[EXOFFI FREELANCE] (Broken) Black Heart (Chapter 3A)

Black Hearttfffffy

(Broken) Black Heart Chapter 3A©

Author

Riona Spring

Main Cast

EXO’s Baekhyun and OC’s ???

Supporting Cast

VIXX’s Leo aka Leo Jeind Anderson, Son Jina (OC), EXO’s Xiumin aka Xiu Minleyw, and more

Genre

Mystery, supernatural, slice of life, and maybe romance

Length & Rating

Chaptered ~ PG-13

DISCLAIMER

Inspired by everything that ‘happen’ in my life (eg: reading, watching, expriencing, or anything like that). But, basically the story and plot are mine. I don’t own any cast in this story. Please do NOT reclaim or rewrite this fiction with using your name.

Summary

  Kehidupan itu sulit ditebak. Siapapun akan merasa sulit bahkan hanya untuk mengira bagaimana akhirnya.

 [Previous Chapter : Prologue; Chapter 1; Chapter 2]

 

“Uh… dimana ini?”

Sekelebat cahaya masuk ke penglihatan seorang pemuda. Sebelum benar-benar membuka mata, pemuda itu memicing, berusaha meminimalisir kadar cahaya yang masuk ke retinanya. Ia mengerjap beberapa kali. Dan hal yang pertama kali ia lihat dengan jelas adalah sosok transparan itu bersama dengan wajah cemasnya.

“Baekhyun-ah! Kau sudah sadar?” ucapnya khawatir. Matanya memancarkan aura cemas tak terbendung. Baekhyun yang terbaring dengan balutan perban dimana-mana menatapnya dengan sayu.

“Hm.”

Hanya kata itu yang dapat digumamkannya sebagai tanda ‘iya’. Namun, meski begitu kata itu membawa pengaruh besar. Sosok transparan itu menghela napas panjang, lalu dengan tangan pucatnya menggenggam tangan Baekhyun—meski tindakan itu tidak dapat memberi kesan apa-apa pada pemuda itu.

“Ah aku bersyukur kau sudah sadar, Baekhyun-ah.” Sosok itu menatap Baekhyun dengan raut wajah lebih baik. Wajahnya tidak lagi terlihat pucat. Senyuman tersungging di bibirnya, seolah memberi semacam pengertian dan semangat pada Baekhyun untuk segera sembuh.

Deg

Pemuda itu tertegun. Sejenak ia berhenti berkedip. Kedua matanya terfokus pada wajah di hadapannya. Waktu seakan tidak berjalan, membuat ia membeku di tempat tidurnya.

Senyum itu…

Senyum yang sudah lama tidak dilihatnya. Dan secara aneh terasa… tidak asing. Baekhyun terpaku pada sunggingan bibir itu. Dan tanpa ia sadari ia ikut mengangkat sudut bibirnya. Tersenyum tipis, yang ditujukan untuk membalas senyum sosok itu.

“BAEKHYUN-AH! BYUN BAEKHYUN!!”

Teriakan nyaring terdengar. Baekhyun dan sosok transparan itu sontak mengalihkan pandangan. Dari balik tirai yang melapisi bilik kecil itu terlihat orang-orang ikut menoleh, memerhatikan ke arah suara berisik yang sedikit mengganggu.

Srakk

Tirai bilik Baekhyun disibak dengan keras, menampilkan seorang perempuan berwajah manis dengan ekspresi panik. Rekan kerja Baekhyun, Son Jina.

“Baekhyun-ah!”

Dengan tergesa-gesa Jina menghampiri Baekhyun. Sesaat ia menatapi Baekhyun cemas, tetapi tak lama kemudian ia duduk di kursi di sisi ranjang dengan wajah lega.

“Syukurlah kau tak apa-apa,” ujar Jina sambil menghembuskan napas. Sosok transparan itu menatapnya dengan dahi mengernyit.  Dari sisi ‘pandangannya’, kondisi Baekhyun saat ini jauh dari kata ‘tak apa-apa’. Tangan kiri pemuda itu di-gips. Perban besar melilit sebagian kepala atas. Luka lecet dan memar terlihat di seluruh wajah pucatnya.

Ne, aku juga bersyukur, karena… setidaknya ia selamat,” suara lain menyahut, mengakhiri tatapan aneh yang diberikan sosok itu pada Jina. Baekhyun menoleh ke arah suara, menemukan seorang yang tak asing tengah menatapnya sambil tersenyum sedih.

 “Imo?”

Jina menatap Baekhyun, “Ah ya. Bibimu datang kemari bersamaan denganku, Baekhyun-ah. Sepertinya rumah sakit ini menelpon bibimu juga,” ujarnya.

“Paman hyun-ie yang dapat sebenarnya. Tapi ia tidak bisa datang, jadi ia menelponku untuk cepat-cepat kesini,” perempuan berumur tiga puluhan itu menanggapi ujaran Jina, meski manik matanya masih mengarah keponakannya itu.

Aigooo, uri hyun-ie…” Bibi Baekhyun mengusap puncak kepala Baekhyun lembut. Kedua manik matanya tak lepas dari wajah Baekhyun, menatapnya dengan raut khawatir. Jina yang berada di sebelah bibi itu ikut memandang Baekhyun secara tidak langsung. Ekspresinya terlihat prihatin.

Beralih ke sisi lain bilik itu. Di pojok ruang, sosok transparan itu tampak menjauhkan diri. Sejak bibi Baekhyun datang—beberapa menit setelah Jina datang dengan hebohnya—ia lebih memilih untuk menarik diri dari perbincangan yang terjadi. Sosok itu memerlukan ketenangan, juga suasana yang bebas agar ia dapat berpikir.

Sosok itu memegang dagunya sambil menunduk. Keadaan yang sedikit ‘drama’ di sekitarnya tidak dipedulikan. Satu-satunya hal yang dilakukannya dengan serius saat ini  adalah berpikir keras.

Memikirkan kejadian yang menyebabkan ia berada di rumah sakit itu bersama dengan Baekhyun.

 

-Flashback-

“Menyingkir!!”

Teriakan menggema dimana-mana. Dua orang pegawai yang berada di lorong itu membelalakkan mata sambil menjerit memperingati. Kardus-kardus berat di ketinggian sekitar 2 meter itu sudah bergerak cepat mengikuti gravitasi.

Tapi….. itu sangat terlambat.

Brakk

Kardus-kardus besar berisi deterjen tersebut sukses menghantam pemuda di bawahnya. Tanpa ampun. Membuat pemuda bermarga Byun itu ambruk seketika.

“Tuan!!”

Dua orang yang ada di tempat itu buru-buru menghampiri dengan panik. Dengan kecepatan bak kesetanan mereka segera menyingkirkan kardus-kardus itu. Tak lama, Baekhyun si pemuda berhasil terlihat. Keadaannya tidak baik. Darah mengalir dari sisi dahinya akibat terantuk sudut kardus yang tajam.

“Siapapun! Tolong panggilkan ambulans!!” salah satu dari pegawai itu, Taebum, berteriak frustasi. Tubuh Baekhyun tidak berani mereka pindahkan, khawatir akan kemungkinan hal tersebut dapat justru memperparah keadaan. Sementara Taebum berusaha meminta bantuan, rekannya menggunakan sehelai sapu tangan untuk menahan pendarahan. Ia terlihat sangat panik.

“Aku… tidak berhasil.”

Sosok transparan itu terlihat di kejauhan. Raut wajah sedih terpancar, menambah aura pucat yang dimilikinya. Satu tangan terangkat sejajar kepala. Cahaya aneh berwarna perpaduan putih dan biru berpendar perlahan dari tangannya itu. Namun, cahaya itu segera saja lenyap, bersamaan dengan datangnya petugas kesehatan dari arah belakang tempat ia berdiri.

“Siapa—

Manik matanya tiba-tiba menangkap sosok asing. Posturnya tinggi, dengan pakaian serba hitam membungkus seluruh tubuhnya. Ia tampak memerhatikan Baekhyun yang ambruk, lalu dengan tidak peduli ia kemudian melangkah pergi.

Hal yang aneh dari sosok itu adalah karena tidak seorang pun yang berada di tempat itu menyadari ‘kehadirannya’. Keadaan sama persis yang terjadi padanya saat ini.

“Kau!! Tunggu di sana!!”

Sosok transparan itu mengejar sosok asing tersebut. Dalam beberapa detik, ia berhasil menangkap lengannya. Sosok asing itu berbalik dengan santai.

“KAU!! APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI, HAH?!” teriaknya tepat di wajah sosok itu.  Meski begitu, ia tidak bisa melihat wajah sosok itu dengan jelas. Tudung kepala hitam menutupi separuh wajahnya.

Anehnya, sosok itu terkekeh meremehkan, “Waah… Kurasa kata-katamu itu terlalu kasar, Jiwa Tersesat,” ucapnya dingin. Aura di sekitar sosok transparan itu seketika terasa kelam.

Sosok asing itu membuka tudung kepalanya perlahan, seperti slow motion. Perlahan-lahan, wajahnya yang tersembunyi itu terlihat, dan seketika membuat sosok transparan itu membeku di tempatnya. Matanya melebar.

“L-Leo?”

-To Be Continued (Part 3B)-

A/N : Aigoo…. setelah sebulan lebih tak muncul akhirnya bisa kambek! Hyuu.. aku gak yakin ada yang nungguin ef-ef gajelas ini sih~~ tapi mianeyo TT karena Rion ujian, gak ada waktu untuk ngetik deh, hu hu (untung ujiannya udah kelar… Huft~~ Puji Tuhan). Daannn… fyi, ini chap pendek karena aku bagi dua (an excuse (again) karena mood lagi gak enak akibat hasil ujian yang *pip*). Hahahahahahahahahaha (ketawa sedih) *krikkrik*tiba-tibacanggung

Yah begitulah :/ semoga smangat Rion bsa muncul, jadi bisa dilanjut tanpa halanganJ Kalo begituuuu… smpe ketemu di part 3B ^^ See ya!

(Kasi semangat ke Riona lewat komentar berharga kalian juseyo ^^! Thankseu <3)

 

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] (Broken) Black Heart (Chapter 3A)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] (Broken) Black Heart – Chapter 3B | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s