[EXOFFI FREELANCE] REDXO (Chapter 2)

park

 

Title : REDXO.

Author : Meihaena

Length : Chapther

Genre : Romance,Friendship,Family.

Rating : T

Main Cast : Park Chanyeol, Oh Sehun, Kim Kai (EXO)

Kang Seulgi, Son Wendy, Bae Irene (RV)

Additional Cast : Taeyeong (NCT)

Summary : Redxo adalah sebuah grub band papan atas korea

terdiri dari Chanyeol, Kai,Sehun, Wendy, Seulgi,dan Irene.

Mampukah mereka mempertahankan keutuhan grup Redxo

disaat cinta datang dan merubah segalanya.

Disclaimer : Cerita ini murni hasil kerja otak dan imajinasi author.

Dont plagiatisme. Jadilah pembaca yang baik.

Jika ada kesamaan tokoh,alur ataupun cerita itu hanya unsur

ketidaksengajaan. Please apologize for typo(s). Thank you.

 

 

 

 

 

 

Chapter 2

“ Chanyeol,kau ingin bicara apa?.” Tanya Seulgi masih bingung kenapa pria itu mengajaknya ke taman belakang halaman dorm mereka malam malam begini.

“ Ada hal penting yang ingin aku katakan.” Jawabnya dengan raut wajah serius. Sementara Seulgi masih menunggu pria itu melanjutkan perkataannya.” Aku, ingin kita putus.” Kedua bola mata gadis itu membulat karena terkejut mendengar perkataan dari kekasihnya.

“ A-apa? Maksudmu apa?.”

“ Aku ingin putus.”

“ Kenapa?. Apa alasan nya ?.”

“ Karena aku mencintai gadis lain.”

“ Kau, mencintai gadis lain?!. Tidak, aku tidak ingin putus. Tolong jangan tinggalkan aku Chanyeol.” Dan saat itu juga Seulgi melihat seorang gadis yang menghampiri pria itu dan menarik lengannya untuk pergi. Tapi Seulgi tidak dapat melihat dengan jelas wajah gadis itu,karena tiba tiba saja Cahaya putih menutupi Chanyeol dan gadis itu.

“Jangan tinggalkan aku !. Jangan !. CHANYEOL !!!.” Teriak Seulgi yang terbangung dari tidurnya,rupanya gadis itu telah bermimpi. Dapat terlihat keringat membasahi dahinya,serta nafasnya yang naik turun.

“Kenapa aku bisa bermimpi seperti itu?.” Ujarnya lantas turun dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar.

“ Selamat pagi Seulgi..” Sapa Sehun dan Kai yang tengah duduk di kursi meja makan, dan menikmati secangkir teh hangat.”  Yak !. Kau belum mandi?. Dasar jorok.” Sahut Kai yang dapat melihat gadis itu masih mengenakan piyama abunya.

“ Kemana Chanyeol ?.” Dua pria dihadapannya itu merasa heran karena pagi pagi sekali gadis itu sudah mencari kekasihnya.

“ Kenapa kau menanyakan dia?.” Sehun tampak menggaruk tengguknya yang tidak gatal.

“ Cepat jawab saja !. Mana Chanyeol?.”

“ Dia masih mandi. Kenapa, kau ingin mengintipnya ?!.” Kai sedikit kesal dengan perilaku aneh sepupunya itu. Kalian pasti belum tahukan, bahwa mereka itu saudara sepupu.

Terdengar suara dari arah tangga, dan benar saja ternyata itu adalah Chanyeol.

“ Chanyeol..” Seulgi langsung berjalan menghampiri pria itu dan memeluknya. Sementara Chanyeol sedikit terkejut melihat Seulgi memeluknya secara tiba tiba.

“ Kau kenapa?.”

“ Yak, Chanyeol kau memberi mantra apa pada sepupu ku?. Pagi pagi sudah mencarimu saja.” Ujar Kai berbalik menghadap kedua orang itu.

“ Chanyeol, aku bermimpi buruk tentangmu. Aku bermimpi kau memutuskan ku, dan memilih gadis lain.” Bahkan Seulgi tidak sanggup menahan air matanya. Chanyeol pun melepaskan pelukan gadis itu dan menatapnya lekat.

“ Seulgi, itu kan hanya mimpi. Buktinya aku masih kekasihmu kan?!.” Ucapnya mengelus pipi gadis itu lembut.

Seulgi pun menggeleng cepat.” Tidak, mimpi itu sangat nyata bagiku. Makanya aku sangat takut.” Kai dan Sehun benar benar bingung dengan sikap Seulgi pagi ini.Sebesar itukah cinta Seulgi pada Chanyeol.

“ Makanan sudah siap..” Ujar Irene yang meletakan pring besar diatas meja makan, sementara Wendy meletakan gelas dan menuangkan air kedalamnya.“ Ayo, kita sarapan dulu. Seulgi, kau belum mandi?. Pagi ini kita harus latihan untuk perform malam nanti. Cepat siap siap !!. ”

“ Lebih baik sekarang kamu siap siap.” Seulgi tidak bisa lagi menolak perkataan Chanyeol, dengan terpaksa gadis itu berjalan ke arah kamarnya.

***

“ Anyeonghaseo, urineun Redxo imnida…” Ucap mereka secara kompak saat menghadiri acara televisi untuk memperkenalkan member baru mereka yaitu Wendy.

“ Sebelumnya saya ingin bertanya mengapa grup band ini diberi nama sebagai Redxo?.” Tanya sang pembawa acara pada mereka.

“ Redxo terdiri dari kata Red dan Exo. Red itu warna merah yang artinya pemberani. dan Exo itu Extra ordinary yaitu luar biasa. Jadi, jika digabungkan kami adalah bintang yang pemberani dan luar biasa.” Jelas Kai mewakili semua member nya.

“ Wah…daebak.” Pembawa acara pun ikut bertepuk tangan kagum dengan arti nama grup band mereka.” Baiklah kalau begitu, Redxo akan menampilkan lagu terbarunya yaitu Love Me Right. Ini dia, REDXO….” Para fans pun bertepuk tangan dan ikut menjerit bersama.

Dimulai dengan intro drum dari Kai yang membuat semua penggemarnya menjerit karena terpesona.

[Wendy] Oh Yeah! C’mon!

 

 [Seulgi] Take your time

 waenji dugeundaeneun bam-iya (Na Na Na Na x 2)

 [Wendy] So tonight

 dal kkeutkkaji dallyeogabolkka (Yea Yea Yea Yea x 2)

 

 [Chanyeol] Just right

 sidong-eul geol-eo egsel-e bal-eul ollyeo

 modeun geos-i teugbyeolhae

 neowaneun jal eoullyeo

 mueos-eul wonhadeon Imma make it work (Yeah)

 

 [Sehun] Shawty, Imma party till the sun down

 jigeum i sinbiloun neukkim-eun mwolkka

 wajwo naegelo eoseo Before the sun rise

 nega eobsneun nan eodil gado Nobody (Yeah) o!

 

 [Wendy and Seulgi] dolo wie yeogin runway

 nal balaboneun nun sog milky way

 Just love me right (aha!)

 Baby love me right (aha!)

 

 [Wendy] o! naegelo wa mangseol-ijima

 neon maehogjeog-in naui universe

 [Seulgi] Just love me right (aha!)

 [Kai] nae ujuneun jeonbu neoya

 

 [Wendy and Seulgi] Just love me right

 Just love me right

 Just love me right

 [Kai] nae ujuneun jeonbu neoya

 

 [Irene] Shine a light byeolbich sog-eul dallyeo

 eunhasul geonneo (Na Na Na Na x 2)

 [Wendy] meomchul sun eobs-eo oye!

 

 [Chanyeol] ulil bichuneun dalbich-eun yeojeonhaji

 ne gwedo an hemaego iss-eo nan ajig

 [Sehun] I can do this all night long baby

 nega eobsneun nan eodil gado banjjogjjalinikka

 ou!

 

 [Wendy] dalbich chanlanhan bam pyeolchyeojin byeoldeul-ui bulkkochnol-i

 [Seulgi] jom deo nop-i nal-agabolkka (nal-agabolkka)

 

 [Seulgi] gaseum teojildeushan i sungan uli dulman tteoolla

 [Wendy] bal mit-e jiguleul dugo love me right

 

[Wendy and Seulgi] dolo wie yeogin runway

 nal balaboneun nun sog milky way

 Just love me right (aha!)

 Baby love me right (aha!)

 

 [Wendy and Seulgi] So come on baby nun-i busige

 deo aleumdaun neoui universe (areumdaun lady)

 Just love me right (aha!)

 nae ujuneun jeonbu neoya (o!)

 

Kini giliran Chanyeol yang membuktikan kemampuannya memainkan gitar. Membuat semua penggemarnya bertepuk tangan dan menjerit.

 

 [Kai and Irene] Just love me right

 Just love me right (Can you love me right)

 Just love me right

 [Chanyeol] I just wanna make you love me (nae ujuneun jeonbu neoya)

 

 [Wendy] su eobsneun bam-i chaj-awado nae haneul-en ojig neoman bichna (Woo Yeah)

 [Seulgi] sogsag-yeojwo naegeman

 [Wendy] bamhaneul-eul neowa naega

 [Seulgi] muldeul-yeoga

 

Saat itu mata Seulgi menatap Chanyeol dan Wendy yang tengah menggerakan kaki dan tangan mereka dengan kompak ke kiri dan ke kanan. Selain itu juga keduanya terlihat saling tersenyum senang. Dan hal itu membuat perasaan cemburu Seulgi muncul, membuat ekspresi wajahnya saat bernyanyi sedikit berbeda.

 

[Wendy and Seulgi] dolo wie yeogin runway

 nal balaboneun nun sog milky way

 Just love me right (aha!)

 Baby love me right (aha!)

 

 [Wendy and Seulgi] o! naegelo wa mangseol-ijima

 neon maehogjeog-in naui universe

 Just love me right (aha!)

 nae ujuneun jeonbu neoya

 

 [Kai and Irene] Just love me right (Oh oh oh yeah)

 Just love me right

 Just love me right (uliman-ui sigan)

 nae ujuneun jeonbu neoya

 

 [Wendy and Seulgi] Just love me right

 Just love me right

 Just love me right

 (jjalishan Cosmic ride, uliman-ui yaganbihaeng)

[Seulgi] nae ujuneun jeonbu neoya

 

***

“ Ternyata rasanya luar biasa ya, diberi tepuk tangan oleh penonton yang begitu banyak.” Ucap Wendy yang saat itu tengah duduk dengan member Redxo lainnya dibackstage.

“ Haha…kau baru pertama kali ya, merasakannya?.” Sehun tertawa dan mengelus rambut gadis itu pelan. Wendy pun hanya tersenyum kecil membalasnya.

“ Perform kalian tadi luar biasa.” Puji manager Kim.” Baiklah, untuk merayakan keberhasilan kita sekaligus penyambutan member Redxo yang baru. Ayo kita rayakan dengan makan makan !!.” Semua member pun bersorak setuju dengan ajakan sang manager.

            Sekarang mereka telah sampai di restoran langganan Redxo yang digunakan jika melakukan suatu perayaan. Manager Kim pun telah memesan satu ruangan khusus untuk mereka karena mereka tidak bisa jika makan ditempat terbuka.

“ Wendy, makanan kesukaanmu apa?.” Tanya Irene mulai memilih menu makanan.

“ Sebenarnya aku suka semua makanan. Tapi yang paling aku suka adalah Jjajangmyeon.”

Semua member pun menganggukan kepala mereka tanda mengerti terkecuali Kai yang pada dasarnya memang sudah tahu. Tapi dia hanya diam sedaritadi.

“ Wendy, kau tidak takut gemuk lagi?.” Tanya Kai dengan santainya. Sementara yang ditanya langsung membulatkan matanya, dia heran apa maksud Kai berkata seperti itu.

“ Gemuk?. Maksudmu Kai?.” Seulgi nampaknya penasaran.

“ Kalian belum tahu rupanya, dulu berat badan Wendy itu sangat besar .” Semua member termasuk manager mereka dibuat terkejut dengan pernyataan Kai.

“ Yak, Kai hentikan !!.” Wendy nampaknya mulai kesal.Namun Pria itu malah menyeringai.

“ Kenapa?. Kau malu?. Aku memang berkata jujur,kan?!.”

“ Kai hentikan. Kau tidak sepantasnya mengungkit masa lalu orang.” Sahut Chanyeol

“ Memangnya kenapa jika dulu dia gemuk?!. Justru dia gadis yang hebat. Karena mampu menurunkan berat badannya.” Wendy merasa senang karena Chanyeol membelanya didepan Kai dan member lain.

Sunbae, aku semakin yakin jika kau pria yang aku kenal 2 tahun yang lalu. Batin Wendy.

“ Kau yakin, dia menurunkan berat badannya tanpa operasi?.” Wendy semakin kesal saja dengan ucapan Kai pada Chanyeol.

“ Cukup Kai. Kau tidak berhak menilai aku seperti itu. Kau bahkan tidak pernah tahu, bagaimana perjuanganku saat itu. Aku berjuang sendiri, untuk bisa menjadi Wendy yang kuat dan tidak akan tertipu lagi oleh pria seperti dirimu.”

“ Yak, Yak. Hentikan !! .Kita kesini untuk merayakan keberhasilan kalian semua. Bukannya melihat perdebatan seperti ini.” Lerai sang manager yang tidak tahan dengan aura kebencian diantara mereka.

***

Pagi pagi sekali semua member Redxo sudah disibukan dengan pekerjaannya masing masing. Irene yang tengah melakukan proses syuting drama terbarunya, Seulgi yang dapat tawaran iklan, Kai dan Sehun yang harus melakukan pemotretan majalah, Chanyeol yang juga diundang untuk berkolaborasi dengan Yonghwa CNBlue disalah satu stasiun televisi.

Terkecuali Wendy yang pagi itu belum mendapatkan job sendiri, oleh karena itu Wendy memutuskan untuk menjenguk ayahnya dirumah sakit pasca operasi paru parunya.

Namun ketika gadis itu keluar dari kamarnya, dia mendengar suara seseorang dari arah dapur.

Dia sangat yakin, jika tidak ada satupun orang di dorm itu kecuali dirinya. Karena member yang lain sudah pergi setelah sarapan tadi. Perasaan gadis itu mulai takut, ia takut jika ada pencuri yang masuk kedalam dorm nya. Dengan cepat gadis itu membawa sapu kayu yang tergeletak disamping pintu kemudian perlahan berjalan ke arah dapur.

Dan betapa terkejutnya gadis itu saat melihat pintu lemari es nya yang terbuka, pasti orang itu tengah berada dibalik lemari es itu.

“ Yak !!.” Teriaknya saat hendak memukul orang itu dengan sapu.

“ Eh, berhenti !.” Wendy terkejut saat melihat tangan seorang pria menahan sapu itu.” Ini aku.”

” Chanyeol sunbae?!. Kau sedang apa disitu?.” Wendy menghembuskan nafasnya lega.” Kau membuatku takut .”

“ Kau pikir aku pencuri?.” Chanyeol merebut sapu itu dan meletakannya di dekat lemari es.

Gadis itu mengangguk pelan.” Maafkan aku sunbae, aku tidak tahu. Bukannya kau ada perform?”

“ Iya, aku belum sarapan.Karena tadi pagi aku telat bangun.”

Wendy tersenyum kecil menanggapinya.“ Kalau aku buatkan kau sandwitch, kau mau?.”

“ Boleh, daripada aku kelaparan saat perform.”

Wendy pun segera membuatkan sandwitch tuna yang selalu dia buat saat di kanada dulu. Tak perlu waktu lama, sandwitch tuna pun telah jadi dan meletakannya dihadapan Chanyeol yang tengah duduk dimeja makan.

“ Wah, cepat sekali membuatnya.Aku makan, ya?!.” Chanyeol tampak membulatkan matanya saat mengunyah makanan itu.” Ini, sangat enak.” Ucapnya dan membuat gadis itu tersenyum senang.

“ Ya sudah, habiskan kalau begitu.” Kemudian Wendy menatap jam tangannya.” Sunbae, aku harus pergi sekarang. Aku duluan ya.”

“ Eeh, kau mau kemana?.” Tak sengaja Chanyeol menahan lengan gadis itu.” Maaf.” Kemudian melepaskannya setelah menyadarinya.

“ mm..aku akan menjenguk ayahku di rumah sakit.” Chanyeol langsung melahap potongan sandwitch terakhirnya. “ Ayo biar aku antar.”

“ Tidak perlu. Aku bisa naik bus.” Tolaknya secara halus.

“ Tidak apa apa. Ayo !.” kali ini Chanyeol menarik lengannya keluar dorm. Dan Wendy tidak bisa menolak lagi.

***

“ Hey kalian, tebak aku bawa apa.” Ujar Irene yang tiba tiba datang ke lokasi pemotretan Kai dan Sehun.

“ Kau kenapa bisa kesini?.” Tanya Kai yang terlihat heran pada gadis ini.

“ Ini kan jam makan siang. Memang salah jika aku kesini?.” Irene pun duduk dihadapan kedua pria itu dan meletakan makanan yang tadi dia beli diatas meja.” Ini, aku sengaja membeli ayam untuk kita bertiga.”

“ Wah..kau baik sekali Irene. Sering seringlah kau begini.” Ujar Sehun yang langsung menyantap makanan nya.

“ Kai, kenapa kau diam saja?. Ayo dimakan !.” Sebenarnya Irene sengaja membelikan makanan itu agar dapat bertemu dengan Kai. Tapi nampaknya pria itu tidak menyukainya.

“ Kai, ayam ini sangat lezat.” Sehun sudah tahu jika Irene menyukai Kai sejak dulu, namun entah kenapa pria disampingnya itu tidak pernah peka atau memang bodoh tidak bisa menyadari sikap Irene selama ini yang selalu memberi perhatian lebih pada Kai. Maka dari itu Sehun berusaha membujuk Kai agar mau makan bersama Irene.

“ Aku sedang tidak lapar. Kau saja yang makan.” Dengan santainya, Kai berlalu meninggalkan mereka berdua. Irene sempat merasa sedih karena sikap Kai yang selalu menghindarinya.

“ Irene, kau tenang saja. Aku akan habiskan semua ayam ini. Mungkin Kai masih kenyang.” Ujar Sehun yang tertawa kecil, Irene hanya tertunduk lemas.” Kau tidak perlu menghiburku Sehun.” Lantas Irene pun mengambil tasnya dan pergi hendak kembali ke lokasi syuting.

***

“ Ayah..” Panggil Wendy saat menghampiri pria paruh baya yang masih berbaring diranjang rumah sakit. “ Ayah, maaf aku baru menemuimu sekarang.” Wendy langsung memeluk ayahnya karena sudah rindu pada sosok dihadapannya ini.

“ Tidak apa apa, ayah tetap senang kok.” Ujar Tn.Son namun sesaat setelah itu, ayah Wendy merasa heran dengan pria yang baru saja muncul dari balik pintu.” Wendy dia siapa?.” Gadis itu langsung melepaskan pelukannya dan memperkenalkan sosok Chanyeol.

“ Ayah, dia yang sudah membantu kita, sehingga ayah bisa operasi.” Jelas Wendy. Tn.Son mengangguk paham dan tersenyum kecil melihat pria itu.

“ Saya Park Chanyeol.” Chanyeol pun ikut tersenyum setelah membalas uluran tangan Tn.Son. “ Bagaimana keadaan anda, paman?.” Tanyanya.

“ Iya, aku sudah baik. Terima kasih, kau sudah membantu kami. Tapi, kalian ada hubungan apa?.” Wendy dan Chanyeol sempat melirik satu sama lain.

“ Begini ayah, kemarin aku mengikuti audisi grup band Redxo. Dan dia ini, salah satu sunbae ku di grup itu.” Chanyeol hanya mengangguk membenarkan perkataan gadisi itu.

“ Nona Wendy, dokter Jung ingin bertemu dengan anda diruangannya.” Ujar seorang perawat yang baru saja datang untuk mengecek kondisi Tn.Son.

“ Oh, baik.” Perawat itu pun mengantarkan Wendy ke ruangan dokter.

Kini diruangan itu tersisa Tn. Son dan Chanyeol yang masih betah berdiri.

“ Kau yakin, tidak ada hubungan apapun dengan putriku?.” Meski heran dengan pertanyaan Tn.Son, tetapi Chanyeol tetap menganggukan kepalanya.” Iya, kami hanya teman.”

“ Maaf aku bertanya seperti ini padamu. Karena aku takut Wendy akan kembali disakiti oleh seorang pria.” Chanyeol sempat berpikir apa pria yang dimaksud Tn.Son itu adalah Kai.

“ Sejak kecil, Wendy selalu dibuly oleh teman temannya. Dan dia juga pernah tersakiti oleh seorang pria. Maka dari itu, aku sempat khawatir jika aku pergi dari dunia ini. Siapa yang akan menjaganya nanti. Apakah ada pria yang akan mencintainya dengan tulus.” Chanyeol masih diam dan berusaha menjadi pendengar yang baik.

“ Aku tanya sekali lagi padamu, apa kau menyukai putriku?.” Entah kenapa pria itu masih diam, padahal sudah jelas bahwa jawabannya adalah tidak. “ Kenapa kau diam?. Bisakah kau berjanji padaku, untuk selalu menjaga dan melindungi gadis itu.”

“ mm…Tn.Son, aku…” Sekarang Chanyeol tambah bingung saat melihat Tn.Son tersenyum menyeringai.

“ Ternyata, kau sama saja seperti pria yang dulu menyakiti Wendy. “ Pria itu begitu terkejut saat Tn.Son menarik kerah bajunya dan menatap nya tajam.“Ku peringatkan padamu, jika kau tidak mencintai putriku. Lebih baik kau jangan mendekatinya. Jangan memberinya harapan kosong.”

“Ayah !.” Ujar Wendy yang saat itu sudah berdiri di dekat pintu.” Apa yang kau lakukan?.” Gadis itu menghampiri ayahnya dan melepaskan tangan ayahnya di kerah Chanyeol.

“ Kenapa ayah bersikap kasar padanya?. Apa yang terjadi?.” Gadis itu menatap Chanyeol dan ayahnya bergantian meminta jawaban atas pertanyaannya. Namun kedua pria itu masih diam enggan menjawab.

“ Sunbae, maafkan ayahku.”

“ Wendy, kau jangan pernah mendekati pria ini !. Dia hanya akan menyakiti hatimu. Pergi Kau !!.” Wendy begitu terkejut dengan kemarahan ayahnya kepada Chanyeol. Apa yang sebenarnya sudah terjadi?.

“ Ayah, kenapa kau mengusirnya?. Dia sudah menolong ayah.”

“ Dia tidak bisa berjanji padaku, jika dia akan selalu melindungimu !. Dia sama saja seperti pria berengsek yang sudah menyakiti hatimu !.”

“ Apa maksud ayah melindungiku?!.” Sekarang Wendy mengalihkan atensinya pada pria yang sedaritadi hanya diam.” Sunbae, lebih baik kau pergi sekarang. Urusan ayahku biar aku yang urus.” Wendy pun mengantarkan pria itu keluar kamar rawat, setelah itu ia kembali ke dalam kamar rawat.

“ Ayah.” Gadis itu menggeser sebuah kursi disamping ranjang ayahnya,kemudian duduk disamping ayahnya.” Apa kau menyuruh sunbae untuk menjagaku?.” Tanya gadis itu dengan lembut.

“ Iya, dan dia tidak bisa berjanji padaku. Dia pria pengecut, jadi kau jangan mendekatinya.” Wendy mengerti jika ayahnya mungkin mencemaskan nya saat ini.

“ Ayah, aku dan Chanyeol sunbae tidak ada hubungan apapun. Bagiku, Chanyeol sunbae itu sangat berbeda dengan pria yang sudah menyakitiku. Mengapa dia tidak bisa berjanji pada ayah, itu karena sunbae sudah memiliki kekasih.” Jelas Wendy dengan lembut dia berusaha membuat hati ayahnya tenang.” Aku ini sudah besar, aku bukan Wendy yang dulu lagi. Aku Wendy yang kuat, dan aku bisa menjaga diriku sendiri. Jadi ayah tidak perlu khawatir.” Gadis itu tersenyum dan memeluk ayahnya sayang.

Kau punya hati yang tulus, ayah doakan suatu saat kau akan mendapat pria yang sangat menyayangimu.  Batin ayahnya.

***

“ Manager Kim, jadwalku setelah ini apa lagi?.” Tanya Seulgi yang saat itu telah mengganti pakaiannya setelah syuting iklan yang dibintanginya selesai.

“ mmm..sepertinya tidak ada. Kita bisa pulang.” Jawabnya dan mereka telah siap siap meninggalkan lokasi syuting.

“ Seulgi, tunggu.” Teriak seorang pria yang tadi menjadi partner syuting iklannya.

“ Taeyeong?.” Seulgi pun menghentikan langkahnya.” Ada apa?.”

“ Aku ingin mengajakmu makan siang, kau ada waktu?.” Seulgi sempat menatap managernya.” Baiklah..” Taeyeong pun menampakan senyuman termanisnya.

“Manager Kim, sebaiknya kau pulang duluan saja. Biar aku yang antar Seulgi pulang.”

“  Iya, baiklah.” Manager Kim pun berlalu meninggalkan mereka berdua.

***

Setelah Performnya dengan Yonghwa Cnblue telah selesai, Chanyeol duduk dibelakang kemudi mobilnya. Entah kenapa, ia masih mengingat kejadian dirumah sakit. Tn.Son begitu marah padanya. Dan ia sendiripun tidak mengerti kenapa dirinya tidak bisa berkata tegas pada Tn.Son. Kemudian Chanyeol pun menyalakan mesin mobilnya untuk bisa sampai di dormnya. Baginya hari ini sungguh melelahkan, dia ingin cepat sampai dikamarnya kemudian tidur melupakan semua yang terjadi. Namun bukannya cepat sampai didormnya, sekarang malah terjadi kemacetan saat diperjalanan.

“ Seulgi?.” Pria itu mengalihkan atensinya yang sedari tadi kedepan jalan, kini dia tengah melihat kekasihnya tengah duduk disalah satu kursi restoran dengan seorang pria yang tidak diketahuinya. “ Dengan siapa dia?. “ Dia sangat yakin itu adalah Seulgi, karena gadis itu duduk tepat didekat kaca  besar restoran itu. Selain itu, Chanyeol pun melihat pria yang duduk dihadapan kekasihnya yang  sekarang tengah menyentuh bibir Seulgi dengan tangannya.

Karena terlalu fokus menatap kedua orang diluar sana, Chanyeol tidak menyadari jika mobilnya mendapat klakson cukup keras dari pengendara dibelakangnya. Dengan terpaksa Chanyeol pun melajukan kembali mobilnya dan saat itu jalanan sudah cukup lenggang dan tak ada kemacetan lagi.

Kenapa hatiku tidak merasa cemburu atau sakit sama sekali. Padahal jelas jelas aku melihatnya tengah bersama pria lain.

Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya dan menancapkan pedal gasnya untuk melaju kencang.

***

Seulgi dan Taeyeong masih menikmati makanan mereka. Namun Seulgi sedikit risih, saat melihat Taeyeong selalu saja tersenyum ketika mata mereka bertemu.

“ Kau kenapa menatapku seperti itu?.” Tanya Seulgi meletakan garpu dan pisau makannya kemudian mengambil minumannya.

“ Tidak, aku hanya senang bisa makan bersama denganmu.” Sekarang Seulgi merasa canggung setelah pria itu mengatakan hal yang mungkin membuat sebagian hati gadis meleleh. Tapi sayangnya tidak bagi Seulgi.

“ mmm…Sepertinya aku harus pulang. Ini sudah sore.” Namun langkah gadis itu terhenti karena pria dihadapannya itu menahan tangannya. Dan betapa terkejutnya Seulgi saat Taeyeoung  mendekat kearahnya dan menyentuh bibirnya dengan tangannya.

“ Kau akan malu, jika pulang dengan noda di bibirmu.” Lagi lagi Taeyeoung menunjukan senyum tertampan dan termanisnya sedikit membuat gadis itu menelan ludahnya karena gugup.” Terima kasih.” Seulgi pun lantas berjalan mendahului pria itu, yang masih tersenyum kecil dibelakngnya.

***

Petang itu, Wendy baru saja sampai didepan halaman dorm Redxo. Setelah menemui Nayeon ke apartement nya dan membahas sedikit mengenai jadwal kuliah yang sudah dua hari ini, tidak dia masuki. Dia sedikit bingung, bagaimana mengatur waktu antara kuliahnya dan karier nya bersama Redxo, maka dari itu dia mencoba menemui teman satu jurusannya itu.

“ Chanyeol sunbae..” Baru saja gadis itu akan membuka pintu, ternyata pintu sudah dibuka duluan dan menampakan sosok Chanyeol dihadapannya.

“ Kau baru pulang?. Kemana saja?.” Tanya pria itu.

“Iya, tadi aku menemui temanku dulu.” Jawabnya. Entah kenapa terjadi kecanggungan diantara keduanya.” Sunbae, aku kita bicara sebentar. Bisa?.” Chanyeol pun menutup pintu masuk dormnya dan berjalan menghampiri kursi halaman depan dorm mereka.

“ Ada apa?.” Wendy pun ikut menghampirinya tapi dia tidak berani duduk disamping pria itu.

“ Soal kejadian dirumah sakit tadi, aku minta maaf.”

“ Kau ingin meminta maaf dengan cara berdiri seperti itu?. Duduklah.” Chanyeol sempat menatap lekat gadis itu, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dengan sedikit canggung, Wendy mulai duduk disamping pria itu. Kursi taman itu hanya ada satu dan panjangnya tidak terlalu besar. Wendy baru pertama kali duduk sedekat itu dengan Chanyeol.

“ Aku minta maaf atas perkataan ayahku. Kau jangan terlalu memikirkannya.”

“ Iya, tidak apa apa. Aku mengerti. Ayahmu seperti itu,karena dia sangat menyanyangimu.”

Karena Chanyeol mengubah gaya duduknya, Wendy merasakan kulit mereka bersentuhan.

“ Iya, ayah memang terlalu menyayangiku. Sampai sampai dia meminta orang lain untuk menjagaku, padahal kan aku sudah besar.”

Wendy heran melihat Chanyeol yang tiba tiba tertawa kecil.” Kau tidak mengerti ya?.Maksud dari menjagamu itu apa?.”

“ Memangnya apa?.”

“ Arti menjagamu itu bukan seperti orang tua kepada anaknya. Tapi…menjagamu selamanya seperti seorang kekasih.” Baru kali ini Wendy mengerti, ternyata itu maksud perkataan ayahnya pada Chanyeol. Ini sangat memalukan, karena dia sama sekali tidak mengerti.

Wendy hanya menunduk malu, tetapi Chanyeol masih menatap gadis disampingnya.” Kau sungguh polos.” Chanyeol langsung mengusap kepala gadis itu lembut.

“ Oh, jadi itu artinya. A-aku baru tahu.” Secara tak sengaja mata mereka pun betemu dan tangan pria itu belum lepas dari atas kepala Wendy. Hingga suara seseorang menyadarkan mereka berdua.

“ Chanyeol…” Seulgi menghampiri kedua orang yang seketika gelagapan karena terkejut melihat siapa yang datang.” Kalian sedang apa disini?.” Matanya masih menatap kedua orang dihadapannya itu bergantian.

“ Aku masuk duluan ya.” Ujar Wendy berlalu meninggalkan mereka.

“ Ayo,kita masuk !.” Chanyeol hendak menyusul Wendy kedalam dorm. Namun lengan Seulgi menahannya.” Chanyeol, kau tidak bertanya dari mana aku pergi?.” Chanyeol pun menatap kekasihnya itu.

“Aku sudah tahu, kau pergi bersama seorang pria kan?.” Seulgi terkejut mendengar jawaban Chanyeol. Dari mana kekasihnya tahu dia pergi bersama Taeyeong.

“ Kau jangan marah.” Seulgi langsung memeluknya.” Aku hanya makan siang biasa dengannya.”Chanyeol tidak membalas pelukan kekasihnya sama sekali. Bukan karena dia cemburu ataupun marah pada gadis itu, tapi entah kenapa dirnya bingung dengan perasaannya sendiri yang seakan tidak perduli jika gadis itu pergi dengan siapa atau melakukan apa dengan pria itu.

“ Tidak, aku tidak marah.” Chanyeol pun melepaskan pelukan Seulgi dan berlalu meninggalkannya. Sementara Seulgi masih merasa jika kekasihnya itu cemburu padanya. disatu sisi dia merasa senang, disisi lain dia juga merasa bersalah karena sudah menerima ajakan Taeyeong tadi siang.

***

Manager Kim, Sehun, Irene dan Kai tengah berkumpul diruang tamu dan menunggu kedatangan member lain.

“ Itu, Wendy.” Ujar Irene. Wendy pun menghampiri mereka dan duduk disamping Irene.Kemudian disusul dengan kedatangan Chanyeol dan Seulgi.

“ Wah, tampaknya sepasang kekasih tengah pulang bersama.” Cibir Kai. “ Bisakah kalian sehari saja tidak bersama?. Bosan aku melihatnya !.” Sehun dan manager Kim langsung tertawa mendengar penuturan Kai.” Kai, kau iri melihat mereka?.Haha. Makanya cepat memiliki kekasih.” Ledek Sehun dan dibalas lemparan bantal oleh Kai, namun tak membuat Sehun menghentikan ketawanya sama sekali. Member lainnya hanya menonton aksi mereka.

“ Sudah, hentikan !. Sekarang kita semua sudah berkumpul.” Ujar Manager Kim.” Aku hanya ingin memberitahu kalian tentang jadwal kalian besok. Besok kita akan terbang ke Jeju untuk syuting MV Redxo yang baru.” Terdengar Sorakan gembira dari Sehun.

“ Kalau begitu sekalian kita berlibur disana. Yess…sudah lama sekali kita tidak liburan.” Ujar Sehun senang.

“ Iya, kau benar. Aku juga sudah lama tidak ke Jeju.” Sahut Seulgi yang sama senangnya seperti Sehun. Member yang lain hanya tersenyum kecil melihat Sehun yang begitu antusias.

“ Huuuu Beach im coming !!!.” Teriak Sehun dan Kai berlari mengejar ombak. Sementara member lainnya hanya tertawa melihat kebahagiaan mereka.

“ Manager Kim, kita berapa hari disini?.” Tanya Wendy saat managernya itu menghampiri mereka.

“ Dua hari, mungkin.” Aku harus izin lagi kuliah ,batin Wendy terlihat sedih.

“ Kalau begitu, kita ada waktu satu hari untuk menikmati kota ini. Yeah !!.” Seulgi dan Irene terlihat senang mendengarnya.

“ Kau kenapa terlihat tidak senang Wen?. ” Chanyeol bisa melihat raut kesedihan gadis itu.

“ Aku harus izin kuliah lagi. Padahal aku sangat merindukan teman temanku dan juga belajar bersama mereka.”

“ Tidak apa hanya tiga hari saja.” Wendy hanya menangguk mengerti dan tersenyum kecil.

“ Hey, kalian cepat kemari !!.” Teriak Manager mereka pada Sehun, Kai, irene dan Seulgi yang masih menikmati indahnya pantai.” Sutradara kita sudah datang.”

Setelah puas bermain air, mereka semua berkumpul dan manager Kim mengenalkan sutradara yang akan membantu pembuatan MV Dont Push Me lagu terbaru Redxo.

“ Di musik video kali ini, saya akan membuat kalian berpasangan. Karena makna lagu ini, untuk seorang kekasih.” Jelas sang sutradara.

Seulgi merasa senang karena pasti dirinya akan dipasangan dengan Chanyeol.

“ Pasangan yang saya pilih yaitu Irene dengan Kai, Chanyeol dengan Wendy, dan Sehun dengan Seulgi.”

“ Andwe, aku seharusnya dipasangkan dengan Chanyeol.” Seulgi pun tidak terima dengan keputusan sutradara.

“ Aku paling tidak suka jika ada orang yang membantah keputusanku. Jika kalian ingin syuting ini berjalan dengan baik, maka ikuti perkataanku.” Jelas sang sutradara lantas pergi menuju kursi sutradaranya.

“ Tapi aku kekasihnya !.” Manager Kim menahan Seulgi yang masih saja memprotes.

“ Seulgi tenang. Sutradara itu sangat tegas, jadi lebih baik kau turuti saja keinginannya.” Dengan berat hati Seulgi pun tak membantah lagi. Sementara disisi lain, Wendy merasa gugup karena harus dipasangkan dengan Chanyeol. Wendy pun sempat mendapat tatapan tidak suka dari Seulgi, maka dari itu ia merasa takut.

Setelah mengganti pakaian mereka, syuting pun dimulai dengan adegan pasangan Kai dan Irene disebuah cafe dan sutradara pun mulai mengarahkan mereka untuk beradegan saling menyuapi satu sama lain. Karena Irene dan Kai sudah terbiasa acting, sehingga tak ada kesulitan apapun untuk menyatukan chemistry mereka.

“ Ini minumlah dulu.” Ujar Chanyeol menyodorkan botol minum pada Wendy.” Kau terlihat gugup. Kenapa?.” Wendy pun menerima minuman itu kemudian meminumnya.

“  Tidak, aku tidak gugup.” Bohong gadis itu.” Hanya saja, aku merasa tidak enak dengan Seulgi. Seharusnya dia yang berpasangan dengan sunbae.” Entah mendapat keberanian dari mana, Chanyeol pun memegang kedua pundak Wendy dan menatap gadis itu lekat.

“ Lihat, aku !. Kau jangan merasa canggung begitu padaku. Anggap saja, kita adalah teman  yang telah lama tidak bertemu. Dan kita saling merindukan satu sama lain.” Wendy sempat berpikir apa mungkin sekarang Chanyeol sudah mengingatnya. Mengingat kenangan mereka dua tahun lalu. “ Wendy..” Pria itu mengibaskan tangannya kedepan wajah Wendy.Lantas Wendy pun tersadar dari lamunannya. “ Iya sunbae.”

“ Kau mengerti kan maksudku tadi?.” Wendy pun mengangguk tanda mengerti dan Chanyeol membalasnya dengan senyuman.

“ Oh iya, satu lagi. Jangan panggil aku sunbae.”

Sutradara pun memanggil mereka berdua, karena kini giliran Wendy dan Chanyeol yang ber-adegan menaiki sepeda disore hari yang cerah didekat pantai.

“ Ayo naik !.” Perintah Chanyeol. “ Sunbae, pantatku bisa sakit jika aku duduk besi itu.” Yah, sepeda itu hanya ada satu tempat duduk dan itu hanya untuk Chanyeol sedangkan Wendy harus duduk dihadapannya dengan alas duduk sebatang besi sepeda.

Chanyeol pun tertawa mendengarnya.” Hanya sebentar, cepat naik !.” Wendy pun akhirnya menurut dan sekarang jantung gadis itu yang berdetak tak karuan saat merasakan hembusan nafas Chanyeol di pundaknya.

“ Rolling, action !.” Chanyeol pun mulai mengayuh sepedanya dan tersenyum senang layaknya kekasih yang tengah kasmaran.

“ Cut, cut !.” Sutradara pun menghentikan adegan mereka.” Wendy, ekspresimu mana?!. Kita sedang melakukan adegan romantis, bukan horror. Kenapa kau terlihat ketakutan?.” Sehun dan Irene yang melihat adegan itu tertawa karena perkataan sutradara itu. Sementara Seulgi dan Kai hanya diam. Selain itu Seulgi juga selalu menunjukan ekspresi tidak suka dengan Wendy karena gadis itu harus beradegan mesra dengan kekasihnya.

Wendy pun mengangguk lemah.” Wendy, kau ingat perkataanku tadi kan?.” Tanya Chanyeol dengan lembut dan lagi lagi jantung gadis itu berdetak kencang kembali karena kini pria itu berbicara tepat dibelakang telinganya.

“ Iya sunbae, maafkan aku.”

“ Jangan panggil sunbae, mana ada seorang gadis memanggil kekasihnya sunbae?. Kau pasti bisa Wendy !.” Wendy pun menghembuskan nafasnya pelan.

“ Rolling, action !.” Chanyeol mengayuh sepedanya tersenyum senang, dan Wendy pun melakukan ikut tersenyum senang namun gadis itu bingung apa yang harus ia lakukan.

“ Chanyeol, apa yang harus aku lakukan setelah ini ?.” Dengan tetap menjaga senyuman Wendy pun bertanya.

“ Rentangkan kedua tanganmu !.” Sebenarnya Wendy ragu dengan perintah pria itu tapi gadis itu pun menurutinya. Dia merentangkan kedua tangannya dan merasakan hembusan angin yang menerpa wajahnya.

Jujur saat itu Chanyeol merasa senang dan nyaman melihat gadis itu tersenyum setulus itu. Angin pun menerpa rambut Wendy dan pria itu bisa mencium wangi rambut gadis itu.

“ Saranghae…” Wendy pun menurunkan kedua tangannya karena terpaku mendengar ucapan Chanyeol tepat ditelinganya.Namun entah kenapa gadis itu tidak bisa menyembunyikan senyumannya dan Chanyeol pun dapat melihat senyuman manis gadis itu terbit.

Karena lupa berpegangan, Wendy pun kehilangan keseimbangannya dan membuat sepeda yang dikayuh Chanyeol oleng dan berakhir dengan terjatuh.

“ Chanyeol…” Seulgi yang tengah menonton adegan mereka pun tiba tiba terkejut dan hendak menghampiri kekasihnya. Namun sutradara menahannya untuk menghampiri mereka.

Wendy langsung membersihkan baju dan roknya yang terkena debu karena terjatuh. Namun gadis itu terkejut saat melihat Chanyeol tergeletak tak sadarkan diri.

“ C-Chanyeol….Chanyeol…” Gadis itu mencoba mengguncang tubuh pria itu, namun masih belum ada respon. “ Bangun, aku mohon kau kenapa?. Chanyeol maafkan aku.” Wendy sudah menitikan air matanya karena panik. Tapi gadis itu masih bingung, kenapa tidak ada seorang pun yang menolongnya. Dan ia baru menyadari jika mereka masih syuting.

“ Bwaaah…” Teriak pria dihadapannya itu.” Chanyeol, kau…” Pria itu tertawa keras saat melihat ekspresi lucu Wendy.

“ Kau membohongiku??. Ish Jinja….” Gadis itu pun memukul bahu Chanyeol karena kesal.

“ Oh, kau mengkhawatirkan ku ya?. Sudah jangan menangis lagi !.” Chanyeol pun menyentuh pipi kiri gadis itu dan menyusap air matanya lembut.

“ Cut !!.” Teriak sutradara.” Daebak, kalian begitu natural. Seperti inilah acting yang aku sukai.” Wendy dan Chanyeol pun kembali berdiri, dan tersenyum senang.

“ Sunbae, gomawo.” Chanyeol pun mengangguk pelan sambil tersenyum padanya.

“ Chanyeol, kau tidak apa apa?.” Seulgi menghampirinya karena merasa khawatir sedari tadi.

“ Iya aku baik baik saja.” Wendy pun meninggalkan mereka berdua, dan berjalan menghampiri teman temannya.

“ Wah, ternyata Wendy kita bisa ber-acting juga.” Sehun langsung memberi kedua jempolnya.” Lama lama, kau bisa mengalahkan ratu acting kita, Bae Irene.” Ledek Sehun pada irene.

“Ah, tidak. Acting eonni yang paling hebat.” Irene pun merangkul pundak gadis itu.” Tapi aku akui, adegan kalian tadi seperti nyata.” Yah, Wendy pun sempat merasa adegan Chanyeol jatuh itu bukanlah acting. Tadi itu memang kecerobohannya karena tidak berpegangan, sehingga mereka harus terjatuh.

***

Hari ini syuting musik video mereka pun telah selesai. Namun mereka masih punya waktu satu hari lagi dan itu akan mereka gunakan untuk mejelajahi pantai Jeju.

pagi itu semua member dan manager Kim tengah duduk dimeja makan dan menikmati sarapan pagi mereka.

“ Hari ini, kalian ingin pergi kemana?.” Tanya manager Kim karena dia harus memastikan keadaan mereka semua.

“ Aku dan Chanyeol akan pergi ke pantai.” Ujar Seulgi memeluk manja lengan pria itu.

“ Aku ingin bersepeda disekitar pantai.” Kai pun punya pilihan sendiri.

“ Aku juga, aku ikut ya?!.” Ujar Irene tersenyum senang saat mendapat anggukan pelan dari pria itu.

“ Lalu, kau sehun?.”

“ Aku ingin pergi jalan jalan kepasar pernak pernik disekitar sini.” Manager pun menyetuji keinginan mereka semua.

“ Wendy, kau sendiri mau kemana?.”

“ Aku dihotel saja.” Manager Kim pun merasa heran.” Kenapa?.”

“ Aku ingin menelpon teman kuliahku dulu. Kalian pergi saja, aku tidak apa apa kok.”

“ Wendy, lebih baik kau temani aku jalan jalan ke pasar. Kau mau tidak?.” Ajak Sehun.

“ Kau pergi bersama kami saja Wen.” sekarang giliran Chanyeol yang mengajaknya.

“ Chanyeol, aku hanya ingin pergi berdua denganmu.” Pria itu sedikit kesal terhadap sikap Seulgi yang selalu egois dan tidak memperdulikan orang lain.

“ Aku ikut dengan Sehun sunbae saja.” Sehun pun tersenyum senang mendengarnya.

Kenapa aku merasa kecewa saat Wendy memilih pergi dengan Sehun.batin Chanyeol .

***

“ Chanyeol kesini !.” Panggil Seulgi menjahili Chanyeol dengan mengarahkan air pada pria itu.

“ Seulgi, aku sudah mandi. Aku ingin kembali ke hotel saja.” Chanyeol lantas meninggalkan gadis itu.

“ Yak !. Chanyeol, kau kenapa sih?. Sedari tadi kau seperti tidak menikmati waktumu bersamaku.” Seulgi pun menahan kepergian pria itu.

“ Bukan, begitu. Aku sedang tidak ingin bermain air.” Chanyeol pun merasa aneh dengan dirinya yang masih belum rela Wendy pergi bersama Sehun. Maka dari itu Chanyeol ingin menunggu  gadis itu di hotel saja, siapa tahu Wendy sudah ada disana.

“ Chanyeol, tapi aku ingin menaiki perahu bersamamu.” Seulgi tengah memohon pada kekasihnya itu.

“ Nanti saja, kita naik perahu bersama dengan mereka.” Chanyeol sudah berlalu meninggalkannya. Kenapa Chanyeol berubah seperti ini sih. Batin Seulgi.

 

Wendy masih memilih aksesoris yang terpajang disetiap meja pasar itu. Sementara Sehun asik memotret suasana pasar dengan kameranya.

“ Wendy, kau ingin membeli apa lagi?.” Tanya Sehun yang tersadar bahwa gadis itu berjalan mendahuluinya.

“ mmm, sepertinya sudah cukup sunbae.” Namun penglihatan Sehun tertuju pada jepitan rambut yang begitu cantik berwarna biru muda. Sehun pun menghampiri meja aksesoris itu dan mencoba memakaikannya di rambut Wendy.

“ Jepitan itu cocok untukmu. Kau mau?.” Wendy pun menerima cermin yang diberikan oleh pedagang itu.

“ Iya, jepitan ini sangat cantik.” Ujarnya tersenyum senang.“Aku akan membelinya.” Sehun menahan tangan Wendy untuk mengambil dompet didalam tasnya.

“ Biar aku saja yang bayar. Anggap saja ini hadiah dariku.” Setelah membayar jepitan itu, mereka pun memutuskan untuk kembali ke hotel.

“ Wendy, aku ingin bertanya sesuatu padamu.” Ujar Sehun saat mereka berjalan keluar dari pasar.

“ Tanya apa?.”

“ Kau…menyukai Chanyeol?.” Wendy yang sedari tadi masih fokus berjalan tiba tiba menghentikan langkahnya dan menatap Sehun disampingnya.” Sunbae kenapa bertanya seperti itu?.” Sehun membalas dengan senyuman kecil.

“ Kau tidak perlu takut untuk mengatakannya. Dari semua member Redxo, hanya aku yang sangat peka terhadap keadaan digrup kita.”

“ Apa sangat jelas terlihat, ya?.”

“ Tidak, sepertinya hanya aku yang bisa melihatnya. Saat melihat kau beracting dengan Chanyeol kemarin, itu sama sekali bukan acting. Kau seperti mengeluarkan perasaanmu begitu saja.” Jelas Sehun yang membuat Wendy sedikit malu.

“ Tapi kau tenang saja sunbae, sebisa mungkin aku akan mengendalikan perasaanku ini. Aku juga sadar, jika perasaanku ini salah. Apalagi setelah melihat hubungan antara Seulgi dan Chanyeol sunbae.”

“ Perasaanmu tidak salah, kau berhak jatuh cinta pada siapapun. Yang aku khawatirkan,jika Seulgi mengetahu perasaanmu pada kekasihnya. Aku tidak ingin terjadi perselisihan antara sesama member.” Wendy pun mengangguk paham setelah mendapat sedikit nasihat dari Sehun. Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.

***

Setelah puas bermain sepeda Kai pun mengembalikan sepeda sewaannya itu, lantas ia pun berjalan menuju hotel.

“ Sunbae, aku taruh belanjaanku dulu ya. Setelah itu baru kita bermain sepeda.” Kai dapat mendengar percakapan mereka berdua, kemudian berdiri dibalik tembok.

“ Iya, aku tunggu disini. Jangan lama !.” Wendy pun memasuki hotel. Dan saat itu pula Kai langsung mendapat ide untuk menjahili gadis itu.

Sehun dan Wendy pun menyewa sebuah sepeda didekat pantai.

“ Sunbae, ayo kita bertanding. Siapa yang paling cepat sampai di tembok sana, dia harus ditraktir ice cream.” Ujar Wendy saat menaiki Sepedanya.

“ Okay siapa takut.” Sehun pun mulai menaiki sepedanya. “Siap?.Go !!.” Mereka berdua pun mengkayuh sepedanya dengan cepat agar bisa sampai ditujuan. Awalnya Sehun yang dapat mendahului laju sepeda Wendy, tetapi entah kenapa pria itu menghentikan laju sepedanya.

“ Yak !. Kenapa ban nya bocor. Aish..” Umpat Sehun dengan menendang ban bocornya.

“ Haha..bye Sunbae. “ Wendy akhirnya bisa mendahului Sehun, dan pria itu menanggapi dengan kesal. Wendy mempercepat kayuhannya karena sebentar lagi ia mencapai finish. Namun saat akan meng-rem sepedanya, gadis itu merasa kesulitan dan sepeda nya pun tidak dapat berhenti.

“ Rem nya blong…” Gadis itu mulai panik dan ketakutan. “ Bagaimana ini?. Sunbae…”

“ Wendy, raih tanganku.” Teriak Kai yang tengah melaju disamping sepeda gadis itu.

“ Kai, tapi aku takut.”

***

Irene berlari mencari keberadaan Chanyeol. Dan benar saja Chanyeol tengah duduk dikursi lobi hotel bersama Seulgi.

“ Chanyeol..” Panggil Irene. Seulgi dan Chanyeol pun tampak bingung kedatangan gadis itu.

“ Kau kenapa Irene?.” Tanya Chanyeol.

“ Gawat, kau harus selamatkan Wendy. Rem sepedanya dibuat blong oleh Kai.” Chanyeol terkejut dan tanpa pikir panjang dia langsung berlari bersama Irene dan Seulgi untuk mencari Wendy.

***

“ Wendy, cepat raih tanganku !. Kau tidak mau jatuh kan?.” Wendy pun berusaha menyembangkan dirinya dengan memegang satu tangan dikemudi sepedanya sementara tangan kanannya berusaha menggapai tangan Kai.

“ Wendy…” Gadis itu dapat mendengar suara Chanyeol yang ternyata sudah berada disampingnya dengan menggunakan sepeda Chanyeol pun berusaha mengejar Wendy.

“ Kau jangan hiraukan dia. Raih tanganku !.” Namun saat itu juga Chanyeol langsung menggapai sepeda gadis itu kepinggir jalan. Dan menangkap tubuh Wendy, agar tidak merasakan kesakitan saat terjatuh.

Akhirnya Chanyeol berhasil menyelamatkan Wendy, walau sekarang posisi gadis itu terjatuh diatas Chanyeol.

“ Kau baik baik saja?.” Wajah Wendy berubah merah karena gadis itu bisa merasakan hembusan nafas Chanyeol tepat didepan wajahnya.

“ Mian,sunbae.” Wendy pun segera membenarkan posisinya.Begitupun dengan Chanyeol yang membersihkan debu dipakaianya “Gomawo.” gadis itu tersenyum, namun dia menyadari lengan pria dihadapannya berdarah.

“ Sunbae, lenganmu…” Wendy hendak meraih lengan Chanyeol, namun gadis itu ingat bahwa dia harus bisa mengendalikan dirinya mulai saat ini.

“ Tidak apa apa.” Amarah Chanyeol langsung memucak saat melihat Kai berdiri dihadapan mereka.

“ Kai, maksudmu apa mencelakai Wendy?.” Chanyeol pun menghampiri pria itu.

“ Kau ini bicara apa?.”

“ Kau yang telah membuat rem sepedanya blong. Irene sendiri yang melihatnya.” Kedua pria itu sama sama mengeluarkan tatapan tajam. Wendy tidak mengerti apa maksud Kai melakukan hal ini padanya. Chanyeol pun menarik lengan Wendy dan berlalu meninggalkan Kai.

Kai masih menunjukan wajah kesal saat melihat Irene menghampirinya.” Kai, kau ini menyukai seorang gadis tapi kau malah berniat mencelakainya.” Irene tersenyum sinis.” Kau ingin dianggap pahlawan olehnya?.”

“ Diam kau. Aku tidak butuh pendapatmu.” Ujarnya ketus dan hendak meninggalkan gadis itu.

“ Sekali saja Kai, kau melihatku.” Pria itu menghentikan langkahnya.”Selama ini aku yang selalu perduli padamu, tapi apa balasanmu?. Kau malah menyukai gadis lain. Okay, kau boleh menyukainya. Tapi jangan harap aku akan membuat dia menyukaimu juga !.” Kai menendang batu kecil dihadapannya dengan kesal saat Irene meninggalkannya.

Malam harinya manager Kim mengajak mereka makan direstoran dekat pantai sebelum esok pagi mereka harus kembali ke Seoul. Semua member tampak senang menikmati dinginnya angin malam dan ombak yang bergulung kencang di depan mereka.

Suasana canggung menghampiri Chanyeol dan Kai karena kejadian tadi siang. Dan selalu ada seorang Oh Sehun yang menjadi penetral suasana. Makanan pun sudah tersaji didepan meja, dan kini mereka tampak menikmati hidangan restoran itu.

“ Chanyeol, lenganmu kenapa?.” Tanya Manager Kim disela sela makan malam mereka.

“ Hanya jatuh dari sepeda. Tidak apa apa.” Chanyeol sempat melirik ke arah Kai, namun Kai hanya diam menikmati makanannya dan tidak menanggapinya, padahal sebenarnya Kai  mendengar perkataan Chanyeol.

“ Kau ini, hati hati kalau naik sepeda.” Manager Kim tersenyum kecil menanggapinya.

“ Wendy, jepitanmu bagus. Kau membelinya dimana?.” Karena Wendy duduk disebelah Irene, gadis itu dapat melihat perbedaan pada rambut Wendy.

“ Ini, aku beli di pasar.” Jawabnya jujur. “ Bentuknya cantik, dan cocok dipakai olehmu.” Puji Irene yang membuat Wendy tersenyum kecil.

“ Tentu saja, karena aku yang memilihkan nya.” Ujar Sehun yang tidak disangka oleh Irene.

” Kau memilihkan nya?. Sejak kapan kau membelikan barang pada seorang gadis ..”

“ Wah, jangan jangan. Kalian memiliki hubungan apa?.” Manager Kim penasaran. Sementara itu ada seseorang yang terlihat tidak suka dengan percakapan itu. Yaitu Chanyeol dan Kai.

“ Sehun sunbae, hanya menghadiahkannya untukku.”

“ Aku ingin ke toilet.” Ucap Kai dan Chanyeol secara bersamaan.

“ Kalian kompak sekali.” Ujar manager Kim. Atensi mereka pun berubah memperhatikan kedua orang itu. Chanyeol dan Kai pun sempat menatap satu sama lain, namun mereka tak banyak bicara lagi dan pergi menuju toilet.

Sebenarnya ada apa dengan Chanyeol, apa mungkin…dia menyukai Wendy. Batin Seulgi yang mulai mengingat kejadian tadi siang, saat Chanyeol begitu panik dan berlari menyelamatkan Wendy.

***

Keesokan harinya mereka sudah tiba di Incheon Airport, dan menaiki taksi menuju dorm mereka. Setelah sampai di dorm, manager Kim memerintahkan semua member untuk beristirahat khawatir mereka masih mengalami jet lag.

Namun tiba tiba dering telpon Wendy membuat atensi mereka semua tertuju padanya. Gadis itu dapat melihat nama yang tertera dilayar ponselnya. Dokter Jung.

“ Yeobseo…” Wendy segera menjawab panggilannya. “ Mwo?. Ayah saya kritis? .”

TBC

Hallo readers, tadinya saya gak akan ngelanjutin ff ini.

Karena komentar dari kalian yang sedikit,

tapi gak apa apa deh demi author Vangepark a.k.a Angeline

dan pembaca kemarin yang sudah ikut komentar, Terima

kasih banyak buat kalian yang udah mau komen dan menyukai FF gaje ini.

Buat Vangepark salam kenal juga, aku juga suka sama ff kamu yang Ending Scene dan

Stay With Me. Tapi maaf aku belum bisa komen hehe. Abis nya belum jadi staf.

Semoga chapter kedua ini, bisa banyak yang suka ya.

Jika kalian ingin tahu  musik ‘Love Me Right’ Versi Band, link nya dibawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=N56LkATVDLA&spfreload=5

Juga lagu Seulgi dan Wendy ‘Dont push me’ link nya ada dibawah ini

https://www.youtube.com/watch?v=NqqMMfZlM0s

jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, karena coment

dari kalian itu dapat memotivasi saya

dalam membuat tulisan  lebih baik lagi. Kamsamida…

Anyeong chingu…

 

 

 

 

 

Iklan

6 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] REDXO (Chapter 2)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s