[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife -(Chapter 17)

the perfect wife(1).jpg

THE PERFET WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan saat pembuatan ff ini.

 

SUMMARY :

Kim Eun Ji adalah gadis berusia 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar. Namun ia tak menyangka akan menjadi seorang ibu bagi empat pria.

Chapter 17th

 

_*_

Ketika hendak ingin masuk kedalam Cafe hyungnya, Sehun melihat Chanyeol tengah berbincang dengan seorang gadis. Setelah ditelusuri, ternyata gadis tersebut adalah Krystal. Seketika pria berkulit putih itu terkejut, apalagi mereka mulai terlihat kambali dekat. Lalu segeralah Sehun menghubungi noonanya, namun bukan untuk memberitau tentang hal itu. Melainkan mengajak Eun ji untuk bertemu.

Sekitar dua puluh menit Sehun menunggu eonnienya diHalte bus, dan akhirnya Eun ji pun datang.

“Hi Sehun –ah” sapa Eun ji yang langsung menghampiri pria itu

“Noona, kau lama sekali datangnya” keluh Sehun

“Maaf, tadi aku habis makan siang bersama adikku. Lalu kenapa kau mengajakku bertemu disini ?” tanya Eun ji

“Kau sekarang mau kemana ?”

“Aku ingin pergi bertemu oppa, kau mau ikut tidak”

“Kau yakin ingin bertemu dengan hyung, soalnya aku baru saja dari Cafenya. Dan hyung terlihat sangat sibuk sekali”

“Aku tidak peduli, lagipula aku hanya ingin bertemu dengannya saja”

“Tapi oppa bilang, aku harus mengajakmu pergi jalan – jalan”

“Benarkah, kita mau jalan – jalan kemana ?”

“Gimana kalo kita ke Bioskop aja, setelah itu kita pergi makan siang”

“Baiklah”

Lalu pergilah kedua orang itu menuju kesalah satu Bioskop dikota Seoul. Eun ji sangat menikmati kehidupannya saat bersama dengan Sehun, meskipun adik iparnya mengajaknya menonton film romance. Sebenarnya Eun ji tidak suka menonton film romance, karena ia selalu berfikir jika film romance akan berakhir dengan tangisan.

Namun pemikirannya tidak sama dengan Sehun. Pria itu menganggap dimana ada tangisan pasti ada kebahagiaan. Karena sudah dibelikan tiket oleh adik iparnya, Eun ji tidak bisa berbuat apa – apa selain menerimanya. Selama film diputar, Eun ji terus saja menguap, seakan – akan ia tengah berada ditempat yang sangat membosankan.

“Sehun –ah, aku ingin keluar dari tempat ini, kalau tidak nanti aku bisa ketiduran” ucap Eun ji yang mulai memejamkan kedua matanya.

“Sudahlah nikmati saja filmnya, dan jangan bersikap seperti anak kecil” balas Sehun yang tengah fokus menatap layar.

“Kalau filmnya sudah selesai, bangunkan aku” tidak lama kemudian tertidurlah Eun ji.

Ketika menoleh kearah noonanya yang tepat berada disampingnya, Sehun baru menyadari jika Eun ji tengah tertidur. Mungkin karena ia terlalu fokus pada filmnya, sehingga tidak menyadarinya. Entah kenapa pandangan pria itu terus saja tertuju pada Eun ji, bahkan sesekali Sehun tersenyum kecil.

“Seharusnya hyung tidak berhubungan lagi dengan gadis itu, karena dia sudah memilikimu” ucap Sehun sambil memandang wajah Eun ji.

Ketika film sudah berakhir, Sehun segera membangunkan Eun ji. Namun anehnya saat gadis itu terbangun, ia terlihat seperti orang kebingungan.

“Sehun –ah, kita ada dimana ?” tanya Eun ji sambil menoleh kearah kanan dan kiri.

“Kita ada diBioskop, yaudah ayo kita pulang” sahut Sehun yang langsung menarik tangan noonanya.

Ditengah perjalanan tiba – tiba saja perut Eun ji berbunyi. Seketika Sehun langsung menoleh kearah noonanya. Namun gadis itu malah mengalihkan pandanganya, seakan – akan tidak terjadi apa – apa.

“Kalau kau lapar, kita bisa pergi Restoran untuk makan siang” ucap Sehun sambil menyetir mobil.

“Tidak perlu, lagipula aku tidak lapar” balas Eun ji

“Tapi aku lapar, sudahlah kalau kau tidak mau makan juga tidak apa – apa. tapi aku ingin makan siang” lalu segeralah Sehun pergi menuju salah satu Restoran.

Ketika tiba disana, Sehun segera memesan makanan. Namun tidak dengan Eun ji, gadis itu lebih memilih menunggu tawaran dari adik iparnya. Tetapi harapannya tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan, begitu memesan makanan Sehun langsung mengembalikan buku menu itu kepada pelayan tanpa berkata apapun kepada Eun ji.

Tidak lama kemudian datanglah makanan pesanannya. Selama Sehun makan, Eun ji terus saja melihat kearahnya. Bahkan gadis itu sesekali menelan air liurnya, yang menandakan jika ia mengingikan makanan tersebut.

“Noona, kau pasti laparkan ?” tanya Sehun tiba – tiba

“Anyeo, tapi sebenarnya iya. Kenapa kau tidak menawariku makanan, dari tadi perutku sakit sekali” sahut Eun ji sambil memegang perutnya.

“Aku kira tanpa ditawari kau akan langsung memesannya”

“Kau kira aku gadis yang tidak tau malu, tentu saja aku akan menunggu tawaran darimu” ketika Eun ji mengatakan hal itu, tanpa diduga tiba – tiba saja seorang pelayan membawakananya banyak sekali makanan kepada Eun ji. Hal itu sontak membuatnya menjadi terkejut campur bahagia.

“Oh my god, Sehun –ah rupanya kau sangat baik hati sekali. Aku tidak menyangka kau melakukan semua ini untukku” gadis itu berkata dengan sangat lembut kepada adik iparnya.

“Sudahlah lebih baik kau makan saja, dan jangan banyak berbicara” protes Sehun. Meskipun sudah pemperingatkan Eun ji untuk tidak banya bicara, tetap saja gadis itu memuji – muji Sehun.

“Aku kira kau pria yang dingin, tapi ternyata kau sangat romantis. Entah kenapa aku merasa sangat terharus dengan semua ini” ucap Eun ji sambil tersenyum kepada adik iparnya.

“Sudah kubilang jangan bicara terus, sudah cepat habiskan makananmu” balas Sehun dengan suara lantang.

“Iya aku akan segera makan, tapi kaukan yang akan membayar semua makanan ini ?”

“Kalau kau terus banyak bertanya, aku tidak akan membayar makananmu” Sehun memandang noonanya dengan sinis.

“Baiklah”

Setelah selesai makan, bukannya segera pulang. Eun ji malah asyik bermain game diponselya, bahkan ketika Sehun sudah masuk kedalam mobilnya. Gadis itu masih berada didalam Restoran tersebut. Terpaksa pria itu harus bertindak yang semestinya kepada Eun ji.

“Noona, ayo kita pulang” ucap Sehun sambil menarik tangan Eun ji

“Tunggu sebentar, aku sedang berpetualang diSamudera yang sangat luas” balas Eun ji yang terlihat sangat fokus dengan gamenya.

“Tapi noona, kita harus segera pulang” Sehun berkata dengan sangat lembut kepada Eun ji, agar gadis itu mau pulang. Namun karena Sehun terlalu banyak bicara, hal itu malah membuat Eun ji kalah dalam gamenya.

“Aigo .. aku kalah” keluh Eun ji sambil merengek

“Yaudah ayo kita pulang, karena kaukan sudah kalah dalam game itu” balas Sehun

“Ini semua karena kau, coba saja kau tidak banyak bicara. Pasti aku sudah menang, pokoknya sebagai gantinya. Kau harus mau selfie bersamaku” ucap Eun ji yang langsung memotret dirinya dengan Sehun. Namun tiba – tiba saja pria itu memarahi noonanya.

“Kau ini sudah gila noona, pokoknya aku ingin foto itu kau hapus” protes Sehun yang terlihat kesal.

“Enak saja, aku tidak akan pernah menghapus foto ini. Karena aku ingin menunjukan foto ini kepada hyungmu, agar dia merasa jika aku mulai dekat dengan adik – adiknya” ucap Eun ji sambil tersenyum sendiri.

“Baiklah kalau itu maumu, ayo kita selfie sekali lagi” balas Sehun yang langsung merebut ponselnya noonanya. Lalu segera berselfie.

Eun ji menunjukan ekspresi wajahnya yang lucu ketika berfoto. Begitu juga dengan Sehun, pria itu tidak segan untuk mengedipkan sebelah matanya. Sekitar dua puluh kali mereka berselfie, setelah dilihat hasil fotonya. Eun ji tertawa terbahak – bahak ketika melihat ekspresi wajahnya yang sangat jelek, apalagi saat melihat ekspresi wajah Sehun. Gadis itu sama sekali tidak bisa menahan dirinya untuk terus tertawa, bahkan hingga perutnya mulai terasa sakit.

Ditengah perjalanan menuju rumah, Eun ji terlihat sibuk memainkan ponselnya. Rupanya gadis itu tengah mengirim semua foto itu kepada Chanyeol, setelah berhasil terkirim. Gadis itu juga tidak lupa untuk menulis sebuah kata – kata dibawah foto tersebut.

“Aku sangat bahagia menghabiskan waktu bersama dengan adik iparku” tulis Eun ji.

Saat tengah menyetir mobil, Chanyeol langsung terkejut melihat sebuah kiriman foto dari istrinya. Nampak Eun ji tengah tersenyum lebar sambil memandang Sehun didalam salah satu foto itu. Karena ia tengah bersama dengan Krystal, pria itu harus bisa mengontrol dirinya. Namun entah kenapa persaannya sangat marah ketika melihat hal tersebut. terpaksa ia harus menurunkan temannya dipinggir jalan.

“Maaf Krystal –ah, aku tidak bisa mengatarmu pulang. Karena aku harus segera pergi, soalnya masih banyak urusan yang harus aku selesaikan” ucap Chanyeol yang terlihat tergesa – gesa. Karena tidak ada pilihan lagi, gadis itu langsung keluar dari dalam mobil Chanyeol. Lalu pergilah pria itu menuju rumahnya.

Nampak Sehun dan Eun ji tengah duduk bersama disofa sambil melihat foto – foto mereka. Disaat itu juga Chanyeol sudah tiba dirumahnya, ia nampak cemburu melihat hal tersebut. Bahkan perasaanya seperti terbakar oleh amarah yang tengah membara. Tanpa pikir panjang pria itu langsung menghampiri mereka.

“Kalian sedang apa ?” tanya Chanyeol tiba – tiba. Seketika kedua orang itu menoleh kearahnya.

“Kami sedang melihat foto, kebetulan waktu kita lagi diRestoran, aku dan Sehun –ah berselfie bersama” sahut Eun ji sambil tersenyum kepada adik iparnya.

“Itu benar hyung, aku kira noona itu orangnya pendiam. Tapi ternyata lumayan menyenangkan” lanjut Sehun

“Yaudah, kalau gitu aku kekamar dulu” Chanyeol langsung berjalan meninggalkan kedua orang itu. Namun tiba – tiba saja Eun ji memanggil nama Chanyeol, dan segeralah gadis itu pergi menyusul suaminya.

Ketika Chanyeol sedang mengganti pakaiannya, Eun ji terus saja membicarakan tentang kegiatan yang ia lakukan dengan Sehun. Dimulai dari nonton film bersama, kemudian makan siang bersama. Namun saat ditengah cerita, tiba – tiba saja Chanyeol mengeluh kepada istrinya.

“Bisahkah kau berhenti bicara tentang hal itu” protes Chanyeol sambil duduk dikursi kerjanya.

“Iya maafkan aku, lalu kenapa kau pulang sangat cepat sekali. Padahal sekarang baru jam tiga siang, seharusnya kau masih berada diCafemu” balas Eun ji yang tengah duduk ditempat tidurnya.

“Aku hanya sedikit lelah saja, itu sebabnya aku pulang cepat. Lalu apa maksud dari foto yang kau kirim padaku ?” tanya Chanyeol sambil memandang istrinya.

“Aku hanya ingin menghiburmu saja, soalnya Sehun –ah bilang padaku, jika kau sangat sibuk sekali. Itu sebabnya aku mengirim foto itu padamu” gadis itu berkata sambil tersenyum.

“Tapi aku tidak merasa terhibur, seharusnya kau tidak perlu mengirim foto itu” keluh Chanyeol.

“Maaf, aku kira kau terhibur dengan foto itu. Kaukan pernah bilang padaku, jika aku harus dekat dengan ketiga adikmu”

“Tapi tidak perlu sedekat itu. Aku tidak suka kau terlalu dekat dengan ketiga adiku, justru seharusnya aku yang dekat dengan ketiga adikku”

“Makanya oppa kau jangan terlalu sibuk dengan pekerjaanmu, pikirkan juga ketiga adikmu”

“Baiklah sekarang kau sudah bisa menasihatiku, tapi sepertinya kau jauh lebih sibuk dibandingkan diriku” pria itu perlahan mendekat kearah istrinya. Dan ketika tepat berada dihadapan istrinya, Chanyeol langsung berlutut pada gadis itu.

“Eun ji-ah, aku mohon padamu untuk jangan pernah membuatku menjadi gelisah. Aku merasa sangat marah ketika melihat foto yang kau kirim itu, entah kenapa perasaanku tidak tenang” ucap Chanyeol sambil menatap mata Eun ji.

“Mungkin kau sedang terserang deman, itu sebabnya kau merasa gelisah” balas Eun ji.

“Bukan itu maksudku, yaudalah kalaupun aku jelaskan kau pasti tidak akan mengerti” Chanyeol langsung berdiri, dan memilih duduk disamping Eun ji.

“Aku tidak bodoh, coba kau jelaskan padaku apa maksud dari perkataanmu tadi” Eun ji terlihat sedikit kesal pada suaminya.

“Sudahlah Eun ji –ah, lebih baik sekarang kau peluk aku” ucap Chanyeol sambil memandang istrinya.

“Eoh ?” gadis itu bingung dengan ucapan suaminya. Namun tiba – tiba saja Chanyeol yang malah memeluknya.

“Kau sangat lemot, lebih baik aku saja yang duluan memelukmu” ucap Chanyeol sambil memeluk gadis itu.

“Aku kira kau hanya bercanda oppa, itu sebabnya aku menjadi bingung” balas Eun ji.

“Aku mohon teruslah seperti ini” sahut Chanyeol singkat

 

 

_*_

 

Nampak dua bersaudara tengah berjalan dipinggir trotoar, namun disisi lain terlihat seorang gadis belia yang juga tengah berjalan dipinggir trotoar. Mereka berjalan berlawanan arah, namun ketika melihat sang pujaan hati tepat berada didepannya. Gadis itu langsung berlari menghampiri Sehun dan Bam bam.

“Annyeonghaseyo oppa” sapa Yeri sambil tersenyum kepada Sehun. Melihat seorang gadis yang tidak dikenal berdiri dihadapanya, Bam bam hanya tersenyum kepada Yeri. Namun tidak dengan Sehun, pria itu malah menatap adik iparnya dengan sangat sinis.

“Kau sedang apa disini ?” tanya Sehun

“aku baru saja pulang sekolah. Tapi ini sungguh mengejutkan, bukankah ini sebuah pertanda kalau kita memang ditakdirkan untuk bersama” sahut Yeri yang terlihat sangat gembira.

“Menurutku tidak, ini hanya kebetulan saja. Dan mungkin ini adalah mimpi buruk bagiku karena telah bertemu denganmu” balas Sehun

“Kau salah, tuhan telah mempertemukan kita sebagai sepasang kekasih. Dan kau harus menerimanya” ujar Yeri sambil menatap Sehun. Namun tiba – tiba saja Bam bam tertawa ketika mendengar ucapan Yeri.

“Haha … jadi kalian berdua pacaran. Wahh … ini sangat mengejutkan sekali. Aku tidak menyangka hyung, kau bisa berpacaran dengan seorang gadis Sma” seru Bam bam.

“Tidak kok, lagipula sebentar lagi aku akan segera lulus Sma. Jadi kau tidak boleh berkata seperti itu” balas Yeri yang berusaha membela Sehun.

“Sudahlah Kim Yeri -ssi, kau jangan berfikir jika kita ini memiliki hubungan. Aku dan kau hanya sebatas teman yang baru kenal, dan aku mohon kau jangan menggangguku” Sehun langsung pergi setelah mengatakan hal itu pada Yeri. Namun tiba – tiba saja gadis itu berteriak memanggil namanya.

“Sehun –ah, aku menyukaimu. Dan aku tidak akan pernah berhenti untuk menyukaimu, walaupun kau tidak menyukaiku” teriak Yeri. Seketika Sehun menghentikan langkahnya, dan langsung berteriak untuk menanggapi ucapan gadis itu.

“Buanglah perasaanmu itu padaku, karena aku tidak akan pernah menyukaimu. Dan jangan berharap kau bisa bertemu lagi denganku” balas Sehun. Lalu pergilah pria itu meninggalkan Yeri. Menyaksikan hal tersebut, Bam bam hanya bisa menatap gadis malang itu dengan penuh rasa kasihan. Perlahan ia mendekati Yeri.

“Kau ikutlah denganku dan hyung, mungkin kau bisa merasa lebih senang ketika bersama kami” ucap Bam bam sambil tersenyum pada gadis itu.

“Tapi oppa tidak ingin bertemu denganku lagi. Malah kalau nanti aku ikut, dia akan memarahiku” balas Yeri yang terlihat cemberut.

“Sudahlah tidak apa – apa, lagipula aku yang mengajakmu. Jadi kau tidak perlu takut” ujar Bam bam

Lalu pergilah kedua orang itu untuk menyusul Sehun. Rupanya mereka akan makan malam bersama, dan tidak disangka saat sampai disebuah Restoran. Yeri melihat Sehun yang tengah bermain ponsel, pria itu nampak sangat tampan sekali. Namun ketika Yeri hadir dihadapannya, tiba – tiba saja ketampanan itu berubah menjadi keburukan.

“Kau sedang apa disini ?, cepat kau pergi dari hadapanku” tanya Sehun sambil menatap dengan sinis kearah Yeri.

“Sudahlah hyung, kau tidak perlu marah. Aku yang mengajaknya kesini, jadi kau tidak berhak mengusirnya dari sini” sahut Bam bam yang langsung duduk dikursi.

“Sudah tidak apa – apa oppa, aku rasa Sehun oppa benar. Untuk apa aku disini, akukan bukan siapa – siapa kalian” ucap Yeri sambil menundukan kepalanya.

“Tapi sekarang kau adalah temanku, jadi duduklah disampingku. Lalu kita akan makan malam bersama” Bam bam langsung menarik tangan Yeri, agar gadis itu mau duduk dikursi.

Disaat tengah makan Sehun terus saja menatap Yeri dengan penuh kebencian. Karena hal itu juga menyebabkan adik Eun ji sesekali tersedak. Setelah makan malam usai, Sehun langsung pergi dari Restoran itu meninggalkan adiknya yang tengah membayar dikasir. Namun tidak disangka ternyata Yeri membuntuti pria itu, meskipun melangkah dengan sangat pelan. Tetap saja Sehun mengetahui hal itu, iapun langsung berbalik kearah Yeri yang tepat berada dibelakangnya.

“Berhentilah mengikutiku, kau hanya akan menjadi orang yang tidak berguna didalam hidupku” ucap Sehun.

“Aku tau, tapi aku akan selalu berusaha. Karena aku yakin kau pasti akan jatuh cinta padaku” balas Yeri

“Kau akan menyesali perkataanmu itu, karena aku tidak akan pernah jatuh cinta padamu” pria langsung berjalan pergi meninggalkan Yeri. Namun ketika baru beberapa kali melangkah, tiba – tiba saja Yeri berkata sesuatu yang mampu membuat Sehun menoleh kearahnya.

“Jika kita tidak ditakdirkan untuk bersama, biarkan aku menjadi temanmu. Mungkin dengan cara itu aku bisa perlahan menghilangkan perasaanku padamu” ucap Yeri tiba – tiba. Perlahan Sehun melangkah mendekat kembali kearahnya.

“Kau yakin dengan perkataanmu itu ?” tanya Sehun pelan sambil menatap wajah gadis itu.

“Nde, kau bisa memegang janjiku oppa”sahut Yeri sambil tersenyum

“Baiklah aku mau berteman denganmu, tapi kau harus janji untuk tidak menyimpan perasaan apapun padaku”. Mendengar ucap Sehun, gadis itu sontak terlihat sangat gembira. Bahkan ia tidak segan untuk melompat – lompat dihadapan Sehun.

“Aku sangat senang sekali, walaupun hanya menjadi temanmu saja. Gomawo oppa” ucap Yeri sambil tersenyum kepada pria itu. Seketika Sehun juga ikut tersenyum, namun karena merasa malu ia lebih memilih untuk tidak tersenyum terlalu lama kepada gadis itu.

 

 

_*_

 

Ketika dihari minggu tepatnya saat pagi hari, Eun ji segera bersiap untuk pergi keSuper Market bersama dengan suami dan ketiga adik iparnya. Ia sengaja mengajak ketiga adik iparnya, padahal sebelumnya Eun ji berniat hanya pergi berdua saja dengan suaminya. Namun, Eun ji tetap menggunakan tehnik pemaksaan untuk mengajak ketiga adik iparnya pergi.

Setibanya diSuper Market, Eun ji terlihat sangat bersemangat. Apalagi saat ia hendak ingin mengambil troli, gadis itu tidak segan untuk duduk didalam troli itu, dan meminta suaminya untuk mendorong troli tersebut. Chanyeol hanya bisa menuruti kemauan dari istri manjanya itu. Namun berbeda dengan ketiga adiknya, wajah mereka terlihat sangat lesu. Namun tidak ada pilihan lain lagi bagi mereka.

Anehnya begitu melihat banyaknya sayuran diatas keranjang besar, Eun ji bergegas berlari dan langsung mengambil setiap jenis sayuran – sayuran tersebut. Tetapi yang paling banyak ia ambil adalah sayuran kol. Sebenarnya Eun ji berniat ingin membuat Kimchi, namun begitu ketiga adik iparnya melihat begitu banyak kol didalam troli. Mereka langsung mengeluarkan sayuran itu dari dalam troli, dan meletakannya kembali ketempatnya.

“Noona, seharusnya kau jangan terlalu banyak mengambil sayuran” protes Bam bam yang tengah meletakan kembali sayuran – sayuran tersebut.

“Memangnya kenapa ?, lagipula sayurankan sangat sehat untuk tubuh” balas Eun ji

“Tapi noona, kita masih punya banyak persediaan sayuran didalam kulkas. Jadi kau tidak perlu membelinya lagi” ucap Bam bam.

“Baiklah, tapi kau harus janji padaku untuk mengajariku cara membuat Kimchi” ucap Eun ji sambil mengangkat – angkat kedua alisnya.

“Kau tidak bisa membuat Kimchi. Ohh .. ya ampun kau memang bukanlah seoarang wanita normal” sahut Bam bam yang terlihat sedikit heran.

“Aku tau tapi sepertinya jika kau yang membuatnya pasti akan lebih enak rasanya” gadis itu berkata dengan sangat lembut kepada adik iparnya. Namun Bam bam tidak berkutik apapun lagi.

Disaat suami dan adik iparnya tengah berada dikasir, Eun ji diam – diam pergi mengambil pembalut dan beberapa barang – barang pribadinya, walaupun kini belum saatnya tiba, Eun ji tetap membelinya sebagai simpanan. Gadis itu melakukannya secara diam – diam, karena Eun ji tidak ingin ada orang yang melihat barang – barang priabadinya. Sekalipun orang itu adalah suaminya sendiri. Namun saat tengah memilih merek pembalut yang cocok, tiba – tiba saja Chanyeol menghampirinya.

“Nyonya Park, ayo kita pulang” ucap Chanyeol tiba – tiba. Seketika Eun ji langsung menoleh kearah pria itu, namun ia menyembunyikan kedua tanganya dibelakang tubuhnya, karena ia tengah memegang pembalut.

“Baiklah ayo kita pulang, tapi kau jalan duluan saja” balas Eun ji yang terlihat sedikit gugup.

“Apa yang kau sembunyikan dibelakangmu, coba tunjukan padaku” ujar Chanyeol yang langsung menarik tangan Eun ji. Ketika ia melihat benda – benda itu, seketika pria itu langsung tersenyum.

“Kau kenapa senyum – senyum sendiri seperti orang gila ?” tanya Eun ji

“Pembalut ini sama dengan pembalut yang pernah aku lihat, sewaktu barang belanjaan adikmu tertukar dengan belanjaan adikku” sahut Chanyeol yang terus memandangi benda tersebut.

“Sudahlah oppa, kau tidak boleh terlalu lama melihat benda – benda pribadiku. Lagipula apa urusanmu dengan benda ini, memangnya kau ingin memakainya ?” ucap Eun ji yang terlihat sedikit kesal kepada suaminya.

“Tentu saja tidak, sudahlah ayo kita pulang. Nanti aku yang akan membayar benda – benda pribadimu itu” Chanyeol langsung menarik tangan istrinya menuju kasir.

Ditengah perjalan menuju rumah, Chanyeol terus saja senyum – senyum sendiri sambil melirik kearah istrinya. Sehingga hal itu membuat Eun ji sekaligus ketiga adiknya menjadi bingung melihat sikapnya yang aneh.

“Hyung, kau baik – baik sajakan. Jangan sampai kau tidak fokus menyetir mobil” ucap Junior pelan.

“Iya aku baik – baik saja, tapi ada sesuatu yang terus membuatku ingin tersenyum” balas Chanyeol

“Memangnya sesuatu apa ?” tanya Bam bam

“Mungkin sebuah Roti Jepang yang dimiliki oleh salah satu diantara kita” pria itu langsung melirik kearah Eun ji.

“Memangnya siapa yang mempunyai Roti Jepang, kalau ada boleh tidak aku minta” ucap Eun ji tiba – tiba. Seketika semua orang memandang kearahnya, bahkan Chanyeol langsung mengerem mendadak mobilnya.

“Apakah kau sedang mendapat jatah bulanan noona ?” tanya junior yang terlihat serius memandang Eun ji.

“Jatah bulanan apa ?, aku tidak mengerti. Ohh .. atau mungkin maksudmu tentang hal yang menyangkut diriku. Memang iya, mungkin saja besok aku akan mendapat jatahku” sahut Eun ji sambil melirik kearah Chanyeol.

“Baiklah hyung, bagaiman kalau kita mengantar noona untuk membeli bantalnya” ujar Junior yang terlihat canggung.

“Tidak perlu, lagipula Eun ji-ya sudah membelinya” balas Chanyeol sambil memandang istrinya.

“Kapan aku membeli Roti Jepang itu, pokoknya aku ingin membelinya” Eun ji tiba – tiba saja merengek meminta dibelikan Roti Jepang oleh suaminya. Karena tidak tega dengan noonanya, Junior juga ikut memohon kepada hyungnya untuk mau membelikan bantal imut untuk noonanya. Sehun dan Bam bam hanya diam saja melihat hal itu, mereka lebih memilih menatap layar ponselnya. Apalagi Bam bam, pria itu sengaja tidak mau ikut campur dalam masalah tersebut, karena ia tengah sibuk Chattingan bersama dengan Joy.

Karena tidak ada pilihan lagi, terpaksa Chanyeol menuruti kemauan istri dan adiknya itu. Mereka akhirnya tiba disebuah Mini Market untuk membeli Roti Jepang tersebut. Namun Chanyeol tiba – tiba saja melarang Eun ji untuk ikut masuk kedalam tempat itu.

“Eun ji –ah, kau didalam mobil saja. Biar aku dan adikku yang masuk kedalam Mini Market” ucap Chanyeol

“Tapi kaukan tidak tau rasa Roti apa yang aku suka, nanti kalau kau salah beli bagaimana ?” tanya Eun ji

“Sudahlah noona, serahkan saja pada kami. Pokoknya aku tidak akan mengecewakanmu, aku akan memilih roti yang paling nyaman dan yang paling tipis sekaligus yang daya serapnya kuat” sahut Junior.

“Betul sekali paling nyaman dimakan, paling tipis jadi gak bakalan nyangkut digigi, sama yang daya serap rotinya kuat supaya kalo aku nambahin selai coklat, selainya bakalan langsung diserap oleh roti. Ehm .. pasti enak” balas Eun ji sambil tersenyum – senyum sendiri.

Lalu masuklah keempat pria itu menuju kedalam Mini Market. Dua puluh lima menit kemudian, datanglah Chanyeol beserta dengan ketiga adiknya. Namun bukannya membawa kantung plastik, mereka malah membawa sebuah kotak hadiah untuk Eun ji.

“Ini noona, Roti Jepang yang kau inginkan. Kami sengaja memasukannya kedalam kotak, karena kami ingin kau membukanya dirumah saja” ucap Junior yang langsung memberikan kotak itu kepada Eun ji.

“Gamsahabnida, pokoknya sampai dirumah bakalan langsung aku makan. Baiklah oppa, ayo kita pulang. Aku sudah tidak sabar membuka kotak ini dan melihat Roti Jepangku” balas Eun ji sambil memeluk kotak itu.

Chanyeol dan ketiga adiknya hanya bisa ikut tersenyum saja, meskipun sebenarnya mereka sangat malu dengan tindakan yang telah mereka lakukan. Sesampainya dirumah Eun ji langsung membuka kotak itu dihadapan suami dan adik iparnya. Namun sebelum hal itu terjadi, Sehun dengan segera meminta noonanya untuk merapihkan semua belanjaan. Dengan senang hati gadis itu mau merapihkan semua belanjaan.

Ketika Eun ji tengah berada didapur, Chanyeol segera membawa barang – barang pribadi milik istrinya kedalam kamar, termaksud juga kotak itu. Setelah selesai merapihkan barang belanjaan, Eun ji langsung berlari ruang tengah. Namun anehnya sudah tidak ada orang disana, bahkan barang – barang beserta kotaknya juga tidak ada. Tanpa pikir panjang Eun ji segera pergi menuju kamarnya.

Nampak Chanyeol tengah membaca buku sambil berbaring ditempat tidurnya. Namun ketika melihat barang – barangnya tergeletak diatas tempat tidur, Eun ji langsung menghampirinya. Ia terlihat antusias untuk membuka kotak itu, namun raut wajahnya berubah ketika melihat isi dari kotak itu. Terlihat sebuah pembalut dengan bungkus bewarna pink, dan terdapat kata – kata yang sangat membuat Eun ji menjadi shock. Yaitu sebuah kata – kata penyemangat, agar ia mau memakai bantal itu sampai heidnya selesai.

Seketika sekujur tubuhnya menjadi kaku, bahkah untuk melirik suaminya saja. Eun ji tidak mampu melakukannya. Tiba – tiba saja gadis itu pingsan , lalu segera Chanyeol mengangkatnya keatas tempat tidur. Sekitar lima jam Eun ji pingsan, dan akhirnya ia terbangun dari tidur mendadaknya itu. Gadis itu sedikit terkejut melihat kehadiran suami dan ketiga adik iparnya yang tepat berada dihadapannya. Karena merasa sangat malu, Eun ji terpaksa harus berakting seakan – akan ia lupa dengan apa yang sudah terjadi.

“Oppa, kenapa aku bisa pingsan ?” tanya Eun ji pelan sambil memegang kepalanya yang sedikit terasa pusing.

“Kau lupa, bukannya setelah kau membuka isi dari kotaknya, kau langsung pingsan” sahut Chanyeol yang terus saja memandang kearah Eun ji.

“Benarkah ?, tapi sayangnya aku lupa dengan kejadian itu. Mungkin seharusnya kita tidak perlu membahas tentang masalah itu” balas Eun ji

“Tidak bisa noona, karena kami memilih roti yang tidak bagus, kau sampai pingsan seperti ini. Pokoknya kita harus membahas masalah ini sampai tuntas” ujar Junior yang terlihat sangat antusias.

“Tapi aku tidak setuju, pokoknya jangan ada yang berkata tentang Roti Jepang itu lagi. Aku tidak ingin mendengarnya, jadi aku mohon jangan dibahas lagi” gadis itu berkata sambil memohon kepada suami dan ketiga adik iparnya. Namun usahanya sia – sia saja.

“Kau tidak boleh seperti itu noona, yang meminta membeli roti itukan kau. Jadi kau harus menghargainya, dan jangan kau buang benda itu” ucap Sehun yang mencoba meyakinkan noonanya.

“Tapi aku tidak menginginkannya lagi. Sudahlah aku kembali saja Roti Jepang itu pada kalian. Kalau saja aku tau roti yang kalian maksud adalah pembalut. Aku tidak akan pernah memintanya” gadis itu berkata sambil merintikan air matanya.

“Itu sebabnya Eun ji-ya, berfikirlah sebelum meminta” saran Chanyeol sambil tersenyum kepada gadis itu.

Meskipun merasa sangat malu, Eun ji tetap bisa menghadapinya. Namun sekarang rahasia terbesarnya sudah diketahui oleh keempat pria itu, sehingga tidak ada lagi tempat untuk meyembunyikan hal itu dari mereka. Gadis itu terus saja merengek didepan suaminya, beruntung saat itu ketiga adik iparnya sudah kembali kekamar mereka masing – masing. Sehingga hal itu membuat rasa malu Eun ji tidak semakin bertambah.

“Hiks .. hiks .. oppa, bagaimana ini aku harus melakukan apa ?. Aku sangat malu sekali, kenapa kau tidak bilang sejak awal mengenai hal itu ?” tanya Eun ji sambil menangis diatas tempat tidurnya yang dipenuhi dengan banyak lembaran tisu.

“Aku kira kau sudah mengerti, tapi ternyata tidak. Sudahlah kau tidak perlu menangis seperti itu, nanti hidungmu akan semakin merah” sahut Chanyeol yang mencoba untuk menghibur isrinya.

“Biarkan saja hidungku merah, daripada aku harus memendam rasa malu itu dalam diriku” ujar Eun ji yang masih saja merengek.

“Sudahlah Eun ji-ya, lagipula aku dan adikku bisa memakluminya. Jadi kau tidak perlu merasa malu” balas Chanyeol sambil membersihkan lembaran tisu dari tempat tidurnya.

“Mekmaklumi apa, sekarang ini rahasia terbesarku sudah kau ketahui” Eun ji berkata dengan suara yang lantang kepada suaminya.

“Itu bukanlah rahasia Eun ji -ah, semua pria tau tentang hal itu. Jadi kau tidak perlu malu, apalagi jika aku yang mengetahuinya. Sudahlah berhenti menangis” ucap Chanyeol. Namun ketika ingin membalas perkataan suaminya, tiba – tiba saja ponsel Eun ji berdering. Rupanya Joy yang telah menghubunginya, lalu segeralah Eun ji mengangkat telpon itu.

“Halo” sapa Eun ji dengan suara bindeng

“Kau baik – baik saja Kim eun ji, kenapa suaramu terdengar berbeda ?” tanya Joy yang tengah duduk dihalam rumahnya.

“Aku sedang sakit flu, lalu kenapa kau menghubungiku ?” sahut Eun ji. Namun ketika berbicara seperti itu, Chanyeol langsung tersenyum kecil. Seakan – akan ia melihat seseorang yang tengah berbohong didepannya.

“Ohh iya, kebetulan aku ingin menjakmu makan malam bersama. Karena aku tidak ada teman, soalnya Bam bam yang mengajakku” balas Joy sambil senyum – senyum sediri.

“Benarkah ?, wow itu sangat mengagumkan. Baiklah malam ini aku akan ikut menemanimu, jadi kau tenang saja” Eun ji terlihat langsung kembali bersemangat ketika mendengar ucapan temannya.

“Tapi lebih bagus, jika kau mengajak Chanyeol oppa. Jadi kita terlihat seperti pasangan – pasangan muda” ujar Joy. Namun tiba – tiba saja Eun ji menolak permintaan temannya. Karena Joy mempunyai otak yang cerdas, sehingga ia bisa membujuk Eun ji kembali.

“Baiklah aku akan mengajaknya. Sampai jumpa” Eun ji langsung menutup telponnya. Gadis itu merasa tidak tenang, karena sebenarnya ia tidak ingin mengajak suaminya untuk pergi. Namun apa boleh buat, ia sudah berjanji pada temannya. Tanpa pikir panjang Eun ji langsung memberitau hal itu pada suaminya.

“Oppa, malam ini kau tidak kemana – manakan ?” tanya Eun ji sambil memandang Chanyeol.

“Tidak, memangnya kenapa” sahut pria itu

“Temanku mengajak kita untuk makan malam bersama, dan kebetulan juga Bam bam-ah juga diajak. Apakah kau mau ikut ?”

“Baiklah aku mau”

 

_

 

Bersambung …

 

 

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife -(Chapter 17)

  1. Sumpah aku ngakak sampe guling2 thor,,, hahahaha
    itu eunji npa polos amat sihh, bkin greget kan. Trus bnyakin moment chanjinya thor, aku suka bgt.
    Keep write,,,

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s