[EXOFFI FREELANCE] I Was A Fool (Oneshot)

PhotoGrid_1495859101980

 

Title : I Was A Fool

Author : Sellafeb (@sellafeb)

Main cast : Park Chanyeol (EXO) | Kang Seulgi (Red Velvet)

Support cast : Kim Kai (EXO) | Krystal Jung (fx)

Genre : Romance, Hurt, Little bit comedy

Length : Oneshot

Rating : PG-15

Disclaimer : This story is mine. Don’t plagiarism and don’t copy paste without permission

Summary : “Putus, berpisah. Ya, aku mengatakannya. Mengatakan kebohongan yang membuatku menjadi si bodoh yang tak berperasaan.”

Happy reading^^

—I WAS A FOOL—

 

-Park Chanyeol POV On-

Indah. Menawan. Mempesona. Dan yang pasti cantik.Gadis yang berusia satu tahun lebih muda dariku itu. Ah, apa yang harus aku lakukan? Dia begitu sempurna.

Cara bicaranya yang lembut, hidungnya yang mancung, kulitnya yang cerah tapi tampak eksotis, tatapan matanya yang tajam tapi kadang sangat menggemaskan saat menunjukan eyes smile. Dan juga tak lupa, rambut panjangnya yang membuat ia terlihat sangat menawan.

Saat aku lihat dia sekali, dua kali, tiga kali, bahkan ribuan kali pun kurasa tak cukup. Aku ingin setiap hari, setiap kali, setiap menit, setiap detik untuk melihatnya. Ya, hanya dia.

Kali ini, ya, dia memenuhi bola mataku. Mataku yang besar ini hanya tertuju padanya. Pada gadis cantik bertubuh mungil yang kira-kira jaraknya hanya 5 meter dariku. Dari jarak yang aku rasa cukup jauh ini, bisa aku lihat betapa cantik dirinya.

Bisakah aku melangkah mendekatinya dan mendekap tubuh mungilnya? Kupikir. Aku pasti sudah gila. Didepan EXO dan Red Velvet, ah tidak, bukan hanya didepan mereka saja, tapi SM Family ada disini juga.

Aku terus menatapnya, berharap ia juga melakukan hal yang sama. Berharap manik matanya yang indah bisa bertemu dengan mataku. Dan bingo! Ia menatapku. 1 detik, 2 detik, 3 detik. Hilang! Dia mengalihkan pandangannya. Aku menghela napas kasar.

Aku merasa kehilangan. Sepi. Tak berguna. Ya, seperti itulah. Rasa yang terus aku pendam. 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun, tidak, tapi ini sudah 5 tahun. Aku melepas genggaman tangannya,aku menyingkirkannya dari hatiku 5 tahun lalu. Masih teringat jelas. Ya, mungkin dia membenciku.

Flashback On.

Sebuah tangan terus menggenggam tanganku erat. Dengan nyamannya gadis itu menyandarkan kepalanya di bahu lebarku. Aku bisa melihat senyumnya dari kaca besar di ruang latihan agensi kami, SM Ent.

“Seulgi—“

Ia hanya menggumam sebagai jawaban. Ia masih menutup matanya. Tapi karena aku tak kunjung melanjutkan kata-kataku, ia membuka matanya. Mata kami bertemu di kaca itu.

“Ada apa?” Seulgi beralih menatap mataku. Tapi aku masih menatapnya lewat kaca didepan kami itu. Aku tak bisa menatapnya, sungguh. Rasanya aku tak sanggup mengatakan kata-kata mengerikan ini.

Berkali-kali aku menarik-hembuskan napasku yang tersenggal. Aku menelan salivaku berat, “Aku ingin putus.” DEG! Aku bisa lihat perubahan ekspresi Seulgi. Ia menatapku tak percaya.

“Kenapa? Ke— Kenapa?” Bibir Seulgi bergetar.

“Aku akan debut, kau tahu itu.” Aku mencoba terlihat sedingin mungkin.

“Tapi—“

“Dan aku rasa perasaanku sudah berubah.” Aku menutup mataku. Aku tak sanggup menatapnya lagi walaupun dari kaca itu. Aku tak sanggup melihatnya meneteskan air matanya.

Aku merasa perlahan tangan Seulgi menjauh dariku. Entah kenapa, aku merasa ada yang hilang dariku. Dalam sekejap, rasanya sangat sepi.

“Kau benar. Kita tidak boleh berkencan. Kau akan debut. Baiklah, kita putus.” Aku dapat merasakan tubuhnya tak ada di sampingku lagi. Aku membuka mataku perlahan. Aku menatapnya yang berdiri tak jauh dariku dari kaca didepanku.

“Aku harap debutmu berjalan lancar.” Seulgi pergi. Aku menghela napasku. Dan bulir bening terjatuh begitu saja dari mataku.

Rasanya aku ingin mengejarnya. Ingin menarik tangannya dan membawanya ke dalam pelukan hangatku. Tapi aku sadar, aku hanya lelaki yang menyakitinya. Aku menyakitinya dengan kata-kata kebohongan yang mengerikan. Sebuah kata yang paling di benci semua pasangan.

Putus, berpisah. Ya, aku mengatakannya. Mengatakan kebohongan yang membuatku menjadi si bodoh yang tak berperasaan.

Flashback Off.

Ya, dia pasti membenciku. Pasti! Bahkan rasanya ia sudah tak sudi menatapku lagi. Pernah sekali aku mencari perhatiannya. Ku beranikan diriku menyentuh kepalanya di atas panggung Januari lalu. Ia hanya membungkuk. Ya, hanya sekedar itu.

Mungkin ia merasa tak nyaman didekatku. Mungkin ia ingin menjauh dariku. Tapi tahukah kau, Seulgi? Itu menyakitiku.

-Park Chanyeol POV Off-

—I WAS A FOOL—

-Kang Seulgi POV On-

Aku tertangkap. Ya, mata kami bertemu. Tapi aku langsung mengalihkan pandanganku. Aku takut. Aku tak yakin bisa menatapnya lebih lama lagi. Aku takut terbuai dan tak bisa melepas pandanganku darinya.

Aku merindukannya. Merindukan tatapannya, merindukan sentuhannya, merindukan pelukan hangatnya dan— Ya, aku merindukan ciuman lembutnya.

Aku tidak bisa menatapnya lebih dari beberapa detik setelah 5 tahun lalu. Bahkan di tahun ke-3 debutku ini, aku masih tak bisa melakukannya.

Sejujurnya aku ingin berlari padanya, melingkarkan tanganku di pinggangnya. Aku ingin merasa nyaman lagi di dalam dekapannya. Aku rindu itu.

Perlahan aku memberanikan diriku untuk meliriknya. Ia tengah menundukan kepalanya.

Kenapa? Tegakkan kepalamu, Park Chanyeol! Aku ingin melihat wajahmu, sungguh. Seakan aku ingin menghampirinya dan membuatnya menatapku. Aku ingin ia hanya menatapku dan tersenyum padaku.

Sia-sia, kupikir. Tak ada yang bisa kita lakukan bersama lagi. Perasaannya sudah berubah, bahkan sejak 5 tahun lalu.

-Kang Seulgi POV Off-

—I WAS A FOOL—

-Author POV On-

Chanyeol tengah menonton Red Velvet yang tengah melakukan rehearsal di atas panggung. Ya, SMTOWN Live World Tour VI akan segera di gelar di Seoul. Rasanya ini adalah surga bagi Chanyeol. Kenapa? Karena ia bisa melihat Seulgi sesukanya.

Kai menyenggol lengannya, “Matamu bisa keluar kalau begini caranya.” Goda Kai.

“Kapan lagi aku bisa menatapnya? Ini kesempatanku.” Ucap Chanyeol.

“Berbahagialah bersamanya! Jangan buat dia menangis lagi!” Chanyeol menatap Kai yang mengatakan itu, “Awas saja kalau kau sampai menyakiti sahabatku lagi! Aku akan menjitak kepalamu.” Kai menatap tajam Chanyeol. Setelah itu ia tertawa.

Chanyeol tersenyum kecut, “Percuma saja, dia sudah tak sudi menatapku lagi.” Katanya.

Kai menghela napasnya, kemudian menatap Seulgi yang tengah menatapnya dan Chanyeol. Dari atas sana, Seulgi menatap Chanyeol yang menunduk dalam. Seulgi menghela napasnya.

“Red Velvet selesai. EXO naik ke atas panggung!” Suara Shim Jaewon terdengar di telinga semua orang.

Red Velvet hendak turun. EXO masih menunggu 5 gadis cantik itu menuruni tangga. Mata Chanyeol dan Seulgi bertemu. Hanya sebentar, dalam sekejap Seulgi mengalihkan pandangannya. Chanyeol menghela napasnya, kemudian naik ke atas panggung.

Kai menahan tangan Seulgi, “Kau hanya menyakiti dirimu sendiri, Kang Seulgi.” Kai menatap Seulgi. Begitu pun sebaliknya.

“Kau benar. Tapi ini tak lebih sakit jika di bandingkan dengan 5 tahun lalu.” Ujar Seulgi.

“Jongin~” Suara gadis yang sangat Kai kenal terdengar. Ya, Krystal baru saja datang.

Perlahan tangan Kai melepas Seulgi. Dan mereka sudah tak saling bertatapan lagi. Krystal menghampiri mereka. Gadis itu menatap tajam Kai.

“Kau katakan apa pada Seulgi-ku, huh?” Tatapan dingin Krystal membekukan Kai.

“Kenapa kau malah membelanya? Kau berada di pihaknya?” Protes Kai.

Krystal melingkarkan tangannya pada lengan Seulgi, “Kau sama saja dengan temanmu itu.” Krystal mendesis, kemudian membawa Seulgi pergi dari sana.

“Hei, Jung Soojung! Kekasihmu itu sebenarnya aku atau dia, huh?” Ujar Kai sedikit berteriak, “Huh, sungguh ice princess itu!” Gerutu Kai.

Kai naik ke atas panggung. Chanyeol menghampirinya, “Makanya jangan campuri urusan kami! Kau dan Krystal saja masih seperti ini.” Chanyeol terkekeh.

“Seperti ini bagaimana? Aku dan Krystal adalah pasangan dari langit. Kami berbeda dari kalian, tahu.” Kai menjulurkan lidahnya.

—I WAS A FOOL—

Seulgi menatap Krystal yang sibuk memakan kue coklat didepannya. Seulgi terkekeh melihat bibir cantik sahabatnya yang penuh dengan kue coklat. Seulgi mengambil tisu dan membersihkan bibir Krystal.

“Ya ampun, makanlah perlahan, baby Jung!” Seulgi terkekeh.

“Kalau sedang kesal, aku akan seperti ini, kau tahu itu ‘kan?” Krystal terus memakan kue coklat itu.

“Kau tidak boleh seperti itu pada Jongin.” Ya, Seulgi memanggil Kai dengan nama aslinya. Mereka berteman bertahun-tahun. Jelas saja panggilan itu terucap begitu saja.

“Aku tak mengerti padanya dan temannya itu. Temannya yang meninggalkanmu, tapi kenapa dia bersikap seperti itu?” Kesal Krystal.

“Hei, Jung Soojung! Dia hanya mengingatkanku. Dia tahu pasti perasaanku, sama sepertimu.” Balas Seulgi, “Jangan marah padanya! Jangan bertengkar dengannya! Apalagi hanya karena aku. Kalian pernah bilang kalau kalian pasangan dari langit ‘kan? Mana bisa pasangan dari langit seperti ini? Sama sekali bukan style kalian ‘kan?” Seulgi terkekeh.

Krystal tertawa, “Sebutan konyol itu, dia yang membuatnya. Pasangan dari langit itu bukan style-ku.” Elaknya.

“Eiy~ Itu style-mu, tahu.”

—I WAS A FOOL—

Seulgi dan Krystal masuk ke dalam gedung SM. Mereka menunggu lift terbuka. Krystal menyadari sesuatu. Ia menatap ke sisi kirinya. Ada Kai disana, ia langsung memutar bola matanya malas.

“Hei! Hei!” Krystal bisa tahu itu walaupun Kai tak mengeluarkan suara sedikitpun, melainkan hanya mengecap di bibirnya.

“Seulgi, kau duluan saja ke ruang latihan. Aku ada urusan sebentar.” Kata Krystal. Lift terbuka. Seulgi mengangguk, kemudian masuk ke dalam ruang kecil itu.

Lift tertutup. Kai langsung menghampiri Krystal, “Hei! Kau marah padaku, baby Jung?” Kai merangkul Krystal.

“Kau harus berterima kasih pada Seulgi, karena ia membuatku memaafkanmu.” Ujar Krystal.

“Ya ampun, ice princess-ku ini! Kau marah karena aku memegang tangannya? Kau cemburu, ya?” Kai melempar tatapan menggoda.

“Berhentilah sebelum aku memukulmu!” Ancam Krystal.

“Aku takut sekali.” Kai berpura-pura takut, “Hei! Kau mau bermain hal yang menyenangkan?” Kai menaik-turunkan alisnya.

Krystal mencoba mencerna perkataan Kai. Ia langsung memukul lengan Kai setelah ia mengerti, “Mesum!” Krystal mendesis.

“Hei! Kenapa kau memukulku?” Protes Kai.

“Karena kau mesum, Kim Jongin!” Kesal Krystal.

“Memangnya aku bilang apa? Memang kau saja yang berpikiran kotor, babe.” Ujar Kai, “Ini bukan tentang kita. Ini tentang Chanyeol dan Seulgi.” Lanjut Kai.

“Apa maksudmu?”

“Mereka berdua ada disini. Bagaimana kalau kita buat mereka bersatu lagi? Ah tidak, setidaknya buat mereka bicara satu sama lain. Bagaimana?” Kai menatap Krystal.

“Setuju!” Krystal mengangguk.

Tiba-tiba Kai mendekatkan wajahnya pada Krystal, “Kenapa kau berpikiran mesum, baby Jung? Apa kau selalu berpikiran seperti itu?” Wajah Krystal bersemu. Merah muda di setiap sisi pipinya.

Krystal hanya menunduk untuk menyembunyikan wajah merahnya dari Kai. Kai tertawa kecil, kemudian mencubit pipi Krystal gemas.

“Jangan marah lagi, ya, baby Jung!” Kai memeluk Krystal. Krystal tak bisa menyembunyikan senyumnya. Rasanya bahagia, rasanya hangat, rasanya tak ingin terlepas dari pelukan ini.

—I WAS A FOOL—

Seulgi duduk di sofa ruang latihan. Ia terus memandang pintu, “Kemana Soojung pergi? Kenapa lama sekali?” Gumamnya, “Kalau begitu aku latihan saja.” Seulgi bangkit dari sofa dan menyalakan musik, kemudian mulai menari sesuai irama.

Sementara itu, ditempat lain, Chanyeol menatap Kai dan Krystal.

“Bukankah ini saatnya?” Kai menatap Chanyeol. Chanyeol tak mengerti, “Kejarlah dia! Genggam tangannya lagi! Lakukanlah!” Ujar Kai.

“Seulgi ada di ruang latihan. Pergilah!” Ujar Krystal.

Tanpa ragu, Chanyeol langsung menghilang dari hadapan Kai dan Krystal. Ia berlari sampai ke ruang latihan. Ia bisa melihat Seulgi yang tengah menari dari pintu kaca itu.

“Tarianmu masih menakjubkan seperti dulu, Kang Seulgi.” Senyum di bibir Chanyeol mengembang.

Ia melihat Seulgi menghentikan musik.

“Apa Soojung sedang bersama Jongin? Ah, maka dari itu lama sekali? Ya ampun, mereka itu! Aku iri.” Chanyeol bisa mendengar gumaman Seulgi yang semakin melemah di kalimat terakhirnya.

Chanyeol membuka pintu, “Oh, Soojung.” Seulgi membalikkan tubuhnya. Ia kaget saat melihat Chanyeol ada didepannya.

Chanyeol masuk lebih dalam. Hanya berjarak 3 meter dari Seulgi. Mereka masih saling bertatapan.

Dengan cepat Seulgi mengalihkan pandangannya. Chanyeol tersenyum kecut. Bahkan saat hanya ada mereka berdua di sini, Seulgi masih tak sudi menatapnya. Chanyeol melihat setiap sudut ruang latihan.

“Kenangan masa lalu berputar begitu saja di pikiranku.” Chanyeol tersenyum kecil. Seulgi menatapnya.

Seulgi bergetar. Yang terlintas di pikiran Seulgi adalah saat dimana Chanyeol memutuskannya disini. Dan Chanyeol tersenyum sambil mengatakan itu? Rasanya hati Seulgi hancur.

Gadis itu mengambil barang-barangnya, kemudian hendak pergi.

2 meter.

1 meter.

Seulgi melewati tubuh tegap Chanyeol. Tapi tangan Chanyeol berhasil menahannya. Chanyeol memeluk tubuh mungil Seulgi dari belakang. Seulgi kaget setengah mati.

Chanyeol mengistirahatkan dagunya di bahu kecil Seulgi. Ia bisa merasakan harum parfum khas melekat pada tubuh gadis mungil yang ia peluk itu. Ia merasakan tubuh Seulgi bergetar. Lelaki itu tak segan merengkuh tubuh Seulgi lebih erat agar gadis itu merasa nyaman.

Seulgi menatap Chanyeol yang memejamkan matanya lewat kaca didepannya.

“Chan—“

“Aku merindukanmu, Seulgi. Selalu.” Seulgi semakin bergetar. Chanyeol membuka matanya, bisa ia lihat Seulgi meneteskan air matanya dari kaca depannya, “Apa aku membuatmu menangis lagi? Apa si bodoh ini menyakitimu lagi?” Chanyeol menatap Seulgi yang juga tengah menatapnya di kaca itu.

Chanyeol melepas pelukannya dan membuat Seulgi menghadap padanya, “Yang aku maksud sebagai kenangan yang berputar di pikiranku bukanlah saat kita putus, tapi saat kita bersama. Di saat itulah aku bahagia. Itulah saat dimana aku merindukan masa-masa itu.”

Flashback On.

-6 years ago-

Chanyeol terus menari dengan tak beraturan. Ia tampak kaku, seperti robot yang lucu. Dan itu membuat Seulgi tertawa.

“Bukan seperti itu.” Seulgi langsung mencontohkan tarian yang benar.

“Hei! Mana bisa aku menari sepertimu? Itu sama sulitnya seperti aku ingin mengikuti tarian Jongin, tahu.” Protes Chanyeol.

“Kau pasti bisa.” Seulgi memberi semangat.

Chanyeol terus menatap Seulgi yang dengan luwesnya melakukan tarian yang ia anggap sebagai hal paling sulit di hidupnya.

Kanan-kiri-depan-belakang. SRET! Seulgi terpeleset karena keringat yang berjatuhan di lantai tari. Dengan sigap Chanyeol menangkap tubuh Seulgi. Seulgi ada di dekapan Chanyeol saat ini.

Tak ada jarak se-inci pun antara tubuh mereka. Mereka saling menatap. Perlahan Chanyeol mendekatkan wajahnya pada wajah gadis yang ada di dekapannya ini.

3 senti.

2 senti.

1 senti.

CHU~ Ia membiarkan bibirnya mendarat pada bibir Seulgi. Chanyeol menutup matanya sedari tadi dan hanya menikmati bibir manis Seulgi. Sudah 20 detik berlalu, tapi Seulgi masih membelalakan matanya.

Tapi di detik selanjutnya, ia merasa bahwa ciuman Chanyeol semakin lembut. Ia menutup matanya perlahan. Mencoba masuk ke dalam permainan Chanyeol. Chanyeol tersenyum karena ia dapat merasakan bibir Seulgi yang tak terdiam dan terus menari bersama bibirnya.

Perlahan Seulgi melingkarkan tangannya pada leher Chanyeol. Dan itu membuat Chanyeol berani menarik tubuh Seulgi menjadi lebih dekat lagi padanya. Dengan perasaan yang nyaman tangan kanan Chanyeol menekan tengkuk Seulgi dan tangan kirinya senantiasa berada di pinggang langsing gadis itu.

Selang beberapa detik, mereka melepas tautan itu. Mencari udara yang tak mereka dapatkan selama kurang lebih 2 menit.

Mereka saling menatap. Chanyeol tersenyum, kemudian menempelkan dahinya pada dahi Seulgi. Mereka bisa merasakan deru napas satu sama lain dan berbagi udara yang sama.

“Kau membuatku gila, Kang Seulgi. Sungguh!” Chanyeol mengadu hidung mancungnya dengan hidung Seulgi yang tak kalah mancung. Kemudian tertawa bersama.

“Aku mencintaimu, Seulgi.” Kata Chanyeol lembut.

Flashback Off.

Chanyeol menggerakan tangannya dan menangkup pipi kiri Seulgi. Ia mendekatkan wajahnya. DEG! Jantung mereka berdetak tak karuan.

Chanyeol menempelkan dahinya pada dahi Seulgi. Sama seperti 6 tahun lalu. Mata mereka saling bertatapan. Bibir Seulgi seakan terkunci. Ia takut saat ia membuka mulutnya, sentuhan ini tak nyata. Ia tak mau Chanyeol menjauh.

“Kau membuatku gila, Kang Seulgi. Sungguh!” Kalimat yang sama seperti 6 tahun lalu kembali terucap dari bibir Chanyeol.

Akankah kalimat berikutnya masih sama? Itulah yang terlintas di pikiran Seulgi.

“Aku mencintaimu, Seulgi. Masih sangat mencintaimu.” Chanyeol memiringkan kepalanya dan semakin mendekat.

CHU~ Bibir mereka bertemu. Seulgi meneteskan air matanya. Chanyeol melepas tautannya yang tak menuntut itu. Ia menghapus air mata Seulgi.

“Jangan menangis! Aku, si bodoh ini berada disini bukan untuk melihatmu menangis, Seulgi.” Ucap Chanyeol lembut, sangat lembut.

Tiba-tiba Seulgi melingkarkan tangannya di leher Chanyeol dan mencium bibir Chanyeol. Chanyeol membelalakan matanya. Hanya 5 detik, ya, ciuman yang singkat.

“Ini tangisan kebahagiaan, bodoh. Jangan pinta aku untuk berhenti!” Seulgi menatap Chanyeol.

Chanyeol tersenyum, kemudian menarik Seulgi ke dalam pelukannya. Merasakan tubuh mungil yang ia rindukan selama 5 tahun ini.

“Aku juga mencintaimu, happy virus.

—I WAS A FOOL—

-July 8th, 2017-

SMTOWN Live World Tour VI in Seoul akhirnya di mulai. Semua pengisi acara yang tentunya adalah adalah SM Family ini tengah mempersiapkan diri di ruang ganti masing-masing.

Red Velvet sudah siap. Mereka keluar dari ruang ganti. Seulgi berjalan paling belakang sambil membetulkan kostumnya. Tapi sebuah tangan menariknya. Ia masuk ke sebuah ruangan.

Didepannya kini ada Chanyeol yang tersenyum lebar padanya, “Selamat sore, my precious bear girl.” Chanyeol masih setia memegang pergelangan tangan Seulgi dan menguncinya dalam dekapannya. Seulgi dikunci diantara pintu dan Chanyeol.

“Lepaskan aku! Memberku pasti sedang mencariku.” Ujar Seulgi.

“Memberku juga pasti sedang mencariku. Tapi itulah letak keseruannya.” Chanyeol menunjukkan seringainya.

“Kau gila, Tuan Park.”

“Kau yang membuatku gila, Nyonya Park.” Chanyeol masih menunjukkan seringainya.

“Hei! Aku ini Nona Kang, tahu.” Protes Seulgi.

“Sebentar lagi, aku akan mengubahnya menjadi Nyonya Park. Jadi aku membiarkanmu terbiasa dengan panggilan itu.” Chanyeol mendekatkan wajahnya, ia memiringkan wajahnya. Dan…..

Tok! Tok! Tok!

Chanyeol menjauhkan wajahnya dari Seulgi, “Aish! Siapa, sih?” Kesalnya.

Pintu terbuka. Tubuh Seulgi terpental ke depan. Dan jatuh di pelukan Chanyeol. Seulgi berada di atas Chanyeol. Mata mereka saling membelalak.

“Hei! Apa yang kalian lakukan disini?” Kaget Kai.

“Ada apa, sih?” Krystal muncul dan membelalakan matanya saat melihat Chanyeol dan Seulgi yang ada di atas sofa.

“Hei! Apa kalian berbuat mesum disini?” Mata Kai membelalak.

Seulgi langsung berdiri, begitupun juga dengan Chanyeol, “Kenapa? Kau mau juga?” Jawaban Chanyeol itu membuat Seulgi menyenggol lengannya.

Tiba-tiba Kai melempar tatapan pada Krystal, “Apa? Kenapa kau menatapku? Dasar mesum!” Krystal melarikan diri, begitupun juga dengan Seulgi.

Tapi tangan Seulgi di tahan oleh Chanyeol, “Kau tidak mau mengucapkan salam perpisahan?” Chanyeol menatap Seulgi.

“Hei! Kita akan bertemu diatas panggung. Salam perpisahan, apanya? Lepaskan aku!”

“Tidak sebelum kau mengucapkan…” Perkataan Chanyeol terpotong karena tiba-tiba Seulgi mengecup pipinya cepat.

“Itu salam perpisahannya. Dah!” Seulgi pergi. Chanyeol masih mematung di tempatnya. Begitupun juga dengan Kai yang tak bisa mengatup mulutnya.

“Barusan— Apa yang dia lakukan?” Chanyeol memegang pipinya.

“Aku harap Krystal juga memberiku ciuman sebagai salam perpisahan. Aku iri padamu.”

—I WAS A FOOL—

Chanyeol menatap Seulgi yang membaringkan tubuh mungilnya di sofa ruang latihan. Chanyeol duduk di lantai. Sedangkan Seulgi sibuk memainkan rambut tebal milik Chanyeol.

“Maafkan aku.” Seulgi langsung menatap Chanyeol yang mengatakan itu.

“Kebodohanku itu menyakitimu ‘kan? 5 tahun lalu… Saat aku bilang perasaanku sudah berubah. Itu bohong.” Chanyeol menatap Seulgi.

“Aku mencintaimu kala itu dan sampai sekarang tak berubah sedikitpun.” Tatapan Chanyeol menghipnotis Seulgi. Seulgi merasa keping-keping hatinya yang hancur dulu kembali lagi ke tempatnya. Akhirnya ia bisa melihat istana cintanya berdiri lagi.

“Tak apa.” Ucap Seulgi lembut.

“Aku selalu mencintaimu, Seulgi. Aku selalu ingin berada di sisimu. Maaf karena membuatmu menunggu begitu lama.” Chanyeol mengusap lembut pipi Seulgi. Kemudian mengecup lembut dahi gadisnya itu.

“Kadang mulutmu berkata bohong, kadang sikapmu menjengkelkan dan terlihat bodoh, tapi itulah kau. Dan aku menerima semua itu.” Seulgi menatap Chanyeol penuh dengan cinta, “I love you, my happy virus.” Seulgi mengusap kepala Chanyeol lembut.

It’s me who pushed you away. Anyone can see, I was a fool. I regret it. I realize, I love you more than anything. It’s the reason why I’ll protect you until the end of time. Be my girl, cause I’ll be your man. -Park Chanyeol.

I don’t know you’re that someone whom love me. I think your love  already die for me. But, yeah, I know right now. Our love still alive. I’ll be your girl, as always. -Kang Seulgi.

 

 

 

Fin~

Biasakan tinggalkan jejak sehabis membaca ya, readers.

R

C

L

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s