[EXOFFI FREELANCE] Die geheime Tür (Chapter 2)

die geheime tur- cover

Tittle : Die geheime Tür

Author : devrizt

Length : Chaptered

Genre : Romance, Comedy, Campus Life, Friendship, Night life

Rating : PG-17

Cast :  Jonathan Virgio S (OSH) (main cast)

Additional Cast

  • Guntur Putra Mandala (KAI)
  • Keynal Mahesa (PCY)
  • Antares Praditya (BBH)
  • Alandio Fazzikri Mulhaq (DO)

Akan ada pemeran wanita pastinya yang nantinya akan muncul seiring berjalannya cerita~

 

Summary : Aku tidak pernah memikirkan jika aku mulai membuka pintu itu akan ada ledakan dahsyat yang terjadi di kehidupan ku.

Disclaimer : Cerita ini merupakan murni hasil pemikiran dari author mulai dari yang bener sampai yang agak rusak sedikit(?) tapi masih batas wajar, jika ada kesamaan tokoh atapun latar, itu semua terjadi atas ketidak sengajaan.

Warning : author hanya manusia biasa yang kadang salah so, im so sorry if theres (many) typos.

See more chapter or story at https://www.wattpad.com/user/devrizt

A/N   :  Untuk yang punya wp dan berminat melihat lihat silahkan check watpadnya ya hehe thankyou soo much ~~ karena sebentar lagi liburan dan mungkin gue agak sering ngurus wp hehe tapi akan tetap up disini kok muehehe

 

Dua – Pertemuan

 

Tidak lama setelah Dio meninggalkan kantek, Hanna dan Zee pun datang duduk ditempat yang sama dengan Uta,Rasya, dan Ares. “Anjir nyirokid sipil dateng, mampus gue”. Kata-kata pertama yang terlontar dari mulut Uta saat pertama kali bertemu Zee. Bisa dibilang Zee dan Uta seperti Tom and Jerry. Mereka sangat sulit untuk akur, dan disaat tertentu mereka bisa seakur kakak dan adik. Nathan,Uta, dan Zee sebenarnya sudah bersahabat sejak SMA. Dan Nathan-lah Yang menjadi penengah mereka sejak saat itu.

Zee memang tipe orang yang cuek, apalagi kalau yang berhubungan dengan Uta, tidak jarang dia mengabaikan Uta dan berakhir Uta yang bertindak seenaknya terhadap Zee.

“Ih kok pengawal-pengawal gue disini semua sih? Pangeranku yang wajah nya setampan patung perseus mana? Sia-sia dong gue ikut Zee ke sini”

“Bacot lo Na.”

“Hei, jangan komen kamu dasar toa masjid!”

“Yee klakson kere-”

Belum sempat Ares melanjutkan hinaannya Uta menyumpal mulut Ares demgan Batagor goreng panas. “Panas ler! Eh tapi, lagi dong. Enak.”

“Beli sendiri, duit jangan buat belanja makanya”

“Kan biar ganteng Ta, siapa tau ada agensi nyari gue buat sinetrom Tersanjung 2017.”

“Lo mah tersandung yang ada Res.”

“Receh lo Ta. Ha ha ha.” Ares tertawa mengejek.

“Jo bilang ke gue dia masih dijalan sebentar lagi sampai. Gue ke kelas ya, calon cumlaude nih masa iya telat masuk kelas, demi masa depan calon istri gue. Ya nggal Zee?” Uta segera mebghabiskan batagor dan meminum es jeruk pesanannya sambil memakai tas punggungnya.

“Nikah aja lo sama jerapah betina!”

“Galak banget sih, untung cantik kamu Zee.” Uta tertawa dan melambaikan tangan seraya meninggalkan kantek menuju kekelasnya.

oOo

 

Sekitar 10 menit kemudian Nathan datang ke kantek, Nathan memang hari ini hanya ada kelas sore, sebab itu dia datang cukup siang. Sedangkan Ares, dia hanyà malas sendiri di apartemennya. Dia lebih memilih berkeliaran daripada berdiam diri di apartemen yang cukup luas untuk seorang diri. Sedangkan Key, sudah dipastikan masih tertidur lelap. Jadi saat ini hanya tersisa Zee, Hanna, dan Ares.

“Pangeranku! Kamu tega ya udah membuat tuan putrimu ini menunggu lama bersama Zee dan si knalpot racing yang tiada hentinya berisik ini.”

“Yaampun Na, baru juga 10 menit sejak gue chat Uta. Kembayaran lo mana?”

“Siapa?”

“Keynal. Hahaha” Nathan tertawa karena hanya dengan mengatakan kembaran Keynal sudah membuat Hanna bungkam tak berkata-kata.

“Tolong wahai pria utusan dewa setampan perseus, jangan samakan gue dengan si fakboi itu. Sudah terlihat jelas kepribadian gue yang seperti putri keraton dan berperilaku baik disamakan dengan pria yang haus akan nafsu seperti rubah itu.”

“Iya Keynar Hanna Maritza.”

“Hm begitu lebih mending asal lo nggak capek manggil nama gue sepanjang itu.”

Nathan mengangguk tanda mengalah. “Lo ngapain Res disini?” Pandangan Nathan terarah pada Ares.

“Nggak ada kerjaan gue, nggak ada kelas. Key masih tidur abis nge dj semalam. Veronika nggak ada jadi  gue ngikut Uta tadi.”

“Gue ngerti nih mengarah kemana pembicaraan kita.”

“Tadi Uta bilang lo nyari gue Zee. Kenapa?”

I don’t know this is a good or bad news for you,but–“. Zee menarik napas panjang dan melanjutkan.

Congratulation!”  Zee tersenyum sumringah,sedangkan Nathan membalas dengan tatapan bingung.

“Hah?”

“Lo terpilih untuk lomba tender Jo.”

“Hah?!”

“Lo ganteng-ganteng ternyata budeg juga ya Jo.”

“GGB dong Na. Ganteng ganteng budeg.”

“Diem Res, gue shock . Terus lombanya kapan?”

“Yang gue dengar sih lo punya waktu sekitar 2 sampai 3 bulan lagi. Tuhan mendengar lo Jo, dulu kan lo berharap bisa ikut lomba. Dan see? You’re part of the team now.”

“Ya tapi itu dulu, Zee. Itu juga karena gue naksir sama salah satu kating disana. Gue mikir dulu lah ya, atau gue kasih ke lo aja.”

It’s a big opportunity Jo. Take it. Dan sedengar gue,nggak bisa mengundurkan diri yang udah terpilih.”

“Ah sial.” Nathan mengacak rambutnya gusar. “Siapa aja timnya?”

“Dua dari sipil lo dan Hanna, untuk tim desainnya dari arsitek. Katanya sih cewe.”

Oh god! I wish he wasn’t hear my prayer.”

Tenang aja pahlawan perseus ku, ada aku yang akan membantumu. Selama lo masih ganteng gue rela kok ngerjain apapun sampai pagi.”

“Sosialisasi pertama nanti malam, lo harus ikut. Nggak ada penolakan.”

” Gue memang nggak punya pilihan kan.” Nathan menghembuskan napasnya berat. Nathan memang bukan mahasiswa yang berprestasi, tadi dia cukup pintar,hanya saja dia malas untuk mengikuti hal-hal yang seperti itu. Dia lebih suka belajar jika dibutuhkan atau sistem kebut. Dan Nathan bukan tipe orang yang ambisius.

” Res, terus lo ngapain? Gue mau kelas.”

” Terus? Masa gue sendirian disini. Teganya kamu mas Jo meninggalkan adinda sendirian di tempat ini.” Ares bersandiwara bak pemain sinetron garapan rumah produksi Manoj Punjabi. Tanpa berlama-lama Nathan melemparkam kunci mobilnya kepada Ares.

“Kode lo terlalu keras bro. Jangan dipake buat jalam sama cewe. Ganti bensin gue.”

“Alhamdulillah baik pisan euy sahabatku Jonathan ini. Semoga diberikan istri yang sholehah dan dilancarkan rizkinya yaAllah. Aamiin.”

“Keburu gue berubah pikiran nih.”

“Yaudah gue mau ketempat ayang Key dulu ya kalo udah selesai kabarin gue.”

 

oOo

 

Belum selesai masalah dompet Nathan yang hilang, datang kembali masalah yang lain. Memang Nathan sudah mengurus segala pemblokiran semua kartunya, namun didalam dompet itu ada sesuatu yang penting. Walaupun dengan hanya melihatnya saja bisa mengembalikan memori lamanya dan terasa menyakitkam namun tetap saja hal itu tidak bisa dilepaskan.

 

Nathan berjalan sendirian menuju ruang kelas tempat diadakan sosialiasi malam ini. Hanna tidak bisa mengikuti sosialisasi pertama karena tamu bulanannya yang datang tiba-tiba dan membuat seperti tak ada hari esok baginya.

Di sana tidak ada banyak orang, hanya ada beberapa mahasiswa tingkat akhir dan beberapa dosen yang akan membimbing nanti. Nathan cukup mengenal beberapa orang yang ada di ruang itu, kecuali satu. Seorang wanita yang duduk dibangku tengah yang tengah sibuk dengan laptopnya. Dari berita yang Nathan tahu dari Zee, mungkin dia adalah mahasiswi arsitek yang Zee maksud. Tanpa berpikir Nathan memilih duduk dibangku yang kosong di sebelahnya.

“Nathan.” Nathan mengulurkan tangannya tepat didepan wanita itu menginterupsi tatapan serius dari hadapan laptopnya. Wanita itu menoleh dan menatap sejenak seseorang yang mengulurkan tangannya itu, lalu dia meraih uluran tangan Nathan dan membalasnya.

“Kirana.” Wanita itu membalasnya dengan senyuman samar diwajahnya. Serupa dengan Nathan, dia juga membalas senyuman wanita itu dengan senyuman diplomatis yang tergambar diwajahnya. Wanita itu terkesan dingin, dan tidak terlalu memperdulikan orang lain. Tak lama, wanita itu kembali sibuk dengan layar laptopnya dan keheninganlah yang menemani mereka setelahnya.

 

A/N:

Bosen nggak selalu ada author note? xD

Cuma mau berterima kasih aja sih untuk yang sudah membaca dan memberikan feedback dalam bentuk apapun hehe karena feedback itu membuat keinginan untuk menulis selalu ada :’) wkwk

So sorry sebelumnya chapter ini menurut aku pendek banget gatau kenapa mungkin karna ngetiknya pake hp jadi kerasa panjang waktu itu.

Dan untuk menebus kesalahan ini ku berikan sebuah chapter lagi yang kayaknya pendek juga hmm. Happy reading^^

Babay~

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Die geheime Tür (Chapter 2)

  1. Uuuuuummmm,ngalir ajalah bacanya…
    Masih ngambang menurutku kak…
    Dan satu lagi,buat bagian ngomongnya mereka,aku gak tahu yang ngomong siapa karna kakak gak ngasih keterangan siapa yang ngomong.
    Moga chapter depan lebih greget dan panjang lagi.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s