[SUHO BIRTHDAY PROJECT] My Lovely Hyung – Azalea

timeline_20170606_125106

My Lovely Hyung – Azalea

Junmyeon and EXO Member || Family – Friendship || PG – 15 || Oneshot

“Saenggilchukkae, hyung,” ucap Sehun kelewat antusias seraya menerbitkan senyuman terlebarnya.

“Gomawoyo,” timpal Junmyeon sambil menyambut uluran tangan Sehun. Begitu tangan mereka bertautan, Sehun langsung menariknya untuk memberikan sebuah pelukan hangat dari seorang dongsaeng terhadap hyungnya. Junmyeon balas tersenyum lebar ke arah Sehun dengan hati yang sedikit tidak ikhlas. Bagaimana ia bisa ikhlas jika di hari ulang tahunnya, ia hanya mendapatkan sebuah pelukan sebagai kado ulang tahunnya.

Sehun melepaskan pelukannya dan sekarang giliran Chanyeol yang memeluk Junmyeon. Tidak lupa ia juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Junmyeon. Setelah Chanyeol, Baekhyun, Jongin, Kyungsoo, Jongdae, hingga Minseok pun mengucapkan selamat secara bergantian. Mereka tertawa bahagia karena leader mereka hari ini ulang tahun.

Junmyeon tertawa setulus mungkin untuk menutupi kekecewaannya karena tidak mendapatkan hadiah.

“Hyung, kau tidak mentraktir kita makan malam?” pertanyaan Chanyeol itu membuat keadaan menjadi hening.

“Seharusnya hari ini kau mentraktir kami, hyung,” tambah Jongin yang dibalas anggukkan kepala oleh semua orang.

“Aku tahu tempat makan yang enak dan menjaga privasi di daerah Gangnam,” timpal Kyungsoo membuat semua orang menatap Junmyeon dengan tatapan berharapnya.

“Ayolah hyung, saat ini kami semua tengah kelaparan,” adu Baekhyun tidak lupa dengan aegyonya.

Junmyeon menatap satu per satu anggotanya yang sedang menunggu jawaban darinya. Sebenarnya ia bisa saja menolak dengan alasan tidak punya uang, atau kartu kreditnya ketinggalan di rumah, tapi sungguh ia bukan seseorang yang pandai berbohong. Ia tipe orang yang tidak bisa menolak ajakan seseorang sekalipun ia tidak punya uang sama sekali.

“Hyung,” rengek Sehun menyadarkan Junmyeon untuk segera mengambil keputusannya. Seketika itu juga Junmyeon tersenyum lebar ke arah semua orang yang membuat semuanya tahu jika malam ini mereka akan makan enak. Sorak sorai terdengar memenuhi kamar Junmyeon.

“Aku akan menunjukkan jalannya,” ucap Kyungsoo begitu antusias sambil keluar dari ruangan tersebut dan menuju kamarnya sendiri untuk bersiap-siap. Semua orang mengikuti apa yang dilakukan Kyungsoo kecuali Sehun.

Sehun sekali lagi memeluk Junmyeon seraya berkata, “Kau memang yang terbaik, hyung.”

Melihat semua orang bahagia, membawa kebahagiaan tersendiri bagi Junmyeon. Masalah uang yang akan dihabiskannya malam ini, akan ia pikirkan nanti. Setelah semua orang siap, mereka pun berjalan menuju ke basement dorm mereka. Mereka semua menggunakan mobil perusahaan yang biasa mereka gunakan jika akan menghadiri sebuah acara. Tidak lupa dua manajer mereka juga ikut dalam acara makan malam dadakan ini. Di dalam mobil semua orang tertawa bahagia. Ada yang sibuk bernyanyi, ada yang sibuk melontarkan lelucon-lelucon, dan ada juga yang memilih untuk tidur.

Jarak dari dorm mereka ke restoran yang direkomendasikan Kyungsoo tidaklah jauh karena sama-sama berada di daerah Gangnam. Semua orang langsung keluar dari mobil begitu manajer mereka menghentikan mobil di tempat parkir.

Junmyeon meneguk ludahnya saat menyadari restoran mana yang mereka tuju. Dari letak dimana restoran ini berada pun, ia sudah bisa memastikan berapa nominal uang yang akan ia keluarkan hanya dalam satu kali makan saja. Sekali lagi ia meyakinkan dirinya sendiri jika semuanya baik-baik saja. Dengan tetap menampilkan senyuman terbaiknya, Junmyeon melangkah memasuki restoran. Dapat dilihatnya semua orang sudah duduk di kursi yang menghadap ke meja kayu yang berhadapan langsung dengan koki restoran. Semua anggotanya menyisakan tempat duduk kosong paling tengah untuknya.

Saat Junmyeon duduk, semua anggotanya sedang berdebat mengenai makanan apa yang sebaiknya mereka makan. Ada juga yang sibuk melakukan videocall dengan Yixing yang kebetulan tidak bisa hadir karena ada acara di China. Suasana restoran yang hening pun berubah menjadi ramai dengan kedatangan mereka. Bukannya berubah menjadi lebih hening saat makanan datang, suasana restoran pun malah bertambah ramai akibat ulah Baekhyun dan Chanyeol yang tidak bisa diam walau sudah ada makanan di depan mereka.

Junmyeon hanya bisa menundukkan kepalanya saat ia mengedarkan pandangannya ke penjuru restoran untuk meminta maaf kepada pengunjung lainnya karena perilaku anggota-anggotanya itu. Ia sudah mencoba untuk menyuruh mereka diam agar tidak mengganggu pengunjung lainnya, tapi seakan ucapannya hanya angin lalu, para anggotanya tetap berceloteh ria seakan mereka ada di dunianya sendiri. Pada akhirnya Junmyeon pun menyerah dan membiarkannya saja, dan memilih untuk ikut tertawa bersama karena momen seperti ini jarang terjadi. Jadwal yang terlalu padat kadang membuat mereka jarang berkomunikasi terbuka seperti saat ini.

Dua berlalu dengan sangat cepatnya. Entah sudah berapa piring sushi yang mereka habiskan selama dua jam penuh itu. Satu per satu dari mereka beranjak dari kursinya. Ada yang beralasan ingin ke toilet, ada yang beralasan ingin menghirup udara segar di malam hari, dan ada pula yang memilih untuk menunggu di mobil. Mereka hanya menyisakan Junmyeon sendirian di sana dengan tagihan yang menanti.

Dengan langkah lesunya ia berjalan ke arah kasir untuk membayar tagihan makanan mereka. Perasaannya sungguh sangat cemas saat penjaga kasir sedang menjumlah semuanya. Telinga Junmyeon mendadak berdengung tatkala penjaga kasir tersebut membacakan nominal harga yang harus ia bayar.

“Maaf, tadi anda mengatakan berapa?” tanyanya tidak yakin dengan pendengarannya beberapa saat yang lalu.

Kemudian penjaga kasir itu pun mengulang kembali ucapannya, “Total semuanya 2 juta won.”

Bagaikan tersambar petir, tubuh Junmyeon pun terasa lemas seketika. Ini pertama kalinya ia membayari makanan semua anggotanya dengan nominal menyentuh angka dua juta. Bukannya ia tidak punya uang sama sekali, tapi untuk sekali makan ia harus mengeluarkan uang sebanyak ini, rasanya itu…. berlebihan.

“Tuan?” panggil penjaga kasir itu karena Junmyeon hanya terdiam sambil mengamati deretan angka tersebut dengan pandangan kosong.

Seketika Junmyeon pun tersadar dari keterkejutannya, dan tersenyum meminta maaf ke arah penjaga kasir itu. Ia mengembuskan napasnya dalam seraya mengambil dompetnya. Nasi sudah menjadi bubur, tidak ada artinya lagi jika ia mengeluhkan sesuatu yang telah terjadi. Dengan berat hati, ia pun mengeluarkan salah satu kartu kreditnya. Ia menyerahkan kartu tersebut untuk membayar tagihannya. Oh rasanya ia ingin menangis saat ini juga karena menghabiskan hasil jerih payahnya selama seharian penuh hanya dalam satu kali makan saja.

Penjaga kasir itu pun segera mengembalikan kartu kredit kepada Junmyeon tatkala pembayaran tagihannya sudah lunas. Tidak lupa ia mengucapkan rasa terima kasihnya dan disertai untuk mampir lagi dilain waktu. Junmyeon hanya tersenyum sebagai balasannya. Lidahnya terlalu kelu untuk sekedar membalas ucapan penjaga kasir tersebut. Batinnya masih terguncang karena baru saja menghabiskan uang yang sangat banyak.

Selama perjalanan keluar restoran, Junmyeon terus memikirkan ucapan penjaga kasir tersebut. Lain waktu? Junmyeon berdiri sejenak di ambang pintu masuk restoran sambil mengamati anggotanya yang sedang bercengkerama santai di dekat mobil mereka. Sebuah ide jahil terlintas dipikirannya. Setelahnya, senyuman yang kelewat lebar pun ia tunjukkan kepada anggotanya yang belum sadar akan kehadirannya.

Ya, lain kali ia akan meminta Kyungsoo atau siapapun itu untuk mentraktirnya makan di restoran mewah saat mereka ulang tahun. Lihat saja nanti.

The End

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s