[SUHO BIRTHDAY PROJECT] Let Me Go

[SUHO BIRTHDAY PROJECT] Let Me Go
Suho a.ka Kim Joon Myun & OC (Park Yehi) || Angst, Hurt || T

== LET ME GO ==

 

Selalu seperti ini,

Lelaki itu akan duduk berjam-jam di depan pusara itu hingga sinar jingga menyambutnya.

Namanya adalah Kim Joon Myun.

Aku tidak menyukai kehadirannya, sebab dia membuatku sakit dan sedih yang teramat.
.
.
Hanya duduk beralaskan rumput disertai pandangan kosong di kedua bola mata. Ia akan pulang ketika maniknya menangkap sang surya yang kembali ke peraduannya.

Hari ini, berlalu seperti hari kemarin.

***
Aku memandanginya yang terlelap malam ini, bagaimana bisa lelaki ini begitu jahat padaku?

Aku sudah berusaha agar dia berhenti berbuat seperti ini. Tapi mata dan hatinya seolah buta. Aku lelah, tapi aku tidak bisa meninggalkannya dalam keadaan seperti ini

“Kim Joon Myun, sadarlah! Dan biarkan aku pergi!”
.
.
Sepasang kekasih nampak tengah asik berbincang menikmati perjalanan menuju hotel dimana mereka akan segera melangsungkan pertunangan.

Joon Myun menatap lama kekasihnya.

Bukankah, Park Yehi begitu cantik dengan gaun hitam itu?

“Berhenti menatapku seperti itu!”

Kekehan Joon Myun membuat wanita itu kesal setengah mati. Siapa yang tidak malu jika ditatap lelaki kesayangannya seintens itu?
“Myunnie!!”

Ia menghentikan tawanya bersamaan dengan traffic light yang berubah hijau. Diinjaknya pedal gas itu, dan mulai kembali fokus pada setir di depannya. Tidak ada yang tahu, jika Tuhan berkata Jadilah, maka jadilah ia.

Kejadiannya begitu cepat dan tiba-tiba, sebuah mobil lain menerobos lampu merah yang pada akhirnya menabrak telak mobil dikendarai Joon Myun. Mobilnya terpental dan teguling beberapa meter setelah tertabrak. Joon Myun kehilangan nafasnya sesaat, kemudian satu fakta bahwa sang kekasih sedang bersamanya, membuat Joon Myun marah seketika. Ia menoleh dan menemukan wanitanya dengan lumuran darah, ia ingin berteriak namun suaranya tidak keluar seddikitpun. Joon Myun mulai menangis tanpa suara ketika menyaksikan kekasihnya terbujur kaku penuh darah dengan tubuh terhimpit dashboard dan kursi. Kekasihnya, wanitanya, pujaan hatinya….

…. pergi saat itu juga.
.
.
Ia tersentak bangun. Nafasnya memburu, mimpi itu lagi..

Ia benci ketika harus mengingat kejadian itu bahkan dalam tidurnya. Joon Myun beringsut duduk di sudut kamarnya, menekuk lutut dan mulai menenggelamkan wajahnya disana.

Persetan bahwa ia laki-laki.

Ini terlalu menyakitkan, jadi biarlah dirinya larut dalam kubangan air mata untuk kesekian kali.

“Joon Myun”

Tubuhnya menegang beberapa saat, tidak, bukan di saat seperti ini ia ingin mendengar suara itu.

“Kim Joon Myun, lihat aku!”

Telinganya terangkat demi menutupi telinga. Tangisannya semakin nyaring.

“Joon Myun ini aku, Yehi. Kau tidak ingin melihatku?”

Suasana berubah hening, perlahan Joon Myun mengangkat kepalanya dan menatao keasal suara. Matanya berbinar saat benar-benar mendapati Yehi disana.

“Park Yehi? Kau kah itu?”

“Eum… ini aku”

Joon Myun menggiring matanya mengikuti pergerakan Yehi. Wanitanya mendekat dan meraih wajahnya. Oh ini dia, sentuhan yang begitu ia rindukan.

Ibu jari mungil itu mengusap pelan kedua pipinya yang basah, suaranya mengalun lagi, “Kenapa menangis, heum? Seorang yang sedang ulang tahun tidak boleh menangis. Kau ini lucu sekali” Yehi terkekeh mendapati kebingungan di wajah kekasihnya itu. “Selamat Ulang Tahun pacarku,, tidak terasa kau sudah semakin tua ya,, kkk~”

Joon Myun masih memandang takjub sekaligus bingung pada Yehi.

“Apa? Jangan bilang kau tidak ingat ulang tahunmu? Sekarang tanggal 22 Mei, sayang. Astaga, kau begitu kacau sampai-sampai melupakan tanggal kelahiranmu”

Kedua sudut bibirnya terangkat perlahan. Kemudian, ia memeluk tubuh ringkih itu… “Terima kasih sudah mengingatnya” gumam Joon Myun di sela-sela rambut Yehi yang terurai.
.
.
Hari beranjak siang, Joon Myun tengah menikmati sentuhan Yehi di rambutnya. Semilir angin menerobos masuk melewati gordyn ruang tamu.

“Myunnie…”

“Hmm?”

“Aku harus pergi,”

Ia membuka mata dan menatap lurus pada iris Yehi. Ia bangkit dari rebahannya dii paha wanita itu, “Pergi? Kemana? Kita bahkan belum menghabiskan waktu 24 jam penuh, dan kau sudah ingin pergi?” katanya kesal.

“Aku harus, Joon Myun” Yehi memelas lewat tatapannya.

“Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi” ucap Joon Myun tegas.

Yehi mulai tersulut emosi, lelaki ini masih saja menutup mata dan hatinya. “Kau tidak ingin membiarkanku pergi, begitu? Kau ingin membuatku sakit karena berlama-lama di dunia ini? Kau ingin membuatku menangis karena keadaanmu yang kacau? Kau ingin membuatku mati untuk kedua kalinya?!”

“Park Yehi!!!”

“Apa?! Itukan yang kau inginkan?!”

Tatapan Joon Myun melemah, tangannya bergetar dan nafasnya memburu hebat. “Tidak, bukan begitu… Aku….” suaranya tercekik ditenggorokan. “Aku… hanya…tidak ingin kehilanganmu lagi, tapi aku juga tidak mau menyakitimu” lirihnya begitu pelan.
Yehi bersimpuh di hadapan lelakinya, tangan dinginya menggenggam tangan kekar itu. “Maka dari itu.. aku harus pergi. Relakan lah… biarkan aku pergi Myunnie.”

Joon Myun menggeleng kuat, seraya mengeratkan genggaman tangan Yehi. “Berjanjilah padaku…” ujar Yehi pelan.

“Tidak.. Tidak… Aku tidak mau”

“Kumohon sayang~ jangan seperti ini” Yehi mulai terisak dengan keadaan Joon Myun di depannya. Joon Myun melepas sebelah genggaman tangannya, dan menghapus air mata Yehi.
Meskipun berat, tapi ia benar-benar tidak bisa melihat kekasihnya tersiksa karena dirinya sendiri. Joon Myun mengangguk, “Aku, akan berjanji” ujarnya terbata.

“Berjanjii padaku! Lupakan aku dan biarkan aku pergi! Berjanjilah Kim Joon Myun!”

Lelaki itu mengangguk pelan berkali-kali dengan tangis yang tertahan.

“Good boy!” setelah mengucapkan itu Yehi bertumpu pada lututnya dan meraih bibir tipis itu. Ini untuk yang terakhir kalinya. Biarkan mereka menikmati ini untuk yang terakhir.

Joon Myun memejamkan mata seraya merekam rasa manis yang begitu ia suka dari bibir Yehi yang tengah memagut bibirnya. Matanya terpejam erat, lalu tak berapa lama, sayup-sayup ia mendengar suara kekasihnya lagi.

“Sekali lagi, selamat ulang tahun sayangku. Sekarang aku bisa pergi dengan tenang, hiduplah dengan baik, dan temukan cinta baru untukmu. Aku mencintaimu Kim Joon Myun. Selamat Tinggal~”

Air matanya menetes lagi… tapi Joon Myun enggan membuka matanya. Biarlah, ia sudah berjanji. Dan sebuah janji harus ditepati.

Jadi,

Park Yehi…

Selamat Tinggal.

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s