[SUHO BIRTHDAY PROJECT] CLIMAX TEMPTATION – YELLOWPARTNER

timeline_20170608_004738

CLIMAX TEMPTATION

SUHO X IRENE

FANTASY

PG-17

STORY BY YELLOWPARTNER

COVER BY NJXAEM

“Jika kisah kita bukan takdir lalu mengapa kita bertemu?”

“Jika kita tidak bisa menemukan orang lain, mengapa kita saling jatuh cinta?”

“Jika kita hanya tokoh untuk sebuah ikon baru kisah cinta, mengapa kita tidak bersatu?”

“Seakurat apapun anak panahku, setajam apapun penglihatanku, aku bahkan tak bisa melihat sedikit keadilan untuk kita. Bahkan Romeo dan Juliet pun bersatu pada akhirnya. Saat itulah aku sadar bahwa itu hanya dongeng yang diceritakan nenekku yang gila”

Irene

***

Jauh sebelum bumi menjadi abu-abu terjadi sebuah invasi kecil dari planet lain. Tidak ada yang menyadari itu bahkan hingga bumi kehilangan lautnya. Mereka menginvasi pelan-pelan hingga bisa mengambil alih kehidupan di bumi. Jutaan tahun yang lalu. Dimana kalender masehi hanya sebuah ide yang belum lahir. Mereka telah mengamati planet biru ini.

Sekarang adalah abad ke-35, dimana bumi adalah planet abu-abu yang mulai mati dan berada di bawah kekuasaan tirani antah berantah. Pribumi tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melawan mereka. Manusia diperlakukan bagai binatang. Dipelihara bagaikan anak kambing. Dijauhkan dari cahaya.

Tiran itu menyebut diri mereka ‘Exacta’. Tapi pribumi menyebut mereka alien sinting. Manusia teralu sibuk dengan urusannya masing-masing hingga tak menyadari bumi tempat mereka hidup sedang dikuasai pelan-pelan.

***

Diantara sedikitnya manusia yang masih bertahan dan menentang para Exacta, Irene adalah yang paling sial. Irene sial karena bertemu dengan Suho dan jatuh cinta padanya. Sebelum bertemu Suho, Irene selalu membayangkan wajah tiran itu dengan wajah kakek-kakek dengan kudis di seluruh tubuh, namun yang didapatinya adalah wajah seorang pangeran yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

Ia bertemu Suho dengan sengaja, ia juga sengaja menembakan anak panahnya pada tiran itu. Namun wajah tampan itu membuatnya berpikir bahwa Suho adalah manusia. Dengan bodohnya Irene malah mengobati luka Suho hingga lelaki itu pulih kembali. Semua orang tahu siapa itu Suho, tapi hanya sedikit yang pernah melihat wajahnya.

Suho adalah raja kaum Exacta.

Pengendali bumi yang mengambil alih lautan dan segala sumber air manusia.

Suho itu tiran, seorang Exacta, dan sama kejamnya seperti Exacta yang lain. Karena itulah Irene merasa sial.

“Melamunkan aku lagi?”

Malam itu dingin, dan Suho ada di belakangnya.

Irene mengangguk pelan. Suho sudah tahu kalau Irene jatuh cinta padanya karena ia pun jatuh cinta pada gadis secantik berlian itu. Jatuh cinta pada manusia, ironis sekali.

Suho memeluk Irene dari belakang, menyalurkan kehangatan yang tersisa.

“Ayo pergi ke tempat yang jauh, bisakah?” tanya Irene pelan.

Suho menggeleng, pergi ke tempat jauh hanya berdua dengan Irene adalah godaan paling besar. Ia sangat ingin melakukan hal itu, iangin pergi jauh dari dunia Exacta dan hidup bahagia selamanya dengan Irene. Tapi, Suho tidak bisa berkhianat. Ia hidup untuk tidak berkhianat, tidak akan pernah bisa.

“Maaf”

Permintaan maaf Suho tidak perlu penerjemah. Itu artinya selamat tinggal, perpisahan.

Irene membalikan badan dan membalas pelukan Suho, ia menangis terisak dengan sedu sedan yang menyesakan.

“Bisakah kau membawaku?”

“Tidak Irene, aku tidak bisa”

“Kenapa kau tidak pernah mengubah jawabanmu?”

“Kau selalu tahu bahwa jawabanku akan tetap sama selamanya”

Irene terisak lagi dan membenamkan wajahnya lebih dalam ke dada Suho.

“Kita harus mengakhiri ini semua, tidak ada yang bisa kita lakukan”

“Kenapa? Aku bisa jadi pengkhianat asal tetap bersamamu”

Suho menggeleng sambil mengelus rambut Irene.

“Aku berbeda sayang”

Keheningan tercipta, Irene tengah memikirkan apa yang berbeda dari Suho selain fakta bahwa ia adalah seorang Exacta.

“Aku tidak bisa menjadikanmu permaisuri seperti Kris memilih Jesica, aku tidak bisa mempertahankanmu seperti Chanyeol yang selalu menjaga Seulgi di sampingnya, dan kita juga bukan sesuatu yang dipasangkan takdir seperti Kai dan Krystal. Kita hanya dua maakhluk berbeda yang saling mencintai, kita hanya dua makhluk berbeda yang tak bisa bersama.

“Aku ingin berkhianat sekali saja, sayangnya aku bukan Exacta yang ditakdirkan untuk berkhianat sekeras apapun aku mencoba, jadi biarkanlah aku melepasmu”

Malam itu irene terisak hingga terlelap dan bangun dalam keadaan hampa.

***

Dan kesialan Irene belum berakhir hingga saat itu. Hubungannya dengan Suho telah diketahui keluarga dan teman-temannya. Karena itulah ia berada disini, di tiang pancung menjadi umpan untuk menangkap Suho sang raja Exacta. Irene tidak menangis meski tahu ia akan mati di tempat ini, mati rasanya jauh lebih baik dari pada tidak bisa melihat Suho ketika ia masih ada di hadapannya.

Dan umpan itu berhasil.

Suho datang, sendirian seperti orang bodoh menyerahkan dirinya untuk menyelamatkan Irene. Irene merutuki kebodohan lelaki berwajah tampan itu. Seharusnya ia bersikap sebagai raja yang kuat bukan lelaki patah hati seperti ini. Suho tidak melawan sedikitpun meski ia bisa saja menghancurkan segala yang ada di depannya sekarang. Tetapi janji manusia membuatnya tertipu.

Mereka akan membebaskan Irene jika Suho tidak melawan dan bersedia mati dibunuh. Suho mengiyakan permintaan itu, menutup mata dan telinga seperti orang bodoh. Padahal setelah Suho mati, mereka akan tetap membunuh Irene.

Suho berlutut menatap tiang pancung Irene, juga manik coklat bening yang kuat dan tegas. Pemanah paling cantik yang pernah ia temui. Belahan jiwanya, Irene. Mereke bertatapan seakan bertelepati.

Aku tidak pernah menyesal menatap matamu, yang paling kusesali adalah mengatakan ‘ya’ saat kau akan meninggalkanku

Irene, ada kalanya aku ingin egois dan memelukmu,

Adakalanya aku ingin mencoba dan menggenggam tangan mu

Adakalanya aku ingin hidup tanpa takut sesuatu

Aku ingin melihatmu setiap hari, rasanya jantungku hampir jatuh berkali-kali saat aku merindukanmu,

Aku ingin terus mencintaimu.

Aku ingin kembali ke masa dimana aku tak tahu namamu

Aku ingin kembali menatap bumi sebagai musuhku

Aku ingin kembali ke kehidupan sebelum aku mengenal senyum malu-malumu menghantui malamku

Sebellum semuanya jadi semenyakitkan ini

Irene, aku mencintaimu

Dengan satu tebasan pedang logam super tajam, Suho tergeletak di atas tanah dengan setetes air mata terakhir untuk gadisnya.

Irene tersenyum getir, kali ini ia tidak bisa membendung air matanya saat melihat meyat Suho yang tergeletak tak berdaya.

Di kehidupan selanjutnya, ayo kita bertemu lagi!

Ayo kita membuat kenangan baru yang indah

Tidak ada omong kosong super berat bernama kesetiaan

Hanya kita dan tida anak yang sehat dan ceria.

Pedang yang sama, tebasan yang berbeda telah menghantarkan Irene pada keheningan jiwa. Ia jatuh tersungkur ke depan dan darahnya mengalir pelan, mencari sang belahan jiwa.

FIN…….

Iklan

Satu pemikiran pada “[SUHO BIRTHDAY PROJECT] CLIMAX TEMPTATION – YELLOWPARTNER

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s