[SUHO BIRTHDAY PROJECT] Can We Start Again? – Im-Hanwool

timeline_20170604_202617

Can We Start Again? – Im-Hanwool (Najiyyatul Fithriyyah]

SUHO & OC || Romance || 14+

~~~

“Naya?’

“Su..ho?”

Sapaan singkat itu membuatku memutar kembali memori dalam otakku. Memaksaku untuk merasakan sakit itu lagi. Sakit hati, pikiran, dan membuatku ingin sekali menumpahkan air mata.

Lelaki itu meninggalkanku tanpa ucapan selamat tinggal, memainkan hatiku, dan menduakanku. Namun, kini ia kembali di hadapanku dengan menampilkan senyum polosnya. Senyum tanpa ada rasa salah didalamnya.

“Bagaimana kabarmu?”

‘Sialnya aku tidak baik-baik saja. Aku sangat ingin membunuhmu.’ Kalimat itu yang harusnya keluar. Namun, aku memilih menjawabnya dengan senyumanku.

“Sangat baik-baik saja. Bagaimana denganmu?”

“Oh, tentu saja baik. Lama tidak berjumpa.”

Naya mengangguk, “ya, sudah lama kita tidak bertemu setelah kejadian dulu.” Aku sedikit menyindirnya. Biarkan saja, lagipula, dia menanggapi dengan senyumnya lagi.

“Oh, selamat bekerja disini dan kudengar kau Manager bagian Penjualan ‘kan? Aku CEO perusahaan tempatmu bekerja. Mohon kerja samanya.” Suho tersenyum dengan mengulurkan tangannya. Tanpa menunggu, aku membalas uluran tangannya. Aku sangat ingin pembicaraan kita selesai dan kita tidak akan bertemu lagi.

Namun, sepertinya aku akan bertemu dengannya lagi. Here trouble comes again.

***

Naya berulang kali mengecek jam ditangannya. Ia sudah menunggu bus terakhir selama 21 menit lebih 3 detik. Ia sangat teliti tentang hal itu.

“Huuh..” ia mendesah pelan untuk kesekian kalinya dan akhirnya memilih untuk duduk di kursi halte dengan memainkan kakinya.

“Tidak pulang?” Seseorang dengan balutan jas di badannya ikut duduk disamping Naya yang membuat wanita itu menggeser tempatnya.

“Oh, bus ‘ku belum datang. Kau sendiri tidak pulang?”

“Ya.”

“Kenapa?”

Suho menunduk, menatap matanya yang saling bertautan dan memainkannya, “aku.. menunggumu.”

Naya yang mendengar kalimat itu keluar dari mulut Suho merasa tidak percaya. Oh my god. Seorang Suho menunggu Naya yang notabenenya adalah mantan kekasihnya setelah 2 tahun mereka menjadi sepasang kekasih. Dan itu terhitung 4 tahun yang lalu.

Naya tersenyum remeh, “Untuk apa ‘kau menungguku? Tidak ada untungnya, bukan?”

Suho mendongakkan kepalanya, ia menatap sendu kearah Naya yang ia yakini dia sangat jarang menunjukkan ekspresinya seperti ini.

“Untuk minta maaf kepadamu atas kesalahanku 5 tahun yang lalu dan tahun-tahun sebelumnya. Ah, mungkin tahun-tahun setelahnya juga.”

Naya merasa tersentuh. Sungguh ia merasa gampangan. Diberi kalimat seperti itu saja ia sudah luluh. Kemana pertahanan yang ia buat selama ini?

“Aku sudah memaafkannya. Tenang saja.” Naya menoleh kearah kanan. Bus dengan nomor 554 dengan tujuan ke rumahnya datang. Ia dengan segera masuk kedalam bus. Namun, sayang tangannya ditahan oleh Suho dan ia gagal melepaskannya. Mengingat tenaga lelaki lebih besar daripada wanita.

“Tolong dengarkan aku.” Suho mengatakannya dengan penuh harap dan terdapat raut menyesal di matanya.

“Tidak ada yang perlu aku dengar lagi, Suho. Tolong, lepaskan.” Bukannya melepaskan, Suho malah mengeratkan tangannya.

“Tidak. Aku tidak akan membiarkanmu salah paham lebih lama lagi. Tolong, beri aku kesempatan. Ya?”

Naya berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk.

“Baiklah. Ini kesempatan terakhirmu.”

Kalimat Naya membuat Suho menyunggingkan senyumnya. Ia merasa sedikit lega. Ia hanya perlu menjelaskan kesalah-pahaman Naya selama ini.

***

“Aku selama ini mencarimu. Apa kau tahu itu?” Suho membuka percakapan saat mereka tiba disebuah cafe yang buka 24 jam

“Tidak usah berbelit-belit. Katakan point-nya.” Ucap Naya dingin. Ia bukan tipe orang yang suka mengulur waktu.

Suho berdehem sebentar setelah meminum kopinya. Ia ingat, dulu Naya tidak sedingin ini. Walaupun Suho tahu Naya bukan tipe orang yang suka menunggu dan suka mengulur waktu.

“Oke, disaat kau mengatakan aku selingkuh, kau tidak sepenuhnya salah. Memang saat aku bersamanya bisa dikatakan selingkuh. Tapi, itu hanya yang orang lain lihat. Kenyataannya tidak. Aku jalan dengannya dan aku menemaninya saat malam. Tapi sungguh. Aku tidak melakukan apapun malam itu.

Dia adalah anak dari teman ibuku. Dia baru saja datang dari Kanada. Sejujurnya, ibuku melarang untuk menemaninya malam itu. Karena ibuku tahu aku memiliki kekasih.

Tapi, teman ibuku memaksaku untuk menjaganya. Entah apa rencananya dan keluargaku tidak bisa menolak. Karena dulu perusahaan kita dibantu oleh perusahaan teman ibuku itu.

Jadi, yang aku katakan disini, kau salah paham. Aku tidak selingkuh dan aku tidak tidur dengan wanita lain. Sampai saat ini perasaanku masih sama.

Aku menyukaimu dan lebih mencintaimu lagi.”

Naya membelalakkan matanya. Jadi, selama ini ia salah. Salah karena lebih percaya orang lain yang mengatakan bahwa Suho selingkuh daripada Suho yang saat itu menjadi kekasihnya.

“Apa ‘kau mau memulai lagi dari awal?” Suho menggenggam tangan kanan Naya yang ada diatas meja dengan lembut dan memberikan wanita itu tatapan memohon yang sangat jujur. Membuat Naya tidak bisa untuk mengatakan tidak.

“Kalau ‘kau melepaskan genggamanku, aku anggap ‘kau menolakku dan aku akan menerimanya. Tetapi, kalau ‘kau setuju, peluklah aku.” Ucap Suho karena Naya ‘tak kunjung menjawabnya dan sialnya pikiran wanita itu susah ditebak.

Naya menatap kearah Suho dengan dalam. Ia masih takut. Tapi ia juga tidak boleh egois. Suho berhak mendapat kesempatannya. Karena jujur, Naya tidak bisa berhenti memikirkan Suho walaupun mereka sudah berpisah 4 tahun lamanya.

Naya menggumpalkan tangan kirinya, memberi semangat pada dirinya. Kemudian ia melepas tangannya yang digenggam oleh Suho. Lelaki itu tersenyum miris dengan tatapan kecewa, “sudah kuduga, ‘kau menolakku.”

Namun, Naya berdiri kemudian mendekati Suho dan memeluk lelaki itu dari samping. “Jawabanku, Ya.”

“Mari kita mulai semuanya dari awal.” Lanjut Naya.

Senyum Suho merekah. Ia berdiri kemudian membalas pelukan wanita yang sangat ia sukai dan cintai. Wanitanya, telah kembali pada dirinya.

Ia sangat bersyukur, tuhan berpihak pada dirinya.

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s