[SUHO BIRTHDAY PROJECT] My Beloved Mum- En-Vy Darkness

[SUHO BIRTHDAY PROJECT] My Beloved Mum- En-Vy Darkness

Title : [SUHO BIRTHDAY PROJECT] My Beloved Mum- En-Vy Darkness

Suho fanfictions

Genre Family, General

Rating : K

Main Cast : Kim Junmyeon (Exo-Suho), Kim Jeonsa (Child-Oc), Kim Jaerim (Wife-Oc)

Lenght: 1k+

Age

Junmyeon (27)

Jaerim ( 25)

Jeonsa (07)

. Don’t like, Don’t read. Don’t bash, OOC, OTP

Disclaimer : Exo belongs only SM Entertaiment, Cast only belongs to God and Family, but this story is mine from mine to mine and the others.

Bye. Wish you enjoy with my story.

 

 

Seoul-Gangnam

27 November 20XX

Banyak orang orang berdatangan ke mansion Kim memakai baju serba hitam,

Junmyeon pun hanya tersenyum menatap Istri cantik nya tertidur lelap dengan senyuman yang tetap terhias di wajah nya.

Tertidur untuk selamanya dan Junmyeon sudah siap akan itu.

Penderitaan Istri nya telah berakhir, Kanker itu sudah lenyap dengan Senyuman nya.

Bagi Junmyeon sudah cukup, ya.. Sudah cukup bertahan menjadi teman nya selama 24 tahun, kekasih nya selama 12 tahun, istri nya selama 8 tahun, melawan penyakit nya dan memberinya Putri yang manis.

Bagi orang banyak mereka menikah sangat muda di usia 19 tahun, Dan Junmyeon tidak menyesal akan itu.

Junmyeon tidak menyesal dengan ceramah istri nya tentang diri nya, yang mungkin akan ia rindukan.

Di hati Junmyeon ia ingin marah,menangis dan protes kepada Tuhan, mengapa mengambil Istri nya secepat ini.

Tapi ia mengerti bahwa tuhan tidak ingin Jaerim- nya lebih lama menahan sakit.

Tugas istri nya sudah selesai dan ia harus berjuang untuk merawat anak cantik nya Kim Jeonsa.

Lamunan Junmyeon pun berakhir ketika ada yang menarik celana nya.

Dan disitu Putri cantik nya berada, memandang nanar mama nya.

Junmyeon pun menggendong putri nya.

“Hei, kenapa? Jangan bersedih sayang” Ucap Junmyeon.

“Mama, Cantik” ucap Jeonsa.

“Tentu saja” Kata Junmyeon.

“Tapi sayang mama tidur” Lanjut nya.

Junmyeon pun menghela nafas sambil mencoba tegar, putri nya memang memiliki kecerdasan di atas rata rata usia nya.

“Ya mama tidur” Jawab Junmyeon.

“Dan mama tidak bisa bangun lagi kan?, papa” ucap Jeonsa entah memberi pernyataan atau pertanyaan.

Junmyeon memilih membawa anak nya ke belakang lapangan megah mansion ini dan duduk di bangku favorit keluarga kecil mereka berkumpul.

“Ya, mama tidak bisa bangun lagi” jawab Junmyeon.

“Kenapa?” Tanya nya lagi.

“Jeonsa, mengerti? mama memiliki penyakit?” Tanya Junmyeon.

Tentu saja , ia menemani mama nya bersama papa nya pergi ke rumah sakit berkali kali.

Ia pun mengangguk menandakan ia mengetahui mama nya sakit.

“Mama sudah sembuh dari penyakit nya, tetapi mama harus tidur, ia sudah dipanggil oleh tuhan, Jeonsa sayang” jawab Junmyeon sambil menahan tangis.

“Kenapa papa tidak menangis?” Tanya Jeonsa.

“Papa ingin, tetapi tidak bisa, penyakit mama mu sudah tidak ada, mama mu tertidur dengan senyuman, mama mu bahagia hingga ia tidur? Untuk apa papa menangis hm?” ucap Junmyeon.

“Ya, Sa-ie juga senang mama tertidur” Kata Jeonsa-ie.

“Kenapa?” Tanya Junmyeon bingung.

“Sa-ie senang, mama tidak harus berpura pura sehat di depan sa-ie sedangkan dibelakang mama selalu mimisan, Sa-ie senang mama tidak harus menjalani banyak pengobatan demi Sa-ie dan papa karena Sa-ie tau, itu menyakitkan” Ucap Jeonsa.

Sungguh Junmyeon ingin menangis, dengan kepolosan yang anak nya miliki, anak nya juga bijak.

“Kita akan bersama kan papa?, papa tidak akan tidur kan? Kumohon cukup mama, walaupun Tuhan menyayangi papa, tetap bersama Sa-ie ya” Ucap Jeonsa.

“Ya sayang, papa akan bersama mu” Junmyeon pun tidak dapat menahan nya lagi, memeluk anak nya dan menangis.

Ia rasa ia akan bertahan dengan gadis mungil kesayangan nya sebelum pergi menghampiri istri nya.

.

.

.

Di belakang pohon mereka duduk terlihat seorang perempuan cantik.

“Maafkan mama sayang, dan selamat tinggal Junmyeon”

Jeonsa pun melihat nya dan tersenyum. Ia memang dapat melihat hal hal magis dari kecil.

“Ya, aku memaafkan mu ma” Ucap Jeonsa pelan.

Ucapan kelewat pelan tetapi di dengar perempuan itu.

Sejenak ia terkejut tetapi kembali tersenyum.

“Jaga Papa mu” Ucap perempuan itu.

“Pasti” jawab Jeonsa mantap kemudian tersenyum

Dengan senyuman perempuan itu pun hilang oleh udara di sekitar nya.

Meninggalkan ke dua permata nya dengan senyuman.

Rest in peace

Kim Jaerim

27 May 20xx- 27 Nov 20xx

Our beloved Mom, Wife, Child, Friend.

God bless you

————————————————————End—————————————–

Homina homina bagaimana ff absurd saya. Jangan lupa review ya

Selamat ultah ya Suhooooo oppa. Hehehe semoga makin banyak bakar dollar nya dan giles iphone nya.

25.Mei.2017

En-Vy Darkness

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s