[SUHO BIRTHDAY PROJECT] CINTAKU DIULEK COBEK PECEL – KIKAY

 

timeline_20170608_005039CINTAKU DIULEK COBEK PECEL – KIKAY || COMEDY ||

“Gue pulang.”

Gue rebahkan diri di sofa. Lelah menjalani hari di kampus. Kenalkan, gue Sally mahasiswi biasa, sekian.

Baru saja mau ke alam mimpi, ada bunyi piring dari dapur. Siapa itu? Perlahan gue melangkah menuju dapur. Dan disana ada Abang gue lagi makan.

“Oh, abang? Dah pulang?”

Kenalin Abang gue, Suho Kim. Jangan protes tentang perbedaan wajah kami. Iya gue tahu dia tampan seperti malaikat sedangkan gue seperti malaikat maut. Kami kuliah di universitas yang sama tapi tak ada yang tahu kami adalah saudara. Alasan? Kepo banget.

Suho menoleh. “Yo. Mau lotek?”

Gue geleng, “Gak, tadi barusan makan. By the way, tumben makan lotek. Katanya anti makanan rakjel?”

Iya, abang gue ini. Anti pake banget makanan rakjel alias rakyat jelata. Padahal apa salahnya makanan mereka? Tak semua makanan mereka kotor kok.

Suho tersipu. “Tadi, ada yang kasih. Cantik lagi.”

“Oh, siapa Bang?”

“Airin.”

Dan seketika gue membeku. Airin, adalah sahabat gue di kampus. Orang tuanya berjualan lotek di depan kampus, dan loteknya enak. Tapi ga sangka.

“Lah, Bang. Airin kan sobat gue.”

Gue nepuk jidat, “Duh, Bang. Airin itu sahabat gue. Masa ga ingat?”

Lalu Suho tiba-tiba memegang tangan gue, “Sally! Kenalin dia ke gue. Gue rasa gue fallin’ in love at first sigh.”

Oh, plis. Memangnya ini ftv?

“Hah?” Gue melongo. “Fallin’ in love? Bang, lo pikir ini ftv? Mana ada jatuh cinta karena lotek.”

Suho menepuk dadanya, “Gue! Gue jatuh cinta pada lotek Airin! Pokoknya lo harus kenalin gue ke dia! Titik.”

“Ga.” Tolak gue langsung.

Enak aja ngenalin Airin ke dia. Dia, si Suho Kim ini. Playboy kampus! Coba hitung berapa cewek yang dia kencani. Kali ada hampir satu universitas, cewek yang dia kencani. Ngenalin Airin? Ga. Ga boleh.

Suho mengerang, “Yaah, kok lo gitu sih? Airin kan temen lu, bantu ya? Ya? Ya?” Katanya sambil memohon.

“Ga. Sekali ga. Tetep ga.” Gue tetap berdiri pada keputusan gue.

Lihat gue nolek Suho marah, “Baik! Tanpa bantuan lo pun gua bisa dapatin Airin!”

Gue tersenyum miring, pede sekali dia. “Gue tunggu. Jangan aja gua liat besok lo nangis meraung-raung ditolak Airin.”

“Siapa takut!” Katanya angkuh.

Okay, kita lihat aja besok bakal seperti apa.
——————————————
Esoknya, sepulang gue kuliah. Gue mendengar suara tangisan Suho dari arah dapur. Gue berlari terburu-buru takut terjadi sesuatu padanya.

“Kenapa Bang! Kenapa!?” Tanya gue panik.

Saat lihat gue datang, Suho langsung berlari meluk gue. “Saaalllyyy.. Gue.. Ditolak.. Huwaaa..”

Kaan? Gue tepuk punggungnya pelan. “Tuh kan, apa gue bilang. Trus dia bilang apa?”

Suho sesenggukan, sambil hisap ingusnya. Pasti punggung gue sekarang udah penuh dengan slimenya.

“Bukan, bukan Airin yang nolak. Tapi Bapaknya. Katanya gue harus bisa buat lotek biar bisa macarin Airin.” Kata Suho.

“Hah? Bapaknya?” Gue lepas pelukan Suho. “Jangan bilang lo nyamperin Airin ke tempat jualannya?”

Suho mengangguk. Gue tepuk jidat. Aduh, ini Abang kok bego banget? Dah tau Bapaknya Airin galak tingkat dewa malah disamperin.

Tiba-tiba, terbesit ide di otak Suho. Lalu ia mencengkram kedua bahu gue. “Sally! Kali ini gue mohon dengan sangat. Bantu gue untuk dapatin Airin. Eh bukan. Ajarin gue cara bikin lotek!”

Gue melongo, “Bikin lotek? Mana bisa. Lo mau minta ajarin, minta sama Airin sono. Jangan sama gue.” Yakali ama gue minta ajarin, masak nasi aja ga becus.

“Ya makanya! Lo modus sama Airin minta ajarin buat lotek. Nanti lo salurkan ke gue. Pliss.” Suho memohon.

Gue pandang dia, lalu terlintas sebuah ide cemerlang. “Oke, gue bantu. Tapi, ada syaratnya.” Ini nih, dampak jadi anak ekonomi. Lo bakal jadi perhitungan.

“Gue bakal kabulin permintaan lo. Apapun.” Kata Suho mantap.

Mata gue berbinar. “Apapun?” Dan dijawab Suho dengan anggukan.

Yees! Gue langsung merogoh tas gue dan mengeluarkan gulungan kertas panjang yang sudah tertulis rapi.

“Oke, kalo gitu. Belikan gue ls EXO, tiket mubank, album for life dengan pc JUNMYEON. Harus dia, titik. Trus, belikan gue handcream Junmyeon, Nature Republiknya Junmyeon dan-“

Belum selesai gue ngomong dia motong, “Tunggu, tunggu, banyak banget woy! Lagian, kenapa sih harus punya siapa tuh? Jun, Junmyun?”

“Junmyeon! Jangan ubah nama suami gua seenaknya!” Enak aja mama suami tercinta Junmyeon. Diubah-ubah seenaknya.

Gue tatap dia sambil menyilangkan tangan di dada, “Mau dibantu ga? Kalo ga mau, yaudah.” Gue berlagak ga perduli, padahal dalam hati berharap.

Suho terdiam, berpikir apakah ini jalan yang benar atau tidak, tapi dia tak ada pilihan lain kan? “O-Okay! Okay! Gue beliin itu semua. Tapi, janji. Lo harus bantu gue bikin lotek! Sampai gue diterima sama Bapaknya Airin.” Kata Suho berapi-api.

“Siap.” Jawab gue sambil nge wink manja.

Jadilah, rencana untuk mendapatkan hati Bapak- eh salah, hati Airin dimulai. Dengan berat hati gue berbohong pada Airin, mau belajar membuat lotek sepertinya. Namun, karena kepolosannya yang kebangetan Airin percaya saja. Sebuah keuntungan juga sih buat gue itu membantu melancarkan rencana gue dengan Suho.

Akhirnya, ls EXO, tiket Mubank, Junmyeon ku. Gue jingkrak-jingkrak kesenangan.

“Kenapa Sal?”

Gue kaget. Baru sadar sekarang gue masih di rumah Airin, belajar bikin lotek. Gue nyengir, “Eh, nggak. Gue cuma seneng aja akhirnya bisa belajar bikin lotek yang enak.”

Airin tersenyum, “Ooh. Tapi, aku kagum sama kamu yang cepat belajar. Tapi, tumben kamu mau belajar bikin lotek.”

Mampus, jawab apa gue? Emang dasar nih otak-otak penjahat, dengan lancarnya gue berbohong, “Ah, ya itu. Ya gue pikir buat persiapan gue nanti nikah. Biar bisa bikinin buat suami gitu lotek dengan penuh cinta ala Sally.”

Airin hanya tertawa. Lalu diikuti gue yang ikutan ketawa.
————————————–
Hari yang dinantikan pun tiba.

Setelah beberapa hari belajar membuat lotek, akhirnya Suho bisa membuatnya sendiri. Dan hari ini, kami berdua sudah di rumah Airin untuk melamar- eh maksud gua meminta persetujuan Bapaknya Airin.

Kami berdua sekarang sedang berhadapan dengan Bapaknya dan Airin, lalu di tengah-tengah kami ada sepiring lotek buatan Abang gue aka Suho Kim. Tapi, ntah kenapa ini kok atmosfernya berat banget atau cuma perasaan gue aja? Berasa sidang skripsi kaya gini.

Bapak Airin, Sooman berdehem. “Jadi, ini lotek buatanmu?” Tanyanya.

Suho mengangguk mantap, “Benar Pa- eh, maksud saya Om. Lotek ini adalah lotek spesial buatan saya dengan bumbu spesial pula.”

“Apa bumbu spesialnya?”

Suho tersenyum, kok perasaan gue ga enak? Lalu ia menjawab, “Bumbu spesialnya adalah, bumbu cinta dan serpihan emas batangan murni di atasnya. Jika Oom meneliti lagi, maka akan terlihat kilauan emasnya.”

Gue menepuk jidat. Kan?! Apa gue bilang! Nih anak perasaan ga ada benernya. Demi apa gue punya Abang kaya dia. Kalau kaya gini mah, dia ga bakal diteri-

“Kamu saya terima!”

Hah? Apa tadi?

“Kamu saya terima. Kamu boleh memacari anak saya.” Kata Sooman mantap, sambil menjabat kedua tangan Suho.

Gue lihat Suho, dan tampangnya sekarag seperti orang yang menang undian umroh ke tanah suci. “Beneran Oom? Demi apa?”

Dan Sooman mengangguk mantap. “Benar nak. Saya izinkan kamu mendekati Airin. Saya harap kamu dapat menjaga Airin dengan baik.”

Suho begitu bahagia, begitu juga gue. Lalu saat gue lihat Airin, tampaknya ia juga senang. Wajahnya tersipu malu. Akhirnya, dengan begini gua bisa nonton Mubank dan dapatin ls EXO.

Namun, ditengah-tengah kebahagiaan kami, Sooman menyela. “Tapi, kamu harus bekerja disini. Saya tertarik dengan inovasi kamu memberikan serpihan emas itu. Kamu akan jadi aset kami.” Katanya sambil memeluk Suho.

Suho merinding. Dia hanya ingin berpacaran dengan Airin, bukan jadi pekerja pecel juga. Suho menatap gue dengan tatapan minta tolong. Maafin gue bang. Kali ini gua ga bisa bantu lo dulu, karena EXO lebih penting. Gue pun kabur sambil membawa tiket beserta ls EXO beserta lainnya.

“Saallyy!! Tolongin guee!” Teriak Suho.

“Maafin gue bang! Tapi Junmyeon lebih penting! Bye!” Gue pun berlari sekencang-kencangnya.

-END-

Iklan

Satu pemikiran pada “[SUHO BIRTHDAY PROJECT] CINTAKU DIULEK COBEK PECEL – KIKAY

  1. GILAK GILAK GILAK NGAKAK GILAK!!!!!! XD
    ADUH, AKU LAMA GAK BACA FF GILAK MACAM GINIIIIIII
    gak bisa bayangin muka pangeran macam Suho jualan pecel, ngulek, mbungkusin, ngaretin dkk, XD
    endingnya tak terduga. warbyazah!!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s