[EXOFFI FREELANCE] Life Story (Chapter 7)

Life Story Part 3

Life Story

Part 7 : About Love

Cast :

Do Kyungsoo

Kim Hyera

Jung Seorin

Byun Baekhyun

Author : Sweet Sugar

Genre : Marriage life, sad, hurt, romance

Length : Chapter

Rating : PG-14

Summary :

Mencintai adalah keberanian, ketika harapan dan keputusasaan ialah pintu yang engselnya bertautan

-Lang Leav : Love and Misadventure-

[PART 7 : About Love]

 

Prang..

Kim Hyera sedikit berjengit ketika suara yang ditimbulkan oleh cangkir kopi dan meja yang berbenturan satu sama lain itu menyapa gendang telinganya

“Apa kau sudah gila Kim Hyera?!”

Hyera menatap wanita yang kini duduk di hadapannya, ia tersenyum kecut kemudian menyesap sedikit kopi yang terhidang di atas meja

Kang Hyemi hanya bisa menatap sahabatnya itu dengan pandangan tak habis pikir, mulutnya sudah mengeluarkan berbagai sumpah serapah sejak Hyera menceritakan tentang kehidupan pernikahannya dan sekarang rasanya ingin sekali ia menonjok suami sahabatnya ini setelah mendengar rencana gila tidak masuk akal yang dikatakan gadis itu dengan mulutnya sendiri

Hyemi bukannya tidak mengerti dengan raut sok kuat yang sahabatnya itu tunjukan. Tapi ayolah mereka sudah hampir empat tahun tak bertemu, harusnya pertemuan pertama mereka setelah sekian tahun dipenuhi dengan canda tawa, hang out bersama atau kegiatan ala wanita lainnya, bukan pembicaraan berat yang kini sedang mereka lakukan. Empat tahun tak beretmu dan yang didapatinya sepulang dari Paris justru kehidupan sahabatnya yang hampir hancur, yang benar saja

“Aku hanya berpikir inilah yang bisa kulakukan untuknya agar ia bisa bahagia Hyemi-ya” ucap Hyera dengan tenang

“Dan yang kau maksud dengan membuatnya bahagia adalah dengan cara menghilang perlahan dari kehidupannya kemudian menyatukan kembali suamimu dengan wanita yang ia cintai begitu? Apa kau benar-benar sudah tidak waras?!”

Hyera menyandarkan punggungnya ke kursi, gadis itu menghea nafas pelan kemudian manik matanya menatap Hyemi dengan datar

“Kupikir tanpa menanyakannya pun kau sudah tau jawabannya bukan. Aku hanya menginginkan agar ia bisa bahagia, kurasa itu bukan sesuatu yang salah”

“Tapi konsep bahagia yang kau maksud tidak melibatkan kau didalamnya, lalu apa artinya bagimu kalau ia bahagia tapi kau harus merelakan suamimu untuk wanita lain?”

“Karna nyatanya aku memang tidak pernah masuk dalam daftar bahagianya” lirih Hyera kemudian, ia menundukan kepalanya berusaha menyembunyikan raut wajahnya yang ia sendiri tak tau seperti apa

Dan seorang Jung Hyemi menyadari hal itu. Meskipun kata-kata itu diucapkan dengan lirih dan nada yang biasa saja, tapi ia bisa membaca gestur Hyera dengan baik. Gadis itu sedang mencoba terlihat baik-baik saja, meskipun Hyemi juga tidak bodoh untuk sekedar tau bahwa Kim Hyera membuang habis harga dirinya untuk mengatakan kata-kata itu

“Pasti rasanya sakit sekali ya kan?” Hyemi bertanya pelan tangannya kemudian meraih tangan Hyera dan menggenggamnya, berusaha menularkan semangat pada sahabat yang sudah ia anggap saudara sendiri itu

“Kau bisa menceritakan semuanya padaku kim, aku bersedia menjadi pendengar yang baik untuk semua kisahmu ini. Kalau kau lelah dan butuh tempat berbagi aku bisa menyediakan tempat itu. Tapi kumohon setelah itu berhentilah dengan gagasan bodohmu itu, kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri jika melakukannya”

Hyera tersenyum lembut gadis itu kemudian meletakkan tangannya di atas tangan Hyemi yang menggenggam tangannya

“Tidak Kang, aku bisa menceritakan apapun padamu. Semuanya, tidak ada yang akan aku tutupi darimu, tapi jika kau memintaku berhenti..”

Hyera menggelengkan kepalanya dengan senyum pahit yang ia sunggingkan dibibir “Aku tidak bisa”

Hyemi menggelengkan kepalanya  “Aku yakin sifat keras kepalamu itu memang sudah mendarah daging bukan, tapi aku juga yakin kau tau aku bisa sama gilanya denganmu tentang masalah yang satu itu”

Gadis bermarga Kang itu mengendikan bahu kemudian menyandarkan tubuhnya kekursi dengan tangan yang terlipat didada

“Sebutkan satu alasan masuk akal mengapa aku harus menyetujui ide tidak masuk akalmu ini. Sebaiknya kau memiliki alasan yang bagus dan bisa kuterima sehingga aku tidak harus mengadukan hal ini pada orangtuamu” ucap gadis itu dengan satu alis terangkat tinggi

Hyera tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu, Kang Hyemi samasekali tidak berubah. Sikap barbar dan angkuhnya tidak hilang sedikitpun, tapi justru itulah yang membuatnya nyaman bersahabat dengannya. Kang Hyemi selalu bersikap apa adanya, gadis itu punya cara berpikir yang logis dan tidak pandang bulu jika bersahabat, dan tentu tidak pandang bulu juga dengan ucapan-ucapan pedasnya. Tapi justru sikap angkuh gadis itu sekarang sedikit banyak menghiburnya

Hyera mengangguk masih dengan senyum yang tersungging di bibirnya, kembali ikut menyandarkan diri pada sandaran kursi yang nyaman

“Well, sudah kukatakan aku tidak pernah ada dalam daftar kebahagiaannya. Suamiku itu mencintai wanita lain sementara disatu sisi aku mencintainya, aku hidup disatu rumah dengannya, tidur di satu kamar dengannya dan bahkan berbagi satu ranjang yang sama dengannya sementara aku sadar pria itu tidak pernah menganggapku, itu membuatku sakit. Dan aku muak dengan fakta bahwa aku masih terus mencintainya meski aku sadar bahwa segala hal bahkan yang terkecil mengenai wanita terkasihnya itu selalu membuatku tersisih dimatanya. Singkatnya aku ingin menghentikan semua ini demi menghindari sakit hati lebih lanjut, aku tidak mau suatu saat nanti aku justru berubah membencinya karna terlalu sering dikecewakan” ucap Hyera dengan nada santai

“Apa alasan itu cukup masuk akal bagimu Kang Hyemi?” lanjutnya

Hyemi menyeringai “Alasanmu kutolak. Kau belum mengatakan semuanya, ada yang masih  kau sembunyikan dalam pejelasanmu ”

“Seenaknya saja kau berspekulasi dengan asumsimu itu”

“Well, aku tidak bodoh Kim, kalau kau memang hanya ingin menghentikan semuanya kau tidak perlu repot-repot mendekatkan suamimu itu pada wanita lain. Kau hanya tinggal minta cerai dan masalah selesai. Untuk apa kau repot-repot berusaha menyatukan mereka sementara semua bisa diselesaikan tanpa kau harus merasa tersakiti”

Ada hening sejenak diantara dua wanita bersahabat itu. Hyemi memperhatikan Hyera yang kini sibuk memainkan gelas kopi yang dipegannya tanpa mau balas menatap matanya

“Aku hanya ingin meninggalkan sedikit kebahagiaan untuknya dan diriku” lirih Hyera masih dengan mata yang sepenuhnya menatap cangkir kopi, seolah tidak ada benda yang lebih menarik dibandingkan benda keramik yang sedang digenggamnya sekarang

“Devinisikan bahagia”

“Mereka berpisah karna aku Hyemi-ya, yang sebenarnya terjadi adalah aku yang menjadi orang ketiga diantara mereka. Sebenarnya Kyungsoo mengatakan padaku bahwa ia sudah mempunyai seseorang yang spesial tepat sebelum kami menikah. Tapi aku egois, karna aku mencintainya aku menjadikan itu pembenaran untuk memisahkan dua orang yang saling mencintai. Saat itu aku berpikir asalkan bisa bersamanya maka sudah cukup bagiku, lagipula orang tua kami akan sangat malu sendainya aku membatalkan pernikahan saat itu. Tapi lihatlah, sepertinya tuhan sedang menghukumku karna menjadi egois”

Hyera menegakkan kepalanya, tersenyum pada Hyemi dengan sebuah senyum tulus meski dengan mata yang berkaca-kaca

“Setidaknya aku harus mengakhiri ini dengan benar, mereka berpisah karna aku maka aku juga harus menjadi orang yang menyatukan mereka kembali. Setelah itu mungkin aku baru bisa melepaskan diri dan mulai mencari kebahagiaanku sendiri”

“Apa kau butuh sebuah pelukan penenang?” tanya Hyemi saat dilihatnya mata mulai dipenuhi linangan air mata

Hyera menggelengkan kepalanya, buru-buru mengusap air yang menggenang di pelupuk matanya

“Kenapa topik pembicaraan kita jadi sangat berat begini?” Hyera terkekeh

Hyemi mendengus “Cih, seharusnya aku yang mengatakan itu, jangan mencuri dialogku”

Dan kemudian mereka sama-sama terkekeh

“Kalau begitu bagaimana jika kita mengganti topik pembicaraan . Jadi bagaimana kehidupanmu di Paris sana? Kudengar kau bertemu seorang pria yang juga berasal dari Korea dan mengencaninya benar?” tanya Hyera tanpa basa-basi, well ia juga harus mengorek informasi tentang bagaimana sahabatnya hidup di negeri orang selama empat tahun terakhir

Hyemi yang mendengar hal itu memutar matanya kesal “Dan dari seluruh kehidupanku diparis kau justru paling tertarik dengan bagian itu? Kau tidak terlihat seperti wanita yang punya masalah dengan suaminya sekarang” cibir Hyemi yang disambut tawa geli oleh Kim Hyera

“Yah sekarang justru kaulah yang terlihat punya masalah dengan pasanganmu, jadi bagaimana  tentang pria itu? Mengingat kau punya repuasi buruk soal menjalin hubungan dengan lawan jenis kurasa ia pasti cukup menarik untuk bisa membuatmu bertahan dengan hubungan selama empat tahun bersamanya” Hyera menaikkan sebelah alisnya dengan senyun jahil yang bertengger dibibir

“Sialan, kau membuatku terdengar seperti seorang pecinta sesama jenis sekarang”

“Jadi? Pria itu?” Hyera masih menuntut jawab atas pertanyaannya yang pertama

“Well, namanya Park Chanyeol. Aku bertemu dengannya ditahun pertamaku di Paris, dan yah dia cukup memberikan kesan buruk padaku dipertemuan pertama kami. Kami berada dikelas yang sama tapi ia malah terlambat di hari pertamanya. Kau tau aku benci orang seperti itu”

“Definisikan seperti itu” ujar Hyera meniru ucapan Hyemi beberapa saat yang lalu

Hyemi menyeruput kopinya sejenak “Orang yang tidak tepat waktu”

“Lalu kenapa sekarang kau justru berakhir dengan menjalin hubungan selama empat tahun dengannya?” tanya Hyera tak mengerti

“Well terlepas dari kesan pertama yang buruk, dia sangat keren. Dia seorang mahasiswa penerima beasiswa di kampusku, sikapnya ramah pada siapapun dan ia selalu menebar senyum dimanapun seolah tidak punya beban hidup. Dia pandai membuat orang laih merasa nyaman. Dan aku harus memberitahumu bahwa ia punya latar belakang yang sangat hebat, ayahnya adalah pemilik perusahaan kapal pesiar terbesar di korea sedangkan ibunya pewaris tunggal dari Daily Media, salah satu perusahaan percetakan terbesar di negara ini.Dan oh ia sempat mengembangkan game semasa SMA dulu dan memegang hak patennya, uang royalti dari game yang diproduksi mengalir kerekeningnya setiap bulan dengan kata lain ia sudah punya penghasilan sendiri. Bisa kau bayangkan betapa kaya kelarganya, tapi ia justru sekolah keluar negeri karna beasiswa, dan bahkan tidak banyak yang tau tentang keluarganya ini, ia tidak suka pamer sesuatu yang dimiliki orangtuanya karna ia benci sekali orang yang mulai berteman dengannya karna latar belakang keluarganya itu, ia bahkan baru memberitahuku hal ini setelah dua tahun kami bersama. Tunanganku keren sekali kan” Hyemi menyengir lebar, menyenangkan sekali pamer ‘sesuatu’ miliknya pada Kim hyera

Hyera memasang wajah datarnya “Kenapa aku merasa kalau kau jadi terdengar gila harta sekarang, sahabatku”

“Eeiii, mana boleh kau bicara begitu. Aku bukan perempuan yang tertarik pada pria hanya karna dia kaya kau tau. Tapi serius, tunanganku itu sangat kaya dan ia bahkan akan segera mengambil alih posisi direktur diperusahaan ibunya dalam waktu dekat ini, makanya aku menawarimu pekerjaan menjadi sekretaris itu. Tunanganku terlalu menarik perhatian, dan sikap ramahnya itu sedikit berbahaya jika ia punya sekretaris seorang wanita, tentu saja pengecualian kalau itu dirmu. Jadi bagaimana? Kau akan menerima pekerjaan itu atau tidak?”

Hyera menggelengkan kepalanya “Suamiku tidak suka jika aku bekerja dengan menghabiskan lebih dari setengah hari diluar rumah, jadi kurasa aku tidak akan mengambil pekerjaan itu”

“Heeissh pria brengsek itu. Aku harus bekerja keras mencari sekretaris lain kalau begini”

Hyera tertawa ringan mendengar itu

“Ngomong-ngomong apa yang akan kita lakukan setelah ini. Serius Kim kita baru bertemu kembali setelah empat tahun dan aku justru  harus terjebak disini denganmu bersama kisah kehidupan rumah tanggamu yang tragis”

Hyera memutar  matanya kesal “Sebenarnya aku ingin menyiksamu lebih lama lagi dengan cerita mengenaskanku  ini. Tapi aku harus segera pergi, masih ada yang harus kulakukan setelah ini. Lagipula kurasa kau harus bekerja keras mencarikan sekretaris untuk tunanganmu yang kau bilang sangat keren itu” sinis Hyera lantas berdiri dari duduknya

Gadis itu meraih tasnya dan melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kirinya

“Baiklah, kurasa aku harus pergi sekarang” ucap gadis itu kemudian

Hyemi memandang sahabatnya itu dengan raut tak percaya “Heol, setelah membuatku mendengarkan cerita tragis rumah tanggamu kau akan langsung pergi begitu saja? Benar-benar tidak bisa dipercaya

“Haha maafkan aku Kang, aku benar-benar harus pergi sekarang. Kita mengobrol lain kali lagi oke. Oh ya jangan lupa datanglah kerumahku kalau kau tidak sibuk nanti teman. Aku yakin kau masih sangat merindukaku. Jangan lupa juga mengajak tunanganmu yang daebak itu oke, kau harus mengenalkan dia padaku” godanya, Hyera merentangkan tangannya membuat gestur hendak berpelukan yang kemudian disambut Hyemi

“Oke, aku akan berkunjung nanti. Suruh suami sialanmu itu bersiap-siap karna aku akan menonjok wajahnya begitu bertemu nanti”

Hyera terkekeh “Ya baiklah, terimakasih sudah mendengar ceritaku hari ini. Aku senang kau sudah kembali, baiklah aku harus pergi sekarang”

“Baiklah, hati-hati dijalan oke. Aku akan menghubungimu lagi nanti”

“Ng, aku pergi”

-0-

Tek.tek.tek

Denting jam yang menggantung indah di dinding itu menjadi alunan melodi yang menemani siapa saja penghuni ruangan kerja itu. Kyungsoo, si pemilik ruangan tengah duduk diam di balik meja kebesarannya

Dengan punggung yang tersandar sempurna dikursi panasnya pria itu menatap lurus kedepan, kegiatan yang sudah dilakukannya selama dua jam belakangan. Tidak ada yang ia kerjakan sejak tadi selain hanya duduk dan termenung

Sekretarisnya bahkan sudah tiga kali masuk untuk mengantarkan berkas yang harus ia tandatangani, sayangnya kertas-kertas itu berakhir dengan menjadi teronggok tak berharga di sudut mejanya

Kyungsoo juga tidak mengerti dengan apa yang sedang dilakukannya, ia hanya sedang tidak bergairah untuk melakukan apapun saat ini. Yang ia tau pikirannya saat ini sedang kalut dan ia perlu waktu untuk mengatur ulang seluruh kewarasannya

Orang bilang hati dan logika tidak berjalan beriringan, dan sekarang ia tau bahwa itu memang benar adanya. Ia tidak tau apa yang salah tapi ada perasaan mengganjal dalam dirinya, Kyungsoo juga tidak paham entah itu berasal bagian dari logika atau justru perasaannya. Yang jelas ia merasakan ada yang salah dengan dirinya

Matanya mulai melirik jam yang tergantung gagah di dinding. Pukul tiga, masih terlalu awal baginya untuk kembali ke rumah. Pria itu menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, menghela nafas sejenak kemudian ia menatap lurus kedepan

Ia ingin tau apa yang sedang dilakukan Hyrea sekarang. Apakah gadis itu sedang memasak saat ini? Ataukah ia ia sedang belanja ke supermarket karna seingatnya isi kulkas mereka memang sudah perlu diisi

Pikirannya melayang-layang membayangkan apa yang sedang dilakukan istrinya saat ini sembari matanya menelusuri sisi – sisi mejanya

Kemudian ia teringat sesuatu. Segera tangannya membuka laci meja, mengobrak-abrik benda didalam sana sebentar sampai kemudian maniknya menemukan benda yang ia cari. Sebuah figura berukuran sedang yang ia telungkupkan di laci meja kerjanya

Kyungsoo membalik figura itu, menatap gambaran dua manusia berbusana putih yang tak lain adalah dirinya dan Hyera. Itu foto pernikahannya

Namja itu menatap sejenak pada bayangan semu yang tercetak sempurna diatas selembar kertas berbingkai, dipandanginya foto itu dengan intens. Sekilas memang tidak ada yang salah dengan gambar tersebut, mereka nampak layaknya pasangan pengantin lainnya dengan busana putih dan berbagai pernak-pernik pernikahan lainnya

Tapi jika diteliti lebih dalam, ada yang janggal dengan foto ini. Dirinya samasekali tidak terlihat bahagia. Hanya wajah datar yang ia perlihatkan disini, berbanding terbalik dengan Hyera yang berdiri disampingnya dengan senyum tulus yang baru sekarang ia sadari terlihat sangat manis

Sebelah tangannya mengelus foto itu, tepat diwajah Kim Hyera

“Kau wanita yang baik” gumamnya pada diri sendiri

Kyungsoo meletakkan figura itu di atas meja kerjanya. Ia kembali menatap foto itu sejenak, jika ia memang berniat berubah, maka ia harus belajar memulai semuanya dari yang terkecil. Dan memajang foto pernikahan mereka yang telah lama ia asingkan Kyungsoo rasa permulaan yang cukup bagus

Ia harus belajar menerima wanita itu sebagai istrinya sekarang

Pria itu berdiri dari kursi kebesarannya setelah meletakkan figura pernikahan mereka disamping berkas-berkas penting yang harus ia tandatangani. Ia tersenyum lebar

Well, opsi kembali kerumah segera sepertinya terdengar lebih baik baginya sekarang dibanding harus menghabiskan sepanjang hari dikantor tanpa melakukan apapun. Toh ia memang sudah tidak bisa berkonentrasi pada pekerjaannya sama sekali. Rasanya lebih baik jika ia pulang lebih awal dan memberi kejutan pada istrinya

Siapa tau itu bisa melunakkan sedikit hati Hyera yang telah ia lukai kemarin, atau paling tidak mengembalikan mood istrinya yang ia rusak pagi ini. Well, namja itu punya ide yang lebih bagus sekarang. Mungkin ia harus singgah ke tempat langganannya dulu sebelum pulang

-0-

Pintu bercat putih itu terbuka, menampakan sosok Hyera yang datang dengan berkantung-kantung belanjaan. Gadis itu sedikit terheran ketika mendapati lampu ruang tamu sudah menyala

“Apa Kyungsoo sudah pulang? Tidak biasanya” gumamnya, ia segera mengangkat belanjaan yang dibelinya meskipun terlihat agak kesulitan membawa kantung-kantung yang terlihat berat itu. Dengan sedikit usaha ia menyeret barang belanjaannya dan meletakkan semuanya diatas meja

Baru saat ia hendak menyimpan belanjaan-belanjaan itu ke kulkas tiba-tiba saja Kyungsoo muncul dari arah tangga

“Eoh, kau sudah pulang?” tanyanya tanpa sadar begitu melihat sosok suaminya itu sudah berdiri tepat dihadapannya

Namja itu menganggukan kepalanya kikuk, kemudian matanya melirik pada belanjaan yang masih tertumpuk diatas meja

“Kau belanja semua ini?” tanyanya dengan nada setengah tak percaya

Hyera ikut melirik belanjaan yang dipandangi Kyungsoo. Memang apa yang salah dengan belanjaan yang ia beli sampai Kyungsoo melihat belanjaannya seolah ia baru saja melihat alien

“Ya, aku membeli semua ini. Apa ada yang salah?”

“Eh? Tidak – tidak, sini aku bantu kau membereskannya” tanpa menunggu persetujuan Hyera, Kyungsoo sudah mengambil alih belanjaan-belanjaan itu. Tangannya bergerak gesit mengeluarkan barang belanjaan Hyera -yang sebagian besar adalah bahan makanan, kemudiaan memasukkannya ke kulkas

Mengabaikan Hyera yang kini hanya berdiri di sebelahnya dengan wajah terheran, batinnya bertanya apa yang sedang di lakukan Kyungsoo sebenarnya

“Biar aku saja yang melakukannya Kyungsoo, kau pasti lelah setelah bekerja seharian. Sana istirahat saja” ucap Hyera sembari menjaukan Kyungsoo dari arenanya. Ia mengambil alih lagi pekerjaannya, memasukkan bahan makanan kedalam kulkas

Gadis itu kembali sibuk dengan kegiatannya, sengaja bersikap acuh pada Kyungsoo. Well, ia harus mulai membuat batasan yang jelas antara mereka mulai dari sekarang

Sementara Hyera sibuk memasukkan bahan makanan, Kyungsoo memperhatikan istrinya itu dari belakang

“Ternyata memang selama ini aku melewatkan banyak hal” gumamnya pelan, nyaris berbisik

Hyera menatap Kyungsoo merasa mendengar sesuatu

“Kau bilang apa Kyungsoo?”

“Tidak ada” Kyungsoo menggelengkan kepalanya sembari tersenyum, yang segera di hadiahi kerutan alis oleh Hyera

Wanita itu mengendikan bahu lantas melanjutkan kembali pekerjaannya, membiarkan Kyungsoo kembali bebas memandangi punggungnya

Kim Hyera terlihat sangat mempesona saat sibuk dengan pekerjaan dapurnya, gadis itu benar-benar terlihat seperti seorang istri dimata Kyungsoo sekarang. Kyungsoo memiringkan kepalanya kekiri, membuatnya bisa mengamati Hyera lebih jelas lagi

Surai hitamnya diikat pita berwarna pastel dengan poni yang ia biarkan jatuh di sisi kiri dan kanan wajahnya. Rambutnya yang terikat membuat Kyungsoo bisa melihat leher dan bahunya yang terekspos, dan Kyungsoo baru sadar jika Hyera punya satu tahi lalat di leher sebelah kirinya, persis di bawah telinga

Menilik penampilan gadis itu lebih dalam, hari ini ia menggunakan baju rajut berwarna pink dengan rok berwana putih yang jatuh tepat diatas lutut. Well, jika dilihat-lihat istrinya ini lebih terlihat seperti gadis remaja ketimbang wanita bersuami

Namja itu tersenyum kecut. Kalau kau lupa, istrimu memang masih seorang gadis Kyungsoo. Hell yeah Kyungsoo tidak mau membicarakan hal itu, yang ia harus lakukan sekarang adalah berusaha memperbaiki apa yang sudah ia hancurkan. Dan ia sedang merencanakan sesuatu untuk hal itu

“Kau duduklah, biar aku yang melakukannya”

Hyera menoleh pada Kyungsoo, alisnya berkerut bingung “Ada apa denganmu hari ini Kyungsoo? Kau bersikap sedikit aneh” Hyera bertanya

Tapi alih-alih menjawab istrinya, Kyungsoo justru mendorong Hyera menjauh dari arena dapur. Ia menggiring Hyera dan mendudukan gadis itu didepan meja makan

“Kau duduk yang manis disini, aku yang akan mengerjakan itu dan aku yang akan memasak hari ini”

“Tapi….”

“Ssttt…jangan menyela Kim Hyera, tidak sopan” Kyungsoo meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Hyera sebelum gadis itu menyela ucapannya, kemudian berkacak pinggang setelah dirasanya tidak ada perlawanan

“Kau duduk manis disini, aku akan memasakkan sesuatu untukmu. Dan kau akan menuruti kata-kataku” ucap Kyungsoo kemudian melenggang kembali ke arena dapur

Meninggalkan Hyera sendiri dengan berpuluh pertanyaan yang menyerang kepala gadis itu

-0-

Seperti yang dikatakan Kyungsoo, Hyera duduk dengan manis di depan meja makan terhitung sejak satu jam yang lalu. Dan sejak satu jam yang lalu pula atensinya terfokus pada pria yang sekarang sedang sibuk menghidangkan masakannya di meja makan

Dengan tangan yang tertopang di dagu ia memandangi Kyungsoo intens tanpa di tutup-tutupi, membuat pria itu sedikit kikuk karna sikap malu-malu Hyera tiba-tiba lenyap ditelan rasa penasaran

 “Kau melihatku seolah aku ini alien yang berasal dari planet antah berantah dan berpotensi membahayakan keselamatamu” ujar Kyungsoo mencoba bersikap santai. Pria itu meletakkan sepiring lasagna dan semangkuk salad di hadapan Hyera kemudian mengambil tempat duduknya sediri di hadapan Hyera

Gadis itu menatap datar pada Kyungsoo

“Sejujurnya dimataku sekarang kau memang terlihat seperti alien yang datang dari tempat asing dan dengan sikap yang asing juga, aku seperti tidak mengenalmu” balasnya datar

Tapi kemudian ia tersenyum manis sekali, mengambil sendok dan garpu untuk kemudian mulai mencicipi masakan buatan Kyungsoo

“Tapi terimakasih makanannya, wow kau memasak lasagnanya dengan sempurna sekali”

Kyungsoo diam, tidak mengatakan apa-apa. Matanya hanya terus menatap Kim Hyera yang mulai menyibukan diri dengan lasagna buatannya

“Kau benar-benar berniat melakukannya?” ucapnya kemudian, matanya tidak lepas menatap Hyera yang kini juga menatapnya

Gadis itu memandangnya tak mengerti “Melakukannya? Melakukan apa?”

“Menjauhkanku dari hidupmu, mendekatkanku dengan Jung Seorin”

Wajah Hyera berubah datar, tangannya yang masih menggenggam garpu ia letakkan di atas meja, moodnya berubah jadi sangat buruk sekarang

“Apa yang kau bicarakan huh?” jawabnya sinis

“Kau tidak bisa melakukannya. Tidak saat aku sedang berusaha membenahi perasaanku, lagi pula Seorin sudah bersuami Hyera kita tidak bisa-“

Hyera tersenyum sinis “Ada apa sebenarnya denganmu. Apa kau sedang berusaha mempermainkan perasaanku lagi saat ini” tanyanya kemudian dengan tatapan datar, membuat namja itu menghela nafas dalam

“Bukan maksudku Kim Hyera, aku-aku hanya berusaha untuk menerimamu-“

“Cukup, hentikan!” Hyera meletakkan -mebanting sebenarnya- sendok dan garpu yang digenggamnya keatas meja dengan keras, menimbulkan suara yg cukup nyaring dan cukup untuk membuat pria itu terkejut

“Jangan membual lagi kau, jangan mengatakan hal-hal yang membuatku berharap dan pada akhirnya kau tidak bisa menepatinya! Aku benci orang seperti itu!”

“Hyera-“

“Kau membuatku bingung, sebentar kau bersikap manis, sebentar kau bersikap dingin. Sesaat kau memberiku harapan tapi sesaat kemudian kau menghancurkannya. Aku manusia Kyungsoo, aku punya perasaan!!” bentak Hyera dengan nafas terengah. Gadis itu marah, ia muak bersikap sebagai istri manis yang terus – terusan mengikuti setiap sikap suaminya. Dan ia muak dengan sika plin plan pria itu yang seperti menarik ulur perasaannya

“Tolonglah, apa kau tidak bisa bersikap seperti seorang laki-laki? Jangan membuat janji jika pada akhirnya kau tidak bisa menepatinya, dan jangan memberi harapan jika pada akhirnya kau akan menghancurkannya. Sekali saja pikirkan orang yang akan kau sakiti dengan sikapmu itu”

Kyungsoo merasa seperti baru saja ditampar, ia tidak tau jika Kim Hyera yang manis dan baik hati bisa mengatakan hal semenusuk itu. Tapi fakta bahwa semua yang dikatakan gadis itu adalah kebenaran lebih menampar harga dirinya

Pria itu terdiam ditempat, mencerna perkatannya Hyera dan berusaha menjejalkan dalam otaknya bahwa yang ia lakukan selama ini menyakiti gadis itu

“Apa…apa tidak ada lagi yang bisa kuperbaiki sampai kau berpikir untuk lebih baik menjauhkanku dari hidupmu?”tanyanya pilu

“Kau yang membuatku melakukannya” balas Hyera datar

Tapi kemudian Kyungsoo menarik tengkuk gadis itu dan

Cup

Semua terjadi begitu saja, bibir mereka yang saling bersentuhan dan Hyera yang membelalakkan matanya

Ciuman itu terjadi tidak lebih dari dua menit hingga Kyungsoo melepaskan tautan bibirnya

”Kau tidak bisa melakukannya Hyera”  ucap pria itu setelah menjauhkan sedikit wajahnya. Ia menempelkan kening mereka, menatap Hyera dengan intens meski sebenarnya terkejut juga dengan apa yang sudah dilakukannya

“Siapa yang tau bagaimana perasaanku padamu besok, aku bisa saja berubah dan menjadi sangat mencintaimu nanti”

“Dan siapa yang tau apakah besok, lusa atau seterusnya perasaanmu akan berubah atau tidak” Hyera membalas lirih, memejamkan matanya karna rasa lelah sekaligus malu

“Kau tau Kyungsoo, bagiku mencintaimu dan mempercayaimu benar-benar membutuhkan keberanian yang besar. Saat aku tau kapapun kau bisa mencampakanku dan aku tidak tau kapan itu akan terjadi, apakah benar benar akan terjadi atau tidak”

Kyungsoo menangkupkan tangannya di kedua pipi Hyera, memaksa gadis itu untuk menatapnya

“Aku akan berusaha, aku janji. Kau harus memberiku kesempatan Kim Hyera. Kumohon, setidaknya kau harus membiarkan aku mencobanya sebelum kau menjauhkan aku dari hidupmu”

Hyera menatap Kyungsoo dalam. Apa? Apa yang harus ia lakukan? Apa ia harus menjadi wanita baik dan memberikan pria itu kesempatan?

TBC

Iya taukok TBC nya ngeselin :v

Tapi ya gimana, udah mentok nih. Ini serius aku buatnya ngebut banget kalo typo bertebaran maklumin aja yah wkwkwk

Lagi lagi sorry ngepostnya ngaret banget, mungkin dah gak ada yang inget ff bulukan ini haha…but serius guys I have big trouble in my real life and I have long time with my writer block

Intinya makasih yang masih mau baca ff ini, makasih juga yang mau ninggalin jejak. Aku akan berusaha lebih keras lagi supaya gak ngaret chaper dengan nya

Oh iya, selamat bulan ramadhan ya semuanya, maaf lahir batinnya nih sama kalian kalau aku punya salah hehe…

Thanks for admin, my reader siders juga

Okay see you next time

With love,

Sweet Sugar

-0-

 

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Life Story (Chapter 7)

  1. Seriously bukan ff bulukan. Aku nunggu banget loh. Cerita, alur, gaya bahasa, pokoknya semua aku suka. Dapat banget feelnya. Semangat ya semoga cepat updatenya. Hwaiting!
    Xoxo

  2. Bukan ff bulukan kok thor, aku menubggu dgn setia 🙂 semoga lancar yaa thor lanjut kuliahnya hehe. Part ini yg bikin agak gemes part hyera sama sahabatnya kelamaan pdhal aku uda berharap interaksi kyungsoo hyera dari awal #baper. Please kyungsoo jgn janji palsu lg dan hyera yg kuat dong jgn nyerahin suami sendiri ke mantan huhu 😦 next nya asap yaa thor secara nunggu chapter 7 ini almost 2 months lho thor :’

    • Wkwk..makasih kalau masih ada yg nungguin hehe 😁
      Keknya emang part hyera sama sahabatnya kelamaan ya woahaha, but i have plan for both of them*smirk* don’t worry chap depan banyakin moment kyungra kok kayaknya
      Weh gak nyangka loh ternyata ada yg sampe ngitung lama ff ini diposting jadi terharu, kecup dulu sini*ditabok :v
      Ditunggu ya chapter selanjutnya, thanks for read and comment 😊

  3. Kyungsoo mau memperbaiki semuanya semoga bisa deh, dan hati hyera gak dimainkan lagi sama kyungsoo kan kasihan hyera nya. Semga juga kyungsoo gak jadi orang yang plin plan lagi.
    Next nya jangan lama-lama ya thor, soalnya gak sabar nunggu kelanjutan hubungan mereka.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s