[Suho BIRTHDAY PROJECT] Neivellera -Ryudo

timeline_20170608_005116

Neivellera – Ryudo
Cast: Kim Junmyeon, Kim Minseok, Kwon Yuri
Genre: Hurt+Romance

“Junmyeon kau disini rupanya, cepatlah letakan handpone mu itu.”
“Ada apa hyung, apa ada tugas lagi?”
Orang yang dipanggil hyung itu hanya mengangguk dan mengangkat sudut bibirnya sedikit.
“Arrgh apa seonsangnim tidak tau aku sibuk?”
Junmyeon membanting handpone nya ke sofa dan melangkahkan kaki kemana ia harus memulai tugas nya itu. Musim panas, seharusnya musim ini ia beristirahat dari segala hal termasuk tugas asrama tetapi ternyata tidak, seonsangnim masih menyuruhnya melakukan sebuah tugas asrama ini.
Jonmyeon telah sampai ditempat dimana ia harus memulai tugasnya, ia duduk di halte bis menunggu bis lewat. Harusnya seonsangnim memberikan tugas ini pada kyungsoo bukan dirinya. Ia bahkan tidak tahu buah seperti apa yang masih segar.


Ia sendiri dibesarkan dikeluarga yang penuh dengan kemewahan, jika ia menginginkan sesuatu ia tinggal memencet interkom kamarnya dan secepat kilat apa yang ia inginkan sudah ada didepannya. Junmyeon tidak tahu atas alasan apa ayahnya harus memindahkan sekolahnya keasrama, jika asrama itu masih dengan pelayanan yang baik ia akan dengan senang hati berpindah dari sekolah lamanya. Tetapi kenyataan yang ia terima ayahnya memindahkannya keasrama yang tidak sesuai dengan bayangannya, asrama yang ditempatinya sekarang memiliki peraturan yang sangat menyebalkan.
pertama, ia harus mengerjakan apa yang harus dikerjakan seorang pelayan, contohnya ia harus memasak sendiri untuk makannya, untungnya dalam asramanya ada kyungsoo, sahabat yang dengan senang Hati membantunya untuk mengerjakan segalanya.
Kedua. Ia tidak diperbolehkan keluar dari asrama tanpa izin.
Dan peraturan yang kedua itu menyebabkan junmyeon benar-benar menggila. Pasalnya ia yang semula hidup dengan bebas untuk pergi kemana-mana sekarang seperti burung yang berada didalam sangkar, jika sang majikan tidak membukakan pintu burung tidak akan keluar dari sangkarnya.
Junmyeon duduk di halte bis sendiri, lebih tepatnya bukan sendiri sebenarnya tapi ia merasa sendiri, karena gadis yang ada disampingnya hanya menatap lurus kedepan seolah sibuk dengan dunia khayalan yang tengah dibuat. Gadis itu membawa sesuatu disampingnya, sebuah tas biola yang junmyeon yakini didalam tas itu pasti ada biolanya. Apa mungkin gadis itu pemain biola.?
Seperti sadar gadis itu sedang diperhatikan junmyeon, gadis itu menatap tajam junmyeon.
“Kenapa menatapku seperti itu” tanya gadis itu dengan tatapan tajamnya
“Tidak aku hanya menatap tasmu itu” tunjuk junmyeon kearah tas biola.
“Kau pemain biola?” Tanya junmyeon akhirnya.
“Bukan urusanmu” jawab gadis itu dan berlalu pergi meninggalkan junmyeon, sekarang junmyeon telah benar-benar sendiri di halte itu.
Junmyeon menghela nafasnya, tugasnya telah selesai. Ia harus kembali ke asrama dan beristirahat untuk memejamkan matanya. Langkahnya terhenti saat berada didepan sebuah cafe ia mendengat suara biola yang merdu junmyeon menatap kedalam cafe itu manik hitamnya menangkap sosok yang memainkan biola itu. Ia teekejut ternyata gadis halte tadi Yang memainkan biola itu. Gadis itu memainkan biola itu dengan lihai dan tidak ada nada sumbang didalamnya, bibirnya tersenyum kepada setiap pengunjung cafe itu mencoba memperlihatkan bahwa ia sedang bahagia dengan menyembunyikan luka dalam matanya. Gadis itu mengakhiri permainannya diiringi tepuk tangan pengunjung, meletakan biolanya disudut ruangan dan melangkah keluar menghampiri junmyeon.
“Kau mengikutiku” suara gadis itu menyentak lamunan junmyeon.
“Tidak ada untungnya mengikutimu” jawab junmyeon. Gadis itu hanya mengernyit tak percaya dengan perkataan junmyeon hingga junmyeon harus mengangkat dua buah plastik yang ada ditangannya dan kemudian gadis itu hanya mengangguk.
“Kau ingin minum teh dulu” tawar gadis itu
“Boleh” junmyeon menerima ajakan gadis itu, lagi pula ini masih sore ia masih punya banyak waktu.
Junmyeon dan gadis itu duduk berdampingan. Keheningan menyapa mereka beberapa menit hingga junmyeon membuka suara.
“Kenapa kau tersenyum seperti itu”
Gadis itu menatap junmyeon bingung tak tahu apa maksud dari perkataan junmyeon.
“Senyummu palsu” sambung junmyeon. Gadis itu tertawa terbahak-bahak
“Hah, ternyata ada yang tahu kebohonganku” ucap gadis itu.
“Kau ingin mendengar sebuah dongeng” gadis itu menatap junmyeon dan tanpa sepertujuan junmyeon gadis itu memulai dongengnya.
“Ada seorang gadis kecil tinggal diistana. Disitu ia mendapatkan segalanya sejak masih kecil, mendapatkan kasih sayang dan juga Kemewahan. Hingga suatu hari ia kehilangan segalanya bukan kemewahannya yang menghilang tetapi kasih sayang dari keluarganya yang menghilang. Gadis kecil itu sendirian dan hanya ada kakaknya yang tersisa. Kakak laki-lakinya yang masih setia disampingnya. Dan menyayanginya. Tapi suatu saat kakaknya pergi dengan alasan ia tak mau melihat wajah gadis kecil itu. Gadis kecil itu sendirian ia mencari kakaknya kesegala penjuru dan hasilnya tetap nihil, hingga ia berubah menjadi gadis remaja ia tak menemukan kakaknya, dan yang ia temukan adalah kenyataan pahit tentang dirinya yaitu kehadirannya didunia ternyata membuat ibu kakaknya sengsara dan terlebih ternyata ia bukan anak dari sang wanita yang selalu dipanggilnya ibu.”
Gadis itu mengakhiri dongengnya dengan tersenyum miris ia mengusap air mata yang sempat jatuh di pipinya dan kemudian pergi meninggalkan junmyeon sendirian dicafe itu. Junmyeon tak mengejar gadis itu, ia tahu gadis itu butuh sendiri dan junmyeon juga tahu dongeng itu bukan dongeng itu adalah kenyataan.
~~~~~~~~~~~
Junmyeon mengendap-endap di balik dinding mencoba keluar dari asrama. Sekarang ia harus pergi kecafe itu bertemu gadis itu dan mengungkapkan segalanya, segala perasaan hatinya bahwa ia mencintai gadis itu. Ia sendiri tidak tahu kapan perasaan itu muncul.
“Kau ingin kemana” tiba-tiba suara seseorang yang dihindarinya itu muncul.
“Minseok hyung, aku hanya akan keluar sebentar saja. Kumohon” rengek junmyeon.
“Boleh. Tapi kau juga harus mengajakku, aku juga bosan beradaDisini.”
Junmyeon tertawa dan kemudian mengangguk.
Mereka berdua telah sampai dicafe.
“Kau ingin menemui seseorang disini?” Tanya minseok hyung.
Junmyeon mengangguk dan kemudian berdiri tersenyum kepada seseorang. Minseok mengikuti arah pandang junmyeon, matanya terbelalak, tubuhnya lemas.
“Kwon Yuri” lirih minseok.
Junmyeon yang mendengar lirihan minseok tersenyum, sekarang ia tahu nama gadis itu. Junmyeon tidak menyadari sesuatu bahwa dua orang yang disayanginya saat ini telah berdiri mematung.
“Minseok oppa” gadis itu berteriak senang dan langsung memeluk Minseok. Minseok memundurkan langkahnya dan berlalu pergi keluar cafe. Langkahnya terhenti saat Kwon Yuri menahan tangannya.
“Kumohon jangan pergi lagi. Aku menyayangimu oppa. Maafkan aku, aku telah hadir didalam keluargamu dan mendapatkan kasih sayang ibumu tanpa tahu ibumu tersakiti karena kehadiranku. Kehadiranku sebagai anak dari seorang wanita yang juga istri ayahmu. Maafkan aku” Gadis yang bernama Kwon Yuri itu hanya menangis.
Minseok tidak menggubris semuanya. Ia berusaha menepis tangan adiknya itu, adik yang telah membunuh ibunya secara perlahan. Ia tahu itu semua bukan kesalahan adiknya, ini kesalahan dari ibu kandung adiknya. Seandainya ia tidak muncul dalam kehidupan ayahnya pasti sekarang ia masih bersama ibunya, dan keluarganya hidup bahagia.
Junmyeon hanya menyaksikan kedua orang itu, ia tidak menyangka kakak dari gadis itu adalah minseok hyung.
Gadis itu masih berusaha sekuat tenaga berlari mengejar minseok Yang menghindari adiknya itu.
“Pergilah. Aku tak ingin melihatmu lagi” teriak minseok.
Gadis itu tak menanggapinya ia justru mengencangkan larinya dan tanpa sadar gadis itu tergelatak setelah mobil yang melaju kencang menabraknya.
Junmyeon berlari mengejar mobil itu dan minseok menghampiri kwon yuri menggapai tubuhnya.
“Kumohon bertahanlah. Maafkan oppa, ne.” Tangis minseok pecah harusnya ia tidak lari menghindari adik nya itu.
Junmyeon berlari menghampiri tubuh kwon yuri yang tergeletak dengan cairan merah kental setelah gagal mengejar mobil itu.
“Kwon yuri kumohon bertahanlah.” Ucap Junmyeon sambil memegang tangan kwon yuri berharap bisa memberi sedikit kehangatan agar gadis yang dicintainya itu bisa bertahan.
“Minseok oppa aku menyayangimu, kumohon jangan membenciku dan Junmyeon oppa aku mencintaimu” ucap Kwon Yuri terbata-bata.
“Oppa tak akan lagi membencimu, jadi kumohon bertahanlah.” Minseok meneteskan air matanya sesaat setelah ia mengucapkan hal itu. Seharusnya ia tak membenci adiknya itu, ia memang bodoh sangat bodoh.
“Kwon Yuri nado saranghae. Jadi bertahanlah untukku dan kakakmu aku sudah memanggil ambulan kau akan selamat” junmyeon menggenggam tangan Kwon Yuri lebih erat. Kwon Yuri menggelengkan kepalanya kuat dan tersenyum.
“Jangan nencintaiku. Kumohon, aku tidak pantas dicintai olehmu. Tuhan memang tepat untuk mengambil pilihan agar aku tiada. Karena memang kau tak pantas untukku. Seorang anak yang hanya merusak kebahagiaan orang lain.”
Junmyeon menarik nafasnya kuat-kuat
“Aku mencintaimu dengan segala hal yang ada didirimu”
“Terimakasih junmyeon oppa, Minseok oppa kalian telah adir di hidupku.” Ucap Kwon Yuri terakhir kalinya sebelum ia menutup matanya.
Gadis yang bernama Kwon Yuri itu telah menjadi kupu-kupu yang indah dihidup Junmyeon. Kupu-kupu indah yang ingin ditangkap setiap orang termasuk Junmyeon tetapi kupu-kupu itu terlalu terbang tinggi hingga ia tak terlihat kembali dan Junmyeon tak bisa menggapainya. Kupu-kupu itu adalah Neivellera, kupu-kupu yang tak bisa ditangkap oleh siapapun juga.

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s