[SUHO BIRTHDAY PROJECT] Edelweiss – eL

timeline_20170606_124329

Edelweiss – eL
Suho, Taehee || Romance, Fantasy, Drama || G

Suho dan Taehee lahir di dunia Elf. Dimana semua manusia menyerupai peri, berambut panjang, kulit putih dan memiliki telinga agak panjang. Suho merupakan pangeran muda di kerajaan, sedangkan Taehee hanya seorang pelayan yg melayani Suho. Mereka saling mencintai, tetapi hubungannya ditentang oleh sang ayah”

*di ruangan ayah Suho
SH: “ayah. Saya, Pangeran Suho memohon untuk…”
Ayah: “pergi, kalau kau terus meminta hal yg tidak-tidak!”
SH: “saya telah menemukan cinta pertamaku. Mohon restui…”
Ayah: “siapkan dirimu menemui calon istrimu. Ayah telah membuat janji dengannya, ia seorang putri yg cantik dan kaya”
SH: “saya tidak bisa! Saya ingin bersama Taehee!”
Ayah: “Kalau kau menentang, kau akan kehilangan Taehee selamanya!”
SH: “ayah… kumohon”, lalu meninggalkan Suho
TH: (menangis) “Pangeran, tidak apa-apa”
SH: “aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian. Aku harus berusaha lagi!”
TH: “Suho!! Kau adalah pangeran yg kelak menjadi raja. Turuti perintah ayahmu, kumohon”
SH: “Taehee, kenapa kau..”
TH: “saya baik-baik saja, asal anda menuruti perintah raja”
SH: “aku bisa kehilanganmu kalau tidak menuruti perintah. Apa kau benar baik-baik sj?”
TH: “setelah menikahi putri, mohon.. jangan lupakan saya, janji?” (mengacungkan jari kelingking)
SH: “janji!”
*pengawal dari luar pun memanggil Suho utk menyiapkan diri. Taehee hanya tersenyum dan menangis melihat Suho dan ini adalah terakhir kalinya melihat Suho.
TH: “maafkan aku Suho…”
*Taehee berjalan menuju ruangan Ratu
TH: (memberi penghormatan)
Ratu: “baik. Apa kamu bersungguh-sungguh meninggalkannya?”
TH: “iya ratu. Dengan begitu pangeran tdk akan dalam bahaya”
Ratu: “minumlah, ini membuat seluruh kenanganmu di dunia Elf lenyap. Pergilah dari kerajaan pagi hari, pengawalku akan mengantarmu”
TH: “ya? Kemana tujuanku?”
Ratu: “bumi. Aku harap kau bisa beradaptasi disana. Pergilah tanpa ada seorang pun yg melihat”
Ratu pun memasangkan sebuah kalung berbentuk bulan sabit di leher Taehee. “jika kau benar2 dalam keadaan sulit, bantinglah kalung ini”
TH: “apa? Kenapa..”
Ratu: “kau hanya memiliki 1 kesempatan. Sekarang, cepat minum teh ini dan kembali”
TH: “baik”
Keeesokan harinya, Taehee pergi bersama pengawal ratu ke dunia baru, yaitu BUMI
– Bumi, 10 tahun kemudian –
*di halaman belakang SMA XII
(Seohyun membawa paksa Taehee)
HJ: “hari ini, aku membawa bahan-bahan utk membuat kue. Tapi, aku tidak tahu caranya membuat kue”
TH: *berbicara dalam hati “bodoh”*, sambil melihat Hyojin
HJ: “harus kuapakan bahan-bahan ini?”
SW: “bukankah hari ini ada yg sedang berulang tahun?”
SH: “benar!” (Sambil melihat Taehee)
HJ: “kalau begitu, haruskah kita membuat kuenya disini saja?”
SW & SH: *mengangguk sambil melihat Taehee*
SH: “telurnya”, Sowon mengambilkannya
HJ: “tepung!”, Seohyun mengambilkannya
SW: “air sudah siap. Apa yg kita tunggu?”
*Seohyun menjatuhkan Taehee
HJ: “Taehee, selamat ulang tahun ya! Hahahaha”
*Hyojin menaburkan tepung ke badan Taehee. Seohyun melemparkan telur dan Sowon menyiram dg air. Tanpa rasa bersalah, mereka bertiga langsung meninggalkan Taehee yg penuh dg tepung, telur dan air.
TH: *dalam hati “Tak apa, tak apa. Lagipula, tdk ada seorang pun yg membantuku”*,
*di kafe Y&M, tempat Taehee bekerja
Seorang pelanggan laki-laki masuk, menggunakan pakaian serba hitam, tinggi, berkulit putih dan menggunakan masker. Matanya berwarna biru sangat indah.
TH: “selamat datang! Mohon tulis nama anda sebelum memesan!”
Pelanggan menuliskan nama,
TH: “oh! Nama yg indah, Suho-ssi. Kalungmu juga berbentuk sabit, sama dengan milikku” (tersenyum ke Suho)
SH: “maaf?”
TH: “ahh tidak.. maafkan saya” (membungkuk)
TH: “Ameri… o, kenapa anda melihatku seperti itu?”
SH: “ah maaf, berapa totalnya?”
TH: “empat puluh tujuh ribu”, Taehee menyodorkan Americano
SH: “ini, terima kasih”
TH: (tersenyum) “semoga hari-hari anda indah, Suho-ssi!”
SH: (membalikkan badan dan tersenyum, lalu pergi) “Taehee, aku merindukanmu”
*di kelas Taehee
Guru: “baik, semuanya! Kita akan kehadiran murid baru, silakan masuk!”
*seorang cowok memasuki kelas. Wajahnya, rambutny, pandangan matanya hingga jalan berjalannya sangat indah. Ia memperkenalkan diri,* “selamat pagi! Namaku Suho!”
(murid cewek langsung teriak histeris)
SH: “aku murid baru disini. Mohon kerja samanya!” (Membungkuk)
Guru: “Suho, silahkan pilih tempat dudukmu”
(Suho memilih tempat duduk disebelah Taehee)
SH: “oh! Kita bertemu lagi!” (Melambaikan tangannya ke Taehee)
TH: “oh! Aku tdk tahu kalau kau masih sekolah”
SH: “hehehe”
*Taehee terlihat senang dg teman sebangkunya
Para murid pulang pukul 18.00. Taehee bergegas menuju ke kafe lalu Suho menghampirinya
SH: “hei.. mau pulang bersama?”
TH: “tidak, aku harus kerja. Selamat tinggal”
SH: *mengerucutkan bibirnya dan pergi pulang*
*Di perjalanan, Taehee merasa ada seseorang yg mengikutinya. Ia pikir itu adalah Suho, ternyata TIDAK. Taehee melihat ke belakang dan dilihatnya seorang laki2 tinggi, memakai baju serba hitam dan mengejar Taehee. Laki2 itu mengincarnya. Taehee berlari tanpa arah dan sampailah ke gang BUNTU. Taehee tdk bisa apa-apa dan lelaki itu menyekap dan membawa Taehee*
•• gudang, pukul 00.00
*Taehee tersadar dan membuka matanya. Remang-remang, dingin dan sunyi. Tangan dan kakinya terikat. Ia berusaha melepas tali, tetapi tdk bisa. Lalu suara langkah high heels terdengar. Seorang cewek mengampirinya*
TH: “apa yg kau mau?”
*Perempuan itu menunjukan wajahnya, itu Hyojin*
HJ: “kalung itu, bersinar sekali”
TH: “kau kesini hanya penasaran?”
HJ: (tertawa) “beraninya! Aku menyanderamu dan kau masih tdk takut?”
*Hyojin lalu merampas kalung Taehee dan membantingnya….
TH: *dalam hati, “kalungnya..”*
TH: “kenapa membawaku kesini?”
HJ: “Aku akan membunuhmu” (menyembunyikan sebilah pisau ditangannya)
*Taehee menatap mata Hyojin dengan tajam, mereka berdua sedang panas
TH: “kau tidak akan bisa membunuhku”
HJ: “aku bisa! Bahkan tanganku sudah gatal”
TH: “kalau begitu…. cobalah” (menguji Hyojin)
TH: “lihat? Kau tidak akan bisa..”
*kemarahan Hyojin meluap dan ia mengacungkan pisaunya. Kalung yg terlempar itu retak dan mulai bercahaya
HJ: “kau lihat! Pisau ini sudah dilehermu!”
*seett…. sayatan tipis telah menyayat leher Taehee. Anehnya, Taehee tdk mengeluarkan darah. Hyojin tak percaya dan marah. Kalung itu semakin bercahaya, Taehee melihat kalungnya
HJ: “tidak mungkin!! Kau harus mati sekarang!!”
*saat Hyojin siap membunuh dg pisau nya dan kalung itu makin bercahaya dan meledak menjadi kabut putih. Hyojin berhenti dan bingung kabut ini berasal. Lalu ia melihat seseorang berjalan dibalik kabut tersebut, itu Suho.
HJ: “Su.. Suho?!” (pisaunya terjatuh)
*Suho berjalan dibalik kabut putih dan mengampiri Taehee yg hampir sekarat*
SH: “Taehee! kau baik-baik saja?”
TH: (mengangguk)
SH: “ayo pergi” (lalu, Suho menggendong Taehee)
*Suho menghampiri Hyojin yg masih mematung tak paham situasi ini
SH: “lupakan malam ini! Atau kamu akan dlm bahaya!”
HJ: (mengangguk)
•••
*di kediaman Suho
Taehee membuka mata. Dilihatnya kamar yg rapi dan serba putih
SH: “sudah bangun?”
TH: “Suho… ini, Elf?”
SH: “benar! Kau sudah ingat”
TH: “kalung itu berisi memori Elf lalu kalung itu pecah dan sepertinya itulah yg membuatku teringat dengan dunia ini lagi”
SH: “begitu. ayo kita keliling istana! Dan aku ingin menunjukkan sesuatu padamu”
TH: “baiklah”
*saat keliling, mereka tak sengaja bertemu dengan ayah Suho
TH: *memberi penghormatan*
SH: “ayah!”
Raja: “bagaimana keadaanmu, nak?”
SH: “saya baik-baik saja”
Raja: “menikahlah dengan Taehee dan ayah akan menjadikanmu raja”
*Taehee terkejut sampai menutup mulut
SH: “benarkah ayah??”
Raja: *tersenyum* “iya anakku, ayah sdh tua dan waktunya kamu yg memimpin negara ini, didampingi dengan wanita yg kau cintai”
SH: *menangis terharu* “terima kasih, ayah”
TH: “terima kasih, sudah menyetujui hubungan kami”
Ayah: “aku akan merencanakan tanggalny, kalian bisa menghabiskan waktu bersama”
SH: “baik, ayah”
TH: “terima kasih”
*mereka sampai sebuah rumah kaca dekat pegunungan
SH: “kita sampai!” *Membuka mata Taehee*
TH: “waahh! Bagus sekali”
SH: “aku menanam bunga-bunga ini selama 10 tahun dan inilah hasilnya”
TH: “bunganya wangi dan warnanya bagus. Aku senang!”
SH: “aku jg ikut senang. Karena ini adlh tempat untuk meresmikan hubungan kita”
TH: (menoleh ke Suho)
SH: (menatap Taehee) “ada yg ingin kusampaikan. Pertama, terima kasih sudah bertahan hidup, di dunia yg kejam dan dingin kau tetap menjalaninya. Juga, telah hidup dg menerima apa adanya tanpa menyalahkan siapa pun”
SH: “aku ingin melindungi mu, aku bersyukur memilikimu dan kau telah membuat hidupku menjadi lebih berarti”
TH: *hanya diam terharu tak bisa berkata*
SH: *menggenggam tangan Taehee* “maukah kau menikah denganku?”
TH: *menangis dan tersenyum* “aku.. ingin menjadi pengantinmu. Terima kasih, telah menungguku”
SH: *tersenyum dan menangis bahagia* “Taehee kuu…”
TH: “aku mencintaimu”
SH: “aku mencintaimu..”
*Suho memeluk Taehee erat. Mereka akhirnya dipertemukan kembali. Terpisah 10 tahun, dengan kesabaran Suho tetap mencintai Taehee. Dan dengan ketulusan Taehee, ia bisa bertemu dg Suho kembali

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s