[SUHO BIRTHDAY PROJECT] Surprise! – yeolay

timeline_20170608_004317

Surprise! -yeolay
Suho x Irene|| Romance || T
Suho
Irene
°

Sampai sekarang, Irene masih membuat hatinya mati rasa dengan sendirinya. Karena ada dua hal yang irene takutkan jika ia jatuh cinta.

Irene hanya takut jika ia jatuh cinta, Tetapi orang itu tidak mencintainya sebaik yang ia lakukan pada orang itu.

Irene juga takut kalau ia lupa mencintai dirinya sendiri, Jika alasannya ada di alasan yang pertama.

Alasan pertama dan kedua tentunya beralasan juga. Alasan itu muncul karena, Irene juga pernah disakiti.

6 tahun lalu aku sangat menyukainya
5 tahun lalu aku menyatakannya.
4 tahun lalu aku terluka
3 tahun aku mulai menyimpan luka
2 tahun aku mencoba lupa
1 tahun aku mulai bisa.

ini tentang dia.
seseorang yang selalu bisa
membuat aku jatuh cinta.
dengan kejutan kecil yang menciptakan
letupan-letupan bahagia.

Itu dulu, 6 Tahun yang lalu. Irene jatuh cinta pada sahabatnya sendiri, Suho.

Irene pernah menyatakan perasaannya pada Suho waktu itu saat sedang jalan berdua. Namun di tolak. Hati irene langsung hancur lebur saat itu juga, mendengar jawaban dari suho. Dan sampai saat ini, Sejak lulus dari sekolah. Ia belum melihat suho sekalipun tanpa tahu kabarnya.

“Mungkin ia sudah pindah keluar negri.” Kata Irene meyakinkan dirinya bahwa Suho baik-baik saja.

Waktu itu relatif, Membawa kenangan indah secepat cahaya. Melambat, Terhambat oleh suasana.
Seperti, Waktu berlalu dengan cepat jika kau disertai dengan kenangan manis. Tapi yang perlu diingat, Tidak semua kenangan akan manis selamanya.

Kehidupan irene terus berjalan, Ia menjadi jasa traveler keliling dunia di perusahaan ternama.

“Ren, ada klien yang katanya ingin bulan madu ditempat bagus. Katanya, recommendednya harus dari kamu.” Kata seulgi selaku rekan kerja Irene.

Masa list tempat yang harusnya ia datangi dengan suaminya nanti malah didatangi duluan dengan kliennya itu. Irene berdecik kesal di dalam hatinya.

“Nanti temui kliennya di cafe kamong jam 4 sore.” Ujar seulgi

Sambil mengerutkan alisnya, Irene bertanya “Ngapain di cafe? disini kan juga bisa.”

“Entah. Aku duluan ya.” Sambil melambaikan tangan ke arah Irene, Seulgi mulai tidak nampak diruangan itu lagi.

Irene melihat jam tangannya, “Sekarang jam 3 sore, Mungkin aku harus pulang dulu, Lalu bersiap diri. Tidak enak bertemu klien dengan bau asam.” Irene bermonolog sendiri sambil merapihkan berkas-berkasnya dan laptopnya yang berada di meja

Irene berjalan memasuki cafe kamong dengan dress yang menurutnya sopan.

“Kata seulgi, di meja nomor 32.”

Irene terpaku setelah mengetahui siapa yang duduk di meja itu.

Sahabat lamanya, Suho.

“Jadi, Kau klien ku?” Tanya Irene sambil memastikannya.

“Iya. Senang bertemu denganmu.” Suho mengulurkan tangannya untuk berjabat.

Tapi, aku tidak–/ “Aku juga senang.” Jawab irene sambil menerima jabatan tangan dari suho.

“Lama kita tidak berjumpa, Dan kau akan segera menikah?” Tanya Irene dengan basa-basi, Sambil ia mengeluarkan laptop dan berkasnya dari dalam tas.

“Iya. Namun, aku tidak tahu jika ia akan menerimaku atau tidak. Karna aku pernah menolaknya.” Jawab Suho.

Ternyata, bukan Irene saja yang pernah ditolaknya. Tapi ada lagi wanita yang tidak beruntung sepertinya.

“Jadi tempat seperti apa yang kau inginkan?” Tanya Irene untuk mengalihkan suasana.

“Tempat yang kau impikan.”

Kenapa harus tempat yang aku impikan sih? Kenapa tidak yang calon istrinya impikan saja, huh!?
Irene hanya dapat berdecik kesal, Dalam hatinya.

“Paris dan Roma.”

“Ya Sudah aku Booking penerbangan untuk dua kota itu.” Kata suho dengan senyumnya.

“Ok! Untuk penginapannya akan ku urus nanti. Kau dapat ke kantorku.” Irene merapihkan berkasnya dan mulai beranjak.

“Aku antar kau ya?” Tanya Suho.

“Tidak. Aku naik taksi saja.” Irene langsung segera beranjak dan meninggalkan cafe itu.
°
Irene merebahkan dirinya di kasur kamarnya. Memikirkan tentang kehidupannya 6 Tahun yang lalu, Saat ia pertama jatuh cinta dan langsung ditolak. Saat sudah berhasil melupakannya sosok itu malah kembali dengan wajah tanpa dosanya, Mengulang kenangan yang dulu.

Kalau di pikir-pikir, Kira-kira siapa yang akan menikah dengan Suho? Orang itu pasti beruntung sekali mempunyai suami yang tampan dan mapan. Yang pastinya bukan aku.

Irene bangun di pagi hari dan langsung bergegas ke kantor.

Suho masuk ke ruangan itu, Dan ruangan itu hanya terdapat Suho dan Irene.
Kok canggung ya, pikir irene.

“Jadi, Ingin hotel seperti apa?” Tanya irene memulai percakapan.

“Seperti yang kau ingin.” Jawab suho dengan tenang.

Ini yang ingin menikah aku atau dia sih?! Semuanya seperti yang aku ingin! Irene hanya berdecik kesal dalam hatinya. Ia hanya ingin bersikap profesional.

Sambil memperlihatkan gambar yang ada di laptopnya “Yang ini saja, Ada fasilitas kolam renang yang cukup luas dengan kamar terbaik dan juga hotel terbaik di kota ini.”

“Ya, aku booking hotel ini.”

“Untuk berapa hari?”

“Aku tidak tahu. Menerutmu?”

“Mungkin dua minggu cukup untuk menjelajah satu kota.”

“Sebenarnya, aku pun tidak tahu akan menikah atau tidak.” Kata suho sambil menatap kosong meja Irene.

“Jadi, kau belum melamarnya?” Tanya Irene.

“Belum.” Jawab Suho.

“Kalau belum di coba, Ya belum tahu. Coba saja.” Irene meyakinkan Suho

Suho mengerutkan alisnya mengekspresikan bingung, “Kau yakin dia akan menerimaku?”

“Siapa yang akan menolak sahabatku ini?” Irene mulai tersenyum untuk mencoba agar tidak canggung lagi.

“Meskipun aku pernah menolaknya?”

“Coba saja.”

Suho berdiri dari kursinya, “Kalau begitu, Menikah denganku ya?”

Irene kaget.
Apa maksud dari semua ini?

“Katamu tadi, Aku harus mencobanya. Jadi, aku coba”

Irene hanya diam.

Suho menggenggam tangan irene, “5 Tahun yang lalu. Saat kau menyatakan perasaanmu padaku, Hari itu. Saat kita berdua, Memakai seragam sekolah. Aku masih mengingatnya, Bagaimana aku dapat lupa? Semua terekam jelas di kepalaku. Dan jawabanku waktu itu, Menolakmu.
Bukan karna aku tidak memiliki perasaan yang sama denganmu, bukan. Dulu aku hanya seonggok manusia, Aku berfikir jika cinta saja tidak dapat membuat kehidupan kita lebih baik. Aku bertekad untuk sukses di masa depan itu untukmu, Untuk memberikanmu kehidupan yang lebih baik, bersamaku. Aku menceritakanmu pada orang tua ku dan orang tua ku menasehatiku untuk sukses tanpa harus berhenti mencintaimu. Setiap hari aku berjalan, Dan tidak ada setapak pun yang aku lewatkan tanpa memikirkanmu. Jadi, Semua ini sebenarnya aku dedikasikan semata-mata hanya untukmu. masa depanku?” Suho mengulurkan kotak cincin sambil berlutut di hadapan Irene.

Irene hanya terpaku sampai tidak sadar jika mulutnya mengatakan “iya.”

Iklan

Satu pemikiran pada “[SUHO BIRTHDAY PROJECT] Surprise! – yeolay

  1. Or maybe he ⅼikes bowling.? Lee contіnued. ?I heard someone ѕay that whenever үou hsar tҺunder, that implies that God is boաling in heaven. I
    bet hes really good at it.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s