[EXOFFI FREELANCE] A(+) Class –Vol. 03 (What if?)

Cover

A(+) Class –Vol. 03 (What if?)

Author : jjehxi

Length : Chaptered

Genre : School life, Family, Slight romance.

Rating : PG-15

Main cast & additional cast : Started by Oh Sehun & OC.

Summary : Lalu bagaimana jika aku tertarik padamu?”

Disclaimer : Cerita ini murni milik saya, tidak ada unsur kesengajaan apabila ada beberapa adegan yang sama. Dilarang keras untuk mengcopy-paste. Don’t be plagiator! Sorry for typo(s) and happpy reading^^

Previous :

(00) Prologue (01) Change? (02)Poetry

-Vol. 03 (What if?)

Waktu telah menunjukkan pukul 09.25 p.m., itu artinya sudah terhitung 10 menit mereka berdua menghabiskan waktu mereka di gudang buku yang biasa di sebut perpustakaan ini. Pemuda mungil bermata rusa itu tengah asik dengan lego kesayangannya, mengabaikan pemuda berkulit putih pucat yang tengah menatap jengah kearahnya dengan mata obsidian hitam pekat miliknya.

“Apa yang sedang kau buat, Lu?”

“Istana.” Singkat. Sangat.

“Ck. Aku tau itu istana.”

“Hm.”

“Tapi kau tidak membuatnya tanpa makna’kan, Lu?”

“Istana ini adalah A-Class, dan si Ratu berwarna emas yang tengah duduk di puncak ini adalah Im Seyoo. Lalu si Pemuda berwarna emas yang tengah berdiri didepan pintu gerbang istana adalah kau.”

“Kalau Im Seyoo adalah ratu, apa mungkin aku rajanya?”

“Itulah kesalahanmu, Sehun-ah.” Ucap pemuda bermata rusa itu dengan helaan nafas yang terdengar berat, yang kemudian menatap kosong istana buatannya.

“Kau dengan pemikiran sederhanamu itu dengan entengnya masuk kedalam A-Class, dan bersikap layaknya raja.” Pemuda berkulit putih pucat -Sehun itu, hendak menyangkalnya, namun sayang pemuda bermata rusa di depannya kembali berucap seakan menyuruhnya untuk mendengarkan kalimatnya sampai selesai.

“Kau datang ditengah-tengah populasi manusia yang haus akan nilai dan peringkat. Kau seolah-olah mengabaikan mereka, dan terus melangkah maju hingga di titik akhirnya kau dapat meraih peringkat pertama. Kau seperti mengabaikan berbagai prajurit istana, dan wushhh kau dengan kekuatan supermu dengan waktu singkat dapat menduduki tempat si Ratu berwarna emas tadi.” Ucapnya seraya memainkan si Pemuda berwarna emas tadi seolah-olah memanjat istana lewat dinding depan dengan cepat dan berakhir sejajar dengan si Ratu berwarna emas yang tengah duduk manis di puncaknya sedari tadi.

“Ck, itu terdengar lucu, Lu.” Ucap Sehun dengana kekehan kecilnya.

“Tapi aku serius Sehun. Jika dugaanku tidak salah, maka yang mereka tengah lakukan adalah, menyingkirkanmu dari A-Class.”

Tapi aku tidak pernah mengabaikan mereka, Lu. Dariawal, mereka lah yang mengabaikanku.”

“Mereka bersikap seperti itu karena mereka tidak terima akan kehadiranmu Oh Sehun. Mereka belajar mati-matian selama 6 tahun hanya untuk merebutkan satu kursi di A-Class. Tapi kau, hanya dengan satu hari kau bisa dengan mudah menjadi bagian dari mereka.”

“Aku tidak mengerti maksudmu, Lu.” Ucapnya dengan pandangannya yang tak fokus.

“Mereka yang merupakan bagian dari A-Class harus melewati 3 tahapan penilaian, termasuk Im Seyoo didalamnya. Pertama, mereka merupakan penghuni Il International School sejak mereka duduk di bangku kelas 4 tingkat sekolah dasar. Kedua, mereka merupakan peringkat 15 besar secara berturut-turut selama 3 tahun di tingkat menengah pertama, dengan syarat nilai mereka yang stabil cenderung meningkat. Dan ketiga, ujian akademis yang dilakukan sebanyak 3 kali untuk mendapatkan hasil yang benar-benar murni. Jumlah murid A-Class ditetapkan secara permanen sebanyak 15 orang, namun sayang hanya 10 peringkat teratas yang akan mendapatkan sertifikat nilai khusus yang akan memudahkan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jadi menurutmu, setelah persaingan yang sesengit itu, apa makna penambahan satu murid A-Class bagi mereka?”

“Jadi maksudmu, aku adalah ancaman bagi mereka?” Tanya pemuda berkulit putih pucat itu dengan nada kentara tak percaya.

“Ya, ancaman yang awalnya mereka anggap tak lebih dari lelucon. Mereka menyesal telah mengabaikanmu sejak awal, dan untuk menutupi penyesalan mereka, maka mereka akan menyingkirkanmu dari A-Class secepatnya.”

“Tidakah itu terdengar konyol?”

“Sehun-ah, sistem pendidikan korea sangatlah ketat dan kejam. Itu pun berlaku di sekolah ini. Mereka yang menginginkan masuk ke Universitas ternama, maka mereka harus memiliki bukti tertulis kelayakan nilai yang bisa membantu mereka. Dan bersekolah di sekolah dengan akreditas tertinggi adalah keharusan bagi mereka. Tak behenti disitu, menempati salah satu kursi di kelas unggulan sekolah tersebut adalah keharusan yang harus mereka lakukan selanjutnya. Hal selanjutnya adalah nilai dan peringkat.” Jelas Luhan -Pemuda bermata rusa itu.

“Ck, jika ditengok ke belakang, sejak awal ini juga bukan salahku sepenuhnya, Lu. Aku hanya dipaksa untuk kembali ke Korea setelah bertahun-tahun hidup damai di Negeri Paman Sam itu. Dan sebagai bonus, aku mengetahui kerja sama antara perusahaan keluargaku dan Il Group sebelum awak media mengetahuinya. Tapi itu wajar’kan? Lagipula, aku tidak memiliki ketertarikan akan perusahaan dan bisnis.” Ucap Sehun dengan nada acuh seraya mengedikkan bahunya tak peduli.

“Lalu bagaimana dengan Im Seyoo? Kau tertarik padanya?”

“Apa?”

“Jangan jatuh kedalam pesonanya. Dia ratu sandiwara, dan pembaca ekspresi yang handal.” Ucap pemuda mungil itu dengan nada yang pelan seraya mengalihkan fokusnya -diikuti si pemuda bermarga Oh,  ke arah area parkir jauh di ujung sana yang tengah memperlihatkan gadis bermarga Im -yang sedari tadi mereka bicarakan hendak memasuki kursi penumpang belakang mobil sedan hitam mewahnya, tentu saja dengan bantuan si Pengawalnya.

“Lalu bagaimana jika aku tertarik padamu?”

Untitled[1]

Dan si Nona Muda yang tadi tengah mereka bicarakan, kini mulai menciptakan langkah di lantai marmer mansion mewahnya. Ah, ralat mansion mewah keluarganya. Saat kedua kaki kecilnya hendak melangkah masuk, secara otomatis sepasang pintu yang tinggi menjulang itu dibuka teratur oleh dua pelayan pria yang langsung menyambutnya ramah. Disusul oleh deretan belasan pelayan yang membungkuk hormat begitu dirinya berjalan masuk dengan langkah khasnya yang penuh percaya diri. Dengan sambutan terakhir, diambil alihnya tas ransel yang sedari tadi setia menggantung di punggung kecilnya oleh salah seorang pelayan yang di ketahui sebagai Kepala Pelayan di mansion ini.

“Nyonya Im sudah menunggu Anda di ruangan Anda, Nona.” Ucap pelayan itu yang hanya dibalas dengan anggukan kecil.

“Tadi siang, Nyonya Liem datang mengunjungi ruangan Anda.” Seketika langkah gadis bermarga Im pun terhenti diikuti si Kepala Pelayan.

Mère?

“Asisten Kepala Pelayan yang menyambutnya, jadi saya pikir Anda pasti belum mendapatkan laporan atas kunjungannya.” Ucap si Kepala Pelayan yang lagi-lagi hanya dibalas dengan anggukan kecil.

Tak perlu waktu lama, keduanya pun telah sampai didepan sepasang pintu bercat putih dengan ukuran sedikit lebih kecil dari pintu utama. Dan kedua pelayan pria yang tengah berjaga pun segera membukakan pintu tersebut.

“Ah, gadis kecil kita sudah datang rupanya!” Sambutan hangat dari wanita akhir 30-an berstelan formal serba cream itu menyapa rungu Im Seyoo -si gadis yang dimaksud.

“Ibu disini? Kenapa tidak mengabariku sehari sebelumnya. Aku bisa sedikit pulang lebih awal, kupikir.” Ucap Seyoo seraya memberi pelukan hangat kepada wanita yang dipanggilnya ibu.

“Kejutan, mungkin. Duduk, dan bersantailah sejenak. Teh yang kubawa dari Jepang tak pernah buruk.” Ucap wanita itu yang hanya ditanggapi senyuman tipis oleh Im Seyoo. Keduanya pun duduk bersebelahan di sofa panjang yang sama.

“Kau sudah tau mengenai kerja sama yang dilakukan baru-baru ini oleh Il Group‘kan?”

“Ya. Aku mendengarnya beberapa minggu sebelum Ujian Akhir Tahun diadakan.”

“Ah, mungkin kau juga mengenal Oh Sehun? Pewaris utama Golden Group sekaligus cucu kesayangan Ketua Kim -neneknya.”

Seyoo pun mengangguk.

“Aku ingin kau mempermudah jalan Il Group untuk terus maju. Maka aku pastikan orang-orang Il Group akan mempermudah jalanmu. Pertahankanlah posisimu sebisamu, jangan terlalu memaksakan. Aku tidak ingin ada keributan sekecil apapun antara kedua kubu yang baru saja bersatu.”

“Apa ini karena peringkatku?”

“Ya. Jujur saja, aku takut kau melakukan perbuatan yang nantinya akan merugikanmu, sayang. Dengarlah, tak ada yang memburuk. Aku sangat memperhatikanmu dan juga prestasi akademikmu itu. Nilaimu meningkat, jadi kau tak perlu khawatir. Kau mengerti?” Ucap wanita itu dengan lembut seraya membelai lembut rambut panjang kecoklatan milik putrinya itu.

“Aku mengerti. Aku tak akan melakukan perbuatan bodoh seperti itu. Sekarang, ibu bisa keluar dari ruanganku, bukan? Aku harus membersihkan diri terlebih dahulu.” Ucapnya dengan nada setenang mungkin seraya menyeret kakinya melangkah menuju kamar tidurnya. Namun langkahnya terhenti saat ia teringat sesuatu, dan ia pun membalikkan badan.

“Aku harap ibu sudah makan, sehingga aku tak perlu melangkahkan kakiku menuju ruang makan untuk menemanimu. Aku banyak tugas, dan aku akan menyuruh pelayanku untuk mengantarkan cemilan untukku. Ibu tak keberatan bukan?” Jelasnya yang dibalas senyum tipis yang terlihat dipaksakan. Yang kemudian langkah gadis itu pun kembali tercipta membuat suara langkahnya menjadi dominasi suara yang mengisi ruangan serba putih itu.

Setelah kurang lebih 30 menit berlalu dihabiskan untuk membersihkan diri, akhirnya Seyoo keluar dari walk in closet yang berada di lantai 2 ruangannya dan berjalan menuruni tangga menuju sofa putih yang tadi sempat menjadi tempat perbincangan antara dirinya dan sang ibu. Ibu? Iya dia ibuku. Beonya dalam hati dengan menunjukkan senyuman miring di wajah cantiknya.

Ddrtt. Ddrrtt.

Itu getaran ponselnya. Dan dengan segera ia pun meraih benda berbentuk persegi panjang itu, kemudian menggerakan jarinya untuk menggeser menu, dan mengklik icon pesan yang belum terbaca dari nomor yang tak terdaftar dalam kontaknya.

From : 010-xxxx

“Kami akan memulainya besok. Kau bersiaplah.”

Dan tak lama pemberitahuan lain terpampang di layar ponselnya. Itu LINE.

Ooh_Sehun added you by Id.

Ooh_Sehun : Aku akan mengirimkan file tugas bahasa inggris. Kau bisa mengerjakannya malam ini? Besok serahkan padaku, dan aku akan mengerjakan sisanya.

Ooh_Sehun sent a file.

Read.

10.35 p.m.

TBC

Please leave comment(s) and/or like juseyo^^

Buat yang belum ngerti isi cerita, tolong baca dengan teliti setiap kalimat dalam cerita. Karena aku mungkin gak akan pernah memberikan penjelasan lewat monolog. Jadi ya, kalian bisa menyimpulan dari latar, dan/atau dialog tokoh. Hehe xd^^

* Mère: Ibu (dalam bahasa prancis)

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] A(+) Class –Vol. 03 (What if?)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] A(+) Class -Vol.05 (Little Pieces) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] A(+) Class – Is it the beginning? (Chapter 4) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s