka akan segera pulang.

Setelah menghabiskan waktu makan siang di salah satu resto terkenal di Busan, mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar di mess baru kembali ke Seoul. Sesampainya di mess, Junmyeon lekas mengajak Reen ke kantor di pabrik untuk mengambil beberapa berkas yang dibutuhkan untuk pemeriksaan audit internal.

“Ucapanku benar ‘kan kalau banyak laki-laki yang mengantri padamu. Jadi kau pilih yang mana?” Junmyeon mengucap tiba-tiba, namun kakinya tetap melangkah lurus ke arah kantor di dalam pabrik.

Reen menaikkan sebelah alisnya bingung, “Pilih yang mana? Maksudnya?”

“Howon atau Minseok?” tanya Junmyeon terang-terangan.

“Mengapa mereka?” Reen jelas masih memperlihatkan ekspresi bingung.

“Ah, tidak. Sepertinya kau ini gadis yang sangat polos. Lupakan saja. Aku yang menjadi pengamat beberapa kali ini merasa kehidupan asmaramu seperti opera sabun.” Junmyeon tertawa.

“Setelah mengatakan begitu, dengan mudahnya kau bilang lupakan saja. Mana bias lupa. Ayo cepat katakan apa maksudmu, aku tak mau rambutku rontok karena memikirkan ucapanmu yang tidak jelas itu.” Reen mengomel, membuat Junmyeon semakin tertawa.

“Kau ingat waktu kita makan bersama? Sewaktu kau ke sini bersama Howon untuk mengurus asuransi pabrik yang kebakaran?” Howon bertanya, Reen tampak berpikir sebentar lantas mengangguk.

“Waktu itu aku melihat Howon memilihkanmu menu makan siang, bahkan mengerti makanan apa yang tidak kau sukai. Lantas aku berpikir ah sepertinya Howon menyukaimu. Tapi semalam, ketika aku sedang memasak ramyeon untukku dan Minseok hyung, aku melihatnya sedang menyelimutimu yang tertidur itu dengan hati-hati. Lantas aku berpikir lagi ah sepertinya Minseok hyung juga menyukaimu. Dan ternyata kau sepolos itu tidak menyadari perbuatan manis mereka padamu.”

Reen hanya terdiam, namun diam-diam rona merah muda memancar muncul di kedua pipinya. Junmyeon yang melihat hal itu tersenyum sekilas, lantas melanjutkan langkah hingga mererka berdua kini sudah berada di dalam ruang kantor Junmyeon. Reen duduk di kursi tamu sedangkan Junmyeon melangkah mendekati lemari berkas yang berada di balik meja kerjanya. Beberasa saat hening menyelimuti mereka hingga akhirnya Junmyeon mengucap lagi, “Dan aku juga yakin kau tidak akan menyadari apa yang tadi terjadi di gedung sosilisasi?”

“Apa? Yang mana?” Lagi-lagi Reen mengucap polos.

“Tuh ‘kan, benar. Padahal itu kode yang sudah sangat keras. Ah, kasihan sekali dua laki-laki itu.” Junmyeon tertawa lalu menghampiri Reen sambil menyerahkan beberapa dokumen yang harus dibawa ke kantor pusat Seoul. Reen melirik sebentar lalu mendengus kasar berpura merajuk, “Ya sudah kalau tidak mau beri tahu, jangan meledek seperti itu dong.”

“Jadi mau tau tidak?” Junmyeon memancing, yang langsung disambut anggukan semangat dari pihak Reen.

“Coba kau pikirkan mengapa dari semua orang, Minseok hyung malah mengajakmu menemaninya meminta file tambahan e-faktur? Bukan aku atau Howon? Lalu, ketika kau sedang mengobrol bersama Minseok hyung dan laki-laki di sana itu, tiba-tiba Howon membawamu pergi menjauhi mereka. Ah, masa kode keras seperti itu kau tidak paham sih. Aku seperti menonton drama saja rasanya.” Junmyeon menuturkan sambil menatap Reen yang tampak berpikir keras.

“Omong-omong itu semua berkas data yang bisa kubantu untuk audit internal di sana. Apa kau masih mau duduk di sini selamanya? Ayo cepat kembali, aku khawatir kedua laki-laki itu was-was memikirkanmu berada bersamaku di sini.” Junmyeon tertawa meledek, membuat Reen meninju tangannya pelan lalu bangkit dan berjalan keluar dari ruang kantor itu menuju ke mess bersama Junmyeon.

Howon dan Minseok sedang sibuk dengan handphone mereka masing-masing ketika Junmyeon dan Reen sampai di mess. Sebelum Reen menyapa kedua laki-laki itu, Reen mendengar suara bisikan di belakangnya, “Pesanku hanya satu, jangan gantungkan perasaan kedua laki-laki itu, atau mungkin laki-laki lain di luar sana yang ikut mengantri untukmu juga.”

Sesaat Reen mengerjap kaget lalu menoleh ke belakang dan mendapati Junmyeon sedang memamerkan gigi di hadapannya, “Iya, iya aku tahu. Kita baru dekat sebentar dan kau sudah jadi teman yang bawel.” Reen ikut berbisik sementara menyembunyikan tawanya.

“Oh, kalian sudah sampai. Berkasnya sudah selesai diambil?”

Junmyeon dan Reen menoleh bersamaan ke arah Howon yang baru saja berbicara. Reen mengangguk sembari berjalan mendekati Howon dan Minseok yang sudah mengalihkan perhatiannya dari handphone.

“Baiklah, mari kita pulang sekarang.” Howon berkata lagi sambil membereskan barang-barang dan membawanya ke mobil. Pun Minseok melakukan hal yang sama. Sementara Reen yang ikut hendak mengambil tasnya didahului oleh Junmyeon, “Biar aku yang membawakan tasmu ke mobil, kau ‘kan sedang menenteng berkas. Omong-omong aku harus meletakkan tasmu di dalam mobil yang mana? Kau akan pulang bersama Howon atau Minseok, Reen?” tanya Junmyeon dengan suara keras, yang ia yakini dapat didengar oleh kedua laki-laki yang tadi ia sebutkan namanya.

Pipi Reen merona, ingin rasanya ia menendang bokong laki-laki yang sedari tadi meledeknya itu. Ia menatap Junmyeon yang tersenyum jahil sambil menaikkan kedua bahunya seolah dirinya tak berdosa. “Jadi, mobil siapa nih?” tanya Junmyeon lagi.

“Denganku saja. Reen dan aku tinggal di apartemen yang sama. Jadi kami bisa pulang bersama.” Kali ini suara sahutan Minseok terdengar. Belum sempat Reen merespon, terdengar lagi sahutan dari pihak Howon, “Denganku juga tak apa, barangkali ada sesuatu yang ingin dibahas mengenai audit internal. Jadi pulang bersamaku pun tak apa.”

Mendengar kedua sahutan itu, lantas Reen menoleh kasar ke arah Junmyeon yang jelas-jelas memasang wajah yang seolah mengucap ‘Benar kan, mereka berdua menyukaimu. Jadi kau pilih yang mana?’ dengan entengnya. Setelah berpikir sebentar akhirnya Reen mengucap. “Taruh di dalam mobil Minseok oppa saja. Aku ingin cepat berisitrahat.”

Junmyeon mengangkat alisnya pelan, lantas mengucap ‘Oke’ sembari berjalan dan meletakkan tas Reen di dalam mobil Minseok yang diam-diam memperlihatkan senyum kemenangan. Setelah saling mengucap salam perpisahan, akhirnya ketiga orang itu masuk ke dalam mobil yang terpisah dan memulai perjalanan mereka kembali ke Seoul.

—–JOB’SGOAL:FINDINGLOVE—–

Hari sudah gelap ketika Reen sampai di apartemennya, setelah berbincang sebentar dengan Kyungsoo yang sedang sibuk di depan laptop, Reen masuk ke dalam kamarnya untuk mandi kemudian beristirahat setelah sebelumnya memeriksa handphonenya sebentar. Satu pesan masuk dari Junmyeon.

Junmyeon Kim
+82101709xxxx

Jadi, yang itu pilihanmu?

Reen tersenyum membaca pesan itu lantas mengirimkan jawaban singkat sebelum meletakkan handphonenya sembarang di atas ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi. Ia rasa ia memang harus lebih mengasah kepekaannya mulai sekarang.

 “Begitukah menurutmu? Lihat saja kelanjutannya nanti.”

.

.

.

to be continued.

AnNotes:

Chapter 8 up! Yeyey~
Akhirnya disela-sela Audit Bea Cukai yang sungguh menyiksa kinerja jantung dan paruparu, FanFic ini update juga
*menangis bahagia

Dan di sini ada Oseh jadi cameo, hihi wakwak aku memenuhi janjiku kak mueheheheh~
Doakan supaya chapter selanjutnya bisa up lebih cepat, semoga Bea Cukai ini cepat berlalu, hueh.

Dan, nomu gomawo buat semua yang udah baca, like, dan komen.
Satu komen kalian selalu berharga untukku.
Eak.

See you next chapter!
*bow*

 

Iklan

6 pemikiran pada “Job’s Goal : Finding Love [Chapter 8] -anneandreas

  1. Whoa~ lama sngt update’ny 😞 trnyt lg sbk sm audit di RL. Kyaa~ 😍 request ku di play, 세훈 muntjul jg jd cameo! Thankseu anne 😀 백 cemungutt ya, ku dukung dirimu blkn sm Arin 100%! Umin jg cemungutt dptn reen wlw da rival 1 kntr & di luar kntr. Junmen peka ih, seru jd ada yg jailin reen sputar kode2 para 남자. Dah lama ga pny pnyemangat di kntr & bs ngrasain lg gmn sneng’ny pny pnyemangat di kntr wkt kmrn mrantau sbntr di 발리. Ky reen yg trus2an senyum ngliatin umin wkt di mbl mnuju 부산. Moga krj’an anne di RL lncr & bs update ff ni trus.

  2. Akhirnya di up juga.
    Wowww daebak!!
    Aku suka aku suka thor.
    Tpi kok rasanya gk rela ya baekhyun sma arin.. Apa cma perasaanku aja???

    Next thor….

  3. Yeaayy liad sja kelanjutannya XD tgl 10 yaa, gasabaarr XD
    ahahaa jdi Junmyeon jdi kompor yaa :v
    si kembar lgi galau sma mantan” nya haha, apakabar dedek dio yaa? Bru sibuk nggarap skripsi mgkin,, see you next chap :* fighting!!! :*

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s