[SUHO BIRTHDAY PROJECT] REMORSE – Riri Esta

timeline_20170608_004826

REMORSE – Riri Esta
Kim Junmyeon, Jung Chaeyeon & Kim Mingyu || Romance || PG-15

“Aku menyesali keputusanku, keputusan yang kuambil tanpa pemikiran yang matang. Akankah dia bisa kembali padaku?” (Kim Junmyeon)

“Bagiku tidak ada yang namanya kesempatan kedua, jika kau menyakitiku, hubungan kita tak akan bisa kembali seperti dulu..” (Jung Chaeyeon)

Pukul 08:10
Seorang gadis turun dari bus dan berlari dengan tergesa-gesa menuju kantornya yang terletak di seberang halte. Gadis itu adalah Jung Chaeyeon, seorang purchasing staff.
Setelah men-tap ID Cardnya, ia pun menunggu lift yang akan membawanya ke lantai 5, tempat kerjanya, departemen purchasing. Beberapa saat kemudian, seorang pria berdiri di sampingnya. Chaeyeon menoleh dan matanya melebar, kemudian kembali melihat ke depan sambil menggigit pelan bibir bawahnya dan merutuk dalam hati.
“Aish, kenapa harus bertemu dia di saat seperti ini.”

“Kau terlambat, Jung Chaeyeon.”

Suara itu berasal dari laki-laki di sampingnya. Chaeyeon menoleh dan membungkukkan badannya.
“Ne, mianhamnida sajangnim. Lain kali aku tidak akan terlambat.”

Pintu lift terbuka, laki-laki di samping Chaeyeon masuk ke lift tanpa membalas ucapan Chaeyeon. Chaeyeon ingin mengikutinya masuk ke dalam lift, namun ia masih ragu.


“Kau tidak ingin masuk?”
“Nanti saja Tuan Kim, saya baru ingat jika saya memiliki urusan dengan Nona Lee, bagian resepsionis. Permisi, Tuan.” ucap Chaeyeon sambil membungkukkan badan. Ia pun melangkah meninggalkan Tuan Kim.

Laki-laki itu, Kim Junmyeon, menghembuskan nafas kasar melihat sikap menghindar Chaeyeon.
“Kenapa kau selalu menghindariku, Jung Chaeyeon.”
.
.
Saat makan siang, Jung Chaeyeon memilih memesan makanan secara online dan menyantapnya di rooftop. Ia terlalu malas untuk keluar membeli makanan.
“Akhirnya waktu makan siang tiba, makan roti untuk sarapan tidak cukup mengenyangkan. Perutku sudah mulai berbunyi sebelum jam makan siang tiba. Mari menyantap ramen favorit.”
Chaeyeon mulai menyantap makanannya dengan lahap.
“Hmm, mie ramen ini memang selalu lezat.”
Baru beberapa suap ia menikmati ramennya, terdengar suara laki-laki dari arah belakangnya.

“Jung Chaeyeon?”

Chaeyeon terhenyak, kemudian menoleh.
“Dia lagi.” batin Chaeyeon

Laki-laki dengan sekantung plastik makanan di tangannya itu menghampiri dan duduk di hadapannya. Chaeyeon merasa risih saat ini.
“Kau sangat suka makan siang disini ya Chaeyeon”
“Emm, ne sajangnim. Maaf saya harus pergi dulu.”
Chaeyeon membereskan makanan dan minumannya kemudian beranjak pergi. Ia sedang tidak mau berhadapan dengan Kim Junmyeon. Tetapi, laki-laki itu menahan tangannya.
“Tunggu, kau jangan pergi. Temani aku makan siang disini.”
“Maaf sajangnim, tidak sopan jika saya harus makan siang bersama Anda. Permisi.”
ucap Chaeyeon sambil membungkukkan badannya.

Kim Junmyeon melihat Chaeyeon melangkah pergi. Sebelum perempuan itu hilang dari pandangannya, ia berteriak.
“Apa kita tak bisa kembali seperti dulu, Jung Chaeyeon? Mengapa kau selalu menghindar dariku?”

Chaeyeon menghentikan langkah dan membalikkan badannya.
“Maaf Tuan Kim, saya tidak mengerti apa yang Anda bicarakan.”
Junmyeon mengusap wajahnya kasar.
“Kau tahu maksud pembicaraanku, Chaeyeon. Dan berhentilah berbicara formal saat di luar kantor.”
“Maaf Tuan, saya tidak mengerti. Permisi.”
Chaeyeon berbalik pergi, namun dengan cepat Junmyeon menghampiri dan memegang pergelangan tangan Chaeyeon.
“Chaeyeon, tolong jangan bersikap seolah kita tidak saling mengenal. Aku benar-benar tersiksa dengan sikapmu ini. Aku ingin memperbaiki hubungan kita, tapi kenapa kau melakukan ini kepadaku.”
Chaeyeon mulai merasa kesal.
“Kau yang mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan kita dan kau ingin memperbaikinya? Sampai kapanpun aku tidak akan peduli.” ucap Chaeyeon sinis dan melupakan bahasa formalnya sambil menghempaskan tangan Junmyeon dari tangannya. Chaeyeon pun melangkah pergi diikuti tatapan kesedihan dari Junmyeon.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 17:00, tak sedikit staff yang mengemasi barang-barang bersiap untuk pulang, termasuk Chaeyeon. Setelah berkemas dan mengenakan jaket, dia bergegas menuju lift. Setelah menekan tombol lift, ia pun menunggu hinggal pintu lift terbuka. Saat menunggu lift terbuka, sebuah suara membuatnya menoleh
“Pulang awal Nona Jung?”
Itu adalah suara Kim Mingyu, direkturnya. Otomatis Chaeyeon membungkuk sebagai tanda hormat.
“Sore sajangnim. Iya saya pulang awal hari ini.”
“Apa kau sedang ada keperluan Nona Jung? Biasanya kau sering sekali lembur.”
“Aniyo, sajangnim, saya hanya ingin pulang cepat.”
“Ah, baiklah.”
Tak lama pintu lift terbuka. Sudah ada seseorang di dalam itu, Kim Junmyeon. Junmyeon merasa cemburu melihat Chaeyeon dan Mingyu di hadapannya. Mingyu adalah teman kuliahnya yang juga menaruh hati pada Chaeyeon. Namun Junmyeon lebih dahulu menyatakan perasaannya pada Chaeyeon. Junmyeon tahu, perasaan Mingyu pada Chaeyeon belum berubah, bahkan saat dia dan Chaeyeon menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Tapi Chaeyeon hanya menganggap Mingyu sebagai seorang teman. Namun tetap saja Junmyeon merasa cemburu, walaupun hubungan dirinya dan Chaeyeon telah berakhir. Sekarang ini semakin terbuka lah kesempatan Mingyu mendapatkan hati Chaeyeon.
Sementara itu, Chaeyeon tampak enggan satu lift dengan Junmyeon, namun karena sekarang dia sedang bersama dengan direkturnya, dia merasa tidak enak hati jika harus menunda naik lift. Chaeyeon membungkukkan badan di hadapan Junmyeon dan dibalas dengan anggukan kepala singkat oleh Junmyeon. Mingyu masuk ke lift terlebih dahulu disusul Chaeyeon yang enggan bertatapan dengan Junmyeon.

Sial bagi Chaeyeon, dia harus berdiri diantara Mingyu dan Junmyeon.
Hening menyelimuti lift itu selama beberapa menit sampai suara Junmyeon memecah keheningan itu.
“Kau pulang cepat Nona Jung. Apa kau mau pulang bersamaku?”
Chaeyeon menoleh ke arah Junmyeon, “Em..”
Belum sempat Chaeyeon menyelesaikan kalimatnya sebuah suara menginterupsinya
“Maaf Kim Junmyeon, Nona Jung pulang bersamaku.”
Junmyeon dan Chaeyeon menatap kaget ke arah Mingyu. Ada rasa kesal di hati Junmyeon saat tahu Chaeyeon pulang bersama Mingyu.
“Kau pulang bersamanya Nona Jung?” tanya Junmyeon
“Ne, sajangnim.”balas Chaeyeon. Chaeyeon terpaksa mengiyakan perkataan Mingyu karena ia lebih memilih pulang bersama Mingyu saat ini karena jika ia pulang bersama Junmyeon, laki-laki itu akan membahas hubungan mereka lagi yang jelas-jelas sudah berakhir.
Balasan Chaeyeon tersebut membuat Junmyeon ingin memukul Mingyu saat ini juga. Tapi ditahannya tangannya yang sudah terkepal itu.
“Sial, berani sekali Mingyu pulang bersama Chaeyeon. Walaupun Chaeyeon sudah menjadi mantanku tetap saja aku masih belum rela dia dekat dengan Mingyu.” batin Junmyeon.
Beberapa saat kemudian pintu lift tiba di lantai 1 kantor.
“Kami duluan Junmyeon hyung.” Mingyu segera menarik tangan Chaeyeon.

Junmyeon menatap nanar kepergian keduanya. Rasanya sakit melihat perempuan yang masih dicintainya itu bersama dengan laki-laki lain.
“Kau bodoh Junmyeon, harusnya kau tak meninggalkan Chaeyeon demi perempuan lain.” batin Junmyeon merutuki diri sendiri.
“Maafkan aku, Jung Chaeyeon. Aku akan melupakanmu tapi aku butuh waktu.” ucapnya lirih.

-THE END-

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s