[EXOFFI FREELANCE] STAY WITH ME (CHAPTER 5)

STAY WITH ME

Author :

Angeline

 

Main Cast :

Oh Sehun (EXO)

x

Bae Joo Hyun a.k.a Irene (RV)

Additional Cast :

EXO Members |Kim Ji Yeon (LOVELYZ)|Kim Seolhyun (AOA)|Im Jung Hoo  (B.I.G)| Lee Hyo Eun (STELLAR) |Krystal Jung (FX) |etc~

Rating PG-17 |Length Series Fic

Genre : Romance | Angst | AU |slice of life | Drama |etc~

Disclaimer :

Ff ini murni dari pemikiran author sendiri, ceritanya tiba-tiba muncul dalam otak author #ea. Dan dari pada lupa langsung dituangkan dalam bentuk FF seperti ini. Bila ada kesamaan tokoh maupun jalan cerita di dalam ff ini, itu bukan merupakan bentuk plagiat #noplagiat! melainkan unsur ketidaksengajaan. Don’t judge, don’t copas.  Terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk membacanya  (nunduk)

Summary :

Bagaimana jika seorang Oh sehun yang berwatak dingin dan tidak pernah peduli pada orang lain terjebak bersama seorang gadis amnesia bernama Irene?. Melalui sebuah pertemuan tidak terduga hingga masalah-masalah yang datang saat keduanya tengah menjalin sebuah hubungan.

-Chapter 5-

Sehun turun dari mobil berjenis BMW itu dengan wajah lelahnya, setelah sepanjang hari ia berkutat pada berkas-berkas kantor dan labtob. Matanya butuh istirahat dan penyegaran. Ajhuma membuka pintu dengan cepat setelah tahu, bahwa tuan mudanya itu sudah pulang. Sehun melepaskan jasnya dan memberikannya pada ajhuma,  pria itu melipat lengan bajunya sebatas bawah siku, kemudian membuka 2 kancing baju atasnya, memperlihatkan dada bidang yang berkulit putih itu.

Sehun melihat sekeliling penthouse untuk mencari keberadaan gadis amnesia bernama Irene di rumahnya. Namun nihil, gadis itu tidak ditemukan di lantai bawah.

Apa ia berada di kamarnya?, batin Sehun

Ya, mungkin gadis itu sudah tidur mengingat ini sudah jam 10 malam. Sehun pun mengambil sekaleng bir dingin dari dalam kulkasnya. Ia  membuka penutup kaleng itu dan meneguknya secara perlahan, menyegarkan kembali tenggorokkannya yang menunggunya untuk segera dibasahi oleh sesuatu yang nikmat.

“Di mana Irene?.” Tanya sehun, untuk meyakinkan spekulasinya pada Aajhuma yang sedang sibuk mencuci piring, sehabis membersihkan sisa-sisa makan malam. Ajhuma menoleh mendengar ucapan Sehun dan segera menghampirinya.

“Irene istirahat sejak siang setelah aku membawakan makan siang untuknya. Ia sepertinya sedang sakit tuan. Tadi siang, ia merintih kesakitan sambil memegang kepalanya, saat sedang membantuku memasak. Setelah itu, ia istirahat sampai sekarang. Dan ia juga tidak keluar untuk makan malam. Aku sudah mengetuknya, namun ia tidak membuka pintunya.” Jelas Ajhuma.

Sehun mengangkat wajahnya menatap kamar Irene dari bawah. Ia mengangguk singkat pada Ajhuma dan langsung melenggang pergi menaiki anak tangga menuju kamar Irene. Ada rasa khawatir yang kecil untuk yeoja itu.

Apa dia baik-baik saja?, batin Sehun kembali berucap.

Ini hanya rasa simpati kepada orang sakit. Ya hanya itu, dan tidak lebih, Sehun hanya penasaran mengapa Irene tidak keluar untuk makan malam.  Jangan salah paham akan sikapnya ini.

Tok tok.

Sehun mengetuk pelan pintu itu, namun tidak ada jawaban dari dalam maupun Irene tidak kunjung membuka pintu itu. Sehun kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar gadis ini. Sehun menatap kamar yang gelap tanpa penerangan sedikit pun, ia segera menekan kontak lampu, membuat kamar itu mejadi terang dalam sekejap mata.

Sehun menatap gadis yang tengah tertidur di ranjang, dengan selimut yang ditarik sampai batas lehernya. Sehun mendekati Irene, dan matanya membulat ketika melihat Irene menginggil di bawah selimutnya, dan wajah gadis ini benar-benar pucat.

Sehun menempelkan telapak tangannya pada kening Irene, dan setelah merasakan suhu tubuh gadis itu, sehun langsung menarik tangannya yang tadi ia tempelkan pada dahi irene. Suhu tubuhnya panas, dan gadis itu berkeringat. Sehun nampak panik melihat itu. Bagaimana bisa ia bertahan seperti ini? ucap Sehun dalam hatinya.

“Harusnya aku menyuruh Hyun joo membawanya ke rumah sakit lebih dulu.” Katanya cepat, kemudian membuka selimut yang menghalangi tubuh mungil Irene. Dengan segera, pria bermarga Oh tersebut mengangkat tubuh Irene ala brydal style, dan membawanya keluar kamar. Sehun menuruni anak tangga dengan hati-hati.

“Hyun joo! Siapkan mobil!.” Teriak sehun, membuat Ajhussi yang sedang menyantap kopinya di dapur itu, langsung tersedak dan berlari menuju garasi mobil. Namun baru beberapa langkah berlari, Hyun joo segera kembali pada Sehun dan menghadap tuannya itu.

“Mobil yang mana Depyeonim?.” Tanya hyun joo.  Sehun mencelos sempurna sambil membuang nafasnya kasar. Disaat genting seperti ini, bisa-bisanya ia –Hyun joo– masih menanyakan jenis mobil yang harus digunakan Sehun. Oh, salahkanlah Sehun karena memiliki banyak mobil.

“Terserah!.” Bentak pria itu, membuat Hyun joo menundukkan kepalanya, dan segera berlari menyiapkan salah satu mobil mewah sehun.

Sehun meletakkan Irene di dalam mobilnya setelah Hyun joo selesai menyiapkan mobil. Supirnya ini langsung melajukan mobil Sehun menyusuri kegelapan malam kota seoul yang semakin larut. Irene terbaring di pundak namja itu, tubuhnya semakin panas saja membuat Sehun gelabakan. Pria tampan itu hanya berharap gadis ini bisa bertahan sebentar, karena mereka akan segera sampai di rumah sakit. Sehun kembali memegang kening Irene, dan merasa panas tubuh yeoja itu semakin mengkhawatirkan.

“Lajukan mobilnya!.” Perintah Sehun tegas.

Meski mobil itu sudah cukup laju, namun Sehun menyuruh Hyun joo untuk menancapkan gas mobilnya lebih laju. Saat ini, Sehun hanya khawatir pada sih gadis amnesia . Hingga 25 menit kemudian, mereka sampai disalah satu rumah sakit terbesar di Seoul, SMC (Samsung Medical Center) yang berlokasi di Irwon-Ro Gangnam-gu. Hyun joo keluar dari mobil, dan langsung membukakan pintu untuk Sehun. Sang tuan pun langsung menggendong tubuh Irene, dan membawanya ke dalam rumah sakit.

Beberapa Dokter yang melihat Sehun berada di rumah sakit, langsung menunduk hormat padanya kemudian mengalihkan atensi mereka pada gadis yang berada dalam gendongan pria bermarga Oh itu. Sehun menaruhnya di ranjang rumah sakit, dan beberapa Suster dan Dokter langsung menangani sang pasien.

“Selamat ma–“

“–Panggil Dokter Lee!.” Kata sehun cepat, memotong ucapan Proffesor Seo –Direktur rumah sakit–, yang baru saja turun ke lantai satu, saat mendapat telfon jika Sehun berada di rumah sakit. Sehun yang datang tiba-tiba, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, membuatnya merasa tidak bisa menyambut Sehun dengan baik.

Oh, apa kalian tidak terkejut saat direktur rumah sakit besar ini menyambut seorang Oh Sehun?. Ya, tentu saja mereka harus menyambutnya dengan hormat, Sehun bukanlah seorang pengusaha kaya biasa, melainkan ia adalah orang terpandang nomor di Korea. Perusahaannya –Willis Group– adalah perusahaan besar di Korea, yang banyak dilirik oleh kolega-kolega di Asia bahkan di Dunia.

Nama Sehun saja terdaftar menjadi satu-satunya pengusaha muda dari Korea yang masuk dalam list

‘pengusaha muda terkaya nomor 5 di Dunia’.

Pria ini bukanlah orang sembarangan, tolong berikan sedikit rasa hormat kalian untuknya.

“Yak, kalian tidak dengar apa yang Oh Depyeonim katakan?. Cepat panggil Lee Ssaem kemari!.” P’rintah Proffesor Seo pada Dokter yang lain.

“Tapi Lee Ssaem sedang melakukan operasi Sajangnim.” Jelas seorang Dokter pada petinggi rumah sakit itu.

“Depyeonim, apa anda tidak ingin dokter yang–”

“–Kalian kira aku peduli dia sedang bertugas atau tidak?. Cepat panggil dia, sebelum kalian menyesal sudah berdebat denganku malam ini!.” Bentak sehun membuat mereka langsung menundukkan kepalanya. Beberapa dokter dengan cepat melangkah menuju ruang operasi untuk memanggil Dokter kepercayaan Sehun itu. Entah kenapa saat ini sehun terlihat seperti seorang kekasih yang sangat khawatir akan keadaan kekasihnya.

Benarkan? apa hanya aku saja yang berpikir begitu?.

~

Sehun menatap irene yang terbaring lemas di atas ranjang, tubuhnya menggigil dan ia sedikit meringkuk karena kedinginan mungkin?. Sehun merekatkan selimut pada tubuh gadis itu, beberapa kali Sehun terus memeriksa jam tangannya.

Mengapa Donghae hyung begitu lama?. Geram Sehun dalam hati.

Sreek.

Pintu kamar rawat pasien tergeser, Sehun mendongak dan mendapati dokter yang ia cari berdiri di sana dengan beberapa suster di belakangnya. Dokter Lee memutar matanya jengah saat mendapati tatapan setan nan mengintimidasi dari sehun. Oh, pria yang sudah ia anggap adiknya itu terlalu berlebihan sepertinya.

“Kenapa lama sekali eoh?” Sehun menggeram marah, namun Dokter Lee hanya mengendikkan bahunya acuh. Masa bodoh dengan Sehun yang kesal.

Apakah Donghae harus berterimakasih sekarang?. Karena berkat Sehun, Dokter Lee yang tadinya sedang menjalankan operasi transplantasi jantungnya, harus tergantikan oleh Dokter lain. Itu semua karena sehun tidak bisa ditolak!. Tolong garis bawahi kata itu.

Tidak menunggu waktu lebih lama Dokter Lee langsung mengalihkan atensinya pada Irene yang terbaring di atas ranjang, Dokter muda itu sudah sempat membaca keterengan singkat mengenai kondisi vital Irene dari suster yang memeriksanya lebih dulu tadi. Dan dari keterangan yang ia baca, rasanya gadis amnesia ini baik-baik saja.

Dokter Lee menyentuhkan stetoskopnya pada bagian dada gadis itu, mendengar suara detak jantungnya yang terdengar berdetak dengan cepat, kemudian menyentar bagian matanya dengan sebuah senter kecil. Dokter Lee kembali meraba suhu badan irene yang masih bersuhu panas

“Ia hanya demam Oh Sehun.” Jelas dokter Lee pada Sehun, sambil melepaskan earstips stetoskop dari telinganya. Tentu saja Sehun tahu jika gadis itu sedang demam, Sehun tidak sebodoh itu kan?, hanya saja Sehun khawatir karena penjelesan Ajhuma tentang Irene yang meringis karena sakit kepala.

“Hyung kira aku bodoh?, aku tahu ia demam. Hanya saja, aku sedikit khawatir karena Ajhuma bilang, ia sempat meringis memegangi kepalanya karena kesakitan. Aku juga tidak tahu mengapa ia bisa kesakitan seperti itu. Tapi, apa hal itu ada hubungannya dengan demamnya ini?.” Jelas Sehun menambahkan. Dokter Lee kini menangkap sesuatu dari penjelasan detail Sehun barusan. Ya, jangan lupakan jika keadaan gadis ini sedang amnesia, dan penjelasan Sehun tadi adalah ciri-ciri jika seorang amnesia mengingat sesuatu

“Ah, aku rasa potongan ingatannya muncul dan membuatnya shock. Kalau begitu, karena kalian sudah di sini, aku akan melakukan CT Scan padanya terlebih dahulu.” Kata dokter Lee, kemudian membawa Irene menuju ruang CT Scan.

Sehun menguap, bahkan kepalanya beberapa kali terantuk ke bawah. Sehun sangat lelah demi Tuhan. Pria berwajah poker face itu melirik jam di tangan kirinya, sudah pukul 22.00. Apa Dokter Lee dan Irene masih lama?, gumamnya dalam hati. Entah kenapa dalam hati kecilnya, ia terus merasakan khawatir. Sehun hanya bermodalkan sebuah Coffe yang sempat ia beli dari kantin rumah sakit, untuk menemani acara menunggunya. Pria itu sedikit tidak percaya dengan apa yang ia lakukan saat ini, bukankah Sehun terlihat seperti seseorang yang sedang menunggui kekasihnya? tunggu kekasih?. Oh, jangan harap sehun akan menaruh hati pada gadis itu.

Sehun hanya kasihan karena Irene sedang susah, ya hanya itu saja kan?. Dan lagi, hatinya masih sepenuhnya berpaut pada gadis bernama Ji yeon, yang sudah melontarkan frasa bermakna penolakkan untuknya. Perasaan sehun masih sama dan belum berubah, atau mungkin Ji yeon juga mencintainya namun sehun terlalu buru-buru saat itu?. Entahlah, ia bingung dan kalut jika mengingat Ji yeon kembali, ia hanya berharap gadis itu tidak menghindar darinya setelah malam itu. Astaga!, sekarang pikirannya malah melayang kemana-mana. Entah itu ke Ji yeon atau Irene, dua-duanya sama-sama merenggut pikirannya.

Sreek

Pintu ruangan rawat pasien kembali tergeser, dan kini wajah Dokter Lee dan Irene yang berada di kursi roda terpampang di sana. Wajah Irene nampak lemas dan pucat, semakin membuat sehun merasa iba. Tapi bisakah Irene tidak menunjukkan wajah menyedihkannya itu?, Sehun benar-benar termakan oleh wajah itu.

Dokter Lee memberikan sebuah amplop bercover putih pada Sehun, dengan cepat pria itu membukanya tanpa basa basi lagi. Sehun membaca setiap hasil CT Scan yang tertulis di sana dengan seksama, ia tidak mau melewatkan satu kalimat.

Setelah selesai membaca hasil CT Scan itu, Sehun menatap wajah Irene.

“Jadi dia benar-benar Amnesia?.” Tanya Sehun pada Dokter Lee dan dijawab anggukan kecil.  Irene menghela nafasnya sambil menatap Sehun yang kini sudah ikut menatapnya, namun entah kenapa Irene serasa malas menatap pria itu.

Heol, seorang Sehun baru akan percaya jika ia sudah memegang bukti.

“Sepertinya sebelum mengalami amnesia, kepalanya terbentur sesuatu yang keras. Bisa saja ia mengalami kecelakaan.” Ujar Dokter Lee menyimpulkan. Dan Sehun menyutujui spekulasi itu. Ya, mungkin Irene sempat mengalami kecelakaan, namun bagaimana ceritanya detailnya? Itu masih belum terungkap.

“Baiklah, gomawo hyung. Ah, dia tidak perlu dirawat kan?.” Tanya Sehun, dan Donghae hanya membuang nafasnya kasar. Namun selanjutnya pria bermarga Lee itu menganggukkan kepalanya.

~

Sehun membaringkan tubuh kecil itu di ranjang king sizenya. Pria itu menatap lembut wajah indah yang sedang tidur dengan cantaiknya. Sejak pulang dari rumah sakit, Irene tidak banyak bicara dan hanya diam. Hingga tanpa sadar gadis itu tertidur di pundak Sehun.

Anehnya Sehun juga tidak menolak atau berusaha menyingkirkan kepala Irene dari pundaknya. Padahal ia paling membenci orang asing menyentuhnya, bahkan hanya duduk bersebelahan dengannya. Namun tidak dengan malam ini, mungkinkah karena Sehun merasa sangat kasihan dengan gadis ini?.

Kini sehun masih betah menatap wajah Irene, entah apa yang menariknya untuk lebih lama memandangi wajah mempesona Irene. Pria itu bergumam dalam hati kecilnya, “mengapa aku memperhatikanmu sampai seperti ini?.”

Padahal mereka baru berkenalan kemarin, dengan sebuah pertemuan yang tidak terlalu bagus untuk diingat sebenarnya. Apalagi lengkap dengan Sehun yang selalu memaki gadis malang ini, lantas pria Oh ini menghela nafasnya, kemudian menarik selimut itu menutupi tubuh Irene. Sehun mematikan saklar lampu kamar dan pergi dari sana. Sehun kembali menuruni tangga, dengan niatan mengambil bir kembali. Gara-gara menunggui Irene tadi, kantuknya telah hilang.

Namun belum sepenuhnya berada di lantai bawah, Sehun melongo saat melihat saudara tirinya Krystal berada di sana dengan beberapa sahabatnya. Sebut saja Chanyeol, Kai, dan Baekhyun. Mereka nampak asik menikmati makanan ringan, dengan kaleng bir yang sudah tersaji rapih di sana.

Terkadang mereka –Sahabat Sehun– tertawa seperti orang bodoh, membuat kebisingan yang sehun tidak sukai. Sehun memasukkan tangannya dalam saku celananya, bahkan ia belum berganti pakaian dan masih menggunakan pakaian kantor yang sama sejak tadi pagi. Sehun menatap wajah-wajah mereka yang sedang tertawa layaknya orang gila sambil menggelengkan kepalanya.

Sejak kapan mereka berada di rumahnya, dan menikmati cemilan?, membuat karpet seharga 10 juta wonnya itu ternodai oleh makanan ringan yang jatuh ke atas karpetnya. Perasaan, sehun baru saja masuk ke rumahnya dan menaruh tubuh Irene di ranjang kamarnya, namun ketika ia keluar rumahnya sudah penuh dengan manusia-manusia tidak tahu diri.

Sehun duduk di atas sofa, kemudian mengambil salah satu kaleng bir dari atas meja, dan segera meneguk minuman itu. sahabatnya yang mengetahui sang pemilik rumah telah bergabung dengan mereka, tidak berniat memberi sebuah salam penyambutan. Toh, pemilik rumah ini tidak peduli jika mereka mengucapkan salam.

“Apa yang kalian lakukan di sini?.” Tanya Sehun pelan, membuat mereka menatap Sehun bersamaan

“Kau tidak lihat kami sedang makan?.” Ujar Krystal mencibir, dan Sehun hanya menatap jengah pada Krystal.

“Aku tidak butuh jawaban darimu!.” Kata Sehun tajam pada Krystal. Benarkan? mereka akan selalu dan terus beradu mulut tanpa bosan. Sejujurnya, dari SMA mereka sudah seperti kucing dan tikus yang tidak pernah akur, namun saling menyayangi diam-diam.

Benar-benar saudara yang aneh.

Dan ya, jika kalian bertanya apa Sehun dan Krystal berteman sejak SMA?, Jawabannya ia. Sejujrunya Ibu Krystal dan Ayah Sehun merupakan teman dekat sejak dulu. Jadi Sehun cukup mengenal Krystal dengan baik dan sebaliknya, bahkan sebelum mereka terikat dalam tali persaudaraan, Sehun sudah berperan sebagai seorang saudara untuk gadis itu. Seperti, Sehun yang akan menjemput Krystal sepulang ia les di sekolah. Katakanlah, mereka sudah bersaudara sejak dulu.

“Gadis itu masih di sini?.” Tanya Chanyeol mengganti topik pembicaraan mereka.

Sehun mengangguk singkat dan kembali meneguk minuman bersoda itu. Ah, Sehun lupa jika kini tidak hanya ia yang tahu tentang Irene, namun Chanyeol dan Baekhyun juga sudah tahu akan gadis itu.

“Gadis siapa?.” Tanya Krystal sambil menatap Sehun yang hanya diam tanpa menatap dan menjawab pertanyaannya.

“Kau memiliki kekasih?.” Tanya Kai melayangkan pandangannya pada Sehun.

“Ani.” Jawabnya dengan nada malas, yang lebih terdengar lelah sejujurnya. Sehun ingin istirahat namun terus terhalangi.

Ayolah, besok pagi ia harus ke kantor.

“Lalu?.” Tanya Kai kembali, membuat sehun menghela nafasnya.

“Bukan siapa-siapa. Jangan campuri urusanku.” Ucapnya dengan dingin pada Kai. Hal itu membuat namja berkulit sedikit gelap tersebut mencibir Sehun yang sama sekali tidak berubah sejak mereka SMA. Sehun selalu menjadi namja dingin yang menyimpan masalahnya sendiri, dan berfikir ia bisa menyelesaikan semuanya itu dengan logika dan kemampuannya, tanpa memikirkan orang lain, atau mengharapkan orang lain membantunya. Ia tidak merasa membutuhkan hal-hal itu.

“Mengapa kalian ke sini dan mengotori rumahku huh?.” Tegas Sehun, membuat mereka mencibir ucapan Sehun yang terdengar tidak menakuti mereka sama sekali.

“Terutama kau!, mengapa tidak pulang kerumah?. Kau tidak lihat sudah jam berapa?, Appa dan Eomma bisa khawatir.” Tegas  Sehun pada Krystal, membuat yeoja yang sedang mengunyah makanan itu, berusaha menurunkan makanan di tenggorokannya dengan meneguk bir. Ia memukul dadanya pelan, berusaha menelan makanan yang terasa banyak mengisi mulutnya itu.

Heol, apa saudara tiriku sedang mengkhawatirkanku? Daebak!. Memangnya sejak kapan kau peduli dengan urusanku?. Lagi pula aku bersama kai, sahabat karibmu!. Aish!, dasar pria menyebalkan, moodku hilang karenamu!.” Bentak Krystal padanya, membuat beberapa pasang mata di sana menatap pertengkaran kecil saudara tidak sedarah itu sambil menggeleng pelan. Ya, memang sangat sering mendengar mereka beradu mulut. Adu mulut mereka itu, sudah merupakan makanan ringan untuk para sahabatnya. Dan jika seperti itu, kai yang akan melerai keduanya.

“Apa kalian tidak bisa jika tidak beradu mulut seperti itu?.” Kata kai sambil mencubit pipi kekasihnya itu. Dan krystal malah menatap kesal pada kai, yang dirasa membela sehun ketimbang dirinya, yang notabene kekasihnya.

“Dia yang memulainya duluan.” Kata Krystal mempoutkan bibirnya, membuat Kai tertawa geli melihat tingkah lucu krystal yang seperti seorang anak kecil.

“Ajhuma, buang karpet ini setelah mereka pulang.” kata Sehun, lalu masuk kedalam kamarnya membuat mereka mencelos.

Karpet yang baru saja Sehun beli di Denmark dengan kocek yang tidak sedikit itu, mau ia buang hanya karena remah-remah makanan, dan saus ddeoboki yang mengotorinya?, pria itu gila?. Ajhuma juga hanya mengangguk mendapat perintah tuan besarnya, meski mereka –Sahabat Sehun– sudah mengenal Sehun sejak SMA, namun mereka masih saja terkagum bahkan tercengang jika namja itu sudah mulai ‘berlebihan’.

Bagi Sehun, jika sudah sekali ternodai maka kenyamanan barang itu sudah tidak sama seperti saat baru. Namun bagi mereka yang lain, semua nampak sama jika sudah dibersihkan. Ya, mindset mereka sangatlah bertolak belakang.

“Dasar orang kaya!.” Cibir Baekhyun, kemudian menyumpitkan ayam goreng ke mulutnya. Hei, cibiran Baekhyun barusan bukan berarti Baekhyun bukan seorang golongan chaebol. Hanya saja dari antara mereka semua, memang Sehunlah yang paling memiliki kekuasaan tertinggi–

katakanlah begitu.

“Dia gila mau membuang karpet Twist Pile super soft langka, yang hanya ada 10 buah di Korea itu?, dasar pria gila!.” Chanyeol menggelengkan kepalanya pelan, mendengar sahabatnya yang super kaya itu hendak membuang uang 10 juta wonnya, hanya karena hal sepele yang tidak perlu dipermasalahkan sebenarnya.

“Lebih baik aku membawanya pulang. Setelah aku tidak berhasil mendapatkan yang Grey Metalic kemarin, aku akan membawa yang ini.” Ujar Baekhyun tersenyum mantap.

“Dan oppa lebih gila darinya. Apa Oppa tahu?, jika sekarang Oppa seperti seorang pengemis kaya, yang memungut barang dari orang kaya lainnya?.” Ejek Krystal, membuat Baekhyun memicingkan matanya geram.

~

Sehun turun dari kamarnya, dan matanya langsung tertuju pada meja makan. Sehun mencari gadis itu, namun gadis tersebut tidak ada di sana. Lantas, apa ia masih tidur?, atau apa ia masih kurang sehat?, pikir Sehun. Pria Oh itu kemudian kembali melangkah menaiki anakkan tangga, dan langsung membuka sedikit pintu kamar irene yang tidak terkunci untuk memeriksa keadaan Irene. Sehun menatap ke arah tempat tidur, dan tidak menemukan keberadaan gadis itu. Apa ia dikamar mandi?, batin Sehun. Entah apa yang Sehun pikirkan, sehingga ia melangkahkan kakinya untuk memasuki kawasan pribadi Irene itu lebih dalam, hingga…

Cekrek

Pintu kamar mandi terbuka dan hitungan detik selanjutnya mata sehun melebar seketika, saat melihat yeoja yang keluar dari dalam kamar mandi itu, hanya berbalut jubah mandi berwarna putihnya, dengan rambutnya yang basah berantakan. Sehun mencelos, dan merasa cakupan oksigen dalam paru-parunya berkurang secara perlahan. Irene juga melongo menatap Sehun yang berdiri di dalam kamarnya, entah sejak kapan pria itu berdiri di sana. Lalu, mau sampai kapan Sehun menatapi Irene seperti ini?.

Ini sangat akward kan?

“Uhuk uhuk.” Sehun terbatuk, membuat irene langsung menyilangkan tangannya pada tubuhnya.

“Apa–yang kau la–kukan di sini?.” Tanya irene terbata, bahkan Irene tengah merona meski Irene memalingkan wajahnya.

“Mian.” Ujar Sehun, dan kemudian secepat kilat ia keluar dari kamar Irene.

Jantung sang pria berdebar tidak karuan, pikirannya masih terjebak pada sosok malaikat cantik yang baru saja keluar sehabis mandi. Pikirannya kosong dan nyawanya melayang entah kemana, sosok wajah polos natural itu masih teringat jelas di otaknya, menekan setiap sel saraf otak Sehun agar tidak bekerja dengan baik. Mengapa Irene sangat cantik luar biasa?. Oh, apa yang kau pikirkan sekarang Oh Sehun?.

Batin Sehun protes.

Sehun memegang dadanya yang masih berdetak dengan cepat, “ayolah, kau tidak lelah berdetak secepat ini huh?.”, ujar Sehun frustasi.

Ia nafasnya berulang ulang untuk menormalkannya kembali. Sehun pun segera turun dari lantai atas menuju meja makan, dan meneguk jus yang sudah tersaji untuk ia nikmati. Beberapa kali, sehun terus menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan wajah Irene yang terus menghantuinya.

Argh! sialan.

Teng nong.

Suara bel pintu dipagi hari mengganggu indra pendengaran sehun, namun ia juga sedikit bersyukur karena fokusnya bisa teralihkan pada hal lain. Ajhuma berlari kecil, dan segera melihat siapa yang datang, Ajhuma sedikit tertegun melihat tamu di depan sana. Ajhuma menatap sehun, yang masih menikmati jus miliknya, wanita paruh baya itu terlihat gugup hanya untuk memanggil tuan mudanya.

“Tuan muda.” Seru Ajhuma Han pada Sehun membuat namja itu mengedarkannya menatap orang yang memanggilnya

“Siapa?.” Tanya Sehun melemparkan sebuah pertanyaan, mengenai perihal siapa yang berada di rumahnya sepagi ini.

“Nona seolhyun tuan.” Kata Ajhuma menundukkan kepalanya. Wanita paruh bayah ini takut, jika sebuah luapan emosi akan terjadi dipagi ini, akibat tuan mudanya mendengar sebutan nama tamu yang berada di depan pintu rumahnya itu.

Benar saja, pandangan sehun berubah sekejap, sebuah aura pandang yang tidak mengharapkan kehadiran dan kedatangan gadis itu untuk mengunjungi rumahnya. Ini lebih dari kata tidak menyukai, bahkan lebih dari kata membenci yeoja bernama seolhyun itu. Bersyukur? Jangan harap Sehun bersyukur akan kedatangan gadis itu.

Bahkan lebih tepatnya, Sehun akan berkali-kali mengumpat.

Sehun mendengus kesal, dan membanting gelas jus itu ke bawah membuat gelas itu menjadi pecahan beling yang tersebar diberbagai tempat. Apakah segitu besarnya ia membenci seolhyun?.

“Sialan!.” Umpat Sehun kemudian mendekati pintu besar itu, dan langsung membukanya dengan paksa, hingga selanjutnya terpampanglah seorang gadis dengan tubuh yang sexy dengan paras menawan, berdiri di depan Sehun dengan senyuman termanis menurut sang gadis. Tapi Sehun malah mau muntah karena hal itu.

“Selamat pagi sayang.” Seru Seolhyun, namun dibalas tatapan datar dan dingin oleh Sehun. Seolhyun pun mencoba melangkahkan kakinya memasuki kawasan pribadi Sehun itu. Namun dengan cepat, Sehun menahan pergelangan tangan kecil yeoja itu dan mendorongnya pelan untuk tetap menempelkan kaki jenjangnya di luar. Seolhyun memutar matanya malas dengan perlakuan sih pria.

“Pergi dari sini.” Kata Sehun sambil menatap enggan wajah gadis itu, berusaha untuk tidak mengikuti hawa nafsunya yang bisa dibilang, ingin sekali ia membentaki Seolhyun dan emngusirnya dari rumah miliknya.

“Jangan seperti ini Sehun-ah, butuh berapa kali aku jelaskan padamu jika orang tua kita sudah menjodohkan kita?. Kau mau aku mengulanginya berapa kali huh?!.” Bentak Seolhyun pada namja itu.

Sehun terkekeh pelan dengan sebuah senyuman sinis tercetak di bibirnya, seolhyun semakin menggeram kesal menatap perilaku namja itu, yang semakin hari semakin menyebalkan ‘Brengsek’. Bahkan setelah pengungumuman pertunangannya dengan sehun 4 bulan lalu, sifat namja itu masih menunjukkan sifat dinginnya, Seolhyun sendiri bingung mengapa ia bisa menolak seolhyun yang bisa dibilang perfect akan segalanya?. Cantik, sexy, kaya, pintar, dan seorang model yang sangat terkenal di Korea. Bukankah Sehun harus beruntung?,

Oh, jangan berharap Sehun bangga dengan semua kelebihan tunangannya ini.

“Kau tahu aku tidak menyukaimu bahkan sejak kita SMA bukan?, lalu kau mau berharap apa dariku? cinta?. Jangan bermimpi sayang! tidak ada gunanya.” Kata Sehun dengan entengnya, membuat pelupuk yeoja itu kini mulai penuh dengan cairan bening, yang sedikit lagi mendobrak menembus pertahanan. Ya, mereka selalu bertengkar dengan Sehun yang memenangkan adu mulut itu, dan membuat Seolhyun menitihkan air matanya.

Masih sama hingga kini.

“KAU BRENGSEK!” Jerit seolhyun pada Sehun, membuat namja itu tersenyum smrik menatap manik mata seolhyun yang kini sudah dibanjiri oleh air matanya sendiri. Tidak ada niat seperti dalam drama-drama, sang pria menghapus air mata yeojanya dan membawanya dalam dekapan hangat hanya untuk sekedar menenangkan gadis itu.

Tidak-tidak!

Tidak untuk Sehun pada Seolhyun, jangan berharap pria dingin itu akan melakukan hal yang menurutnya useless seperti itu. Membuang waktunya yang sangat berharga.

“Jika sudah selesai berdebat denganku silahkan pergi nona Kim, aku masih banyak urusan. Namun jika kau masih mau berdebat, mm… kusarankan kembali lagi besok!.” Kata sehun tersenyum.

“Selamat pagi Ajhuma.” Suara seseorang membuat Seolhyun mengerutkan dahinya. Seolhyun jelas mendengar suara seorang gadis dari dalam rumah itu. Seolhyun dan Sehun menengok ke belakang, dan melihat Irene yang kini sedang tersenyum riang menyapa Ajhuma yang sedang berada di ruang tamu membersihkan meja.

Demi Tuhan, bisakah setidaknya Sehun mendapatkan ketenangan sehari saja?.

Seolhyun melebarkan matanya melihat seorang perempuan asing berada di penthouse Sehun, hal itu membuat kemarahannya bertambah dan semakin ingin ia ledakan.

Rasanya ia ingin mencabik-cabik gadis yang sudah berani mengusik tunangannya itu, berani-beraninya ia berlaku seperti itu di belakangnya. Sehun mendesah pelan saat tahu apa yang akan terjadi detik selanjutnya, Seolhyun menerobos masuk rumah Sehun, dengan menepis keras tangan Sehun yang berada di depan pintu.

Seolhyun mendekati gadis yang notabene Irene itu dan langsung menjambak rambut Irene, sontak Irene menjerit kesakitan dan berusaha melepaskan jambakan Seolhyun yang terasa luar biasa sakitnya. Ajhuma terlihat bingung harus menengahi keduanya bagaimana?, karena Seolhyun tidak membiarkan siapa pun menganggu acaranya ini, Sehun yang melihat itu langsung melotot sempurna. Apa seolhyun sudah gila?, batin sehun

“YAK KIM SEOLHYUN!.” Bentak Sehun, namun tidak digubris oleh sang pemilik nama.

“Siapa kau?!, berani-beraninya berada di rumah tunanganku!. Kau simpanannya?!, dasar jalang tidak tahu diri!. Kau kira siapa dirimu huh?. MENJIJIKKAN!.” Maki seolhyun habis-habisan membuat mata irene memerah, karena air matanya menerobos keluar sangking sakitnya jambakan seolhyun di rambut panjangnnya.

Sehun pun segera menarik tangan Seolhyun dengan kasar, dan menghempaskannya ke bawah. Seolhyun terkejut saat Sehun melakukan itu, Irene yang masih shock memegangi kepalanya yang sakit dan berdenyut-denyut tidak karuan. Ajhuma langsung memeluk gadis itu, dan membawanya menjauh dari pertengkaran dua pasangan yang sama-sama memiliki sifat keras itu.

“Kau sudah gila huh?!, keluar dari rumahku sebelum aku mengatakannya sekali lagi!.” Bentak Sehun membuat Seolhyun semakin kesal saja pada pria ini.

“Jelaskan siapa wanita jalang itu?!.” Teriak Seolhyun dengan tatapan tajamnya pada Sehun.

“Bukan urusanmu!, bukankah aku sudah bilang untuk tidak mencampuri urusanku?!. Sekarang keluar, sebelum aku yang menyeretmu kejalanan!. Kau tahu aku tidak pernah segan-segan meski kepadamu!.” Bentak Sehun pada seolhyun. Lantas, Seolhyun pergi dari sana dengan menghentakkan kakinya.

Sehun membuang nafasnya  kemudian menatap irene yang tengah duduk di kursi meja makan, sambil meneguk air putih. Ajhuma Han mengelus rambutnya yang sehabis dijambak oleh Seolhyun. Rasanya pusing dan kepalanya sakit bukan main, jambakan Seolhyun tidak main-main, benar-benar membuat kepala Irene serasa terbentur tembok beberapa kali.

Bagaimana bisa yeoja cantik sepertinya bersikap kasar pada orang lain?, pikir irene

“Kau baik-baik saja?.” Tanya sehun yang sudah berada di depan gadis itu, dengan nafasnya yang naik turun. Dan sialnya, Irene malah fokus pada tampannya Oh sehun sekarang.

”Argh! Mengapa pria itu tampan sekali?”, batin Irene kesal.

“Yya, tidak apa-apa.” Kata Irene tersenyum seadanya sembari mengelus kepalanya.

“Baguslah!.” Seru sehun membuat Irene kembali terpaku. ‘Baguslah’ hanya itu?. Dasar namja batu!, umpat Irene.

Tidakkah Sehun lebih menaruh rasa khawatir yang lebih pada Irene?. Hei!, Irene baru saja dijambak oleh seseorang, Sehun melihat itu bukan?. Bahkan sehun tidak terlihat khawatir sama sekali, dan malah menjawab baguslah? Jawaban macam itu?. Irene memikirkan semua itu.

Namja itu butuh perubahan dalam hidupnya, di dalam dunia yang sehun cipitakan, hanya ada hanya peduli pada diri sendiri dan menganggap yang lain adalah hal-hal kecil yang tidak perlu dikhawatirkan, benarkan?.

“Aku harus ke kantor.” Kata Sehun lagi, kemudian memakai jas berwarna abu-abunya, Irene mengangguk  pada Sehun.

“Jika ada apa-apa hubungi aku.” kata Sehun, kemudian mengambil sebuah tas kecil berwarna hitam dari atas meja dan memberikannya pada Irene.

Yeoja itu membuka isi tas itu, dan matanya membulat sempurna melihat sebuah ponsel mahal terdapat di sana. Irene mengambil ponsel itu dan segera menyalakannya, demi apa pun juga, Sehun adalah jelmaan seorang malaikat dengan image Grim reaper namun memiliki sifat baik hati seorang malaikat.

Sungguh!

“Di dalam ponsel itu hanya ada 3 nomor. Aku, Ajhuma Han, dan Hyun joo. Jangan menyimpan nomor orang lain, paham?. Dan jika kau berpikir aku memberikannya padamu, kau salah!. Karena itu hanya pinjaman, jangan terlalu banyak berharap mengerti?.” Jelas Sehun pada Irene.

“Iya aku tahu.” Kata Irene tersenyum sambil menundukkan kepalanya. Oh, meski ini hanya pinjaman tetap saja Irene sangat senang mendapatkannya.

“Ah, Sehun-ssi.” Panggil Irene sebelum pria itu pergi. Sehun membalikkan tubuhnya menatap Irene. “Terimakasih untuk semalam.” Kata gadis itu lagi, dan Sehun hanya berpikir sejenak dan langsung pergi dari sana.

~

Sehun duduk di kursi kebesarannya, setelah ia habis memarahi seluruh karyawannya yang kedapatan sedang mengobrol disaat jam bekerja. Sehun benar-benar membenci itu, karena ada saatnya untuk istirahat a nada saatnya untuk bekerja. Pria itu menutup matanya dan memijat keningnya yang terasa penat. Kepalanya pusing memikirkan berbagai hal yang membebani kepalanya, baik itu pekerjaan kantor, Irene yang berada di rumahnya entah sampai kapan?, dan pertunangan bodohnya dengan Seolhyun yang begitu dibencinya. Ditambah lagi, pagi tadi Seolhyun sudah membuat kepalanya semakin mau pecah, karena keributan yang Seolhyun ciptakan di kediamannya.

Oh, jangan mengira Sehun adalah manusia super yang hanya santai, dan baik-baik saja karena ia orang kaya yang terpandang. Ia hanya manusia yang bisa merasa lelah dan penat dengan masalah-masalah seperti ini. Ia juga bisa merasakan letih, meski ia lebih memilih untuk tidak memperlihatkannya pada orang lain, bahkan pada sahabatnya sekali pun. Sehun selalu menyembunyikan sisi lemahnya, ia tidak mau image ‘lemah’ itu melekat dalam dirinya.

Mungkin seseorang yang bisa mengertinya, hanya seorang gadis yang saat ini ia rindukan sepanjang waktu. Seseorang yang terus membayangi pikirannya, seseorang yang membuat dunianya seakan runtuh karena merindukannya setengah mati.

Sehun pun mengambil sebuah album foto dari laci meja kantornya. Sehun tersenyum masam sambil mengelus tepian foto gadis cantik itu, yang notabene adalah foto Ji yeon yang tersenyum manis di sana. Sungguh, merindukan gadis itu membuat Sehun sangat menderita.

“Ji yeon-ah aku mencintaimu. Sungguh-sungguh mencintaimu.” Lirih Sehun

-To Be Continued-

Aku mau minta maaf, karena chapter 4 kemarin adalah chapter ter-enggak banget T_T. Soalnya aku lagi buntu banget pas bikinnya, jadi sekarang aku akan menebus kesalahan lewat next chapternya.

Sekian dan terimaksih.

Iklan

10 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] STAY WITH ME (CHAPTER 5)

  1. Weeeehh sehun mulai khawatir banget hehe, sadarlah sehun jangan gengsi huun
    Itu seolhyun sadis abiis
    Sehun sayang banget yaa sama jiyeon jadi cemburur hehe
    Makin suka deh sama jalan ceritanya, semangat author

  2. sehun dikelilingi 3 perempuan huuu:(
    aku penasaran banget thor siapa irene sebenernya
    kepp writing thorr hehe
    aku suka ff inii

  3. “Mengapa aku memperhatikanmu sampai seperti ini?”
    Ekhemm ekhemm udah mulai ada rasa ni yee 😆 tapi tetep aja masih nyimpen rasa sama jiyeon_-
    Seolhyun sadess 😂 kasihan atuhh irene dijambak kek gitu..
    Fiks si sehun ketularan virus holkay nya si suho manusia songong(?) 😂

    Ditunggu chap selanjutnya
    Selamat nulis kakak ☺

  4. omo2, sehun itu mulai jatuh cintrong sm irene tp masih nyimpen perasaan sm jiyeon.

    lagi nenek lampir seolhyun tiba2 dteng jambak. knp dedeg sm karakternya heran gw.

    dan ngakaknya wktu tau bebeb baekhyunee gw jadi chaebol pengemis. serasa diangkat trus dihempaskan tiba2. wkwkw

    lanjut!!

  5. Annyeong lagi author angeline hehe /lambaikaki(?)/ hehe. maafkeun disini juga baru komen :v maafkeun daku yakkk. selanjutnya bakal komen aktif deh. ntr ini nextnya sadarin sehun napa authornim, hun disini songongnya kek suho ahjusi :v ya ituajalah authornim. semngat nulis lanjutannya. fightingg!! ^^

  6. Njay kurasa firus holkay nya bang suhogong nempel ama sehun disini😅yakali karpet cuman kena remehan makanan aja langaung dibuang sumpah ngakak aku jadi inget muka suho yang lagi songong😂😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s