[SUHO BIRTHDAY PROJECT] Jelly Man across the Street

[SUHO BIRTHDAY PROJECT] Jelly Man across the Street

Angelina Triaf ©2017 Present

Jelly Man across the Street

Suho (EXO) | Surrealism, Creepy | PG | Ficlet

Disclaimer: Tidak melibatkan unsur SARA apa pun, murni hanya untuk kepentingan latar dalam cerita.

0o0

Dulu aku sempat diperbolehkan memilih, sayang sekali kesempatan itu telah hilang tak bersisa.

Aku selalu dengan senang hati mengunjungi Statue of Liberty, mengagumi karya Bartholdi dari dekat dan berbicara dengan para turis asing bahwa Amerika sangatlah mengagumkan. Bisa juga berpindah sisi memotret keajaiban si pencakar langit, Empire State Building, yang terletak di Manhattan pula. Dikabarkan, Empire State telah menjadi gedung tertinggi pertama di New York setelah hancurnya World Trade Center oleh serangan bom.

Kalau tidak, mungkin pilihan ketiga akan jatuh pada New York Times Square. Bayangkan betapa seru dan menariknya saat aku bisa datang ke tempat yang menjadi pusat dari theater Broadway ini dan berfoto tanpa henti saat menyeberangi persimpangan antara Broadway dan Seventh Avenue yang sering kali orang sebut The Crossroads of the World. Demi Tuhan, mungkin aku akan menyebrang ratusan kali demi mendapatkan foto yang sempurna saking gembiranya.

Ada lagi Central Park yang amat menarik. Jantung hijau kota yang masih terletak di seputaran Manhattan ini menyediakan udara segar yang luar biasa di tengah hiruk-pikuk polusi kendaraan. Aku akan melakukan olahraga apa pun, entah itu berlari, main skateboard hingga menunggang kuda. O, aku ingat dulu pernah punya kenangan manis bersama si cantik White, kuda kesayangan para lansia yang terlampau sering diajak berfoto.

Omong-omong lansia, tempat lain yang ingin kukunjungi lagi adalah American National History Museum. Kali ini tak hanya para lansia yang tertarik, melainkan anak-anak kecil berambut pirang menggemaskan yang sangat senang mendengarkan cerita sejarah dari tiap-tiap spesimen yang dipajang di sana. Amerika harus berterima kasih pada film Night at the Museum: Battle of the Smithsonian, berkat film tersebut masyarakat dunia jadi menaruh atensi lebih pada museum satu itu.

Last, kalau bosan dengan Manhattan, aku biasa pergi ke Brooklyn melewati Brooklyn Bridge menggunakan sepeda. Jika di Seoul ada Han River yang membentang, maka di sini ada East River yang tak kalah mengagumkan, apalagi saat malam.

Well, membayangkannya saja sudah sangat indah bagiku.

Tapi, mau bagaimana lagi, aku sudah tak bisa memilih akan ke mana aku pergi.

Terjebak di Fifth Avenue awalnya bukanlah jadi suatu hal yang buruk. Tak jauh beda dengan Myeongdong yang menyajikan deretan toko berbagai brand terkenal dunia, di sini juga banyak toko-toko dan butik mewah yang tak pernah sepi pembeli tiap harinya.

Kubilang pada awalnya, tapi fakta menamparku dan berkata bahwa lama-kelamaan segalanya berubah jadi mimpi buruk.

“Permisi, aku merasa sangat tertarik dengan sepatu yang dipakai olehnya.”

Di balik kaca transparan yang meredam kebisingan kota ini, seorang wanita cantik awal dua puluhan menunjuk ke arahku dengan senyum indah juga mata berbinar.

“O, yang dipakai Suho itu?”

“Namanya Suho?”

“Iya, Nona.” gerak-gerik Charles memang sangat khas, ia sudah terbiasa menangani para pelanggan cantik dengan ketampanannya yang beraura tenang. “Semua yang ada di sini mempunyai nama, hal itu bertujuan agar toko ini terkesan hidup.”

“Begitu, ya ….”

“Nona jadi ingin beli yang dipakai Suho?” Charles dan si brunette cantik itu semakin mendekat, menilik sepatu olahraga keluaran musim panas yang kupakai. Ini salah satu barang limited edition dari total tujuh jenis yang dipajang di toko ini. “Apakah untuk seseorang yang spesial?”

“Untuk kekasihku, hadiah ulang tahun. Ia orang Asia, proporsi tubuhnya memang tak terlalu besar jadi aku tanpa sadar amat tertarik melihat Suho memakainya. Bisa jadi akan cocok juga di kakinya nanti.”

Charles masih memasang senyumannya, kali ini membawa wanita itu menjauh dariku untuk kemudian menunggu sepatu yang baru di dekat meja kasir. “Pilihan yang bagus, Nona. Akan saya ambilkan sepatu yang baru dengan ukuran yang sama seperti Suho. Mohon menunggu sebentar.”

Memang mengasyikkan bisa melihat wanita cantik berlalu-lalang tiap menit dengan gaya berpakaian mereka yang―kebanyakan―unik plus seksi. Tapi aku lebih suka kegiatan lamaku sebagai pemandu wisata.

“Whoa!”

“Ada apa, Nona?”

“Tidak, hanya saja … aku seperti melihat matanya berkedip.”

Tambahan, aku juga lebih suka apartemen lamaku di dekat Central Park. Di sana sangat aman, andai saja aku menolak untuk pindah waktu itu dan yang lebih bodohnya lagi malah berjalan seorang diri malam-malam.

“Sepertinya Nona baru pertama kali belanja di toko kami ini? Semua manekin di sini memang bisa berkedip karena kami meminta khusus pada pabriknya agar mereka dibuat semanusiawi mungkin.”

Berjalan malam-malam membuatku teringat kejadian kemarin malam. Saat itu jalanan sepi, Charles dan pegawai lain tengah membuat laporan keuangan harian di dalam ruang staf karena satu jam lagi toko akan tutup. Entah aku harus bersyukur atau tidak karena diletakkan tepat di etalase paling depan yang langsung menghadap ke jalanan, tapi aku seperti tak asing dengan dua pria yang lewat mengenakan pakaian serba hitam itu.

Ya, mirip dua pria yang membawaku masuk ke dalam ruangan gelap hingga keluar dengan keadaan tubuh kaku begini. Mereka terlihat menarik seorang gadis berkulit kuning yang sedang berjalan sendiri untuk dibawa menaiki mobil―kejadiannya di seberang jalan jadi aku kurang bisa melihatnya dengan jelas.

Jadi pendatang di sini memang sangat sulit. Bisnis gelap terbesar berpusat di negara ini. Human trafficking pun jenisnya semakin beragam, sial sekali aku bisa terlibat di dalamnya.

Huh, aku rindu jadi pemandu wisata. Belum pernah aku merasa seiri ini dengan orang lain yang bisa berkeliling dengan bebas dan mampu memilih apa yang mereka ingin lakukan.

FIN

*American people sometimes say jelly to change the using of jealous.

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s