[EXOFFI FREELANCE] Guilty Romance (Seri 1)

Photo Marker_Jun112017_110846-01

 

Title: Guilty Romance The Series

Author: DieJungs88

Genre: Romance

Length: Series-Oneshoot

Type: G

Cast: Kim Yoo Jung Actress | Xiumin EXO

.

.

Seri I “Secret”

.

Ada banyak hal yang menjadi rahasia seseorang. Rahasia yang dijaga dengan baik, semestinya tidaklah diketahui oleh orang lain. Nanti jika orang lain tahu, yang celaka adalah diri sendiri. Menjaga rahasia sebenarnya bukanlah hal sangat sulit, hanya butuh menutup mulut dan bersandiwara kecil-kecilan.

Kim Yoo Jung punya rahasia –tentu saja, dia juga manusia. Rahasianya tidak diketahui oleh orang lain dan dia akan terus menjaga rahasianya. Tapi dia bukanlah seperti kebanyakan anak-anak seusia dirinya yang menjadi tertutup hanya untuk menutupi sebuah rahasia. Menurutnya, dia hanya perlu menjaga jarak dari kecerobohannya.

Rahasia Kim Yoo Jung yang paling berbahaya itu bukanlah sesuatu yang normalnya terjadi pada penyimpangan remaja. Ini  mengenai dirinya dan cinta pertama —atau mungkin juga yang terakhirnya.

Dia mencintai gurunya. Bukan guru dalam artian seperti yang sering terlihat di manga-manga Jepang, yang tinggi, seksi, tampan, menggairahkan, dan berumur di bawah dua puluh limaan. Gurunya ini guru yang ada pada umumnya. Dia tidak terlalu tinggi —Yoo Jung setinggi matanya, tidak terlalu seksi, menggairahkan atau tampan —tapi bagi Yoo Jung, gurunya itu yang paling sempurna, umurnya tak terlalu muda —dia dua puluh delapan di tahun ini, dan yang terpenting adalah gurunya itu sudah memiliki istri yang kabarnya tengah mengandung.

Nama gurunya itu Kim Min Seok, dia guru sastra klasik yang hanya masuk kelas setiap dua jam mata pelajaran di hari kamis. Dia ramah kepada siapapun (Yoo Jung sampai merasa dia terlalu percaya diri dan membawa perasaan karena sikap gurunya ini), dia suka tersenyum —senyumnya sungguh menyilaukan (lagi-lagi ini menurut Yoo Jung), dan yang terakhir adalah dia pandai bernyanyi.

Nama istri gurunya itu adalah Kim So Eun. Demi Tuhan, Yoo Jung langsung merasa rendah sendiri saat pertama kali bertemu wanita itu. Dia tipe-tipe wanita yang sempurna, wanita karir bermasa depan cemerlang, anggun, menawan, dan semua yang bagus-bagus bagi wanita ada padanya.

Membuat iri saja —pikir Yoo Jung dalam hati.

Siang itu, setelah segala aktifitas sekolah selesai dan semua mulai beranjak pulang, Yoo Jung tidak langsung pergi pulang. Dia memilih melewatkan acara shopping yang dibuat temannya hanya karena ada berita bahwa Kim Min Seok sonsaengnimnya meminta izin untuk pulang lebih cepat. Dia penasaran akan kemana gurunya itu pergi, jadi dia berakhir menjadi a-one-day-stalker.

Berjalan di belakang Kim Min Seok adalah hal yang paling membahagiakan bagi seorang Kim Yoo Jung. Meski pada faktanya, berjalan di samping lelaki itu, sambil menggandeng tangannya atau menggenggam jemarinya adalah yang lebih dari yang paling membahagiakan. Tapi setidaknya ia bisa melihat bagaimana Kim Min Seok berjalan, langkah kakinya yang indah, pundaknya yang terlihat kosong, dan ayunan tangannya, Yoo Jung ingin sekali mengisi segala sesuatunya dengan dirinya.

Setelah sekitar lima belas menit, Min Seok berhenti di depan sebuah hotel, Night Star namanya. Yoo Jung mengerutkan alisnya bingung, berpikir alasan Min Seok mendatangi tempat itu. Di saat bersamaan, ponselnya berdering. Ada sebuah pesan masuk dan itu dari ibunya.

Datanglah ke Hotel Night Star di daerah Gangnam-do blok IV. Kau tahu, kan? Reservasi telah diselesaikan. Ayah dan ibu menunggumu. Jangan terlalu lama.–

Dan dia semakin bingung saja, kenapa bisa sama? Apa hanya kebetulan saja?

Tapi Yoo Jung tak terlalu mengambil pusing dan langsung masuk. Setelah menemui pegawai hotel dan menanyakan persoalan reservasi, ia memasuki sebuah ruangan dan mendapati keluarganya —ayah dan ibu, serta Kim Min Seok seongsaenim dan istrinya serta beberapa orang yang tak dikenalnya di dalam.

“Yoo Jung? Cepat sekali sampainya?” tanya ibu Yoo Jung.

Yoo Jung hanya tersenyum canggung dan sebenarnya dia agak gelagapan. “Yeah, tadi aku sedang bersama teman-temanku di sekitar daerah sini. Hanya kebetulan.”

Semua orang diam. Yoo Jung khawatir jika seandainya saja Kim Min Seok mengetahui dia yang menjadi seorang stalker beberapa saat sebelumnya.

“Kalau begitu, duduklah.”

Dan dia tak dapat menahan helaan lega napasnya. Dia cukup pandai bersandiwara.

Waktu berjalan dengan begitu saja. Yoo Jung hanya duduk di tempatnya tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi. Semua orang di ruangan itu terlihat begitu akrab dan saling bersenda-gurau. Mungkin yang terlihat paling paranoid adalah dirinya sendiri. Mereka melewati waktu dengan makan bersama yang diselingi banyak hal hingga baru selesai sejam kemudian.

Ehem!” Semua orang mengalihkan perhatian mereka dan Yoo Jung pun juga saat ayahnya berdehem agak kuat. “Baiklah, kurasa kita tak perlu mempersulit dengan mengulur waktu.”

Lalu semuanya tersenyum sambil mengangguk. Mereka juga menatap Yoo Jung dan seorang lelaki di sampingnya yang ia tak tahu siapa –dan Yoo Jung tak punya pilihan lain selain ikut tersenyum.

“Yoo Jung, perkenalkanlah! Aku Kim Jun Soo dan di sampingku adalah istriku Lee Yeon Hee. Kau mungkin sudah mengenal Min Seok, karena dia adalah gurumu. Dan dia adalah Kim So Eun, istri Min Seok. Sedangkan yang di sampingmu itu adalah adik Min Seok, Kim Jong In. Kami adalah orangtua mereka berdua.”

Yoo Jung tak dapat menahan diri untuk tak melihat ke samping —ke Kim Jong In, saat ia mendengar nama Min Seok yang terselip. Jadi Kim Jong In adalah adik Kim Min Seok seonsaengnim? Mereka seperti kutup utara dan selatan dari sebuah baterai, benar-benar tidak mirip sama sekali.

“Ah, perkenalkan, aku Kim Yoo Jung. Senang bertemu dengan kalian.” Dia membungkuk disertai senyuman yang dibuat sangat manis. Ada Min Seok, dia harus tampil sebaik mungkin.

“Ini memang terkesan terburu-buru. Tapi, Yoo Jung dan Jong In, kalian telah berada di bangku kelas tiga menengah atas. Kami ingin membuat kalian menjadi mandiri sekaligus mempererat hubungan, jadi apakah kalian keberatan dengan acara perjodohan yang kami buat?” Ibu Min Seok mengawali —mengawali membicarakan neraka dunia Yoo Jung, dengan kesan yang sangat baik.

Sebenarnya Yoo Jung agak risih, dia tak tahu apa-apa, terlebih lagi calonnya ini adalah adik dari orang yang disukainya beberapa tahun belakangan. Maunya menolak, tapi dia terlampau takut. Sedangkan Kim Jong In sendiri malah terlihat tenang-tenang saja. Dia hampir sama dengan ibunya, bedanya raut wajahnya benar-benar tidak sekali.

“Kami tahu ini terasa asing, kalian juga belum saling mengenal. Karena itu, nanti Yoo Jung akan tinggal bersama dengan Jong In.” Kali kedua adalah ibunya yang bersuara. Ini hal tergila di hari ini, dia tak salah kaprah jika ibunya menyerahkannya begitu saja kepada seorang pemuda, kan?

“Ooo~ Eomma~” Dia mengeluarkan sedikit jurus manja-manjaannya, terkadang hal itu membuahkan hasil bagus. “Bagaimana bisa? Kami ini lelaki dan perempuan.”

“Tentu tidak hanya berdua, sayang. Kalian akan tinggal di rumah Keluarga Kim, bersama Jun Soo-ssi, Yeon Hee-ssi, Min Seok Saenim, dan So Eun-ssi.”

Ah, ternyata benar, dia salah kaprah.

Ahaha. Bersama keluarga Kim, ya?

Tunggu!

Berarti, dia serumah dengan Min Seok Seonsaengnimnya?

“Jadi, bagaimana?” Ayah Min Seok angkat bicara setelah beberapa saat.

“Aku terserah kepada Yoo Jung-ssi saja. Tapi kuharap dia tak menolak.” Kim Jong In menimpali sebelum Yoo Jung menjawab. “Bagaimana Yoo Jung-ssi?”

Yoo Jung tersenyum tipis memandang ayah dan ibunya. “Aku mana mungkin mengatakan tidak, kan?” Semua orang menatap kepadanya. “Ahaha.” Lalu dia tertawa dengan sangat canggung.

Dia tak dapat terlalu bar-bar. Yoo Jung sebenarnya terlalu gembira dan dia hanya menahan rasa. Bahkan saat memasuki kamarnya, ia langsung mengeluarkan seluruh pakaiannya dan mempersiapkan kepindahan meski kepindahannya itu masih dua bulan yang akan datang.

Dia tak dapat mensinkronkan pikirannya. Memikirkan bagaimana ia akan menghabiskan waktu di kediaman yang sama dengan Kim Min Seok membuat kewarasannya patut dipertanyakan. Dia terus mengandai-ngandai, bagaimana jika ia mencuri-curi waktu dengan Kim Min Seok dan menghabiskan waktu itu bersama? Akankah menyenangkan?

Dan jika dia bisa, dia akan berusaha untuk tidak hanya mencuri waktu Kim Min Seok, tapi juga hatinya.

FIN

DieJungs88 | 1.195 words | June 9th, 2016 | 06.19 WIB

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s