[SUHO BIRTHDAY PROJECT] Pertemuan Kembali – aerinim

[SUHO BIRTHDAY PROJECT] Pertemuan Kembali – aerinim

Kim Junmyeon (Suho) & Jung Yumi (OC) | Hurt | PG

*

“Yumi?”

Sial. Dia menyadari keberadaanku.

“Jung Yumi?”

Mau tidak mau aku menoleh. Aku melihat sesosok pria yang lebih tinggi dariku, berpakaian sangat modis dan rapi, juga tercium wangi khas dirinya yang sama seperti dulu.

“Sudah lama sekali,” kata Junmyeon sambil tersenyum. Ya Tuhan, dulu aku sangat tergila-gila dengan senyuman itu.

“Iya,” jawabku sambil juga tersenyum. Kemudian kami terdiam dan rasanya sangat canggung. Beruntung pusat perbelanjaan ini ramai sehingga suasana tidak benar-benar hening.

Aku tidak pernah mengira hal ini akan terjadi, bertemu dengan mantan pacar setelah tiga tahun lamanya tidak bertemu. Terlebih lagi, dulu kami bersama selama hampir tujuh tahun dan sekarang semuanya sudah sangat berbeda. Dulu Junmyeon meninggalkanku karena ia harus pindah ke Perancis karena pekerjaan. Ia mengatakan bahwa ia tidak mau membuatku menunggu lama.

Sebenarnya aku tidak ada masalah dengan menjalin hubungan jarak jauh. Namun karena ia sangat keras kepala, dengan berat hati aku pun setuju. Tiga bulan kemudian, aku mengetahui dirinya memacari seorang perempuan dari kantornya. Aku tidak bisa melakukan apa-apa meski aku merasa sangat hancur saat itu. Aku hanya bisa menangis dan menanggung semuanya sendirian.

“Mau makan bersama?” tanya Junmyeon.

“Uh, maaf, tapi aku-“

“Eomma!”

Aku menoleh dan Junmyeon juga melihat ke sumber suara. Aku tersenyum saat melihat gadis kecil berlari kearahku. “Kau bersenang-senang?” tanyaku kepadanya. Ia hanya mengangguk dengan semangat. Kemudian temannya memanggil dari kejauhan sehingga ia berlari menghampiri temannya.

“Oh… kau sudah menikah?” tanya Junmyeon sambil melihat ke tanganku, mencari apakah ada cincin menghiasi jari manisku atau tidak. Walaupun sebenarnya itu tidak perlu karena ia tidak akan menemukan cincin apa pun di jariku.

Aku tertawa kecil. “Tidak, tidak.”

Junmyeon menatapku dengan bingung. “Lalu, siapa anak tadi? Bukankah ia memanggilmu eomma?” tanyanya. Ia terdiam sebentar setelah menyadari sesuatu. “Atau kau…”

“Ya, apa yang kau pikirkan itu benar,” kataku. Aku menatapnya sambil tersenyum lirih. “Lebih tepatnya, anak cantik itu milikmu.”

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s