[EXOFFI FREELANCE] Forgive Me, Babe (Part 1)

Forgive me, babe

Author : Niuniu as Rey

Length : Twoshot

Genre : Romance, Sad(gagal)

Rated : Teen+

Cast : Byun Baekhyun, Park Jihyun

Additional cast : Kim Taeyeon, Oh Sehun, Xi Luhan, Park Chanyeol, D.O Kyungsoo, Kim Jongin

Disclaimer : FF ini asli karya saya. Asli dari ide saya sendiri.

Btw, ff ini sudah pernah saya publish difacebook, kalo mau link-nya liat aja dibawah.

Jika anda masih punya hati dan perasaan, tolong! Hargai fanfiction ini. Terimakasih.

Typo(s) everywhere!

Author POV :

Jihyun, yeoja bermarga Park itu tengah melangkah dengan cepat tanpa arah. Baekhyun, namja bermarga Byun itu tengah mengejar Jihyun yang sedari tadi mengacuhkan panggilannya.

“Park Jihyun!” Seru Baekhyun. Bukannya berhenti, Jihyun semakin mempercepat langkahnya. Baekhyun mengacak rambutnya kesal. Dia pun langsung berlari menuju Jihyun. Saat Jihyun tepat berada didepannya, Baekhyun langsung menarik lengan Jihyun, menahannya agar berhenti melangkah. Jihyun langsung berbalik dan menghempaskan tangannya tapi cekalan tangan Baekhyun ditangannya tidak juga lepas karena Baekhyun begitu erat memegang tangan Jihyun.

“Lepaskan tanganku, Byun Baekhyun!” Seru Jihyun dengan wajah marahnya. Ini adalah kedua kalinya Baekhyun melihat wajah marah Jihyun. Ya, pertama kali melihat wajah marah Jihyun, saat itu Baekhyun secara tiba-tiba menutup laptop Jihyun padahal Jihyun sedang menonton video konser Shawn mendes dan yang membuat Jihyun marah besar karena menutup laptopnya secara tiba-tiba, laptop Jihyun langsung mati dan penyimpanan laptopnya divonis rusak! Atau kata lainnya, penyimpanannya harus diformat. Diformat! Ya, Jihyun tahu itu bisa diisi Ulang tapi didalam memori itu banyak terisi video dan lagu-lagu Shawn mendes idolanya. Dan karena ulah Baekhyun, semua itu lenyap dengan mudahnya. Karena hal itu, hampir satu bulan penuh Jihyun menghiraukan Baekhyun, seakan-akan mereka tidak pernah saling kenal. Ya, itu kejadian satu tahun yang lalu. Dan juga, kejadian itu terjadi saat mereka baru saja merayakan anniversary satu tahun mereka. Dan sekarang, hubungan itu berlangsung hampir dua tahun. Bulan depan adalah bulan anniversary mereka. Tapi, sepertinya tuhan tidak mengijinkan mereka merayakannya. Karena saat ini, ada masalah yang menimpa mereka. Byun Baekhyun dan Park Jihyun.

 

“Ya .. kenapa kau semarah itu?” Tanya Baekhyun dengan wajah bingung.

“Kau sangat berisik! Dan menghancurkan pagiku!” teriak Jihyun masih dengan wajah marah.

“Hanya itu? Biasanya kau juga sangat berisik dan sering menggangguku, tapi aku tidak pernah marah. Tapi, kau ..”

“Terserah!” Jihyun kembali menghempaskan tangannya dan berhasil. Berhasil bukan karena kekuatan Jihyun, tapi karena Baekhyun melepaskannya. Setelah melepas pegangan tangannya dilengan Jihyun, Baekhyun langsung memeluk Jihyun erat. Nafas Jihyun tercekat, sekon berikutnya Jihyun langsung berontak dengan memukul – mukul dada bidang Baekhyun.

“Baekhyun, lepaskan aku! Lepaskan aku, Byun Baekhyun!!” teriak Jihyun sambil memukul Baekhyun. Baekhyun semakin erat memeluk Jihyun, membuat tangan Jihyun tak bisa bergerak dalam pelukannya.

“Jihyun-ah .. “ Panggil Baekhyun dengan nada lembut.

“Park Jihyun, Uri aeri. kau punya masalah? Atau aku membuat kesalahan lagi?” Jihyun terdiam tak menyahut. Beberapa sekon kemudian, Baekhyun merasakan baju kaosnya basah. Dengan cepat Baekhyun melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundak Jihyun. Ditatapnya yeoja-nya yang sedang menangis dalam diam.

“Jihyun-ah .. kenapa kau menangis?” Baekhyun merundukkan wajahnya dan menyapu airmata Jihyun dengan pipinya.

“Kau bodoh, Byun baek! Kau tidak pernah paham denganku.”

“Apa yang tidak kupahami darimu, hm?”

“Inilah dirimu yang sebenarnya, baek ..”

“Apa maksudmu?”

“Kau bilang, kau paham denganku? Kau salah baek! Kau tidak pernah paham denganku!”

“Makanya aku bertanya apa yang tidak kupahami darimu-“

“KAU SELALU BERTANYA, BAEK! KAU SELALU BERTANYA APA YANG TIDAK KAU PAHAMI DARIKU SETIAP KALI AKU MENDIAMKANMU!” Teriak Jihyun tepat didepan wajah Baekhyun.

“Makanya aku selalu menjawab, kau tidak pernah paham denganku.” Ucap Jihyun pelan. Jihyun menurunkan tangan Baekhyun yang berada dikedua pundaknya, dan berbalik kemudian pergi meninggalkan Baekhyun dengan terisak.

‘Kalau kau paham, kau pasti tidak akan bertanya .. itulah yang kubenci darimu, Baekhyun.’

Seminggu berlalu, Jihyun semakin menghindar dari Baekhyun. Menatap Baekhyun saja Jihyun enggan. Selama itupun juga Baekhyun enggan mengganggu Jihyun. Seperti hari ini ketika bertemu, Baekhyun dan Jihyun layak seperti orang yang tidak pernah mengenal.

“Jihyun-ah ..” panggil seorang yeoja cantik berambut sepunggung yang kini tengah menghampirinya.

“Oh, Taeyeon nuna ..” Ucap Jihyun sambil tersenyum. yeoja itu, Taeyeon, berdiri didepan Jihyun dan mengacak puncak kepala Jihyun gemas.

“Kapan kau berubah, hm? Seharusnya kau memanggilku Unnie, bukannya nuna.”

“Kesse .. mungkin aku tidak akan pernah berubah .. pfft, haha ..” Tawa Jihyun seketika meledak. Eyesmile tercipta diwajahnya.

“Hei, kau ini ..” Taeyeon hanya bisa bergeleng melihat kelakuan juniornya yang satu itu. Taeyeon adalah senior Jihyun diclub menyanyi begitupun juga dengan Baekhyun, D.O Kyungsoo dan Xi Luhan.

“Ah, nuna .. kemarin maaf aku tidak bisa masuk. Tugasku menumpuk. Mian-mian ..” Ucap Jihyun sambil cengengesan.

“Aku tidak akan memaafkan kalian kali ini.” Ucap Taeyeon langsung mendapat wajah bingung dari Jihyun.

“Kalian? Apa Kyungsoo hyung dan Luhan hyung juga ..”

“Kau benar. Hanya Baekhyun yang masuk diantara kelompok kalian ..” seketika, wajah Jihyun berubah.

“Ah ..” hanya itu yang bisa tercelos dari mulut Jihyun.

“Nuna .. aku pergi, Oh? Ada hal penting yang harus kuurus. K-khanda!” Jihyun pun langsung berlari kearah yang berlawanan meninggalkan Taeyeon tanpa menunggu sahutan yeoja Kim itu.

Oh Sehun mengoperkan bola basket ke Baekhyun dan langsung mengenai kepala Baekhyun.

‘bugh’

“Akh!!” pekik Baekhyun.

“YA! Oh Sehun! apa yang kau lakukan?!?” Marah Baekhyun.

“Salah kau sendiri, hyung. Kenapa melamun disaat kita latihan seperti ini?” sahut Sehun. Sehun keluar dari lapangan dan langsung menghampiri Kim Jongin. Baekhyun mengelus kepalanya kasar dan ikut menghampiri Jongin. Tiba-tiba Luhan dan Kyungsoo datang.

“Kau bertengkar dengan Jihyun?” Tanya Park Chanyeol tiba-tiba membuat mereka hampir terkena serangan jantung.

“Ya! Kau darimana?!? Tiba-tiba muncul seperti itu.” Kejut Baekhyun.

“Benar Chanyeol-ah. Dia bertengkar dengan Jihyun.” Ucap Luhan.

“Kau benar, hyung. Sudah ada buktinya. Tadi dia melamun sewaktu kami latihan.” Sahut Sehun cepat.

“Kau bertengkar karena apa lagi? Apa kau menghapus semua video Shawn mendes miliknya lagi?” Tanya Kyungsoo.

“Sepertinya bukan, hyung. Dia marahan karena Jihyun lebih mencintai Shawn mendes daripada dirinya.” Sahut Jongin dan langsung mendapat tepuk tangan dari para hyungnya.

“Lebih baik kalian diam!” Seru Baekhyun sambil meraih tasnya dan langsung berlalu pergi.

“Kenapa seserius itu?” heran Chanyeol.

Baekhyun berhenti diruang club menyanyi. Dia langsung masuk dan mendapati Taeyeon sedang berlatih seorang diri.

“Oh, Baekhyun?” Ucap Taeyeon. Baekhyun tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Mian menganggumu nuna ..” Ucap Baekhyun sambil menghampiri Taeyeon dan duduk dihadapan Taeyeon. Taeyeon berhenti berlatih dan duduk disamping Baekhyun. Sekon kemudian, Baekhyun langsung menjatuhkan kepalanya dipundak Taeyeon. Taeyeon pun mengangkat tangannya dan mengelus kepala Baekhyun sayang.

“Kalian bertengkar lagi?”

“Aku juga tidak tahu, nuna ..” jawab Baekhyun dengan helaan napas. Baekhyun mengangkat kepalanya dan menatap Taeyeon.

“Gomawo, nuna .. hanya kau yang paham denganku.” Ucap Baekhyun dan langsung memeluk Taeyeon. Taeyeon tersenyum dan membalas pelukan Baekhyun. Tapi, hanya sebentar. Baekhyun langsung melepaskan pelukan itu. Baekhyun menatap Taeyeon dan tersenyum. entah mendapat dorongan darimana, Baekhyun mendekatkan wajahnya dan langsung mencium Taeyeon. Taeyeon yang terkejut, hanya bisa diam. Baekhyun mulai berani melumat bibir Taeyeon, tanpa Taeyeon sadari, dirinya membalas ciuman itu.

Dan tanpa mereka sadari, Jihyun menatap adegan itu dalam diam.

Dunia seakan runtuh saat itu juga. Jarum jam seakan terhenti. Pasukan oksigen seakan habis. Itulah yang dirasakan Jihyun. Jihyun memukul dadanya berkali-kali dengan keras.

‘Ini bukan kali pertama kau melihatnya, Jihyun-ah .. kenapa kau harus merasa sesakit ini?’

Senja mulai datang, tapi Jihyun tak menghiraukan itu. Setelah melihat adegan tadi, Jihyun langsung berlari keatap sekolah. Tubuhnya bergetar hebat. Tapi, airmatanya tak kunjung menetes. Padahal adegan tadi terus berputar dikepalanya.

FLASHBACK :

Setelah selesai makan siang meski telat, Jihyun langsung menuju ruang club menyanyi dia merasa tidak enak dengan Taeyeon karena kemarin tidak hadir. Dan dia berniat minta maaf. Sesampainya didepan pintu, berhubung dipintu itu ada terpasang kaca, Jihyun bisa melihat siapa saja yang ada didalam. Dan matanya hampir saja keluar dari tempatnya. Didalam sana, Baekhyun menyenderkan kepalanya dipundak Taeyeon, hanya sebentar kemudian mereka berpelukan dan adegan berikutnya, mereka .. berciuman. Jihyun membeku sejenak. Dengan tubuh bergetar, Jihyun langsung melangkah menuju atap sekolah.

FLASHBACK Off.

‘Kenapa harus sesesak ini?’

Jihyun mencoba menetralkan detak jantungnya dan mulai mengangkat panggilan yang sedari tadi membuat ponselnya terus berdering.

“Oh?”

“Kau dimana? Kau tidak latihan menyanyi? Aku dan Luhan menunggumu.” Ucap Kyungsoo diseberang sana.

“Ah, mianhae hyung. Ada yang harus kuurus.”

“Ah, baiklah. Keno.”

‘tut .. tut ..’

Panggilan itupun terputus. Jihyun menghela napasnya pelan. Setelah itu, dia pun beranjak pergi dengan nafas putus-putus.

“Jihyun-ah ..” Panggil Chanyeol sambil duduk disamping Jihyun yang sedang menonton televisi.

“Wae Oppa?”

“Kau bertengkar dengan Baekhyun?”

“Hm, wae?”

“Berhentilah bertengkar. Kalian sudah hampir dua tahun pacaran tapi selalu saja suka bertengkar.” Ucap Chanyeol. Chanyeol merebut snack yang dimakan oleh Jihyun dan langsung memakannya.

“Ya! Kenapa Oppa ikut campur urusanku?” Ucap Jihyun sambil menatap Chanyeol kesal.

“Aku ini Oppamu dan aku berhak ikut campur. Eomma dan appa sudah memberi tanggung jawab kepadaku untuk menjagamu. Kau tidak boleh sakit apalagi menangis. Jika ada yang membuatmu menangis aku berhak ikut campur dan membunuh orang yang telah berani membuatmu menangis.”

“Sekalipun itu adalah sahabatmu?”

“Tentu sa- Mwo?” Chanyeol langsung membulatkan matanya sambil menatap Jihyun.

“Sudahlah. Oppa juga tidak akan bisa membunuh orang yang telah menyakitiku.” Setelah berucap seperti itu, Jihyun langsung masuk kekamarnya.

“Ya! Jika kau ingin putus, putuslah baik-baik!” itulah ucapan Chanyeol yang Jihyun dengar sebelum dia menutup pintu kamarnya.

Jihyun bersender dipintu kamarnya. Menghela napasnya, berharap itu bisa menetralkan pikirannya.

‘Putus baik-baik?’

Ditatapnya kalender yang ada disamping meja belajarnya. Terdapat lingkaran merah disana. Ya, itulah tanggal jadian Jihyun dan Baekhyun.

“Ah, tidak terasa .. dua minggu lagi ya? Putus baik-baik? Ah, arraseo.”

Jihyun duduk dicafe sekolah bersama Sehun, Luhan dan Chanyeol.

“Jihyun-ah ..” panggil Luhan.

“Wae hyung?” sahut Jihyun sambil memakan cupcakenya.

“Ini hampir sebulan kau bertengkar dengan Baekhyun, apa kau tidak ada niat berbaikan?”

“Dia saja tidak ada niat berbaikan denganku, benarkan Baekhyun?” Chanyeol, Luhan, dan Sehun langsung saja berbalik dan mendapati Baekhyun bersama dengan Kyungsoo dan Jongin berdiri tepat dibelakang Luhan. Jihyun memasang tasnya dan bangkit.

“Jadi hyung, untuk apa aku berniat baikan dengannya kalau dia saja tidak peduli, benarkan Baekhyun?” Ucap Jihyun sambil menyunggingkan senyumannya.

“Hyung, Oppa, aku duluan.” Tanpa mereka ketahui, sebuah pisau tak kasat mata menusuk jantung Jihyun saat itu juga. Dan tanpa Jihyun sadari, Baekhyun juga merasakan hal yang sama.

Beberapa hari kemudian, Baekhyun mengajak Jihyun bertemu dicafe favorit Jihyun. Disinilah mereka, bertemu dalam diam. Asik dengan makanan sendiri. Jihyun menarik sebuah tissue dan membersihkan mulutnya. Ditatapnya Baekhyun, dalam.

“Kenapa kau memanggilku kesini?”

“Aku ingin kita bicara.”

“Bicaralah.” Ucap Jihyun cepat.

“Kau terlihat lebih kuat sekarang, apa kau sudah bosan denganku?”

“Kelihatannya?” Ucap Jihyun sambil menaikkan sebelah alisnya.

“Jihyun-ah .. hari ini adalah hari jadi kita. Kau tak ada niat berbaikan denganku?” Ucap Baekhyun pelan. Jihyun diam. Diraihnya ponselnya, mengetikkan beberapa huruf hangul disana dan meletakkan benda itu ditelinganya. Ditatapnya Baekhyun.

“…”

“Ne, bisakah kau datang ketempat favoritku?”

“…”

“Baiklah. Aku akan menunggumu selama 5 menit.”

“…”

“Hm. Keno.” Jihyun meletakkan ponselnya tanpa mau mengalihkan tatapannya.

“Aku akan bicara selama dua menit.”

“Aku bosan? Tidak. Kalau aku bosan aku tidak mungkin bertahan sampai sekarang. Aku tak ada niat berbaikan? Tentu saja ada. Tapi, semua itu seakan runtuh begitu saja. Niatan itu seakan tak pernah muncul dikepalaku. Karena ..” Jihyun menatap jam yang melingkar dilengan kurusnya. Dan kembali menatap Baekhyun.

“Ah, waktuku sudah habis. Aku akan keluar dan lihatlah jawabanku setelah ini.” Dengan cepat, Jihyun bangkit dan langsung meninggalkan Baekhyun. Beberapa menit kemudian, muncullah sosok Taeyeon dan langsung duduk dihadapan Baekhyun. Mata Baekhyun sontak membulat.

‘Inikah jawabanmu, Jihyun-ah?’

“Baekhyun? Dimana Jihyun?” baru saja Taeyeon ingin kembali bertanya, ponsel Taeyeon berdering dan Taeyeon langsung mengangkat panggilan itu.

“Halo?”

-TBC-

A/N : Aku bawa ff baru lagi, sibacon dan Taeyeon nuna 😀

Maafkan aku karena selalu membawa ff baru tapi aku janji gak bakal aku gantung kok ff nya. Pasti aku selesain. Aku kan bukan PHP 😀

Ah, ya .. gomawo buat responnya, gomawo mau baca ff ini.

Bagaimana? Suka?

Baiklah. Mungkin hanya itu.

Niuniu as Rey disini, Salam XOXO

Khamsahamnida

Iklan

6 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Forgive Me, Babe (Part 1)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s