[SUHO BIRTHDAY PROJECT] Life is Unfair! – Calysta.a

[SUHO BIRTHDAY PROJECT]
-Life is Unfair! || Calysta.a
Suho×Ahn Hyerim(OC)||Angst, Romance||PG-13

-Aku lebih baik mati hari ini, daripada terus hidup dalam “Kematian”.-
(Snow White and the huntsman)

~o0o~

Ahn Hyerim, gadis yang berasal dari golongan atas Korea Selatan. Ayahnya seorang direktur di sebuah Perusahaan terkenal, Walaupun ia sering memakai barang barang Mahal, Hidupnya tidak sebaik yang kalian pikirkan.
Ayahnya terlalu sibuk bekerja,
Teman-temannya? Hyerim hanya mempunyai satu sahabat yaitu Kim Junmyeon atau yang kerap disapa Suho.
Teman-temannya yang lain menganggap dia Adalah anak Haram, dari kecil ia hidup tanpa seorang ibu yang entah kemana.
jangan dilupakan, ia juga mempunyai penyakit kanker otak yang menyebabkan dirinya selalu berteman dengan obat obatan.
.
.
Braakk

“YAK! AHN Hyerim!? Kau membuat ulah lagi disekolah!?”

Hyerim yang ingin Meminum obatnya terkaget dan langsung menengok ke arah sumber suara, ayahnya. Ayahnya yang sedang menggebrak pintu kamarnya.

“Waeyo? Appa ingin memarahiku lagi?” tanya hyerim acuh, kepada ayah kandungnya itu.

“Ahn Hyerim! Perlu berapa kali lagi appa memberi tahumu? Jangan mempermalukan appa!”Ucap ayah hyerim sambil membulatkan matanya, dan menunjukkan surat permberitahuan sekolah pada hyerim.

“Kau tahu? SeokRa mengataiku bahwa aku anak HARAM!”
Jawab hyerim.

“Hufft” ayah hyerim hanya berdesis pelan, ia mengangap bahwa putrinya itu tidak ada gunanya.

Perlahan ayah hyerim meninggalkan kamar hyerim, meninggalkan anaknya yang sedang menangis.
*
*
Tap..tap..tap..

Hyerim melangkahkan kakinya di lorong sekolah, melihat pemandangan seperti biasa.
Hatinya sudah tidak terlalu sesak saat melihat teman-temannya tidak memperdulikannya, atau bahkan melihatnya sinis.
Tapi sekarang ia menangis, ia masih memikirkan kemarahan appa nya semalam.

“Annyeong”Sapa Suho ramah dan tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari orang yang disapa nya itu.

“Yayaya, kenapa kau tidak menjawabku sih?” tanya suho lagi, sembari menyamakan langkahnya pada hyerim yang sudah beberapa langkah di depannya.

“Kau menangis?” tanya suho saat menyadari mata hyerim memerah.

Perlahan suho memegang dagu hyerim, menangkup kedua pipinya. Dan perlahan menghapus air matanya.

“Ceritalah padaku~” tawar suho lembut. Dan mulai memeluk hyerim agar dia tenang.

-Hyerim Flashback ON-
Byuurr

“Haha, rasakan jus itu ahn hyerim”
Ucap seokra tersenyum evil setelah menyiram hyerim dengan segelas jus jeruk.

“YAK! Jung Seokra!? Mau sampai kapan kau membenci-ku!?”
Ucap hyerim lalu berdiri dari posisi duduknya.

“Sampai kau…Sudah tidak menjadi ANAK HARAM!” Ucap Seokra dan berteriak di akhir kalimat.

“CUKUP MENYEBUTKU ANAK HAR-”
Ucapan hyerim terputus karena Seokra menampar hyerim.

PRAAK

“Jangan macam-macam dengan aku!” ucap Seokra dengan muka kesalnya.

Dan..

“Ada apa ribut-ribut? Seokra..hyerim..ikut saya keruangan kepala sekolah” Ucap kepala sekolah menyuruh hyerim dan Seokra keruangannya.

Hyerim Flashback Off.

“Hikss, Aku sudah tidak sanggup Suho-ah..” Ucap hyerim mengeratkan pelukan mereka (suho-hyerim)

“Sstt, Uljima..Aku Akan selalu berada di sisi-mu..” Balas suho menenangkan hyerim.

“gomawo, telah menjadi sahabat terbaikku..” ucap hyerim melepaska pelukan mereka.

Tiba-tiba

“ARRGHH”
Secara tiba tiba kepala hyerim terasa sangat sakit, Dengan Reflek Hyerim langsung Memegang Kepalanya.
Terasa sakit, sangat sakit.
Hyerim tidak merasakan apa-apa sekarang dan semuanya menjadi gelap.


“Suho-ah, Aku dimana?” Ucap Hyerim menyadari bahwa ia sudah tidak ditempat sebelumnya.

“Kau di UKS, bagaimana? Masih Sakit?” tanya suho lembut.

“Sedikit,eung..bisakah kau mengambilkan obatku? Di tasku..”
Ucap hyerim menunjuk tas nya.

“Nih..”Ucap Suho Menyodorkan obat hyerim.

“Mm, aku pulang dulu..” ucap hyerim segera merapikan tas dan buku-bukunya.

“Aku Akan mengantar-mu..”Tawar suho.

“Tidak usah” jawab hyerim singkat dan langsung meninggalkan UKS itu.
*
*
“Ahn Hyerim!” Panggil ayah hyerim kepada hyerim yang posisinya sekarang sedang menaiki tangga.

Langkah hyerim terhenti tiba-tiba dan langsung menoleh ke arah ayahnya.
Hyerim tau apa selanjutnya.

“Apa lagi ini? Nilai-Mu turun hah!?”
Tanya ayah hyerim agak keras, membuat tubuh hyerim mau tak mau menghadap ke ayahnya.

“Baru saja kemarin kau memarahi-ku, Penyakitku semakin parah..Waktuku untuk belajar selalu kalah dengan waktuku meminum obat.”
Jawab hyerim santai dan melanjutkan langkahnya yang tadi terhenti.

“YAK! BERHENTI MENGELUH DENGAN PENYAKITMU ANAK TIDAK BERGUNA!” Teriak ayah hyerim.

DEG
Baru pertama kali ayahnya berbicara seperti itu, hatinya terasa tersayat sayat sekarang.

“Aku..Tidak Berguna? Haha..Terima Kasih Telah menganggap ku sebagai anak selama ini..” Jawab Hyerim tersenyum sembari meneteskan air mata. Tidak perduli apa yang diteriakan ayahnya, ia sekarang lari dengan berurai air mata.
*
*
“Suho-ah, Bisakah kau kesini?”
“…..”
“Hikss..Nde..Aku menunggu-mu”

Paling tidak Seperti itu kah percakapan singkat via telefon antara Suho Dan Hyerim.
Sekarang..Hyerim terduduk di salah satu bangku di samping Sungai Han.
Tidak Menunggu lama, Suho sekarang sudah duduk disampingnya.

“Apa yang dilakukan appa-mu?” Tanya Suho yang sudah mengerti akan untuk apa ia dipanggil kesini.

“Appa..ia memarahi-ku, dan menyebutku tidak berguna..Hikss..”
Jawab Hyerim sambil menangis dan tubuhnya pun langsung masuk ke pelukan lelaki disampingnya (Suho)

“Mm, Hyerim-ah..Dengar kata-kataku.. Kau tidak boleh menyerah arraseo?” ucap suho menenangkan seraya mengelus puncak kepala hyerim.

“Aku..Tid- Uhukk..uhukk.”
Jawab hyerim terpotong karena tiba tiba dadanya terasa sesak, lalu ia terbatuk batuk.

“Gwenchana?”tanya suho panik.

“Ne, gwen..chana” jawab hyerim.

Perlahan tubuh lemas hyerim beranjak dari duduknya, mendekati sungai didepannya itu.

“Y-ya..Ahn Hyerim? Apa yang ingin kau lakukan eoh!?” tanya suho sangat panik, dan tersadar bahwa 2 langkah lagi hyerim akan jatuh ke sungai itu.

“Hikss, tidak ada yg Menyayangi-ku..semua orang menganggapku benalu..”Ucap Hyerim Sembari Melangkah-kan kakinya yang makin mendekati sungai.

“Kau tidak sadar hyerim, aku menyayangi-mu..Aku tidak seperti orang lain!”Ucap suho mulai mendekat ke arah hyerim.

“Mianhae suho-ah, kau harus melihat ini..” tubuh mungil Ahn Hyerim Akan Tenggelam di sungai itu.

“KuMohon jangan!”Teriak suho seraya memegang tangan hyerim, dan langsung mendapatkan dorongan keras dari sosok gadis didepannya itu.

“Aku sudah tidak sanggup, aku akan mengakhiri semua ini..”
Tak sadar, buliran air mata sudah membasahi pipi hyerim.

“AKU MENCINTAI-MU AHN HYERIM! KUMOHON JANGAN PERGI..”
Teriak suho, ia sekarang berusaha menahan hyerim. Tapi apa daya..ia masih terduduk di tanah.

“Nado suho-ah, mianhae”
Lirih hyerim, dan sesaat sesudah itu.

Byaarr

Tubuh hyerim sudah tidak bernyawa di dalam sungai itu.
.
.
Suho perlahan mendekati tubuh gadis yang sudah ditutupi kain putih, tubuhnya sudah tidak bernyawa.
Tetapi masih terukir senyuman di bibirnya.

“Saranghae ahn hyerim..Hikss..Saranghae..mianhae..”
ucap suho disertai isakan tangis.

“Kuharap kau kembali hyerim-ah”

Semenjak itu, suho menjadi orang yang dingin dan tertutup.
Dan ayah hyerim..ia baru tersadar bahwa hyerim sangat penting di hidupnya. Dan setelah hyerim tiada, ayah hyerim menjadi depresi dan harus di rumah sakit jiwa.

END

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s