[EXOFFI FREELANCE] Die geheime Tür (Chapter 3)

die geheime tur- cover

 

 

Tittle : Die geheime Tür

Author : devrizt

Length : Chaptered

Genre : Romance, Comedy, Campus Life, Friendship, Night life

Rating : PG-17

Cast :  Jonathan Virgio S (OSH) (main cast)

                    Additional Cast

  • Guntur Putra Mandala (KAI)
  • Keynal Mahesa (PCY)
  • Antares Praditya (BBH)
  • Alandio Fazzikri Mulhaq (DO)

Akan ada pemeran wanita pastinya yang nantinya akan muncul seiring berjalannya cerita~

Summary : Aku tidak pernah memikirkan jika aku mulai membuka pintu itu akan ada ledakan dahsyat yang terjadi di kehidupan ku.

Disclaimer : Cerita ini merupakan murni hasil pemikiran dari author mulai dari yang bener sampai yang agak rusak sedikit(?) tapi masih batas wajar, jika ada kesamaan tokoh atapun latar, itu semua terjadi atas ketidak sengajaan.

                    Warning : author hanya manusia biasa yang kadang salah so, im so sorry if theres (many) typos.

                    See more chapter or story at https://www.wattpad.com/user/devrizt

A/N   :  Untuk yang punya wp dan berminat melihat lihat silahkan check watpadnya ya hehe thankyou soo much ~~ karena sebentar lagi liburan dan mungkin gue agak sering ngurus wp hehe tapi akan tetap up disini kok muehehe

Tiga – Bunuh Diri?

        Pertemuan sore tadi dengan Kirana adalah pertemuan pertamanya. Selama diskusi berlangsung untuk persiapan lomba Nathan maupun Kiranatidak ada yang membuka percakapan sama sekali. Entah karena Kirana yang fokus dengan apa yang sedang didiskusikan atau Nathan yang malas membuka percakapan dan tidak terlalu perduli dengan Kirana. Baginya Kirana hanyalah partner selama lomba sebelum dilaksanakan dan setelah lomba terlaksana. Selebih itu, mungkin Nathan akan menganggap Kirana seperti orang yang dia kenal saja.

        Berbeda dengan Keynal,Uta, dan Ares, Nathan tidak terlalu tertarik dengan permainan dengan wanita. Nathan bukan tipe laki-laki one night stand seperti mereka. Meskipun intensitas bermain Uta sudah menurun karena adiknya berada di Jakarta, tapi tetap saja Rubah akan tetap menjadi Rubah.

       Malam ini, Nathan memilih untuk tidak pulang kerumahnya. Dia memilih untuk tinggal di apartemennya yang letaknya dekat dengan kampus. Sepulangnya dari kampus, Ares tidak bisa dihubungi, dan sialnya adalah mobilnya masih dengan Ares membuat Nathan harus pulang menaiki bus umum. Sebab itu lah Nathan pulang ke apartemennya dan bukan kerumahnya.

      Selama pejalanan tadi, Nathan tidak sendirian. Sebuah situasi menyebabkan Kirana pulang bersamanya. Aneh memang. Tidak disangka, sebuah kejadian yang tidak masuk akal terjadi begitu saja. Mereka menyebutnya takdir. Siapa yang menyangka handphone milik Naraya mati dan dia tidak bisa memesan Gojek. Ojek online yang selalu dia pakai untuk mengantar kerumahnya.

     Tidak beberbeda jauh dengan saat dikelas tadi, mereka tetap diam dan tidak ada tanda-tanda salah satu dari mereka akan memulai pembicaraan sampai akhirnya Kirana turun di halte persimpangan jalan. “Duluan ya Nathan.” Hanya itu percakapan pertama dan terakhir dihari itu setelah perkenalan mereka.

       Nathan sama sekali tidak melihat wajahnya saat Kirana hendak turun dari bis, karena Nathan sedang sibuk dengan handphonenya menghubungi Ares yang tidak kunjung diangkat. Siapa tau Nathan tidak perlu menjemput mobilnya itu jika Ares mengangkat teleponnya.

oOo

      Jam tangan di pergelangan tangan Nathan menunjukkan pukul setengah sebelas malam, dan disinilah Nathan berdiri di depan sebuah pintu kamar apartemen. Sudah empat kali Nathan membunyikan bel namun sang pemilik tak kunjung muncul, pun di komunikatornya.

      Nathan memutuskan untuk masuk dengan memasukkan kode pengaman yang sudah bertahun-tahun tidak berganti. Dibalik pintu itu, terpapar pancaran sinar sayup dari sebuah lampu disudut ruangan bercat paduan cokelat dan hitam, dan segelintir ornamen-ornamen yang meramaikan ruangan tersebut.

      Untuk orang yang terkadang terlihat berantakan seperti Keynal, cukup mengejutkan memiliki tempat tinggal yang sangat tertata rapi. Bahkan disudut ruangan terdapat sebuah lilin aroma terapi beraroma vanilla cinnamon menambah suasana hangat didalamnya.

      Ruangan utama apartemen Keynal tampak kosong seperti tak pernah disinggahi, membuat Nathan tergerak kelantai atas. Ruangan dilantai atas tidak sebesar ruangan dibawah. Seperti umumnya apartemen tipe loft. Terdapat sebuah ruangan untuk kamar single bed namun Keynal menjadikan ruangan tersebut sebuah mini studio. Kecintaan terhadap musik memang tidak bisa dilepaskan dari sosok Keynal Mahesa.

      Dan disanalah Keynal duduk dengan setelan santainya dan sebatang rokok yang terjepit diantara jari telunjuk dan jari tengahnya. Keynal tidak menyadari kehadiran Nathan karena posisi kursinya membelakangi pintu dan Keynal menggunakan headphonenya dan merelaxkan tubuhnya pada sandaran kursi, memejamkan matanya.

      Nathan berjalan perlahan menghampiri Keynal dan menarik headphone dari kepalanya hingga terlepas. Sontak Keynal membuka matanya dan berbalik badan mendapati Nathan yang berdiri memegang headphone sambil menyilangkan tangannya didepan dada.

“Lo mau mati gara-gara kebakaran di apartemen, Key?” terpampang seringai jahil diwajah Nathan.

“Bangke juga lo nyet nyapa temen kaya gitu.” Keynal tertawa ringan lalu beranjak dari kursinya dan merebut barang miliknya yang dipegang Nathan. “Kunci mobil lo ada dibawah dekat lilin aromaterapi, sekalian matiin lilin ya Jo nanti.” Keynal berbicara tanpa menolah kearah Nathan dan kembali sibuk dengan layar komputer dan peralatan aransemennya.

“Si Ares kucrit mana? Gue kira dia bakal tidur disini kaya biasanya.”

“Udah balik dia, paling main game. Coba aja kesana.”

“Nggak perlu lah. Gue nggak mau lama-lama disini.” Nathan berjalan meninggalkan ruangan menuju tempat kunci mobilnya berada. Sesaat setelah Nathan mengambil kunci mobilnya dan mematikan lilin, pandangannya tertuju pada sebuah amplop surat dengan perangko luar negeri yang tertindih gelas lilin aroma terapi.

       Tanpa berpikir, Nathan memindahkan gelas lilin itu dan meraih amplop berwarna coklat usang dengan sebuah tulisan di penutupnya. “To: My Dearest Boy friend, Keynal Mahesa  🙂 “.

“Boy friend. Sebuah spasi yang memperjelas keadaan lo berdua ya.” Nathan bergumam pelan dan tersenyum pahit.

Keynal menyusul Nathan turun ke lantai bawah dan menghampiri Nathan di tempat Nathan berdiri memegang sebuah amplop.

“Jadi ini alasan yang membuat lo mau membakar diri di apartemen?” Nathan tertawa renyah seraya menunjukkan amplop berwarna kuning gading yang telah berpindah di tangannya.

“Lo membuat gue terdengar menyedihkan, Jo.” Keynal tersenyum getir. Terlihat perubahan air muka di wajahnya. Keynal berjalan meninggalkan Nathan yang terduduk diatas sofanya menuju ke sebuah pintu kearah balkon.

       Keynal mengeluarkan sebatang rokok dan menjentikan apinya, lalu menghisap dan menghembuskannya. Seperti bisa membaca pikiran Nathan yang penasaran, Keynal tiba-tiba berbicara menjawab pertanyaan yang ada dipikiran Nathan.

“Gue bukan mau menyembunyikan, gue hanya mencari waktu yang tepat untuk cerita ke kalian, dan berpikir apa perlu diceritain atau nggak.”

Nathan beranjak dari sofa dan menyusul Keynal menuju balkon. Mendekati Keynal dan merangkul jahil Keynal.

“Perlu lah Key. Apa gunanya kita dong kalo gitu.”

“Harus mulai dari mana gue?” Keynal terkekeh mendengar balasan dari temannya itu, cukup tidak menyangka karena dia akan sepenasaran itu.

  Nathan melepaskam rangkulannya dan menyandarkan tubuhnya santai pada besi pagar di balkon itu.

“Ya terserah lo.”

“Panjang kalau gue jelasin Jo.” Keynal menatap langit dengan tatapan kosong.

“Kayaknya gue nggak jadi pulang cepat , lagian gue ke apartemen bukan kerumah.”

“Emang lo ye.” Keynal tertawa dan akhirnya menyerah.

      Keynal menyodorkan sekotak rokoknya pada Nathan dan Nathan mengambilnya lalu menjetikkan apinya. Bersama dinginnya angin malam ibu kota dan kepulan asap bakaran zat nikotin sebuah cerita ikut melayang bersamanya seperti sebuah beban yang dilepaskan dan terbang terbawa hembusan angin.

oOo

 

A/N:

Halo hehe jangan bosen ada aku di akhir cerita hehe

Ada yang ketinggalan dari note sebelumnya.. Keynar Hanna Maritza sebagai visualisasinya yeri rv hehe.

Untuk next chapt mulai ada pengerucutan tokoh tapi mereka akan tetep ada kok hehe akan lebih fokus ke mainnya. Geng suami idaman akan terus menemani kok hehe.

So terima kasih banyak yang memberikan feedback dalam bentuk apapun hehe

Babay~ lav lav :p

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Die geheime Tür (Chapter 3)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s