[EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 6)

let-me-in

 

Title | Let Me In  [Sequel Hold Me Tight]

Author | RahayK

Lead Cast |Byun Baekhyun x Baekhyun / Dellion Foster

                         Yoon So hee  x Baek Eun Ha

                          Irene Bae  x   Park Ae Ri

                        Song Yun Hyeong  x  Yun Hyeong

                        Kim Jong In  x   Kai Kim

Support Cast | Kim Dahyun  x   Dahyun

                                Wang Jackson  x  Jackson

Length |Chapter -Sequel

Genre | AU x Dark x Drama x Friendship x Sad x Bromance x Marriage -Life  x Revenge

Disclaimer |

Poster | CHIEN @ indo fanfic indonesia Poster

Summary  this  Chapter |

“..tidak ada hal yang bisa ibu tolak jika itu untukmu putera ibu..”

Previous Chapter| First Encounter > Before time tell you to stop > Interview > Stranger(us) > Past pt.1 > Past pt.2 > Her Beloved [now]

.

Beberapa orang segera memberi hormat begitu seorang wanita dengan pakaian yang sederhana namun terkesan wah itu melewati lobby gedung Song Corp. menuju pintu utama, dimana sebuah mobil sedan mewah sudah menunggunya.

“Tuan muda sudah menunggu anda dimobil, Nyoya -aku memintanya untuk pulang ke rumah, tapi–“

“Tak apa Ye Rin -ssi,aku bisa mengurusnya..”

Wanita itu segera membuka kacamata hitamnya begitu pintu mobil belakang dibukakan oleh gadis bernama Ye Rin yang adalah sekretaris pribadinya.

Ia tersenyum lebar pada seseorang yang dipanggil Tuan Muda tadi.Dan duduk disampingnya.

“Halo Yunheo putra ibu?–kau menunggu lama?”tanya wanita itu,melihat orang yang ia tunggu sejak tadi datang akhirnya ia tersenyum lebar dan memeluk ibunya.

Eomma!!kenapa sejak kemarin Ye Rin noona terus yang menjemputku ke sekolah dan bukan ibu?” tanya anak bernama Yunheo, sang Ibu hanya mengisyaratkan sekretarisnya untuk masuk segera kedalam mobil

Um,maafkan ibu Yunheo.Ada hal yang harus ibu urus jadi–“kata wanita itu menggantung kalimatnya,tak tega juga jika ia bilang bahwa keluarganya sedang dalam masalah besar atau lebih tepatnya perusahaan sang suami.

“Jadi–‘ Yunheo menunggu sang ibu meneruskan kalimatnya,ia mengangkat alisnya membuat Ibunya ikut tertawa dan mengelus rambut sang putera.

“Ibu akan memberikan hadiah untukmu,apa yang kau inginkan?”tanya sang ibu dengan raut wajah jenaka, membuat Yunheo putera kecilnya tampak berpikir.

Ng..pergi ke taman bermain didekat apartementnya Se Woon?–aku ingin mengembalikan pensilnya yang tak sengaja aku bawa tadi.Bolehkah bu?”tanya Yunheo membuat sang Ibu berpikir sebentar, Yunheo pasti akan kecewa jika ia tak menurutinya sebetulnya sang suami menyuruh dirinya untuk pergi ke Jepang untuk menghadiri konfrensi kerja sama malam ini,namun Yunheo lebih utama dari semuanya, pikirnya.Yah,dirinya bisa pergi setelah menuruti keinginan Yunheo.

“Sekarang?”tanya sang ibu meyakinkan Yunheo.

“Tentu saja..”jawab Yunheo antusias.

“Baiklah,tidak ada hal yang bisa ibu tolak jika itu untukmu putera ibu –Song Yunheo.” ujar sang ibu seraya tersenyum lebar dan mengusap pipi Yunheo yang agak gembul.

“Ye Rin -ssi, turunkan kami diperempatan jalan nanti. Yunheo ingin kerumah temannya.”pinta wanita itu.

“Nde, algeseubnida samoonim.” ujar Ye rin tanggap.

“Ibu tak usah naik mobil.” kata Yunheo yang menarik blazer ibunya.

“Kenapa?”

“Aku tahu jalan yang cepat tanpa mobil. Ya?” Yunheo tetap memohon agar sang ibu menuruti permintaanya.

“Baiklah,Pak Ji dan juga Ye Rin -ssi kalian langsung pulang saja ke rumah.”

“Baiklah kami mengerti.”

“Ayo, Song Yunheo?” ajak sang ibu dan mengulurkan tangannya.

:::Let Me In:::

Yunheo berjalan bersama sang Ibu melewati beberapa blok dan jalan kecil,hingga mereka tiba pada sebuah jalan besar. Jika diingat lagi, dirinya sudah sangat lama berjalan kaki seperti ini. Dilihatnya, Yunheo sangat asyik menikmati perjalanan pendek itu dan tak terasa mereka tiba di apartement yang dulu sempat memiliki kisah sendiri untuknya.

Dan,ia harap bukan bangunan ini yang Yunheo maksud.

“Disini tempatnya.”ujar Yunheo dengan wajah berseri-seri. Ketika Yunheo mengajaknya masuk, seketika itu juga kakinya terasa terpaku. Kisah itu seakan terkuak dalam benaknya,memutar kembali hal-hal yang terjadi sekitar 5 tahun lalu.

Bayang-bayang lelaki itu seakan mendatanginya dan juga sang puteri. Yunheo yang terus memanggilnya juga tak ia hiraukan, sampai sebuah suara lain memanggil namanya yang ia sendiri sudah jarang sekali mendengarnya.

“Park Ae Ri-ssi?–benar kau nona Park.Ini aku ahjussi penjaga apartement apa kau ingat?” sapa sang ahjussi itu ramah.

“Nde..”

“Apartement itu masih dalam keadaan yang sama.Dan kau terlihat –yah–pasti suamimu Baekhyun sudah sukses ‘kan?”

“Nama ayahku bu–“

“Kami permisi dulu,ahjussi.” ujar Ae Ri menghindar dan segera masuk kedalam apartement, membuat sang Ahjussi hanya mengernyit heran, Ae Ri yang ada didepannya sekarang ini bukan seperti Ae Ri yang ia kenal begitu ramah padanya.

Ae Ri menghentikan langkahnya karena sang anak belum mengikuti langkahnya.”Ayo Yunheo,cepat.”

“Baik bu.Ahjussi sampai jumpa lagi.” ujar Yunheo dan memberikan salam hormat pada sang ahjussi yang hanya dibalas dengan tatapan malas sekaligus heran.

“Ya,baiklah. –aneh,kenapa ia jadi sombong seperti itu?”

:::Let Me In:::

“Hei–Baek Eun Ha?”

“Apa?aku sedang sibuk.”

“Ponselmu getar terus mungkin penting.”

“Direktur yang menelponmu.”

“Di–direktur?-‘

“Halo dengan Baek Eun Ha–‘

Eun Ha mengetuk sebuah pintu kaca disebuah sudut koridor dua lantai diatas ruang kerjanya.

Setelah dipersilahkan masuk, dengan ragu ia melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan dimana sudah ada seseorang didalam yang adalah pemilik ruangan itu.

“Aku Baek Eunha,apa ada yang bisa saya bantu,direktur?”

“Kau bisa menyetir?”

Nde?–tentu saja saya bisa.”

:::Let Me In:::

Eunha hanya memutar matanya begitu ia mendapati jalanan yang macet ketika ia keluar dari pelataran gedung tempat kerjanya, yah-dia sudah cukup bersyukur karena sudah direkomendasikan oleh dosennya dari universitas dan menjadi seorang jurnalistik yang kerjanya hanya sebagai tim editor cadangan untuk majalah bisnis yang menurutnya sangat-sangat membosankan.

“Pantas saja,Direktur tidak mau menjemput orang ini. Lagi juga –jika hanya teman kenapa harus susah-susah menjemput?”

‘Baek Eunha,bersabarlah..’

Suara bising klakson mobil yang saling bersahutan membuat Eunha frustasi,ia mengalihkan fokusnya pada sebuah papan LED daripada harus berjibaku dengan mobil-mobil lain dan asap kendaraan yang benar-benar berpolusi.

Aah,suaranya tak kedengaran.”gumamnya kesal. Ia menekan sebuah tombol power yang mengotomatiskan tv dari ponselnya yang tertempel didasbor mobil menyala.

Setelah berganti-ganti channel, Eunha menghentikkan jarinya pada sebuah channel mengenai pembahasan perusahaan farmasi yang akan dibuka di Korea dalam waktu dekat, ia tertarik karena itu mengingatkannya pada seseorang.

‘Ahjussi..mengapa Tuhan tidak memberikan pertemuan yang ketiga untuk kita?’

“Permisa,menurut anda siapa Dellion Foster itu?Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir dunia telah digemparkan oleh seorang peneliti obat hebat bernama asing itu.Namun, kabarnya bahwa ia adalah orang asia.Tapi,mengapa ia sangat merahasiakan identitasnya?Apa mungkin ia berkebangsaan Korea?Menurut anda permisa, siapa ilmuwan bernama Dellion Foster itu?” ujar sang narator berita membacakan narasinya.

:::Let Me In:::

Beberapa jam lalu..

“Jadi, dia sungguh tak bertemu lagi denganmu setelah itu?”tanya Jungyeon yang ia temui di kampus.Pagi ini ia menyerahkan hasil revisi skripsinya dan yang Eunha harap semoga kali ini ia bisa segera disahkan dan melaksanakan sidang secepatnya.

Semoga saja.

“Jangan bilang ia sudah mati?”terka Jungyeon asal membuat Eunha melotot tentu,tidak mungkin apa yang Jungyeon masuk akal.

“Hei!! Bicara yang benar saja ya. Dia sudah berjanji padaku untuk tetap bertahan apapun yang terjadi. Aku hanya bilang, bahwa tidak ada pertemuan lain lagi setelah hari musim dingin akan berakhir 5 tahun lalu. –‘ Eunha terdiam setelah bilang beberapa jeda waktu yang berlalu setelah pertemuan mereka pada musim dingin itu.

5 tahun. Dan tentu itu bukan waktu yang sebentar.

“Jika tidak ada kabar,bisa jadi Ahjussi itu sudah lupa padamu.Lagipula,memang hanya karena ia berjanji padamu begitu juga si Ahjussi, apa ia juga akan melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan?”ujar Jungyeon, merekapun masuk kesebuah cafe yang masih dalam ruang lingkup kampus.

Sementara Jungyeon memesan,ia sibuk berpikir dan tenggelam dalam hal-hal yang semestinya ia segera lupakan,benar yang Jungyeon bilang mana mungkin juga si Ahjussi ingat padanya?Jika ia ingat pasti sudah sejak tahun-tahun lalu Ahjussi akan memberikan kabar padanya,bukan menggantung dirinya dalam ketidakpastian seperti ini.

“Memang apa yang kulakukan?”tanya Eunha,segera keluar dari lamunannya begitu Jungyeon menyerahkan segelas Ice americano favoritnya.

“Menunggu tentu saja.” Jungyeon berujar lalu menyedot Vanilla lattenya.

“Ada dua hal yang harus kau yakini Baek Eunha–‘

“—jika Ahjussi itu menganggapmu penting ketika kau dan dia dipertemukan kembali,pasti ia akan mengingatmu. Lalu,jika ia sama sekali tak menganggapmu bukan siapa-siapa ketika kalian dipertemukan ia tidak akan mengingatmu.Karena,baginya kau hanyalah orang asing. Mengerti Baek Eunha?”

:::Let Me In:::

Eunha segera ke gate kedatangan luar negeri,setelah mendapat instruksi lagi dari sang direktur untuk menunggu kedatangan orang yang dimaksud dari Jerman.

Netranya menatap monitor besar yang menunjukkan waktu mendarat dan dari negara kedatangan. Ia melirik lagi jam yang tertera dilayar ponselnya.

“Masih ada 10 menit lagi,kau beruntung Baek Eunha.”

Eunha mengeluarkan selembar foto saat pintu kedatangan terbuka,orang cukup banyak dibarisan depan menunggu kerabat mereka,namun siapa sangka jika hanya dia menjemput seseorang yang sama sekali tak ia kenal. Karena lelaki ini hanya, teman dari atasannya.Sementara ia hanya bawahan junior yang harus menurut pada atasan.

Yah,tidak buruk juga wajahnya.” pikir Eunha sambil memandangi foto itu, rambutnya hitam kecokelatan,cengiran yang menampilkan giginya yang rapih dan juga kedua lesung pipi yang tercetak dengan dominasi kulit cokelatnya membuat Eunha merasa bahwa dominan seperti itu yang terbaik.

“Jadi, apa jadwal kita setelah dari konfrensi di Hotel Seoul?” ujar Baekhyun sambil menunggu tasnya yang sedang diperiksa oleh pihak bea cukai.

“Kurasa kosong.”sahut Jaebum begitu melihat tabletnya yang berisi jadwal bossnya ini.

“Baiklah,sementara kau menyiapkan semuanya untukku aku akan menunggumu di Apartemenku.” pinta Baekhyun, sementara Jaebum segera membawakan kopernya dan segera berjalan menuju gerbang kedatangan.

Baru memerintah,ia berubah keputusan lagi.  “–ah,tidak.Aku akan ke rumah ibuku jadi mari bertemu disana saja.” ujar Baekhyun mengambil sebuah paper bag berukuran sedang dan segera keluar dari sana,namun itu tidak berjalan lancar karena seseorang menabraknya atau ia yang menabrak seseorang.

Bruk!

Hwajang-nim,kau tak apa?”

:::Let Me In:::

Eunha menerima panggilan dari orang yang paling enggan ia angkat. Siapa lagi? Tentu saja,direktur.

“Ya halo,–aku sudah di bandara,Hwajang–‘

“Temanku bilang dia sudah mendarat sejak pagi tadi, jadi lebih baik kau hubungi saja nomor yang ku kirim padamu dan tanya apa ia masih butuh jemputan atau tidak, jika tidak segera kembali ke kantor,mengerti?”

‘Sial!’

Aah,baiklah aku mengerti.”

Eunha segera memutuskan panggilan karena baru saja ingin menghubungi nomor yang dikirim oleh sang direktur malah orang itu sudah mengiriminya pesan teks.

Dari: 010-365-887

Bisa kau menjemputku di depan rutan daerah Songyedong?

Eunha mengernyit sebentar,lantas ia melangkahkan kakinya. Daerahnya tak jauh sih dari Incheon tapi, mendengar kata Rutan sedikit membuatnya bergidik –dan membuatnya tenggelam dalam pikiran tak masuk akalnya dan ia menabrak seseorang.

Bruk!

Oh-oh,maafkan aku.” ujar Eunha seraya membereskan barang lelaki itu yang keluar dari paper bag yang ia bawa.

Hwajang-nim,kau tak apa?” tanya seorang lelaki lain yang menghampirinya dengan mimik panik,sementara yang ditanya hanya terdiam dan meraih paper bag tadi.

Eunha segera berdiri begitu juga sang lelaki, netra Eunha segera menangkap objek lelaki didepannya yang membuat dirinya merasa bahwa sesaat waktu terhenti untuknya.

Eunha bertanya dalam kalbunya, apa fantasinya semakin menguat hingga ilusi Ahjussi begitu terasa nyata untuknya.

Mereka bahkan bertabrakan tadi.

Ia ditarik kembali dalam dunia nyata begitu kulitnya disengat getar interval teratur yang menandai bahwa ada panggilan.

Ia segera menggeser tombol virtual hijau.

“Aku akan menunggumu dalam 30 menit,jika kau tidak datang aku akan bilang pada direkturmu bahwa kau tidak seharusnya tetap tinggal di D Magazine.”

“Nde?!” sahut Eunha dengan nada setengah teriak, entah kaget atau heran karena menurut Eunha ini bukanlah hal yang seharusnya membuatnya merasa sulit.

“30 menitmu dimulai dari sekarang.”

‘Sialan!kau sama menyebalkan dengan direktur,tuan lesung pipi!’

Eunha side’s

Kau tahu?dibanding penantianku selama 5 tahun apa yang lebih menyebalkan?

Karena, saat sekarang. Dimana kau baru saja berada dihadapanku,diri ini hanya mampu termangu dalam diam.

Hanya memandang punggungmu yang menjauh ditengah kebisingan suara bandara dan orang-orang yang berlalu lalang yang menghalangi jarak pandangku yang hanya dapat terpaku ditempatku berdiri.

Tanpa mampu bersuara untuk sekedar mengucapkan kata ‘halo’ karena bibir dan lidah yang kelu. Dan, seperti yang harus kau ketahui jantung ini kembali berdebar dengan darah yang berdesir begitu deras.

Tidakkah Tuhan terlalu jahat?

Mengapa,disaat baru saja aku ingin melupakannya. Dia kembali lagi mengisi pandanganku.

Pertemuan ketiga?Mungkin Tuhan menyiratkan itu.

Tetapi, tidak sebelum Ahjussi juga melakukan hal yang sama sepertiku.

Bertemu tatap seperti pertemuan pertama kami.

Saat itu,aku baru akan menganggapnya pertemuan ketiga. Dan,setidaknya saat itu diriku tidak akan sebodoh sekarang,yang hanya terdiam ditempat.

Saat itu datang,aku yang akan berjalan kearahmu, Byun Baekhyun.

Eunha side end

:::Let Me In:::

Yah–siapa memang yang tidak marah saat saudara sendiri dijebloskan ke penjara untuk kepentingan diri sendiri?” gumam lelaki itu lalu duduk disebuah halte yang letaknya dekat dari jalan menuju rutan.

Ia melirik jam tangannya untuk yang sekian kalinya,hari menjelang sore semburat jingga mulai keluar dari arah barat. Dan,kata Seo Jun ada seseorang yang akan menjemputnya.Namun, belum juga datang.

Ah,ini sudah lewat 15 menit–‘

Baru saja lelaki itu ingin beranjak,sebuah mobil menepi didepannya,jendela sisi kemudi terbuka.

“Aku tahu ini sedikit melewati 30 menit yang kau berikan,tapi –jangan sampai anda mengatakan kalau aku terlambat,yah?tuan lesung pipi.”

Huh?tuan lesung pipi–hei–‘

 

Eunha segera memotong percakapan lelaki itu,baginya waktu adalah uang. Gadis itu ingin cepat-cepat pulang dan kembali ke tempat dimana Baekhyun bertemu dengannya. “..cepatlah naik,direktur memintaku tiba di Seoul sebelum jam 7 malam.”

Lelaki itu hanya mengulas senyum sekilas dan berjalan membuka pintu kemudi dimana Eunha berada. Membuat gadis itu tak henti-hentinya mengernyit.

“Kau mau apa?–tuan” lelaki itu membuka seatbelt Eunha yang masih terpasang dan memaksa Eunha untuk pindah ke bangku sebelah kemudi.

“Aku akan menggantikanmu.Jadi,kita impas.” lelaki itu mengajukan kesepakatan yang membuat Eunha mengernyit lagi.  “Impas?”

“Yah aku tak bilang bahwa kau terlambat menjemputku dan kau juga tak usah lapor ke Seojun bahwa aku habis dari sini dan juga aku yang menggantikanmu menyetir.” jelas lelaki itu dengan tatapan menggoda.Ia menaikkan satu alisnya.

“Sudah lama aku tidak menyetir.”kata lelaki itu seraya tertawa renyah,mobilpun mulai melaju.

“Kau yakin bisa,tuan lesung pipi?’ tanya Eunha. Ia tak yakin karena lelaki ini bilang begitu, jadi yah–ia menyesal sudah berganti bangku dengan lelaki itu.

Bodoh.

“Entahlah terakhir aku menyetir sekitar 2 tahun yang lalu–aku sarankan untuk memasang seatbelt. Dan,sebelum terjadi sesuatu aku harus bilang senang bertemu denganmu–nona juniornya Seojun.” ujar lelaki itu dengan tersenyum sakartis.

‘Oh sial!‘ umpat Eunha dalam hati,sungguh jika lelaki ini bukan teman dari atasannya sudah sejak tadi dia akan mengumpat didepan wajah lelaki menyebalkan itu.

:::Let Me In::::

“Yunheo –ayo kita pulang,sudah cukup bermainnya.” Ae Ri memerintah sang putera untuk menyudahi kegiatannya.

Waktu sudah sore,dan ia harus tiba di Jepang pada pukul 7 malam. Semakin ia lama disini,semakin ia merasa ditarik kembali kedalam pusaran masa lalu.

Sudah cukup, ia membuat Baekhyun terluka dan orang-orang disekitarnya.Ini adalah jalan yang ia pilih,mungkin ia telah hilang harga diri hingga tak ada lagi perbedaan antara ia memang mencintai Yun Hyeong atau Yunhyeong yang dapat menjamin hidupnya.

Ini adalah hidup yang ia dambakan.

“Ibu,tapi besok kita bermain lagi?”

“Akhir pekan–ketika akhir pekan datang kita akan jalan-jalan bersama.”

“Tapi dengan ayah ya?”

“Soal itu nanti ibu akan bicarakan dengan Ayah.–‘

“–Oh,Kyung soo –?”

Eo?Ae Ri Noona–senang bertemu denganmu.Apa dia –‘

“Oh ya,Yunheo ucapkan salam pada Kyung soo hyung.”

Anyeonghaseo namaku Song Yunheo,senang bertemu denganmu.”

“Aku juga,Yunheo.Oh ya,sedang apa kau disini?”

“Temannya Yunheo tinggal di apartementmu dan Yunheo ingin bermain di taman ini sebentar.Bagaimana sekolahmu?”

“Aku sedang dalam masa residen tahun kedua,Noona.Kau terlihat baik-baik saja sekarang–ku kira awalnya kau akan bertemu dengan hyung untuk itu kau kesini setelah 5 tahun.”

“Hyung siapa bu?apa ibu punya teman disini?”

“Tidak Yunheo,–kami harus pergi sekarang.Sampai bertemu lain kali,Kyung soo.”

“Sampai jumpa,Kyungsoo hyung.”

“Eoh–geurae.”

Kyung soo hanya memandang Ae Ri yang keluar dari taman dan segera memasuki mobil mewah yang berada diseberang jalan apartement.

Baginya,Park Ae Ri sudah benar-benar berubah.

Pakaian sederhana,rambut yang hanya dikuncir secara asal,tatapan penuh kekhawatiran tidak ada lagi satupun yang melekat di diri Park Ae Ri yang sekarang.

Dan,Kyung soo merasa kecewa bukan kecewa dalam artian cemburu,karena bagi Kyung soo Ae Ri seperti kakak untuknya dan ia dapat bertahan dalam kerasnya hidup tapi,mengapa setelah meninggalkan Baekhyun ia menjadi lebih buruk dari yang dulu. Kecewa seperti itu yang ia rasakan.

Lelaki itu sedikit berlari karena pintu lift yang hampir tertutup.Beruntung,ia dapat menahan dan pintu lift kembali terbuka.

Ia tak begitu sadar dengan orang yang sudah lebih dulu berada didalam lift.Ia bahkan lupa menekan tombol lantai yang ia tuju dan hanya membiarkan pintu lift tertutup kembali.

Tak seharusnya ia berpapasan dengan Ae Ri tadi, sikap Ae Ri yang seakan enggan untuk membincangkan masa lalu membuat Kyungsoo menyanyangkan.

“Apa yang membuatmu tetap lesu saja setelah menjadi dokter residen?Dokter Do Kyungsoo–“

“Menyanyangkan sikap seseorang yang berubah karena ia telah punya segalanya sekarang.” ujar Kyungsoo, lalu terdiam.

Tunggu.

Bagaimana ia tahu bahwa Kyungsoo telah jadi residen,tetangga seapartementnya pun tak ada yang tahu dan ia baru membicarakan itu pada Ae Ri. Merasa penasaran, akhirnya ia menoleh dan kedua mata sayunya karena kurang tidur segera melebar begitu melihat sosok yang menyapanya dengan ledekan tadi.

Sementara itu lelaki itu hanya tersenyum lebar,namun siapa yang tahu jika senyum yang ia pasang adalah topeng untuk pertahanannya.

Padahal,rasa sakit itu kembali mendera dan terus menjalar berjalan-jalan dikalbunya tepat setelah ia menginjakkan kakinya di pelataran apartemen ini.

“Rasanya kau sudah jadi dokter sungguhan ya.Benar begitu dokter Do?”

=Bersambung=

Rhyk say’s

‘ heiheihei kalian? Dimana jejak kalian dichapter sebelumnya? Sy jahat memang nagih komen terus dari kalian, tapi mau gimana lagi? Sy hanya minta komenan sy bukan minta bayaran #eaa.. oke skip.

Gimana chapter 6 ini? Ga gemesin atau uda mulai ada konflik? Well, seiring waktu bakal lebih pelik lagi yhaa.. penulisan  sudah sampai pada bagian ke 11 dan, sudah mulai ada momen-momen sweet yang patut kalian tunggu oke? Plis, jangan bosen dengan ff ini dan ff sy yang lain yaaa

Gomawo!!

Warm hug,

Rhy k

11/06/2017

 

Iklan

22 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 6)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] LET ME IN (Chapter 11) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] LET ME IN (Chapter 10) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] Let Me In (Chapter 9) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] LET ME IN 7: FOOLS LOVE | EXO FanFiction Indonesia

  5. Waaa tak sabarrr lahhh menunggu …
    Udh dag dig dug dsni nunggu klanjutannya …
    Gg sabar liat baek bhgia lgi .. gg ush di inget lgi si ae ri *kesel 😈😈 wkwkwk
    Semangattt kaka nulisnya ..

  6. Huaa cepet cepet ketemu dehh penasarann nih sama respin baekhyunnya nantii.. , thanks ya cuat ceritanya dan selalu semangat untuk tulis chapter chapter selanjutnyaa!!

  7. Eyyyyhhhhh…
    Baekyhun dengan senyum palsunyaa.
    Aeri yg tampak menyedihkann.
    Yunho yg entah anak siapa…
    Aduuhh penasaaraannn..
    Di tunggu lanjutannya thor😉😉😁

    • Semuanya memiliki duka masing” siap” sebel sama jong in dan ae ri yaa gaes wkwkwk termasuk masa lalu eunha juga bakal terkuak hehehe makasih udah baca 🙂

  8. Yaaa kyungsoo udah jadi dokterrrr wkwkwkwk, bener yaaa aeri itu udah berubahhh, eh tapi si yunheo itu beneran anak yunhyeong?apa pas sebelum cerai sma baekhyun, aeri udh hamil anak baekhyun?ih lupaaa tau thor wkwkwkwkw
    Next fightingggg

    • Anak siapa ya?? Sy masih belum mutusin itu jadi anak siapa? Masih rahasia ya.. Jadi tunggu kealnjutannya yaaa makasih udah baca dan komen 😉

  9. Baek udah ktemu sma eunha.. trus tuan lesung pipi itu siapa?? Apa jangan2 jong In lagi… dokter Do rawat aku😂😂😂 aku yakin dia ketemu sma baekhyun deh… lanjut secepatnya Rahay-nim😘😘

    • Pertemuan mereka kebanyakan tak terduga, so patut ditunggu lanjutannya
      Penasaran ‘kan? Baca di chapter selanjutnyaa yaaa thanks 🙂 udah komen

  10. Yeeep aku engga bosen kaaa soalnya aku mau liat baekhyun bisa bahagia lagi 😂😂😂😍😍😍😍😍 keep strong for baekhyun ❤❤❤❤❤❤ dan untuk eun ha baekhyun pasti inget kamu ko, tenang aja 😘😘😘 dinanti ya ka cerita berikutnya wkwkwk 💪💪💪💪👍👍👍👏👏👏👏👏

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s