[EXOFFI FREELANCE] Nothing Like Us – (Prolog & Teaser)

kk.png

Title : Nothing Like Us

Author : Kris’s Anae (@nanda_arisma)

Length : Chapter

Genre : Marriage Life, School Life, Romance, AU, Family, Sad.

Rating : Teen

Main Cast :

  • Oh Se Hun (EXO) as Choi Jun Young or Stefan
  • Bae Joo Hyun (Red Velvet) as Kim Seo Ra or Miley
  • Lee Tae Min (SHINee) as Lee Tae Min
  • Kim Min Seok (EXO) as Kim Min Seok
  • Choi Jin Ri (f(x)) as Choi Sulli

Additional Cast :

  • Byun Baek Hyun (EXO) as Henry Byun
  • Tiffany Hwang (SNSD) as Stephanie Kang
  • Son Na Eun (A-pink) as Son Na Eun

Summary : Stefan yang antisosial dan Miley yang berjiwa sosial tinggi, mereka mau tidak mau harus saling menerima keadaan masing-masing dan menghabiskan waktu-waktu berharga mereka bersama dalam ikatan bernama pernikahan. Bagaimanakah hubungan mereka akan berakhir? Mampukah mereka melewati masa-masa tersulit?

Disclaimer : This fict is mine! Don’t do copast or I’ll kill you! FF ini pernah dipublish di tempat lain dengan judul yang sama tetapi dengan cast yang berbeda

 

Say ‘NO’ to Siders and Plagiator

Happy Reading.. ^^

 

Nothing Like Us [Prolog]

‘Hidup itu membosankan’, seperti itulah pendapat Stefan jika dia ditanya tentang bagaimana arti hidup yang sebenarnya. Stefan hanya tau lingkungan rumahnya, Stefan bahkan tidak pernah pergi ke Lotte World ataupun Namsan Tower untuk sekedar berkencan dengan seorang gadis selayaknya remaja seusia dirinya. Jangankan seorang gadis, untuk teman sepermainan saja dia hampir bisa dibilang tidak memilikinya. Setidaknya itu keadaan tiga tahun yang lalu sebelum anak tetangganya, Kim Min Seok atau yang kerap disapa Xiumin datang dan dengan sukarela mengajaknya bersosialisasi walaupun sekedar bermain game bersama tanpa ada suara apapun dari keduanya. Menurut Ibunya, itu sudah merupakan kemajuan yang begitu pesat.

Stefan adalah lelaki kaku, pendiam, cuek, datar, membenci sosialisasi dalam bentuk apapun, bertangan dingin, namun dianugerahi otak yang amat luar biasa brillian oleh tuhan. Stefan tau segala sesuatu yang terjadi di luar sana tanpa harus keluar dari rumah istananya, Stefan menguasai segala bidang ilmu tanpa harus menghabiskan seperempat usia hidupnya dengan duduk di bangku sekolah, Stefan menjuarai lomba beladiri berkali-kali, Stefan pernah pergi ke delapan belas negara hanya untuk memotret beberapa obyek kameranya di negara-negara itu. Sekalipun Stefan tidak pernah melintasi jalanan Seoul selain jalur menuju Bandara International, setidaknya Stefan sudah pergi ke begitu banyak negara yang tersebar di seluruh benua di dunia.

Stefan bukanlah lelaki culun seperti yang orang-orang pikirkan tentang antisosialis pada umumnya, Stefan sungguh tampan dan mendekati kata sempurna. Bibirnya selalu basah dan menawan, kontur wajah yang menyerupai manekin, senyumnya menenggelamkan mata sedangnya, suara emasnya begitu menghipnotis, high notenya yang sempurna mampu membuat guru vokal pribadinya menganga tak percaya. Stefan punya segalanya, Stefan bisa mendapatkan apapun dalam hitungan menit, Stefan besar dengan sendok emas di mulutnya, Semua bisa dibelinya kecuali sosok ayah dan kasih sayang ibunya sendiri.

Stefan tidak pernah menyukai apapun selain celotehan Xiumin, Traveling, dan Photography. Stefan juga tidak pernah membenci hal-hal lain kecuali keramaian dan soaialisasi. Stefan memang mengagumkan, jika saja sikap antisosial tidak melekat pada dirinya. Stefan memang idaman, jika saja dia tidak terus bersembunyi dari orang-orang di sekitarnya. Stefan akan lebih sempurna, jika saja ada seseorang yang mampu meluluhkan hatinya.

 

 

‘Hidup itu indah, semua yang terjadi di dalamnya merupakan hal yang patut kau nikmati dan syukuri’, mungkin demikian opini Miley jika dia ditanya hal yang sama dengan Stefan. Miley memang gadis yang hangat, menurutnya tidak ada alasan untuk tidak ramah pada siapapun. Miley gadis istimewa yang belum pernah jatuh cinta, Miley selalu penasaran dengan apa yang dinamakan cinta. Miley selalu ingin bercerita hal yang sama dengan dua sahabat karibnya perihal cinta, tapi dia sendiri tidak pernah tau apa itu cinta dan bagaimana pula rasanya cinta itu.

Miley adalah sosok gadis hangat, manis, menyenangkan, pengertian, penuh kasih sayang, tegar, pantang menyerah, dan hanya pernah menangis dua kali dalam hidupnya setelah fase balita. Miley gadis yang tidak pernah merasa memiliki beban, sekalipun nilai akademiknya tidak pernah memuaskan tapi dia tetap belajar tanpa lelah. Semua yang terjadi dalam hidupnya laksana air sungai yang mengalir teratur, dia selalu berharap bisa bertemu dengan fotografer misterius idolanya dan berjodoh dengannya. Miley suka kegiatan-kegiatan sosial yang bermanfaat, Miley bahkan rela melakukan segala cara demi dapat menjadi anggota PBB yang khusus menangani masalah-masalah sosial di dunia kelak saat Miley lulus Senior High School.

Miley gadis cantik yang sederhana, Miley merupakan salah satu dari tiga primadona di sekolahannya yang begitu diidamkan teman-teman lelakinya. Berpostur sedang, gadis ramah bersuara emas, mata indah mempesona, senyum indah memikat, suaranya berhasil membuatnya menjuarai bermacam-macam lomba menyanyi di berbagai event. Miley lahir dalam lingkup keluarga yang berada, hanya saja ibunya telah tiada dan ayahnya tengah mengalami gangguan jiwa. Neneknya seorang pendikte apatis dan otoriter, apapun yang ia rencanakan tak ada yang bisa menghalangi termasuk juga Miley.

Miley selalu menyukai keramaian, hari pertama pergantian musim, dan juga suasana musim gugur dengan angin yang bertiup dingin menusuk dan daun maple yang berjatuhan menutupi jalanan. Miley tidak membenci apapun, kecuali flower boys di sekolahnya dan neneknya yang terlalu otoriter. Miley memang mempesona, jika saja dia lebih bisa mengatur sikapnya. Miley memang idaman, jika saja dia bisa lebih ramah pada flower boys sekolahnya. Miley memang sempurna, jika saja ada orang yang mampu mengisi kekosongan hatinya.

 

 

Dua sosok yang berlawanan, berada dalam satu ikatan sakral. Dua kutub berlawanan yang begitu berbeda, dua orang yang tak pernah menemukan kecocokan. Namun dua kutub yang sangat berbeda pada awalnya, pada akhirnya akan saling tarik menarik saat dipertemukan. Seperti halnya kutub magnet utara, yang akan tarik menarik dengan kutub magnet selatan saat mereka dekat.

Hanya tinggal menunggu waktu.

Mereka hanya perlu melewati beberapa proses.

Sampai akhirnya mereka akan benar-benar menemukan kebahagiaan yang sejati dalam sebuah rumah tangga.

 

Mampukah Miley menghadapi Stefan yang bahkan menurut sebagian orang tidak manusiawi?

Akankah Stefan luluh dengan kehadiran Miley dan celotehnya? Akankah Stefan mampu bersosialisasi dan menyadari betapa beruntungnya dia bisa memiliki Miley pada akhirnya?

 

 

Kris’s Anae Storyline Present

Nothing Like Us (Teaser)

 

 

— “Kau suamiku? Baiklah. Saranghaja!” —

— “Selamat berjuang, Miley-ssi.” —

— “Aku sudah pintar tanpa harus pergi ke sekolah umum. Aku tidak mau!” —

— “Eomma selalu mengupayakan yang terbaik untukmu.” —

 

 

— “Aku selalu siap kapanpun kau butuh bantuanku, Miley.” —

— “Kim Seo Ra! Pergi dari rumah ini!” —

— “Ya tuhan, apa arti semua ini? Fotografer itu dia..” —

 

 

— “Kau belum puas mempermalukanku?” —

— “Dasar anti sosial!” —

— “Aku menyukainya, Miley tidak bahagia hidup denganmu!” —

— “Aku merindukan sosok ayahku yang dulu..” —

 

 

— “Kau tidak boleh keluar kemanapun jika tidak bersamaku!” —

— “Jadi, kau adalah suami Miley?” —

— “Kau tidak pantas memilikinya!” —

— “Apalagi yang kau lakukan?! Kau mempermalukan appa, Stefan!” —

 

 

— “Sesungguhnya, hartaku yang paling berharga saat ini adalah kau.” —

— “Mwo?!” —

— “Aku akan selalu menemanimu, apapun yang terjadi.” —

 

 

— “Apa kau yakin?” —

— “Stefan-ssi, aku menyukaimu. Sejak kecil, sejak pertemuan pertama kita, acara yang kau hadiri pertama dan terakhir kalinya.” —

— “Kami berbeda, nothing like us.” —

 

 

COMING SOON!!

Nothing Like Us (Chapter 1)

KEEP WAITING!!

 

Komentar kalian menentukan kelanjutan FF ini 🙂

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Nothing Like Us – (Prolog & Teaser)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s